Harta hilang, bisa dicari
Jabatan hilang, bisa mulai dari awal lagi
Tapi jika datangnya hidayah kita abaikan, belum tentu Dia akan memberikannya kembali
“Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki”
Meskipun hidayah tersebar dimanapun, tapi sayang, sebagian orang masih menutup diri dan enggan menjemputnya
Sebagian orang masih ketakutan akan harta yang hilang
Sebagian orang masih berusaha mempertahankan jabatan walau harus menerobos dinding keharaman
Mungkin sebagian mereka telah tersadarkan
Dan ada sebagian dari mereka juga yang belum tersadarkan
Tapi yang pasti, nanti ketika sakaratul maut datang dan amal ditampakkan, sedang nyawa telah sampai di kerongkongan barulah manusia tersadarkan bahwa hanya hidayah-Nya lah yang mereka perlukan
#JagainAku
Jabatan hilang, bisa mulai dari awal lagi
Tapi jika datangnya hidayah kita abaikan, belum tentu Dia akan memberikannya kembali
“Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki”
Meskipun hidayah tersebar dimanapun, tapi sayang, sebagian orang masih menutup diri dan enggan menjemputnya
Sebagian orang masih ketakutan akan harta yang hilang
Sebagian orang masih berusaha mempertahankan jabatan walau harus menerobos dinding keharaman
Mungkin sebagian mereka telah tersadarkan
Dan ada sebagian dari mereka juga yang belum tersadarkan
Tapi yang pasti, nanti ketika sakaratul maut datang dan amal ditampakkan, sedang nyawa telah sampai di kerongkongan barulah manusia tersadarkan bahwa hanya hidayah-Nya lah yang mereka perlukan
#JagainAku
Waktunya ganti tema lagi!
Kalian suka bingung ga sih kalo mau ngasih tau sesuatu ke adik atau temen? Apalagi orang tua, yang sering kita alami aja deh; soal berhijab syar'i atau masalah lainnya juga
Kalo sama adik, kadang dia gak mau dengerin
Kalo sama temen, kadang gak enakan takut mereka tersinggung
Apalagi kalo sama orang tua, takut dikira gak sopan
Hmmmmm (10jam)
Gimana dong? Nantikan pembahasannya di tema pekan ini ya! Stay tune terus, jangan lupa baca-baca postingan tema sebelumnya juga~
#TeladanBukanPencitraan
Kalian suka bingung ga sih kalo mau ngasih tau sesuatu ke adik atau temen? Apalagi orang tua, yang sering kita alami aja deh; soal berhijab syar'i atau masalah lainnya juga
Kalo sama adik, kadang dia gak mau dengerin
Kalo sama temen, kadang gak enakan takut mereka tersinggung
Apalagi kalo sama orang tua, takut dikira gak sopan
Hmmmmm (10jam)
Gimana dong? Nantikan pembahasannya di tema pekan ini ya! Stay tune terus, jangan lupa baca-baca postingan tema sebelumnya juga~
#TeladanBukanPencitraan
Sebaik-baiknya dakwah itu menuntun bukan menuntut
Karna keberadaan kita untuk mereka bukan untuk berjalan didepan sebagai gurunya
Bukan pula untuk jalan dibelakang sebagai penjaganya
Tapi keberadaan kita untuk jalan beriringan dengannya, yang jika ia jatuh maka kita yang akan merangkulnya, membantunya untuk bangkit dan membantunya untuk terus istiqomah
Ingat, dituntun bukan dituntut
#TeladanBukanPencitraan
Karna keberadaan kita untuk mereka bukan untuk berjalan didepan sebagai gurunya
Bukan pula untuk jalan dibelakang sebagai penjaganya
Tapi keberadaan kita untuk jalan beriringan dengannya, yang jika ia jatuh maka kita yang akan merangkulnya, membantunya untuk bangkit dan membantunya untuk terus istiqomah
Ingat, dituntun bukan dituntut
#TeladanBukanPencitraan
Emang sebaik-baiknya dakwah itu dengan perbuatan, mencontohkan
Yah... walaupun Fani yang yang memberi contoh kepada bapak dan ibunya. Supaya keduanya ga saling menyalahkan, supaya keduanya saling tau tanggung jawabnya
Istri dan suami yang saling menyenangkan satu sama lain
Istri dan suami yang mengerti tanggung jawabnya masing-masing
Bisa jadi referensi kita buat mendakwahkannorang tua nih! Dengan ngelakuin apa yang Fani ngelakuin;) memberi contoh tanpa menggurui
#TeladanBukanPencitraan
• wardrobe: @kataloghijabalila
Yah... walaupun Fani yang yang memberi contoh kepada bapak dan ibunya. Supaya keduanya ga saling menyalahkan, supaya keduanya saling tau tanggung jawabnya
Istri dan suami yang saling menyenangkan satu sama lain
Istri dan suami yang mengerti tanggung jawabnya masing-masing
Bisa jadi referensi kita buat mendakwahkannorang tua nih! Dengan ngelakuin apa yang Fani ngelakuin;) memberi contoh tanpa menggurui
#TeladanBukanPencitraan
• wardrobe: @kataloghijabalila
Berdakwah kepada kedua orang tua itu salah satu bentuk birrul walidain, lebih berharga dari memberikan harta dan uang
Tapi memang butuh extra kesabaran, mendakwahkan orang tua juga memang lebih mudah ketika kita berada di dekat orang tua karna bisa secara langsung saling mengingatkannya. Tapi bukan berarti kita ada di rantauan sedang belajar atau kerja kita gak bisa mendakwahkan orang tua, caranya tetap jaga komunikasi dengan keduanya
Karna sekarang kan teknologi udah semakin canggih ya, yaaaa minimal telpon lah sehari sekali, tanya-tanya kabar atau apapun. Perlahan sambil kita ingatkan, kirim-kirim hadiah jangan lupa
Nah bagi yang dekat dengan orang tua, cara mendakwahkan mereka adalah dengan menunjukkan akhlak yang mulia. Udah ngaji nih kita sekarang, maka lembutkan perkataan ke mereka, kasih hadiah walaupun gak mahal, hal kecil aja tapi yang memang dibutuhkan orang tua kita
Mendakwahkan orang tua kita bukan dengan menggurui, tapi coba model diskusi. Lagi bahas soal apapun tanya ke orang tua kita bagaimana tanggapan mereka, kalau belum sesuai barulah kita meluruskannya, "tapi kayaknya gini deh bu, pak..." tapi "kayaknya" ini ya menurut Islam:)
Atau dakwah model ngobrol sambil mijitin ibu atau bapak, bikinin minuman terus ajak diskusi
Dan yang paling penting jangan lupa berdoa, supaya Allah mudahkan mereka menerimanya:)
#TeladanBukanPencitraan
Tapi memang butuh extra kesabaran, mendakwahkan orang tua juga memang lebih mudah ketika kita berada di dekat orang tua karna bisa secara langsung saling mengingatkannya. Tapi bukan berarti kita ada di rantauan sedang belajar atau kerja kita gak bisa mendakwahkan orang tua, caranya tetap jaga komunikasi dengan keduanya
Karna sekarang kan teknologi udah semakin canggih ya, yaaaa minimal telpon lah sehari sekali, tanya-tanya kabar atau apapun. Perlahan sambil kita ingatkan, kirim-kirim hadiah jangan lupa
Nah bagi yang dekat dengan orang tua, cara mendakwahkan mereka adalah dengan menunjukkan akhlak yang mulia. Udah ngaji nih kita sekarang, maka lembutkan perkataan ke mereka, kasih hadiah walaupun gak mahal, hal kecil aja tapi yang memang dibutuhkan orang tua kita
Mendakwahkan orang tua kita bukan dengan menggurui, tapi coba model diskusi. Lagi bahas soal apapun tanya ke orang tua kita bagaimana tanggapan mereka, kalau belum sesuai barulah kita meluruskannya, "tapi kayaknya gini deh bu, pak..." tapi "kayaknya" ini ya menurut Islam:)
Atau dakwah model ngobrol sambil mijitin ibu atau bapak, bikinin minuman terus ajak diskusi
Dan yang paling penting jangan lupa berdoa, supaya Allah mudahkan mereka menerimanya:)
#TeladanBukanPencitraan
👍1
Ngomongin soal dakwah ke keluarga, nanti di akhirat ada 3 tipe keluarga loh:
1. Keluarga yang bertemu di dunia dan bertemu lagi di akhirat. Mereka adalah yang sama-sama mengingatkan, mendakwahkan perkara Islam. Mereka yang dikatakan keluarga dunia akhirat, berkumpul di dunia, berkumpul lagi di surga
2. Keluarga yang bertemu di dunia tapi tidak akan bertemu lagi di akhirat. Mereka adalah orang-orang kafir, musyrik dan munafik. Yang hidupnya hanya perkara dunia, dunia dan dunia
3. Keluarga yang bertemu di dunia tapi bertengkar hebat ketika pertemuan di akhirat. Mereka adalah orang-orang yang tidak saling mengingatkan satu sama lain ketika di dunia, jika diantara keluarganya berbuat khilaf yang lainnya tidak mengingatkan padahal diantara mereka telah mengetahui hukum perbuatan tersebut. Kelak mereka semuanya saling menuntut, “kenapa anakku tidak memberi tauku?”, “kenapa ibu gak memberi tau aku soal ini?”, “kenapa ayah gak memberi tau aku soal ini?”
Naudzubillah...
Semoga Allah memudahkan lisan dan perbuatan kita semua untuk saling mendakwahkan, terutama ke keluarga, supaya tak hanya berkeluarga di dunia tappi hingga ke surga-Nya
#TeladanBukanPencitraan
1. Keluarga yang bertemu di dunia dan bertemu lagi di akhirat. Mereka adalah yang sama-sama mengingatkan, mendakwahkan perkara Islam. Mereka yang dikatakan keluarga dunia akhirat, berkumpul di dunia, berkumpul lagi di surga
2. Keluarga yang bertemu di dunia tapi tidak akan bertemu lagi di akhirat. Mereka adalah orang-orang kafir, musyrik dan munafik. Yang hidupnya hanya perkara dunia, dunia dan dunia
3. Keluarga yang bertemu di dunia tapi bertengkar hebat ketika pertemuan di akhirat. Mereka adalah orang-orang yang tidak saling mengingatkan satu sama lain ketika di dunia, jika diantara keluarganya berbuat khilaf yang lainnya tidak mengingatkan padahal diantara mereka telah mengetahui hukum perbuatan tersebut. Kelak mereka semuanya saling menuntut, “kenapa anakku tidak memberi tauku?”, “kenapa ibu gak memberi tau aku soal ini?”, “kenapa ayah gak memberi tau aku soal ini?”
Naudzubillah...
Semoga Allah memudahkan lisan dan perbuatan kita semua untuk saling mendakwahkan, terutama ke keluarga, supaya tak hanya berkeluarga di dunia tappi hingga ke surga-Nya
#TeladanBukanPencitraan
“Ingetin, engga, ingetin, engga, ingetin, engga...“
“Ingetin gak ya? Kalo diingetin, dia kan orangnya baperan, nanti marah lagi sama aku“
“Ingetin gak ya? Tapi dia kan judes“
“Ingetin gak ya, duh gimana nih, tapi kalo ga diingetin nanti aku yang bakal ditanya. Tapi kalo diingetin juga belum tentu dia mau nerima apa yang aku omongin“
Sering gak perang batin kayak gitu? Karna sekedar mau ngajak sholat, sekedar ngingetin untu pakai kaos kaki, sekedar ngingetin kalo ada rambut ngintip, sekedar ngingetin buat gak bercanda kelewat batas, daaan sekedar-sekedar lainnya yang sebenernya sepele?
Padahal Allah berfirman, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian benar-benar membaca ayat ini ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk’ (QS. Al-Maidah: 105)
Rasulullah juga bersabda tentang ini, “Sungguh manusia bila mereka menyaksikan orang zhalim namun tidak menghentikannya, dikhawatirkan Allah akan menjatuhkan hukumanNya pada mereka semua.“ (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya)
Karena biasanya ketika kita sering gak-enakan akhirnya kita malah membiarkan. Pernah gak mikir, udahlah dianya kasian terus kitanya juga diminta pertanggung jawaban? Udahlah dia terus melanjutkkan kesalahannya, kita pula ditanya kenapa gak mengingatkannya
Maka dari itu, jangan kebanyakan gak-enakan. Udah, ingetin aja! Toh yang kita ingatkan juga kebaikan ‘kan?;)
#TeladanBukanPencitraan
“Ingetin gak ya? Kalo diingetin, dia kan orangnya baperan, nanti marah lagi sama aku“
“Ingetin gak ya? Tapi dia kan judes“
“Ingetin gak ya, duh gimana nih, tapi kalo ga diingetin nanti aku yang bakal ditanya. Tapi kalo diingetin juga belum tentu dia mau nerima apa yang aku omongin“
Sering gak perang batin kayak gitu? Karna sekedar mau ngajak sholat, sekedar ngingetin untu pakai kaos kaki, sekedar ngingetin kalo ada rambut ngintip, sekedar ngingetin buat gak bercanda kelewat batas, daaan sekedar-sekedar lainnya yang sebenernya sepele?
Padahal Allah berfirman, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian benar-benar membaca ayat ini ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk’ (QS. Al-Maidah: 105)
Rasulullah juga bersabda tentang ini, “Sungguh manusia bila mereka menyaksikan orang zhalim namun tidak menghentikannya, dikhawatirkan Allah akan menjatuhkan hukumanNya pada mereka semua.“ (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya)
Karena biasanya ketika kita sering gak-enakan akhirnya kita malah membiarkan. Pernah gak mikir, udahlah dianya kasian terus kitanya juga diminta pertanggung jawaban? Udahlah dia terus melanjutkkan kesalahannya, kita pula ditanya kenapa gak mengingatkannya
Maka dari itu, jangan kebanyakan gak-enakan. Udah, ingetin aja! Toh yang kita ingatkan juga kebaikan ‘kan?;)
#TeladanBukanPencitraan
Malu mau berdakwah karna diri masih gini-gini aja. Masih lalai, amalan masih dikit banget, anak ustadz juga bukan
Belum lagi nanti apa kata orang, bakal mandang kayak gimana mareka nanti?
Apalagi ini, dakwah ke temen deket, mereka yang tau gimana kita sebelum hijrah
Sadar gak? Kalau terus-terusan mikir kayak gitu kapan mau dakwahnya? Padahal dakwah itu kan kewajiban setiap kita
Kita emang gak sempurna tapi apa yang kita dakwahkan adalah sesuatu yang sempurna
Mungkin juga kita gak akan bisa sampai level sempurna pada diri kita, ya sebab kita manusia biasa. Kalau mau berdakwah nunggu diri sempurna ya udah pasti gak akan bisa, dan gak akan pernah ada yang bisa kecuali Rasul-Nya
Jadi, ini tentang apa dan siapa yang mau dikenalkan. Kalau mau mengenalkan dirimu sudah pasti jauh dari kata sempurna, tapi kalau mau mengenalkan Islam sudah pasti ia sempurna
#TeladanBukanPencitraan
Belum lagi nanti apa kata orang, bakal mandang kayak gimana mareka nanti?
Apalagi ini, dakwah ke temen deket, mereka yang tau gimana kita sebelum hijrah
Sadar gak? Kalau terus-terusan mikir kayak gitu kapan mau dakwahnya? Padahal dakwah itu kan kewajiban setiap kita
Kita emang gak sempurna tapi apa yang kita dakwahkan adalah sesuatu yang sempurna
Mungkin juga kita gak akan bisa sampai level sempurna pada diri kita, ya sebab kita manusia biasa. Kalau mau berdakwah nunggu diri sempurna ya udah pasti gak akan bisa, dan gak akan pernah ada yang bisa kecuali Rasul-Nya
Jadi, ini tentang apa dan siapa yang mau dikenalkan. Kalau mau mengenalkan dirimu sudah pasti jauh dari kata sempurna, tapi kalau mau mengenalkan Islam sudah pasti ia sempurna
#TeladanBukanPencitraan
Temen-temen tau gak sih kalau komposisi sampah plastik saat ini mencapai 9 juta ton! 9 JUTA TON TEMEN-TEMEN! Coba bayangin!
Dan seperti yang kita tau, plastik itu lamaaaaaaa banget terurainya, udahlah lama terurainya, selama dia masih ada mencemari lingkungan pula! Ya kalau kita buangnya sesuai tempatnya, kalau engga? Udah deh berserakan aja di tanah, di selokan air nanti yang kena imbasnya? Ya kita juga
Niat awalnya Fani kali ini bagus banget ya menteman, awalnya... tapi kayaknya setelahnya dia khilaf
Ya, yang penting coba yuk kurang-kurangi kayak gini, kurang-kurangi sampah plastik dan kurang-kurangi pencitraan belaka🙈
Yuk benar-benar jadi teladan minimal buat diri kita sendiri bukan sekedar pencitraan😉
#TeladanBukanPencitraan
• wardrobe: @kataloghijabalila
• totebag: @alilagoods
• tumbler: @yukngaji.merch
Dan seperti yang kita tau, plastik itu lamaaaaaaa banget terurainya, udahlah lama terurainya, selama dia masih ada mencemari lingkungan pula! Ya kalau kita buangnya sesuai tempatnya, kalau engga? Udah deh berserakan aja di tanah, di selokan air nanti yang kena imbasnya? Ya kita juga
Niat awalnya Fani kali ini bagus banget ya menteman, awalnya... tapi kayaknya setelahnya dia khilaf
Ya, yang penting coba yuk kurang-kurangi kayak gini, kurang-kurangi sampah plastik dan kurang-kurangi pencitraan belaka🙈
Yuk benar-benar jadi teladan minimal buat diri kita sendiri bukan sekedar pencitraan😉
#TeladanBukanPencitraan
• wardrobe: @kataloghijabalila
• totebag: @alilagoods
• tumbler: @yukngaji.merch
Alhamdulillah, udah hampir selesai nih pembahasan kita di tema #TeladanBukanPencitraan, kamu udah simak tema kali ini kan?
Bagi yang belum yuk coba scroll-scroll timeline Hijab Alila dulu~
Nah, kali ini waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis pertanyaan kamu di kolom komentar bawah yaaa
InsyaaAllah akan kita jawab. Yang kemarin-kemarin nanya di postingan sebelumnya juga boleh ditulis lagi pertanyaannya di bawah! Cus~
Bagi yang belum yuk coba scroll-scroll timeline Hijab Alila dulu~
Nah, kali ini waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis pertanyaan kamu di kolom komentar bawah yaaa
InsyaaAllah akan kita jawab. Yang kemarin-kemarin nanya di postingan sebelumnya juga boleh ditulis lagi pertanyaannya di bawah! Cus~