📶📲 Kajian Islam Ilmiyah Online Kaltim - Kaltara (Balikpapan - Samarinda - Bontang- Tanjung Selor - Tarakan)
✅ Al-Fiqhul Muyassar fii Dhouil Kitabi was Sunnah (Pertemuan ke-17)
🎙 Ustadz Ibrahim Waliulu hafizhahullah
📆 Ahad, 04 Jumadil Akhrah 1445 H (12/17/2023 M)
🕕 Pukul: 10.00 WITA - selesai
📻 LIVE di RADIO AHLUSSUNNAH BALIKPAPAN
http://manhajulanbiya.com/
biidznillah
📀 Unduh audio lengkap durus di link channel berikut:
(https://t.me/audiofiqhmuyassar)
✅ Al-Fiqhul Muyassar fii Dhouil Kitabi was Sunnah (Pertemuan ke-17)
🎙 Ustadz Ibrahim Waliulu hafizhahullah
📆 Ahad, 04 Jumadil Akhrah 1445 H (12/17/2023 M)
🕕 Pukul: 10.00 WITA - selesai
📻 LIVE di RADIO AHLUSSUNNAH BALIKPAPAN
http://manhajulanbiya.com/
biidznillah
📀 Unduh audio lengkap durus di link channel berikut:
(https://t.me/audiofiqhmuyassar)
👍6
🌠📝📡 Radio Manhajul Anbiya
📶📲 Simak Sekarang !!
LIVE - Kajian Islam Ilmiyah Online Kaltim - Kaltara (Balikpapan - Samarinda - Bontang- Tanjung Selor - Tarakan)
✅ Al-Fiqhul Muyassar fii Dhouil Kitabi was Sunnah (Pertemuan ke-17)
🎙 Al-Ustadz Ibrahim Waliulu hafizhahullah di Studio Minhajul Atsar Jember
📻 di RADIO AHLUSSUNNAH BALIKPAPAN
bisa melalui
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
Versi WEB:
Silakan klik: http://manhajulanbiya.com/
atau siaran channel:
https://t.me/ManhajulAnbiya
📶📲 Simak Sekarang !!
LIVE - Kajian Islam Ilmiyah Online Kaltim - Kaltara (Balikpapan - Samarinda - Bontang- Tanjung Selor - Tarakan)
✅ Al-Fiqhul Muyassar fii Dhouil Kitabi was Sunnah (Pertemuan ke-17)
🎙 Al-Ustadz Ibrahim Waliulu hafizhahullah di Studio Minhajul Atsar Jember
📻 di RADIO AHLUSSUNNAH BALIKPAPAN
bisa melalui
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
Versi WEB:
Silakan klik: http://manhajulanbiya.com/
atau siaran channel:
https://t.me/ManhajulAnbiya
Google Play
Radio Manhajul Anbiya - Apps on Google Play
Streaming Radio
👍4
📡 مباشر_الآن
📚 شرح الباعث الحثيث
🎙 الأستاذ رويفع بن سليمي حفظه الله تعالى
📻📶 على إذاعة:
🔗 http://Manhajulanbiya.com
🔗 http://radiominhajulatsar.com
📻📶 إذاعة قناة على التلجرام:
🔗 https://t.me/ManhajulAnbiya
📚 شرح الباعث الحثيث
🎙 الأستاذ رويفع بن سليمي حفظه الله تعالى
📻📶 على إذاعة:
🔗 http://Manhajulanbiya.com
🔗 http://radiominhajulatsar.com
📻📶 إذاعة قناة على التلجرام:
🔗 https://t.me/ManhajulAnbiya
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
📡 مباشر_الآن
📚 درس شرح نخبة الفكر
🎙 الأستاذ رويفع بن سليمي حفظه الله تعالى
📻📶 على إذاعة:
🔗 http://Manhajulanbiya.com
🔗 http://radiominhajulatsar.com
📻📶 إذاعة قناة على التلجرام:
🔗 https://t.me/ManhajulAnbiya
📚 درس شرح نخبة الفكر
🎙 الأستاذ رويفع بن سليمي حفظه الله تعالى
📻📶 على إذاعة:
🔗 http://Manhajulanbiya.com
🔗 http://radiominhajulatsar.com
📻📶 إذاعة قناة على التلجرام:
🔗 https://t.me/ManhajulAnbiya
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍4
🍎🌅 KABAR GEMBIRA
📌 Memperkenalkan CHANNEL (SALURAN) BARU Saluran Manhajul Anbiya (Channel versi WhatsApp)
📝 Mari bergabung dengan cara klik https://whatsapp.com/channel/0029VaGZIwdKbYMImW44AU0s
(Channel versi WA)
(Lalu klik "IKUTI" di pojok kanan atas)
📌 Memperkenalkan CHANNEL (SALURAN) BARU Saluran Manhajul Anbiya (Channel versi WhatsApp)
📝 Mari bergabung dengan cara klik https://whatsapp.com/channel/0029VaGZIwdKbYMImW44AU0s
(Channel versi WA)
(Lalu klik "IKUTI" di pojok kanan atas)
WhatsApp.com
Manhajul Anbiya | WhatsApp Channel
Manhajul Anbiya WhatsApp Channel. Berdakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah. 969 followers
👍12
🏡 KUNCI MERAIH KEBAHAGIAAN DI DUNIA DAN AKHIRAT: IMAN DAN AMAL SHALIH
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin (beriman), sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya (di dunia) kehidupan yang baik (bahagia), dan akan Kami beri balasan (di Akhirat) dengan pahala yang lebih bagus daripada apa yang selalu mereka kerjakan."
(An-Naḥl:97).
📝 Amal Shalih adalah amal yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
📚 Beriman yaitu hatinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan yakin bahwa amalan tersebut benar-benar disyariatkan di sisi-Nya.
🔎 Maka pasti Allah berikan padanya kehidupan yang baik, yaitu kehidupan yang meliputi segala bentuk kebahagiaan dalam bentuk apapun, antara lain rizki yang halalan thayyibah, qanaah, selalu mengerjakan amal ibadah dan ketaatan, kelapangan jiwa, dll.
📒 Adapun pahala yang lebih bagus maka itu adalah balasan di akhirat kelak.
📖 (lihat tafsir ayat ini dalam Tafsir Ibnu Katsir)
~~~~
🌅📌 Ikuti Channel (Saluran) Manhajul Anbiya versi WhatsApp
https://whatsapp.com/channel/0029VaGZIwdKbYMImW44AU0s
(Lalu klik "IKUTI" di pojok kanan atas)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin (beriman), sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya (di dunia) kehidupan yang baik (bahagia), dan akan Kami beri balasan (di Akhirat) dengan pahala yang lebih bagus daripada apa yang selalu mereka kerjakan."
(An-Naḥl:97).
📝 Amal Shalih adalah amal yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
📚 Beriman yaitu hatinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan yakin bahwa amalan tersebut benar-benar disyariatkan di sisi-Nya.
🔎 Maka pasti Allah berikan padanya kehidupan yang baik, yaitu kehidupan yang meliputi segala bentuk kebahagiaan dalam bentuk apapun, antara lain rizki yang halalan thayyibah, qanaah, selalu mengerjakan amal ibadah dan ketaatan, kelapangan jiwa, dll.
📒 Adapun pahala yang lebih bagus maka itu adalah balasan di akhirat kelak.
📖 (lihat tafsir ayat ini dalam Tafsir Ibnu Katsir)
🌅📌 Ikuti Channel (Saluran) Manhajul Anbiya versi WhatsApp
https://whatsapp.com/channel/0029VaGZIwdKbYMImW44AU0s
(Lalu klik "IKUTI" di pojok kanan atas)
WhatsApp.com
Manhajul Anbiya | WhatsApp Channel
Manhajul Anbiya WhatsApp Channel. Berdakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah. 969 followers
👍14
📀 Unduh Audio
Khutbah Jum'at
🌅 AQIDAH ISLAM TENTANG NABI ISA 'alahis salam
(nasehat kepada kaum muslimin agar waspada dari Nataru)
📲 https://shorturl.at/aipx3
Khutbah Jum'at
🌅 AQIDAH ISLAM TENTANG NABI ISA 'alahis salam
(nasehat kepada kaum muslimin agar waspada dari Nataru)
📲 https://shorturl.at/aipx3
👍11
Aqidah Islam tentang Nabi Isa 'alaihissalam
al-Ustadz Abu Amr Alfian hafizhahullah
💿 Audio Khutbah Jumat
📚 Tema Khutbah:
Aqidah Islam tentang Nabi Isa 'alaihis salam
(nasehat kepada kaum muslimin agar waspada dari Nataru)
🎙 Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian hafizhahullah
📆 Jum'at, 2 Jumadal Akhirah 1445 H/ 15 Desember 2023 M
🕌 Masjid Ali bin Abi Thalib, Ma'had Minhajul Atsar Jember
https://t.me/ManhajulAnbiya/8345
☝️ Semoga bermanfaat. Amin
📚 Tema Khutbah:
Aqidah Islam tentang Nabi Isa 'alaihis salam
(nasehat kepada kaum muslimin agar waspada dari Nataru)
🎙 Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian hafizhahullah
📆 Jum'at, 2 Jumadal Akhirah 1445 H/ 15 Desember 2023 M
🕌 Masjid Ali bin Abi Thalib, Ma'had Minhajul Atsar Jember
https://t.me/ManhajulAnbiya/8345
☝️ Semoga bermanfaat. Amin
👍22
Forwarded from Manhajul Anbiya
🌳🌿📚 SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR
🔥👊🎄 Natal❌
🔥👊🎆 Tahun Baru ❌ dll
-------------------------------
Menanggapi upaya-upaya yang keras dari orang-orang kafir dalam meredam dan menggugurkan prinsip Al-Bara’, melalui hari raya mereka, maka sangatlah mendesak untuk setiap muslim mengetahui dan memahami perkara-perkara berikut ini:
1⃣ Tidak Menghadiri Hari Raya Mereka
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Berbaurnya kaum muslimin dengan non-muslim (kafir, pen) dalam acara hari raya mereka adalah HARAM. Sebab, dalam perbuatan tersebut mengandung unsur tolong menolong dalam hal perbuatan dosa dan permusuhan. Padahal Allah berfirman (artinya): “Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kalian tolong menolong didalam dosa dan pelanggaran.” (Al Maidah:2)…..Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa kaum muslimin tidak boleh ikut bersama orang-orang kafir dalam acara hari raya mereka karena hal itu menunjukan persetujuan dan keridhaan terhadap agama mereka yang batil.” (Disarikan dari majalah Asy Syariah no.10 hal.8-9)
Berkaitan dengan poin yang pertama ini, tidak sedikit dari para ulama ketika membawakan firman Allah yang menceritakan tentang sifat-sifat Ibadurrahman (artinya): “(Yaitu) orang-orang yang tidak menghadiri kedustaan.” (Al Furqan:73), mereka menafsirkan “kedustaan” tersebut dengan hari-hari raya kaum musyrikin (lihat Tafsir Ibnu Jarir)
Lebih parah lagi apabila seorang muslim bersedia menghadiri acara tersebut di gereja atau tempat-tempat ibadah mereka. 'Umar bin al-Khaththab mengecam perbuatan ini dengan mengatakan :
“Dan janganlah kalian menemui orang-orang musyrikin di gereja-gereja atau tempat-tempat ibadah mereka, karena kemurkaan Allah akan menimpa mereka.” (HR Al-Baihaqi 18861, dengan sanad shahih)
2⃣ Tidak Memberikan Ucapan Selamat Hari Raya
Di dalam salah satu fatwanya, beliau (Asy Syaikh Ibnu Utsaimin) mengatakan bahwa memberikan ucapan selamat hari raya Natal kepada kaum Nashrani dan selainnya dari hari-hari raya orang kafir adalah HARAM.
👉 Keharaman tersebut disebabkan adanya unsur keridhaan dan persetujuan terhadap syiar kekufuran mereka, walaupun pada dasarnya tidak ada keridhaan terhadap kekufuran itu sendiri. Beliau pun membawakan ayat yaitu (artinya): “Bila kalian kufur maka sesungguhnya Allah tidak butuh kepada kalian. Dia tidak ridha adanya kekufuran pada hamba-hamba-Nya. (Namun) bila kalian bersyukur maka Dia ridha kepada kalian.” (Az Zumar:7). Juga firman-Nya (yang artinya): “Pada hari ini, Aku telah sempurnakan agama ini kepada kalian, Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian dan Aku ridhai Islam menjadi agama kalian.” (Al Maidah:3)
Beliau juga menambahkan bahwa bila mereka sendiri yang mengucapkan selamat hari raya tersebut kepada kita maka kita tidak boleh membalasnya karena memang bukan hari raya kita. Demikian pula, hal tersebut disebabkan hari raya mereka ini bukanlah hari raya yang diridhai Allah karena memang sebuah bentuk bid’ah dalam agama asli mereka. Atau kalau memang disyariatkan, maka hal itu telah dihapus dengan datangnya agama Islam.” (Majmu’uts Tsamin juz 3 dan Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan 1/255)
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir pada hari raya mereka, kalaupun dia ini selamat dari kekufuran maka dia pasti terjatuh kepada keharaman. Keadaan dia ini seperti halnya mengucapkan selamat atas sujud mereka kepada salib. (Ahkamu Ahlidz Dzimmah)
(.... berlanjut...)
••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔥👊🎄 Natal❌
🔥👊🎆 Tahun Baru ❌ dll
-------------------------------
Menanggapi upaya-upaya yang keras dari orang-orang kafir dalam meredam dan menggugurkan prinsip Al-Bara’, melalui hari raya mereka, maka sangatlah mendesak untuk setiap muslim mengetahui dan memahami perkara-perkara berikut ini:
1⃣ Tidak Menghadiri Hari Raya Mereka
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Berbaurnya kaum muslimin dengan non-muslim (kafir, pen) dalam acara hari raya mereka adalah HARAM. Sebab, dalam perbuatan tersebut mengandung unsur tolong menolong dalam hal perbuatan dosa dan permusuhan. Padahal Allah berfirman (artinya): “Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kalian tolong menolong didalam dosa dan pelanggaran.” (Al Maidah:2)…..Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa kaum muslimin tidak boleh ikut bersama orang-orang kafir dalam acara hari raya mereka karena hal itu menunjukan persetujuan dan keridhaan terhadap agama mereka yang batil.” (Disarikan dari majalah Asy Syariah no.10 hal.8-9)
Berkaitan dengan poin yang pertama ini, tidak sedikit dari para ulama ketika membawakan firman Allah yang menceritakan tentang sifat-sifat Ibadurrahman (artinya): “(Yaitu) orang-orang yang tidak menghadiri kedustaan.” (Al Furqan:73), mereka menafsirkan “kedustaan” tersebut dengan hari-hari raya kaum musyrikin (lihat Tafsir Ibnu Jarir)
Lebih parah lagi apabila seorang muslim bersedia menghadiri acara tersebut di gereja atau tempat-tempat ibadah mereka. 'Umar bin al-Khaththab mengecam perbuatan ini dengan mengatakan :
“Dan janganlah kalian menemui orang-orang musyrikin di gereja-gereja atau tempat-tempat ibadah mereka, karena kemurkaan Allah akan menimpa mereka.” (HR Al-Baihaqi 18861, dengan sanad shahih)
2⃣ Tidak Memberikan Ucapan Selamat Hari Raya
Di dalam salah satu fatwanya, beliau (Asy Syaikh Ibnu Utsaimin) mengatakan bahwa memberikan ucapan selamat hari raya Natal kepada kaum Nashrani dan selainnya dari hari-hari raya orang kafir adalah HARAM.
👉 Keharaman tersebut disebabkan adanya unsur keridhaan dan persetujuan terhadap syiar kekufuran mereka, walaupun pada dasarnya tidak ada keridhaan terhadap kekufuran itu sendiri. Beliau pun membawakan ayat yaitu (artinya): “Bila kalian kufur maka sesungguhnya Allah tidak butuh kepada kalian. Dia tidak ridha adanya kekufuran pada hamba-hamba-Nya. (Namun) bila kalian bersyukur maka Dia ridha kepada kalian.” (Az Zumar:7). Juga firman-Nya (yang artinya): “Pada hari ini, Aku telah sempurnakan agama ini kepada kalian, Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian dan Aku ridhai Islam menjadi agama kalian.” (Al Maidah:3)
Beliau juga menambahkan bahwa bila mereka sendiri yang mengucapkan selamat hari raya tersebut kepada kita maka kita tidak boleh membalasnya karena memang bukan hari raya kita. Demikian pula, hal tersebut disebabkan hari raya mereka ini bukanlah hari raya yang diridhai Allah karena memang sebuah bentuk bid’ah dalam agama asli mereka. Atau kalau memang disyariatkan, maka hal itu telah dihapus dengan datangnya agama Islam.” (Majmu’uts Tsamin juz 3 dan Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan 1/255)
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir pada hari raya mereka, kalaupun dia ini selamat dari kekufuran maka dia pasti terjatuh kepada keharaman. Keadaan dia ini seperti halnya mengucapkan selamat atas sujud mereka kepada salib. (Ahkamu Ahlidz Dzimmah)
(.... berlanjut...)
••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍6
Forwarded from Manhajul Anbiya
🌳🌿📚 SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR
🔥👊🎄 Natal❌
🔥👊🎆 Tahun Baru ❌
dll
-------------------------------
(... lanjutan...)
3⃣ 🎁❌ Tidak Tukar Menukar Hadiah Pada Hari Raya Mereka
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Telah sampai kepada kami (berita) tentang sebagian orang yang tidak mengerti dan lemah agamanya, bahwa mereka saling menukar hadiah pada hari raya Nashrani. Ini adalah haram dan tidak boleh dilakukan. Sebab, dalam (perbuatan) tersebut mengandung unsur keridhaan kepada kekufuran dan agama mereka. Kita mengadukan (hal ini) kepada Allah.” (At-Ta’liq ‘Ala Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal. 277)
4⃣ 🍫🍞🚫 Tidak Menjual Sesuatu Untuk Keperluan Hari Raya Mereka
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan bahwa seorang muslim yang menjual barang dagangannya untuk membantu kebutuhan hari raya orang-orang kafir baik berupa makanan, pakaian atau selainnya maka ini merupakan bentuk pertolongan untuk mensukseskan acara tersebut. (Perbuatan) ini dilarang atas dasar suatu kaidah yaitu: Tidak boleh menjual air anggur atau air buah kepada orang-orang kafir untuk dijadikan minuman keras (khamr). Demikian halnya, tidak boleh menjual senjata kepada mereka untuk memerangi seorang muslim. (Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal.325)
5⃣ Tidak Melakukan Aktivitas-Aktivitas Tertentu Yang Menyerupai Orang-Orang Kafir Pada Hari Raya Mereka
Dalam fatwanya, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan: “Dan demikian pula diharamkan bagi kaum muslimin untuk meniru orang-orang kafir pada hari raya tersebut dengan mengadakan perayaan-perayaan khusus, tukar menukar hadiah, pembagian permen (secara gratis), membuat makanan khusus, libur kerja dan semacamnya. Hal ini berdasarkan ucapan Nabi :
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (H.R Abu Daud dengan sanad hasan). (Majmu’uts Tsamin juz 3)
sumber :
📥 manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔥👊🎄 Natal❌
🔥👊🎆 Tahun Baru ❌
dll
-------------------------------
(... lanjutan...)
3⃣ 🎁❌ Tidak Tukar Menukar Hadiah Pada Hari Raya Mereka
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Telah sampai kepada kami (berita) tentang sebagian orang yang tidak mengerti dan lemah agamanya, bahwa mereka saling menukar hadiah pada hari raya Nashrani. Ini adalah haram dan tidak boleh dilakukan. Sebab, dalam (perbuatan) tersebut mengandung unsur keridhaan kepada kekufuran dan agama mereka. Kita mengadukan (hal ini) kepada Allah.” (At-Ta’liq ‘Ala Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal. 277)
4⃣ 🍫🍞🚫 Tidak Menjual Sesuatu Untuk Keperluan Hari Raya Mereka
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan bahwa seorang muslim yang menjual barang dagangannya untuk membantu kebutuhan hari raya orang-orang kafir baik berupa makanan, pakaian atau selainnya maka ini merupakan bentuk pertolongan untuk mensukseskan acara tersebut. (Perbuatan) ini dilarang atas dasar suatu kaidah yaitu: Tidak boleh menjual air anggur atau air buah kepada orang-orang kafir untuk dijadikan minuman keras (khamr). Demikian halnya, tidak boleh menjual senjata kepada mereka untuk memerangi seorang muslim. (Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal.325)
5⃣ Tidak Melakukan Aktivitas-Aktivitas Tertentu Yang Menyerupai Orang-Orang Kafir Pada Hari Raya Mereka
Dalam fatwanya, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan: “Dan demikian pula diharamkan bagi kaum muslimin untuk meniru orang-orang kafir pada hari raya tersebut dengan mengadakan perayaan-perayaan khusus, tukar menukar hadiah, pembagian permen (secara gratis), membuat makanan khusus, libur kerja dan semacamnya. Hal ini berdasarkan ucapan Nabi :
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (H.R Abu Daud dengan sanad hasan). (Majmu’uts Tsamin juz 3)
sumber :
📥 manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍3
🌠📝📡 Radio Manhajul Anbiya 1
Simak Sekarang!!
LIVE - Kajian Ilmiah
✅ Kitab Fathul Majid Syarh Kitab at-Tauhid
🎙 Al-Ustadz Abu 'Amr Ahmad Alfian hafizhahullah
📻 di RADIO MANHAJUL ANBIYA
bisa melalui
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
Versi WEB:
Silakan klik: http://manhajulanbiya.com/
atau siaran channel:
https://t.me/ahlussunnahbandarlampung
https://t.me/durusshahihbukhari
Simak Sekarang!!
LIVE - Kajian Ilmiah
✅ Kitab Fathul Majid Syarh Kitab at-Tauhid
🎙 Al-Ustadz Abu 'Amr Ahmad Alfian hafizhahullah
📻 di RADIO MANHAJUL ANBIYA
bisa melalui
📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
Versi WEB:
Silakan klik: http://manhajulanbiya.com/
atau siaran channel:
https://t.me/ahlussunnahbandarlampung
https://t.me/durusshahihbukhari
Google Play
Radio Manhajul Anbiya - Apps on Google Play
Streaming Radio
👍5