Manhajul Anbiya
11.8K subscribers
2.09K photos
238 videos
224 files
5.52K links
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah

Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman

Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Download Telegram
🌠📝📡 Radio Manhajul Anbiya

📶📲  Simak Sekarang !! 
LIVE - Kajian Islam Ilmiyah Online Kaltim - Kaltara (Balikpapan - Samarinda - Bontang- Tanjung Selor - Tarakan)

Al-Fiqhul Muyassar fii Dhouil Kitabi was Sunnah (Pertemuan ke-17)

🎙
Al-Ustadz Ibrahim Waliulu hafizhahullah di Studio Minhajul Atsar Jember

📻 di RADIO AHLUSSUNNAH BALIKPAPAN

bisa melalui

📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya

Versi WEB:
Sil
akan klik: http://manhajulanbiya.com/

atau siaran channel:
https://t.me/ManhajulAnbiya
👍4
Live stream started
Live stream finished (52 minutes)
Live stream started
📡 مباشر_الآن

📚 شرح الباعث الحثيث

🎙 الأستاذ رويفع بن سليمي حفظه الله تعالى

📻📶 على إذاعة:
🔗 http://Manhajulanbiya.com
🔗 http://radiominhajulatsar.com

📻📶 إذاعة قناة على التلجرام:
🔗 https://t.me/ManhajulAnbiya
📡 مباشر_الآن

📚 درس شرح نخبة الفكر

🎙 الأستاذ رويفع بن سليمي حفظه الله تعالى

📻📶 على إذاعة:
🔗 http://Manhajulanbiya.com
🔗 http://radiominhajulatsar.com

📻📶 إذاعة قناة على التلجرام:
🔗 https://t.me/ManhajulAnbiya
👍4
Live stream finished (1 hour)
Live stream started
Live stream finished (46 minutes)
🍎🌅 KABAR GEMBIRA

📌 Memperkenalkan CHANNEL (SALURAN) BARU Saluran Manhajul Anbiya (Channel versi WhatsApp)

📝 Mari bergabung dengan cara klik https://whatsapp.com/channel/0029VaGZIwdKbYMImW44AU0s
(Channel versi WA)


(Lalu klik "IKUTI" di pojok kanan atas)
👍12
🏡 KUNCI MERAIH KEBAHAGIAAN DI DUNIA DAN AKHIRAT: IMAN DAN AMAL SHALIH

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin (beriman), sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya (di dunia) kehidupan yang baik (bahagia), dan akan Kami beri balasan (di Akhirat) dengan pahala yang lebih bagus daripada apa yang selalu mereka kerjakan."
(An-Naḥl:97).

📝 Amal Shalih adalah amal yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
📚 Beriman yaitu hatinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan yakin bahwa amalan tersebut benar-benar disyariatkan di sisi-Nya.

🔎 Maka pasti Allah berikan padanya kehidupan yang baik, yaitu kehidupan yang meliputi segala bentuk kebahagiaan dalam bentuk apapun, antara lain rizki yang halalan thayyibah, qanaah, selalu mengerjakan amal ibadah dan ketaatan, kelapangan jiwa, dll.
📒 Adapun pahala yang lebih bagus maka itu adalah balasan di akhirat kelak.

📖 (lihat tafsir ayat ini dalam Tafsir Ibnu Katsir)

~~~~
🌅📌 Ikuti Channel (Saluran) Manhajul Anbiya versi WhatsApp

https://whatsapp.com/channel/0029VaGZIwdKbYMImW44AU0s


(Lalu klik "IKUTI" di pojok kanan atas)
👍14
📀 Unduh Audio
Khutbah Jum'at

🌅 AQIDAH ISLAM TENTANG NABI ISA 'alahis salam
(nasehat kepada kaum muslimin agar waspada dari Nataru)

📲 https://shorturl.at/aipx3
👍11
Aqidah Islam tentang Nabi Isa 'alaihissalam
al-Ustadz Abu Amr Alfian hafizhahullah
💿 Audio Khutbah Jumat

📚 Tema Khutbah:
Aqidah Islam tentang Nabi Isa 'alaihis salam
(nasehat kepada kaum muslimin agar waspada dari Nataru)

🎙 Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian hafizhahullah

📆 Jum'at, 2 Jumadal Akhirah 1445 H/ 15 Desember 2023 M

🕌 Masjid Ali bin Abi Thalib, Ma'had Minhajul Atsar Jember

https://t.me/ManhajulAnbiya/8345

☝️ Semoga bermanfaat. Amin
👍22
Forwarded from Manhajul Anbiya
🌳🌿📚 SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR
🔥👊🎄 Natal
🔥👊🎆 Tahun Baru dll
-------------------------------

Menanggapi upaya-upaya yang keras dari orang-orang kafir dalam meredam dan menggugurkan prinsip Al-Bara’, melalui hari raya mereka, maka sangatlah mendesak untuk setiap muslim mengetahui dan memahami perkara-perkara berikut ini:

1⃣ Tidak Menghadiri Hari Raya Mereka
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Berbaurnya kaum muslimin dengan non-muslim (kafir, pen) dalam acara hari raya mereka adalah HARAM. Sebab, dalam perbuatan tersebut mengandung unsur tolong menolong dalam hal perbuatan dosa dan permusuhan. Padahal Allah berfirman (artinya): “Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kalian tolong menolong didalam dosa dan pelanggaran.” (Al Maidah:2)…..Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa kaum muslimin tidak boleh ikut bersama orang-orang kafir dalam acara hari raya mereka karena hal itu menunjukan persetujuan dan keridhaan terhadap agama mereka yang batil.” (Disarikan dari majalah Asy Syariah no.10 hal.8-9)

Berkaitan dengan poin yang pertama ini, tidak sedikit dari para ulama ketika membawakan firman Allah yang menceritakan tentang sifat-sifat Ibadurrahman (artinya): “(Yaitu) orang-orang yang tidak menghadiri kedustaan.” (Al Furqan:73), mereka menafsirkan “kedustaan” tersebut dengan hari-hari raya kaum musyrikin (lihat Tafsir Ibnu Jarir)

Lebih parah lagi apabila seorang muslim bersedia menghadiri acara tersebut di gereja atau tempat-tempat ibadah mereka. 'Umar bin al-Khaththab mengecam perbuatan ini dengan mengatakan :
“Dan janganlah kalian menemui orang-orang musyrikin di gereja-gereja atau tempat-tempat ibadah mereka, karena kemurkaan Allah akan menimpa mereka.” (HR Al-Baihaqi 18861, dengan sanad shahih)

2⃣ Tidak Memberikan Ucapan Selamat Hari Raya
Di dalam salah satu fatwanya, beliau (Asy Syaikh Ibnu Utsaimin) mengatakan bahwa memberikan ucapan selamat hari raya Natal kepada kaum Nashrani dan selainnya dari hari-hari raya orang kafir adalah HARAM.
👉 Keharaman tersebut disebabkan adanya unsur keridhaan dan persetujuan terhadap syiar kekufuran mereka, walaupun pada dasarnya tidak ada keridhaan terhadap kekufuran itu sendiri. Beliau pun membawakan ayat yaitu (artinya): “Bila kalian kufur maka sesungguhnya Allah tidak butuh kepada kalian. Dia tidak ridha adanya kekufuran pada hamba-hamba-Nya. (Namun) bila kalian bersyukur maka Dia ridha kepada kalian.” (Az Zumar:7). Juga firman-Nya (yang artinya): “Pada hari ini, Aku telah sempurnakan agama ini kepada kalian, Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian dan Aku ridhai Islam menjadi agama kalian.” (Al Maidah:3)
Beliau juga menambahkan bahwa bila mereka sendiri yang mengucapkan selamat hari raya tersebut kepada kita maka kita tidak boleh membalasnya karena memang bukan hari raya kita. Demikian pula, hal tersebut disebabkan hari raya mereka ini bukanlah hari raya yang diridhai Allah karena memang sebuah bentuk bid’ah dalam agama asli mereka. Atau kalau memang disyariatkan, maka hal itu telah dihapus dengan datangnya agama Islam.” (Majmu’uts Tsamin juz 3 dan Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan 1/255)
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir pada hari raya mereka, kalaupun dia ini selamat dari kekufuran maka dia pasti terjatuh kepada keharaman. Keadaan dia ini seperti halnya mengucapkan selamat atas sujud mereka kepada salib. (Ahkamu Ahlidz Dzimmah)

(.... berlanjut...)

••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍6
Forwarded from Manhajul Anbiya
🌳🌿📚 SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR

🔥👊🎄 Natal
🔥👊🎆 Tahun Baru
dll

-------------------------------
(... lanjutan...)

3⃣ 🎁 Tidak Tukar Menukar Hadiah Pada Hari Raya Mereka
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Telah sampai kepada kami (berita) tentang sebagian orang yang tidak mengerti dan lemah agamanya, bahwa mereka saling menukar hadiah pada hari raya Nashrani. Ini adalah haram dan tidak boleh dilakukan. Sebab, dalam (perbuatan) tersebut mengandung unsur keridhaan kepada kekufuran dan agama mereka. Kita mengadukan (hal ini) kepada Allah.” (At-Ta’liq ‘Ala Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal. 277)

4⃣ 🍫🍞🚫 Tidak Menjual Sesuatu Untuk Keperluan Hari Raya Mereka

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan bahwa seorang muslim yang menjual barang dagangannya untuk membantu kebutuhan hari raya orang-orang kafir baik berupa makanan, pakaian atau selainnya maka ini merupakan bentuk pertolongan untuk mensukseskan acara tersebut. (Perbuatan) ini dilarang atas dasar suatu kaidah yaitu: Tidak boleh menjual air anggur atau air buah kepada orang-orang kafir untuk dijadikan minuman keras (khamr). Demikian halnya, tidak boleh menjual senjata kepada mereka untuk memerangi seorang muslim. (Iqtidha’ Shiratil Mustaqim hal.325)

5⃣ Tidak Melakukan Aktivitas-Aktivitas Tertentu Yang Menyerupai Orang-Orang Kafir Pada Hari Raya Mereka

Dalam fatwanya, Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan: “Dan demikian pula diharamkan bagi kaum muslimin untuk meniru orang-orang kafir pada hari raya tersebut dengan mengadakan perayaan-perayaan khusus, tukar menukar hadiah, pembagian permen (secara gratis), membuat makanan khusus, libur kerja dan semacamnya. Hal ini berdasarkan ucapan Nabi :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (H.R Abu Daud dengan sanad hasan). (Majmu’uts Tsamin juz 3)

sumber :
📥 manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍3
🌠📝📡 Radio Manhajul Anbiya 1

Simak Sekarang!!
LIVE - Kajian Ilmiah

Kitab Fathul Majid Syarh Kitab at-Tauhid

🎙
Al-Ustadz Abu 'Amr Ahmad Alfian hafizhahullah

📻 di RADIO MANHAJUL ANBIYA

bisa melalui

📲 Versi Aplikasi, unduh di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya

Versi WEB:
Silakan klik: http://manhajulanbiya.com/

atau siaran channel:
https://t.me/ahlussunnahbandarlampung
https://t.me/durusshahihbukhari
👍5
Live stream started
Live stream finished (47 minutes)
Forwarded from Manhajul Anbiya
🌅🌙 TERWUJUDNYA ‘IZZAH (Kemuliaan) KAUM MUKMININ

📮 Tanya : “Bagaimana akan terwujud kemuliaan bagi kaum muslimin sementara saat ini kondisi mereka lemah di alam ini yang telah rusak berbagai sisinya. Sementara Yahudi dan Nashara-lah yang sekarang berkuasa di alam, berbuat sekehendak mereka.
🌳 Maka bagaimana akan terwujud kemuliaan/kejayaan kaum mukminin?”

Jawab :
“Tidak akan terwujud ‘Izzah (kemuliaan) bagi kaum mukminin, kemenangan atas musuh, dan kejayaan di muka bumi kecuali dengan :
🌍 KETAATAN KEPADA ALLAH dan RASUL-NYA Shallallahu 'alaihi wa Sallam
🌍 MENGAMALKAN ISLAM DAN IMAN SECARA LAHIR DAN BATIN
Telah ada dalam al-Qur’an dan as-Sunnah serta dari Salafush Shalih berbagai keterangan yang cukup menjadi nasehat dan pengingat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا * الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا}

“Berilah berita gembira kepada orang-orang munafik, bahwa bagi mereka adzab yang pedih. Yaitu orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai para pembelanya, bukan kaum mukminin. Apakah kalian mengharapkan kemuliaan dari mereka?! Padahal sesungguhnya kemuliaan itu adalah milik Allah semuanya.” (an-Nisa : 138-139)

Allah juga berfirman :
{وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ}

“Allah pasti menolong orang yang membela (agama)-Nya. Sesunggunya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa.” (al-Hajj : 40)

{الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ}

“Orang-orang yang apabila Kami berika kejayaan untuk mereka di muka bumi niscaya mereka menegakkan shalat, membayar zakat, dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Milik Allah-lah akibat baik semua perkara.” (al-Hajj : 41)

Allah ‘'Azza wa Jalla juga berfirman,

{وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا}

“Allah berjanji untuk orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih bahwa pasti Allah akan jadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan akan Allah jayakan agama mereka yang Allah ridhai untuk mereka, serta Allah tukar setelah kondisi takut menjadi aman. Mereka beribadah kepada-Ku dan tidak menyekutukan-Ku dengan apapun.” (an-Nuur : 55)

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ}

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian membela (agama) Allah niscaya Allah akan menangkan kalian dan Allah kokohkan kaki kalian.” (Muhammad : 7)

👉🏻 Dan masih banyak lagi ayat-ayat mulia yang menerangkan dan menjelaskan, bahwa :
🌅 KEJAYAAN DAN KEMULIAAN KAUM MUKMININ dalam kehidupan ini DIPERSYARATKAN : MEREKA HARUS MENEGAKKAN KEWAJIBAN YANG ALLAH BERIKAN KEPADA MEREKA, yaitu :
🌠 Mentauhidkan Allah, mengagungkan dan memuliakan-Nya
🌠 Mengamalkan al-Qur’an dan Mengikuti Sunnah Nabi-Nya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam
🌠 Menegakkan Shalat
🌠 Membayar Zakat
🌠 Mencintai para wali Allah kaum mukminin
🌠 Membenci para musuh Allah, kaum munafik dan orang-orang kafir
🌠 Berjihad melawan mereka (munafik dan kafir) agar kalimat Allah menjadi tinggi dan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah.
🌠 dan berbagai konsekuensi iman lainnya.

(... berlanjut....)

•••••••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍8
Forwarded from Manhajul Anbiya
🌅🌙 TERWUJUDNYA ‘IZZAH (Kemuliaan) KAUM MUKMININ

(.... lanjutan....)

Telah sah hadits dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, diriwayatkan dari shahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

«بعثت بالسيف بين يدي الساعة حتى يعبد الله وحده لا شريك له، وجعل رزقي تحت ظل رمحي، وجعل الذلة والصغار على خالف أمري، ومن تشبه بقوم فهو منهم »

“Aku diutus dengan pedang sebelum hari Kiamat, agar Allah satu-satu-nya yang diibadahi tidak ada sekutu bagi-Nya. Dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku. Dan dijadikan kehinaan dan kerendahan atas orang yang menyelisihi perintahku. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (HR. Ahmad 2/50, 92; Abu Dawud 4013).

📀📝 Dalam hadits ini, Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa semua yang menyelisihi perintah beliau maka dia akan mendapatkan bagian kehinaan dan kerendahan sesuai kadar penyelisihan dan penentangannya.

📚 Al-Hafizh Ibnu Rajab Rahimahullah mengatakan dalam syarh hadits ini :
“Di antara penyebab terbesar kehinaan, yang merupakan penyelisihan terhadap perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, adalah meninggalkan amal yang dilakukan oleh beliau yaitu BERJIHAD MELAWAN MUSUH-MUSUH ALLAH. Barangsiapa yang menempuh jalan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam berjihad, maka DIA AKAN MULIA. Barangsiapa yang meninggalkan jihad, dalam kondisi dia mampu, maka dia akan hina. Telah lewat hadits :

«إذا تبايعتم بالعينة، واتبعتم أذناب البقر، وتركتم الجهاد في سبيل الله- سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه من رقابكم حتى تراجعوا دينكم  »

“Apabila kalian telah berjual beli dengan cara ‘Inah (salah satu bentuk sistem riba, pen), dan kalian mengikuti ekor-ekor sapi, dan KALIAN MENINGGALKAN JIHAD FI SABILILLAH, maka Allah akan timpakan pada kalian kehinaan, yang tidak akan Allah cabut dari kalian sampai kalian mau kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Dawud 3462, Ahmad 2/84)

Barangsiapa meninggalkan jihad yang dulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam berada di atasnya, padahal dia mampu, dan dia tersibukkan dari jihad karena mencari dunia dengan cara-cara yang mubah, maka dia akan mendapatkan kehinaan. Maka bagaimana kalau tersibukkan dari jihad karena mengumpulkan dunia dengan cara-cara yang haram??!” – selesai penjelasan Ibnu Rajab –

( ... berlanjut....)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍8