di bawah tanah distopia.
2 subscribers
459 photos
84 videos
37 files
272 links
ㅤ

Sadrah yang merona keruh,
@aqkad / @maangu

Manakala cahaya pergi dan tak ada seorang pun yang selamat, lantas matilah kamu oleh jutaan derai kemurkaan yang kian mengabu; terlempar seiring racau melampau kisruh. ✶

ㅤㅤ @DLISTOPIABOT (&.) @DLISTOPIA

ㅤ
Download Telegram
Forwarded from Katon Juniarso
Menurutku, seorang manusia bisa naksir sama lebih dari satu orang itu enggak selalu karena yang pertama enggak cukup (ya Allah, bahasanya kasar banget, maaf, aku belum nemu istilah yang lebih lunak). Mereka naksir karena, ya ... memang tertarik. NGL aku juga bakal agak nge-judge temenku kalau bisa naksir lebih dari dua orang gini. However, pilihan adalah pilihan, alias jangan sampai pacaran bertiga, selingkuh, ghosting, dan sebagainya
Forwarded from Katon Juniarso
Jangan ngerugiin orang lain, sih, kata aku. Tetep bertanggung jawab sama perasaan diri sendiri, jaga pikiran agar tetap lurus pun jernih, biar nanti enggak salah pilih
Forwarded from Katon Juniarso
Katon Juniarso
To be honest, aku enggak pernah (and, perhaps, enggak akan pernah) terlalu percaya sama mitos, termasuk dalam percintaan kayak gini. Berada dalam fase naksir seseorang, berarti kita sedang mencari tahu perihal seseorang. Kita belajar apa-apa hal dari orang…
Btw, ini juga vice versa. Kalau yang pertama ternyata enggak selaras sama kamu, enggak ada salahnya buat pilih orang yang kedua. Mungkin ini terkesan jahat, tapi ... beneran. Semua dalam hidup ini adalah opsi, and finding what's best for both sides, enggak ada yang lebih bisa disyukuri dari itu
Forwarded from Katon Juniarso
ASAL, LAGI, JANGAN BAPERIN ANAK ORANG DAN GHOSTING, JEEEKK. Semua kembali lagi ke segala kelakuan kita!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Ketika D dalam Distopia berdiri untuk deep talk
Forwarded from THADDEUS.
Mantap! Lanjutkan, Katon. Asik baca-baca sesi ngobrolnya ini.
Eh, btw, INI BERLAKU BANGET. Andaikata kalian punya opini pun lemparin aja. Malahan kita diskusi bareng-bareng
Jadi host Kick Andy aja, enggak, sih, aku?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤ
🦇:
https://t.me/dlistopia/9509 Cara kamu mengobrol dengan kita, penempatan tanda baca dan lain sebagainya seperti emoji, estetika kamu, mirip talent, Kat (in a good way). Unik dan punya ciri khasnya tersendiri. Mungkin karena itu, aku sering menunggu kamu interaksi di kanal kamu.
ㅤ
Forwarded from Katon Juniarso
Wow, aku agak terkesima, sih, dengan ini
Forwarded from Katon Juniarso
Di sisi lain, ternyata stereotip beneran bertumbuh cepat pun lebat. Aku izin ambil bagian unik dan punya ciri khasnya tersendiri, yaa, Anon. It is such a compliment, beneran. At the end of the day, keautentikan seseorang adalah apa yang bakal orang lain ingat. Hope human beings can maintain it, and find it for those who haven't (dalam tanda kutip)!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤ
🦇: Hi, Katon! Karena board cuma max 120 cc, aku ninggalin jejak di sini aja yaaa.
#TMI aku habis lirik dlistopia dari salah satu tetangga kamuuu. Lihat kamu respon "Dijamin ampuh," atas kalimat: "Punya ADHD," #Caught_my_attention! Terus kamu bilang lagi, "Asal gak kedistraksi."

Nah, aku gak tahu-menahu persisnya soal hubungan ADHD dengan segudang ide, yaa. Tapi kalau Katon punya waktu, mungkin boleh tolong sedikit kasih aku pencerahan?

Lompat dari konteks ADHD. Kebetulan aku nih punya banyak banget ide dan KEBANYAKAAN. Sampe bingung mau eksekusi yang mana dulu. Berakhir scrolling pinterest lagi dan lagi, kalau kata gen z. Gimana cara keluar dari lingkaran ini, ya, Katon? (Aku tanya begini... Mungkin... ada hubungannya sama kata "Gak Kedistraksi," yang kamu bilang tadi. Semoga aku gak salah memaknai sih...) Makasih Katon!
ㅤ
Forwarded from Katon Juniarso
AH, DARI TETANGGAKU DI KOMPLEKS SEBELAH ITU TERNYATA. Sebelumnya, aku izin meluruskan pernyataanku dulu, yaa, Anon. Tetanggaku itu betul berujar, "Punya ADHD," buat menanggapi pertanyaan, "Gimana caranya biar bisa dapet banyak ide?". Di sana, aku menanggapi, "Risky statement, tapi beneran ampuh. Makin banyak terdistraksi, makin banyak terinspirasi (karena kita makin banyak melihat dan mulai sedikit mencerna sesuatu kemudian menyimpannya). Asal jangan kabur dari ide-idenya alias beneran diolah." Begitu, yaa, Anon. Jadi ... ya, terdistraksi karena kita sedang tidak bisa fokus ke satu hal doang alias being #LockedIn. So, fokusku adalah menerangkan, "Asal jangan kabur dari ide-idenya," dan menjawab alinea ketigamu, yaaa
Forwarded from Katon Juniarso
Sayangnya, menurutku, aku pribadi enggak punya solusi yang begitu membantu, Anon. Aku masih pakai cara-cara klasik. To-do list yang menjelma jadi tracker, maksa diri buat lock in di satu rencana dulu, dan ... mungkin yang paling menarik adalah, kadang aku malah manut (nurut, dalam tanda kutip) sama distraksi aku. Misal, saat ini, aku punya dua task. Satu moodboard, satu surat cinta. Aku coba paksa diriku buat lock in di surat cinta. Pas aku merasa capek, aku bakal istirahat dulu tentunya. Tetiba terlintas di pikiranku sebuah visual moodboard, terus coba buka Pinterest dan tenryata didukung juga. Maka aku bikinlah moodboard dulu. Dengan begitu, ide moodboard yang tadi hinggap dan "mengganggu" di kepalaku, kan, udah copot. Akunya udah enggak keganggu lagi. Bisa lanjut ngegas surat cinta dengan lebih lega, lebih lancar (dan alhamdulillah, kenyataannya juga begitu :D)
Forwarded from Katon Juniarso
Saking enggak membantunya, aku sampai enggak bisa membuat konklusi untuk ini. HWHWHW. Aku minta maaf, yaa, Anon. Kedistraksi, tuh, kadang enggak selalu negatif ... dia itu sumber inspirasi. Asalkan, ya, itu. Jangan kabur. Jangan anggurin inspirasinya. Turutin aja apa yang pikiranmu pengen gerak, hatimu pengen rasain, lakuin dan ciptain semuanya dengan gimana aja caranya, dan itu enggak harus urut