Banyaknya virus yang menyerang keikhlasan niat seseorang menimbulkan urgensi untuk selalu memperbaharuinya, maka kita dalam beramal perlu sesering mungkin memperbaharui niat awal kita agar semakin bersih dan murni semata-mata karena Allah
Diantaranya adalah riya’ dan sum’ah, ingin dilihat dan ingin memperdengarkan kebaikan yang telah dilakukan
Kalau udah gini, jadi berbagai keburukan yang nanti mengikuti dibelakangnya, bisa jadi nanti beramal hanya ketika ada orang lain disekitarnya atau yang lainnya. Balasan yang Allah beripun bukan main mengerikannya, Allah akan menyiarkan aibnya di hadapan orang banyak ketika hari kiamat
Ya Allah😭
Jaga hati kami, jaga niat ikhlas kami kapanpun kami ingin beramal baik, teguhkan hati kami ya Allah...
اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad)
#NiatBaikAjaGakCukup
Diantaranya adalah riya’ dan sum’ah, ingin dilihat dan ingin memperdengarkan kebaikan yang telah dilakukan
Kalau udah gini, jadi berbagai keburukan yang nanti mengikuti dibelakangnya, bisa jadi nanti beramal hanya ketika ada orang lain disekitarnya atau yang lainnya. Balasan yang Allah beripun bukan main mengerikannya, Allah akan menyiarkan aibnya di hadapan orang banyak ketika hari kiamat
Ya Allah😭
Jaga hati kami, jaga niat ikhlas kami kapanpun kami ingin beramal baik, teguhkan hati kami ya Allah...
اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad)
#NiatBaikAjaGakCukup
Alhamdulillah... udah waktunya ganti tema lagi nih kita
Biarpun Ramadhan udah berlalu, tapi semangat ibadah jangan berlalu juga ya, sebaliknya kita harus tingkatkan supaya lebih baik lagi!
Ramadhan emang udah berlalu, tapi Ramadhan dan kawan-kawannya punya wasiat untuk kita...
Stay tune dipostingan tema kali ini ya dear...
#WasiatRamadhan
Biarpun Ramadhan udah berlalu, tapi semangat ibadah jangan berlalu juga ya, sebaliknya kita harus tingkatkan supaya lebih baik lagi!
Ramadhan emang udah berlalu, tapi Ramadhan dan kawan-kawannya punya wasiat untuk kita...
Stay tune dipostingan tema kali ini ya dear...
#WasiatRamadhan
Ada wasiat nih dari Ramadhan, katanya jangan hanya saat ia bertamu saja ibadahku, ibadahmu, indahan kita semua meningkat
Dia mengharapkan kamu yang lebih taat saat dia berlalu
Lebih-lebih lagi, saat ia kembali datang bertamu nanti ketaatanmu jauh lebih meningkat dari pertemuan singkat kalian selama sebulan penuh yang lalu
Salam rindu juga dari Ramadhan
#WasiatRamadhan
Dia mengharapkan kamu yang lebih taat saat dia berlalu
Lebih-lebih lagi, saat ia kembali datang bertamu nanti ketaatanmu jauh lebih meningkat dari pertemuan singkat kalian selama sebulan penuh yang lalu
Salam rindu juga dari Ramadhan
#WasiatRamadhan
Dear Lovalila...
Selama Ramadhan, kita semangat sekali beribadah. Melakukan hal-hal baik secara bertambah-tambah. Meski tidak biasa, namun kita yakin menyanggupi target amalan kita, tak peduli jika harus memaksa ego, mengorbankan waktu dan menyisihkan hati. Semua dilakukan untuk Allah semata
Setelah melakukan hal tersebut, pasti ada rasa bangga pada diri. Karena merasa lebih dari ekspektasi
Eitss... Tapi jangan sombong dulu. Coba diingat lagi, adakah terbesit kekhawatiran dalam benak kita? Pun dengan banyaknya ibadah yang kita kerjakan, mungkin saja ada yang tertolak
Inilah hal-hal yang harus dikhawatirkan ketika setelah Ramadhan Pergi
1. Khawatir tak lagi bertemu Ramadhan
2. Khawatir tak diterimanya amalan selama Ramadhan
3. Khawatir tak menjadi pribadi yang baik setelah Ramadhan
4. Khawatir dosa-dosa tidak terampuni
Bukan untuk menjadi pribadi yang pesimis, tapi untuk bermuhasabah diri. Agar diri ini selalu memaksimalkan ibadah, seolah Ramadhan kemarin adalah yang terakhir dalam hidup kita. Agar sifat sombong tak mengikis amalan-amalan baik kita untuk-Nya, agar diri ini terpacu untuk menjadi yang terbaik di setiap waktu
Semoga kita tetap takut akan adzab-Nya, sebab khilaf datang dari pintu yang tak terduga
#WasiatRamadhan
Selama Ramadhan, kita semangat sekali beribadah. Melakukan hal-hal baik secara bertambah-tambah. Meski tidak biasa, namun kita yakin menyanggupi target amalan kita, tak peduli jika harus memaksa ego, mengorbankan waktu dan menyisihkan hati. Semua dilakukan untuk Allah semata
Setelah melakukan hal tersebut, pasti ada rasa bangga pada diri. Karena merasa lebih dari ekspektasi
Eitss... Tapi jangan sombong dulu. Coba diingat lagi, adakah terbesit kekhawatiran dalam benak kita? Pun dengan banyaknya ibadah yang kita kerjakan, mungkin saja ada yang tertolak
Inilah hal-hal yang harus dikhawatirkan ketika setelah Ramadhan Pergi
1. Khawatir tak lagi bertemu Ramadhan
2. Khawatir tak diterimanya amalan selama Ramadhan
3. Khawatir tak menjadi pribadi yang baik setelah Ramadhan
4. Khawatir dosa-dosa tidak terampuni
Bukan untuk menjadi pribadi yang pesimis, tapi untuk bermuhasabah diri. Agar diri ini selalu memaksimalkan ibadah, seolah Ramadhan kemarin adalah yang terakhir dalam hidup kita. Agar sifat sombong tak mengikis amalan-amalan baik kita untuk-Nya, agar diri ini terpacu untuk menjadi yang terbaik di setiap waktu
Semoga kita tetap takut akan adzab-Nya, sebab khilaf datang dari pintu yang tak terduga
#WasiatRamadhan
Setelah kekhawatiran kita setelah melewati Ramadhan, muncul juga pertanyaan besar dalam diri “Apakah amalan-amalan kita selama Ramadhan diterima? Atau malah sebaliknya?“
Berikut ini tanda-tanda diterimanya amalan kita:
1. Dimudahkan melakukan amal shalih setelahnya
Ada sebuah pepatah arab yang sangat menarik nih. Bunyinya, amal-amal kebajikan menyeru, “Kemarilah saudaraku... kemarilah.” Dan amalan dosa juga menyeru, “Kemarilah saudaraku... kemarilah.” Kalau kita semakin giat melakukan amal ibadah setelah melakukan suatu ibadah, itulah diantara tanda amal ibadah sebelumnya diterima. Ibaratnya, pahala akan mengundang sahabatnya dari pahala-pahala yang lain, begitu juga dengan dosa, dosa yang dimana kita tidak bertaubat atasnya akan mengundang datangnya sahabatnya dari dosa-dosa yang lain. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullahﷺ bersabda, “Berbuatlah jujur, karena kejujuran akan mengantarkanmu pada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkanmu kepada surga. (HR. Muslim)
2. Diri merasa amal shalih belum sempurna, merasa kecil dan tidak ujub dengan ibadah yang sudah diperbuat
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Tanda diterimanya amal shalih anda adalah saat hati merasa bahwa amal shalih masih hina dan kecil. Sampai orang-orang yang benar-benar mengenal Allah, selalu beristighfar setiap usai melakukan ibadah. Adalah Rasulullahﷺ bila selesai salam dari sholat, beliau beristighfar sebanyak tiga kali. Allah juga telah memerintahkan hamba-hambaNya untuk beristighfar setelah selesai melakukan ibadah haji. Allah juga memuji mereka yang beristighfar setelah melakukan sholat malam. Rasulullahﷺmemerintahkan taubat dan istighfar usai berwudhu. Maka siapa yang mengetahui kewajibannya kepada Tuhannya, dan menyadari kualitas amalnya, serta aib-aib yang melekat pada jiwanya, niscaya dia akan selalu beristighfar usai melakukan amal ibadah, merasa amalannya masih sangat penuh kekurangan.” (Madarijus Salikin 2/62)
(berlanjut ke komentar)
#WasiatRamadhan
Berikut ini tanda-tanda diterimanya amalan kita:
1. Dimudahkan melakukan amal shalih setelahnya
Ada sebuah pepatah arab yang sangat menarik nih. Bunyinya, amal-amal kebajikan menyeru, “Kemarilah saudaraku... kemarilah.” Dan amalan dosa juga menyeru, “Kemarilah saudaraku... kemarilah.” Kalau kita semakin giat melakukan amal ibadah setelah melakukan suatu ibadah, itulah diantara tanda amal ibadah sebelumnya diterima. Ibaratnya, pahala akan mengundang sahabatnya dari pahala-pahala yang lain, begitu juga dengan dosa, dosa yang dimana kita tidak bertaubat atasnya akan mengundang datangnya sahabatnya dari dosa-dosa yang lain. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullahﷺ bersabda, “Berbuatlah jujur, karena kejujuran akan mengantarkanmu pada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkanmu kepada surga. (HR. Muslim)
2. Diri merasa amal shalih belum sempurna, merasa kecil dan tidak ujub dengan ibadah yang sudah diperbuat
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Tanda diterimanya amal shalih anda adalah saat hati merasa bahwa amal shalih masih hina dan kecil. Sampai orang-orang yang benar-benar mengenal Allah, selalu beristighfar setiap usai melakukan ibadah. Adalah Rasulullahﷺ bila selesai salam dari sholat, beliau beristighfar sebanyak tiga kali. Allah juga telah memerintahkan hamba-hambaNya untuk beristighfar setelah selesai melakukan ibadah haji. Allah juga memuji mereka yang beristighfar setelah melakukan sholat malam. Rasulullahﷺmemerintahkan taubat dan istighfar usai berwudhu. Maka siapa yang mengetahui kewajibannya kepada Tuhannya, dan menyadari kualitas amalnya, serta aib-aib yang melekat pada jiwanya, niscaya dia akan selalu beristighfar usai melakukan amal ibadah, merasa amalannya masih sangat penuh kekurangan.” (Madarijus Salikin 2/62)
(berlanjut ke komentar)
#WasiatRamadhan
(LANJUTAN)
⠀
Dear.. yuk kita tingkatkan kualitas ibadah kita sebagai bentuk ikhtiar kita supaya amalan yang telah kita perbuat di Ramadhan kemarin diterima di sisi Allah. Kita berserah diri atas semua amalan yang telah kita kerjakan, semoga kita terus menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya hingga kita Allah perkenankan bertemu dengan Ramadhan selanjutnya. Aamiin
#WasiatRamadhan
⠀
Dear.. yuk kita tingkatkan kualitas ibadah kita sebagai bentuk ikhtiar kita supaya amalan yang telah kita perbuat di Ramadhan kemarin diterima di sisi Allah. Kita berserah diri atas semua amalan yang telah kita kerjakan, semoga kita terus menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya hingga kita Allah perkenankan bertemu dengan Ramadhan selanjutnya. Aamiin
#WasiatRamadhan
Pertahankan ketaatanmu seperti saat Ramadhan kemarin, jadikan setiap harinya seolah-olah kamu berada di bulan Ramadhan
Sebab 11 bulan yang lainnya memiliki Rabb yang sama, dan 11 bulan lainnya masing-masing memiliki keistimewaannya
Paksakan dirimu sebagaimana kamu memaksakan dirimu saat Ramadhan kemarin dalam menjalani ketaatan
Bangun dikala kebanyakan orang terlelap
Banyak membaca 'surat cinta' Rabb-mu
Tak lupa pula dengan amalan-amalan sunnah
Jangan lupa, bersegera mengganti hutang puasa, dan jalankan puasa serta sunnah lainnya. Mu’alla bin Al-Fadhl berkata, “Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
#WasiatRamadhan
Sebab 11 bulan yang lainnya memiliki Rabb yang sama, dan 11 bulan lainnya masing-masing memiliki keistimewaannya
Paksakan dirimu sebagaimana kamu memaksakan dirimu saat Ramadhan kemarin dalam menjalani ketaatan
Bangun dikala kebanyakan orang terlelap
Banyak membaca 'surat cinta' Rabb-mu
Tak lupa pula dengan amalan-amalan sunnah
Jangan lupa, bersegera mengganti hutang puasa, dan jalankan puasa serta sunnah lainnya. Mu’alla bin Al-Fadhl berkata, “Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
#WasiatRamadhan
Gimana? Tilawah masih aman kan?
Setelah Ramadhan, terakhir buka Qur’an kapan?
Ramadhan memang sudah lewat, tapi masa Qur'annya cuma dilewatin?
#WasiatRamadhan
Setelah Ramadhan, terakhir buka Qur’an kapan?
Ramadhan memang sudah lewat, tapi masa Qur'annya cuma dilewatin?
#WasiatRamadhan
Janganlah dulu menyebut betapa mulianya para Sahabat yang menginfaqkan hartanya untuk dakwah Rasulullah, hingga hari ini kita bisa merasakan indahnya berIslam di bumi Indonesia
Ya Rabbanna... di manakah kita?
Bukankah banyak yang telah meninggal kemudian mereka minta untuk dibangkitkan kembali hanya untuk lebih banyak bersedekah? Bagaimanakah kita?
Maka memang sudah seharusnya kita yang masih Allah beri umur hingga saat ini menyisihkan sedikit dari harta kita untuk bersedekah di jalan-Nya
#WasiatRamadhan
Ya Rabbanna... di manakah kita?
Bukankah banyak yang telah meninggal kemudian mereka minta untuk dibangkitkan kembali hanya untuk lebih banyak bersedekah? Bagaimanakah kita?
Maka memang sudah seharusnya kita yang masih Allah beri umur hingga saat ini menyisihkan sedikit dari harta kita untuk bersedekah di jalan-Nya
#WasiatRamadhan
Ramadhan pasti akan datang lagi, tapi yang tak pasti adalah entah dapatkah kita bisa bertemu dengannya lagi
Maka perbanyaklah berdoa agar Allah mengizinkan kita bertemu dengannya lagi
#WasiatRamadhan
Maka perbanyaklah berdoa agar Allah mengizinkan kita bertemu dengannya lagi
#WasiatRamadhan