(๐˜‹๐˜๐˜š๐˜‰๐˜ˆ๐˜•๐˜‹) WISMA ROESJAD.
4.54K subscribers
753 photos
79 videos
2 files
110 links
(INDONESIA.) Sabda dipertuan, syariat dipermulia, belenggu dipertakhta. Darah dimaklumatkan nirmala, peri insan diluruhkan @WismaRoesjad: laknat dimasyhurkan selaku anugerah yang tiada tersangkal, @RoesjadBot * @RoesjadSFSBot. ๐Ÿฉธ
Download Telegram
This night, we planned to stay over at the Mirthwood family house ๐Ÿก  As soon as we arrived, Mirthwoodโ€™s Jeemin was already there to welcome us, opening the door with a warm smile and inviting everyone inside. Greesacht's Youngjae immediately wandered around, curiously observing every corner of the house. Meanwhile, Roesjad's Kyungmin and Scarvaine's Dohoon wasted no time focusing on the food ๐Ÿ”๐Ÿ— moving from one snack to another. Before everyone eventually drifted into their own activities, they gathered first, sitting in a circle, sharing food, telling stories, and playing games that quickly turned loud and chaotic in the best way. ๐ŸŽฎ

As the night went on, the energy slowly split into different rhythms. Ignarev's Jungeun and Delaire's Carmen began stepping away from the noise. Jungeun didnโ€™t lie down yet; she stayed quietly by the side of the bed, watching everything with a calm, observant presence. Carmen was already preparing to sleep, hugging a pillow as her eyes slowly closed, still half-aware of the voices around her ๐Ÿ˜ด Mirthwood's Jeemin, as the host, was already lying on the bed as well, giving in to the tiredness and letting the night carry on around her.

In another part of the house, the chaos continuedโ€”card games left scattered, bodies piling onto the couch, and a round of Twister that turned into complete disorder. But more than anything, the night was held together by a sense of togetherness, sharing food, laughter, and space inside the Mirthwood home. It wasnโ€™t just a sleepover, but a collection of warm, lively moments that felt complete, as if the night itself wasnโ€™t ready to come to an end. ๐Ÿคฉ
๐Ÿ•Š6๐Ÿฅฐ4๐Ÿ†4โค2โคโ€๐Ÿ”ฅ1
Tolong beri reaksi yang meriah untuk dokumentasi aku bermain di rumah keluarga Mirthwood. ๐Ÿ‘†
Merawat seutas terang yang ditimang bak gemilang benderang, Kahil Roesjad, bertunas girang kami panjatkan doa penghalau malang, selamat menerjang rentang usia dengan lengang!

Selamat, Saudara. Perjamuan suka cita telah kami siapkan di atas meja, karena yang sedang bertambah usia patut ditinggikan oleh semesta. Kiranya kita berasal dari rumpun darah yang sama, maka dengan ini kami wujudkan pesta jelang bahagia. Lima buah delima sebagai bingkai nyawa dari para pembawa cela yang kami tata sedemikian rupa di depan mata. Dan kini, kepada engkau yang dinaungi tapak cahaya, kami hamparkan piring-piring harapan yang masih hangat berembun doa. Di atasnya, waktu merunduk dalam bayang, mengantarkan namamu pada secercah kelam yang lambat menjulang, sebab malam tahu: hayat yang bertambah bukan terang, melainkan sayap luka yang diam-diam tumbuh dari ruang terlarang, biarlah gelap menjadi saksi engkau tegak perlahan dari tempatmu tenggelam, kembali pulang ke pangkuan yang muram dan berjarang. Kami bangkitkan sebatang nyala pekat, bukan untuk mengiringi malam keramat, melainkan markah menobatkan setiap sadrah yang telah kau taklukkan dalam gulung-balat. Jejak langkahmu yang dulu retak kini menjelma iring arwah yang tak lagi tersesat, gumpal getir yang pernah kau telan tanpa suara berubah menjadi mantra penangkal lingat, pun jagat ikut merambat dalam tunduk paling khidmat.
โค14๐Ÿ†6โคโ€๐Ÿ”ฅ5๐Ÿ”ฅ4๐Ÿฅฐ2๐Ÿ•Š1๐Ÿ†’1
Semalam Lilow dan aku ditugaskan buat belanja kebutuhan rumah sama mbak Mada karena mumpung kita berdua lagi di luar juga. Kami beli banyak hal; sayur & buah, daging buat makan besar besok, terus jajan-jajan buat para bungsu! Paling susah nyari rempah-rempah sumpah, kami sampe video call mbak Binar dan Kirana buat ngasih tahu bedanya kencur sama jahe, sementara Lilow telefon mereka berdua dengan jalannya yang lambat itu aku angkat ajalah troli belanjaannya, "Eh, Kamimi turunin trolinya, malu!" ๐Ÿ˜ญ "Kamu jalannya lama, Adek, ah udahlah sana aku mau ambil yupinya Bang Artem sama Nao." habis bilang gitu, aku tinggal deh dia ke sektor snack dan kawan-kawannya, tapi syukurnya gak lama setelah itu dia nyusul aku kemudian kami udah dapet semua keperluan. Kami lalu pulang dan melipir bentar ke toko roti yang lagi viral karena ada menu baru, ya udah sekalian beliin juga buat semuanya, deh, habis itu baru kami meluncur pulang ke rumah.
1โค8๐Ÿ“5๐Ÿ”ฅ4๐Ÿ†4โšก2๐Ÿ•Š2๐Ÿ‘€2๐Ÿ’˜2๐Ÿฅฐ1
Merawat seutas terang yang ditimang bak gemilang benderang, Artem Roesjad, bertunas girang kami panjatkan doa penghalau malang, selamat menerjang rentang usia dengan lengang!

Selamat, Saudara. Perjamuan suka cita telah kami siapkan di atas meja, karena yang sedang bertambah usia patut ditinggikan oleh semesta. Kiranya kita berasal dari rumpun darah yang sama, maka dengan ini kami wujudkan pesta jelang bahagia. Lima buah delima sebagai bingkai nyawa dari para pembawa cela yang kami tata sedemikian rupa di depan mata. Dan kini, kepada engkau yang dinaungi tapak cahaya, kami hamparkan piring-piring harapan yang masih hangat berembun doa. Di atasnya, waktu merunduk dalam bayang, mengantarkan namamu pada secercah kelam yang lambat menjulang, sebab malam tahu: usia yang bertambah bukan terang, melainkan sayap luka yang diam-diam tumbuh dari ruang yang terlarang, biarlah gelap menjadi saksi engkau bangkit perlahan dari tempatmu tenggelam, kembali pulang ke pangkuan yang muram dan berjarang. Kami bangkitkan sebatang nyala pekat, bukan untuk mengiringi malam keramat, melainkan untuk menobatkan setiap luka yang telah kau taklukkan dalam gulung-balat. Jejak langkahmu yang dulu retak kini menjelma iring arwah yang tak lagi tersesat, gumpal getir yang pernah kau telan tanpa suara kini berubah menjadi mantra penangkal lingat, pun jagat ikut merunduk dalam tunduk paling khidmat.
โค10๐Ÿ†5๐Ÿ•Š4๐Ÿ†’2๐Ÿ“1๐ŸŽ„1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Thinking about you~ Aku pastiin kalian bukan game, Seroja~ :3 Edisi bergoyang disuruh adek Jane, karna katanya aku gak pernah joget.
2โค10๐Ÿ†7๐Ÿ•Š4๐Ÿ“3๐Ÿ†’3๐Ÿ˜2๐Ÿ‘€2โคโ€๐Ÿ”ฅ1