Hijab Alila
5.53K subscribers
1.98K photos
435 videos
4.3K files
4.27K links
feel free to re-share~

YouTube: https://youtube.com/c/HijabAlilaOfficial
Download Telegram
IMG_0418.JPG
134.4 KB
https://www.instagram.com/p/CiAQdhTpfds/

Kata Allah, “washbir nafsaka…”

Sabar, jangan jauh-jauh, pegang erat kalau punya temen yang selalu negur kita kalau buat salah—apalagi omongannya selalu bawa-bawa agama, bukan malah sebel dan dijauhin. Sebab Allah yang nyuruh kita

Allah yang nyuruh kita buat terus bareng-bareng sama orang yang menyeru kalimat-Nya, kapan pun dan dimana pun

Visi pertemanan orang-orang inj bukan cuma soal senang-senang, tapi juga bagaimana supaya Allah senang, Allah ridho

Jadi, kalau kita kadang ngerasa sebel sama temen yang selalu ngingetin ketika becanda (padahal kitanya yang kebablasan) jangan dilepas gitu aja yaaa. Bukan karena takut gak ada temen yang seasik dia, tapi karena Allah yang nyuruh
👍4
IMG_0424.MP4
706.1 MB
https://www.instagram.com/p/CiAWUf7p0aj/

Salah satu kesalahan kita dalam hidup itu, soal makanan kita selalu pilih-pilih tapi soal pertemanan kita gak pilih-pilih

Sebenanrnya gak masalah berteman dengan siapa aja, tapi kalau bersahabat dengan “siapa aja” inilah yang bermasalah. Sebab sahabat adalah salah satu orang terdekat yang bisa berpengaruh sampai ke soalan akhirat
Sahabat punya misi, untuk selalu membersamai. Jika kebersamaan yang dilakukan hanya kesenangan dunia semata maka celakalah kita…
👍2
IMG_0437.JPG
274.6 KB
https://www.instagram.com/p/CiC7Yo4JzWW/

Ini kayaknya udah jadi seleksi alam ya kalau makin dewasa temen tuh makin dikit…?

Tapi ternyata emang kita sebenernya gak perlu temen banyak-banyak KALAU kehadirannya gak bisa bikin kita makin taat sama Allah

Cukuuup aja punya 1 temen, asal dia bisa selalu ngingetin kita dalam ketaatan. Udah. Itu udah lebih dari cukup
Kita tuh harus punya banyak jalur penyelamat supaya bisa masuk surga, kalaulah amalan kita gak cukup—berteman dengan orang-orang shalih/ah insyaAllah bisa jadi salah satu tiket kita supaya masuk surga
👍3
IMG_0489.MP4
78.4 MB
https://www.instagram.com/p/CiHVLNwJE2n/

Pernah ditinggal teman waktu hijrah?

Entah dia duluan melesat, ilmunya melebihi kita dan akhirnya kita merasa masih disini-sini aja atau dianya malah berbalik ke step sebelumnya…?

Kayaknya kita semua hampir pernah merasakannya, kan?

Kamu gak sendiri, bahkan sekelas guru-guru kita pernah merasakannya…
Tonton video lengkapnya dari potongan acara “Sahabat Taat” Hijab Alila beberapa waktu lalu di YouTube channel Hijab Alila!

Kamu bisa langsung ke YouTube channel “Hijab Alila” atau klik linknya dari story kami!
https://www.youtube.com/watch?v=jJZljEep0Jg
👍1
IMG_0503.MP4
71.1 MB
https://www.instagram.com/p/CiHVLNwJE2n/

Pernah ditinggal teman waktu hijrah?

Entah dia duluan melesat, ilmunya melebihi kita dan akhirnya kita merasa masih disini-sini aja atau dianya malah berbalik ke step sebelumnya…?

Kayaknya kita semua hampir pernah merasakannya, kan?

Kamu gak sendiri, bahkan sekelas guru-guru kita pernah merasakannya…
Tonton video lengkapnya dari potongan acara “Sahabat Taat” Hijab Alila beberapa waktu lalu di YouTube channel Hijab Alila!

Kamu bisa langsung ke YouTube channel “Hijab Alila” atau klik linknya dari story kami!
https://www.youtube.com/watch?v=fSmGitERg4Y
👍1
IMG_0504.MP4
261.2 MB
https://www.instagram.com/p/CiIDNwVJgel/

Dear sahabatku…

Sahabat taatku,
Sahabat yang mengingatkan dalam taat
Sahabat yang membersamai agar selalu taat

Namamu mungkin bisa aku lupa karena kedepannya akan ada waktu kita gak lagi sama-sama, sesering sekarang atau dulu
Tapi semoga ketika Allah izinkan aku untuk menunjuk siapa yang akan ku ajak bersama di surga-Nya, aku akan mengingatmu

Semoga kamu juga begitu…🥲☺️

#10thBarengAlila #SahabatTaatmu
8👍5
https://www.instagram.com/p/CiKVIyrJIiH/

Mana yang sering ngerasa dirinya “gak worth”?

Padahal Allah gak pernah nyiptain produk gagal. Kita ini, diciptain sebagai manusia udah dengan sebaik-baiknya rupa

Kenapa kita berpikir kalau diri kita gak worth? Apalagi soal dakwah, “gue bukan lulusan pesantren”, “gue bukan siapa-siapa”, “ilmu gue segini-gini aja” daaan sebagainya. Padahal kita hanya cukup menyampaikan apa yang benar-benar kita sudah pahami, sesuai kapasitas kita

Ketahuilah bahwa ini adalah cara iblis merendahkan manusia, iblis akan terus membisikkan pikiran-pikiran itu hingga kita gak akan berdakwah, sama sekali. Hingga kita gak akan pernah merasa pantas dalam hal apapun

Iblis itu kerjaannya: 1. membuat kita merasa gak pantas dalam dakwah, 2. membuat kita cuma ngambil “sisa kuota” dalam dakwah, kita gak akan turut andil dalam dakwah kalau kita gak ditunjuk atau diberi tanggung jawab kecuali gak ada orang lain yang bisa melakukannya

Pernah merasa demikian?

Tonton video lengkapnya dari potongan acara “Sahabat Taat” di YouTube channel Hijab Alila!

Kamu bisa langsung ke YouTube channel “Hijab Alila”
https://www.youtube.com/watch?v=uzzxG3G6mBg
👍2
IMG_0527.MP4
4.2 MB
https://www.instagram.com/p/CiM4LQjptfe/

Dari kejadian yang viral beberapa waktu lalu kita belajar...

Belajar apa?

Seorang youtuber yang mendatangi pengunjung perempuan di salah satu tempat wisata kemudian meminta izin untuk memakaikannya khimar juga gamis

Tapi kemudia kontennya mengundang banyak komentar, dari yang pro sampai kontra bahkan bukan hanya dari pihak yang memang jelas-jelas sejak dulu kontra tapi juga yang memang sama-sama berjuang dalam dakwah

Sebab caranya ini...
Mungkin kita juga pernah berbuat demikian, niatnya baik tapi caranya kurang tepat

Pernah merasa? Kemudian menyesal? Tapi dari sini kita terus belajar bahwa Islam ini sudah pasti sempurna, tapi engga dengan cara kita dalam menyampaikannya
👍7
IMG_0661.MP4
3.9 MB
https://www.instagram.com/p/CiPetbip3vg/

Dari dulu ilmu agama segini-gini aja
Ngejalanin ibadah A karena disuruh orang tua
Ngejalanin ibadah B karena orang-orang sekitar ngejalaninnya

Emang sih, kita cuma bisa ikut apa kata yang lebih ahli
Tapi masa sampe umur segini mau terus ikut-ikutan aja wahai diri…?
👍2
IMG_0584.MOV
7.4 MB
https://www.instagram.com/p/CiTvj7bJ9TM/

Islam itu too cool untuk memaksa siapapun untuk mengikuti apa-apa yang ada di dalamnya, syariat-syariatnya

Tapi siapapun yang mengaku mengimaninya maka tentu ada konsekuensi yang harus diterimanya
Seperti kita suka rela mendaftar masuk ke suatu perusahaan
Seperti kita suka rela masuk ke suatu negara
Kita juga suka rela mengikuti segala peraturan yang berlaku di dalamnya dan dengan penuh kesadaran kita melakukannya

Maka, bukankah kita juga seharusnya berlaku demikian ketika kita mengimani Islam? Menjalankan segala yang ada di dalamnya tanpa perlu ada paksaan
👍6
IMG_0590.MP4
36.7 MB
https://www.instagram.com/p/CiU6ReUpZ_y/

Kalian percaya gak kalau Allah cuma ada di tempat-tempat ini???

Di dalam masjid
Di tanah haram
Di sekolah
Terus baru-baru ini nambah—di ruang sidang

Iya, soalnya banyak orang yang nutup auratnya cuma di tempat-tempat ini
Atau kita adalah salah satunya?

Di tempat-tempat ini hijab dipakai, tapi di luar dari ini dilepas (kembali)
Seakan-akan Allah hanya ada di tempat tempat ini…
👍2😢1
https://www.instagram.com/p/CiZzFnzJuAj/

Ini (mungkin) banyak kita temuin di sekitar kita

Ketemu saudari muslimah secara random (di mushola umum misalnya), kayak—dia tuh dari luarnya biasa ajaaa. Tapi ternyata abis sholat dia nyempetin buat ngaji, udah mana suaranya bagus banget lagiiii, atau temen sekantor/kampus/sekolah, selesai kegiatan—kalau belum pulang selalu nyempetin baca dzikir petang:’) tau rasanya? Iya, langsung merasa seperti remahan

Belio ini bukan sembarang belio...
Kita ini... apa:”””)

Inti dari caption ini adalah... kadang kita suka memandang sebelah mata saudari muslimah kita yang belum berhijab, merasa lebih baik karena tiap hari lebih menjaga aurat

Tapi ini juga bukan pembelaan untuk saudari muslimah yang Qu cinta di luar sana yang belum mantap untuk berhijab, maafkan aQu ya... karena, perkataan seorang ulama masyhur sekalipun perkara “kita gak pernah tau kalau tiap malamnya mereka menangis disaat kita terlelap dalam tidur” gak akan pernah bisa jadi pembelaan untuk kita yang belum menutup aurat. Dan memang gak seharusnya kita jadikan pembelaan untuk membenarkan keputusan kita ini...

Pun, kalau kita menemukan saudari muslimah kita yang telah berhijab kemudian akhlaknya 👎🏻 kemudian kita berpikir “kan, percuma pakai kerudung, yang penting tuh hatinya” apa artinya kita merasa lebih baik dari pada dia?

Syariat menutup aurat Allah turunkan untuk setiap muslimah, bukan untuk orang yang udah baik aja. Justru, nutup aurat itu biar kita jadi baik... kalau kita terus nunggu biar hati kita baik dulu, pertanyaannya: mau sampai kapan?

Sampai kapan, di titik mana kita akan merasa baik?
👍2