Di satu saat ada orang yang sudah mengetahui wajibnya berhijab tapi disaat yang sama orang itu belum juga mau melaksanakannya
Ada kalanya yang ia cari adalah pembenaran bukan kebenaran, kalau demikian halnya maka diri akan semakin sulit menemukan yang benar
Allah berfirman, “Sungguh, demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara apa saja yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya.“ (QS. An-Nisa’: 65)
Dalam ayat tersebut Allah menegaskan bahwa seseorang belum dikatakan beriman sampai ia menjadikan Rasulullah sebagai hakim dalam perkara apa saja, tak terkecuali tuntunannya kepada kita untuk menutup aurat; berhijab syar'i
Mirisnya, kadang ada yang berpikir seolah-olah apa yang Rasulullah contohkan tak lagi relate di zaman sekarang
Point pentingnya adalah kita tak cukup sekedar bertahkim (menjadikannya sebagai hakim) kepada Rasulullah saja tapi hati juga harus ridho; puas atas keputusannya, tunduk serta patuh dan meng-implementasikannya dalam bentuk perbuatan. Yuk mantapkan hati untuk berhijab! Semoga yang sudah, Allah istiqomahkan🤍
#HijabmuKehormatanmu
Ada kalanya yang ia cari adalah pembenaran bukan kebenaran, kalau demikian halnya maka diri akan semakin sulit menemukan yang benar
Allah berfirman, “Sungguh, demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara apa saja yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya.“ (QS. An-Nisa’: 65)
Dalam ayat tersebut Allah menegaskan bahwa seseorang belum dikatakan beriman sampai ia menjadikan Rasulullah sebagai hakim dalam perkara apa saja, tak terkecuali tuntunannya kepada kita untuk menutup aurat; berhijab syar'i
Mirisnya, kadang ada yang berpikir seolah-olah apa yang Rasulullah contohkan tak lagi relate di zaman sekarang
Point pentingnya adalah kita tak cukup sekedar bertahkim (menjadikannya sebagai hakim) kepada Rasulullah saja tapi hati juga harus ridho; puas atas keputusannya, tunduk serta patuh dan meng-implementasikannya dalam bentuk perbuatan. Yuk mantapkan hati untuk berhijab! Semoga yang sudah, Allah istiqomahkan🤍
#HijabmuKehormatanmu
Social Experiment—Berhijab Wajib???
Apa kata orang-orang yang kita temuin tentang “wajibnya hijab”?
Ternyata! Alhamdulillaaaah banyak yang udah sadar tentang wajibnya berhijab, tapi e tapiiii akhir-akhir ini ada statement menggemparkan
Yaaa, iyasih... di dunia ini memang banyak persepsi bahkan terhadap syariat. Tapi kan kalo perkara syariat harus ada kepastian ya? (iya gak cuma kamu yang butuh kepastian)
Gak boleh lah abu-abu dalam beragama, “oiya ini hukumnya wajib, tapi kalo dia gamau ngelaksanainnya ya itu terserah dia” gitu. Gak boleh dong... malah seharusnya kita yang udah tau hukum suatu permasalahan mendakwahkannya, meluruskannya
Lalu gimana kita menyikapi statement-statement abu-abu yang bermunculan? Temukan jawabannya di podcast Hijab Alila!
#HijabmuKehormatanmu
Apa kata orang-orang yang kita temuin tentang “wajibnya hijab”?
Ternyata! Alhamdulillaaaah banyak yang udah sadar tentang wajibnya berhijab, tapi e tapiiii akhir-akhir ini ada statement menggemparkan
Yaaa, iyasih... di dunia ini memang banyak persepsi bahkan terhadap syariat. Tapi kan kalo perkara syariat harus ada kepastian ya? (iya gak cuma kamu yang butuh kepastian)
Gak boleh lah abu-abu dalam beragama, “oiya ini hukumnya wajib, tapi kalo dia gamau ngelaksanainnya ya itu terserah dia” gitu. Gak boleh dong... malah seharusnya kita yang udah tau hukum suatu permasalahan mendakwahkannya, meluruskannya
Lalu gimana kita menyikapi statement-statement abu-abu yang bermunculan? Temukan jawabannya di podcast Hijab Alila!
#HijabmuKehormatanmu
Berpakaian, pasti kita selalu punya alasan tertentu ketika kita memilih pakaian seperti apa yang akan kita kenakan. Ragam alasan: supaya kelihatan cantik? Rapi? Atau supaya kelihatan modis? Boleh kok boleh...
Tapi andai waktu memilih pakaian yang akan kita gunakan niatnya adalah sebagai bentuk ketaatan, karna rasanya rugi kalau kita memilih pakaian hanya untuk "dipandang"
Bukankah kita semua tau bahwa kita hidup di dunia tak lain hanya untuk beribadah kepada-Nya? Kenapa tak kita niatkan saja hal simple ini untuk menjalankan satu-satunya tugas kita di dunia? Mengumpulkan pahala dan ridho dari-Nya
Coba bayangkan, sepanjang hari kita berpakaian, jika sejak awal kita memilih dan mengenakannya karena Allah dalam rangka mematuhi perintah-Nya, maka insyaAllah selama kita mengenakan pakaian tersebut, selama itu pula dinilai sebagai pahala di sisi Allah
Islam itu selalu memuliakan
Islam ingin menjaga kita dengan sebaik-baiknya penjagaan
Maka, pakailah pakaian yang Allah perintahkan, telah jelas perintah-Nya adalah jilbab dan khimar yang seharusnya kita gunakan. Gunakanlah sebagai bentuk ketaatan kita pada-Nya
Dengan demikian kita akan melihat, menyadari, merasakan bagaimana Islam memuliakan kita, wanita✨
#HijabmuKehormatanmu
Tapi andai waktu memilih pakaian yang akan kita gunakan niatnya adalah sebagai bentuk ketaatan, karna rasanya rugi kalau kita memilih pakaian hanya untuk "dipandang"
Bukankah kita semua tau bahwa kita hidup di dunia tak lain hanya untuk beribadah kepada-Nya? Kenapa tak kita niatkan saja hal simple ini untuk menjalankan satu-satunya tugas kita di dunia? Mengumpulkan pahala dan ridho dari-Nya
Coba bayangkan, sepanjang hari kita berpakaian, jika sejak awal kita memilih dan mengenakannya karena Allah dalam rangka mematuhi perintah-Nya, maka insyaAllah selama kita mengenakan pakaian tersebut, selama itu pula dinilai sebagai pahala di sisi Allah
Islam itu selalu memuliakan
Islam ingin menjaga kita dengan sebaik-baiknya penjagaan
Maka, pakailah pakaian yang Allah perintahkan, telah jelas perintah-Nya adalah jilbab dan khimar yang seharusnya kita gunakan. Gunakanlah sebagai bentuk ketaatan kita pada-Nya
Dengan demikian kita akan melihat, menyadari, merasakan bagaimana Islam memuliakan kita, wanita✨
#HijabmuKehormatanmu
Dear shalihat, seorang wanita itu begitu besar fitnahnya. Karena Allah menganugerahkan begitu banyak keindahan yang melekat pada diri kita
Oleh karena itu, syaitan akan terus memerhatikan kita ketika keluar dari rumah. Berbagai macam cara syaitan keluarkan agar banyaknya godaan tertuju pada kita. Khususnya godaan yang berasal dari kaum lelaki. Karena sudah menjadi fitrahnya lelaki pula, ingin menikmati keindahan wanita
Oleh karena itu, Islam datang dengan solusi mutakhirnya. Yaitu, mewajibkan muslimah untuk mengenakan pakaian syar'inya dan tidak berdandan berlebihan yang akan mengundang perhatian
Lalu, masihkah kita membiarkan diri ini secara mudah dinikmati oleh orang diluar sana? Masih relakah setiap perjalanan hidup kita digiring oleh petunjuk syaitan?
Yuk hijrahkan diri, dengan mulai berhijab syar'i
#HijabmuKehormatanmu
Oleh karena itu, syaitan akan terus memerhatikan kita ketika keluar dari rumah. Berbagai macam cara syaitan keluarkan agar banyaknya godaan tertuju pada kita. Khususnya godaan yang berasal dari kaum lelaki. Karena sudah menjadi fitrahnya lelaki pula, ingin menikmati keindahan wanita
Oleh karena itu, Islam datang dengan solusi mutakhirnya. Yaitu, mewajibkan muslimah untuk mengenakan pakaian syar'inya dan tidak berdandan berlebihan yang akan mengundang perhatian
Lalu, masihkah kita membiarkan diri ini secara mudah dinikmati oleh orang diluar sana? Masih relakah setiap perjalanan hidup kita digiring oleh petunjuk syaitan?
Yuk hijrahkan diri, dengan mulai berhijab syar'i
#HijabmuKehormatanmu
Udah simak tema kali ini?
Kalau belum yuk coba scroll-scroll timeline Hijab Alila dulu~
Sekarang waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis pertanyaan kamu di kolom komentar bawah yaaa👇🏻
#HijabmuKehormatanmu
Kalau belum yuk coba scroll-scroll timeline Hijab Alila dulu~
Sekarang waktunya sesi QnA! Kalau kamu punya pertanyaan seputar tema kali ini, silahkan langsung tulis pertanyaan kamu di kolom komentar bawah yaaa👇🏻
#HijabmuKehormatanmu
Dimana aja sih wanita harus berhijab syar'i?
Islam adalah agama yang sangat menjaga dan memuliakan wanita. Karenanya, dalam islam kehidupan wanita terbagi dua menurut tempatnya, yaitu: kehidupan umum (hayatul 'am) dan kehidupan khusus (hayatul khas)
Yang pertama, kehidupan khusus (hayatul khas) adalah tempat wanita beraktivitas yang biasanya bersama para mahramnya, atau bersama-sama wanita muslimah lainnya, seperti rumah dan kost
Ketika wanita melakukan aktivitas yang biasa dilakukan di dalam rumah, tentu wanita muslimah tidak perlu menutup aurat dengan pakaian lengkapnya sebagaimana keluar rumah. Karena Allah membolehkan mahram wanita itu untuk melihat bagian tubuh wanita sampai batas perhiasan atau bagian tubuh yang merupakan anggota wudhu
Yang kedua, kehidupan umum (hayatul 'am). Selain beraktivitas di kehidupan khusus, tentu wanita juga tidak bisa menghindarkan dirinya untuk beraktivitas di kehidupan umum atau di tempat-tempat umum yang mengharuskan kita bertemu dan berinteraksi dengan lelaki asing non mahram. Nah, pada kehidupan ini wanita di perintahkan untuk mengenakan jilbab secara lengkap
Dear semoga apa yang Alila sampaikan menjadi pengingat untuk kita para muslimah agar tetap istiqomah dalam berhijab syari. Mengenal tempat dimana saja dan di depan siapa saja kita harus berhijab syar'i. Karena dengan berhijab syar'i adalah bukti ketaatan kita kepada Allah, dan bukti Allah memuliakan kita melalui syariat-Nya☺️
#HijabmuKehormatanmu
Islam adalah agama yang sangat menjaga dan memuliakan wanita. Karenanya, dalam islam kehidupan wanita terbagi dua menurut tempatnya, yaitu: kehidupan umum (hayatul 'am) dan kehidupan khusus (hayatul khas)
Yang pertama, kehidupan khusus (hayatul khas) adalah tempat wanita beraktivitas yang biasanya bersama para mahramnya, atau bersama-sama wanita muslimah lainnya, seperti rumah dan kost
Ketika wanita melakukan aktivitas yang biasa dilakukan di dalam rumah, tentu wanita muslimah tidak perlu menutup aurat dengan pakaian lengkapnya sebagaimana keluar rumah. Karena Allah membolehkan mahram wanita itu untuk melihat bagian tubuh wanita sampai batas perhiasan atau bagian tubuh yang merupakan anggota wudhu
Yang kedua, kehidupan umum (hayatul 'am). Selain beraktivitas di kehidupan khusus, tentu wanita juga tidak bisa menghindarkan dirinya untuk beraktivitas di kehidupan umum atau di tempat-tempat umum yang mengharuskan kita bertemu dan berinteraksi dengan lelaki asing non mahram. Nah, pada kehidupan ini wanita di perintahkan untuk mengenakan jilbab secara lengkap
Dear semoga apa yang Alila sampaikan menjadi pengingat untuk kita para muslimah agar tetap istiqomah dalam berhijab syari. Mengenal tempat dimana saja dan di depan siapa saja kita harus berhijab syar'i. Karena dengan berhijab syar'i adalah bukti ketaatan kita kepada Allah, dan bukti Allah memuliakan kita melalui syariat-Nya☺️
#HijabmuKehormatanmu
👍1
Dimana-mana yang namanya “hijrah” itu identik dengan berpindah dari yang buruk ke yang baik, atau berpindah dari yang belum baik ke yang lebih baik
Herannya, disaat orang-orang berbondong-bondong berhijrah, ada yang malah mau beralik arah. Berbalik arahnya meng-atas-namakan ”hijrah” pula!
Memang, jika diri tak tau standar baik-buruk yang benar maka kesesatanlah yang menjadi teman
Jikalau orang tua mendidik anaknya, pun seluruh elemen masyarakat, lingkungan sekitarnya termasuk pemerintah di negeri yang warganya meyakini Islam sebagai agamanya mulai dari pengenalan aqidah, mulai dari pengenalan terhadap Tuhan seluruh alam semesta, Allah azza wa jalla... pasti tak kan ada muslimah yang keberatan melakukan syariat menutup aurat
Hingga yang terjadi hari ini, para muslimah memberontak. Melepas kerudungnya seakan sehelai kain berharga itu mengungkungnya. Seakan mereka dikekang atas apa yang mereka kenakan
Andai pengenalan terhadap Rabb-nya jauh lebih awal, pasti mereka tak lagi ragu ataupun merasa dipaksa sebab mereka mengenal Rabb-nya
Ya, mereka (atau mungkin kita?) hanya belum mengenal Rabb kita, yang sejatinya selalu ingin memuliakan semua hamba-Nya. Lagi-lagi ini adalah tugas kita semua, mengenalkan lebih jauh kepada mereka bahwa syariat menutup aurat bukanlah paksaan dari manusia melainkan DIA. Kenalkanlah dengan cinta
#HijabmuKehormatanmu
say no to #NoHijabDay
#MyHijabMyRight
#MyHijabMyIdentity
#MyHijabMyPride
Herannya, disaat orang-orang berbondong-bondong berhijrah, ada yang malah mau beralik arah. Berbalik arahnya meng-atas-namakan ”hijrah” pula!
Memang, jika diri tak tau standar baik-buruk yang benar maka kesesatanlah yang menjadi teman
Jikalau orang tua mendidik anaknya, pun seluruh elemen masyarakat, lingkungan sekitarnya termasuk pemerintah di negeri yang warganya meyakini Islam sebagai agamanya mulai dari pengenalan aqidah, mulai dari pengenalan terhadap Tuhan seluruh alam semesta, Allah azza wa jalla... pasti tak kan ada muslimah yang keberatan melakukan syariat menutup aurat
Hingga yang terjadi hari ini, para muslimah memberontak. Melepas kerudungnya seakan sehelai kain berharga itu mengungkungnya. Seakan mereka dikekang atas apa yang mereka kenakan
Andai pengenalan terhadap Rabb-nya jauh lebih awal, pasti mereka tak lagi ragu ataupun merasa dipaksa sebab mereka mengenal Rabb-nya
Ya, mereka (atau mungkin kita?) hanya belum mengenal Rabb kita, yang sejatinya selalu ingin memuliakan semua hamba-Nya. Lagi-lagi ini adalah tugas kita semua, mengenalkan lebih jauh kepada mereka bahwa syariat menutup aurat bukanlah paksaan dari manusia melainkan DIA. Kenalkanlah dengan cinta
#HijabmuKehormatanmu
say no to #NoHijabDay
#MyHijabMyRight
#MyHijabMyIdentity
#MyHijabMyPride
Islam adalah tata cara hidup yang Allah turunkan kepada Rasulullah, yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan dirinya sendiri juga manusia dengan sesamanya. Islam mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri buktinya adalah Islam menjaga kehormatan pria maupun wanita dalam kehidupan publik (hayatul 'am) dengan adanya syariat untuk menutup aurat bagi mereka. Tapi sudahkah kita tau batas-batas dan ketentuannya?
1. Khimar
Khimar atau biasa kita menyebutnya kerudung, ia harus menutupi dada, tidak tipis dan tidak menerawang, ”...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya...” (QS. An-Nuur 24 : 31)
2. Jilbab
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)
Banyak diantara kita yang mengartikan “jilbab“ sebagai kerudung, tapi ternyata pada ayat diatas Allah memerintahkan setiap wanita menutupkan/mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh. Di dalam kamus Lisanul ‘Arob, Ibnu Mandzur mengatakan, “Dan al-jilbab = al-qomish (baju panjang). Dan al jilbab = pakaian luas, lebih luas dari khimar (penutup kepala), selain ar ridaa (mantel), yang digunakan oleh wanita untuk menutupi kepala dan dadanya.“
Mudahnya, jilbab adalah kain/baju panjang yang menutupi seluruh tubuhnya. Kalau hari ini yang sering kita temui adalah gamis. Maka jilbab itu adalah gamis
3. Mihnah
Nah yang ke 3 ini nih, mungkin masih terlewat dari perhatian kita, udah pakai khimar menutupi dada+gamis tapi mihnahnya?
Memang tidak ada dalil yang secara gamblang mengatakan “mihnah“ tapi dari dalil berikut Allah menyebutkan, “Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah lagi, maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui” (QS. An-Nur: 60)
(lanjut di komentar)
#HijabmuKehormatanmu
1. Khimar
Khimar atau biasa kita menyebutnya kerudung, ia harus menutupi dada, tidak tipis dan tidak menerawang, ”...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya...” (QS. An-Nuur 24 : 31)
2. Jilbab
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)
Banyak diantara kita yang mengartikan “jilbab“ sebagai kerudung, tapi ternyata pada ayat diatas Allah memerintahkan setiap wanita menutupkan/mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh. Di dalam kamus Lisanul ‘Arob, Ibnu Mandzur mengatakan, “Dan al-jilbab = al-qomish (baju panjang). Dan al jilbab = pakaian luas, lebih luas dari khimar (penutup kepala), selain ar ridaa (mantel), yang digunakan oleh wanita untuk menutupi kepala dan dadanya.“
Mudahnya, jilbab adalah kain/baju panjang yang menutupi seluruh tubuhnya. Kalau hari ini yang sering kita temui adalah gamis. Maka jilbab itu adalah gamis
3. Mihnah
Nah yang ke 3 ini nih, mungkin masih terlewat dari perhatian kita, udah pakai khimar menutupi dada+gamis tapi mihnahnya?
Memang tidak ada dalil yang secara gamblang mengatakan “mihnah“ tapi dari dalil berikut Allah menyebutkan, “Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah lagi, maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui” (QS. An-Nur: 60)
(lanjut di komentar)
#HijabmuKehormatanmu
(lanjutan)
Allah menyebutkan “pakaian luar“, itu artinya ada pakaian dalam kan ya? Nah itulah mihnah, eits tapi mihnah ini bukan underwear ya dear... Mihnah biasanya berupa daster atau celana panjang+kaos yang tidak ketat
JANGAN LUPA!
- batas aurat wanita, Rasulullahﷺ bersabda, “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya).” (HR. Abu Dawud) dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah mengenggam tangannya dan membiarkan jari-jemarinya saling menggenggam satu sama lain, itu artinya batas aurat pada tangan wanita adalah segenggam dari pergelangan tangan
- khimar menutupi dada, jelas: tidak menerawang dan tidak ada punuk unta
- jilbab/gamis longgar dan tidak transparan, jangan lupa! Ia harus irkha’ (terulurnya baju sampai ke bawah, minimal semata kaki)
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar, beliau berkata: Rasulullahﷺ bersabda, “Barangsiapa yang menyeret pakaiannya dengan sombong maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” Ummu Salamah bertanya: “Bagaimana yang harus diperbuat para wanita terhadap ujung baju (jilbab) mereka?” Rasulullah menjawab: “Hendaklah mereka mengulurkan sejengkal.” Ummu Salamah bertanya lagi: “Kalau demikian terlihat kaki mereka.” Rasulullah menjawab: “Hendaklah mengulurkan bajunya sehasta dan jangan lebih dari itu.”
Pasti ada yang mikir, ”nanti gimana kalau gamisnya kotor?” Jangan khawatir! Ummu Salamah juga berkata: Rasulullahﷺ bersabda, ”tanah selanjutnya menjadi pembersihnya.” kalau gamis sudah irkha’ tapi takut masih kelihatan kaki (karna kaki juga termasuk aurat ya dear...) pakailah kaos kaki atau sepatu yang tertutup tapi keberadaan keduanya tidak menggugurkan kewajiban irkha’-nya gamis ya. Jadi tetep, gak boleh ngatung!
So, sudah semakin mantap untuk berhijab syar'i?😉 semoga Allah beri keteguhan hati yaaaa!
#HIjabmuKehormatanmu
Allah menyebutkan “pakaian luar“, itu artinya ada pakaian dalam kan ya? Nah itulah mihnah, eits tapi mihnah ini bukan underwear ya dear... Mihnah biasanya berupa daster atau celana panjang+kaos yang tidak ketat
JANGAN LUPA!
- batas aurat wanita, Rasulullahﷺ bersabda, “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya).” (HR. Abu Dawud) dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah mengenggam tangannya dan membiarkan jari-jemarinya saling menggenggam satu sama lain, itu artinya batas aurat pada tangan wanita adalah segenggam dari pergelangan tangan
- khimar menutupi dada, jelas: tidak menerawang dan tidak ada punuk unta
- jilbab/gamis longgar dan tidak transparan, jangan lupa! Ia harus irkha’ (terulurnya baju sampai ke bawah, minimal semata kaki)
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar, beliau berkata: Rasulullahﷺ bersabda, “Barangsiapa yang menyeret pakaiannya dengan sombong maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” Ummu Salamah bertanya: “Bagaimana yang harus diperbuat para wanita terhadap ujung baju (jilbab) mereka?” Rasulullah menjawab: “Hendaklah mereka mengulurkan sejengkal.” Ummu Salamah bertanya lagi: “Kalau demikian terlihat kaki mereka.” Rasulullah menjawab: “Hendaklah mengulurkan bajunya sehasta dan jangan lebih dari itu.”
Pasti ada yang mikir, ”nanti gimana kalau gamisnya kotor?” Jangan khawatir! Ummu Salamah juga berkata: Rasulullahﷺ bersabda, ”tanah selanjutnya menjadi pembersihnya.” kalau gamis sudah irkha’ tapi takut masih kelihatan kaki (karna kaki juga termasuk aurat ya dear...) pakailah kaos kaki atau sepatu yang tertutup tapi keberadaan keduanya tidak menggugurkan kewajiban irkha’-nya gamis ya. Jadi tetep, gak boleh ngatung!
So, sudah semakin mantap untuk berhijab syar'i?😉 semoga Allah beri keteguhan hati yaaaa!
#HIjabmuKehormatanmu
❤1
Gak akan ada yang mau lah ya ngorbanin hijabnya untuk sesuatu yang hina: dunia. Yakan?
Yah kalaupun ada, setelahnya janganlah jadi marketing syaitan. Marketing kemaksiatan, udahlah lepas keberpihakan dari Islam, ngajak-ngajak orang pula
Kalau ngajaknya ke jalan kebaikan udah pasti amal jariah yang didapat, lah kalau kasusnya kayak si Lala gini? Boro-boro sedikit amal tang ada dosanya ngalir terus!:(
#HijabmuKehormatanmu
Yah kalaupun ada, setelahnya janganlah jadi marketing syaitan. Marketing kemaksiatan, udahlah lepas keberpihakan dari Islam, ngajak-ngajak orang pula
Kalau ngajaknya ke jalan kebaikan udah pasti amal jariah yang didapat, lah kalau kasusnya kayak si Lala gini? Boro-boro sedikit amal tang ada dosanya ngalir terus!:(
#HijabmuKehormatanmu
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear...
Pertama, kita luruskan niat dulu ya.. cara berpakaian kita itu untuk taat kepada Allah ta'ala. dimanapun dan kapanpun seperti dlm QS. AL-Ahzab:59 (jilbab) + AN-Nuur:31 (khimar).
Jadi meski di sekolah, pakaian kita pun tetap harus sesuai dengan hukum Allah.
Setiap instansi itu pasti punya peraturan, begitu juga sekolah kita. Maka saran Alila, kalau memang ada ketentuan seragam olahraga tersendiri dari sekolah, coba negosiasi/izin dulu dengan pihak sekolah kalau kamu mau pakai rok atau baju olahragamu mau dimodifikasi jadi gamis.
Izin juga sama guru olahraganya ya.. karena bisa jadi komite tidak mengizinkan, tapi sebenernya guru olah raganya fine fine aja karena sama sekali tidak mengganggu kegiatan olahraga :D
Kalau memang tidak boleh, minta bantuan orang tua untuk izin ke komite sekolah. kalau masih ngga boleh juga, atau justru orangtua kita ngga setuju kita berhijab syar'i, yasudah maka jalankan peraturan yang berlaku, meski dengan terpaksa. Allah pasti menilai usaha kita. tapi tetep dicoba dulu ya dear dari step pertama.
Jangan pernah takut mencoba, karena bisa jadi sekolah mengizinkan dengan mudahnya. Atau kalau pun gak berhasil, itu jadi bagian syiar kita kepada guru-guru kita. selamat mengejar pahala..
Semoga Allah memudahkan :)
#HijabmuKehormatanmu
Pertama, kita luruskan niat dulu ya.. cara berpakaian kita itu untuk taat kepada Allah ta'ala. dimanapun dan kapanpun seperti dlm QS. AL-Ahzab:59 (jilbab) + AN-Nuur:31 (khimar).
Jadi meski di sekolah, pakaian kita pun tetap harus sesuai dengan hukum Allah.
Setiap instansi itu pasti punya peraturan, begitu juga sekolah kita. Maka saran Alila, kalau memang ada ketentuan seragam olahraga tersendiri dari sekolah, coba negosiasi/izin dulu dengan pihak sekolah kalau kamu mau pakai rok atau baju olahragamu mau dimodifikasi jadi gamis.
Izin juga sama guru olahraganya ya.. karena bisa jadi komite tidak mengizinkan, tapi sebenernya guru olah raganya fine fine aja karena sama sekali tidak mengganggu kegiatan olahraga :D
Kalau memang tidak boleh, minta bantuan orang tua untuk izin ke komite sekolah. kalau masih ngga boleh juga, atau justru orangtua kita ngga setuju kita berhijab syar'i, yasudah maka jalankan peraturan yang berlaku, meski dengan terpaksa. Allah pasti menilai usaha kita. tapi tetep dicoba dulu ya dear dari step pertama.
Jangan pernah takut mencoba, karena bisa jadi sekolah mengizinkan dengan mudahnya. Atau kalau pun gak berhasil, itu jadi bagian syiar kita kepada guru-guru kita. selamat mengejar pahala..
Semoga Allah memudahkan :)
#HijabmuKehormatanmu