🏔⛰ Syarh Atsar 'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, "MANUSIA ADA TIGA MACAM,
📎✒PERTAMA, Seorang 'Alim (berilmu) rabbani. Dia adalah orang yang pandai mengatur dan memimpin manusia dalam pengajaran tentang agama mereka. Dia memulai (mengajari) mereka dengan (ilmu tentang) permasalahan-permasalahan yang shighar (mendasar), sebelum permasalahan-permasalah yang kibar (kompleks dan luas).
📎✒KEDUA, seorang yang belajar, dan dia berada di atas jalan keselamatan, cinta kepada kebaikan, berupaya melakukan tafaqquh (mempelajari dengan mendalam) agama Allah yang dengannya dia bisa mendapat bashirah (ilmu yang di atas keyakinan yang kokoh) dan mengamalkan apa diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, serta meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Orang (jenis) ini di atas jalan keselamatan, menempuh jalan keselamatan.
📎🔩KETIGA, orang hina rendahan, pengikut setiap na'iq (orang yang berteriak). Siapa itu na'iq? Yaitu orang yang tampil di medan dakwah, menceburkan dirinya sehingga berani lancang berbicara tentang berbagai permasalahan, padahal dirinya tidak memiliki bekal fiqh (ilmu mendalam) tentang agama Allah sehingga dengannya dia pantas berbicara (tentang berbagai permasalahan tersebut). Jadi yang dia ucapkan itu hanya semata-mata kata-kata yang dipoles, ungkapan omong kosong, bahkan bisa jadi dia berucap dengan kekufuran-kekufuran. Namun para pengikutnya tidak bisa membedakan, karena memang mereka adalah orang-orang hina rendahan. Aku kira ini sebagai hukuman dari Allah terhadap mereka. Yaitu ketika mereka meninggalkan para 'ulama rabbaniyyin, yang membimbing mereka tentang agama Allah berdasarkan AL-KITAB DAN AS-SUNNAH DI ATAS PEMAHAMAN SALAFUSH SHALIH dari kalangan para shahabat dan para pengikutnya yang baik.
❌ Maka mereka (orang-orang hina rendahan) itu diberi musibah berupa orang-orang pemilik ucapan-ucapan indah tersebut.
✅ Ini adalah dorongan dari beliau ('Ali bin Abi Thalib) radhiyallahu 'anhu agar kaum muslimin mau bersungguh-sungguh dalam menghormati para 'ulamanya ar-rasikhin (yang kokoh mendalam ilmunya) an-Nashihin (yang senantiasa memberikan yang terbaik) kepada umat, tidak mengajarkan kepada umat kecuali ilmu yang dia pahami dari AL-KITAB dan AS-SUNNAH serta SIRAH (perjalanan) SALAFUSH SHALIH . wabillahi at-Taufiq
🗓 [asy-Syaikh 'Ubaid bin 'Abdillah al-Jabiri hafizhahullah]
↪Dipetik dari risalah Nawaqidhul Islam, Dars ke-4
(dari bithaqah terbitan ar.miraath.net)
••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
📎✒PERTAMA, Seorang 'Alim (berilmu) rabbani. Dia adalah orang yang pandai mengatur dan memimpin manusia dalam pengajaran tentang agama mereka. Dia memulai (mengajari) mereka dengan (ilmu tentang) permasalahan-permasalahan yang shighar (mendasar), sebelum permasalahan-permasalah yang kibar (kompleks dan luas).
📎✒KEDUA, seorang yang belajar, dan dia berada di atas jalan keselamatan, cinta kepada kebaikan, berupaya melakukan tafaqquh (mempelajari dengan mendalam) agama Allah yang dengannya dia bisa mendapat bashirah (ilmu yang di atas keyakinan yang kokoh) dan mengamalkan apa diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, serta meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Orang (jenis) ini di atas jalan keselamatan, menempuh jalan keselamatan.
📎🔩KETIGA, orang hina rendahan, pengikut setiap na'iq (orang yang berteriak). Siapa itu na'iq? Yaitu orang yang tampil di medan dakwah, menceburkan dirinya sehingga berani lancang berbicara tentang berbagai permasalahan, padahal dirinya tidak memiliki bekal fiqh (ilmu mendalam) tentang agama Allah sehingga dengannya dia pantas berbicara (tentang berbagai permasalahan tersebut). Jadi yang dia ucapkan itu hanya semata-mata kata-kata yang dipoles, ungkapan omong kosong, bahkan bisa jadi dia berucap dengan kekufuran-kekufuran. Namun para pengikutnya tidak bisa membedakan, karena memang mereka adalah orang-orang hina rendahan. Aku kira ini sebagai hukuman dari Allah terhadap mereka. Yaitu ketika mereka meninggalkan para 'ulama rabbaniyyin, yang membimbing mereka tentang agama Allah berdasarkan AL-KITAB DAN AS-SUNNAH DI ATAS PEMAHAMAN SALAFUSH SHALIH dari kalangan para shahabat dan para pengikutnya yang baik.
❌ Maka mereka (orang-orang hina rendahan) itu diberi musibah berupa orang-orang pemilik ucapan-ucapan indah tersebut.
✅ Ini adalah dorongan dari beliau ('Ali bin Abi Thalib) radhiyallahu 'anhu agar kaum muslimin mau bersungguh-sungguh dalam menghormati para 'ulamanya ar-rasikhin (yang kokoh mendalam ilmunya) an-Nashihin (yang senantiasa memberikan yang terbaik) kepada umat, tidak mengajarkan kepada umat kecuali ilmu yang dia pahami dari AL-KITAB dan AS-SUNNAH serta SIRAH (perjalanan) SALAFUSH SHALIH . wabillahi at-Taufiq
🗓 [asy-Syaikh 'Ubaid bin 'Abdillah al-Jabiri hafizhahullah]
↪Dipetik dari risalah Nawaqidhul Islam, Dars ke-4
(dari bithaqah terbitan ar.miraath.net)
••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌍🍂🌿 Disunnahkan Untuk MENGERASKAN Bacaan Dzikir Setelah Shalat Lima Waktu dan Setelah Shalat Jum'at Seusai Salam
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pertanyaan:
❓ "Bagaimana hukum dzikir berjamaah setelah shalat dengan suara bersamaan sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang?
❔ Dan bagaimanakah tata cara yang disunnahkan, dzikir dikeraskan ataukah dipelankan?"
✏ asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah menjawab :
✅▶ Yang disunnahkan adalah MENGERASKAN suara ketika berdzikir setelah shalat lima waktu dan setelah shalat Jum'at seusai salam, berdasarkan hadits yang diriwayatkan di dalam as-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, pen) dari Ibnu ' Abbas -radhiyallahu 'anhuma-:
"Sesungguhnya MENGERASKAN suara ketika berdzikir ketika jama'ah selesai menunaikan shalat wajib (setelah salam, pen) merupakan KEBIASAAN yang dilakukan di zaman Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-."
Ibnu 'Abbas berkata :
"Dahulu aku bisa mengetahui bahwa mereka (para jama'ah shalat, pen) telah selesai mengerjakan shalat, apabila aku mendengarnya (mendengar suara dzikir yang dikeraskan setelah shalat, pen).
[ lihat Shahih al-Bukhari 841, Muslim 583, pen ]
⛔❌ Adapun melakukan dzikir secara berjama'ah, yakni setiap orang berusaha untuk bisa membaca dzikir bebarengan dengan yang lain dari awal sampai akhir, berusaha untuk mengikuti suaranya, maka tata cara yang seperti ini tidak ada asalnya, bahkan ini adalah BID'AH.
☑ Yang disyariatkan adalah semuanya berdzikir kepada Allah tanpa ada niatan untuk mempertemukan/membarengkan suara dari awal sampai akhir.
السنة الجهر بالذكر عقب الصلوات الخمس وعقب صلاة الجمعة بعد التسليم
ما حكم الذكر الجماعي بعد الصلاة على وتيرة واحدة كما يفعله البعض وهل السنة الجهر بالذكر أو الإسرار؟
السنة الجهر بالذكر عقب الصلوات الخمس وعقب صلاة الجمعة بعد التسليم لما ثبت في الصحيحين عن ابن عباس رضي الله عنهما أن رفع الصوت بالذكر حين ينصرف الناس من المكتوبة كان على عهد النبي صلى الله عليه وسلم قال ابن عباس: (كنت أعلم إذا انصرفوا بذلك إذا سمعته) . أما كونه جماعيا بحيث يتحرى كل واحد نطق الآخر من أوله إلى آخره وتقليده في ذلك فهذا لا أصل له بل هو بدعة، وإنما المشروع أن يذكروا الله جميعاً بغير قصد لتلاقي الأصوات بدءا ونهاية.
📥 Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/mat/946
•••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pertanyaan:
❓ "Bagaimana hukum dzikir berjamaah setelah shalat dengan suara bersamaan sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang?
❔ Dan bagaimanakah tata cara yang disunnahkan, dzikir dikeraskan ataukah dipelankan?"
✏ asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah menjawab :
✅▶ Yang disunnahkan adalah MENGERASKAN suara ketika berdzikir setelah shalat lima waktu dan setelah shalat Jum'at seusai salam, berdasarkan hadits yang diriwayatkan di dalam as-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, pen) dari Ibnu ' Abbas -radhiyallahu 'anhuma-:
"Sesungguhnya MENGERASKAN suara ketika berdzikir ketika jama'ah selesai menunaikan shalat wajib (setelah salam, pen) merupakan KEBIASAAN yang dilakukan di zaman Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-."
Ibnu 'Abbas berkata :
"Dahulu aku bisa mengetahui bahwa mereka (para jama'ah shalat, pen) telah selesai mengerjakan shalat, apabila aku mendengarnya (mendengar suara dzikir yang dikeraskan setelah shalat, pen).
[ lihat Shahih al-Bukhari 841, Muslim 583, pen ]
⛔❌ Adapun melakukan dzikir secara berjama'ah, yakni setiap orang berusaha untuk bisa membaca dzikir bebarengan dengan yang lain dari awal sampai akhir, berusaha untuk mengikuti suaranya, maka tata cara yang seperti ini tidak ada asalnya, bahkan ini adalah BID'AH.
☑ Yang disyariatkan adalah semuanya berdzikir kepada Allah tanpa ada niatan untuk mempertemukan/membarengkan suara dari awal sampai akhir.
السنة الجهر بالذكر عقب الصلوات الخمس وعقب صلاة الجمعة بعد التسليم
ما حكم الذكر الجماعي بعد الصلاة على وتيرة واحدة كما يفعله البعض وهل السنة الجهر بالذكر أو الإسرار؟
السنة الجهر بالذكر عقب الصلوات الخمس وعقب صلاة الجمعة بعد التسليم لما ثبت في الصحيحين عن ابن عباس رضي الله عنهما أن رفع الصوت بالذكر حين ينصرف الناس من المكتوبة كان على عهد النبي صلى الله عليه وسلم قال ابن عباس: (كنت أعلم إذا انصرفوا بذلك إذا سمعته) . أما كونه جماعيا بحيث يتحرى كل واحد نطق الآخر من أوله إلى آخره وتقليده في ذلك فهذا لا أصل له بل هو بدعة، وإنما المشروع أن يذكروا الله جميعاً بغير قصد لتلاقي الأصوات بدءا ونهاية.
📥 Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/mat/946
•••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
📢📂🔘 *KLARIFIKASI TENTANG KESALAHAN UCAP
Pada daurah Di Wates Kulonprogo, Sabtu 2 Shafar 1437H/14 Nopenber 2015M kemarin, terucap dari saya (Luqman Ba'abduh) kalimat :
"Maha Suci SyariatMu, Maha Agung NabiMu, Maha Mulia shahabat NabiMu."
Walaupun dalam bahasa Indonesia, kata "Maha" tidak hanya digunakan untuk Allah. "Maha" bisa digunakan untuk Maha siswa, Maha guru, dll.
🚩 Namun dalam penggunaan kata "Maha" dalam konteks seperti ucapan saya di atas hendaknya dihindarkan, karena akan dipahami itu adalah menyetarakan Nabi dengan Allah Ta'ala.
🍃 Saya (Luqman Ba'abduh) menegaskan, bahwa sedikit pun tidak terbetik di hati saya ketika mengucapkan kata-kata itu hendak menyetarakan Nabi atau para shahabat dengan Allah Ta'ala, bahkan sedikit pun tidak terbetik di hati saya makna tersebut.
🍋 Saya tegaskan juga, bahwa saya bertaubat dari ucapan di atas, mencabutnya dan berlepas diri daripadanya dan hendaknya para ikhwah menghapus ucapan tersebut dari rekaman .
🔑 Juga Saya ucapkan "Jazallahu khoiron" kepada ikhwah yang memperhatikan dan menyampaikan adanya kesalahan ini kepada saya. Semoga Allah menjadikan ini sebagai sebab hidayah untuknya dan untuk kita semua.
📅📝 Jember, 13 Shafar 1437 H - 25 Nov 2015
Luqman bin Muhammad Ba'abduh
••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~
Pada daurah Di Wates Kulonprogo, Sabtu 2 Shafar 1437H/14 Nopenber 2015M kemarin, terucap dari saya (Luqman Ba'abduh) kalimat :
"Maha Suci SyariatMu, Maha Agung NabiMu, Maha Mulia shahabat NabiMu."
Walaupun dalam bahasa Indonesia, kata "Maha" tidak hanya digunakan untuk Allah. "Maha" bisa digunakan untuk Maha siswa, Maha guru, dll.
🚩 Namun dalam penggunaan kata "Maha" dalam konteks seperti ucapan saya di atas hendaknya dihindarkan, karena akan dipahami itu adalah menyetarakan Nabi dengan Allah Ta'ala.
🍃 Saya (Luqman Ba'abduh) menegaskan, bahwa sedikit pun tidak terbetik di hati saya ketika mengucapkan kata-kata itu hendak menyetarakan Nabi atau para shahabat dengan Allah Ta'ala, bahkan sedikit pun tidak terbetik di hati saya makna tersebut.
🍋 Saya tegaskan juga, bahwa saya bertaubat dari ucapan di atas, mencabutnya dan berlepas diri daripadanya dan hendaknya para ikhwah menghapus ucapan tersebut dari rekaman .
🔑 Juga Saya ucapkan "Jazallahu khoiron" kepada ikhwah yang memperhatikan dan menyampaikan adanya kesalahan ini kepada saya. Semoga Allah menjadikan ini sebagai sebab hidayah untuknya dan untuk kita semua.
📅📝 Jember, 13 Shafar 1437 H - 25 Nov 2015
Luqman bin Muhammad Ba'abduh
••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
========== ==========
💽 Audio Rekaman 43 💽
========== ==========
📋Silsilah Durus Manhajul Anbiya📋
💺🔐 Bersama al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullahu...
🔑🏡 Masjid Ma'had As-Salafy Jember ll
📆 14 Shafar 1437H ll 26 Nov 2015M
-------------
☑ Dars Kitab "Ushul al-Iman" karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
🌅 Ba'da Subuh...
✔ Pertemuan 49
- Durasi (17:43) = 3,04 MB
- Link https://goo.gl/GBSO86
=================
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📥📀 Unduh di sini
💽 Audio Rekaman 43 💽
========== ==========
📋Silsilah Durus Manhajul Anbiya📋
💺🔐 Bersama al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullahu...
🔑🏡 Masjid Ma'had As-Salafy Jember ll
📆 14 Shafar 1437H ll 26 Nov 2015M
-------------
☑ Dars Kitab "Ushul al-Iman" karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
🌅 Ba'da Subuh...
✔ Pertemuan 49
- Durasi (17:43) = 3,04 MB
- Link https://goo.gl/GBSO86
=================
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📥📀 Unduh di sini
»»» ⚠ BENARKAH ISLAM TIDAK ADIL DALAM HUKUM WARIS
🔥❓❓➰▫▫
--------------------
Asy-Syaikh Abdull Aziz bin Baz rahimahullah berkata tatkala beliau MEMBANTAH sebuah tulisan yang dimuat salah satu surat kabar yang di dalam tulisan tersebut penulisnya mengatakan:
🚫❌ “Saya ingin menyinggung sebuah permasalahan yaitu persamaan antara laki-laki dan wanita, yaitu persamaan secara total baik dalam bidang pendidikan pekerjaan, pertanian, bahkan dalam bidang kepolisian.
Namun belum sempurna dalam masalah warisan, di mana masih ditetapkannya hukum seorang lelaki mendapat dua bagian dari wanita.
Sesungguhnya hukum awal ini (yaitu pembagian warisan, pent.) mungkin dapat ditolerir tatkala seorang lelaki menjadi pemimpin atas seorang wanita, dan memang demikian. Dahulu seorang wanita dalam status kemasyarakatan tidak dibolehkan untuk disamakan kedudukannya dengan kaum lelaki. Dahulu anak wanita dikubur hidup-hidup, diperlakukan secara hina, sedangkan sekarang wanita terjun langsung dalam pekerjaan, dan boleh jadi seorang wanita yang mengurusi saudara-saudara lelakinya yang lebih muda umurnya.
Seperti contoh istri saya, dia yang melakukan lembur di malam hari untuk memenuhi kebutuhan saudara laki-lakinya. Dia begadang melakukan setiap pekerjaan yang melelahkan dalam bertani untuk memenuhi kebutuhan saudaranya. Dia juga berusaha membukakan berbagai kemudahan bagi saudara lelakinya itu untuk belajar dan bersemangat dalam mewujudkan harapan ayahnya yang ingin agar anaknya tersebut bisa menjadi seorang pengacara.
Apakah termasuk hal yang dibenarkan jika seorang wanita mendapatkan setengah bagian dari apa yang didapatkan oleh saudara kandungnya tersebut dalam kondisi seperti ini?!
Maka hendaklah kita berusaha menempuh cara ijtihad dalam memecahkan masalah kita ini dan bersegera untuk melakukan revisi terhadap hukum-hukum syariat, sesuai kondisi masyarakat modern. Telah kami jelaskan tentang keharusan mencegah poligami berdasarkan ijtihad dalam memahami ayat…”
📨🚠 Maka Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata mengomentari makalah ini :
“Ini merupakan jenis lain dari KEKUFURAN yang jelas. Karena dia menyangka bahwa memberi setengah kepada wanita dari apa yang diberikan kepada laki-laki merupakan kekurangan, dan bukanlah suatu kewajaran untuk tetap di atas hukum tersebut setelah seorang wanita turut bekerja. Dia juga melarang poligami dengan alasan ijtihad. Juga bahwasanya wajib melakukan revisi terhadap hukum-hukum syariat dengan ijtihad berdasarkan perkembangan masyarakat. Dia menyebutkan bahwa hal ini merupakan kewajiban pemerintah sebagai amirul mukminin.
Ini merupakan perkara yang
🔥 PALING BATIL,
💥 mengandung kejahatan yang besar, dan
🚫 kerusakan yang meluas.”
📙 (Fatawa Ibni Baz, 1/87-88).
Sumber : http://asysyariah.com/pembagian-waris-dalam-al-quran/
(judul dari kami)
•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~
🔥❓❓➰▫▫
--------------------
Asy-Syaikh Abdull Aziz bin Baz rahimahullah berkata tatkala beliau MEMBANTAH sebuah tulisan yang dimuat salah satu surat kabar yang di dalam tulisan tersebut penulisnya mengatakan:
🚫❌ “Saya ingin menyinggung sebuah permasalahan yaitu persamaan antara laki-laki dan wanita, yaitu persamaan secara total baik dalam bidang pendidikan pekerjaan, pertanian, bahkan dalam bidang kepolisian.
Namun belum sempurna dalam masalah warisan, di mana masih ditetapkannya hukum seorang lelaki mendapat dua bagian dari wanita.
Sesungguhnya hukum awal ini (yaitu pembagian warisan, pent.) mungkin dapat ditolerir tatkala seorang lelaki menjadi pemimpin atas seorang wanita, dan memang demikian. Dahulu seorang wanita dalam status kemasyarakatan tidak dibolehkan untuk disamakan kedudukannya dengan kaum lelaki. Dahulu anak wanita dikubur hidup-hidup, diperlakukan secara hina, sedangkan sekarang wanita terjun langsung dalam pekerjaan, dan boleh jadi seorang wanita yang mengurusi saudara-saudara lelakinya yang lebih muda umurnya.
Seperti contoh istri saya, dia yang melakukan lembur di malam hari untuk memenuhi kebutuhan saudara laki-lakinya. Dia begadang melakukan setiap pekerjaan yang melelahkan dalam bertani untuk memenuhi kebutuhan saudaranya. Dia juga berusaha membukakan berbagai kemudahan bagi saudara lelakinya itu untuk belajar dan bersemangat dalam mewujudkan harapan ayahnya yang ingin agar anaknya tersebut bisa menjadi seorang pengacara.
Apakah termasuk hal yang dibenarkan jika seorang wanita mendapatkan setengah bagian dari apa yang didapatkan oleh saudara kandungnya tersebut dalam kondisi seperti ini?!
Maka hendaklah kita berusaha menempuh cara ijtihad dalam memecahkan masalah kita ini dan bersegera untuk melakukan revisi terhadap hukum-hukum syariat, sesuai kondisi masyarakat modern. Telah kami jelaskan tentang keharusan mencegah poligami berdasarkan ijtihad dalam memahami ayat…”
📨🚠 Maka Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata mengomentari makalah ini :
“Ini merupakan jenis lain dari KEKUFURAN yang jelas. Karena dia menyangka bahwa memberi setengah kepada wanita dari apa yang diberikan kepada laki-laki merupakan kekurangan, dan bukanlah suatu kewajaran untuk tetap di atas hukum tersebut setelah seorang wanita turut bekerja. Dia juga melarang poligami dengan alasan ijtihad. Juga bahwasanya wajib melakukan revisi terhadap hukum-hukum syariat dengan ijtihad berdasarkan perkembangan masyarakat. Dia menyebutkan bahwa hal ini merupakan kewajiban pemerintah sebagai amirul mukminin.
Ini merupakan perkara yang
🔥 PALING BATIL,
💥 mengandung kejahatan yang besar, dan
🚫 kerusakan yang meluas.”
📙 (Fatawa Ibni Baz, 1/87-88).
Sumber : http://asysyariah.com/pembagian-waris-dalam-al-quran/
(judul dari kami)
•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
🚞🚍 CARA SUKSES DALAM TARBIYATUL AULAD
....................................
❓ Tanya : "Bagaimana cara sukses bagi ayah dan ibu dalam mentarbiyah (mendidik) anak-anaknya?"
📍 Jawab :
"Cara SUKSES dalam Tarbiyatul Aulad adalah CARA PERTENGAHAN, yang tidak ada sikap kurang tidak pula sikap berlebihan padanya.
⛵ Jadi tidak ada dalam proses tarbiyah (pendidikan anak) tersebutk sikap kasar dan keras.
🚒 Tidak boleh pula sikap meremehkan dan tidak peduli.
🌅 Maka, sang ayah mentarbiyah (mendidik), mengajari, mengarahkan, dan membimbing anak-anaknya kepada akhlak-akhlak yang mulia dan adab-adab yang baik. Juga melarang mereka dari setiap akhlaq yang tercela.
Wabillahi at-Taufiq. Wa shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammadin wa Aalihi wa Shahbihi wa sallam."
🏫 al-Lajnah ad-Da'imah li al-Buhuts al-'Ilmiah wa al-Iftaa'
Fatwa no. 14755
💺 Ketua : 'Abdul Aziz bin 'Abdillah bin Baz
لسؤال الثاني من الفتوى رقم ( 14755 )
س 2: ما هي الطريقة الناجحة للأبوين في تربية أولادهما؟
ج 2: الطريقة الناجحة في تربية الأولاد هي الطريقة الوسـط التي لا إفراط فيها ولا تفريط، فـلا يكـون فيها عنف وشدة، ولا يكـون فيهـا إهمـال ولا مبـالاة. فيربـي الأب أولاده ويعلمهـم ويوجههم ويرشدهم للأخلاق الفاضلة والآداب الحسنة، وينهاهم عن كل خلق ذميم.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
الرئيس عبد العزيز بن عبد الله بن باز
•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~
....................................
❓ Tanya : "Bagaimana cara sukses bagi ayah dan ibu dalam mentarbiyah (mendidik) anak-anaknya?"
📍 Jawab :
"Cara SUKSES dalam Tarbiyatul Aulad adalah CARA PERTENGAHAN, yang tidak ada sikap kurang tidak pula sikap berlebihan padanya.
⛵ Jadi tidak ada dalam proses tarbiyah (pendidikan anak) tersebutk sikap kasar dan keras.
🚒 Tidak boleh pula sikap meremehkan dan tidak peduli.
🌅 Maka, sang ayah mentarbiyah (mendidik), mengajari, mengarahkan, dan membimbing anak-anaknya kepada akhlak-akhlak yang mulia dan adab-adab yang baik. Juga melarang mereka dari setiap akhlaq yang tercela.
Wabillahi at-Taufiq. Wa shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammadin wa Aalihi wa Shahbihi wa sallam."
🏫 al-Lajnah ad-Da'imah li al-Buhuts al-'Ilmiah wa al-Iftaa'
Fatwa no. 14755
💺 Ketua : 'Abdul Aziz bin 'Abdillah bin Baz
لسؤال الثاني من الفتوى رقم ( 14755 )
س 2: ما هي الطريقة الناجحة للأبوين في تربية أولادهما؟
ج 2: الطريقة الناجحة في تربية الأولاد هي الطريقة الوسـط التي لا إفراط فيها ولا تفريط، فـلا يكـون فيها عنف وشدة، ولا يكـون فيهـا إهمـال ولا مبـالاة. فيربـي الأب أولاده ويعلمهـم ويوجههم ويرشدهم للأخلاق الفاضلة والآداب الحسنة، وينهاهم عن كل خلق ذميم.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
الرئيس عبد العزيز بن عبد الله بن باز
•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~
👍1
********
3⃣1⃣💽 Audio Silsilah
🌏 "Waspada Islam Nusantara"
📛🔥 KESESATAN AQIDAH AJARAN ISLAM NUSANTARA, PENGARUH BUDAYA DAN LIBERALISME
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Muhammad Afifuddin as-Sidawy hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah ll Mewaspadai Rusaknya Islam Sempalan ll Masjid Al Ittihad Islamic Center ll Cirebon ll 2-3 Shafar 1437 H ll 14-15 November 2015 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/mgKLPu
(625 KB) - Durasi [05:19]
******
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📀📥 Unduh di bawah ini
3⃣1⃣💽 Audio Silsilah
🌏 "Waspada Islam Nusantara"
📛🔥 KESESATAN AQIDAH AJARAN ISLAM NUSANTARA, PENGARUH BUDAYA DAN LIBERALISME
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Muhammad Afifuddin as-Sidawy hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah ll Mewaspadai Rusaknya Islam Sempalan ll Masjid Al Ittihad Islamic Center ll Cirebon ll 2-3 Shafar 1437 H ll 14-15 November 2015 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/mgKLPu
(625 KB) - Durasi [05:19]
******
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📀📥 Unduh di bawah ini
Dropbox
Ust Afif - Islam nusantara beraqidah asya'riyah sufiyah lalu dimasuki filsafat dan liberalisme.mp3
Shared with Dropbox
📜📉 Kaidah : "Penilaian/Kritik/Bantahan 'Ulama yang sejawat/selevel/sezaman Disimpan (Didiamkan) dan Tidak Diriwayatkan (Tidak Perlu disampaikan kepada umat)"
💭❓ Apakah berlaku secara mutlak??
--------------------------------------------
☀️ Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan : "Kaidah 'Kalam Aqran yuthwa wa la yurwa' adalah ucapan BATIL, karena tujuan kita adalah al-Haq, tujuan kita bukan menjatuhkan pribadi seseorang."
--------------------------------------
❓❔ Penanya : Semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda
Sekarang setiap kali seorang 'ulama membantah pihak lain yang salah, maka akan dikatakan, "Ini adalah "Kalam Aqran" (Kritik/bantahan dari 'ulama yang selevel) maka "yuthwa wa la yurwa" (Disimpan/didiamkan dan tidak perlu disampaikan kepada umat)
Bagaimana pendapat Anda terhadap kaidah ini? Apakah itu berlaku secara mutlak?"
⏩ Al-'Allamah asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah – anggota Hai'ah Kibaril 'Ulama dan al-Lajnah ad-Da'imah li al-Ifta' – hafizhahullah wa zaadahu 'ilman – menjawab :
✅ "Aku telah jelaskan kepada kalian, bahwa WAJIB MENJELASKAN AL-HAQ, wajib menjelaskan al-Haq, dan MEMBANTAH KESALAHAN. Kita tidak berbasa-basi pada seorang pun, kita tidak berbasa-basi terhadap seorang pun. Kita jelaskan kesalahan, dan kita tunjukkan kepada al-Haq sebagai lawannya. Kita tidak tidak ada urusan dengan si fulan atau allan.
🔇⛔ Tidak boleh diam (terhadap kebatilan/kesalahan, pen). Karena kalau kita biarkan satu kesalahan, kesalahan kedua, kesalahan ketiga, maka akan bermunculan banyak kesalahan. Umat akan tertipu dengan diamnya para 'ulama dan menganggapnya sebagai hujjah.
↪ Jadi, harus ada penjelasan. Terlebih lagi kalau yang terjatuh pada kesalahan itu adalah qudwah (panutan) – yakni umat menjadikannya sebagai panutan – atau dia sebagai pemimpin, maka urusannya lebih berbahaya lagi. Jadi, HARUS DIJELASKAN. Dijelaskan kesalahannya, agar umat tidak tertipu dengan dia.
🔥👊 TIDAK BOLEH DIKATAKAN "tuthwa wala turwa" (Disimpan/didiamkan dan tidak perlu disampaikan kepada umat). TIDAK BOLEH DIKATAKAN DEMIKIAN. Ini adalah UCAPAN BATIL. Kesalahan-kesalahan HARUS DISAMPAIKAN dan DIBANTAH. Yang kesal/jengkel (atas bantahan tersebut) silakan kesal/jengkel, yang senang silakan senang. Karena TUJUAN KITA ADALAH AL-HAQ. Tujuan kita bukan menjatuhkan atau menjelekkan pribadi-pribadi tertentu.
📥 Sumber :
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=142560
••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
💭❓ Apakah berlaku secara mutlak??
--------------------------------------------
☀️ Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan : "Kaidah 'Kalam Aqran yuthwa wa la yurwa' adalah ucapan BATIL, karena tujuan kita adalah al-Haq, tujuan kita bukan menjatuhkan pribadi seseorang."
--------------------------------------
❓❔ Penanya : Semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda
Sekarang setiap kali seorang 'ulama membantah pihak lain yang salah, maka akan dikatakan, "Ini adalah "Kalam Aqran" (Kritik/bantahan dari 'ulama yang selevel) maka "yuthwa wa la yurwa" (Disimpan/didiamkan dan tidak perlu disampaikan kepada umat)
Bagaimana pendapat Anda terhadap kaidah ini? Apakah itu berlaku secara mutlak?"
⏩ Al-'Allamah asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah – anggota Hai'ah Kibaril 'Ulama dan al-Lajnah ad-Da'imah li al-Ifta' – hafizhahullah wa zaadahu 'ilman – menjawab :
✅ "Aku telah jelaskan kepada kalian, bahwa WAJIB MENJELASKAN AL-HAQ, wajib menjelaskan al-Haq, dan MEMBANTAH KESALAHAN. Kita tidak berbasa-basi pada seorang pun, kita tidak berbasa-basi terhadap seorang pun. Kita jelaskan kesalahan, dan kita tunjukkan kepada al-Haq sebagai lawannya. Kita tidak tidak ada urusan dengan si fulan atau allan.
🔇⛔ Tidak boleh diam (terhadap kebatilan/kesalahan, pen). Karena kalau kita biarkan satu kesalahan, kesalahan kedua, kesalahan ketiga, maka akan bermunculan banyak kesalahan. Umat akan tertipu dengan diamnya para 'ulama dan menganggapnya sebagai hujjah.
↪ Jadi, harus ada penjelasan. Terlebih lagi kalau yang terjatuh pada kesalahan itu adalah qudwah (panutan) – yakni umat menjadikannya sebagai panutan – atau dia sebagai pemimpin, maka urusannya lebih berbahaya lagi. Jadi, HARUS DIJELASKAN. Dijelaskan kesalahannya, agar umat tidak tertipu dengan dia.
🔥👊 TIDAK BOLEH DIKATAKAN "tuthwa wala turwa" (Disimpan/didiamkan dan tidak perlu disampaikan kepada umat). TIDAK BOLEH DIKATAKAN DEMIKIAN. Ini adalah UCAPAN BATIL. Kesalahan-kesalahan HARUS DISAMPAIKAN dan DIBANTAH. Yang kesal/jengkel (atas bantahan tersebut) silakan kesal/jengkel, yang senang silakan senang. Karena TUJUAN KITA ADALAH AL-HAQ. Tujuan kita bukan menjatuhkan atau menjelekkan pribadi-pribadi tertentu.
📥 Sumber :
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=142560
••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
⛵💽 Faedah Ilmiah
📂📖 NASEHAT DAN HIMBAUAN KEPADA AHLUSSUNNAH SALAFIYYIN UNTUK IKUT ANDIL BERDAKWAH DENGAN MEDIA YANG ADA DALAM UPAYA MENYELAMATKAN UMMAT ISLAM DARI PROPAGANDA AHLUL BATHIL DAN KELOMPOK SESAT
✏ Catatan beberapa faedah:
☀ Diharapkan Ahlussunnah Salafiyyin peduli dan lebih bersemangat menebarkan Dakwah Sunniy Salafy dibandingkan Ahlul Bid'ah, Ahlul Ahwa', dan Ahludh Dholal.
☀ Ahlussunnah Salafiyyin bisa memaanfaatkan media majalah dan buletin lembaran maupun saku, menyebarkan artikel dan audio di media sosial dan WhatsApp kepada saudara, keluarga, teman, tetangga, rekan usaha, dan ummat Islam tentang faedah ilmu dan berbahayanya berbagai kelompok sesat yang membawa nama Islam seperti :
🔥💣 Khawarij,
🔥🔪 Syi'ah,
🔥💥 Islam Liberal,
🔥🌏 Islam Nusantara,
🔥🌊 Hizbiyah,
dll.
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah ll Membentengi Ummat Islam dari Faham yang merusak Aqidah Islam ll Masjid Al-Qodamuttaqwa ll Tanjung Priuk ll Jakarta Utara ll Sabtu -Ahad ll 11-12 Muharram 1437 H ll 24-25 Oktober 2015 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/E6LU5u
(1,22 MB) - Durasi [05:19]
******
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📥📀 Silahkan unduh di bawah ini
📂📖 NASEHAT DAN HIMBAUAN KEPADA AHLUSSUNNAH SALAFIYYIN UNTUK IKUT ANDIL BERDAKWAH DENGAN MEDIA YANG ADA DALAM UPAYA MENYELAMATKAN UMMAT ISLAM DARI PROPAGANDA AHLUL BATHIL DAN KELOMPOK SESAT
✏ Catatan beberapa faedah:
☀ Diharapkan Ahlussunnah Salafiyyin peduli dan lebih bersemangat menebarkan Dakwah Sunniy Salafy dibandingkan Ahlul Bid'ah, Ahlul Ahwa', dan Ahludh Dholal.
☀ Ahlussunnah Salafiyyin bisa memaanfaatkan media majalah dan buletin lembaran maupun saku, menyebarkan artikel dan audio di media sosial dan WhatsApp kepada saudara, keluarga, teman, tetangga, rekan usaha, dan ummat Islam tentang faedah ilmu dan berbahayanya berbagai kelompok sesat yang membawa nama Islam seperti :
🔥💣 Khawarij,
🔥🔪 Syi'ah,
🔥💥 Islam Liberal,
🔥🌏 Islam Nusantara,
🔥🌊 Hizbiyah,
dll.
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah ll Membentengi Ummat Islam dari Faham yang merusak Aqidah Islam ll Masjid Al-Qodamuttaqwa ll Tanjung Priuk ll Jakarta Utara ll Sabtu -Ahad ll 11-12 Muharram 1437 H ll 24-25 Oktober 2015 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/E6LU5u
(1,22 MB) - Durasi [05:19]
******
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📥📀 Silahkan unduh di bawah ini
Dropbox
Dropbox - Error
Dropbox is a free service that lets you bring your photos, docs, and videos anywhere and share them easily. Never email yourself a file again!
👍1
🗓📲🎰 RENUNGAN BAGI PARA PENGGUNA MEDSOS - SMARTPHONE
-----------------
🔎 MUHASABAH 🔍
===============
🌾 Saudaraku, semoga Allah azza wa jalla merahmati kita semua...
💡Walaupun Anda telah mendapatkan berbagai faidah ilmiah dari sosial media seperti:
✅ whatsapp
✅ telegram
✅ radio streaming
✅ dll.
⛔️ Namun jangan sampai semua itu mengurangi atau bahkan menghalangi Anda untuk:
✅ rajin menghadiri majlis-majlis ilmu yang dibimbing oleh para asatidzah
✅ bersemangat mencatat, memuraja'ah, dan menghafalkan ilmu yang sudah dipelajari
✅ merealisasikan ilmu yang sudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari
⚠️ Waspadalah dari sifat:
⛔️ malas
⛔️ sombong
⛔️ merasa pandai
❌ Karena semua itu sebagai penghalang dari ilmu yang barakah.
🍂 Semoga Allah azza wa jalla memberikan kemudahan kepada kita semua untuk menggapai ridha-Nya. Amiin..
📝 dari Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi hafizhahullah
📡https://telegram.me/AlushulAtstsalatsah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
-----------------
🔎 MUHASABAH 🔍
===============
🌾 Saudaraku, semoga Allah azza wa jalla merahmati kita semua...
💡Walaupun Anda telah mendapatkan berbagai faidah ilmiah dari sosial media seperti:
✅ telegram
✅ radio streaming
✅ dll.
⛔️ Namun jangan sampai semua itu mengurangi atau bahkan menghalangi Anda untuk:
✅ rajin menghadiri majlis-majlis ilmu yang dibimbing oleh para asatidzah
✅ bersemangat mencatat, memuraja'ah, dan menghafalkan ilmu yang sudah dipelajari
✅ merealisasikan ilmu yang sudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari
⚠️ Waspadalah dari sifat:
⛔️ malas
⛔️ sombong
⛔️ merasa pandai
❌ Karena semua itu sebagai penghalang dari ilmu yang barakah.
🍂 Semoga Allah azza wa jalla memberikan kemudahan kepada kita semua untuk menggapai ridha-Nya. Amiin..
📝 dari Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi hafizhahullah
📡https://telegram.me/AlushulAtstsalatsah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌑🔥 WASPADA... MAKAR-MAKAR SYAITHAN !!
..............................
🚇 al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Kejelekan-kejelekan syaithan tidak keluar dari enam jenis :
1⃣ Kejelekan Kufur, Syirik, dan Menentang Allah dan Rasul-Nya.
2⃣ Bid'ah, ini lebih disukai oleh syaithan daripada kefasikan dan kemaksiatan, karena bahayanya mengenai agama, dan itu merupaka bahaya yang mengenai banyak hal.
3⃣ Dosa-dosa besar dengan berbagai macam bentuknya.
4⃣ Dosa-dosa kecil, yang apabila ditumpuk terus akan membinasakan pelakunya.
5⃣ Menyibukkan seseorang dengan perkara-perkara mubah yang tidak pahala dan dosa padanya, namun berakibat dia akan terlewat dari pahala amal perbuatan yang dia tersibukkan darinya dengan perkara mubah tersebut.
6⃣ Membuat orang lebih sibuk dengan amal yang kurang utama daripada amal yang utama, sehingga dia tidak mendapakan keutamaan dan terlewatkan dari pahala amal yang utama."
🍋 Bada'i' al-Fawaid, 2/799-801
••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~
..............................
🚇 al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Kejelekan-kejelekan syaithan tidak keluar dari enam jenis :
1⃣ Kejelekan Kufur, Syirik, dan Menentang Allah dan Rasul-Nya.
2⃣ Bid'ah, ini lebih disukai oleh syaithan daripada kefasikan dan kemaksiatan, karena bahayanya mengenai agama, dan itu merupaka bahaya yang mengenai banyak hal.
3⃣ Dosa-dosa besar dengan berbagai macam bentuknya.
4⃣ Dosa-dosa kecil, yang apabila ditumpuk terus akan membinasakan pelakunya.
5⃣ Menyibukkan seseorang dengan perkara-perkara mubah yang tidak pahala dan dosa padanya, namun berakibat dia akan terlewat dari pahala amal perbuatan yang dia tersibukkan darinya dengan perkara mubah tersebut.
6⃣ Membuat orang lebih sibuk dengan amal yang kurang utama daripada amal yang utama, sehingga dia tidak mendapakan keutamaan dan terlewatkan dari pahala amal yang utama."
🍋 Bada'i' al-Fawaid, 2/799-801
••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~
👍1