(π˜‹π˜π˜šπ˜‰π˜ˆπ˜•π˜‹) WISMA ROESJAD.
4.53K subscribers
753 photos
79 videos
2 files
110 links
(INDONESIA.) Sabda dipertuan, syariat dipermulia, belenggu dipertakhta. Darah dimaklumatkan nirmala, peri insan diluruhkan @WismaRoesjad: laknat dimasyhurkan selaku anugerah yang tiada tersangkal, @RoesjadBot * @RoesjadSFSBot. 🩸
Download Telegram
#MiratTarsah. ​Di bawah naungan langit penuh angkara, kueja namamu dalam aksara yang bersukacita. Oh, @Luroves, perlu kau ingat bahwa kita bukanlah seuntai silsilah yang dipaksa semesta; kau adalah satu-satunya jiwa yang kupilih tanpa pernah merasa terpaksa. Sungguh, tak pernah sekalipun kuuntai dusta. Kau kawan yang kupilih di tengah rimba manusia yang penuh tipu daya, di mana rasa percaya adalah barang langka yang nyaris sirna. Sudikah kau bersingkap pada; β€œHati-Hati”, kawan? Kiranya β€˜tuk berbalas jasa atas pengikat rasa kawan sejawat dalam tawa, pun sengsara. Kumohon, tetaplah di sampingku. Bersama-sama, dalam ruang pengap tak mengenal suara. Biarlah hanya ada kita, di bawah kendali gelap yang menjaga dari segala petaka.

Rekan setia dari marabahaya.
Tertanda, Marsilea.
#MiratTarsah. ​Di bawah naungan langit penuh angkara, kueja namamu dalam aksara yang bersukacita. Oh, @Xicunn, perlu kau ingat bahwa kita bukanlah seuntai silsilah yang dipaksa semesta; kau adalah satu-satunya jiwa yang kupilih tanpa pernah merasa terpaksa. Sungguh, tak pernah sekalipun kuuntai dusta. Kau kawan yang kupilih di tengah rimba manusia yang penuh tipu daya, di mana rasa percaya adalah barang langka yang nyaris sirna. Sudikah kau bersingkap pada; β€œHati-Hati”, kawan? Kiranya β€˜tuk berbalas jasa atas pengikat rasa kawan sejawat dalam tawa, pun sengsara. Kumohon, tetaplah di sampingku. Bersama-sama, dalam ruang pengap tak mengenal suara. Biarlah hanya ada kita, di bawah kendali gelap yang menjaga dari segala petaka.

Rekan setia dari marabahaya.
Tertanda, Marsilea.
1❀1πŸ•Š1😍1
#MiratTarsah. β€˜Kan kuberitahu dunia bahwasanya manusia adalah pezirah sejuta dahaga berbeda; ada yang memuja binar takhta, pula meluluhkan diri pada jelaga. Namun kita, @Roesjad, adalah satu darah yang memilih β€˜tuk jadi nisan yang saling bersandar pada tanah nan kian-semakin tua. Pula menjadi tempatku satu-satunya berpulang β€˜tuk sesap hangatnya darah keluarga di tengah badai hampa. Maka dengan ini; β€œKidung Sembah Agung” adalah tanda kubaktikan raga pada darah yang mengikat rasa. Sungguh, kita tak butuh pulih 'tuk merasa berharga, cukup saling dekap hingga tak lagi ada celah bagi hampa agar bisa meraba. Kubersumpah, kita β€˜kan jadi satu-satunya pelataran tempat jiwa saling bernaung selamanya.

Terpahat demi menjagamu selamanya.
Tertanda, Lilow.
❀1
#MiratTarsah. Di bawah naungan langit penuh angkara, kueja namamu dalam aksara yang bersukacita. Oh, @Persvphone, perlu kau ingat bahwa kita bukanlah seuntai silsilah yang dipaksa semesta; kau adalah satu-satunya jiwa yang kupilih tanpa pernah merasa terpaksa. Sungguh, tak pernah sekalipun kuuntai dusta. Kau kawan yang kupilih di tengah rimba manusia yang penuh tipu daya, di mana rasa percaya adalah barang langka yang nyaris sirna. Sudikah kau bersingkap pada; β€œMenyangkal Hirarki Kebutuhan Maslow” kawan? Kiranya β€˜tuk berbalas jasa atas pengikat rasa kawan sejawat dalam tawa, pun sengsara. Kumohon, tetaplah di sampingku. Bersama-sama, dalam ruang pengap tak mengenal suara. Biarlah hanya ada kita, di bawah kendali gelap yang menjaga dari segala petaka.

Rekan setia dari marabahaya.
Tertanda, L.
#MiratTarsah. Di bawah naungan langit penuh angkara, kueja namamu dalam aksara yang bersukacita. Oh, @nyingzai, perlu kau ingat bahwa kita bukanlah seuntai silsilah yang dipaksa semesta; kau adalah satu-satunya jiwa yang kupilih tanpa pernah merasa terpaksa. Sungguh, tak pernah sekalipun kuuntai dusta. Kau kawan yang kupilih di tengah rimba manusia yang penuh tipu daya, di mana rasa percaya adalah barang langka yang nyaris sirna. Sudikah kau bersingkap pada; β€œTolong belikan aku obat tidur, karena aku sudah tak bisa tidur” kawan? Kiranya β€˜tuk berbalas jasa atas pengikat rasa kawan sejawat dalam tawa, pun sengsara. Kumohon, tetaplah di sampingku. Bersama-sama, dalam ruang pengap tak mengenal suara. Biarlah hanya ada kita, di bawah kendali gelap yang menjaga dari segala petaka.

Rekan setia dari marabahaya.
Tertanda, L.
❀1
#MiratTarsah. Di bawah naungan langit penuh angkara, kueja namamu dalam aksara yang bersukacita. Oh, @Choiyngjae, perlu kau ingat bahwa kita bukanlah seuntai silsilah yang dipaksa semesta; kau adalah satu-satunya jiwa yang kupilih tanpa pernah merasa terpaksa. Sungguh, tak pernah sekalipun kuuntai dusta. Kau kawan yang kupilih di tengah rimba manusia yang penuh tipu daya, di mana rasa percaya adalah barang langka yang nyaris sirna. Sudikah kau bersingkap pada; β€œAku bisu, sampai kamu jadi guru wicaraku” kawan? Kiranya β€˜tuk berbalas jasa atas pengikat rasa kawan sejawat dalam tawa, pun sengsara. Kumohon, tetaplah di sampingku. Bersama-sama, dalam ruang pengap tak mengenal suara. Biarlah hanya ada kita, di bawah kendali gelap yang menjaga dari segala petaka.

Rekan setia dari marabahaya.
Tertanda, L.
#MiratTarsah. ​Di bawah naungan langit penuh angkara, kueja namamu dalam aksara yang bersukacita. Oh, @leekyunzgmin, perlu kau ingat bahwa kita bukanlah seuntai silsilah yang dipaksa semesta; kau adalah satu-satunya jiwa yang kupilih tanpa pernah merasa terpaksa. Sungguh, tak pernah sekalipun kuuntai dusta. Kau kawan yang kupilih di tengah rimba manusia yang penuh tipu daya, di mana rasa percaya adalah barang langka yang nyaris sirna. Sudikah kau bersingkap pada; "Sekeping Tenang di Tengah Dunia yang Bising" kawan? Kiranya β€˜tuk berbalas jasa atas pengikat rasa kawan sejawat dalam tawa, pun sengsara. Kumohon, tetaplah di sampingku. Bersama-sama, dalam ruang pengap tak mengenal suara. Biarlah hanya ada kita, di bawah kendali gelap yang menjaga dari segala petaka.

Rekan setia dari marabahaya.
Tertanda, Yvein.
❀1
#MiratTarsah. β€˜Kan kuberitahu dunia bahwasanya manusia adalah pezirah sejuta dahaga berbeda; ada yang memuja binar takhta, pula meluluhkan diri pada jelaga. Namun kita, @KinOfGreesacht, adalah satu darah yang memilih β€˜tuk jadi nisan yang saling bersandar pada tanah nan kian-semakin tua. Pula menjadi tempatku satu-satunya berpulang β€˜tuk sesap hangatnya darah keluarga di tengah badai hampa. Maka dengan ini; "Di Mana Hati Menemukan Tempat Pulang?" adalah tanda kubaktikan raga pada darah yang mengikat rasa. Sungguh, kita tak butuh pulih 'tuk merasa berharga, cukup saling dekap hingga tak lagi ada celah bagi hampa agar bisa meraba. Kubersumpah, kita β€˜kan jadi satu-satunya pelataran tempat jiwa saling bernaung selamanya.

Terpahat demi menjagamu selamanya.
Tertanda, Caravaggio.
πŸ’˜3❀2
#MiratTarsah. Terimalah sembahku ini, Sayangku Terkasih; @Seonghyeen. Aku mencintaimu dalam sesat nikmat, 'bak binatang buas nan damba robekan sayat. Kubiarkan kau gali luka tepat di bawah seleret tulang belikat, biar tiap sekat menusuk sampai rongga dada lumat lepas mencuat busuk terikat. Singkaplah gerbang demi menjamah sembahku yang akurat; Pagi Ini Aku Mencintaimu, Besok, dan Seterusnya Juga, bagai sebuah upeti bagi sang pemilik nyawa terhebat. Harus kau ingat, kita adalah insan jalang yang didera dengan segala pelik hajat, maka tak apa bila dunia mencibir segala cinta yang dengan penuh maksiat. Tiada bahagia nan megah dari melihat diri tercacah, pasrah, berdarah, hingga kehilangan arah! Kubersumpah, Sayang. Hanya kita yang 'kan berdaulat hingga nisan kiamat tercatat dalam sejarah.

Kutuliskan cinta nan tandingi dunia.
Tertanda, Kekasihmu.
❀2
#MiratTarsah. Di bawah naungan langit penuh angkara, kueja namamu dalam aksara yang bersukacita. Oh, @AsajEnami, perlu kau ingat bahwa kita bukanlah seuntai silsilah yang dipaksa semesta; kau adalah satu-satunya jiwa yang kupilih tanpa pernah merasa terpaksa. Sungguh, tak pernah sekalipun kuuntai dusta. Kau kawan yang kupilih di tengah rimba manusia yang penuh tipu daya, di mana rasa percaya adalah barang langka yang nyaris sirna. Sudikah kau bersingkap pada; (Aksara Rancu, Teruntuk Jiwa Yang Dituju.) kawan? Kiranya β€˜tuk berbalas jasa atas pengikat rasa kawan sejawat dalam tawa, pun sengsara. Kumohon, tetaplah di sampingku. Bersama-sama, dalam ruang pengap tak mengenal suara. Biarlah hanya ada kita, di bawah kendali gelap yang menjaga dari segala petaka.

Rekan setia dari marabahaya.
Tertanda, R.
❀1
#MiratTarsah. ​Di bawah naungan langit penuh angkara, kueja namamu dalam aksara yang bersukacita. Oh, @TorturedGod, @SeoJunhwii, @HeartacheTug, @GrandchildExe perlu kau ingat bahwa kita bukanlah seuntai silsilah yang dipaksa semesta; kau adalah satu-satunya jiwa yang kupilih tanpa pernah merasa terpaksa. Sungguh, tak pernah sekalipun kuuntai dusta. Kau kawan yang kupilih di tengah rimba manusia yang penuh tipu daya, di mana rasa percaya adalah barang langka yang nyaris sirna. Sudikah kau bersingkap pada; Yang Ingin Mati; Semati, kawan? Kiranya β€˜tuk berbalas jasa atas pengikat rasa kawan sejawat dalam tawa, pun sengsara. Kumohon, tetaplah di sampingku. Bersama-sama, dalam ruang pengap tak mengenal suara. Biarlah hanya ada kita, di bawah kendali gelap yang menjaga dari segala petaka.

Rekan setia dari marabahaya.
Tertanda, Loka.
#MiratTarsah. β€˜Kan kuberitahu dunia bahwasanya manusia adalah pezirah sejuta dahaga berbeda; ada yang memuja binar takhta, pula meluluhkan diri pada jelaga. Namun kita, @Roesjad, adalah satu darah yang memilih β€˜tuk jadi nisan yang saling bersandar pada tanah nan kian-semakin tua. Pula menjadi tempatku satu-satunya berpulang β€˜tuk sesap hangatnya darah keluarga di tengah badai hampa. Maka dengan ini; Bentuk Abdi Padamu Yang Kukasihi adalah tanda kubaktikan raga pada darah yang mengikat rasa. Sungguh, kita tak butuh pulih 'tuk merasa berharga, cukup saling dekap hingga tak lagi ada celah bagi hampa agar bisa meraba. Kubersumpah, kita β€˜kan jadi satu-satunya pelataran tempat jiwa saling bernaung selamanya.

Terpahat demi menjagamu selamanya.
Tertanda, Loka.
❀2
#MiratTarsah. Di bawah naungan langit penuh angkara, kueja namamu dalam aksara yang bersukacita. Oh, @zhioyou, perlu kau ingat bahwa kita bukanlah seuntai silsilah yang dipaksa semesta; kau adalah satu-satunya jiwa yang kupilih tanpa pernah merasa terpaksa. Sungguh, tak pernah sekalipun kuuntai dusta. Kau kawan yang kupilih di tengah rimba manusia yang penuh tipu daya, di mana rasa percaya adalah barang langka yang nyaris sirna. Sudikah kau bersingkap pada; Sekiranya Aku T'lah Tiada, kawan? Kiranya β€˜tuk berbalas jasa atas pengikat rasa kawan sejawat dalam tawa, pun sengsara. Kumohon, tetaplah di sampingku. Bersama-sama, dalam ruang pengap tak mengenal suara. Biarlah hanya ada kita, di bawah kendali gelap yang menjaga dari segala petaka.

Rekan setia dari marabahaya.
Tertanda, R.
πŸ₯°1πŸ“1
#MiratTarsah. Terimalah sembahku ini, Sayangku Terkasih; @MembIe. Aku mencintaimu dalam sesat nikmat, 'bak binatang buas nan damba robekan sayat. Kubiarkan kau gali luka tepat di bawah seleret tulang belikat, biar tiap sekat menusuk sampai rongga dada lumat lepas mencuat busuk terikat. Singkaplah gerbang demi menjamah sembahku yang akurat; Arunika Nabastala, bagai sebuah upeti bagi sang pemilik nyawa terhebat. Harus kau ingat, kita adalah insan jalang yang didera dengan segala pelik hajat, maka tak apa bila dunia mencibir segala cinta yang dengan penuh maksiat. Tiada bahagia nan megah dari melihat diri tercacah, pasrah, berdarah, hingga kehilangan arah! Kubersumpah, Sayang. Hanya kita yang 'kan berdaulat hingga nisan kiamat tercatat dalam sejarah.

Kutuliskan cinta nan tandingi dunia.
Tertanda, Gavriel Mz.
1❀1❀‍πŸ”₯1πŸ†1πŸ’˜1
#MiratTarsah. Terimalah sembahku ini, Sayangku Terkasih; @aristocraqt. Aku mencintaimu dalam sesat nikmat, 'bak binatang buas nan damba robekan sayat. Kubiarkan kau gali luka tepat di bawah seleret tulang belikat, biar tiap sekat menusuk sampai rongga dada lumat lepas mencuat busuk terikat. Singkaplah gerbang demi menjamah sembahku yang akurat; β€œhttps://telegra.ph/H-020826-02-18-2”, bagai sebuah upeti bagi sang pemilik nyawa terhebat. Harus kau ingat, kita adalah insan jalang yang didera dengan segala pelik hajat, maka tak apa bila dunia mencibir segala cinta yang dengan penuh maksiat. Tiada bahagia nan megah dari melihat diri tercacah, pasrah, berdarah, hingga kehilangan arah! Kubersumpah, Sayang. Hanya kita yang 'kan berdaulat hingga nisan kiamat tercatat dalam sejarah.

Kutuliskan cinta nan tandingi dunia.
Tertanda, Ellio.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Terima kasih untuk para Seroja yang sudah memeriahkan hari ini dengan karya-karya yang begitu manis untuk dibaca, tentu senang sekali kami dapat membantu kalian untuk menyampaikan rasa sayang kepada orang-orang terkasih kalian. Nantikan kami di esok hari, sebab ada sesuatu yang kami siapkan untuk kalian, penasaran? πŸ‘€
❀4