Forwarded from SEHNZUCHT, CLIVE.
Kalo dari percayaan kuno, air berubah jadi darah bisa jadi kutukan/pertanda buruk. Dengan ada nya kelelawar nya itu kan pertanda nggak baik kalo vampire mungkin bakal datang.
You're doing great Sehn!!!!! THANKYOU UDH BERUSAHA
❤🔥1
TEPUK TANGAN DULU YANG MERIAH BUAT KETIGA PEMENANG, pengumuman lebih lengkap akan ada setelah long Riddle!
🤩4🎉2⚡1💘1
Prove thy wit once more, lest the abyss tighten its grip upon thee. Solve this next riddle, and perhaps the darkness shall grant thee passage.
Prolog.
Di sebuah desa yang terpencil, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan manusia, hidup sebuah keluarga vampire yang telah lama menjaga perjanjian untuk hidup berdampingan dengan manusia. Mereka adalah keluarga Geldart. Sejak berabad-abad yang lalu, mereka berjanji untuk tidak menyakiti manusia, menjaga kedamaian antara dunia mereka yang gelap dan dunia manusia yang terang. Keluarga ini dipimpin oleh pasangan bijaksana, Zovie Geldart dan Gilbert Geldart.
Namun, meskipun kehidupan mereka tampak damai, kedamaian itu mulai terancam. Desas-desus tentang hilangnya manusia dari desa sekitar mulai terdengar. Keluarga Geldart merasa ada sesuatu yang tidak beres, dan ada yang menyembunyikan sesuatu yang gelap di balik senyum mereka.
❤7
Chapter 1.
Keluarga Geldart selalu menjaga perjanjian mereka dengan manusia. Mama Zovie dan Papa Gilbert memastikan bahwa keluarga mereka hidup dalam kedamaian, jauh dari gangguan. Radreyan dan Millyorin, sebagai paman dan tante, berperan sebagai penjaga moralitas keluarga. Anak-anak seperti Isaiah, Josherion, Jeerisn, Fanez, Chiyara, Kylian, Shanendra, Teverthan, Kanan, Dranvell, Zhenorio, Mikhaela, Chemilysa, Amourie, dan Samyla tumbuh dengan penuh kasih dan kebijaksanaan. Namun, kedamaian ini mulai retak setelah beberapa manusia dari desa mulai menghilang tanpa jejak.
Dranvell dan Zhenorio adalah anggota keluarga yang paling penasaran, dan mereka menemukan petunjuk pertama tentang hilangnya manusia. Mereka menemukan jejak darah yang tak bisa dijelaskan, yang mengarah ke wilayah yang biasanya dijaga ketat oleh keluarga Geldart. Dranvell merasa ada yang tidak beres, namun ia tidak bisa memecahkan teka-teki itu sendirian. Sesuatu yang lebih besar sedang terjadi, dan mereka harus menemukan siapa yang mengkhianati mereka.
Di sisi lain, Zhenorio menemukan simbol misterius yang terukir pada dinding sebuah gua dekat desa. Simbol itu tampak seperti huruf M, tetapi agak kabur, mengarah pada seseorang yang sangat dekat dengan keluarga. Namun, siapa orang itu?
🥰4❤2❤🔥2
Chapter 2.
Ketegangan semakin terasa ketika Kylian, Jeerisn, dan Shanendra mulai merasakan perubahan dalam perilaku beberapa anggota keluarga mereka. Salah satu dari mereka—terutama yang lebih cerdas dan terampil dalam menyusun rencana—mulai menunjukkan sikap yang aneh dan penuh rahasia. Fanez dan Chemilysa mencatat bahwa orang yang terakhir kali terlihat berhubungan dengan kelompok manusia yang hilang adalah Josherion dan Isaiah, anak kembar keluarga yang dikenal ramah dan selalu tenang. Namun, mereka juga mencatat bahwa ada anggota keluarga lain yang mungkin terlibat dalam skema ini.
Isaiah memang sering berbicara tentang kebebasan dan keinginan untuk hidup di luar perjanjian keluarga. Kata-katanya seolah mengandung ketidaksabaran, tetapi selalu terbungkus dalam argumen yang rasional. Radreyan mulai menyelidiki lebih dalam dan menemukan bahwa Isaiah dan Josherion sering terlihat pergi ke tempat-tempat yang terisolasi, berkomunikasi dengan vampire lain yang jauh dari keluarga. Millyorin juga mencurigai salah satu anggota keluarganya menghianati keluarga ini, bagaimana “dia” yang biasa menghabiskan waktunya untuk membaca buku dan bermain dengan para adik tiba-tiba mulai sering menyapa warga desa?
Meskipun tidak ada bukti yang kuat, kecurigaan mereka semakin meningkat. Namun, Shanendra dan Chiyara yang lebih muda merasa bahwa mereka mungkin telah salah menilai semuanya. "Apa mungkin itu benar?" mereka bertanya dalam hati. Dalam setiap langkah penyelidikan, selalu ada jawaban yang lebih kabur dari yang sebelumnya, seolah-olah mereka dikelabui oleh seseorang yang sangat terampil dalam menyembunyikan jejaknya.
❤5❤🔥1🔥1
Chapter 3.
Dalam keheningan malam jam dinding terus mengeluarkan suaranya, malam itu tepat pukul 00.09 Zhenorio masih terjaga, dia memandangi temboknya, Ia masih sibuk beradu argumen bersama pikirannya sendiri. Samar-samar Zheno mendengar suara dari arah jendela kamarnya “13.. 13.. 13..” angka itu terdengar diulang-ulang “apa maksudnya?” Batin Zheno. Buru-buru Zheno menghampiri jendela kamarnya “hei siapa di sana?” Ia berteriak. Nihil, dia tidak menemukan siapapun disana.
Pagi ini Zheno terbangun dengan kepala yang sedikit pusing, dia terjaga semalaman. Dia keluar kamar untuk mengambil segelas air. Ia melihat Meowdy dan Dranvell sedang duduk di sofa, Ia memutuskan untuk menghampiri mereka berdua. “Cece, Koko. Semalam Zheno dengar sesuatu” yang dipanggil menoleh dan menyimak apa yang sedang sang adik bicarakan. Yang paling tua membalas “dengar apa, Zhen?” “Ada yang berbisik 13..13.. 13.. angka itu diulang-ulang ce, Zhen tidak mengerti apa yang dia maksud” belum selesai mereka berbicara tiba-tiba mama berteriak “Bang Isa” “Bang Teverthan” sontak mereka bertiga menghampiri sumber suara. “Bun ada apa?” Dranvell bertanya “Abang Isa dan Abang Teve tidak ada di rumah” jawab sang Ibu. Zheno terdiam, apakah hilangnya mereka berhubungan dengan suara yang tadi malam Ia dengar?
Tubuh Isa ditemukan di sebuah batu besar, badan nya terikat tali mulutnya tersumpal kain. Raut wajahnya terlihat bingung, Zovie menangis namun merasa lega karena satu anaknya telah ditemukan. Dibalik batu tersebut tertulis “Mai” Dranvell dan Zheno saling memandang, mereka yakin ini adalah tanda dari sang pelaku.
❤4🔥2🎃1
Chapter 4.
Sudah 2 hari Teverthan tidak mereka temukan, keluarga Geldart kebingungan karena mereka nyaris tidak menemukan petunjuk apapun untuk menemukan Teverthan.
Hari sudah larut namun Meowdy enggan menjemput mimpinya, dia khawatir dengan Teverthan. Tiba-tiba dia mendengar sebuah suara “gua.. gua..” Meowdy terdiam, gua? Apakah sebuah gua yang berjarak tidak jauh dari rumah mereka? Ada apa di sana? Meowdy terjaga semalaman, apakah itu sebuah petunjuk? Dia merasa penasaran.
Paginya dia mengajak Zheno dan Dravell untuk menyusuri gua yang ada di dekat rumah mereka. Mereka semua terkejut, karena belum jauh mereka memasuki gua tersebut mereka menemukan tubuh seorang warga desa yang telah dingin dan kaku. Tidak jauh dari sana mereka menemukan tubuh Teverthan, tubuhnya kaku, badannya terasa dingin, mereka takut. Mereka mencoba mengangkat tubuh sang kakak. Mereka bertiga berkerja sama untuk membawa tubuh kakaknya ke rumah mereka. Ditengah perjalanan mereka menemukan seseorang yang familiar, tubuhnya tinggi semampai dia sedang menggusur sebuah tubuh manusia. Mereka cepat-cepat bersembunyi dibalik pohon besar, ketika langkah orang tersebut mendekat, Zhen mengintip dari balik pohon, mukanya berubah pucat, Zheno terkejut. Mereka masih di sana, dibalik pohon besar itu, orang yang membawa tubuh warga itu telah menghilang. Dranvell bersuara “apa yang kamu lihat Zhen?” Zheno mencoba mengatur nafasnya, dia sangat terkejut. “semua kekacauan ini… warga desa yang hilang.. Abang Isa dan Bang Tever… ini semua perbuatan Maiden V”
❤3🎃2🔥1🙏1
Chapter 5.
Malam itu, di ruang tamu mereka semua berkumpul. Mereka telah menemukan sang pengkhianat. Mereka semua kecewa, tentu saja. Bagaimana bisa seseorang yang sangat mereka sayangi mampu membuat kekacauan yang sukar untuk dimaafkan? Sang empu hanya tersenyum, tanpa penyesalan sedikit pun di wajahnya.
“Apa salahnya? Itu sudah menjadi hakikat kita. Mana bisa kita semua bisa hidup secara berdampingan dengan manusia, jika mereka yang seharusnya menjadi sumber utama kekuatan kita malah menjadi teman kita?” dia mulai bersuara. Yang tertua mengerinyit heran “kamu sudah melewati batas, Maiden V. Kamu jelas salah, karena sudah merusak apa yang sudah disepakati oleh kita agar bisa hidup secara berdampingan. Selain itu kamu menutupi perbuatan mu dengan mencoba melukai saudara mu. papa tetap menjaga nada bicaranya, berusaha untuk tidak memebentak anaknya . Tetapi kita semua paham bahwa papa sedang meredam amarah.
“Hahahaha.” Maiden V yang dimaksud hanya menanggapi ucapan sang papa dengan tawa remeh. Semua orang yang ada di sana hanya diam seribu bahasa. Tidak menyangka, bagaimana bisa seorang keluarga yang sangat mereka percayai bisa melakukan semua kekacauan ini.
Samyla, anak bungsu keluarga ini, mulai menangis keras. Sangat sulit baginya untuk mempercayai bahwa kakak yang sangat dia sayangi bisa melakukan hal seperti ini. Pemuda itu mulai membelai surai panjang adiknya dan berkata, "Adik, janganlah menangis. Aku melakukan ini untuk dirimu juga." Samyla menggeleng keras. Ia tidak setuju. "Ini salah. Tidak seharusnya kakak melakukan ini," jawabnya. Dengan pipi yang penuh dengan air mata Samyla berlari kedalam pelukan sang papa.
Selesai, mereka semua menghentikan perdebatan malam ini dan memutuskan sang pelaku untuk pergi dari keluarga Geldart.
Lantas siapa yang menyembunyikan niat gelap di balik senyum tenang? Dia dengan kecerdasan dan rencana penuh perhitungan, Ia berusaha menghancurkan yang telah dijaga lama.
❤5🔥2👍1🎃1
Maaf lupa bold pertanyaannya! Sudah bisa dijawab yaaa Geldies tercinta ❤️🔥