💡 HUKUM-HUKUM SEPUTAR I'TIKAF (BAG.02)
(Kapan Seseorang Memulai I'tikaf?)
https://t.me/ManhajulAnbiya/9962
(Kapan Seseorang Memulai I'tikaf?)
https://t.me/ManhajulAnbiya/9962
👍1💯1
🕋 HUKUM-HUKUM SEPUTAR I'TIKAF (BAG.03)
(I'tikaf yang Paling Sempurna dan Utama)
https://t.me/ManhajulAnbiya/9963
(I'tikaf yang Paling Sempurna dan Utama)
https://t.me/ManhajulAnbiya/9963
👍1💯1
📜 KAJIAN ISLAM ILMIAH MENJELANG BERBUKA
(Sabtu, 22 Ramadhan 1446 H)
•••••••••••••••••••••
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
💻 Versi WEB:
Silakan klik: https://manhajulanbiya.com/
(Sabtu, 22 Ramadhan 1446 H)
•••••••••••••••••••••
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
💻 Versi WEB:
Silakan klik: https://manhajulanbiya.com/
👍2
📣 📣 Radio Manhajul Anbiya 1
Simak Sekarang!!
LIVE - Kajian Islam Ilmiah Menjelang Berbuka
📌Tafsir al-Quran
🎙 Al-Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian hafizhahullah
🕌 Masjid Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, Mahad Minhajul Atsar Jember.
📻 RADIO MANHAJUL ANBIYA
bisa melalui
•••••••••••••••••••••
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
💻 Versi WEB:
Silakan klik: https://manhajulanbiya.com/
📱atau siaran channel:
https://t.me/ManhajulAnbiya
Simak Sekarang!!
LIVE - Kajian Islam Ilmiah Menjelang Berbuka
📌Tafsir al-Quran
🎙 Al-Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian hafizhahullah
🕌 Masjid Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, Mahad Minhajul Atsar Jember.
📻 RADIO MANHAJUL ANBIYA
bisa melalui
•••••••••••••••••••••
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
💻 Versi WEB:
Silakan klik: https://manhajulanbiya.com/
📱atau siaran channel:
https://t.me/ManhajulAnbiya
Google Play
Radio Manhajul Anbiya - Apps on Google Play
Streaming Radio
👍3
🏷 HUKUM-HUKUM SEPUTAR I'TIKAF (BAG.05)
(Hal-hal yang dianjurkan dan tidak dianjurkan dalam I'tikaf )
https://t.me/ManhajulAnbiya/9969
(Hal-hal yang dianjurkan dan tidak dianjurkan dalam I'tikaf )
https://t.me/ManhajulAnbiya/9969
👍2💯1
✅ HUKUM-HUKUM SEPUTAR I'TIKAF (BAG.06)
(Hal-hal yang diperbolehkan bagi orang yang I'tikaf )
https://t.me/ManhajulAnbiya/9970
(Hal-hal yang diperbolehkan bagi orang yang I'tikaf )
https://t.me/ManhajulAnbiya/9970
💯1
❗📝 PERINGATAN PENTING DALAM MENCARI LAILATUL QADAR
Telah disebutkan dalam Shahihain dari hadits Aisyah, Abu Sa’id, Ibnu Abbas, dan lainnya radhiyallahu ‘anhum bahwa Nabi ﷺ bersabda:
تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان
" Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan."
Namun, yang dimaksud dengan malam-malam ganjil dalam hadits ini bukanlah malam ke-21, ke-23, dan seterusnya, serta bahwa Lailatul Qadar tidak bisa jatuh pada malam-malam genap.
Akan tetapi, yang dimaksud dengan malam-malam ganjil di sini adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi ﷺ. Dalam Shahih Bukhari (2021) dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, Nabi ﷺ bersabda:
التمسوها في العشر الأواخر من رمضان ليلة القدر في تاسعة تبقى ، في سابعة تبقى ، في خامسة تبقى
" Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, pada malam kesembilan yang tersisa, malam ketujuh yang tersisa, dan malam kelima yang tersisa ."
Juga dalam hadits dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
الْتمسوها في العشر الأواخر ، لتسع يبْقَيْن ، أو لسبع يبْقَيْن ، أو لخمسٍ أو لثلاثٍ ، أو آخر ليلة
" Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir, pada malam kesembilan yang tersisa, atau malam ketujuh yang tersisa, atau malam kelima, atau malam ketiga, atau malam terakhir ."
(HR. Ahmad 20376, disahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahih Al-Musnad dan oleh para peneliti Musnad dengan sanad yang shahih).
Dalam Shahih Muslim (1167) dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,
أن النبي ﷺ قال: "الْتمسوها في التاسعة والسابعة والخامسة" ، فقال له أبو نضرة: يا أبا سعيد إنكم أعلم بالعدد منا ، قال: أجل ، نحن أحق بذلك منكم ، قال: قلت: ما التاسعة والسابعة والخامسة؟ قال: "إذا مضتْ واحدة وعشرون فالتي تليها ثنتين وعشرين وهي التاسعة ، فإذا مضَتْ ثلاث وعشرون فالتي تليها السابعة ، فإذا مضتْ خمس وعشرون فالتي تليها الخامسة" .
Nabi ﷺ bersabda:
" Carilah Lailatul Qadar pada malam kesembilan, malam ketujuh, dan malam kelima."
Lalu Abu Nadhrah bertanya kepada Abu Sa’id: “Wahai Abu Sa’id, kalian lebih memahami hitungan malam daripada kami.”
Abu Sa’id menjawab: “Ya, kami lebih berhak mengetahui itu dibanding kalian.”
Maka Abu Nadhrah bertanya: “Apa maksud malam kesembilan, ketujuh, dan kelima?”
Abu Sa’id menjelaskan:
"Jika malam ke-21 telah berlalu, maka malam berikutnya adalah malam ke-22, yang dihitung sebagai malam kesembilan yang tersisa. Jika malam ke-23 berlalu, maka malam berikutnya adalah malam ke-24, yang dihitung sebagai malam ketujuh yang tersisa. Jika malam ke-25 berlalu, maka malam berikutnya adalah malam ke-26, yang dihitung sebagai malam kelima yang tersisa."
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang Lailatul Qadar, lalu beliau menjawab:
"Alhamdulillah. Lailatul Qadar berada di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Demikianlah yang shahih dari Nabi ﷺ ketika beliau bersabda: ‘ Ia (Lailatul Qadar) berada di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan.’
Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir.
Tetapi malam ganjil bisa dihitung berdasarkan yang telah berlalu, yaitu malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29. Atau dihitung berdasarkan malam yang tersisa, sebagaimana sabda Nabi ﷺ :
لتاسعة تبقى ، لسابعة تبقى ، لخامسة تبقى ، لثالثة تبقى
" Pada malam kesembilan yang tersisa, ketujuh yang tersisa, kelima yang tersisa, dan ketiga yang tersisa ."
Dengan demikian, jika bulan Ramadhan berjumlah 30 hari, maka malam-malam ini jatuh pada malam-malam genap. Sehingga malam ke-22 dihitung sebagai malam kesembilan yang tersisa, malam ke-24 sebagai malam ketujuh yang tersisa, dan seterusnya.
Hal ini sebagaimana ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri dalam hadits yang shahih. Nabi ﷺ pun mengamalkan ini dalam bulan yang sempurna (30 hari).
Jika bulan Ramadhan hanya 29 hari, maka perhitungan malam yang tersisa akan sama dengan perhitungan malam yang telah berlalu.
Telah disebutkan dalam Shahihain dari hadits Aisyah, Abu Sa’id, Ibnu Abbas, dan lainnya radhiyallahu ‘anhum bahwa Nabi ﷺ bersabda:
تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان
" Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan."
Namun, yang dimaksud dengan malam-malam ganjil dalam hadits ini bukanlah malam ke-21, ke-23, dan seterusnya, serta bahwa Lailatul Qadar tidak bisa jatuh pada malam-malam genap.
Akan tetapi, yang dimaksud dengan malam-malam ganjil di sini adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi ﷺ. Dalam Shahih Bukhari (2021) dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, Nabi ﷺ bersabda:
التمسوها في العشر الأواخر من رمضان ليلة القدر في تاسعة تبقى ، في سابعة تبقى ، في خامسة تبقى
" Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, pada malam kesembilan yang tersisa, malam ketujuh yang tersisa, dan malam kelima yang tersisa ."
Juga dalam hadits dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
الْتمسوها في العشر الأواخر ، لتسع يبْقَيْن ، أو لسبع يبْقَيْن ، أو لخمسٍ أو لثلاثٍ ، أو آخر ليلة
" Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir, pada malam kesembilan yang tersisa, atau malam ketujuh yang tersisa, atau malam kelima, atau malam ketiga, atau malam terakhir ."
(HR. Ahmad 20376, disahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahih Al-Musnad dan oleh para peneliti Musnad dengan sanad yang shahih).
Dalam Shahih Muslim (1167) dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,
أن النبي ﷺ قال: "الْتمسوها في التاسعة والسابعة والخامسة" ، فقال له أبو نضرة: يا أبا سعيد إنكم أعلم بالعدد منا ، قال: أجل ، نحن أحق بذلك منكم ، قال: قلت: ما التاسعة والسابعة والخامسة؟ قال: "إذا مضتْ واحدة وعشرون فالتي تليها ثنتين وعشرين وهي التاسعة ، فإذا مضَتْ ثلاث وعشرون فالتي تليها السابعة ، فإذا مضتْ خمس وعشرون فالتي تليها الخامسة" .
Nabi ﷺ bersabda:
" Carilah Lailatul Qadar pada malam kesembilan, malam ketujuh, dan malam kelima."
Lalu Abu Nadhrah bertanya kepada Abu Sa’id: “Wahai Abu Sa’id, kalian lebih memahami hitungan malam daripada kami.”
Abu Sa’id menjawab: “Ya, kami lebih berhak mengetahui itu dibanding kalian.”
Maka Abu Nadhrah bertanya: “Apa maksud malam kesembilan, ketujuh, dan kelima?”
Abu Sa’id menjelaskan:
"Jika malam ke-21 telah berlalu, maka malam berikutnya adalah malam ke-22, yang dihitung sebagai malam kesembilan yang tersisa. Jika malam ke-23 berlalu, maka malam berikutnya adalah malam ke-24, yang dihitung sebagai malam ketujuh yang tersisa. Jika malam ke-25 berlalu, maka malam berikutnya adalah malam ke-26, yang dihitung sebagai malam kelima yang tersisa."
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang Lailatul Qadar, lalu beliau menjawab:
"Alhamdulillah. Lailatul Qadar berada di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Demikianlah yang shahih dari Nabi ﷺ ketika beliau bersabda: ‘ Ia (Lailatul Qadar) berada di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan.’
Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir.
Tetapi malam ganjil bisa dihitung berdasarkan yang telah berlalu, yaitu malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29. Atau dihitung berdasarkan malam yang tersisa, sebagaimana sabda Nabi ﷺ :
لتاسعة تبقى ، لسابعة تبقى ، لخامسة تبقى ، لثالثة تبقى
" Pada malam kesembilan yang tersisa, ketujuh yang tersisa, kelima yang tersisa, dan ketiga yang tersisa ."
Dengan demikian, jika bulan Ramadhan berjumlah 30 hari, maka malam-malam ini jatuh pada malam-malam genap. Sehingga malam ke-22 dihitung sebagai malam kesembilan yang tersisa, malam ke-24 sebagai malam ketujuh yang tersisa, dan seterusnya.
Hal ini sebagaimana ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri dalam hadits yang shahih. Nabi ﷺ pun mengamalkan ini dalam bulan yang sempurna (30 hari).
Jika bulan Ramadhan hanya 29 hari, maka perhitungan malam yang tersisa akan sama dengan perhitungan malam yang telah berlalu.
👍2💯2
Dengan demikian, seharusnya seorang mukmin mencari Lailatul Qadar di seluruh sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
تحروها في العشر الأواخر
‘Carilah di sepuluh malam terakhir.’
Namun, lebih diharapkan jatuh pada tujuh malam terakhir."
(Majmu’ Al-Fatawa, 25/284-285)
Pendapat ini juga disetujui oleh Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr dalam "Al-Istidzkar" (10/333), Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam "Fathul Bari" (4/262, hadits no. 2021), dan Ibnu Hazm dalam "Al-Muhalla" (masalah no. 802).
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
"Malam-malam yang paling diharapkan sebagai Lailatul Qadar adalah malam ke-27. Namun, malam ini bukanlah Lailatul Qadar secara pasti. Akan tetapi hanya sebatas yang paling diharapkan. Bersamaan dengan itu, pendapat yang rajih (kuat) di kalangan ulama, Lailatul Qadar berpindah-pindah. Kadang terjadi di malam ke-21, kadang di malam ke-23, ke-25, ke-27, ke-29, dan bisa juga terjadi di malam-malam genap."
( Fatawa Nur ‘Ala Ad-Darb )
Dengan demikian, seorang muslim seharusnya bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir, baik di malam ganjil maupun malam genap, agar ia meraih Lailatul Qadar dan mendapatkan keutamaan serta keberkahannya.
Wallahu a’lam.
✍🏻 Ditulis oleh: Ahmad Badukhn
📅 20 Ramadhan 1440 H
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
تحروها في العشر الأواخر
‘Carilah di sepuluh malam terakhir.’
Namun, lebih diharapkan jatuh pada tujuh malam terakhir."
(Majmu’ Al-Fatawa, 25/284-285)
Pendapat ini juga disetujui oleh Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr dalam "Al-Istidzkar" (10/333), Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam "Fathul Bari" (4/262, hadits no. 2021), dan Ibnu Hazm dalam "Al-Muhalla" (masalah no. 802).
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
"Malam-malam yang paling diharapkan sebagai Lailatul Qadar adalah malam ke-27. Namun, malam ini bukanlah Lailatul Qadar secara pasti. Akan tetapi hanya sebatas yang paling diharapkan. Bersamaan dengan itu, pendapat yang rajih (kuat) di kalangan ulama, Lailatul Qadar berpindah-pindah. Kadang terjadi di malam ke-21, kadang di malam ke-23, ke-25, ke-27, ke-29, dan bisa juga terjadi di malam-malam genap."
( Fatawa Nur ‘Ala Ad-Darb )
Dengan demikian, seorang muslim seharusnya bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir, baik di malam ganjil maupun malam genap, agar ia meraih Lailatul Qadar dan mendapatkan keutamaan serta keberkahannya.
Wallahu a’lam.
✍🏻 Ditulis oleh: Ahmad Badukhn
📅 20 Ramadhan 1440 H
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍2💯2
Peringatan Penting dalam Mencari Lailatul Qadar-1.pdf
5.3 MB
📚Terjemah
تنبيه مهم في تحرِّي ليلة القدر
📕 Peringatan Penting dalam Mencari Lailatul Qadar
🖊 Penulis: Fadhilatusy Syaikh Ahmad bin Sulaiman Badukhn hafizhahullah
Link download
https://t.me/ManhajulAnbiya/9973
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
تنبيه مهم في تحرِّي ليلة القدر
📕 Peringatan Penting dalam Mencari Lailatul Qadar
🖊 Penulis: Fadhilatusy Syaikh Ahmad bin Sulaiman Badukhn hafizhahullah
Link download
https://t.me/ManhajulAnbiya/9973
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
👍5💯1
📣 📣 Radio Manhajul Anbiya 1
Simak Sekarang!!
LIVE - Kajian Islam Ilmiah Menjelang Berbuka
📌 Tafsir al-Quran
🎙 Al-Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian hafizhahullah
🕌 Masjid Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, Mahad Minhajul Atsar Jember.
📻 RADIO MANHAJUL ANBIYA
bisa melalui
•••••••••••••••••••••
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
💻 Versi WEB:
Silakan klik: https://manhajulanbiya.com/
📱atau siaran channel:
https://t.me/ManhajulAnbiya
Simak Sekarang!!
LIVE - Kajian Islam Ilmiah Menjelang Berbuka
📌 Tafsir al-Quran
🎙 Al-Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian hafizhahullah
🕌 Masjid Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, Mahad Minhajul Atsar Jember.
📻 RADIO MANHAJUL ANBIYA
bisa melalui
•••••••••••••••••••••
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
💻 Versi WEB:
Silakan klik: https://manhajulanbiya.com/
📱atau siaran channel:
https://t.me/ManhajulAnbiya
Google Play
Radio Manhajul Anbiya - Apps on Google Play
Streaming Radio
👍4
❌ HUKUM-HUKUM SEPUTAR I'TIKAF (BAG.07)
(Hal-hal yang membatalkan I'tikaf )
https://t.me/ManhajulAnbiya/9977
(Hal-hal yang membatalkan I'tikaf )
https://t.me/ManhajulAnbiya/9977
👍1💯1
📣 📣 Radio Manhajul Anbiya 1
Simak Sekarang!!
LIVE - Kajian Islam Ilmiah Menjelang Berbuka
📌 Tafsir al-Quran
🎙 Al-Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian hafizhahullah
🕌 Masjid Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, Mahad Minhajul Atsar Jember.
📻 RADIO MANHAJUL ANBIYA
•••••••••••••••••••••
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
💻 Versi WEB:
Silakan klik: https://manhajulanbiya.com/
📱atau siaran channel:
https://t.me/ManhajulAnbiya
Simak Sekarang!!
LIVE - Kajian Islam Ilmiah Menjelang Berbuka
📌 Tafsir al-Quran
🎙 Al-Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian hafizhahullah
🕌 Masjid Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, Mahad Minhajul Atsar Jember.
📻 RADIO MANHAJUL ANBIYA
•••••••••••••••••••••
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
💻 Versi WEB:
Silakan klik: https://manhajulanbiya.com/
📱atau siaran channel:
https://t.me/ManhajulAnbiya
Google Play
Radio Manhajul Anbiya - Apps on Google Play
Streaming Radio
👍3