Assalamu’alaykum #Lovalila!
Alhamdulillah kali ini waktunya kita ganti tema!
Setelah membahas tentang keberagaman trend yang ada di tengah millennials, mestinya kita harus lebih aware dan sadar nih untuk memilih berbagai hal di hidup kita. Karena pilihan yang harus sesuai dengan syariatNya. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menentukan pilihan yang benar?
Tungguin pembahasannya di tema kali ini ya! Stay tune di tema #LifeIsChoice 😘
Alhamdulillah kali ini waktunya kita ganti tema!
Setelah membahas tentang keberagaman trend yang ada di tengah millennials, mestinya kita harus lebih aware dan sadar nih untuk memilih berbagai hal di hidup kita. Karena pilihan yang harus sesuai dengan syariatNya. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menentukan pilihan yang benar?
Tungguin pembahasannya di tema kali ini ya! Stay tune di tema #LifeIsChoice 😘
Di jaman saiki dengan kecanggihan teknologi yang super keren membuat kita mudah sekali mendapatkan informasi. Mulai dari yang bermanfaat, sampai yang unfaedah. Tak jarang, kitapun terpapar oleh konten-konten yang tidak baik, yang cukup mempengaruhi pola berpikir atau pola perilaku kita. Sehingga, adalah wajar jika kita pernah melakukan kesalahan, entah itu mengejar sesuatu yang salah (materi, ketenaran, kebahagiaan), atau aktivitasnya udah oke cuma jadi salah niat. Pfft~
Lalu bagimana yaa kalau selama ini ternyata dalam aktivitas/niat kita ada yang menyimpang 😣
Selama kita menempatkan ridho Allah sebagai tujuan dalam setiap aktivitas kita, Insyaa Allah dengan beristighfar dan kembali pada track yang benar adalah cara terbaik untuk membuat kita sampai pada tujuan. "Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nahl: 119)
Jadi ketika kita dalam keadaan menyimpang, sebenarnya kita mempunyai pilihan. Mau kembali pada track yang benar, atau melanjutkan perjalanan pada track yang salah (meski udah nyaman). Tapi inget, nyaman itu jebakan. Dan jalan yang salah tidak mungkin mengantarkan kita pada tujuan, tapi jelas pada kesengsaraan.
#LifeIsChoice
Lalu bagimana yaa kalau selama ini ternyata dalam aktivitas/niat kita ada yang menyimpang 😣
Selama kita menempatkan ridho Allah sebagai tujuan dalam setiap aktivitas kita, Insyaa Allah dengan beristighfar dan kembali pada track yang benar adalah cara terbaik untuk membuat kita sampai pada tujuan. "Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nahl: 119)
Jadi ketika kita dalam keadaan menyimpang, sebenarnya kita mempunyai pilihan. Mau kembali pada track yang benar, atau melanjutkan perjalanan pada track yang salah (meski udah nyaman). Tapi inget, nyaman itu jebakan. Dan jalan yang salah tidak mungkin mengantarkan kita pada tujuan, tapi jelas pada kesengsaraan.
#LifeIsChoice
Ini bukan postingan untuk meningkatkan skill menjadi cenayang, hanya mengingatkan #Lovalila semua untuk memperhatikan pilihan kita sekarang apakah sudah tepat untuk melangkah ke tujuan yang kita cita-citakan.
Faktanya, kita memang bisa memprediksi masa depan, karena kita hari ini gak jauh dari pilihan2 kita di masa lalu. Dan masa yang akan datang ditentukan dengan pilihan-pilihan yang kita buat sekarang. Contoh, orang yang suka mmpercantik diri, di masa depan nya gak jauh dari selebgram atau vlogger make up. Kalo kita bikin konten yang mengingatkan, dimasa depan besar kemungkinan akan menjadi seorang pendakwah.
Gak mesti semua jadi pendakwah diatas mimbar, namun dakwah ini bisa dilakukan sesuai dengan profesi. Karena dakwah itu wajib hukumnya ya dear.
Jadi, sudah mennetukan pilihan hari ini? #LifeIsChoice
Faktanya, kita memang bisa memprediksi masa depan, karena kita hari ini gak jauh dari pilihan2 kita di masa lalu. Dan masa yang akan datang ditentukan dengan pilihan-pilihan yang kita buat sekarang. Contoh, orang yang suka mmpercantik diri, di masa depan nya gak jauh dari selebgram atau vlogger make up. Kalo kita bikin konten yang mengingatkan, dimasa depan besar kemungkinan akan menjadi seorang pendakwah.
Gak mesti semua jadi pendakwah diatas mimbar, namun dakwah ini bisa dilakukan sesuai dengan profesi. Karena dakwah itu wajib hukumnya ya dear.
Jadi, sudah mennetukan pilihan hari ini? #LifeIsChoice
🌸 Tips melatih fokus pada kebaikan 🌸
Dalam melakukan kebaikan, kitapun harus fokus, berikut ini tips nya :
1. Luruskan niat
Nggak henti2 alila ingatkan nih dear, untuk selalu meluruskan niat. Karena ini adalah poin utama yang bisa bikin kita dapet pahala apa ngga.
"Setiap amal bergantung pada niatnya
Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya."
(HR. Bukhari, Muslim dan empat imam hadits)
2. Mencari alasan untuk mencapai tujuan.
Pernah nggak ngerasa down di tengah jalan saat melakukan amalan ibadah / suatu kebaikan?
Nah, hal2 kayak gitu akan mudah teratasi ketika "strong why" nya kuat. Maka, Insyaa Allah ketika males, bosen, lelah, atau gagal sekalipun, akan mudah bangkit lagi. Kita akan menyibukkan diri mencari hal2 yang memudahkan kita untuk mencapai tujuan.
3. Buat skala prioritas.
Listing itu penting!
Yes, susunlah skala prioritas dalam hidupmu. Supaya kamu gak bingung dan gagal fokus. Misal kamu mau jadi penghafal qur'an. Apa aja aktivitas2mu dalam sehari yang mendukungmu menjadi penghapal qur'an, dan jangan lupaaa tentuin target berapa ayat sehari yang ingin kamu hapal.
4. Kerjakan!
Setelah melakukan 3 poin diatas, maka langkah selanjutnya adalah eksekusii.. Kalau 3 poin diatas itu bensinnya, Eksekusi ini ibarat kendaraannya. Ayoo waktunya jalaan.. Semangat💪🏻
#LifeIsChoice
Dalam melakukan kebaikan, kitapun harus fokus, berikut ini tips nya :
1. Luruskan niat
Nggak henti2 alila ingatkan nih dear, untuk selalu meluruskan niat. Karena ini adalah poin utama yang bisa bikin kita dapet pahala apa ngga.
"Setiap amal bergantung pada niatnya
Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya."
(HR. Bukhari, Muslim dan empat imam hadits)
2. Mencari alasan untuk mencapai tujuan.
Pernah nggak ngerasa down di tengah jalan saat melakukan amalan ibadah / suatu kebaikan?
Nah, hal2 kayak gitu akan mudah teratasi ketika "strong why" nya kuat. Maka, Insyaa Allah ketika males, bosen, lelah, atau gagal sekalipun, akan mudah bangkit lagi. Kita akan menyibukkan diri mencari hal2 yang memudahkan kita untuk mencapai tujuan.
3. Buat skala prioritas.
Listing itu penting!
Yes, susunlah skala prioritas dalam hidupmu. Supaya kamu gak bingung dan gagal fokus. Misal kamu mau jadi penghafal qur'an. Apa aja aktivitas2mu dalam sehari yang mendukungmu menjadi penghapal qur'an, dan jangan lupaaa tentuin target berapa ayat sehari yang ingin kamu hapal.
4. Kerjakan!
Setelah melakukan 3 poin diatas, maka langkah selanjutnya adalah eksekusii.. Kalau 3 poin diatas itu bensinnya, Eksekusi ini ibarat kendaraannya. Ayoo waktunya jalaan.. Semangat💪🏻
#LifeIsChoice
Mengapa Aku Begini? • Dear, pernah nggak ketika lagi semangat-semangatnya melakukan kebaikan, terus tetiba berhenti? yang harusnya udah bisa menyelesaikan berbagai hal, karena ada 1 masalah, eh malah jadi stuck disitu?
ternyata, ini terjadi karena kita terlalu fokus dengan hambatan-hambatan yang ada. akibatnya jadi sering mengeluh, pesimis, negatif thinking, hingga menutupi tujuan yang sudah terpampang di depan mata.
Salah satu contoh kasus dalam video diatas adalah proses hijrah. Dalam hijrah, tentu yang ingin dicapai adalah ridho Allah. Dan sudah pasti banyak tantangannya. Entah itu nyinyiran, komen negatif dari teman, ditentang ortu, pokoknya yang bikin kita nggak nyaman. Jadi bikin kepikiran "apa aku emang gapantes jadi baik, ya?"
"istiqomah itu berat ya"
"yaudahlah, gajadi hijrah aja"
kalo kasusnya kayak gini, artinya kita terlalu fokus sama hambatannya (yang dlm kasus ini bentuknya nyinyiran orang) sehingga perilaku selanjutnya yang dilakukan adalah mengeluh, insekyur, dan pesimis. Padahal simpelnya, "cuekin ajaa". Tapi kalo udh gagal fokus, ya sulit.
kok bisa gitu? Wajar, karena syaitan tidak akan diem aja, ia akan membisikkan hati ini untuk selalu bertolak ke arah yang sesat.
"Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. [Al-A’râf/7:16-17]
Astaghfirullah, istighfar ukhti.. Jangan biarin setan tepuk tangan. Mari kita lawan dengan segera mencari solusi. Mintalah kepada Allah agar diberikan kekuatan, lakukan kalibrasi niat. Jangan terbawa perasaan, yang pada akhirnya membuat kamu ingin berhenti.
Fokus! Pikirkan dan lakukan hal-hal yang penting saja yang memudahkanmu untuk merakit ke tujuan hijrahmu, Insyaa Allah akan ada banyak ide cemerlang untuk menghadapi segala rintangan. "Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad) (lanjut di komen)
#LifeIsChoice
ternyata, ini terjadi karena kita terlalu fokus dengan hambatan-hambatan yang ada. akibatnya jadi sering mengeluh, pesimis, negatif thinking, hingga menutupi tujuan yang sudah terpampang di depan mata.
Salah satu contoh kasus dalam video diatas adalah proses hijrah. Dalam hijrah, tentu yang ingin dicapai adalah ridho Allah. Dan sudah pasti banyak tantangannya. Entah itu nyinyiran, komen negatif dari teman, ditentang ortu, pokoknya yang bikin kita nggak nyaman. Jadi bikin kepikiran "apa aku emang gapantes jadi baik, ya?"
"istiqomah itu berat ya"
"yaudahlah, gajadi hijrah aja"
kalo kasusnya kayak gini, artinya kita terlalu fokus sama hambatannya (yang dlm kasus ini bentuknya nyinyiran orang) sehingga perilaku selanjutnya yang dilakukan adalah mengeluh, insekyur, dan pesimis. Padahal simpelnya, "cuekin ajaa". Tapi kalo udh gagal fokus, ya sulit.
kok bisa gitu? Wajar, karena syaitan tidak akan diem aja, ia akan membisikkan hati ini untuk selalu bertolak ke arah yang sesat.
"Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. [Al-A’râf/7:16-17]
Astaghfirullah, istighfar ukhti.. Jangan biarin setan tepuk tangan. Mari kita lawan dengan segera mencari solusi. Mintalah kepada Allah agar diberikan kekuatan, lakukan kalibrasi niat. Jangan terbawa perasaan, yang pada akhirnya membuat kamu ingin berhenti.
Fokus! Pikirkan dan lakukan hal-hal yang penting saja yang memudahkanmu untuk merakit ke tujuan hijrahmu, Insyaa Allah akan ada banyak ide cemerlang untuk menghadapi segala rintangan. "Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad) (lanjut di komen)
#LifeIsChoice
Dear #lovalila pernah ngga sih kalian bertanya pada diri, hidup kita ini untuk siapa? "siapa" disini mungkin bisa dijawab dengan nama-nama orang tesayang di sekitar kita. Namun, kalau kita sekadar hidup untuk nama2 itu ternyata tidaklah benar. Karena "siapa" nya ini haruslah yang punya tujuan dalam penciptaan kita, yaitu Sang Mahapencipta, Allah azza wajalla.
“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)
Orang yang memilih hidup untuk Allah akan mendapatkan petunjuk dari Allah.
“Maka jika datang kepadamu (wahai manusia) petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara (dalam hidupnya)” (QS. Thaahaa : 123). "Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketakwaannya." (Qs. Muhammad : 17)
MaaSyaa Allah. Mahabaik Allah dengan segala petunjuknya. Jika kita masih dimudahkan melangkahkan kaki untuk sholat, bersyukurlah dan jangan menundanya. Jika kita masih diberi waktu untuk menuntut ilmu agamaNya, bersungguh2lah dan jangan mengabaikannya. Jika kita masih diberi kelapangan menyampaikan kebaikan, maka lakukanlah jangan tinggalkan. Sesungguhnya jika kita berpaling dari satu saja kenikmatan ibadah, itu akan menutup pintu petunjuk dariNya. Maka, jangan sia-siakan petunjuk dari Allah. Mintalah taufik dan hidayahNya setiap waktu. Agar senantiasa diberi penjagaan dan jeli dalam melihat petunjuk-petunjukNya ke jalan yang lurus.
#LifeIsChoice
“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)
Orang yang memilih hidup untuk Allah akan mendapatkan petunjuk dari Allah.
“Maka jika datang kepadamu (wahai manusia) petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara (dalam hidupnya)” (QS. Thaahaa : 123). "Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketakwaannya." (Qs. Muhammad : 17)
MaaSyaa Allah. Mahabaik Allah dengan segala petunjuknya. Jika kita masih dimudahkan melangkahkan kaki untuk sholat, bersyukurlah dan jangan menundanya. Jika kita masih diberi waktu untuk menuntut ilmu agamaNya, bersungguh2lah dan jangan mengabaikannya. Jika kita masih diberi kelapangan menyampaikan kebaikan, maka lakukanlah jangan tinggalkan. Sesungguhnya jika kita berpaling dari satu saja kenikmatan ibadah, itu akan menutup pintu petunjuk dariNya. Maka, jangan sia-siakan petunjuk dari Allah. Mintalah taufik dan hidayahNya setiap waktu. Agar senantiasa diberi penjagaan dan jeli dalam melihat petunjuk-petunjukNya ke jalan yang lurus.
#LifeIsChoice
Dear #lovalila, di usia 20-30an ada kondisi dimana kita mengkhawatirkan segala tentang diri kita. Yang nggak jarang mmbuat gelisah, karena ngebanding2in diri ini sm org lain, ngerasa ngga pantes, salah pilih, kok dia udah gue belom, baik itu jurusan, kerjaan, dan biasanya juga tentang jodoh. Nah, kondisi ini kata anak jaman naw si dibilang "Quarter life crisis"
Solusinya apa dalam Islam? Ngga ada. Krn kegelisahan macem itu bs dimiliki siapa aja sebenernya. Padahal kalau kita percaya bahwa segala yang terjadi di masa kini dan nanti itu Allah yang tentukan, InsyaaAllah kita gaakan dilema. Lakukan Ikhtiar yang terbaik dan selalu berprasangka baik.
Sering kali kita memusingkan pilihan mau menikah dengan jodoh yang seperti apa. Banyak kriterianya, terus nyari yg sempurna. Sampe lupa, selain jodoh ada juga yg harus gak kalah penting yaitu menanyakan kpr diri "mau dimatikan dalam kondisi seperti apa?". “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)
“Janganlah kalian terkagum dengan amalan seseorang sampai kalian melihat amalan akhir hayatnya. Karena mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan amalan yang shalih, yang seandainya ia mati, maka ia akan masuk surga. Akan tetapi, ia berubah dan mengamalkan perbuatan jelek. Mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan suatu amalan jelek, yang seandainya ia mati, maka akan masuk neraka. Akan tetapi, ia berubah dan beramal dengan amalan shalih. Oleh karenanya, apabila Allah menginginkan satu kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan menunjukinya sebelum ia meninggal.” Para sahabat bertanya,
“Apa maksud menunjuki sebelum meninggal?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Yaitu memberikan ia taufik untuk beramal shalih dan mati dalam keadaan seperti itu.” (HR. Ahmad)
(lanjut di komentar)
Solusinya apa dalam Islam? Ngga ada. Krn kegelisahan macem itu bs dimiliki siapa aja sebenernya. Padahal kalau kita percaya bahwa segala yang terjadi di masa kini dan nanti itu Allah yang tentukan, InsyaaAllah kita gaakan dilema. Lakukan Ikhtiar yang terbaik dan selalu berprasangka baik.
Sering kali kita memusingkan pilihan mau menikah dengan jodoh yang seperti apa. Banyak kriterianya, terus nyari yg sempurna. Sampe lupa, selain jodoh ada juga yg harus gak kalah penting yaitu menanyakan kpr diri "mau dimatikan dalam kondisi seperti apa?". “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)
“Janganlah kalian terkagum dengan amalan seseorang sampai kalian melihat amalan akhir hayatnya. Karena mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan amalan yang shalih, yang seandainya ia mati, maka ia akan masuk surga. Akan tetapi, ia berubah dan mengamalkan perbuatan jelek. Mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan suatu amalan jelek, yang seandainya ia mati, maka akan masuk neraka. Akan tetapi, ia berubah dan beramal dengan amalan shalih. Oleh karenanya, apabila Allah menginginkan satu kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan menunjukinya sebelum ia meninggal.” Para sahabat bertanya,
“Apa maksud menunjuki sebelum meninggal?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Yaitu memberikan ia taufik untuk beramal shalih dan mati dalam keadaan seperti itu.” (HR. Ahmad)
(lanjut di komentar)
(lanjutan)
Yang (alhamdulillah) udah bs mengamalkan kebaikan, jangan bangga dulu, bisa jadi kemudahan2 dalam mengerjakan amal kebaikan saat ini adalah ujian dari Allah. Ternyata amal kebaikan kita hari inipun belum menjamin kita untuk husnul khotimah jika kebaikan2 itu tdk bs kita istiqomahkan sampai akhir hayat. Dan amalan jelek orang lain blm tentu membuat ia suul khotimah, jika menjelang di akhir hayatnya ia mendapatkan petunjuk dan berubah mengamalkan kebaikan. Maka, jangan remehkan.
#LifelsChoice
Yang (alhamdulillah) udah bs mengamalkan kebaikan, jangan bangga dulu, bisa jadi kemudahan2 dalam mengerjakan amal kebaikan saat ini adalah ujian dari Allah. Ternyata amal kebaikan kita hari inipun belum menjamin kita untuk husnul khotimah jika kebaikan2 itu tdk bs kita istiqomahkan sampai akhir hayat. Dan amalan jelek orang lain blm tentu membuat ia suul khotimah, jika menjelang di akhir hayatnya ia mendapatkan petunjuk dan berubah mengamalkan kebaikan. Maka, jangan remehkan.
#LifelsChoice
Mau masuk surga?
Wacana saja tidak cukup. Ikutilah orang-orang yang dijamin surga. Yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Lakukanlah amalan yang beliau amalkan. Agar kelak dikumpulkan bersama beliau di surga.
Anas ra. mengatakan, “Kami tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan kami ketika mendengar sabda Rasulullah , ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’ Anas radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Saya mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , Abu Bakr dan Umar. Saya berharap bisa bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka meskipun saya tidak mampu melakukan amalan yang mereka lakukan.
Hadits ini dibawakan oleh imam al-Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahihnya dan juga Imam at-Turmudzi.
Di antara tanda cinta adalah mengikuti apa yang diinginkan oleh yang dicintainya. Cinta yang sempurna menuntut kesesuaian dengan apa yang dicintai kekasihnya dan siap berkorban.
Seorang ahli makrifat ditanya tentang cinta, dia menjawab, “Kesesuaian dengan yang dicintai dalam semua kondisi dan situasi.” Lalu bersyair, “Kalau Anda jujur mencintainya, pasti Anda akan menaatinya, sesungguhnya pencinta itu menaati yang dicintai.” (lihat Syarh Hadits Ikhtishom al-Mala’ al-A’la, juz I, hlm 55). Yuk sempatkan bersholawat kepadanya! Buktikan cinta dengan perbuatan, buat pilihan2 sesuai apa yang diteladani Rasulullah SAW. Kalo ibdah kita santuy2 aja, yaqin itu mau masuk surga?
#LifeIsChoice
Wacana saja tidak cukup. Ikutilah orang-orang yang dijamin surga. Yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Lakukanlah amalan yang beliau amalkan. Agar kelak dikumpulkan bersama beliau di surga.
Anas ra. mengatakan, “Kami tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan kami ketika mendengar sabda Rasulullah , ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’ Anas radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Saya mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , Abu Bakr dan Umar. Saya berharap bisa bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka meskipun saya tidak mampu melakukan amalan yang mereka lakukan.
Hadits ini dibawakan oleh imam al-Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahihnya dan juga Imam at-Turmudzi.
Di antara tanda cinta adalah mengikuti apa yang diinginkan oleh yang dicintainya. Cinta yang sempurna menuntut kesesuaian dengan apa yang dicintai kekasihnya dan siap berkorban.
Seorang ahli makrifat ditanya tentang cinta, dia menjawab, “Kesesuaian dengan yang dicintai dalam semua kondisi dan situasi.” Lalu bersyair, “Kalau Anda jujur mencintainya, pasti Anda akan menaatinya, sesungguhnya pencinta itu menaati yang dicintai.” (lihat Syarh Hadits Ikhtishom al-Mala’ al-A’la, juz I, hlm 55). Yuk sempatkan bersholawat kepadanya! Buktikan cinta dengan perbuatan, buat pilihan2 sesuai apa yang diteladani Rasulullah SAW. Kalo ibdah kita santuy2 aja, yaqin itu mau masuk surga?
#LifeIsChoice
👍1
Dear, menyeru kepada kebaikan merupakan kewajiban setiap ummat. Seperti dalam firman Allah berikut :
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran : 104)
Tapi jika kita mengajak kepada kebaikan, sedang kita sendiri tidak mengerjakannya, gimana yaa?
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS. As-Shaf:2-3)
Yaa Allah, jangan jadikan kami golongan orang-orang fasik dan tercela dihadapanMu 😭
Sebelum menyeru pada kebaikan (dakwah), yang paling utama itu adalah meluruskan niat. Jika niat dakwah kita hanya karena Allah, maka saat kita melakukan hal2 yang bertentangan dengan apa yang kita katakan, insyaa Allah diri ini akan malu. Malu bukan karena takut dihujat, tapi sama Allah yang Mahatahu dan Mahamelihat. Inilah kiranya akhlak yg hrs dipunya oleh pengemban dakwah, hrs slalu merasa diawasi oleh Allah, muraqabatullah.
Dakwah terbaik salah satunya adalah dengan akhlak. Antara ucapan dan perbuatan itu selaras baiknya. Nabi Muhammad SAW contohnya, bahkan beliau mendapatkan gelar Al-Amin dan ini diakui oleh kaum kafir Quraisy. Perkataannya selalu benar, bahkan dalam candaannya tidak ada kebohongan sekalipun. "Wahai Rasûlullâh, sesungguhnya engkau mencandai kami,” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya saya tidak mengucapkan apapun kecuali yang benar" (HR. Bukhari)
Tentu yang diseru pun akan lebih senang mengikuti kebaikan dari orang yang menjaga integritasnya. Maka, lakukan apa yang kamu serukan. Mudah2an Allah berikan pahala, serta keberkahan dari kebaikan yang kita kerjakan. 😊
#LifeIsChoice
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran : 104)
Tapi jika kita mengajak kepada kebaikan, sedang kita sendiri tidak mengerjakannya, gimana yaa?
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS. As-Shaf:2-3)
Yaa Allah, jangan jadikan kami golongan orang-orang fasik dan tercela dihadapanMu 😭
Sebelum menyeru pada kebaikan (dakwah), yang paling utama itu adalah meluruskan niat. Jika niat dakwah kita hanya karena Allah, maka saat kita melakukan hal2 yang bertentangan dengan apa yang kita katakan, insyaa Allah diri ini akan malu. Malu bukan karena takut dihujat, tapi sama Allah yang Mahatahu dan Mahamelihat. Inilah kiranya akhlak yg hrs dipunya oleh pengemban dakwah, hrs slalu merasa diawasi oleh Allah, muraqabatullah.
Dakwah terbaik salah satunya adalah dengan akhlak. Antara ucapan dan perbuatan itu selaras baiknya. Nabi Muhammad SAW contohnya, bahkan beliau mendapatkan gelar Al-Amin dan ini diakui oleh kaum kafir Quraisy. Perkataannya selalu benar, bahkan dalam candaannya tidak ada kebohongan sekalipun. "Wahai Rasûlullâh, sesungguhnya engkau mencandai kami,” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya saya tidak mengucapkan apapun kecuali yang benar" (HR. Bukhari)
Tentu yang diseru pun akan lebih senang mengikuti kebaikan dari orang yang menjaga integritasnya. Maka, lakukan apa yang kamu serukan. Mudah2an Allah berikan pahala, serta keberkahan dari kebaikan yang kita kerjakan. 😊
#LifeIsChoice
Tipe-Tipe Orang Meraih Mimpi • Untuk mencapai mimpi, kita memang butuh kerja keras. Karena keberhasilan nggak ada yang instan.
Lihat deh, mulai dari tipe 1-3, semuanya bergerak menuju yang ingin dicapainya. Yang membedakan adalah kebermanfaatan aktivitas, dan keberkahannya disisi Allah.
Jika cita-cita kita mulia (tipe 2), maka fokuslah pada tujuan. pikirkan yang harus bener2 dipikirin. Atur skala prioritas, buat agenda dan kegiatan yang dapat mendekatkanmu dengan mimpimu. Kalau dirimu mengalami kesulitan, jangan sedih, Allah kasih kamu kesempatan untuk belajar lebih giat dan lebih banyak. dan artinya, semakin banyak waktumu untuk menimba ilmu.
Allah ngga cuma lihat hasilnya, tapi prosesnya. Insyaa Allah usahamu dalam meraih cita-cita dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik, akan mengantarkanmu pada cita2 yang mulia sehingga ilmunya berkah dan bisa disyiarkan kepada teman2 lainnya.
kira-kira kamu tipe yang mana, gaes?
#LifeIsChoice
Lihat deh, mulai dari tipe 1-3, semuanya bergerak menuju yang ingin dicapainya. Yang membedakan adalah kebermanfaatan aktivitas, dan keberkahannya disisi Allah.
Jika cita-cita kita mulia (tipe 2), maka fokuslah pada tujuan. pikirkan yang harus bener2 dipikirin. Atur skala prioritas, buat agenda dan kegiatan yang dapat mendekatkanmu dengan mimpimu. Kalau dirimu mengalami kesulitan, jangan sedih, Allah kasih kamu kesempatan untuk belajar lebih giat dan lebih banyak. dan artinya, semakin banyak waktumu untuk menimba ilmu.
Allah ngga cuma lihat hasilnya, tapi prosesnya. Insyaa Allah usahamu dalam meraih cita-cita dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik, akan mengantarkanmu pada cita2 yang mulia sehingga ilmunya berkah dan bisa disyiarkan kepada teman2 lainnya.
kira-kira kamu tipe yang mana, gaes?
#LifeIsChoice