Nanti, tiap akun sosial media pemilik akunnya akan meninggalkan dunia. Bukan cuma dunia maya, tapi juga dunia nyata. Bukan cuma sementara, tapi selama-lamanya
Apa yang kita sebarkan disana akan menjadi kenangan bagi followers kita, entah kenangan baik atau sebaliknya
Akan dikenang seperti apa kita nanti tergantung apa yang kita sebarkan saat ini
Kalau kamu ingin dikenang sebagai manusia seperti apa?
#PARAHSIS
Apa yang kita sebarkan disana akan menjadi kenangan bagi followers kita, entah kenangan baik atau sebaliknya
Akan dikenang seperti apa kita nanti tergantung apa yang kita sebarkan saat ini
Kalau kamu ingin dikenang sebagai manusia seperti apa?
#PARAHSIS
Biar Kekinian—Part 2
Kenapa ya manusia itu baru mau taubat kalo udah divonis bakal meninggal sebentar lagi?:(
Emang, sebaik-baiknya pengingat adalah kematian
Tapi kan mati bisa kapan aja
Bisa waktu lagi tidur
Bisa waktu lagi makan
Bisa waktu lagi jalan
Bisa waktu lagi kajian
Bisa waktu lagi joget-joget juga
Beruntung, kalo kita mati lagi ada dijalan ketaatan, kalo misalnya lagi ngelakuin kemaksiatan? Naudzubillah😭
#PARAHSIS
• wardrobe: @kataloghijabalila
Kenapa ya manusia itu baru mau taubat kalo udah divonis bakal meninggal sebentar lagi?:(
Emang, sebaik-baiknya pengingat adalah kematian
Tapi kan mati bisa kapan aja
Bisa waktu lagi tidur
Bisa waktu lagi makan
Bisa waktu lagi jalan
Bisa waktu lagi kajian
Bisa waktu lagi joget-joget juga
Beruntung, kalo kita mati lagi ada dijalan ketaatan, kalo misalnya lagi ngelakuin kemaksiatan? Naudzubillah😭
#PARAHSIS
• wardrobe: @kataloghijabalila
Kita tak akan pernah bisa jadi manusia yang moderat. Walaupun lisan dan tindakan berkata ingin adil tapi hati pasti tetap akan condong pada 1 sisi
Apalagi soal dunia, kita sangat tak bisa seimbang denganya. Apalagi jika membandingkannya dengan kehidupan setelahnya, iya... akhirat
Seseorang berkata, “kejar dunia untuk seberapa lama kita hidup didalamnya, kejar akhirat untuk seberapa lama kita hidup didalamnya.”
Membandingkan saja jauh rasanya, apalagi menyeimbangkan keduanya? Sangat tak pantas rasanya
Tapi anehnya, banyak yang terus mengatakan, “jangan terlalu kaku lah! yang penting dunia dan akhirat seimbang.”
Sedih rasanya, padahal hidup kita di dunia ini pun singkat, sangat singkat. Padahal hidup abadi kita nanti ditentukan pada hidup kita yang singkat saat ini
Tapi kita tak benar-benar menyiapkan bekal untuk pulang ke kampung akhirat
Terserah mereka yang tak percaya akan kehidupan setelahnya. Tapi kita? Yang mengaku Islam ada di dalam dada masih disibukkan hal yang sia-sia
Jika diri tak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil. Disibukkan dengan apa kita saat ini?
#PARAHSIS
Apalagi soal dunia, kita sangat tak bisa seimbang denganya. Apalagi jika membandingkannya dengan kehidupan setelahnya, iya... akhirat
Seseorang berkata, “kejar dunia untuk seberapa lama kita hidup didalamnya, kejar akhirat untuk seberapa lama kita hidup didalamnya.”
Membandingkan saja jauh rasanya, apalagi menyeimbangkan keduanya? Sangat tak pantas rasanya
Tapi anehnya, banyak yang terus mengatakan, “jangan terlalu kaku lah! yang penting dunia dan akhirat seimbang.”
Sedih rasanya, padahal hidup kita di dunia ini pun singkat, sangat singkat. Padahal hidup abadi kita nanti ditentukan pada hidup kita yang singkat saat ini
Tapi kita tak benar-benar menyiapkan bekal untuk pulang ke kampung akhirat
Terserah mereka yang tak percaya akan kehidupan setelahnya. Tapi kita? Yang mengaku Islam ada di dalam dada masih disibukkan hal yang sia-sia
Jika diri tak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil. Disibukkan dengan apa kita saat ini?
#PARAHSIS
Kata Siapa Tik Tok Gak Bermanfaat? — Social Experiment
Tik-tokan; kalau ada manfaatnya silahkan kerjakan, tapi jika tidak ada atau lebih banyak mudhorotnya maka tinggalkan
Begitulah tindakan seorang muslim seharusnya, tapi sekarang kita malah sebaliknya
Tapi apa kata mereka? Coba tonton sampai habis!
#PARAHSIS
Tik-tokan; kalau ada manfaatnya silahkan kerjakan, tapi jika tidak ada atau lebih banyak mudhorotnya maka tinggalkan
Begitulah tindakan seorang muslim seharusnya, tapi sekarang kita malah sebaliknya
Tapi apa kata mereka? Coba tonton sampai habis!
#PARAHSIS
Mustafa Kemal Attatürk, ia adalah anak keturunan Yahudi yang sejak dulu di didik secara serius sebagai seorang orientalis untuk menghancurkan Kekhilafahan Turki Ustmani. Ia diangap sebagai bapak pembaharu Turki modern tapi sebenarnya ia adalah 'musuh dalam selimut', mempelajari Islam bukan atas dasar keimanan tapi untuk menghancurkan Islam
Puncaknya pada 3 Maret 1924, Mustafa Kemal Attatürk dengan kekuasaannya membubarkan sistem kekhilafahan di Turki dan menyebarkan paham sekuler,
dan membuat masyarakat Turki meninggalkan syariat Islam
Masjid-masjid di tutup, jumlah masjid yang bisa digunakan dibatasi. Masjid yang menjadi simbol kebesaran kota Istanbul-pun ditutup, yaitu Aya Sofia yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum
Simbol-simbol keagamaan di luar rumah ibadah tak boleh ditampilkan
Huruf Arab yang sejak dulu digunakan diganti dengan huruf latin, melarang penggunaan huruf Arab dalam mencetak buku-buku, BAHKAN Adzan diganti dengan bahasa Turki
Siapakah sebenarnya Mustafa Kemal Attatürk? Pahlawan atau pengkhianat?
#OneUmmah #3Maret #MustafaKemalAttatürk
Puncaknya pada 3 Maret 1924, Mustafa Kemal Attatürk dengan kekuasaannya membubarkan sistem kekhilafahan di Turki dan menyebarkan paham sekuler,
dan membuat masyarakat Turki meninggalkan syariat Islam
Masjid-masjid di tutup, jumlah masjid yang bisa digunakan dibatasi. Masjid yang menjadi simbol kebesaran kota Istanbul-pun ditutup, yaitu Aya Sofia yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum
Simbol-simbol keagamaan di luar rumah ibadah tak boleh ditampilkan
Huruf Arab yang sejak dulu digunakan diganti dengan huruf latin, melarang penggunaan huruf Arab dalam mencetak buku-buku, BAHKAN Adzan diganti dengan bahasa Turki
Siapakah sebenarnya Mustafa Kemal Attatürk? Pahlawan atau pengkhianat?
#OneUmmah #3Maret #MustafaKemalAttatürk
Ahlan wa sahlan di Rumah Quran Alila!
-
Alhamdulillah, Hijab Alila masih Allah beri kesempatan untuk membersamai teman-teman untuk terus menyalurkan kebaikan
Kali ini, izinkan kami memperkenalkan Rumah Quran Alila. Rumah Quran tempat dimana anak pengungsi Ahlu Syam belajar Bahasa Arab, membaca dan menghafal Al-Quran
InsyaAllah, melalui Rumah Quran Alila kita bisa menyalurkan wakaf terbaik untuk Ahlu Syam yang berada di Istanbul, Turki. Yang mana saat ini menjadi negara terbanyak menampung pengungsi dari Bumi Syam, terutama Suriah
Nantikan info selanjutnya di @rumahquranalila
Barakallahu fiikum!
#RumahQuranAlila
-
Alhamdulillah, Hijab Alila masih Allah beri kesempatan untuk membersamai teman-teman untuk terus menyalurkan kebaikan
Kali ini, izinkan kami memperkenalkan Rumah Quran Alila. Rumah Quran tempat dimana anak pengungsi Ahlu Syam belajar Bahasa Arab, membaca dan menghafal Al-Quran
InsyaAllah, melalui Rumah Quran Alila kita bisa menyalurkan wakaf terbaik untuk Ahlu Syam yang berada di Istanbul, Turki. Yang mana saat ini menjadi negara terbanyak menampung pengungsi dari Bumi Syam, terutama Suriah
Nantikan info selanjutnya di @rumahquranalila
Barakallahu fiikum!
#RumahQuranAlila
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya, “Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn.” Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR. Abu Dawud no. 3745)
—
Selayaknya apa yang Rasulullah katakan, ya, begitulah posisi kita sekarang
Bagai hidangan diatas meja yang diperebutkan pemangsa
Bagai buih di laut, banyak tapi tak bisa berbuat apa-apa
Sebab apa? Sebab berlebihannya cinta kita pada dunia dan hilangnya Islam dari hati kita
Padahal kita ini adalah ummat yang besar, 3 benua di dunia dulu pernah kita kuasai
625 tahun dunia hidup dalam keadaan damai dengan banyaknya perbedaan, sebab apa? Sebab Islam menyatukan
Tapi hari ini? Lihatlah perpecahan yang ada, pertumpahan darah kaum muslimin seakan tak berharga, fanatisme kelompok yang melanda, dan penyakit-penyakit lain yang ada ditengah-tengah kita
Bagaimana nasib saudara-saudara kita yang tertindas di Palestina, Rohingya, Syria, dan baru kemarin di India, dan mungkin masih banyak lagi yang luput dari pandangan kita
Butuh berapa banyak perumpamaan lagi untuk menggambarkan keadaan kita saat ini?
Butuh berapa banyak kejadian lagi supaya kita sadar bahwa kita butuh bergerak berjamaah, bukan lagi sendiri-sendiri
Kita adalah ummat yang Allah muliakan dengan Islam, tapi mengapa hingga hari ini kita masih mencari kemuliaan selain daripada Islam?
Tapi, semua bukan hanya untuk disesali, bukan hanya untuk ditangisi. Justru jangan jadi manusia yang tak peduli dengan sejarah sendiri, sebab inilah awal untuk mencapai kejayaan kita nanti, LAGI!
“Tak akan bangkit ummat ini kecuali dengan perkara yang telah membangkitkan generasi sebelum mereka.” —Imam Malik
#OneUmmah #3Maret1924
—
Selayaknya apa yang Rasulullah katakan, ya, begitulah posisi kita sekarang
Bagai hidangan diatas meja yang diperebutkan pemangsa
Bagai buih di laut, banyak tapi tak bisa berbuat apa-apa
Sebab apa? Sebab berlebihannya cinta kita pada dunia dan hilangnya Islam dari hati kita
Padahal kita ini adalah ummat yang besar, 3 benua di dunia dulu pernah kita kuasai
625 tahun dunia hidup dalam keadaan damai dengan banyaknya perbedaan, sebab apa? Sebab Islam menyatukan
Tapi hari ini? Lihatlah perpecahan yang ada, pertumpahan darah kaum muslimin seakan tak berharga, fanatisme kelompok yang melanda, dan penyakit-penyakit lain yang ada ditengah-tengah kita
Bagaimana nasib saudara-saudara kita yang tertindas di Palestina, Rohingya, Syria, dan baru kemarin di India, dan mungkin masih banyak lagi yang luput dari pandangan kita
Butuh berapa banyak perumpamaan lagi untuk menggambarkan keadaan kita saat ini?
Butuh berapa banyak kejadian lagi supaya kita sadar bahwa kita butuh bergerak berjamaah, bukan lagi sendiri-sendiri
Kita adalah ummat yang Allah muliakan dengan Islam, tapi mengapa hingga hari ini kita masih mencari kemuliaan selain daripada Islam?
Tapi, semua bukan hanya untuk disesali, bukan hanya untuk ditangisi. Justru jangan jadi manusia yang tak peduli dengan sejarah sendiri, sebab inilah awal untuk mencapai kejayaan kita nanti, LAGI!
“Tak akan bangkit ummat ini kecuali dengan perkara yang telah membangkitkan generasi sebelum mereka.” —Imam Malik
#OneUmmah #3Maret1924
Iya, emang udah gak disibukkan hal-hal yang dulu lagi
Tapi urusan yang satu ini, kenapa seakan-akan gak ada ujungnya: tanpa henti! Iya, apalagi kalo bukan urusan hati?
Mengatasnamakan cinta dalam diam, niatnya menjaga kesucian tapi tanpa sadar malah menodai kemuliaan
Fokusmu hanya pada hal-hal semu!
Jutaan muslim berteriak ditanah mereka sendiri!
Dirampas haknya!
Tapi kau disini masih dan terus sibuk dengan perkara hati, egois sekali!
Pernah berandai andai mereka itu kamu?
Ada apa dengan dirimu wahai saudariku?
Kenapa hati tak tergerak jua ketika melihat kenyataan bahwasanya ummat sedang menangis pilu?
#OneUmmah #PARAHSIS
Tapi urusan yang satu ini, kenapa seakan-akan gak ada ujungnya: tanpa henti! Iya, apalagi kalo bukan urusan hati?
Mengatasnamakan cinta dalam diam, niatnya menjaga kesucian tapi tanpa sadar malah menodai kemuliaan
Fokusmu hanya pada hal-hal semu!
Jutaan muslim berteriak ditanah mereka sendiri!
Dirampas haknya!
Tapi kau disini masih dan terus sibuk dengan perkara hati, egois sekali!
Pernah berandai andai mereka itu kamu?
Ada apa dengan dirimu wahai saudariku?
Kenapa hati tak tergerak jua ketika melihat kenyataan bahwasanya ummat sedang menangis pilu?
#OneUmmah #PARAHSIS
Makin hari makin banyak aja video tiq-toq di explore instagram
Dari yang isinya joget-joget sampe yang ngebuntut dibelakang rame-rame. Jujur aja, sampe lagunya kebayang-bayang terus di kepala *pusiiiing
Ntah dimana letak manfaatnya, tapi gak tau si kalau ada orang yang memanfaatkan tiq-toq buat nyebarin pesan-pesan Islam (bolehlah tag orangnya, kalau ada...)
Kalau kata orang-orang waktu adalah uang, sekarang kita ubah deh ya: waktu adalah pahala. Iya, soalnya kita sebagai muslim harus menjadikan waktu kita berbuah pahala, cita-cita kita masih sama kan? Surga-Nya?:)
Emang si sekarang tiq-toqan bisa menghasilkan uang: viral > dapet endorse > banyak uang. Tapi, adakah letak berkah disana???
“Waktu yang dimiliki manusia itu adalah umurnya yang sebenarnya, dan dia adalah modal kehidupan yang paling berharga saat sehat dan muqim (aman). Juga modal manusia disaat yang sulit pada kesengsaraan dan kepedihan, dia bergerak sebagaimana gerakan awan, maka barang siapa yang waktunya untuk allah dan karena allah ta’ala maka itulah hidup dan umurnya yang sebenarnya, adapun selainnya maka itu tidak termasuk kehidupannya.” —Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah
Semoga Allah sibukkan kita dengan hal-hal yang bermanfaat ya dear, sampai kita lupa dan gak sempet buat ngelakuin hal-hal yang gak bermanfaat. Aamiin
#PARAHSIS
Dari yang isinya joget-joget sampe yang ngebuntut dibelakang rame-rame. Jujur aja, sampe lagunya kebayang-bayang terus di kepala *pusiiiing
Ntah dimana letak manfaatnya, tapi gak tau si kalau ada orang yang memanfaatkan tiq-toq buat nyebarin pesan-pesan Islam (bolehlah tag orangnya, kalau ada...)
Kalau kata orang-orang waktu adalah uang, sekarang kita ubah deh ya: waktu adalah pahala. Iya, soalnya kita sebagai muslim harus menjadikan waktu kita berbuah pahala, cita-cita kita masih sama kan? Surga-Nya?:)
Emang si sekarang tiq-toqan bisa menghasilkan uang: viral > dapet endorse > banyak uang. Tapi, adakah letak berkah disana???
“Waktu yang dimiliki manusia itu adalah umurnya yang sebenarnya, dan dia adalah modal kehidupan yang paling berharga saat sehat dan muqim (aman). Juga modal manusia disaat yang sulit pada kesengsaraan dan kepedihan, dia bergerak sebagaimana gerakan awan, maka barang siapa yang waktunya untuk allah dan karena allah ta’ala maka itulah hidup dan umurnya yang sebenarnya, adapun selainnya maka itu tidak termasuk kehidupannya.” —Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah
Semoga Allah sibukkan kita dengan hal-hal yang bermanfaat ya dear, sampai kita lupa dan gak sempet buat ngelakuin hal-hal yang gak bermanfaat. Aamiin
#PARAHSIS
“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari, Muslim)
Hadits diatas tentu bukan mengartikan bahwa berteman dengan tukang besi itu salah atau gak boleh, bukan. Tapi kita disuruh memilih teman supaya bisa mengajak kita pada kebenaran, pada kebaikan. Iya teman yang shalih/ah
Belum tentu tukang besi gak shalih, dan belum tentu juga tukang minyak wangi shalih. Hadits diatas hanyalah perumpamaan, tukang minyak wangi adalah teman yang shalih, tukang pandai besi adalah teman yang seringnya menjerumuskan
Ini juga sih yang jadi permasalahan anak young zaman now, gak pandai memilah-milih teman, asal “nyaman” yaudah deh temenan, padahal gak ada aspek keberuntungan (pahala) yang bisa didapatkan
Yaaa #PARAHSIS kalo udah tau “bocoran” tentang cara memilih teman kayak hadits diatas tapi masih salah juga milih teman:')
Kenapa sih sampai urusan berteman aja Islam mengaturnya? Eh jangan salah sis... teman ini bisa membawa kita ke surga atau sebaliknya, menjerumuskan kita ke neraka loh! Iya, kan seringnya kita ikut main apapun yang teman kita mainkan, yakan? Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” ( QS. Az-Zukhruf: 67)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Setiap pertemanan dan persahabatan yang bukan karena Allah Ta'ala, sesungguhnya pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan, kecuali persahabatan yang terjadi karena Allah Ta'ala, sesungguhnya persahabatan tersebut akan kekal selamanya.”
Mana yang lebih baik? Berteman dengan orang pandai besi yang gak shalih atau berteman dengan penjual minyak wangi yang shalih? Oya tentu berteman dengan orang pandai besi dan tukang minyak wangi yang shalih. Hehe.
Hadits diatas tentu bukan mengartikan bahwa berteman dengan tukang besi itu salah atau gak boleh, bukan. Tapi kita disuruh memilih teman supaya bisa mengajak kita pada kebenaran, pada kebaikan. Iya teman yang shalih/ah
Belum tentu tukang besi gak shalih, dan belum tentu juga tukang minyak wangi shalih. Hadits diatas hanyalah perumpamaan, tukang minyak wangi adalah teman yang shalih, tukang pandai besi adalah teman yang seringnya menjerumuskan
Ini juga sih yang jadi permasalahan anak young zaman now, gak pandai memilah-milih teman, asal “nyaman” yaudah deh temenan, padahal gak ada aspek keberuntungan (pahala) yang bisa didapatkan
Yaaa #PARAHSIS kalo udah tau “bocoran” tentang cara memilih teman kayak hadits diatas tapi masih salah juga milih teman:')
Kenapa sih sampai urusan berteman aja Islam mengaturnya? Eh jangan salah sis... teman ini bisa membawa kita ke surga atau sebaliknya, menjerumuskan kita ke neraka loh! Iya, kan seringnya kita ikut main apapun yang teman kita mainkan, yakan? Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” ( QS. Az-Zukhruf: 67)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Setiap pertemanan dan persahabatan yang bukan karena Allah Ta'ala, sesungguhnya pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan, kecuali persahabatan yang terjadi karena Allah Ta'ala, sesungguhnya persahabatan tersebut akan kekal selamanya.”
Mana yang lebih baik? Berteman dengan orang pandai besi yang gak shalih atau berteman dengan penjual minyak wangi yang shalih? Oya tentu berteman dengan orang pandai besi dan tukang minyak wangi yang shalih. Hehe.