Manhajul Anbiya
11.8K subscribers
2.09K photos
238 videos
224 files
5.52K links
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah

Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman

Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Download Telegram
🌳🌿📚 SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR
🔥👊🎄 Natal
🔥👊🎆 Tahun Baru dll
-------------------------------

Menanggapi upaya-upaya yang keras dari orang-orang kafir dalam meredam dan menggugurkan prinsip Al-Bara’, melalui hari raya mereka, maka sangatlah mendesak untuk setiap muslim mengetahui dan memahami perkara-perkara berikut ini:

1⃣ Tidak Menghadiri Hari Raya Mereka
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Berbaurnya kaum muslimin dengan non-muslim (kafir, pen) dalam acara hari raya mereka adalah HARAM. Sebab, dalam perbuatan tersebut mengandung unsur tolong menolong dalam hal perbuatan dosa dan permusuhan. Padahal Allah berfirman (artinya): “Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kalian tolong menolong didalam dosa dan pelanggaran.” (Al Maidah:2)…..Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa kaum muslimin tidak boleh ikut bersama orang-orang kafir dalam acara hari raya mereka karena hal itu menunjukan persetujuan dan keridhaan terhadap agama mereka yang batil.” (Disarikan dari majalah Asy Syariah no.10 hal.8-9)

Berkaitan dengan poin yang pertama ini, tidak sedikit dari para ulama ketika membawakan firman Allah yang menceritakan tentang sifat-sifat Ibadurrahman (artinya): “(Yaitu) orang-orang yang tidak menghadiri kedustaan.” (Al Furqan:73), mereka menafsirkan “kedustaan” tersebut dengan hari-hari raya kaum musyrikin (lihat Tafsir Ibnu Jarir)

Lebih parah lagi apabila seorang muslim bersedia menghadiri acara tersebut di gereja atau tempat-tempat ibadah mereka. 'Umar bin al-Khaththab mengecam perbuatan ini dengan mengatakan :
“Dan janganlah kalian menemui orang-orang musyrikin di gereja-gereja atau tempat-tempat ibadah mereka, karena kemurkaan Allah akan menimpa mereka.” (HR Al-Baihaqi 18861, dengan sanad shahih)

2⃣ Tidak Memberikan Ucapan Selamat Hari Raya
Di dalam salah satu fatwanya, beliau (Asy Syaikh Ibnu Utsaimin) mengatakan bahwa memberikan ucapan selamat hari raya Natal kepada kaum Nashrani dan selainnya dari hari-hari raya orang kafir adalah HARAM.
👉 Keharaman tersebut disebabkan adanya unsur keridhaan dan persetujuan terhadap syiar kekufuran mereka, walaupun pada dasarnya tidak ada keridhaan terhadap kekufuran itu sendiri. Beliau pun membawakan ayat yaitu (artinya): “Bila kalian kufur maka sesungguhnya Allah tidak butuh kepada kalian. Dia tidak ridha adanya kekufuran pada hamba-hamba-Nya. (Namun) bila kalian bersyukur maka Dia ridha kepada kalian.” (Az Zumar:7). Juga firman-Nya (yang artinya): “Pada hari ini, Aku telah sempurnakan agama ini kepada kalian, Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian dan Aku ridhai Islam menjadi agama kalian.” (Al Maidah:3)
Beliau juga menambahkan bahwa bila mereka sendiri yang mengucapkan selamat hari raya tersebut kepada kita maka kita tidak boleh membalasnya karena memang bukan hari raya kita. Demikian pula, hal tersebut disebabkan hari raya mereka ini bukanlah hari raya yang diridhai Allah karena memang sebuah bentuk bid’ah dalam agama asli mereka. Atau kalau memang disyariatkan, maka hal itu telah dihapus dengan datangnya agama Islam.” (Majmu’uts Tsamin juz 3 dan Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan 1/255)
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir pada hari raya mereka, kalaupun dia ini selamat dari kekufuran maka dia pasti terjatuh kepada keharaman. Keadaan dia ini seperti halnya mengucapkan selamat atas sujud mereka kepada salib. (Ahkamu Ahlidz Dzimmah)

(.... berlanjut...)

••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌳🌿📚 SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR

🔥👊🎄 Natal
🔥👊🎆 Tahun Baru
dll

-------------------------------
(... lanjutan...)

3⃣ 🎁 Tidak Tukar Menukar Hadiah Pada Hari Raya Mereka
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Telah sampai kepada kami (berita) tentang sebagian orang yang tidak mengerti dan lemah agamanya, bahwa mereka saling menukar hadiah pada hari raya Nashrani. Ini adalah haram dan tidak boleh dilakukan. Sebab, dalam (perbuatan) tersebut mengandung unsur keridhaan kepada kekufuran dan agama mereka. Kita mengadukan (hal ini) kepada Allah.” (At-Ta’liq ‘Ala Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal. 277)

4⃣ 🍫🍞🚫 Tidak Menjual Sesuatu Untuk Keperluan Hari Raya Mereka

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan bahwa seorang muslim yang menjual barang dagangannya untuk membantu kebutuhan hari raya orang-orang kafir baik berupa makanan, pakaian atau selainnya maka ini merupakan bentuk pertolongan untuk mensukseskan acara tersebut. (Perbuatan) ini dilarang atas dasar suatu kaidah yaitu: Tidak boleh menjual air anggur atau air buah kepada orang-orang kafir untuk dijadikan minuman keras (khamr). Demikian halnya, tidak boleh menjual senjata kepada mereka untuk memerangi seorang muslim. (Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal.325)

5⃣ Tidak Melakukan Aktivitas-Aktivitas Tertentu Yang Menyerupai Orang-Orang Kafir Pada Hari Raya Mereka

Dalam fatwanya, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan: “Dan demikian pula diharamkan bagi kaum muslimin untuk meniru orang-orang kafir pada hari raya tersebut dengan mengadakan perayaan-perayaan khusus, tukar menukar hadiah, pembagian permen (secara gratis), membuat makanan khusus, libur kerja dan semacamnya. Hal ini berdasarkan ucapan Nabi :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (H.R Abu Daud dengan sanad hasan). (Majmu’uts Tsamin juz 3)

sumber :
📥 manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌎🌑 HAKEKAT DI BALIK PERAYAAN MAULID NABI

🔥👉 Lihatlah, siapa yang membuat tradisi Peringatan Maulid Nabi pertama kali.... Apakah orang-orang shalihin.. Apakah generasi Salaf yang diridhai??
------------------------

🍋 Asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid berkata,

قال التزمنتي الشافعي عن المولد: هذا الفعل لم يقع في الصدر الأول من السلف الصالح مع تعظيمهم وحبهم له إعظاما ومحبة لا يبلغ جمعنا الواحد منهم.
At-Tazmanti asy-Syafi'i rahimahullah berkata tentang Maulid, "Perbuatan ini tidak pernah dilakukan oleh generasi pertama as-Salafush Shalih. Padahal pengagungan dan kecintaan mereka terhadap beliau (Rasulullah) merupakan pengagungan dan kecintaan yang sangat besar, kita semua tidak bisa mencapai seperti pengagungan dan kecintaan salah seorang di antara mereka (terhadap Rasulullah)."

قال المؤرخون : أول من أحدث الاحتفال بالمولد الدولة العبيدية. وقد قال عنهم المؤرخ الذهبي: قلبوا الإسلام،وأعلنوا الرفض،وأبطنوا مذهب الإسماعيلية
Para 'ulama ahli sejarah mengatakan, "Yang pertama kali mengadakan perkara baru perayaan Maulid adalah Daulah Ubaidiyyah."
Seorang 'ulama ahli sejarah, al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menegaskan tentang mereka,
"Mereka (Daulah Ubaidiyyah) membalik Islam, menampakkan (manhaj) Rafidhah, dan menyembunyikan madzhab Isma'iliyyah (salah satu sekte ekstrim dalam Syi'ah, pen)."
 
قال المؤرخون:أول من أحدث الاحتفال بالمولد الدولة العبيدية وقال عنهم القاضي عياض: أجمع العلماء بالقيروان أن حال بني عبيد حال المرتدين والزنادقة
Para 'ulama ahli sejarah mengatakan, "Yang pertama kali mengadakan perkara baru perayaan Maulid adalah Daulah Ubaidiyyah."
Al-Qadhi 'Iyadh berkata tentang mereka, "Para 'ulama di negeri Qairawan telah sepakat bahwa kondisi Bani 'Ubaid (penguasa di Daulah Ubaidiyyah) adalah kondisi ORANG-ORANG MURTAD DAN PARA ZINDIQ

••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~
💎💽 Mengingat Kematian

💧💦 KEADAAN SAKARATUL MAUT DATANG MENJEMPUT ANTARA HUSNUL KHOTIMAH DAN SU'UL KHOTIMAH

💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Luqman bin.Muhammad Ba'abduh hafizhahullahu

📅 Koleksi Audio Kajian Islam Ilmiah ll Tasjilat Ahlussunnah wal Jama'ah ll 1437 H ll 2015 M

🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/cE8EKP
(607 KB) - Durasi [03:10]

*********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya

📟 Channel telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya

📀📥 Unduh di sini
🚃🏫 BENARKAH YANG MERAYAKAN 'MAULID NABI' PERTAMA KALI ADALAH RAJA AL-MUZHAFFAR, PENGUASA KOTA IRBIL?!

~~~~~~~~~~~~~~

🌋 Diedarkan sebuah tulisan, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan Maulid Nabi adalah Raja Abu Sa'id al-Muzhaffar Penguasa Irbil, wafat tahun 184 H!!

💭 Propaganda dengan mengatasnamakan sejarah ini perlu dijawab,

🚉 Bahwa tidak benar Raja al-Muzhaffar tersebut wafat pada tahun 184 H. Namun yang benar adalah dia lahir tahun 549, wafat tahun 630 H!! Yakni wafat pada abad ke-7 hijriah.

🔥 Bahwa yang pertama kali MEMBUAT perayaan 'Maulid Nabi' adalah kerajaan Bani Ubaidiyyah (yang menamakan dirinya Bani Fathimiyyah) di Mesir, yang berkuasa pada 362 - 567 H.

🎯 Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh para pakar sejarah. Di antaranya oleh Taqiyyuddin al-Miqrizi, dalam kitabnya yang berjudul "al-Mawa'izh wa al-i'tibar bi Dzikri al-Khuthath wa al-Aatsaar". Pada 1/490, al-Miqrizi mengatakan,

"Para Khalifah Dinasti Fathimiyyah memiliki banyak hari raya dan peringatan sepanjang tahun. Yaitu :
💥 Peringatan Awal Tahun,
💥 Hari Asyura
💥 Maulid Nabi — shallallahu alaihi wa sallam —
💥 Maulid Ali bin Abi Thalib
💥 Maulid al-Hasan
💥 Maulid al-Husein
💥 Maulid Fathimah az-Zahra
💥 Maulid Khalifah yang sedang berkuasa
💥 Malam awal Rajab
💥 Malam Nishfu Rajab
💥 Malam awal Sya'ban
💥 Malam Nishfu Sya'ban
..... dst." demikian keterangan dari al-Miqrizi

🔥💉 Jadi, Perayaan Maulid Nabi yang pertama kali mengadakan adalah Dinasti Ubaidiyyah.

🔥🌋 Tahukah Anda siapakah Bani/Dinasti Ubaidiyyah (yang menamakan diri sebagai Dinasti Fathimiyyah) ini?
👉🏻 Mereka adalah berpaham Syi'ah Rafidhah.
👉🏻 Mereka telah :
• Mencela para nabi
• Mencela dan benci terhadap para shahabat
• Mencela para salaf.

🎒 Seorang 'ulama ahli sejarah, al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menegaskan tentang Daulah Ubaidiyyah,
"Mereka (Daulah Ubaidiyyah) membalik Islam, menampakkan (manhaj) Rafidhah, dan menyembunyikan madzhab Isma'iliyyah (salah satu sekte ekstrim dalam Syi'ah, pen)."
 
🔐 Al-Qadhi 'Iyadh berkata tentang Daulah Ubaidiyyah,
"Para 'ulama di negeri Qairawan telah sepakat bahwa kondisi Bani 'Ubaid (penguasa di Daulah Ubaidiyyah) adalah kondisi ORANG-ORANG MURTAD DAN PARA ZINDIQ."

••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~
🔗💽 Soal Jawab Aqidah

🌅 HUKUM PERAYAAN KELAHIRAN (MAULUD/NATAL) DIDALAM ISLAM

📩 Pertanyaan:
Bagaimana menyikapi acara penghormatan kepada waktu, seperti hari kelahiran melalui acara ulang tahun, hari jadi melalui acara tasyakuran. Apakah yang seperti ini ada bimbingannya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ?

💺 Dijawab oleh:
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Luqman bin.Muhammad Ba'abduh hafizhahullahu

📅 Kajian Islam Ilmiah ll Mahalnya Hidayah diatas As-Sunnah ll Masjid Kampung Bugis ll Manokwari ll Papua Barat ll 20 Muharram 1437 H ll 2 November 2015 M

🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/6CfSzc
(644 KB) - Durasi [05:29]

*********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya

📟 Channel telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya

📀📥 Unduh di sini
💥🌋🌌 Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi

👊🔥 BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 1⃣ -- )

Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------

🔥 Pernyataan mereka bahwa di dalam perayaan Maulid Nabi tersebut terkandung nilai pengagungan terhadap Nabi --shallallahu 'alaihi wa sallam-.

Jawaban terhadap hal ini (syubhat ini, pen) kita katakan:
Sikap pengagungan terhadap Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- adalah dengan
menaati beliau,
menjalankan perintah beliau,
menjauhi larangan beliau, dan
mencintai beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam-.

🔥 Pengagungan terhadap beliau bukanlah dengan amalan-amalan bid'ah, khurafat, dan kemaksiatan.
👉💥🎈 Dan perayaan maulid (hari kelahiran, pen) masuk ke dalam bagian yang tercela ini, karena termasuk kemaksiatan.

🚠 Manusia yang paling kuat sikap pengagungannya kepada Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- adalah para sahabat -radhiyallahu 'anhum-.
Sebagaimana yang dikatakan oleh 'Urwah bin Mas'ud kepada kaum Quraisy:
"Wahai sekalian kaum! Demi Allah, aku pernah berjumpa dengan kisra, kaisar, dan juga raja-raja yang lainnya, akan tetapi aku tidak pernah melihat seorang raja diagungkan oleh para pengikutnya sebagaimana Muhammad -shallallahu 'alihi wa sallam- diagungkan oleh para sahabatnya. Demi Allah, mereka tidak berani mengangkat pandangan mereka ke arahnya sebagai bentuk pengagungan terhadap dirinya."

Bersamaan dengan kuatnya sikap pengagungan para sahabat yang seperti ini, mereka tidak pernah menjadikan hari kelahiran beliau sebagai hari 'id dan perayaan. Kalau seandainya hal itu disyariatkan, tentu mereka tidak akan meninggalkannya.

••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
💥🌋🌌 Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi

👊🔥 BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 2⃣ -- )

Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------

Berdalih bahwasanya perayaan Maulid Nabi ini diamalkan oleh kebanyakan manusia di berbagai negeri.

🌙 Jawaban dari syubhat ini, kita katakan:
Hujjah (yang bisa diterima, pen) adalah keterangan yang telah pasti datangnya dari Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-.

Keterangan yang telah pasti dari Rasul - shallallahu 'alaihi wa sallam - adalah LARANGAN terhadap amalan-amalan bid'ah secara umum, dan (amalan Maulid ini) termasuk salah satunya.

👊 Amalan manusia, jika menyelisihi dalil, maka bukanlah hujjah, walaupun banyak yang mengamalkannya.

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (al-An'am: 116)

☀️ Senantiasa ada — segala puji hanya bagi Allah — pada setiap masa orang-orang yang mengingkari amalan bid'ah ini dan menjelaskan kebatilannya. Maka tidak ada lagi hujjah yang tersisa bagi mereka-mereka yang masih terus melakukan bid'ah ini setelah jelas kebenaran bagi mereka.

✏️🔍 Di antara para ulama yang mengingkari perayaan bid'ah ini
📌 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam kitab "Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim",
📌 al-Imam asy-Syathiby di kitab "al-I'thisham", Ibnu al-Hajj di "al-Madkhal",
📌 asy-Syaikh Tajuddin 'Ali bin 'Umar al-Lakhmy menulis pengingkaran beliau pada satu kitab tersendiri,
📌 asy-Syaikh Muhammad Basyir as-Sahsuwany al-Hindy di kitab beliau "Shiyanat al-Insan",
📌 asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu asy-Syaikh menulis sebuah risalah tersendiri pula,
📌 Samahatu asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz,

dan yang selain mereka dari para ulama yang tak henti-hentinya menulis pengingkaran terhadap bid'ah ini setiap tahunnya di berbagai surat kabar dan majalah pada waktu dilakukannya perayaan bid'ah ini.

••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~
🎊📛 Larangan Memberikan UCAPAN SELAMAT kepada Orang-Orang  Kafir atas Hari-Hari Raya Mereka

[ 🎄👈 termasuk ucapan "Selamat Natal", atau "Selamat Tahun Baru", ( tahun baru masehi atau imlek, dll) ]

----------------------------------

🌕 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

"Adapun memberikan ucapan selamat kepada mereka (orang-orang kafir) atas syi'ar-syi'ar kufur yang menjadi kekhususan mereka maka hukumnya HARAM dengan kesepakatan (para 'ulama).

📩 Ucapan selamat kepada mereka, (misalnya) dengan mengatakan, "Id (hari raya) kalian Mubarak", atau "Bergembiralah dengan hari raya ini." (Atau ungkapan-ungkapan lainnya yang kita dengar sekarang), maka kalaupun pengucapnya selamat dari kekufuran (kita berlindung kepada Allah darinya), namun perbuatan tersebut  termasuk MUHARRAMAH (hal-hal yang diharamkan). Ucapan itu sama
kedudukannya dengan memberikannya ucapan selamat atas sujudnya orang kafir kepada salib.
👊🏻 Bahkan itu (ucapan selamat hari raya) LEBIH BERAT DOSAnya di sisi Allah, dan lebih besar kemurkaan Allah terhadapnya dibandingkan ucapan selamat kepada orang yang meminum khamr, membunuh jiwa, atau melanggar kemaluan yang haram (yakni zina), dan semisalnya …
Maka barangsiapa yang memberikan ucapan selamat kepada seorang hamba atas sebuah kemaksiatan, atau kebid'ahan, atau kekufuran, maka dia telah mengarahkan dirinya kepada kemurkaan dan kemarahan Allah Ta'ala

📗Sumber: Ahkam ahli adz-Dzimmmah

•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍4
💡💽 Metode Memahami Islam

📚 UMMAT ISLAM HARUS YAKIN BAHWA ISLAM AGAMA YANG MUDAH DAN SUDAH SEMPURNA

💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Luqman bin.Muhammad Ba'abduh hafizhahullahu

📅 Koleksi Audio Kajian Islam Ilmiah ll Tasjilat Ahlussunnah wal Jama'ah ll 1437 H ll 2015 M

🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/iUaLo3
(203 KB) - Durasi [01:43]

*********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya

📟 Channel telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya

📀📥 Unduh di sini
🌅 MEMBUKA HATI MANUSIA DENGAN ILMU

~~~~~~~~~~~~

📜💠Sesungguhnya dalam upayamu menyebarkan ilmu, berarti menyebarkan agama Allah.
👍🏻 Dengan itu kamu menjadi termasuk MUJAHIDIN FI SABILILLAH.

🔑 Karena kamu telah membuka hati (para manusia) dengan ILMU. Sebagaimana para mujahidin membuka negeri-negeri dengan senjata dan iman."

◽️ al-'Allamah Ibnu Utsaimin
📚 Syarh Doa Qunut Witir, hlm. 12

••••••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🎒💽 Bekal Mencari Ilmu

☀️📖 ILMU AD DINUL ISLAM ADALAH CAHAYA DIDALAM HATI UNTUK BEKAL KEBAHAGIAAN HIDUP SEORANG MUSLIM DIDUNIA DAN AKHIRAT

💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin Umar as-Sewed hafizhahullahu

📅 Kajian Islam Ilmiah ll Belajar Akhlak dengan Akhlak Para Ulama ll Masjid Ibnu Taimiyah ll Ma'had Darussalaf ll Sukaharjo-Solo ll 23-25 Rajab 1436 H ll 12-14 Mei 2015 M

🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/JQdvM2
(914 KB) - Durasi [07:47]

*********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya

📟 Channel Telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya

📀📥 Unduh di sini
🔥 DUA JENIS PIHAK YANG MEMERANG DAKWAH SALAFIYYAH

---------------------

al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali -hafizhahullahu- berkata

🅾 Ketahuilah, pihak-pihak yang memerangi Dakwah Salafiyyah itu ada dua jenis:

1⃣ Jenis (yang pertama) yaitu yang bersikap tamyi' (lembek) di dalam beragama.

👓🌂 Maka engkau akan melihatnya berjalan/bergaul bersama
💥 ahli khurafat,
💥 ahlul bid'ah,
💥 hizbiyyin,
💥 orang-orang sekuleris, dan yang selain mereka.

👉💨 Dan dia menginginkan agar engkau menutup mata/diam dari berbagai macam bid'ah dan kesesatan!

2⃣ Jenis yang lain (yang kedua) yaitu yang memiliki sikap tasyaddud (terlalu keras), ta'annut (berlebihan), dan tazammut (kaku).

👊 Mereka seluruhnya (kedua jenis di atas, pen) adalah PARA PENDUSTA,
tidak ada yang mereka inginkan kecuali MERUSAK Dakwah Salafiyyah dan para pembawanya.

Maka wajib atas kalian untuk
🔹 bersikap wasath (pertengahan) dan adil, serta
🔹 bersungguh-sungguh di dalam menuntut ilmu,
🔸 bersungguh-sungguh dan mati-matian di dalam menyebarkan dakwah ini dengan :
☀️ penuh hikmah, nasihat yang baik, serta akhlak yang mulia.

📚 Sumber:
al-Lubab min Majmu' Nashaih wa Taujihat asy-Syaikh Rabi' li asy-Syabab, cet. Dar al-Imam Ahmad dan Dar al-Mirats an-Nabawy, hal. 133

•••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
💡💽 Metode Memahami Islam

📜 AMAL IBADAH SEORANG MUSLIM HARUS MENGIKUTI BIMBINGAN DARI RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM

💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Luqman bin.Muhammad Ba'abduh hafizhahullahu

📅 Koleksi Audio Kajian Islam Ilmiah ll Tasjilat Ahlussunnah wal Jama'ah ll 1437 H ll 2015 M

🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/iYoyvE
(1,2 MB) - Durasi [10:14]

*********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya

📟 Channel telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya

📀📥 Unduh di sini