This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Pembunuhan yang Tidak Langsung Disadari
ββΛ Kekerasan di Whitechapel bukan hal baru.
ββΛ Namun seiring waktu, detail-detail kecil mulai terasa berbeda. Waktu kejadian yang berulang di dini hari, lokasi yang tidak jauh satu sama lain, dan kondisi tubuh korban yang menunjukkan pola yang sama.
ββΛ Polisi mulai mencatat. Menghubungkan. Membandingkan. Dan dari situ muncul satu kemungkinan yang tidak bisa diabaikan. Bahwa semua ini bukan kebetulan.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Di Antara Banyak Korban, Mana yang Terhubung?
ββΛ Di tengah banyaknya serangan terhadap perempuan di East End, muncul pertanyaan besar, βapakah semua ini dilakukan oleh satu orang, atau hanya kebetulan yang terlihat mirip?β Pihak Metropolitan Police Service mencatat sebelas pembunuhan dalam rentang 1888β1891 yang kemudian dikenal sebagai βPembunuhan Whitechapelβ.
ββΛ Namun dari semua kasus itu, hanya lima yang dianggap memiliki pola paling kuat, yang dikenal sebagai βlima kanonisβ. Lima korban tersebut adalah Mary Ann Nichols, Annie Chapman, Elizabeth Stride, Catherine Eddowes, dan Mary Jane Kellyβyang diyakini sebagai korban dari Jack the Ripper.
ββΛ Polanya terlihat jelas.
ββΛ Sementara itu, dua kasus awal seperti Emma Elizabeth Smith dan Martha Tabram tidak dimasukkan, karena luka yang ditemukan tidak sepenuhnya sesuai dengan pola tersebut.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Korban 1: Mary Ann Nichols
ββΛ Dini hari, 31 Agustus 1888, sekitar pukul 03.40, tubuh Mary Ann Nichols ditemukan tergeletak oleh Charles Cross dan Robert Paul di Buckβs Row, Whitechapelβyang sekarang menjadi Durward Street.
ββΛ Saat ditemukan,
ββΛ Setelah diperiksa,
β. Kasus Mary Ann adalah kasuspembunuhan pertama dari lima kanonis yang menarik perhatian warga di Whitechapel.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Korban 2: Annie Chapman
γγγγ ββΛ Satu minggu setelah kasus pertama, pada 8 September 1888 sekitar pukul 06.00 pagi, jenazah Annie Chapman ditemukan oleh seorang lelaki tua bernama John Davis. Ia ditemukan di dekat pintu halaman belakang 29 Hanbury Street, Spitalfields.
γγγγ ββΛ Seperti korban sebelumnya,
ββΛ Dr. George Bagster Phillips yang menangani kasus ini, dia mengatakan bahwa sang pembunuh memiliki pengetahuan anatomi karena
ββΛ Sejak Dr. George Bagster Phillips mengatakan hal tersebut, masyarakat di sana berasumsi bahwa pembunuhnya adalah seorang dokter.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Sebuah Nama yang Muncul
ββΛ Sekitar 19 hari setelah pembunuhan Annie Chapman, tepatnya pada 27 September 1888, sebuah surat diterima oleh Central News Agency di London, sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian. Surat ini dikenal sebagai βDear Boss Letterβ. Isinya bukan hanya laporan atau pengakuan, melainkan tulisan bernada mengejek yang menyindir upaya polisi dalam menangkap pelaku.
ββΛ Dalam surat tersebut, penulis mengklaim akan melanjutkan aksinya, bahkan menyebut kemungkinan untuk
ββΛ Di bagian akhir surat, tertulis sebuah nama yang sebelumnya belum pernah digunakan dalam kasus iniββJack the Ripperβ.
ββΛ Sejak saat itu, nama tersebut mulai digunakan oleh media dan masyarakat untuk menyebut pelaku, dan dengan cepat menjadi identitas yang melekat pada rangkaian pembunuhan ini.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Korban 3: Elizabeth Stride
ββΛ Pada 30 September 1888, jenazah Elizabeth Stride ditemukan oleh Louis Diemschutz dengan
ββΛ Berbeda dari korban sebelumnya, tidak ditemukan
ββΛ Saat diidentifikasi, sekali lagi dinyatakan bahwa Elizabeth baru saja meninggal 30 menit yang lalu. Mungkin ketika Louis Diemschutz datang,
ββΛ Sejumlah saksi melaporkan melihat Stride bersama seorang pria pada malam sebelum kematiannya. Namun deskripsi yang diberikan tidak konsistenβmulai dari warna rambut hingga cara berpakaianβsehingga sulit untuk mengidentifikasi satu sosok yang pasti.
β. Tidak adanyamutilasi membuat kasus Stride menjadi salah satu yang paling diperdebatkan dalam lima kanonis.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Double Event: Terjadi Secara Bersamaan
ββΛ Sekitar 45 menit setelah penemuan
ββΛ
ββΛ
ββΛ
ββΛ Berdasarkan pemeriksaan dokter bedah kepolisian, seluruh tindakan
β. Kasus ini memperlihatkan tingkatmutilasi paling detail di ruang terbuka dalam rangkaianpembunuhan.
π€―1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Barang Bukti yang Tertinggal
ββΛ Anehnya, Vosian, setelah melakukan
ββΛ Pada
ββΛ Pesan tersebut tampaknya menyiratkan bahwa seorang Yahudi atau orang Yahudi pada umumnya bertanggung jawab atas serangkaian
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ βSaucy Jackyβ β Pesan Setelah Double Event
ββΛ Sehari setelah rangkaian
ββΛ Gaya penulisannya mirip dengan surat sebelumnya (βDear Bossβ), menggunakan nada santai dan cenderung mengejek, seolah-olah pelaku mengikuti perkembangan kasusnya sendiri di media. Hal yang menarik, kartu pos ini dikirimtidak lama setelah kejadian, ketika detail kasus mulai menyebar di masyarakat, sehingga memunculkan pertanyaan, βapakah ini benar dari pelaku, atau hanya seseorang yang memanfaatkan situasi?β
ββΛ Meski begitu, isi pesannya tetap memperkuat satu hal, bahwa pelakuβsiapa pun diaβtahu bagaimana membuat kehadirannya terasa, bahkan tanpa pernah terlihat.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Mary Jane Kelly β Puncak dari Segalanya
ββΛ Pada 9 November 1888 sekitar pukul 10.45 pagi,
ββΛ Berbeda dari korban sebelumnya,
ββΛ
ββΛ
ββΛ Abu yang ditemukan di dalam perapian mengindikasikan bahwa pelaku kemungkinan menyalakan api untuk penerangan saat melakukan
β. Kasus Mary Jane Kelly dianggap sebagaipembunuhan paling brutal dalam rangkaian βlima kanonisβ.
π€―1