Forwarded from distopia.
ㅤ
🦇: Jujur impresi pertama, aku kira kamu dulu ex talent. ;D
ㅤ
🦇: Jujur impresi pertama, aku kira kamu dulu ex talent. ;D
ㅤ
Forwarded from Katon (Slow)
Pertama kalinya dapet impresi kayak begini dan aku bener-bener harus tahu kenapanya karena, KOK, BISA, LHO
Forwarded from Katon (Slow)
SUMPIS. KOK, BISA, SIH, ANON ... elaborasikan, elaborasikan
Forwarded from distopia.
ㅤ
🦇: https://t.me/dlistopia/9507?comment=2756 BENER BANGET AKU MAU NANGIS- While aku gak bisa confess #TakutDitolak
ㅤ
🦇: https://t.me/dlistopia/9507?comment=2756 BENER BANGET AKU MAU NANGIS- While aku gak bisa confess #TakutDitolak
ㅤ
Forwarded from Katon (Slow)
YA ALLAH, TERNYATA BENER ... firstly first, rasa takutmu, tuh, merupakan sebuah reaksi yang organik melihat situasi yang kayak gini. Pun aku percaya seratus persen bahwa dia adalah orang baik dan kamu enggak mau kehilangan orang kayak dia di hidup kamu. Seenggaknya, untuk waktu yang lebih lama, dan persetan dulu statusnya apa. Kalau saran berbau "just ruin your friendship", sih, mungkin udah sering kamu denger, ya. So, kalau dari aku, aku bakal berfokus ke peran dia di hidupmu dan betapa baiknya dia aja. Perasaan kamu enggak perlu kamu bohongi, kok. Cukup dialih kemudian diolah ke hal lainnya. Tumpahin ke mana wadah dan dalam bentuk di mana kamu tetap merasa terkoneksi sama dia, tetep naksir sama dia, tapi lebih merasa nyaman melakukannya. Enggak usah maksa diri buat move on atau "kita cuma temen" terlalu cepat, karena ... setuju, enggal, sih? Walaupun tersiksa dan capek, somehow, perasaan ini malah jadi salah satu motivasi kita hidup. Seenggaknya, buat ketemu dia, ngerasa seneng bareng dia, belajar bareng dia
Forwarded from Katon (Slow)
Katon (Slow)
YA ALLAH, TERNYATA BENER ... firstly first, rasa takutmu, tuh, merupakan sebuah reaksi yang organik melihat situasi yang kayak gini. Pun aku percaya seratus persen bahwa dia adalah orang baik dan kamu enggak mau kehilangan orang kayak dia di hidup kamu. Seenggaknya…
Btw, aku juga kasih tanggapan ini karena fokus ke #TakutDitolak-nya kamu juga, which is a very ((WAJAR)) thing. Keep the good relationship, the laughters, the bahagia barengnya. Itu sudah cukup, karena memang senyata-nyatanya, enggak semua orang dipertemukan buat hidup bersama, tapi buat mempersiapkan hidup secara bersama, alias saling belajar, saling mengajari, kemudian rantainya bakal nyebar ke manusia-manusia lainnya
Forwarded from distopia.
ㅤ
🦇: kak boleh gak nanya hal berat dikit? kalo kak katon, percaya gak sama istilah yang ini lho, “kalo kamu suka sama 2 orang secara bersamaan. pilih yang kedua, karena kalo kamu bener-bener sayang sama yang pertama, kamu gak bakal jatuh hati buat orang yang kedua”
ㅤ
🦇: kak boleh gak nanya hal berat dikit? kalo kak katon, percaya gak sama istilah yang ini lho, “kalo kamu suka sama 2 orang secara bersamaan. pilih yang kedua, karena kalo kamu bener-bener sayang sama yang pertama, kamu gak bakal jatuh hati buat orang yang kedua”
ㅤ
Forwarded from Katon (Slow)
Kayaknya, ini enggak berat dikit, deh, Anon, soalnya pas aku timbang barusan, dia 75kg
Forwarded from Katon (Slow)
Demi Allah, ini bercanda. ANOTHER PERTANYAAN DAN DISKUSI MENARIK ... aku harus hati-hati dalam menjawabnya, nih
Forwarded from Katon (Slow)
To be honest, aku enggak pernah (and, perhaps, enggak akan pernah) terlalu percaya sama mitos, termasuk dalam percintaan kayak gini. Berada dalam fase naksir seseorang, berarti kita sedang mencari tahu perihal seseorang. Kita belajar apa-apa hal dari orang tersebut. Kita mempelajari orang tersebut. Kenapa kita mempelajari orang tersebut? Ya, karena kita tertarik, dan ibarat hobi atau hal lainnya yang kita sukai, ketertarikan itu dapat muncul pun tumbuh enggak hanya ke satu bidang, tapi bisa lebih, dan menurutku, mitos ini enggak bisa sepenuhnya dipercaya, sih. Dalam memilih pasangan, kita enggak bisa mentah-mentah lihat duluan siapa, tapi juga harus (bahkan sangat harus) lihat orangnya kayak gimana. Okay, katakanlah ada sesuatu yang menarik dan bikin kamu terpantik untuk mempelajari dari orang yang kedua, namun setelah kamu mempelajari lebih dalam, ketemu bahwa ternyata ada yang enggak selaras sama kamu, or singkatnya, yang pertama memanglah orang yang tepat untuk kamu, ya ... masa tetep pilih orang kedua? Enggak, 'kan? Malah bisa jadi kesiksa berdua nantinya
Forwarded from Katon (Slow)
Menurutku, seorang manusia bisa naksir sama lebih dari satu orang itu enggak selalu karena yang pertama enggak cukup (ya Allah, bahasanya kasar banget, maaf, aku belum nemu istilah yang lebih lunak). Mereka naksir karena, ya ... memang tertarik. NGL aku juga bakal agak nge-judge temenku kalau bisa naksir lebih dari dua orang gini. However, pilihan adalah pilihan, alias jangan sampai pacaran bertiga, selingkuh, ghosting, dan sebagainya
Forwarded from Katon (Slow)
Jangan ngerugiin orang lain, sih, kata aku. Tetep bertanggung jawab sama perasaan diri sendiri, jaga pikiran agar tetap lurus pun jernih, biar nanti enggak salah pilih
Forwarded from Katon (Slow)
Katon (Slow)
To be honest, aku enggak pernah (and, perhaps, enggak akan pernah) terlalu percaya sama mitos, termasuk dalam percintaan kayak gini. Berada dalam fase naksir seseorang, berarti kita sedang mencari tahu perihal seseorang. Kita belajar apa-apa hal dari orang…
Btw, ini juga vice versa. Kalau yang pertama ternyata enggak selaras sama kamu, enggak ada salahnya buat pilih orang yang kedua. Mungkin ini terkesan jahat, tapi ... beneran. Semua dalam hidup ini adalah opsi, and finding what's best for both sides, enggak ada yang lebih bisa disyukuri dari itu
Forwarded from Katon (Slow)
ASAL, LAGI, JANGAN BAPERIN ANAK ORANG DAN GHOSTING, JEEEKK. Semua kembali lagi ke segala kelakuan kita!
Forwarded from distopia.
Ketika D dalam Distopia berdiri untuk deep talk