Hijab Alila
5.42K subscribers
1.98K photos
435 videos
4.35K files
4.29K links
feel free to re-share~

YouTube: https://youtube.com/c/HijabAlilaOfficial
Download Telegram
Tiap kali menyebut namanya rasa rindu kian menyelimuti dada
Berangan kelak bagaimana jika suatu hari Allah izinkan berjumpa dengannya
Yang hidupnya dihabiskan untuk berdakwah, agar umatnya tak salah arah

Dia, Rasulullah, kekasih-Nya
Suri tauladan terbaik yang pernah ada
Perkataan, perbuatan bahkan diamnya bisa kita jadikan pedoman hidup di dunia

Dialah Rasulullah, kekasih kita semua

Stay tune di tema kali ini ya! Kita bareng-bareng merindu Rasulullah di hashtag #RasulItu... :’)
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad...
“Umati... umati... umati...” itulah kata yang keluar dari lisan mulianya saat sakaratul mautnya⁣⁣
⁣⁣
Setelah hari ini terlewati, tak heran mengapa beliau se-khawatir itu dengan umatnya⁣⁣
Lihatlah kita saat ini, lihatlah keadaan sekitar kita saat ini. Dengan segala pemberitaan di luar sana tentang umat, dengan segala kerusakannya... entah karena siapa, tapi yang pasti adalah karena Islam telah jauh dari setiap pribadi manusianya⁣⁣
⁣⁣
Tak heran jika beliau merisaukan kita, ummatnya⁣⁣
Pun kita hari ini risau dengan diri kita, keluarga kita, adik, kakak, sanak saudara kita...⁣⁣
⁣⁣
Amanah dakwah ada di tiap-tiap pundak kita, maka berusaha khawatirlah!⁣⁣
Jika sadar kalau khawatir saja tak cukup, maka berusaha bangunlah, sebab PR kita untuk menjadikan umat ini sebagai umat terbaik masih panjang!⁣⁣
⁣⁣
#RasulItu...
“Rasulullah sebagai suri tauladan yang baik”, kita tau teori ini sebab Allah-lah yang mengatakannya lebih dulu al-qur'an. Tapi sayangnya tak semua dari kita mampu menerapkannya⁣

Sebab jika “Rasulullah sebagai suri tauladan yang baik” maka bukan hanya metode berdakwahnya Rasulullah yang kita pelajari dan ikuti, bagaimana Rasulullah bertetangga, bagaimana Rasulullah bersikap dengan selain muslim, bagaimana Rasulullah bersikap terhadap orang yang lebih tua atau muda, bagaimana Rasulullah bersikap terhadap orang-orang yang membencinya, sampai bagaimana Rasulullah menjadi pemimpin negara⁣

Ingat kan? Jika kita mengikuti Rasulullah maka itu artinya kita telah mengikuti sunnahnya, itu artinya kita memperoleh pahala dari sana, pun jika yang kita ikuti hanya berupa perbuatan yang bukan bagian dari syariat kita tetap mendapatkan pahala dari sikap kecintaan kita terhadapnya:)⁣

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad...⁣

#RasulItu...
Satu lagi, yang seharusnya kita ikuti tapi kenyataannya masih sering terlewati. Makannya Rasul itu sedikit, sedangkan kita; sedikit-sedikit makan, plus makan yang instan-instan aja. Kalau kekenyangan? Ya ngantuk🙈

Padahal Allah udah bilang juga dalam al-qur’an, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)⁣
Emang Allah yang paling tau sifat hamba-Nya, udah tau tabiat hamba-Nya, udah tau kalau ada dari sebagian hamba-Nya yang laperan. Lagi dan lagi, sampai urusan mengisi perutpun ada dalam al-qur’an:’)⁣

Bahkan Rasulullah bilang kalau perut manusia ini adalah wadah yang paling buruk yang selalu diisi, “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas”⁣
Inget gaes 1/3 bukan 1x3 (nambah masudnyaaaa)⁣
Makan secukupnya, cuma ibadah yang gak boleh berhenti di “cukup” karena memangnya kita tau amalan kita sudah “cukup”?⁣

Makan untuk hidup bukan hidup untuk makan:)⁣

#RasulItu...
Sering istrighfar? Sering lah ya...⁣
Tapi seberapa sering kita memaknainya?⁣
Jangankan memaknainya, bahkan ada yang mempermainkannya. Miris? Tentu⁣
⁣⁣
Padahal Rasulullah yang telah Allah jamin surga selalu meminta ampun dan bertaubat pada Allah. Lalu siapa kita? Surga belum jelas, amalan entah, malah memainkan istighfar... ⁣

Mulai saat ini yuk coba mulai untuk meng-istighfari istighfar kita, maksudnya kita benar-benar memaknainya, benar-benar yang ada di dalam hati kita adalah permohonan ampunan pada-Nya supaya istighfar kita gak berakhir di mulut aja⁣
⁣⁣
#RasulItu...
#RasulItu... hiburannya Isra’ Mi’raj⁣
Iya! Kejadian dpenuh hikmah yang mana Allah berangkatkan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu naik ke Sidratul Muntaha. Inget kan, saat itu adalah ‘amul hazn alias tahun kesedihannya Rasulullah sebab kedua orang yang dicintainya meninggal dunia; istrinya, Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha dan pamannya, Abu Thalib⁣

Gak cuma hiburan tapi tentu amanah baru yang Rasul dapat dari Allah, yap! Perintah sholat. Kerennya lagi ditengah-tengah hiburannya beliauﷺ masih memikirkan kita, ummatnya karena khawatir kita akan merasa terbebani kalau melaksanakan ibadah yang terlalu berat (inget kisah “negosiasi” Rasulullah tentang rokaat sholat kan?)⁣

Emang #RasulItu... satu-satunya orang yang selalu mikirin kita, tapi kita seringnya lupa sama beliauﷺ⁣
Rasulullah hiburannya Isra’ Mi’raj+dapat amanah dakwah yang baru, kalau kamu berani cari hiburan sambil nerusin tugas dakwah tanpa terbebani gak?😁
Hari itu telah Allah telah utus seorang laki-laki mulia sebagai pemandu hidup tiap manusia, supaya menjadi makhluk yang mulia⁣

Beliau adalah satu-satunya orang yang paling mencintai kita, melebihi kecintaan terhadap dirinya sendiri⁣
Beliau yang paling merindukan kita, menyebut-nyenut kita “saudara” di hadapan Sahabat-sahabatnya yang juga mulia⁣
Beliau yang selalu memikirkan kita bahkan hingga akhir hayatnya⁣
Beliau ada sebagai rahmat bagi alam semesta, sebagai penyempurna risalah-risalah Nabi sebelumnya⁣

Maka sungguh rugi orang-orang yang tak mau mengikutinya, menjalankan syariat-Nya⁣

Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak beriman setelah Allah mengutusnya, dialah Rasul kita, Muhammad ⁣

Mencintai itu fitrah, maka cinta yang paling indah adalah saat kita mencintai Rasul-Nya karena-Nya⁣
Banyak yang bilang kalau cinta butuh pengorbanan. Cinta Rasul kita penuh pengorbanan, akankah kita berkorban demi kecintaan kita padanya untuk berdakwah di jalan-Nya? Melanjutkan tugas dakwah yang telah ada di tiap-tiap pundak kita...⁣

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad...⁣

#RasulItu...
Duh laper, tadi baru makan dikit...

Duh ngantuk, tadi baru tidur sebentar...

Padahal kenyataannya, makan sedikit tapi berkali-kali, yak ngunyah teroooos🍟🍔🍜🍩
Padahal kenyataannya, bentar-bentar tidur, bentar-bentar tidur, lemeeees aja kayaknya bawaannya😴

Padahal dulu Rasulullah hanya sedikit makan dan sedikit tidur
Sedikit makan, hanya untuk menegakkan badannya supaya kuat beribadah
Sedikit tidur, untuk bangun di 1/3 malam supaya memperpanjang sholat malam

Yuk benahi “sedikit” kita

#RasulItu...
Pernahkah kamu membandingkan nikmatnya hidangan di hotel berbintang lima dengan nasi bungkus seadanya? Membayangkannya saja pasti sudah sangat jauh berbeda, jelas lebih nikmat hidangan di hotel berbintang 5 bukan?⁣

Sekarang pernahkah kamu membandingkan sholatmu dengan sholatnya Rasulullah? Atau minimal para Sahabatnya? Yang khusyu'nya bukan main, hingga kakinya bengkak, meski darah bercucuran...⁣
Rindukah perasaan tenang saat “berhadapan” dengannya? Ah, rindu... padahal khusyu' saja belum tentu...⁣

Tahukah kamu? Bahwa istirahatnya #RasulItu... sholat?⁣
“Yaa Bilal, arihna bi shalaah.” itulah yang diucapkan Rasulullah kepada Bilal, muadzin pertama umat muslim, “Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan sholat.” Ya, begitulah Rasulullah mengistirahatkan dirinya: dengan sholat

Bagaimana dengan kita? Saat sudah memasuki waktu sholat saja kita masih sempat “ah, baru adzan, ntar dulu”⁣
Lalu apakah kita menjalankannya hanya sebagai penggugur kewajiban? Hingga sanggup melalaikan waktunya dengan berbagai alasan?⁣
Padahal, “Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah solat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.”⁣

Membandingkan diri kita dengan Rasulullah itu memang seperti hal yang mustahil, Rasulullah yang amat sangat mulia sedangkan kita yang hina⁣

Tapi, kalau dipikir-pikir lagi kalau kita tak berani berkaca dari Rasulullah atau minimal para sahabatnya mengapa kita berani berangan untuk mendapatkan surga yang sama? Surga yang Allah janjikan kepada mereka, manusia yang paling mulia⁣

Tenang, ini bukan hanya untuk kamu, tapi juga untuk aku, kita semua:)
Happy slide... slide... slide~ ⠀


#RasulItu... ketika turun wahyu dari Allah pasti langsung melaksanakan
Kalau yang turun perintah larangan, ya menjauhkan
Kalau yang turun perintah kewajiban, ya melaksanakan

Bedanya kita, bukannya sami'na wa atho'na tapi sami’na, emang iya?

Denger doang tapi masih ngeles mulu cari alesan! Jangan gitu ya gaes, nanti tuman


#KomikAlila