di bawah tanah distopia.
2 subscribers
459 photos
84 videos
37 files
272 links
ㅤ

Sadrah yang merona keruh,
@aqkad / @maangu

Manakala cahaya pergi dan tak ada seorang pun yang selamat, lantas matilah kamu oleh jutaan derai kemurkaan yang kian mengabu; terlempar seiring racau melampau kisruh. ✶

ㅤㅤ @DLISTOPIABOT (&.) @DLISTOPIA

ㅤ
Download Telegram
Forwarded from Katon Juniarso
ASAL, LAGI, JANGAN BAPERIN ANAK ORANG DAN GHOSTING, JEEEKK. Semua kembali lagi ke segala kelakuan kita!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Ketika D dalam Distopia berdiri untuk deep talk
Forwarded from THADDEUS.
Mantap! Lanjutkan, Katon. Asik baca-baca sesi ngobrolnya ini.
Eh, btw, INI BERLAKU BANGET. Andaikata kalian punya opini pun lemparin aja. Malahan kita diskusi bareng-bareng
Jadi host Kick Andy aja, enggak, sih, aku?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤ
🦇:
https://t.me/dlistopia/9509 Cara kamu mengobrol dengan kita, penempatan tanda baca dan lain sebagainya seperti emoji, estetika kamu, mirip talent, Kat (in a good way). Unik dan punya ciri khasnya tersendiri. Mungkin karena itu, aku sering menunggu kamu interaksi di kanal kamu.
ㅤ
Forwarded from Katon Juniarso
Wow, aku agak terkesima, sih, dengan ini
Forwarded from Katon Juniarso
Di sisi lain, ternyata stereotip beneran bertumbuh cepat pun lebat. Aku izin ambil bagian unik dan punya ciri khasnya tersendiri, yaa, Anon. It is such a compliment, beneran. At the end of the day, keautentikan seseorang adalah apa yang bakal orang lain ingat. Hope human beings can maintain it, and find it for those who haven't (dalam tanda kutip)!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤ
🦇: Hi, Katon! Karena board cuma max 120 cc, aku ninggalin jejak di sini aja yaaa.
#TMI aku habis lirik dlistopia dari salah satu tetangga kamuuu. Lihat kamu respon "Dijamin ampuh," atas kalimat: "Punya ADHD," #Caught_my_attention! Terus kamu bilang lagi, "Asal gak kedistraksi."

Nah, aku gak tahu-menahu persisnya soal hubungan ADHD dengan segudang ide, yaa. Tapi kalau Katon punya waktu, mungkin boleh tolong sedikit kasih aku pencerahan?

Lompat dari konteks ADHD. Kebetulan aku nih punya banyak banget ide dan KEBANYAKAAN. Sampe bingung mau eksekusi yang mana dulu. Berakhir scrolling pinterest lagi dan lagi, kalau kata gen z. Gimana cara keluar dari lingkaran ini, ya, Katon? (Aku tanya begini... Mungkin... ada hubungannya sama kata "Gak Kedistraksi," yang kamu bilang tadi. Semoga aku gak salah memaknai sih...) Makasih Katon!
ㅤ
Forwarded from Katon Juniarso
AH, DARI TETANGGAKU DI KOMPLEKS SEBELAH ITU TERNYATA. Sebelumnya, aku izin meluruskan pernyataanku dulu, yaa, Anon. Tetanggaku itu betul berujar, "Punya ADHD," buat menanggapi pertanyaan, "Gimana caranya biar bisa dapet banyak ide?". Di sana, aku menanggapi, "Risky statement, tapi beneran ampuh. Makin banyak terdistraksi, makin banyak terinspirasi (karena kita makin banyak melihat dan mulai sedikit mencerna sesuatu kemudian menyimpannya). Asal jangan kabur dari ide-idenya alias beneran diolah." Begitu, yaa, Anon. Jadi ... ya, terdistraksi karena kita sedang tidak bisa fokus ke satu hal doang alias being #LockedIn. So, fokusku adalah menerangkan, "Asal jangan kabur dari ide-idenya," dan menjawab alinea ketigamu, yaaa
Forwarded from Katon Juniarso
Sayangnya, menurutku, aku pribadi enggak punya solusi yang begitu membantu, Anon. Aku masih pakai cara-cara klasik. To-do list yang menjelma jadi tracker, maksa diri buat lock in di satu rencana dulu, dan ... mungkin yang paling menarik adalah, kadang aku malah manut (nurut, dalam tanda kutip) sama distraksi aku. Misal, saat ini, aku punya dua task. Satu moodboard, satu surat cinta. Aku coba paksa diriku buat lock in di surat cinta. Pas aku merasa capek, aku bakal istirahat dulu tentunya. Tetiba terlintas di pikiranku sebuah visual moodboard, terus coba buka Pinterest dan tenryata didukung juga. Maka aku bikinlah moodboard dulu. Dengan begitu, ide moodboard yang tadi hinggap dan "mengganggu" di kepalaku, kan, udah copot. Akunya udah enggak keganggu lagi. Bisa lanjut ngegas surat cinta dengan lebih lega, lebih lancar (dan alhamdulillah, kenyataannya juga begitu :D)
Forwarded from Katon Juniarso
Saking enggak membantunya, aku sampai enggak bisa membuat konklusi untuk ini. HWHWHW. Aku minta maaf, yaa, Anon. Kedistraksi, tuh, kadang enggak selalu negatif ... dia itu sumber inspirasi. Asalkan, ya, itu. Jangan kabur. Jangan anggurin inspirasinya. Turutin aja apa yang pikiranmu pengen gerak, hatimu pengen rasain, lakuin dan ciptain semuanya dengan gimana aja caranya, dan itu enggak harus urut
Forwarded from Katon Juniarso
Mungkin gitu ...? BINGUNG
Forwarded from THADDEUS.
Katon Juniarso
Mungkin gitu ...? BINGUNG
Hi, izin nimbrung ya, Katon. Bukan Sender-nya sebenarnya sih, maaf jadi kayak memotong. Karena gak bisa like dan react komentar dan jawabannya, lalu ini pertanyaan menarik banget—cuman mau nambahin sahutan, “setuju!” dan sekalian manggut-manggut. Mungkin di luar dari konteks soal ADHD juga karena ya gak begitu tau detail-nya malah takutnya salah kata karena gak mau sok tau. Cuman, kalau balik konteks ke soal ‘kedistraksi’. I honestly find it really interesting to see your perspective on what being “distracted” looks like for you—how it happens, and what you do when you find yourself in that situation, it shows that you’ve already found your own way of navigating through those moments alias mantap banget. Karena siapa ya yang terkadang suka mau fokus sesuatu malah terdistraksi.
Forwarded from THADDEUS.
I genuinely agree with this, which is why I felt like reposting it—iya, minimal tambahin fitur biar kayak platform sebelah via retweet aja kali. Imo, most problems usually have a solution somewhere, pastinya. I think as long as we can find a balance that works for ourselves, we should stick with what feels right and helps us move forward. Jadi, harapannya Sender-nya juga kalau kewalahan banyak ide dan suka kedistraksi bisa coba cara Katon tuh, yang udah dijelasin bikin manggut-manggut. #Hanya_tambahan, sudah di-mention dengan basa-basi soal ‘setiap satu masalah tuh pasti ada solusinya’. Coba balik ke diri sendiri lagi gitu. Intinya, gimana cara kita mengontrol dan ngasih batasan. Kalau dipecah lagi satu-satu dari yang Katon bilang sebelumnya, solusinya bukan memaksa diri untuk berhenti punya ide, tapi lebih ke membuat sistem untuk mengaturnya. Semua ide bisa dicatat terlebih dahulu biar gak hilang, tapi gak semuanya harus langsung dikerjakan sekaligus begitu. Mengontrol diri sendiri dan ngasih batasan itu bukan berarti harus membatasi semua ide yang masuk, lebih ke coba lebih disiplin lagi dengan belajar menentukan prioritas juga. Tapi, gimana kalau semisal udah disiplin tapi masih tetap kewalahan? Balik kembali, coba sambil divalidasi perasaannya itu. Karena kadang ada orang yang pikirannya memang berjalan super cepat, banyak melihat kemungkinan, banyak menemukan ide.