Hijab Alila
5.44K subscribers
1.98K photos
435 videos
4.33K files
4.28K links
feel free to re-share~

YouTube: https://youtube.com/c/HijabAlilaOfficial
Download Telegram
Mustafa Kemal Attatürk, ia adalah anak keturunan Yahudi yang sejak dulu di didik secara serius sebagai seorang orientalis untuk menghancurkan Kekhilafahan Turki Ustmani. Ia diangap sebagai bapak pembaharu Turki modern tapi sebenarnya ia adalah 'musuh dalam selimut', mempelajari Islam bukan atas dasar keimanan tapi untuk menghancurkan Islam

Puncaknya pada 3 Maret 1924, Mustafa Kemal Attatürk dengan kekuasaannya membubarkan sistem kekhilafahan di Turki dan menyebarkan paham sekuler,
dan membuat masyarakat Turki meninggalkan syariat Islam
Masjid-masjid di tutup, jumlah masjid yang bisa digunakan dibatasi. Masjid yang menjadi simbol kebesaran kota Istanbul-pun ditutup, yaitu Aya Sofia yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum
Simbol-simbol keagamaan di luar rumah ibadah tak boleh ditampilkan
Huruf Arab yang sejak dulu digunakan diganti dengan huruf latin, melarang penggunaan huruf Arab dalam mencetak buku-buku, BAHKAN Adzan diganti dengan bahasa Turki

Siapakah sebenarnya Mustafa Kemal Attatürk? Pahlawan atau pengkhianat?

#OneUmmah #3Maret #MustafaKemalAttatürk
Ahlan wa sahlan di Rumah Quran Alila!⁣⁣
⁣⁣
-⁣⁣
Alhamdulillah, Hijab Alila masih Allah beri kesempatan untuk membersamai teman-teman untuk terus menyalurkan kebaikan⁣⁣
Kali ini, izinkan kami memperkenalkan Rumah Quran Alila. Rumah Quran tempat dimana anak pengungsi Ahlu Syam belajar Bahasa Arab, membaca dan menghafal Al-Quran⁣
⁣⁣
InsyaAllah, melalui Rumah Quran Alila kita bisa menyalurkan wakaf terbaik untuk Ahlu Syam yang berada di Istanbul, Turki. Yang mana saat ini menjadi negara terbanyak menampung pengungsi dari Bumi Syam, terutama Suriah⁣⁣
⁣⁣
Nantikan info selanjutnya di @rumahquranalila⁣⁣
Barakallahu fiikum!⁣⁣
⁣⁣
#RumahQuranAlila
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya, “Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn.” Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR. Abu Dawud no. 3745)⁣


Selayaknya apa yang Rasulullah katakan, ya, begitulah posisi kita sekarang⁣
Bagai hidangan diatas meja yang diperebutkan pemangsa⁣
Bagai buih di laut, banyak tapi tak bisa berbuat apa-apa⁣
Sebab apa? Sebab berlebihannya cinta kita pada dunia dan hilangnya Islam dari hati kita⁣

Padahal kita ini adalah ummat yang besar, 3 benua di dunia dulu pernah kita kuasai⁣
625 tahun dunia hidup dalam keadaan damai dengan banyaknya perbedaan, sebab apa? Sebab Islam menyatukan⁣

Tapi hari ini? Lihatlah perpecahan yang ada, pertumpahan darah kaum muslimin seakan tak berharga, fanatisme kelompok yang melanda, dan penyakit-penyakit lain yang ada ditengah-tengah kita⁣
Bagaimana nasib saudara-saudara kita yang tertindas di Palestina, Rohingya, Syria, dan baru kemarin di India, dan mungkin masih banyak lagi yang luput dari pandangan kita⁣

Butuh berapa banyak perumpamaan lagi untuk menggambarkan keadaan kita saat ini?⁣
Butuh berapa banyak kejadian lagi supaya kita sadar bahwa kita butuh bergerak berjamaah, bukan lagi sendiri-sendiri⁣

Kita adalah ummat yang Allah muliakan dengan Islam, tapi mengapa hingga hari ini kita masih mencari kemuliaan selain daripada Islam?⁣

Tapi, semua bukan hanya untuk disesali, bukan hanya untuk ditangisi. Justru jangan jadi manusia yang tak peduli dengan sejarah sendiri, sebab inilah awal untuk mencapai kejayaan kita nanti, LAGI!⁣

“Tak akan bangkit ummat ini kecuali dengan perkara yang telah membangkitkan generasi sebelum mereka.” —Imam Malik⁣

#OneUmmah #3Maret1924
Iya, emang udah gak disibukkan hal-hal yang dulu lagi⁣
Tapi urusan yang satu ini, kenapa seakan-akan gak ada ujungnya: tanpa henti! Iya, apalagi kalo bukan urusan hati?⁣

Mengatasnamakan cinta dalam diam, niatnya menjaga kesucian tapi tanpa sadar malah menodai kemuliaan⁣
Fokusmu hanya pada hal-hal semu!⁣

Jutaan muslim berteriak ditanah mereka sendiri!⁣
Dirampas haknya!⁣
Tapi kau disini masih dan terus sibuk dengan perkara hati, egois sekali!⁣

Pernah berandai andai mereka itu kamu?⁣
Ada apa dengan dirimu wahai saudariku?⁣
Kenapa hati tak tergerak jua ketika melihat kenyataan bahwasanya ummat sedang menangis pilu?⁣
⁣⁣
#OneUmmah #PARAHSIS
Makin hari makin banyak aja video tiq-toq di explore instagram⁣
Dari yang isinya joget-joget sampe yang ngebuntut dibelakang rame-rame. Jujur aja, sampe lagunya kebayang-bayang terus di kepala *pusiiiing⁣

Ntah dimana letak manfaatnya, tapi gak tau si kalau ada orang yang memanfaatkan tiq-toq buat nyebarin pesan-pesan Islam (bolehlah tag orangnya, kalau ada...)⁣
Kalau kata orang-orang waktu adalah uang, sekarang kita ubah deh ya: waktu adalah pahala. Iya, soalnya kita sebagai muslim harus menjadikan waktu kita berbuah pahala, cita-cita kita masih sama kan? Surga-Nya?:)⁣

Emang si sekarang tiq-toqan bisa menghasilkan uang: viral > dapet endorse > banyak uang. Tapi, adakah letak berkah disana???⁣

“Waktu yang dimiliki manusia itu adalah umurnya yang sebenarnya, dan dia adalah modal kehidupan yang paling berharga saat sehat dan muqim (aman). Juga modal manusia disaat yang sulit pada kesengsaraan dan kepedihan, dia bergerak sebagaimana gerakan awan, maka barang siapa yang waktunya untuk allah dan karena allah ta’ala maka itulah hidup dan umurnya yang sebenarnya, adapun selainnya maka itu tidak termasuk kehidupannya.” —Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah⁣

Semoga Allah sibukkan kita dengan hal-hal yang bermanfaat ya dear, sampai kita lupa dan gak sempet buat ngelakuin hal-hal yang gak bermanfaat. Aamiin⁣

#PARAHSIS
“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari, Muslim)⁣

Hadits diatas tentu bukan mengartikan bahwa berteman dengan tukang besi itu salah atau gak boleh, bukan. Tapi kita disuruh memilih teman supaya bisa mengajak kita pada kebenaran, pada kebaikan. Iya teman yang shalih/ah⁣
Belum tentu tukang besi gak shalih, dan belum tentu juga tukang minyak wangi shalih. Hadits diatas hanyalah perumpamaan, tukang minyak wangi adalah teman yang shalih, tukang pandai besi adalah teman yang seringnya menjerumuskan⁣

Ini juga sih yang jadi permasalahan anak young zaman now, gak pandai memilah-milih teman, asal “nyaman” yaudah deh temenan, padahal gak ada aspek keberuntungan (pahala) yang bisa didapatkan⁣
Yaaa #PARAHSIS kalo udah tau “bocoran” tentang cara memilih teman kayak hadits diatas tapi masih salah juga milih teman:')⁣

Kenapa sih sampai urusan berteman aja Islam mengaturnya? Eh jangan salah sis... teman ini bisa membawa kita ke surga atau sebaliknya, menjerumuskan kita ke neraka loh! Iya, kan seringnya kita ikut main apapun yang teman kita mainkan, yakan? Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” ( QS. Az-Zukhruf: 67)⁣

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Setiap pertemanan dan persahabatan yang bukan karena Allah Ta'ala, sesungguhnya pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan, kecuali persahabatan yang terjadi karena Allah Ta'ala, sesungguhnya persahabatan tersebut akan kekal selamanya.”⁣

Mana yang lebih baik? Berteman dengan orang pandai besi yang gak shalih atau berteman dengan penjual minyak wangi yang shalih? Oya tentu berteman dengan orang pandai besi dan tukang minyak wangi yang shalih. Hehe.
Kutinggalkan Kampungku demi Karirku

Kenalin! Namanya Dhebi, gadis desa yang merantau ke Jakarta supaya bisa sukses jadi wanita karier. Hijrah gituuu~⁣⁣
Alasannya selain mau jadi wanita karier yang sukses juga karna gamau ikut-ikutan atau malah disuruh nikah muda nantinya⁣⁣
⁣⁣
Terkekang katanya! (Eh ini lari dari kenyataan atau lari fitrahnya perempuan?) Alhamdulillah, untung punya temen di Jakarta, jadi gak sendirian pas nyampe Jakarta🙂⁣⁣
Tapi tapi tapi ada ga yang ngalamin hal yang sama kayak Dhebi? Coba angkat tangannya🙋🏻‍♀️⁣⁣
⁣⁣
Nantikan kisah Dhebi meninggalkan kampungnya demi karier cemerlangnya ya guys!!!⁣⁣
⁣⁣
#PARAHSIS


• wardrobe: @kataloghijabalila
Assalamu’alaykum #lovalila!⁣
Alhamdulillah pembahasan tema #PARAHSIS udah hampir selesai nih! Seperti biasa, kita akan buka sesi QnA dan inilah saatnya😆

Bagi kalian yang punya pertanyaan seputar tema kali ini langsup drop pertanyaan kalian di kolom komentar bawah yaaaa😘
Kemarin Dhebi ngerantau ke Jakarta krn gamau kayak temen2nya yg nikah muda&berakhir jd “pembantu” suaminya. Emg #PARAHSIS!⁣
Tapi, bener gak sih kalau nikah muda akan berujung kayak temen2nya Dhebi? Jawabannya: bisa bener, bisa juga engga. Bisa bener kalo pernikahannya gak selaras sama aturan Islam, bisa jg engga kalo pernikahannya selaras sama aturan Islam⁣

Emg sebenernya urusan rumah tangga ini kewajibannya istri aja? Apakah taat sama suami itu artinya wajib bagi seorang istri utk masak, nyuci baju, nyuci piring, dll?⁣
⁣⁣
Nah, seperti yg ada di pict atas, gak wajib bagi seorang istri melakukan pekerjaan rumah tangga, tapi gak salah jg kalau ia melakukannya. Bukan krn apa2 melainkan bentuk ketaatan kpd suaminya. Tp jgn salah paham ya, gak seperti yg dibilang orang2 jg, “nikah cuma buat dijadiin pembantu“, salah besar! Krn dlm pernikahan bkn aspek komersial yg dijunjung tinggi tp ibadah!⁣

Ulama jg beda pendapat dlm hal ini, ada yg mengatakan wajib bg istri berkhidmat/melakukan pekerjaan rumah tangga. Ada jg yg gak mewajibkannya krn mereka menganggap adanya akad nikah itu agar halal utk melakukan istimta’ (bersenang2 dgn istri) bkn agar suami bisa menyuruh berkhidmat&mengambil manfaat lain dari istrinya. Adapun kalau seorang suami melakukan pekerjaan rumah itu adlh hal baik, lg pula pekerjaan rumah tangga jg telah dilakukan sejak zaman Rasulullah dan Rasulullah pun dulu melakukannya, membantu istri-istrinya⁣

Terlepas dari berbagai perbedaan pendapat ulama, maka yg plg baik di antaranya adalah adanya kesepakatan antara suami dan istri ttg bagian dan tugas yg ada di dalam rumah, ini jg bisa menambah keharmonisan dlm berumah tangga loh! Ya, intinya si semua kunci dlm ber-rumah tangga ada di dlm komunikasi~⁣
Jgn sampai ada yg merasa dirugikan atau direndahkan dlm membangun biduk rumah tangga⁣

Ada penyemangat dari Rasulullah utk buk-ibuk rumah tangga dimanapun berada nih!⁣
“Maukah engkau aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik daripada seorang pembantu? Jika kalian hendak menuju kasur atau tempat pembaringan kalian, maka ucapkanlah takbir 34x, tasbih 33x, dan tahmid 33x, maka inilah yang lebih baik daripada seorang pembantu.” (HR. Al Bukhari, Muslim)⁣
Hari ini banyak kemaksiatan yang justru didukung banyak orang, yang tanpa sadar kita pun ikut diantara banyaknya orang itu⁣

Laki-laki yang ke-cewek-cewek-an, yang aktif dengan brush make upnya, modis dengan pakaian perempuan banyak sekali ditonton banyak orang⁣
Orang yang transgender, hamil di luar nikah, semua blak-blakan menunjukkan identitas aslinya ke publik⁣
Mereka bangga dengan itu dan mirisnya orang-orang mendukungnya⁣

Berbagai komentar “be yourself”, “so proud of you!”, “kamu berani banget! Aku dukung kamu! Lakuin apa yang kamu suka”⁣
Astaghfirullah... walaupun gak sedikit juga yang mengingatkan tapi diantara yang mendukungnya adalah saudara seiman kita⁣


Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Setiap ummatku akan mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla kecuali al Mujaahiriin yaitu semisal ada seorang laki-laki yang mengerjakan sebuah perbuatan pada malam hari kemudian ia menjumpai waktu subuh dan Allah telah menutupi aibnya. Lalu laki-laki tersebut mengatakan, “Wahai Fulan, aku telah mengerjakan sebuah perbuatan buruk/jelek ini dan itu”. Maka itulah orang yang malamnya Allah telah menutup aibnya lalu ia membuka aibnya sendiri di waktu subuh (keesokan harinya).” (HR. Bukhari dan Muslim)⁣

Bayangkan betapa baiknya Allah, telah menutup aib-aib manusia tapi manusia itu sendiri yang menyebarkannya ditambah lagi dengan penuh rasa bangga

#PARAHSIS