(π˜‹π˜π˜šπ˜‰π˜ˆπ˜•π˜‹) WISMA ROESJAD.
4.54K subscribers
753 photos
79 videos
2 files
110 links
(INDONESIA.) Sabda dipertuan, syariat dipermulia, belenggu dipertakhta. Darah dimaklumatkan nirmala, peri insan diluruhkan @WismaRoesjad: laknat dimasyhurkan selaku anugerah yang tiada tersangkal, @RoesjadBot * @RoesjadSFSBot. 🩸
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
❀4
Channel name was changed to Β«β€œDarah yang tumpah merayapi lekuk tanah, menciptakan sungai-sungai kecil yang membasuh kaki para pemburu,”»
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
β€œTELAH MEKAR JIWA TERMASYHUR,
DARI LAYUNYA JIWA TERENGGUT.”


(WISMA ROESJAD : 2026)
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
8❀29πŸ•Š15πŸ†’15❀‍πŸ”₯11πŸ†8⚑6πŸ”₯6πŸŽ„6πŸ’˜6πŸ‘€4
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
Bilah pisau menyesap anyir dalam rintihan yang meliuk di antara nisan-nisan bisu, seumpama rajut kelam yang menenun keagungan dari sisa-sisa napas manusia yang meringkuk dalam ratap. Jantung-jantung yang tercerabut berdenyut parau di telapak sang pemangsa, seakan mendiktekan mantra tentang takhta yang dibangun di atas reruntuhan raga, laksana persembahan yang menggurat noda untuk memoles singgasana yang kian berkilau. Darah yang tumpah merayapi lekuk tanah, menciptakan sungai-sungai kecil yang membasuh kaki para pemburu, sementara atma yang kian layu dipaksa bersimpuh dalam keheningan yang memekakkan.

Tiap detak yang padam adalah satu langkah menuju puncak yang didambakan, bersahut sorak-sorai semu tatkala mahkota dari belulang dikukuhkan di bawah rembulan. Kemanusiaan t'lah lama membusuk, meninggalkan jasad-jasad yang kini hanya menjadi pupuk bagi pohon ketenaran yang berbuah kematian. Seberinda pengecut merapal puji-pujian atas nama kemuliaan yang berlumur jelaga, sedangkan di dalam gelap, mahsyur yang haus kian gila memburu sisa-sisa sukma untuk ditelan bulat-bulat sebelum fajar menjemput liang lahat.

γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€ ΰΌ’

β€œMENYULAM AGUNG DARI SISA ATMA.
JADILAH TIADA, LURUH JADI PIJAKAN.”

γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
4❀29πŸ†’17πŸ•Š15πŸ‘€13❀‍πŸ”₯8πŸ“8πŸ’˜8πŸ†7πŸŽ„7⚑6πŸ”₯6
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
❀12πŸ†’10πŸ•Š8⚑5πŸ‘€5πŸŽ„5πŸ’˜5
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
Terdapat lekang dalam selumbung hakikat Bani Adam, rumpang laten yang berakar kelainan sukma, bersemayam jauh dalam lubuk sanubari yang paling lengang, senantiasa memajuh cemerlang tiada riuh. Dalam kalut yang enggan bising, anomali itu beranak-pinak, mangkus membancuh cemerlang yang sedang riang-riangnya membungah kemakrifatan, menyuburkan retak-retak kecelaan menjadi warisan suram sedari satu kesadaran menjadi kesadaran lain. Terang yang hendak menyombongkan lakunya turut menyurut gugur menjadi pakan mentah dikala palawa halimun kefasikan makin merimbunkan kewarasan, menjadikan kemelut yang tiada berkesudahan membaiat laknat dalam kesucian.

Tiada lagi nur yang utuh sepersekian lekang itu mulai bernas terisi selayak lumbung padi, menjadikannya sebuah kedudukan dinasti yang tiada tertandingi, memadukan baik akal budi pada fadihat krida, mengejakan asma mereka dalam sapta cela agung nan menjelma: kesombongan, ketamakan, kesyahwatan, kedengkian, kerakusan, kemurkaan, & kemalasan. Mereka, miasma lancung yang menyadur had cemerlang lembutnya madah padri bijaksana, menyekutuk donga, serta menghunus masygul dalam dogma.
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
7❀30πŸ•Š15πŸ‘€15πŸŽ„9πŸ†8πŸ†’8❀‍πŸ”₯7πŸ”₯7πŸ’˜6πŸ₯°5😍5
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
❀10πŸ’˜7😍6πŸ•Š3πŸ‘€1
Channel name was changed to Β«β€œSerdadu Getih Berpadu: Wisma Roesjad.”»
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
β€œBENANG MERAH MEMBENTANG DI TIAP
KELINGKING, RAUNGAN JANJI-JANJI
KAMI RAUP SAMPAI LIANG LAHAT.
”
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
13πŸ”₯34❀22πŸ•Š12πŸ’˜12πŸ†8πŸ†’8πŸ“7😍6πŸŽ„4⚑3❀‍πŸ”₯1
13❀36πŸ‘€17πŸ₯°16πŸ•Š9❀‍πŸ”₯6πŸ†6πŸ’˜6πŸ”₯5πŸ†’5⚑2πŸŽ„2
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
Kami, seketurunan yang meneguk daging satu sama lain, memeteraikan kasih dengan gigil gigi dan lumur getih, seolah altar tubuh adalah kitab yang kami sesatkan sendiri. Pintalan murni menjulur lir urat nasib dalam nadi, mengikat janji bukan dalam restu, melainkan dalam raung yang mengoyak sunyi, tiap sumpah bukan lagi donga berperiβ€”ia beralih menjelma sebagai kutuk yang menganga, dibopong sampai gohong akhir hayat: tempat janji-janji itu membusuk, namun tak pernah mati.     
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€   𝄋  
γ…€
4❀22πŸ”₯13❀‍πŸ”₯12πŸ•Š9πŸ†’6πŸ’˜6πŸ†5⚑1πŸŽ„1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
❀8πŸ‘€7πŸ’˜7πŸ†’3πŸ•Š2
Begitu banyak juta syukur kami ucapkan untuk sesiapapun yang sudah turut memeriahkan perayaan tak seberapa kami malam ini, sungguh kami sangat senang dan bahagia atas antusiasme yang kalian berikan wahai Seroja dan para tetangga! Kami tak bisa menyebutkannya satu-persatu, namun, terima kasih sudah memberikan banyak cinta kalian ya, semoga baik-budinya dunia selalu berpihak pada kalian di berbagai linimasa. β™₯️
❀31πŸ•Š8πŸ’˜8
Yesterday was a literal fever dream and "chaos in the good way." We threw a private birthday bash for Roesjad's Jihoon and Carmen (Sveic, Ostendl, Mirthwood, MeirhΓ€rt and Sjarn), and honestly, the energy was just off the charts. The vibes peaked the second Mirthwood and Geldart's Ohyul, Shien's Haum, and Schafer also Swift's Sui walked in clutching the birthday cakes, but the real showstoppers were Pendleton's Eunchae, Mirthwood's Eunchae, Sjarn's Heeju, and Hefflins' Wonbin. Those people are naturally funny, their random jokes and no-filter humor had us doubling over and laughing until our stomachs actually hurt.

​In the middle of all the laugh, you had Asa from Nethers, Volkovich, Ignarev, Ostendl just peacefully enjoying their cupcakes while catching up with Sveic's Woonhak, Greesacht's Woonhak, who was vibing with a sweet drink. Then, out of nowhere, Swift's Ryul had a total "epic fail" moment! He started laughing so hard he ended up wearing his drink instead of finishing it. Of course, our resident photographers, Norbury's Anxin, Scarvaine's Anxin and Sorguine's Minje, were way too quick and caught the whole messy disaster on camera. Iconic.

​The highlight had to be Sjarn's Yihyun panicked screaming: "RYUL, HELP ME BLOW UP THESE BALLOONS! IT'S SO HARD!". Shien's Jiwoo just scoffed at the sight, adding a witty, "That’s what you get for being such a show-off, Ryul!". Meanwhile, Ryul was still completely preoccupied trying to save his soaked shirt. It was a night of pure, unadulterated chaos, but those are the memories that actually stick. Definitely a night to remember!
❀4⚑3πŸ₯°3πŸ†2πŸ”₯1πŸ‘€1πŸŽ„1πŸ†’1πŸ’˜1
Nao Arap Oktovian. A handsome gamer everyone crushes on, without fake image, bad boy but still good looking. On YouTube I talk like 'oh nah' and β€˜what?!’, but on Instagram all the girls come close. Acting like a good boy? (Ha-ha-ha-ha!)
πŸ†4❀2😍2⚑1πŸ”₯1πŸ₯°1πŸŽ„1πŸ†’1πŸ’˜1