Sebuah #Drama ; Dialog antara ia dan Sang Bayangan.
โKenapa kau terlihat begitu lelah?โ Sang Bayangan bertanya, suaranya lirih dari tempat yang selalu kutahu, meski tak pernah bisa kutunjuk.
โAku hanya sedang kehilangan arah,โ jawabku pelan.
โKehilangan arah bukan berarti kehilangan dirimu.โ
Aku terdiam. Entah mengapa kalimat sederhana itu terasa lebih berat daripada yang seharusnya.
โApa yang tersisa dariku kalau semua yang kuusahakan berakhir sia-sia?โ tanyaku.
Sang Bayangan menatapku lama sebelum menjawab, โKau.โ
Aku mengernyit.
โMasih ada dirimu,โ lanjutnya. โMasih ada aku. Bukankah selama ini, ketika semua orang pergi dan dunia menjadi terlalu bising, aku yang tetap tinggal di sampingmu?โ
Aku menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, kesunyian tidak terasa seperti sesuatu yang harus kutakuti.
โJadi, aku belum benar-benar sendirian?โ
โTidak pernah,โ katanya. โKau hanya terlalu sibuk mencari seseorang untuk tinggal, sampai lupa bahwa ada bagian dari dirimu yang tak pernah meninggalkanmu.โ
Aku tersenyum tipis.
Mungkin benar. Barangkali pulang tidak selalu berarti menemukan tempat atau seseorang. Kadang, pulang hanyalah berani kembali kepada diri sendiriโdan menerima bahwa di dalam gelap sekalipun, masih ada aku dan Sang Bayangan yang
saling menjaga.
โค7