Hijab Alila
5.44K subscribers
1.98K photos
435 videos
4.33K files
4.28K links
feel free to re-share~

YouTube: https://youtube.com/c/HijabAlilaOfficial
Download Telegram
Ngomongin toleransi di negeri kita emang gak ada abis2nya! Tapi yang diomongin dan dipermasalahin cuma seputar itu-itu aja, gak berpindah ke yang lain padahal yang dipermasalahin udah jelas hukumnya alias bukan suatu hal yang abu-abu lagi

Terus kita-kita nih jadi lupa sama saudara-saudara muslim kita di belahan dunia lainnya, Uyghur contohnya atau yang udah dari dulu kayaknya gak selesai-selesai: Palestina. Lah apakabar kita yang di Indonesia? Nyatanya kita masiiih aja ngeributin soal yang itu-itu aja, emang dasar susah move on apa gimana sih?🤭

NGOPI kali ini seru banget sih! Kalian harus, kudu, mesti, wajib nonton sampai selesai. Ngomongin toleransi, Nabi Isa, natal sampai genosida!
Langsung aja mampir ke YouTube channel Hijab Alila atau bisa langsung swipe up dari story kita. Oiya buat yang mau dengerin sambil motoran atau sambil beres-beres kamar juga bisa lewat podcast Hijab Alila

Share sebanyak-banyaknya ke siapapun yang kamu kenal yaaaa
•wardrobe Dila by @kataloghijabalila

#ToleransiSalahKaprah
Bukan karna kita gak ikut menyukseskan atau sekedar ngucapin selamat natal itu artinya kita gak toleransi⁣
Dalam Islam batas toleransi beragama itu jelas, sangat jelas. Pun dengan perayaan natal ini, hukumnya telah jelas. Kita tidak boleh menyukseskan, merayakan atau sekedar memberi ucapan selamat kepada teman-teman Nasrani kita sebab hal ini termasuk tasyabbuh yaitu menyerupai ahli kitab dan orang kafir dalam hal yang menjadi kekhususan mereka⁣
Toleransi dalam hal ini selesai di titik kita tidak menggangu teman-teman Nasrani menjalankan ibadah mereka dan tetap menjalankan amar ma’ruf nahi munkar⁣

Gak ikut menyukseskan atau sekedar ngucapin selamat natalpun bukan berarti kita, ummat Islam gak mencintai nabi Isa ‘alayhis salam. Cara kami mencintai beliau adalah dengan mengimaninya sebab jika kami tidak, ini akan membatalkan keIslaman kami, jelas dalam rukun iman bahwa mengimani Rasul tanpa kecuali adalah sebuah keharusan⁣

Jangan khawatir, tidak ada sedikitpun rasa benci dihati kami. Kami, ummat Islam telah meletakkan rasa cinta pada tempatnya, kami mencintai nabi Isa ‘alayhis salam seperti kami mencintai nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam dan nabi-nabi lainnya. Kami menempatkan nabi Isa ‘alayhis salam setara dengan utusan Allah yang lainnya yang pernah diutus untuk memurnikan ajaran-Nya⁣

Jadi, udah ya nuduh saling intoleransinya? Islam udah tuntas membahasnya, sekarang tugas kita hanya menjalankan aturan-Nya:)⁣

#ToleransiSalahKaprah
Kabar baik bagi ummat muslim adalah semua aktivitas dalam hidupnya bernilai ibadah. Dari bangun tidur sampai tidur lagi⁣⁣
⁣⁣
Dan ummat muslim tidak akan melakukan aktivitas di luar ketentuan agamanya, termasuk daripadanya dalam merayakan hari raya, di dalam Islam hanya ada 3 hari raya yaitu hari raya jum’at, hari raya ‘idul fitri dan hari raya ‘idul adha⁣⁣
⁣⁣
Maka sikap ummat muslim terhadap hari raya yang ada diluar ketiganya cukup dengan membiarkan saja⁣⁣
Membiarkannya adlah dengan:⁣⁣
-tidak membubarkan⁣⁣
-tidak merayakan dan⁣⁣
-tidak memberi ucapan⁣⁣
Inilah bentuk toleransi dalam islam⁣⁣
⁣⁣
Jangan sampai kita salah kaprah dalam mengartikan toleransi⁣⁣
“Bagimu agamamu, bagiku agamaku.”—QS. Al-Kafirun: 6⁣
⁣⁣
#ToleransiSalahKaprah
Kita tau Rasulullah sering kali mendapat perlakuan gak pantas ketika mendakwahkan ajaran tauhid, mulai dari perlakuan yang amat sangat kasar sampai proses “negosiasi” pernah dilakukan orang-orang kafir dahulu⁣

Pernah juga, orang-orang kafir Quraisy mengiming-imingi Rasulullah dengan harta, tahta dan wanita demi mereka bisa tetap menyembah berhala-berhala buatan mereka sendiri, mereka pernah suka rela ingin menyembah Tuhannya Muhammad—Allah—tapi mereka juga menyuruh nabi Muhammad untuk menyembah berhala buatan mereka, dan ini dilakukan bergantian secara terus menerus⁣
Tapi apa kata Rasulullah? Beliauﷺ berkata, “aku menunggu firman Tuhanku.”⁣

Kemudian turunlah surat Al-Kafirun ayat 1-6⁣

‎قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ⁣

‎لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ⁣

‎وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ⁣

‎وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ⁣

‎وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ⁣

‎لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ⁣


1. Katakanlah (Muhammad), Wahai orang-orang kafir!⁣
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,⁣
3. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,⁣
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,⁣
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.⁣
6. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.⁣

Itulah yang Allah firmankan kepada nabi Muhammad, dan itulah yang beliauﷺ ajarkan kepada kita⁣
Jadi jangan pernah coba-coba memasuki ranah yang memang dilarang oleh agama kita:)⁣

#ToleransiSalahKaprah
Seharusnya kita udah gak disibukkin lagi sama hal-hal receh kayak hal yang Salamah tunjukin
Seharusnya kita lebih mikirin saudara muslim sendiri tertindas, cari solusi atau minimal mendoakan bukan malah tubir di socmed soal yang itu-itu aja

Ayo dooong, move on!
Ilmu Islam itu luas, masih banyak permasalahan yang harus kita luruskan jadi jangan persempit sudit pandang kita. Ayo buktiin kalau kita ini ummat terbaik

⁣Ayo bangun! Bangkit! Katanya berharap Islam bisa segera bangkit?

#ToleransiSalahKaprah
Udahan bahas toleransi antar agamanya, karna Alila yakin temen-temen disini bisa meletakkan "sesuatu" pada porsinya⁣

Yang sekarang terjadi adalah pergeseran fokus kita terhadap saudara-saudara muslim kita sendiri, Palestina, Rohingya, Uyghur, Yaman, Suriah dan masih banyak lagi yang gak terekspos media. Pusing memang, masalah sendiri aja gak selesai-selesai eeeh tambah disuruh, dipaksa, mau gak mau mikirin masalah orang lain juga⁣
Yah... namanya juga hidup yakan? Tapi ya memang harus begitu, kalau semua orang hanya mikirin hidupnya sendiri aja, kapan Islam mau bangkit lagi? Pernah memposisikan diri kita sebagai para pendakwah yang safari dakwah sampai ke pelosok daerah gak? Pasti capek banget⁣

Mungkin waktu buat kumpul sama keluarganya juga sedikit banget, yang dipikirin: ummat, ummat dan ummat⁣
Tapi Rasulullah-pun dulu juga gitu, tugas kita kan cuma copy-paste apa yang dilakuin sama Rasulullah. Yuk mulai sekarang geser fokus kita ke yang memang harus diperhatikan, itung-itung sambil ngeberatin timbangan amal kebaikan⁣

#ToleransiSalahKaprah
Standarnya sebenarnya satu tapi penerapannya berbeda di orang yang satu dan yang lainnya, banyak terjadi hari ini.⁣
Misalnya aja soal kebebasan yang banyak orang gaung-gaungkan hari ini. Banyak yang mendukung L98Tq bahkan beberapa negara ada yang melegalkannya tapi disisi lain seorang yang bisa dikatakan mampu dan mau melakukan salah satu yang termasuk dalam syariatnya dianggap sebuah dikriminasi terhadap perempuan, yap, poligami.⁣

Pakai baju you-can-see udah dianggap wajar-wajar aja, tapi gilirah seorang muslimah berhijab syar'i dicurigai dari atas sampai bawah⁣
Yang belum nikah, pacaran dianjurkan, "kok gak pernah bawa pacar ke rumah?", "kenalin pacarmu sama keluarga dong" atau yang lebih ekstrim, "cari pacar lah kamu, nanti gak nikah-nikah loh!". Giliran mau nikah tanpa pacaran alias ta'aruf syar'i malah dianggap hamil duluan < biasa orang-orang ceriwis sih ini...⁣

Yah, standar ganda itu emang bener-bener ada dan bisa berlaku di tiap-tiap orang gak menggenggam erat suatu ideologi.⁣

#ToleransiSalahKaprah
Alhamdulillah, udah hampir sepekan kita bahas soal #ToleransiSalahKaprah nih...

Sekarang waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis komentar kamu dibawah yaaa

Yang belum baca postingan pekan ini, yuk scroll-scroll dulu~
Udah mau 2020 nih, udah izin atau malah udah ngasih pemahaman ke orang tua tentang nikah syar’i belum?😜
Awas jangan sampe ada kejadian kayak di twitpict atas yaaaa hihihi

Kalo sampe ada kejadian kayak di twitpict atas, itu artinya orang-orang disekitar kita masih terjangkit #ToleransiSalahKaprah
Yang dibawa-bawa nama toleransi, toleransi sama tetangga yang gak biasa datengin walimah syar’i tapi gak toleransi sama yang punya hajat🤭😆
Padahal yang kita suarakan juga bagian dari syi’ar, pokoknya jangan sampai perasaan gak enak kita ngalahin syariat-Nya

Harus kerja lebih keras buat memahamkan orang-orang kayak gini nih😂😂😂
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear...⁣

Saling mengunjungi dalam bertetangga itu sangat disunnahkan baik dengan sesama muslim maupun non-muslim, bahkan Allah juga gak melarangnya kok, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.” (QS. Al Mumtahanah: 8)⁣
Selama mereka berbuat baik dengan kita, gak mengganggu ibadah kita dan begitupun sebaliknya maka boleh saling mengunjungi. Tapi karna undangan kali ini masih dalam perayaan natal maka kita harus tetap menghindari syubhat dengan gak mengunjunginya di momen-momen perayaan natal⁣

Ini juga jadi tamparan keras bagi kita nih, kita yang masih cuek sama tetangga kita bahkan mungkin ada dari kita yang gak kenal sama tetangga sendiri padahal sama-sama muslim... berarti kita harus lebih ramah lagi nih sama tetangga kita, bahkan dulu Rasuullah pernah bersabda, “Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris” saking pentingnya tetangga bagi kita, maasyaaAllah kan? semua dari kita dimuliakan di dalam Islam⁣

Sedangkan dalam hal makanan, kalau sifatnya masakan dan/atau sembelihan, hendaknya berhati-hati... atau boleh dikasih kucing jika makanan itu bisa basi. Jika sekedar kue-kue kering, Alila anjurkan berikan lagi ke teman atau tetangga nasrani yang lain di waktu yang lain⁣
Semoga jawaban ini bisa dengan mudah dipahami dan diterima oleh kita semua ya...⁣

Wallahu a'lam⁣

#ToleransiSalahKaprah #QnAToleransiSalahKaprah