Asik banget ya tiq-toq-an atau ngga deh, sekedar nonton tiq-toq aja gitu...
Soalnya kayak banyak gerakan yang bikin bersemangat gitu kan, kayak itung-itung bisa jadi olahraga juga😅
Dari nontonin aja bisa ngebangun mood, menyenangkan aja gitu
Tapi tau gak sih apa yang lebih menyenangkan dari joget-joget atau sekedar lucu-lucuan? Pasti tau!
Iya, baca Qur’an.
Tanpa bergerak banyak, cukup duduk, baca dan mentaddaburinya mood kita bisa kebangun. Keren kan? Gak cuma ningkatin mood aja tapi dapet pahala juga (oya pasti!)
Pernah gak nyoba lagi sedih, butuh solusi, gundah gulana terus buka Qur’an secara random, baca dan berasa “nyesss” banget, tepat pada sasaran dan seketika semua sedih hilang gitu aja? Coba deh!
Kita ini hidup kan buat beribadah ya, so make sure apapun yang kita kerjakan mengandung pahala ya temans:)
#PARAHSIS
Soalnya kayak banyak gerakan yang bikin bersemangat gitu kan, kayak itung-itung bisa jadi olahraga juga😅
Dari nontonin aja bisa ngebangun mood, menyenangkan aja gitu
Tapi tau gak sih apa yang lebih menyenangkan dari joget-joget atau sekedar lucu-lucuan? Pasti tau!
Iya, baca Qur’an.
Tanpa bergerak banyak, cukup duduk, baca dan mentaddaburinya mood kita bisa kebangun. Keren kan? Gak cuma ningkatin mood aja tapi dapet pahala juga (oya pasti!)
Pernah gak nyoba lagi sedih, butuh solusi, gundah gulana terus buka Qur’an secara random, baca dan berasa “nyesss” banget, tepat pada sasaran dan seketika semua sedih hilang gitu aja? Coba deh!
Kita ini hidup kan buat beribadah ya, so make sure apapun yang kita kerjakan mengandung pahala ya temans:)
#PARAHSIS
Malu, dialah mahkotanya seorang wanita. Dia juga yang menjadi akhlaknya Islam
Jika rasa malu dalam diri kita perlahan-lahan memudar, tak malukah dengan gelar “muslim” yang melekat pada diri kita?:(
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya diangkat maka yang lainpun akan terangkat.” (HR. Al Hakim)
#PARAHSIS
Jika rasa malu dalam diri kita perlahan-lahan memudar, tak malukah dengan gelar “muslim” yang melekat pada diri kita?:(
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya diangkat maka yang lainpun akan terangkat.” (HR. Al Hakim)
#PARAHSIS
Nanti, tiap akun sosial media pemilik akunnya akan meninggalkan dunia. Bukan cuma dunia maya, tapi juga dunia nyata. Bukan cuma sementara, tapi selama-lamanya
Apa yang kita sebarkan disana akan menjadi kenangan bagi followers kita, entah kenangan baik atau sebaliknya
Akan dikenang seperti apa kita nanti tergantung apa yang kita sebarkan saat ini
Kalau kamu ingin dikenang sebagai manusia seperti apa?
#PARAHSIS
Apa yang kita sebarkan disana akan menjadi kenangan bagi followers kita, entah kenangan baik atau sebaliknya
Akan dikenang seperti apa kita nanti tergantung apa yang kita sebarkan saat ini
Kalau kamu ingin dikenang sebagai manusia seperti apa?
#PARAHSIS
Biar Kekinian—Part 2
Kenapa ya manusia itu baru mau taubat kalo udah divonis bakal meninggal sebentar lagi?:(
Emang, sebaik-baiknya pengingat adalah kematian
Tapi kan mati bisa kapan aja
Bisa waktu lagi tidur
Bisa waktu lagi makan
Bisa waktu lagi jalan
Bisa waktu lagi kajian
Bisa waktu lagi joget-joget juga
Beruntung, kalo kita mati lagi ada dijalan ketaatan, kalo misalnya lagi ngelakuin kemaksiatan? Naudzubillah😭
#PARAHSIS
• wardrobe: @kataloghijabalila
Kenapa ya manusia itu baru mau taubat kalo udah divonis bakal meninggal sebentar lagi?:(
Emang, sebaik-baiknya pengingat adalah kematian
Tapi kan mati bisa kapan aja
Bisa waktu lagi tidur
Bisa waktu lagi makan
Bisa waktu lagi jalan
Bisa waktu lagi kajian
Bisa waktu lagi joget-joget juga
Beruntung, kalo kita mati lagi ada dijalan ketaatan, kalo misalnya lagi ngelakuin kemaksiatan? Naudzubillah😭
#PARAHSIS
• wardrobe: @kataloghijabalila
Kita tak akan pernah bisa jadi manusia yang moderat. Walaupun lisan dan tindakan berkata ingin adil tapi hati pasti tetap akan condong pada 1 sisi
Apalagi soal dunia, kita sangat tak bisa seimbang denganya. Apalagi jika membandingkannya dengan kehidupan setelahnya, iya... akhirat
Seseorang berkata, “kejar dunia untuk seberapa lama kita hidup didalamnya, kejar akhirat untuk seberapa lama kita hidup didalamnya.”
Membandingkan saja jauh rasanya, apalagi menyeimbangkan keduanya? Sangat tak pantas rasanya
Tapi anehnya, banyak yang terus mengatakan, “jangan terlalu kaku lah! yang penting dunia dan akhirat seimbang.”
Sedih rasanya, padahal hidup kita di dunia ini pun singkat, sangat singkat. Padahal hidup abadi kita nanti ditentukan pada hidup kita yang singkat saat ini
Tapi kita tak benar-benar menyiapkan bekal untuk pulang ke kampung akhirat
Terserah mereka yang tak percaya akan kehidupan setelahnya. Tapi kita? Yang mengaku Islam ada di dalam dada masih disibukkan hal yang sia-sia
Jika diri tak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil. Disibukkan dengan apa kita saat ini?
#PARAHSIS
Apalagi soal dunia, kita sangat tak bisa seimbang denganya. Apalagi jika membandingkannya dengan kehidupan setelahnya, iya... akhirat
Seseorang berkata, “kejar dunia untuk seberapa lama kita hidup didalamnya, kejar akhirat untuk seberapa lama kita hidup didalamnya.”
Membandingkan saja jauh rasanya, apalagi menyeimbangkan keduanya? Sangat tak pantas rasanya
Tapi anehnya, banyak yang terus mengatakan, “jangan terlalu kaku lah! yang penting dunia dan akhirat seimbang.”
Sedih rasanya, padahal hidup kita di dunia ini pun singkat, sangat singkat. Padahal hidup abadi kita nanti ditentukan pada hidup kita yang singkat saat ini
Tapi kita tak benar-benar menyiapkan bekal untuk pulang ke kampung akhirat
Terserah mereka yang tak percaya akan kehidupan setelahnya. Tapi kita? Yang mengaku Islam ada di dalam dada masih disibukkan hal yang sia-sia
Jika diri tak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil. Disibukkan dengan apa kita saat ini?
#PARAHSIS
Kata Siapa Tik Tok Gak Bermanfaat? — Social Experiment
Tik-tokan; kalau ada manfaatnya silahkan kerjakan, tapi jika tidak ada atau lebih banyak mudhorotnya maka tinggalkan
Begitulah tindakan seorang muslim seharusnya, tapi sekarang kita malah sebaliknya
Tapi apa kata mereka? Coba tonton sampai habis!
#PARAHSIS
Tik-tokan; kalau ada manfaatnya silahkan kerjakan, tapi jika tidak ada atau lebih banyak mudhorotnya maka tinggalkan
Begitulah tindakan seorang muslim seharusnya, tapi sekarang kita malah sebaliknya
Tapi apa kata mereka? Coba tonton sampai habis!
#PARAHSIS
Mustafa Kemal Attatürk, ia adalah anak keturunan Yahudi yang sejak dulu di didik secara serius sebagai seorang orientalis untuk menghancurkan Kekhilafahan Turki Ustmani. Ia diangap sebagai bapak pembaharu Turki modern tapi sebenarnya ia adalah 'musuh dalam selimut', mempelajari Islam bukan atas dasar keimanan tapi untuk menghancurkan Islam
Puncaknya pada 3 Maret 1924, Mustafa Kemal Attatürk dengan kekuasaannya membubarkan sistem kekhilafahan di Turki dan menyebarkan paham sekuler,
dan membuat masyarakat Turki meninggalkan syariat Islam
Masjid-masjid di tutup, jumlah masjid yang bisa digunakan dibatasi. Masjid yang menjadi simbol kebesaran kota Istanbul-pun ditutup, yaitu Aya Sofia yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum
Simbol-simbol keagamaan di luar rumah ibadah tak boleh ditampilkan
Huruf Arab yang sejak dulu digunakan diganti dengan huruf latin, melarang penggunaan huruf Arab dalam mencetak buku-buku, BAHKAN Adzan diganti dengan bahasa Turki
Siapakah sebenarnya Mustafa Kemal Attatürk? Pahlawan atau pengkhianat?
#OneUmmah #3Maret #MustafaKemalAttatürk
Puncaknya pada 3 Maret 1924, Mustafa Kemal Attatürk dengan kekuasaannya membubarkan sistem kekhilafahan di Turki dan menyebarkan paham sekuler,
dan membuat masyarakat Turki meninggalkan syariat Islam
Masjid-masjid di tutup, jumlah masjid yang bisa digunakan dibatasi. Masjid yang menjadi simbol kebesaran kota Istanbul-pun ditutup, yaitu Aya Sofia yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum
Simbol-simbol keagamaan di luar rumah ibadah tak boleh ditampilkan
Huruf Arab yang sejak dulu digunakan diganti dengan huruf latin, melarang penggunaan huruf Arab dalam mencetak buku-buku, BAHKAN Adzan diganti dengan bahasa Turki
Siapakah sebenarnya Mustafa Kemal Attatürk? Pahlawan atau pengkhianat?
#OneUmmah #3Maret #MustafaKemalAttatürk
Ahlan wa sahlan di Rumah Quran Alila!
-
Alhamdulillah, Hijab Alila masih Allah beri kesempatan untuk membersamai teman-teman untuk terus menyalurkan kebaikan
Kali ini, izinkan kami memperkenalkan Rumah Quran Alila. Rumah Quran tempat dimana anak pengungsi Ahlu Syam belajar Bahasa Arab, membaca dan menghafal Al-Quran
InsyaAllah, melalui Rumah Quran Alila kita bisa menyalurkan wakaf terbaik untuk Ahlu Syam yang berada di Istanbul, Turki. Yang mana saat ini menjadi negara terbanyak menampung pengungsi dari Bumi Syam, terutama Suriah
Nantikan info selanjutnya di @rumahquranalila
Barakallahu fiikum!
#RumahQuranAlila
-
Alhamdulillah, Hijab Alila masih Allah beri kesempatan untuk membersamai teman-teman untuk terus menyalurkan kebaikan
Kali ini, izinkan kami memperkenalkan Rumah Quran Alila. Rumah Quran tempat dimana anak pengungsi Ahlu Syam belajar Bahasa Arab, membaca dan menghafal Al-Quran
InsyaAllah, melalui Rumah Quran Alila kita bisa menyalurkan wakaf terbaik untuk Ahlu Syam yang berada di Istanbul, Turki. Yang mana saat ini menjadi negara terbanyak menampung pengungsi dari Bumi Syam, terutama Suriah
Nantikan info selanjutnya di @rumahquranalila
Barakallahu fiikum!
#RumahQuranAlila
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya, “Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn.” Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR. Abu Dawud no. 3745)
—
Selayaknya apa yang Rasulullah katakan, ya, begitulah posisi kita sekarang
Bagai hidangan diatas meja yang diperebutkan pemangsa
Bagai buih di laut, banyak tapi tak bisa berbuat apa-apa
Sebab apa? Sebab berlebihannya cinta kita pada dunia dan hilangnya Islam dari hati kita
Padahal kita ini adalah ummat yang besar, 3 benua di dunia dulu pernah kita kuasai
625 tahun dunia hidup dalam keadaan damai dengan banyaknya perbedaan, sebab apa? Sebab Islam menyatukan
Tapi hari ini? Lihatlah perpecahan yang ada, pertumpahan darah kaum muslimin seakan tak berharga, fanatisme kelompok yang melanda, dan penyakit-penyakit lain yang ada ditengah-tengah kita
Bagaimana nasib saudara-saudara kita yang tertindas di Palestina, Rohingya, Syria, dan baru kemarin di India, dan mungkin masih banyak lagi yang luput dari pandangan kita
Butuh berapa banyak perumpamaan lagi untuk menggambarkan keadaan kita saat ini?
Butuh berapa banyak kejadian lagi supaya kita sadar bahwa kita butuh bergerak berjamaah, bukan lagi sendiri-sendiri
Kita adalah ummat yang Allah muliakan dengan Islam, tapi mengapa hingga hari ini kita masih mencari kemuliaan selain daripada Islam?
Tapi, semua bukan hanya untuk disesali, bukan hanya untuk ditangisi. Justru jangan jadi manusia yang tak peduli dengan sejarah sendiri, sebab inilah awal untuk mencapai kejayaan kita nanti, LAGI!
“Tak akan bangkit ummat ini kecuali dengan perkara yang telah membangkitkan generasi sebelum mereka.” —Imam Malik
#OneUmmah #3Maret1924
—
Selayaknya apa yang Rasulullah katakan, ya, begitulah posisi kita sekarang
Bagai hidangan diatas meja yang diperebutkan pemangsa
Bagai buih di laut, banyak tapi tak bisa berbuat apa-apa
Sebab apa? Sebab berlebihannya cinta kita pada dunia dan hilangnya Islam dari hati kita
Padahal kita ini adalah ummat yang besar, 3 benua di dunia dulu pernah kita kuasai
625 tahun dunia hidup dalam keadaan damai dengan banyaknya perbedaan, sebab apa? Sebab Islam menyatukan
Tapi hari ini? Lihatlah perpecahan yang ada, pertumpahan darah kaum muslimin seakan tak berharga, fanatisme kelompok yang melanda, dan penyakit-penyakit lain yang ada ditengah-tengah kita
Bagaimana nasib saudara-saudara kita yang tertindas di Palestina, Rohingya, Syria, dan baru kemarin di India, dan mungkin masih banyak lagi yang luput dari pandangan kita
Butuh berapa banyak perumpamaan lagi untuk menggambarkan keadaan kita saat ini?
Butuh berapa banyak kejadian lagi supaya kita sadar bahwa kita butuh bergerak berjamaah, bukan lagi sendiri-sendiri
Kita adalah ummat yang Allah muliakan dengan Islam, tapi mengapa hingga hari ini kita masih mencari kemuliaan selain daripada Islam?
Tapi, semua bukan hanya untuk disesali, bukan hanya untuk ditangisi. Justru jangan jadi manusia yang tak peduli dengan sejarah sendiri, sebab inilah awal untuk mencapai kejayaan kita nanti, LAGI!
“Tak akan bangkit ummat ini kecuali dengan perkara yang telah membangkitkan generasi sebelum mereka.” —Imam Malik
#OneUmmah #3Maret1924
Iya, emang udah gak disibukkan hal-hal yang dulu lagi
Tapi urusan yang satu ini, kenapa seakan-akan gak ada ujungnya: tanpa henti! Iya, apalagi kalo bukan urusan hati?
Mengatasnamakan cinta dalam diam, niatnya menjaga kesucian tapi tanpa sadar malah menodai kemuliaan
Fokusmu hanya pada hal-hal semu!
Jutaan muslim berteriak ditanah mereka sendiri!
Dirampas haknya!
Tapi kau disini masih dan terus sibuk dengan perkara hati, egois sekali!
Pernah berandai andai mereka itu kamu?
Ada apa dengan dirimu wahai saudariku?
Kenapa hati tak tergerak jua ketika melihat kenyataan bahwasanya ummat sedang menangis pilu?
#OneUmmah #PARAHSIS
Tapi urusan yang satu ini, kenapa seakan-akan gak ada ujungnya: tanpa henti! Iya, apalagi kalo bukan urusan hati?
Mengatasnamakan cinta dalam diam, niatnya menjaga kesucian tapi tanpa sadar malah menodai kemuliaan
Fokusmu hanya pada hal-hal semu!
Jutaan muslim berteriak ditanah mereka sendiri!
Dirampas haknya!
Tapi kau disini masih dan terus sibuk dengan perkara hati, egois sekali!
Pernah berandai andai mereka itu kamu?
Ada apa dengan dirimu wahai saudariku?
Kenapa hati tak tergerak jua ketika melihat kenyataan bahwasanya ummat sedang menangis pilu?
#OneUmmah #PARAHSIS