Forwarded from Katon (Slow)
AH, DARI TETANGGAKU DI KOMPLEKS SEBELAH ITU TERNYATA. Sebelumnya, aku izin meluruskan pernyataanku dulu, yaa, Anon. Tetanggaku itu betul berujar, "Punya ADHD," buat menanggapi pertanyaan, "Gimana caranya biar bisa dapet banyak ide?". Di sana, aku menanggapi, "Risky statement, tapi beneran ampuh. Makin banyak terdistraksi, makin banyak terinspirasi (karena kita makin banyak melihat dan mulai sedikit mencerna sesuatu kemudian menyimpannya). Asal jangan kabur dari ide-idenya alias beneran diolah." Begitu, yaa, Anon. Jadi ... ya, terdistraksi karena kita sedang tidak bisa fokus ke satu hal doang alias being #LockedIn. So, fokusku adalah menerangkan, "Asal jangan kabur dari ide-idenya," dan menjawab alinea ketigamu, yaaa
Forwarded from Katon (Slow)
Sayangnya, menurutku, aku pribadi enggak punya solusi yang begitu membantu, Anon. Aku masih pakai cara-cara klasik. To-do list yang menjelma jadi tracker, maksa diri buat lock in di satu rencana dulu, dan ... mungkin yang paling menarik adalah, kadang aku malah manut (nurut, dalam tanda kutip) sama distraksi aku. Misal, saat ini, aku punya dua task. Satu moodboard, satu surat cinta. Aku coba paksa diriku buat lock in di surat cinta. Pas aku merasa capek, aku bakal istirahat dulu tentunya. Tetiba terlintas di pikiranku sebuah visual moodboard, terus coba buka Pinterest dan tenryata didukung juga. Maka aku bikinlah moodboard dulu. Dengan begitu, ide moodboard yang tadi hinggap dan "mengganggu" di kepalaku, kan, udah copot. Akunya udah enggak keganggu lagi. Bisa lanjut ngegas surat cinta dengan lebih lega, lebih lancar (dan alhamdulillah, kenyataannya juga begitu :D)
Forwarded from Katon (Slow)
Saking enggak membantunya, aku sampai enggak bisa membuat konklusi untuk ini. HWHWHW. Aku minta maaf, yaa, Anon. Kedistraksi, tuh, kadang enggak selalu negatif ... dia itu sumber inspirasi. Asalkan, ya, itu. Jangan kabur. Jangan anggurin inspirasinya. Turutin aja apa yang pikiranmu pengen gerak, hatimu pengen rasain, lakuin dan ciptain semuanya dengan gimana aja caranya, dan itu enggak harus urut
Forwarded from THADDEUS.
Katon (Slow)
Mungkin gitu ...? BINGUNG
Hi, izin nimbrung ya, Katon. Bukan Sender-nya sebenarnya sih, maaf jadi kayak memotong. Karena gak bisa like dan react komentar dan jawabannya, lalu ini pertanyaan menarik banget—cuman mau nambahin sahutan, “setuju!” dan sekalian manggut-manggut. Mungkin di luar dari konteks soal ADHD juga karena ya gak begitu tau detail-nya malah takutnya salah kata karena gak mau sok tau. Cuman, kalau balik konteks ke soal ‘kedistraksi’. I honestly find it really interesting to see your perspective on what being “distracted” looks like for you—how it happens, and what you do when you find yourself in that situation, it shows that you’ve already found your own way of navigating through those moments alias mantap banget. Karena siapa ya yang terkadang suka mau fokus sesuatu malah terdistraksi.
Forwarded from THADDEUS.
I genuinely agree with this, which is why I felt like reposting it—iya, minimal tambahin fitur biar kayak platform sebelah via retweet aja kali. Imo, most problems usually have a solution somewhere, pastinya. I think as long as we can find a balance that works for ourselves, we should stick with what feels right and helps us move forward. Jadi, harapannya Sender-nya juga kalau kewalahan banyak ide dan suka kedistraksi bisa coba cara Katon tuh, yang udah dijelasin bikin manggut-manggut. #Hanya_tambahan, sudah di-mention dengan basa-basi soal ‘setiap satu masalah tuh pasti ada solusinya’. Coba balik ke diri sendiri lagi gitu. Intinya, gimana cara kita mengontrol dan ngasih batasan. Kalau dipecah lagi satu-satu dari yang Katon bilang sebelumnya, solusinya bukan memaksa diri untuk berhenti punya ide, tapi lebih ke membuat sistem untuk mengaturnya. Semua ide bisa dicatat terlebih dahulu biar gak hilang, tapi gak semuanya harus langsung dikerjakan sekaligus begitu. Mengontrol diri sendiri dan ngasih batasan itu bukan berarti harus membatasi semua ide yang masuk, lebih ke coba lebih disiplin lagi dengan belajar menentukan prioritas juga. Tapi, gimana kalau semisal udah disiplin tapi masih tetap kewalahan? Balik kembali, coba sambil divalidasi perasaannya itu. Karena kadang ada orang yang pikirannya memang berjalan super cepat, banyak melihat kemungkinan, banyak menemukan ide.
Forwarded from THADDEUS.
THADDEUS.
I genuinely agree with this, which is why I felt like reposting it—iya, minimal tambahin fitur biar kayak platform sebelah via retweet aja kali. Imo, most problems usually have a solution somewhere, pastinya. I think as long as we can find a balance that works…
Dan menurut saya, itu bukan sesuatu yang harus langsung dianggap sebagai kekurangan juga. Kadang orang terlalu fokus mencari cara untuk “mematikan” pikirannya dan kasih batasan biar pintunya gak kebuka sama ide baru lagi, tapi coba deh fokus disini tuh lebih ke gimana bisa mengarahkan ide-ide itu gitu. Baiknya mungkin kita bisa coba beri ruang untuk setiap pikiran tersebut tanpa harus ngerasa semuanya memang harus diselesaikan sekarang juga. Karena ada ide yang memang untuk hari ini, ada ide yang mungkin baru punya waktunya nanti. Proses kreatif ataupun mengeksekusi itu kadang gak selalu berjalan lurus, gak semua orang bekerja dengan cara yang sama. Ada yang bisa langsung fokus dari awal sampai akhir, ada juga yang perlu berputar dulu, mencari referensi, mencoba hal lain lagi, baru akhirnya bisa nemu cara untuk mengarahkannya tuh dengan tepat gitu. Coba mulai dari satu hal kecil yang memang bisa diselesaikan duluan. Bukan karena ide lain gak penting, tapi karena satu hal atau satu ide yang selesai bisa jadi bukti kalau kita itu punya kemampuan bergerak juga bukan cuman soal mencari dan mengais ide baru doang. Ini tuh bisa balik kembali bagaimana kita bisa memahami pola diri sendiri, tau kapan harus mengeksplorasi, kapan harus berhenti sebentar dulu, dan kapan harus kembali fokus untuk mewujudkan ataupun mengeksekusi ide itu. Istilah pelan-pelan tapi pasti—mewujudkannya kan gak harus terburu-buru tapi gimana bisa fokus ke tujuannya sampai akhir. Ide yang banyak itu indah, tapi justru akan lebih baik lagi ketika yang ditumpuk juga bisa diwujudkan sesuai yang semestinya. Karena pada akhirnya, bukan tentang seberapa cepat sampai pada tujuannya, tapi gimana sih kita tetap bisa berproses dan membawa ide itu jadi sesuatu yang nyata dengan usaha kita.
Forwarded from Katon (Slow)
THADDEUS.
Hi, izin nimbrung ya, Katon. Bukan Sender-nya sebenarnya sih, maaf jadi kayak memotong. Karena gak bisa like dan react komentar dan jawabannya, lalu ini pertanyaan menarik banget—cuman mau nambahin sahutan, “setuju!” dan sekalian manggut-manggut. Mungkin di…
Wohow, Sobat Thaddeus has jumped in. Yap, ini dia. Dan, kadang malah jadinya lock in ke distraksinya itu tadi, HWHWHW. Siapa sangka, malah halangan itu yang bikin kita bisa loncat lebih jauh
Forwarded from Katon (Slow)
THADDEUS.
I genuinely agree with this, which is why I felt like reposting it—iya, minimal tambahin fitur biar kayak platform sebelah via retweet aja kali. Imo, most problems usually have a solution somewhere, pastinya. I think as long as we can find a balance that works…
Nah, aku makin setuju juga sama pernyataan kamu yang terakhir. Soalnya ... ini aku enggak menggeneralisasi, ya. I find people sometimes nyalahin diri sendiri kalau mereka kewalahan dan kemudian stuck. Mereka ngerasa diri mereka terlalu "malas", padahal memang perlu istirahat. Siapa juga yang enggak capek menggendong miliaran ide, 'kan? So, pengarsipan dan pengalokasiannya, nih, yang kudu diberi atensi banget
Forwarded from Katon (Slow)
THADDEUS.
Dan menurut saya, itu bukan sesuatu yang harus langsung dianggap sebagai kekurangan juga. Kadang orang terlalu fokus mencari cara untuk “mematikan” pikirannya dan kasih batasan biar pintunya gak kebuka sama ide baru lagi, tapi coba deh fokus disini tuh lebih…
NAAAH, INI DIA. Kembali bersambung sama enggak tentang apa/siapa yang duluan, tapi apa/siapa, tuh, gimana. Kalau misal ada ide yang lebih dulu muncul, tapi dia lebih besar, lebih enggak mudah direalisasikan (entah dalam waktu dekat atau enggak), enggak ada salahnya buat beralih dulu. Beneran semua punya cara dan timingnya sendiri-sendiri
Forwarded from distopia.
@/Metro TV, @/TVONE, @/KompasTV, @/CNN, tolong rekrut aku jadi host buat salah satu talkshow kalian
Forwarded from distopia.
ㅤ
🦇: Abangda Katon, gimana caranya move on?
ㅤ
🦇: Abangda Katon, gimana caranya move on?
ㅤ
Forwarded from Katon (Slow)
Kamu serius, kah, minta tips move on ke orang yang jelas-jelas gamon di depan mantannya terus akhirnya balikan ini (aku sayang @rwina banget yhahahhahahshshsdaasfdghwyaliewiltri1 robxq3;3'x3q[3riwej2183)
Forwarded from Katon (Slow)
Okay, jangan crashout. Enggak perlu di cinta-cintaan, aku juga udah banyak kali move on. SOOO ....
Forwarded from Ashraf.
Katon (Slow)
Kamu serius, kah, minta tips move on ke orang yang jelas-jelas gamon di depan mantannya terus akhirnya balikan ini (aku sayang @rwina banget yhahahhahahshshsdaasfdghwyaliewiltri1 robxq3;3'x3q[3riwej2183)
Tips-nya balikan sama mantan, ya, berarti?