bagaimana gerangan kabarmu? mudah mudahan musim masih sudi menyisakan takjub bagi mereka yang berjalan tanpa tergesa. adapun hari-hariku belakangan tiada lebih daripada sehimpun laku yang sederhana: menadah cahaya yang luruh di ambang petang, menyelubungi diri tatkala angin mulai beroleh dinginnya, mengulum senyum pada perkara yang tampak remeh, lalu membiarkan langkah berkelana sekadar menyapa dunia. selebihnya biarlah waktu mengendapkannya menjadi ihwal yang tak lagi memerlukan penjelasan. β€οΈ
β€5π3π3π2β€βπ₯1π1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Hari Jumat menyapa begitu cerah dengan cuaca yang bersahabat, sepertinya cakrawala sudah mengetahui bahwa Roesjad's Sunghoon telah memiliki rencana untuk menghabiskan waktunya yang begitu berharga bersama teman-temannya yang terkasih, SchΓ€fer's Sunghoon dan Nikolovich's Sunghoon.
Pada awalnya, langkah kaki kami mengarah tanpa tujuan yang pasti. Tetapi, kami tidak masalah selagi bisa mengabadikan momen satu sama lain dengan kamera milik Roesjad's Sunghoon yang selalu dibawa kemana-kemana. Panorama sekitar membuat suasana hati kami begitu bahagia dan lihatlah bagaimana Roesjad's Sunghoon memotret SchΓ€fer's Sunghoon yang sedang memakai topi yang katanya baru ia beli beberapa hari yang lalu.
Waktu terus saja berjalan membuat perut kami yang belum terisi oleh satu makanan pun keroncongan seperti sedang protes bahwa sudah waktunya makan siang, Nikolovich's Sunghoon teringat bahwa ia memiliki rekomendasi kedai ramen terdekat yang bisa kami singgahi untuk memesan beberapa porsi.
Tanpa melupakan keluarga yang mungkin tengah menunggu di rumah, setelah mengisi perut yang lapar, kami bertiga pergi ke sebuah toko serba ada untuk membeli beberapa bungkus makanan sebagai buah tangan untuk keluarga tersayang sebelum pulang, Nikolovich's Sunghoon membeli beberapa es krim yang manis dan dingin, SchΓ€fer's Sunghoon membeli banyak varian rasa dari mi instan dan Roesjad's Sunghoon membeli banyak makanan ringan.
Pada awalnya, langkah kaki kami mengarah tanpa tujuan yang pasti. Tetapi, kami tidak masalah selagi bisa mengabadikan momen satu sama lain dengan kamera milik Roesjad's Sunghoon yang selalu dibawa kemana-kemana. Panorama sekitar membuat suasana hati kami begitu bahagia dan lihatlah bagaimana Roesjad's Sunghoon memotret SchΓ€fer's Sunghoon yang sedang memakai topi yang katanya baru ia beli beberapa hari yang lalu.
Waktu terus saja berjalan membuat perut kami yang belum terisi oleh satu makanan pun keroncongan seperti sedang protes bahwa sudah waktunya makan siang, Nikolovich's Sunghoon teringat bahwa ia memiliki rekomendasi kedai ramen terdekat yang bisa kami singgahi untuk memesan beberapa porsi.
Tanpa melupakan keluarga yang mungkin tengah menunggu di rumah, setelah mengisi perut yang lapar, kami bertiga pergi ke sebuah toko serba ada untuk membeli beberapa bungkus makanan sebagai buah tangan untuk keluarga tersayang sebelum pulang, Nikolovich's Sunghoon membeli beberapa es krim yang manis dan dingin, SchΓ€fer's Sunghoon membeli banyak varian rasa dari mi instan dan Roesjad's Sunghoon membeli banyak makanan ringan.
1β€6π4β€βπ₯3π₯3π2π1π1
Sebagian orang merayakan sore dengan tawa, sebagian lagi dengan pertemuan yang hangat. Aku merayakannya dengan ketenangan, duduk bersama pikiranku sendiri dan menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kehilangan yang tak bisa diperbaiki, ada rindu yang tak menemukan alamat pulang, namun ada pula diriku yang tetap bertahan meski berkali-kali dipatahkan. Dan mungkin, itu sudah lebih dari cukup untuk disebut kemenangan. β₯οΈ
π6β€4β‘4π4π4β€βπ₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Happy National Girlfriendβs Day, Seroja! Boleh rate outfit aku hari ini? πββοΈ
β€6π3β€βπ₯2π2π2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM