🎒⌚ TUGAS SEORANG MUSLIM
(… lanjutan "Pentingnya Fiqh Islami" … - 3 - )
🔅 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
-----------------------------------------------------------------
🔐 "Maka tugas seorang muslim adalah :
✏ menuntut/mencari ilmu, mempelajari/mendalami agama, memandang dengan teliti,
✏ memiliki perhatian terhadap Kitabullah, menghadap kepadanya, dan mentadabburinya, serta mengambil manfaat darinya.
✏ memiliki perhatian terhadap sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, mempelajarinya, mengamalkanya, dan menghafal apa yang mudah darinya.
🌌🌑 Barangsiapa yang berpaling dari dua dasar ini dan melalaikannya, maka itu adalah petanda dan alamat bahwa Allah tidak menghendaki kebaikan padanya, dan itu adalah alamat kebinasaan dan kehancuran, serta alamat hati telah rusak dan menyimpang dari hidayah.
Kita memohon kepada Allah keselamatan dan penjagaan dari segala yang membuat-Nya murka.
📒 Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/7
••••••••••••••••••
🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~
(… lanjutan "Pentingnya Fiqh Islami" … - 3 - )
🔅 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
-----------------------------------------------------------------
🔐 "Maka tugas seorang muslim adalah :
✏ menuntut/mencari ilmu, mempelajari/mendalami agama, memandang dengan teliti,
✏ memiliki perhatian terhadap Kitabullah, menghadap kepadanya, dan mentadabburinya, serta mengambil manfaat darinya.
✏ memiliki perhatian terhadap sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, mempelajarinya, mengamalkanya, dan menghafal apa yang mudah darinya.
🌌🌑 Barangsiapa yang berpaling dari dua dasar ini dan melalaikannya, maka itu adalah petanda dan alamat bahwa Allah tidak menghendaki kebaikan padanya, dan itu adalah alamat kebinasaan dan kehancuran, serta alamat hati telah rusak dan menyimpang dari hidayah.
Kita memohon kepada Allah keselamatan dan penjagaan dari segala yang membuat-Nya murka.
📒 Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/7
••••••••••••••••••
🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
☀🌙 KAPAN KAUM MUKMININ AKAN MENANG DAN BERJAYA?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌳 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah :
🔰 “al-Mukminun : adalah orang-orang yang istiqamah di atas perintah Allah, meninggalkan hal-hal yang Allah haramkan, berhenti pada batas-batas agama Allah, berhukum dengan syari’at Allah. Merekalah kaum muslimin, merekalah para wali Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (artinya) :
🚇 “Allah berjanji untuk orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih bahwa pasti Allah akan jadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan akan Allah jayakan agama mereka yang Allah ridhai untuk mereka, serta Allah tukar setelah kondisi takut menjadi aman. Mereka beribadah kepada-Ku dan tidak menyekutukan-Ku dengan apapun.” (an-Nuur : 55)
➡ Apabila kaum muslimin berpegang teguh dengan agama Allah, konsisten melaksanakan perintah yang Allah wajibkan atas mereka, menjauhi apa yang Allah haramkan atas mereka, dan berhukum dengan syari’at-Nya maka SUNGGUH ALLAH PASTI AKAN MENOLONG MEREKA, menguatkan mereka atas musuh-musuhnya, dan menuliskan untuk mereka kemenangan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta menganugerahan kepada mereka keamanan di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla :
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُون
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur keimanannya dengan kezhaliman (kesyirikan), bagi mereka keamanan dan mereka mendapatkan hidayah.” (al-An’am : 82)
🌙 Iman apabila disebutkan secara umum, masuk di dalamnya : melaksanakan segala apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Jadi, maknanya adalah :
▪ mereka adalah orang-orang yang istiqamah di Tauhidullah,
▪ menunaikan hak-hak Allah,
▪ menjauh dari hal-hal yang Allah haramkan
Maka BAGI MEREKA KEAMANAN dan BAGI MEREKA HIDAYAH baik di dunia maupun di akhirat.
👉🏻 Musuh-musuh mereka tidak akan merugikan mereka apabila mereka konsisten di atas al-Haq.
🚨 Namun, kalau mereka melakukan sebagian apa yang Allah haramkan, atau
🚨 Meremehkan sebagian apa yang Allah wajibkan atas mereka,
↪ maka mereka akan tertimpa bencana dan musibah yang tidak akan mereka sukai.
✳ Perhatikan, makhluk termulia Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam, ketika pasukan pemanah melakukan pelanggaran pada peristiwa Perang Uhud, yaitu tidak melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam untuk bertahan pada posisinya. Tatkala mereka melanggar perintah tersebut, maka musuh berhasil menyerang balik dari posisi tersebut sehingga kaum muslimin mengalami kekalahan, ada yang terbunuh dan ada yang terluka. Itu terjadi dengan sebab MAKSIAT (menentang perintah), sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya (artinya) :
“dan Sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kalian, ketika kalian membunuh mereka dengan izin-Nya. Hingga ketika kalian lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.” (ali ‘Imran : 152)
"dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kalian berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali ‘Imran : 165)
🌅 Maksudnya : wajib atas kaum mukminin – baik pemerintah maupun rakyat – untuk istiqamah di atas agama Allah, berpegang teguh dengan syari’at Allah, dan berhenti pada batas-batas Allah, baik pada ucapan, perbuatan, aqidah, wala (loyalitas), dan bara’ (anti loyalitas), maupun cinta dan benci.
👍🏻➡ Inilah jalan MERAIH KEMENANGAN dan KEBAHAGIAAN.
📚 Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah : (8/172-174)
•••••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌳 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah :
🔰 “al-Mukminun : adalah orang-orang yang istiqamah di atas perintah Allah, meninggalkan hal-hal yang Allah haramkan, berhenti pada batas-batas agama Allah, berhukum dengan syari’at Allah. Merekalah kaum muslimin, merekalah para wali Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (artinya) :
🚇 “Allah berjanji untuk orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih bahwa pasti Allah akan jadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan akan Allah jayakan agama mereka yang Allah ridhai untuk mereka, serta Allah tukar setelah kondisi takut menjadi aman. Mereka beribadah kepada-Ku dan tidak menyekutukan-Ku dengan apapun.” (an-Nuur : 55)
➡ Apabila kaum muslimin berpegang teguh dengan agama Allah, konsisten melaksanakan perintah yang Allah wajibkan atas mereka, menjauhi apa yang Allah haramkan atas mereka, dan berhukum dengan syari’at-Nya maka SUNGGUH ALLAH PASTI AKAN MENOLONG MEREKA, menguatkan mereka atas musuh-musuhnya, dan menuliskan untuk mereka kemenangan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta menganugerahan kepada mereka keamanan di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla :
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُون
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur keimanannya dengan kezhaliman (kesyirikan), bagi mereka keamanan dan mereka mendapatkan hidayah.” (al-An’am : 82)
🌙 Iman apabila disebutkan secara umum, masuk di dalamnya : melaksanakan segala apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Jadi, maknanya adalah :
▪ mereka adalah orang-orang yang istiqamah di Tauhidullah,
▪ menunaikan hak-hak Allah,
▪ menjauh dari hal-hal yang Allah haramkan
Maka BAGI MEREKA KEAMANAN dan BAGI MEREKA HIDAYAH baik di dunia maupun di akhirat.
👉🏻 Musuh-musuh mereka tidak akan merugikan mereka apabila mereka konsisten di atas al-Haq.
🚨 Namun, kalau mereka melakukan sebagian apa yang Allah haramkan, atau
🚨 Meremehkan sebagian apa yang Allah wajibkan atas mereka,
↪ maka mereka akan tertimpa bencana dan musibah yang tidak akan mereka sukai.
✳ Perhatikan, makhluk termulia Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam, ketika pasukan pemanah melakukan pelanggaran pada peristiwa Perang Uhud, yaitu tidak melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam untuk bertahan pada posisinya. Tatkala mereka melanggar perintah tersebut, maka musuh berhasil menyerang balik dari posisi tersebut sehingga kaum muslimin mengalami kekalahan, ada yang terbunuh dan ada yang terluka. Itu terjadi dengan sebab MAKSIAT (menentang perintah), sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya (artinya) :
“dan Sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kalian, ketika kalian membunuh mereka dengan izin-Nya. Hingga ketika kalian lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.” (ali ‘Imran : 152)
"dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kalian berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali ‘Imran : 165)
🌅 Maksudnya : wajib atas kaum mukminin – baik pemerintah maupun rakyat – untuk istiqamah di atas agama Allah, berpegang teguh dengan syari’at Allah, dan berhenti pada batas-batas Allah, baik pada ucapan, perbuatan, aqidah, wala (loyalitas), dan bara’ (anti loyalitas), maupun cinta dan benci.
👍🏻➡ Inilah jalan MERAIH KEMENANGAN dan KEBAHAGIAAN.
📚 Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah : (8/172-174)
•••••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
========== ==========
💽 Audio Rekaman 44 💽
========== ==========
📋Silsilah Durus Manhajul Anbiya📋
💺🔐 Bersama al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullahu...
🔑🏡 Masjid Ma'had As-Salafy Jember ll
📆 21 Shafar 1437H ll 2 Des 2015M
-------------
☑ Dars Kitab "Ushul al-Iman" karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
🌃 Ba'da Maghrib...
✔ Pertemuan 50
- Durasi (36:25) = 6,25 MB
- Link https://goo.gl/DjEOqI
•••••••••••••••••
🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📥📀 Unduh di bawah ini
💽 Audio Rekaman 44 💽
========== ==========
📋Silsilah Durus Manhajul Anbiya📋
💺🔐 Bersama al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullahu...
🔑🏡 Masjid Ma'had As-Salafy Jember ll
📆 21 Shafar 1437H ll 2 Des 2015M
-------------
☑ Dars Kitab "Ushul al-Iman" karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
🌃 Ba'da Maghrib...
✔ Pertemuan 50
- Durasi (36:25) = 6,25 MB
- Link https://goo.gl/DjEOqI
•••••••••••••••••
🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📥📀 Unduh di bawah ini
📈 AL-JANNAH (Surga) itu TINGGI
sedangkan AN-NAAR (Neraka) itu RENDAH 📉
==================
🌴 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata:
📈 Al-Jannah itu adalah sebuah ketinggian, seseorang butuh untuk berusaha mencapai ketinggian itu dan terus mendaki...
💦 Hal ini adalah berat bagi setiap jiwa...
📉 Sedangkan An-Naar adalah sesuatu yang curam dan kerendahan...
❗dan ini mudah bagi jiwa...
👎 Mencapai sesuatu yang rendah itu lebih mudah...
🗻 dibandingkan harus naik mendaki untuk mencapai ketinggian...
👉 Sehingga wajib bagi kita untuk mengingat hal ini, dan bersabar dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala...
✋ dan bersabar atas kesulitan dalam melaksanakan ketaatan...
💐 Mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala..
⛔ Dan wajib bagi kita untuk meninggalkan segala yang Allah haramkan, berupa dosa-dosa dan perbuatan maksiat...
📛 karena takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala..
----------------------------------------🇸🇦
الجنة ارتفاع، تحتاج إلى ارتفاع و صعود ، و هذا يشق على النفوس
و النار انحدار و سفول، و هذا سهل على النفوس، الانحدار أسهل من الصعود
فعلينا أن نتذكر هذا و أن نصبر على طاعة الله سبحانه وتعالى ومشاقها
رجاء ثواب الله سبحانه و تعالى
وأن نترك ماحرّم الله من الذنوب و المعاصي خوفاً من الله سبحانه وتعالى
🚩Link video https://drive.google.com/file/d/0B0HeyM99aRdpaVkwRzhhdWRxbEk/view?usp=docslist_api
•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~
sedangkan AN-NAAR (Neraka) itu RENDAH 📉
==================
🌴 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata:
📈 Al-Jannah itu adalah sebuah ketinggian, seseorang butuh untuk berusaha mencapai ketinggian itu dan terus mendaki...
💦 Hal ini adalah berat bagi setiap jiwa...
📉 Sedangkan An-Naar adalah sesuatu yang curam dan kerendahan...
❗dan ini mudah bagi jiwa...
👎 Mencapai sesuatu yang rendah itu lebih mudah...
🗻 dibandingkan harus naik mendaki untuk mencapai ketinggian...
👉 Sehingga wajib bagi kita untuk mengingat hal ini, dan bersabar dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala...
✋ dan bersabar atas kesulitan dalam melaksanakan ketaatan...
💐 Mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala..
⛔ Dan wajib bagi kita untuk meninggalkan segala yang Allah haramkan, berupa dosa-dosa dan perbuatan maksiat...
📛 karena takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala..
----------------------------------------🇸🇦
الجنة ارتفاع، تحتاج إلى ارتفاع و صعود ، و هذا يشق على النفوس
و النار انحدار و سفول، و هذا سهل على النفوس، الانحدار أسهل من الصعود
فعلينا أن نتذكر هذا و أن نصبر على طاعة الله سبحانه وتعالى ومشاقها
رجاء ثواب الله سبحانه و تعالى
وأن نترك ماحرّم الله من الذنوب و المعاصي خوفاً من الله سبحانه وتعالى
🚩Link video https://drive.google.com/file/d/0B0HeyM99aRdpaVkwRzhhdWRxbEk/view?usp=docslist_api
•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~
📚💽 Faedah Tarbiyah Anak
🏡⛵ KESHALIHAN KEDUA ORANG TUA MENJADI PINTU PERTAMA DAN UTAMA UNTUK MENGHASILKAN GENERASI ANAK YANG SHALIH
📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok hafizhahullahu
💻 Koleksi Audio Kajian Islam Ilmiah ll Tasjilat Ahlussunnah ll 1436 H ll 2015
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/lpzxCQ (1,11 MB) -
durasi [09:44]
~~~~
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📥📀 Unduh di bawah ini
🏡⛵ KESHALIHAN KEDUA ORANG TUA MENJADI PINTU PERTAMA DAN UTAMA UNTUK MENGHASILKAN GENERASI ANAK YANG SHALIH
📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok hafizhahullahu
💻 Koleksi Audio Kajian Islam Ilmiah ll Tasjilat Ahlussunnah ll 1436 H ll 2015
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/lpzxCQ (1,11 MB) -
durasi [09:44]
~~~~
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📥📀 Unduh di bawah ini
========== ==========
💽 Audio Rekaman 45 💽
========== ==========
📋Silsilah Durus Manhajul Anbiya📋
💺🔐 Bersama al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullahu...
🔑🏡 Masjid Ma'had As-Salafy Jember ll
📆 21 Shafar 1437H ll 3 Des 2015M
-------------
☑ Dars Kitab "Ushul al-Iman" karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
🌅 Ba'da Subuh...
✔ Pertemuan 51
- Durasi (18:25) = 3,16 MB
- Link https://goo.gl/U5zUhe
=================
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📥📀 Unduh di sini
💽 Audio Rekaman 45 💽
========== ==========
📋Silsilah Durus Manhajul Anbiya📋
💺🔐 Bersama al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullahu...
🔑🏡 Masjid Ma'had As-Salafy Jember ll
📆 21 Shafar 1437H ll 3 Des 2015M
-------------
☑ Dars Kitab "Ushul al-Iman" karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
🌅 Ba'da Subuh...
✔ Pertemuan 51
- Durasi (18:25) = 3,16 MB
- Link https://goo.gl/U5zUhe
=================
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📥📀 Unduh di sini
🏡🗻🍇 MENYEMBELIH HEWAN KETIKA PUNYA RUMAH BARU
~~~~~~~~~~~~~~
🚝🎒 "Jika adat tersebut dilakukan dalam rangka membuat ridha Jin, menghindar dari kejelekan, dan kejadian yang tidak disukai, maka itu adalah ADAT YANG HARAM, bahkan SYIRIK.
👉🏻🔥 Inilah yang tampak dari mempersembahkan sembelihan ketika mulai tinggal di rumah baru, dan dilakukan di ambang pintu secara khusus.
🏡✅ Adapun jika tujuan dari menyembelih tersebut adalah dalam rangka memuliakan/menghormati para tetangga baru, berkenalan dengan mereka, dan bersyukur kepada Allah atas nikmat rumah baru, di samping juga memuliakan karib kerabat dan teman-teman pada kesempatan tersebut, serta memperkenalkan/memberitahukan rumah baru yang dia tinggali, maka ini baik dan pelakunya terpuji.
⚠ Namun itu hendaknya dilakukan ketika penghuni rumah sudah menempati rumahnya, BUKAN sebelumnya.
⚠ dan tidak melakukan penyembelihan di ambang pintu, atau tempat masuk rumah secara khusus."
.......................................
🏫 Al-Lajnah ad-Da'imah li al-Buhuts al-'Ilmiah wa al-Iftaa'
Fatwa no. 9867
----------------------------
إذا كانت هذه العادة من أجل إرضاء الجن وتجنب المآسي والأحداث الكريهة فهي عادة محرمة، بل شرك، وهذا هو الظاهر من تقديم الذبح على النزول بالبيت وجعله على العتبة على الخصوص.وإن كان القصد من الذبح إكرام الجيران الجدد والتعرف عليهم وشكر الله على ما أنعم به من السكن الجديد، وإكرام الأقارب والأصدقاء بهذه المناسبة وتعريفهم بهذا المسكن فهذا خير يحمد عليه فاعله، لكن ذلك إنما يكون عادة بعد نزول أهل البيت فيه لا قبل، ولا يكون ذبح الذبيحة أو الذبائح عند عتبة الباب أو مدخل البيت على الخصوص.
💻🌐 http://www.alifta.net/fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=3&View=Page&PageNo=1&PageID=99
••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~
🚝🎒 "Jika adat tersebut dilakukan dalam rangka membuat ridha Jin, menghindar dari kejelekan, dan kejadian yang tidak disukai, maka itu adalah ADAT YANG HARAM, bahkan SYIRIK.
👉🏻🔥 Inilah yang tampak dari mempersembahkan sembelihan ketika mulai tinggal di rumah baru, dan dilakukan di ambang pintu secara khusus.
🏡✅ Adapun jika tujuan dari menyembelih tersebut adalah dalam rangka memuliakan/menghormati para tetangga baru, berkenalan dengan mereka, dan bersyukur kepada Allah atas nikmat rumah baru, di samping juga memuliakan karib kerabat dan teman-teman pada kesempatan tersebut, serta memperkenalkan/memberitahukan rumah baru yang dia tinggali, maka ini baik dan pelakunya terpuji.
⚠ Namun itu hendaknya dilakukan ketika penghuni rumah sudah menempati rumahnya, BUKAN sebelumnya.
⚠ dan tidak melakukan penyembelihan di ambang pintu, atau tempat masuk rumah secara khusus."
.......................................
🏫 Al-Lajnah ad-Da'imah li al-Buhuts al-'Ilmiah wa al-Iftaa'
Fatwa no. 9867
----------------------------
إذا كانت هذه العادة من أجل إرضاء الجن وتجنب المآسي والأحداث الكريهة فهي عادة محرمة، بل شرك، وهذا هو الظاهر من تقديم الذبح على النزول بالبيت وجعله على العتبة على الخصوص.وإن كان القصد من الذبح إكرام الجيران الجدد والتعرف عليهم وشكر الله على ما أنعم به من السكن الجديد، وإكرام الأقارب والأصدقاء بهذه المناسبة وتعريفهم بهذا المسكن فهذا خير يحمد عليه فاعله، لكن ذلك إنما يكون عادة بعد نزول أهل البيت فيه لا قبل، ولا يكون ذبح الذبيحة أو الذبائح عند عتبة الباب أو مدخل البيت على الخصوص.
💻🌐 http://www.alifta.net/fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=3&View=Page&PageNo=1&PageID=99
••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
******
📚💽 Tarbiyah Anak
🎒🎁 ADAB MEMUKUL ANAK DAN PENTINGNYA MENANAMKAN SIFAT KASIH SAYANG KEPADA ANAK
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah ll Nasehat Buat Para Du'at Ahlussunnah ll Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq ll Ambon ll Ahad ll 16-17 Safar 1437 H ll 28-29 November 2015 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/VxQrXT
(1,1 MB) - Durasi [09:35]
*********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📀📥 Unduh disini
📚💽 Tarbiyah Anak
🎒🎁 ADAB MEMUKUL ANAK DAN PENTINGNYA MENANAMKAN SIFAT KASIH SAYANG KEPADA ANAK
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah ll Nasehat Buat Para Du'at Ahlussunnah ll Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq ll Ambon ll Ahad ll 16-17 Safar 1437 H ll 28-29 November 2015 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/VxQrXT
(1,1 MB) - Durasi [09:35]
*********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📀📥 Unduh disini
🚝🏡🗻 AGAR RUMAH MENJADI TEMPAT YANG NYAMAN dan LINGKUNGAN YANG BAIK
asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
.................................
Dalam Islam telah disyari'atkan hukum-hukum yang menjamin hak-hak isteri, sehingga menjadikan rumah sebagai tempat tinggal yang nyaman dan menjadi lingkungan yang shalih.
⛵ Perlu diketahui bahwa hukum-hukum dan syari'at-syari'at tersebut tidak hanya berlaku khusus untuk isteri, tapi berlaku untuk kedua suami isteri.
👝 Namun peran wanita/isteri padanya LEBIH BESAR, karena dia sebagai tiang utama sebagaimana kami sebutkan.
🌳 Mengingat pula tema pembahasan kita kali ini adalah tentang wanita dan perannya dalam pendidikan keluarga, maka perlu menunjukkan peran tanggung jawab wanita dan sarana-sarana yang mengantarkannya, di antaranya :
1⃣ Taat sepenuhnya kepada suami dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah.
√ Ketaatan kepada suami merupakan dasar kelanggengan rumah tangga. Karena kepemimpinan ada pada kaum pria.
Allah berfirman,
{الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ…} [النساء: 34]
"Kaum laki-laki adalah pimpinan bagi kaum wanita .... " (an-Nisaa' : 34)
Tidak terwujud kepemimpinan tanpa ada ketaatan. .... Rumah laksana madrasah atau kantor. Kalau seorang kepala sekolah/kantor dalam sebuah lembaga atau madrasah punya para pegawai yang tidak mau mentaatinya apakah mungkin aktifitas akan berjalan?! Demikian pula rumah tangga.
↪ Mentaati suami adalah kewajiban syar'i, seorang wanita akan diberi pahala jika dia melaksanakannya.
🔹 Bahkan kita dapatkan keterangan dalil bahwa ketaatan kepada suami LEBIH DIKEDEPANKAN di atas ibadah nafilah. Nabi — shallallahu alaihi wa sallam — bersabda,
(لا تصوم المرأة وبعلها شاهد إلا بإذنه) متفق عليه
"Seorang isteri jangan berpuasa (nafilah) ketika suaminya ada kecuali dengan seizinnya." Muttafaqun 'alaihi.
🌙 Ini menunjukkan pentingnya mentaati suami, sampai-sampai itu lebih dikedepankan di atas ibadah puasa nafilah.
(bersambung)
📜 dari tulisan berjudul :
"Peran Wanita dalam Pendidikan Keluarga"
••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~
asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
.................................
Dalam Islam telah disyari'atkan hukum-hukum yang menjamin hak-hak isteri, sehingga menjadikan rumah sebagai tempat tinggal yang nyaman dan menjadi lingkungan yang shalih.
⛵ Perlu diketahui bahwa hukum-hukum dan syari'at-syari'at tersebut tidak hanya berlaku khusus untuk isteri, tapi berlaku untuk kedua suami isteri.
👝 Namun peran wanita/isteri padanya LEBIH BESAR, karena dia sebagai tiang utama sebagaimana kami sebutkan.
🌳 Mengingat pula tema pembahasan kita kali ini adalah tentang wanita dan perannya dalam pendidikan keluarga, maka perlu menunjukkan peran tanggung jawab wanita dan sarana-sarana yang mengantarkannya, di antaranya :
1⃣ Taat sepenuhnya kepada suami dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah.
√ Ketaatan kepada suami merupakan dasar kelanggengan rumah tangga. Karena kepemimpinan ada pada kaum pria.
Allah berfirman,
{الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ…} [النساء: 34]
"Kaum laki-laki adalah pimpinan bagi kaum wanita .... " (an-Nisaa' : 34)
Tidak terwujud kepemimpinan tanpa ada ketaatan. .... Rumah laksana madrasah atau kantor. Kalau seorang kepala sekolah/kantor dalam sebuah lembaga atau madrasah punya para pegawai yang tidak mau mentaatinya apakah mungkin aktifitas akan berjalan?! Demikian pula rumah tangga.
↪ Mentaati suami adalah kewajiban syar'i, seorang wanita akan diberi pahala jika dia melaksanakannya.
🔹 Bahkan kita dapatkan keterangan dalil bahwa ketaatan kepada suami LEBIH DIKEDEPANKAN di atas ibadah nafilah. Nabi — shallallahu alaihi wa sallam — bersabda,
(لا تصوم المرأة وبعلها شاهد إلا بإذنه) متفق عليه
"Seorang isteri jangan berpuasa (nafilah) ketika suaminya ada kecuali dengan seizinnya." Muttafaqun 'alaihi.
🌙 Ini menunjukkan pentingnya mentaati suami, sampai-sampai itu lebih dikedepankan di atas ibadah puasa nafilah.
(bersambung)
📜 dari tulisan berjudul :
"Peran Wanita dalam Pendidikan Keluarga"
••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~
⛵1⃣ 🌇 SILSILAH BIMBINGAN AQIDAH YANG LURUS
~~~~~~~~~~~~~~
Aqidah yang benar (shihah) dan lurus, yang dengannya tercapai keselamatan dari adzab Allah, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat; adalah aqidah yang sesuai dengan risalah yang dengannya Allah mengutus Rasul-Nya, dan dengannya Allah menurunkan kitab-kitab-Nya.
🚫 Namun apabila aqidah menyimpang dari risalah yang dengannya Allah mengutus Rasul-Nya dan denganya Allah menurunkan kitab-kitab-Nya; maka itu adalah aqidah yang mengantarkan orangnya kepada adzab dan kecelakaan di dunia dan akhirat.
🚞 Jadi, Aqidah Shahihah dan lurus :
▫ Menjamin keselamatan darah dan harta seseorang di dunia, serta mencegah kezhaliman dan pelanggaran terhadapnya tanpa alasan yang haq (sesuai syari'at).
▫ Menyelamatkan seseorang dari adzab Allah pada hari Kiamat.
▫ Dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa.
▫ Dengan adanya aqidah shahihah, maka amalan-amalan seseorang akan diterima dan bermanfaat kepadanya.
🌐🍇 diringkas dari kitab "al-Irsyad ilaa Shahih al-I'tiqad", hal. 10
✏ asy-Syaikh al-'Allamah Shalih al-Fauzan
•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~
Aqidah yang benar (shihah) dan lurus, yang dengannya tercapai keselamatan dari adzab Allah, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat; adalah aqidah yang sesuai dengan risalah yang dengannya Allah mengutus Rasul-Nya, dan dengannya Allah menurunkan kitab-kitab-Nya.
🚫 Namun apabila aqidah menyimpang dari risalah yang dengannya Allah mengutus Rasul-Nya dan denganya Allah menurunkan kitab-kitab-Nya; maka itu adalah aqidah yang mengantarkan orangnya kepada adzab dan kecelakaan di dunia dan akhirat.
🚞 Jadi, Aqidah Shahihah dan lurus :
▫ Menjamin keselamatan darah dan harta seseorang di dunia, serta mencegah kezhaliman dan pelanggaran terhadapnya tanpa alasan yang haq (sesuai syari'at).
▫ Menyelamatkan seseorang dari adzab Allah pada hari Kiamat.
▫ Dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa.
▫ Dengan adanya aqidah shahihah, maka amalan-amalan seseorang akan diterima dan bermanfaat kepadanya.
🌐🍇 diringkas dari kitab "al-Irsyad ilaa Shahih al-I'tiqad", hal. 10
✏ asy-Syaikh al-'Allamah Shalih al-Fauzan
•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔊 صوتيات الدورات الشرعية عبر ميراث الأنبياء
🎒 خطبة_جمعة:
🌅📇 دور الوالدين في حماية الأبناء
للشيخ محمد بن هادي المدخلي
📆 ٦ ذو القعدة ١٤٣٦ ھ
📀🔊 http://ar.miraath.net/sites/default/files/audio/khutbah_sh_muhammad_bin_haady_1436-11-06_jaddah1436.mp3
📲 5.94 MB
••••••••••••••••••
🌠📝📡 مجموعة منهج الأنبياء
~~~~~~~~~~~~~~~
🎒 خطبة_جمعة:
🌅📇 دور الوالدين في حماية الأبناء
للشيخ محمد بن هادي المدخلي
📆 ٦ ذو القعدة ١٤٣٦ ھ
📀🔊 http://ar.miraath.net/sites/default/files/audio/khutbah_sh_muhammad_bin_haady_1436-11-06_jaddah1436.mp3
📲 5.94 MB
••••••••••••••••••
🌠📝📡 مجموعة منهج الأنبياء
~~~~~~~~~~~~~~~
🔹🕌 SUNNAH-SUNNAH HARI JUM'AT
🗻 asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
----------------------
🔐 Pertanyaan : Mohon Anda menyebutkan kepada kami sunnah-sunnah yang semestinya dikerjakan oleh seorang muslim pada hari Jum'at? Apa hukum membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at?
📎 Jawab :
Membaca Surat al-Kahfi hukumnya sunnah. Karena padanya terdapat pahala yang besar, sebagaimana telah diriwayatkan secara pasti dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
✅ Adapun sunnah-sunnah yang semestinya dikerjakan pada hari Jum'at adalah :
📌 Mandi Jum'at.
Hukumnya WAJIB. Apabila seseorang meninggalkannya tanpa udzur maka dia berdosa. Karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Mandi Jum'at itu wajib atas setiap orang yang sudah (mengalami) ihtilam." Yakni atas setiap muslim yang sudah baligh.
🔅Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda, "Apabila Jum'at telah datang kepada kalian, maka mandilah."
🔸Tatkala 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu masuk masjid, sementara Amirul Mukminin 'Umar bin al-Khaththab sedang berkhutbah. Maka beliau mencelanya karena keterlambatannya. Maka 'Utsman menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, aku tidak lebih hanya berwudhu' saja, kemudian aku datang ke masjid." Maka 'Umar berkata, "Wudhu' juga!!" – yakni: kamu hanya berwudhu' saja – padahal Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Apabila Jum'at telah datang kepada kalian, maka mandilah."
📁Maka lihatlah, bagaimana Amirul Mukminin 'Umar bin al-Khaththab mencela 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu, padahal kedudukannya juga mulia dalam Islam. Kita semua juga tahu, bahwa beliau adalah Khalifah ke-3 dalam Islam. Namun demikian, 'Umar mencelanya tatkala hanya berwudhu' saja (pada hari Jum'at).
Mandi itu wajib, namun shalat Jum'at tetap sah tanpa mandi. Karena kewajibannya tidak terkait karena hadats seperti Mandi Janabah.
🚦Mandi Jum'at itu wajib, berdosa jika ditinggalkan. Kecuali karena udzur,
🔸 misalnya karena dingin yang sangat, sementara tidak ada alat yang bisa menghangatkan air.
🔸 atau karena dia sakit, berbahaya jika kena air.
🔸 atau yang semisal dengan itu.
(bersambung...)
📗 Silsilah Liqa al-Bab al-Maftuh 105
•••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~
🗻 asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
----------------------
🔐 Pertanyaan : Mohon Anda menyebutkan kepada kami sunnah-sunnah yang semestinya dikerjakan oleh seorang muslim pada hari Jum'at? Apa hukum membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at?
📎 Jawab :
Membaca Surat al-Kahfi hukumnya sunnah. Karena padanya terdapat pahala yang besar, sebagaimana telah diriwayatkan secara pasti dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
✅ Adapun sunnah-sunnah yang semestinya dikerjakan pada hari Jum'at adalah :
📌 Mandi Jum'at.
Hukumnya WAJIB. Apabila seseorang meninggalkannya tanpa udzur maka dia berdosa. Karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Mandi Jum'at itu wajib atas setiap orang yang sudah (mengalami) ihtilam." Yakni atas setiap muslim yang sudah baligh.
🔅Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda, "Apabila Jum'at telah datang kepada kalian, maka mandilah."
🔸Tatkala 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu masuk masjid, sementara Amirul Mukminin 'Umar bin al-Khaththab sedang berkhutbah. Maka beliau mencelanya karena keterlambatannya. Maka 'Utsman menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, aku tidak lebih hanya berwudhu' saja, kemudian aku datang ke masjid." Maka 'Umar berkata, "Wudhu' juga!!" – yakni: kamu hanya berwudhu' saja – padahal Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Apabila Jum'at telah datang kepada kalian, maka mandilah."
📁Maka lihatlah, bagaimana Amirul Mukminin 'Umar bin al-Khaththab mencela 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu, padahal kedudukannya juga mulia dalam Islam. Kita semua juga tahu, bahwa beliau adalah Khalifah ke-3 dalam Islam. Namun demikian, 'Umar mencelanya tatkala hanya berwudhu' saja (pada hari Jum'at).
Mandi itu wajib, namun shalat Jum'at tetap sah tanpa mandi. Karena kewajibannya tidak terkait karena hadats seperti Mandi Janabah.
🚦Mandi Jum'at itu wajib, berdosa jika ditinggalkan. Kecuali karena udzur,
🔸 misalnya karena dingin yang sangat, sementara tidak ada alat yang bisa menghangatkan air.
🔸 atau karena dia sakit, berbahaya jika kena air.
🔸 atau yang semisal dengan itu.
(bersambung...)
📗 Silsilah Liqa al-Bab al-Maftuh 105
•••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~
👍3
(lanjutan)
🔹SUNNAH-SUNNAH HARI JUM'AT
🗻 asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
----------------------
Di antara sunnah hari Jum'at
📌 Siwak
Bersiwak di sini bukan bersiwak sepertinya biasanya, namun bersiwak yang sifatnya khusus. Yaitu lebih banyak lagi dalam membersihkan gigi dan lebih banyak dalam menggosoknya.
Di antara sunnah hari Jum'at
📌 Minyak Wangi
Seorang memakai minyak wangi pada kepalanya, jenggotnya, dan pakaiannya.
Di antara sunnah hari Jum'at
📌 Datang ke masjid lebih awal
Besegera datang sejak matahari terbit. Karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan dorongan untuk itu. Beliau bersabda,
🛬 "Barangsiapa mandi – yakni pada hari Jum'at – kemudian berangkat pada waktu pertama, maka dia seperti berkurban seekor onta. Barangsiapa yang berangkat pada waktu kedua, maka dia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang berangkat pada waktu ketiga, maka dia seperti berkurban seekor kambing bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada waktu keempat, maka dia seperti berkurban seekor ayam. Barangsiapa yang berangkat pada waktu kelima, maka dia seperti berkurban sebutir telur."
🔅Maka sepantasnya bagi seorang muslim untuk memanfaat kesempatan ini.
✅ Ini kesempatan besar dalam umur.
🏚 Apa gunanya, kamu tetap berada di rumah atau di pasar menghabiskan waktu di sana, sementara kamu melewatkan pahala besar ini?
⁉️
🕌 Berangkatlah ke masjid, maka kamu memperoleh pahala kurban ini : onta, sapi, kambing bertanduk, ayam, dan telor, setelah kamu mandi sebelumnya.
🔰 Kemudian, apabila kamu pergi ke masjid, kamu pun akan memperoleh kebaikan yang sangat banyak :
💠 kamu menyibukkan diri dengan shalat atau membaca al-Qur`an
💠 kalau kamu bosan dari shalat, kamu bisa membaca al-Qur'an
💠 kalau kamu bosan membaca, kamu bisa mengerjakan shalat
💠 tidak mengapa kamu berbicara dengan saudaramu (yang ada di sampingmu) dengan suatu pembicaraan yang bermanfaat. Seperti membahas tentang ilmu atau semisalnya.
🏘Namun banyak orang yang terhalangi (dari kebaikan ini)!! Syaithan menguasai banyak orang – semoga Allah menjaga saya dan anda darinya –
🌥 kamu dapati dia berada di rumahnya tanpa ada kesibukan. Kamu lihat dia berada di rumah, menghabiskan waktu, menunggu datangnya waktu shalat.
Ini bentuk terhalangi dari kebaikan yang sangat besar.
(bersambung...)
📗 Silsilah Liqa al-Bab al-Maftuh 105
•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~
🔹SUNNAH-SUNNAH HARI JUM'AT
🗻 asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
----------------------
Di antara sunnah hari Jum'at
📌 Siwak
Bersiwak di sini bukan bersiwak sepertinya biasanya, namun bersiwak yang sifatnya khusus. Yaitu lebih banyak lagi dalam membersihkan gigi dan lebih banyak dalam menggosoknya.
Di antara sunnah hari Jum'at
📌 Minyak Wangi
Seorang memakai minyak wangi pada kepalanya, jenggotnya, dan pakaiannya.
Di antara sunnah hari Jum'at
📌 Datang ke masjid lebih awal
Besegera datang sejak matahari terbit. Karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan dorongan untuk itu. Beliau bersabda,
🛬 "Barangsiapa mandi – yakni pada hari Jum'at – kemudian berangkat pada waktu pertama, maka dia seperti berkurban seekor onta. Barangsiapa yang berangkat pada waktu kedua, maka dia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang berangkat pada waktu ketiga, maka dia seperti berkurban seekor kambing bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada waktu keempat, maka dia seperti berkurban seekor ayam. Barangsiapa yang berangkat pada waktu kelima, maka dia seperti berkurban sebutir telur."
🔅Maka sepantasnya bagi seorang muslim untuk memanfaat kesempatan ini.
✅ Ini kesempatan besar dalam umur.
🏚 Apa gunanya, kamu tetap berada di rumah atau di pasar menghabiskan waktu di sana, sementara kamu melewatkan pahala besar ini?
⁉️
🕌 Berangkatlah ke masjid, maka kamu memperoleh pahala kurban ini : onta, sapi, kambing bertanduk, ayam, dan telor, setelah kamu mandi sebelumnya.
🔰 Kemudian, apabila kamu pergi ke masjid, kamu pun akan memperoleh kebaikan yang sangat banyak :
💠 kamu menyibukkan diri dengan shalat atau membaca al-Qur`an
💠 kalau kamu bosan dari shalat, kamu bisa membaca al-Qur'an
💠 kalau kamu bosan membaca, kamu bisa mengerjakan shalat
💠 tidak mengapa kamu berbicara dengan saudaramu (yang ada di sampingmu) dengan suatu pembicaraan yang bermanfaat. Seperti membahas tentang ilmu atau semisalnya.
🏘Namun banyak orang yang terhalangi (dari kebaikan ini)!! Syaithan menguasai banyak orang – semoga Allah menjaga saya dan anda darinya –
🌥 kamu dapati dia berada di rumahnya tanpa ada kesibukan. Kamu lihat dia berada di rumah, menghabiskan waktu, menunggu datangnya waktu shalat.
Ini bentuk terhalangi dari kebaikan yang sangat besar.
(bersambung...)
📗 Silsilah Liqa al-Bab al-Maftuh 105
•••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~
👍2
(lanjutan)
🔹🕌 SUNNAH-SUNNAH HARI JUM'AT
🗻 asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
----------------------
Demikian juga di antara sunnah pada hari Jum'at
📌 hendaknya mengenakan baju TERBAIK yang ia punya, baik baju baru atau sudah lama. Karena itu termasuk sunnah.
📌 berupaya perhatian dengan doa ketika imam hari Jum'at telah masuk, dengan doa yang ia inginkan. Terlebih di tengah-tengah shalat.
Karena pada hari Jum'at itu ada satu waktu, yang tidak seorang muslim berdoa bertepatan dengan waktu tersebut memohon kepada Allah dalam keadaan dia shalat, kecuali Allah berikan kepadanya permintaannya.
Di antara sunnah para hari Jum'at
📌 memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Perbanyak dan teruslah bershalawat. Jangan bosan dan jangan capek. Teruslah bershawalat, dengan mengucapkan : "Allahum shalli 'ala Muhammad, Allahum shalli 'ala Muhammad, ..."
🍓 dalam kondisi kamu berjalan,
💺 duduk
🕌 sudah berada di masjid
🏡 ketika masih di rumah
🛤 ketika masih di pasar
🎗Sungguh ini merupakan kebaikan yang sangat banyak.
📚Ibnul Qayyim rahimahullah dalam "Zadul Ma'ad" telah menyebutkan banyak. Silakan merujuk padanya, supaya lebih sempurna.
⏺ SELESAI
📗 Silsilah Liqa al-Bab al-Maftuh 105
•••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~
🔹🕌 SUNNAH-SUNNAH HARI JUM'AT
🗻 asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
----------------------
Demikian juga di antara sunnah pada hari Jum'at
📌 hendaknya mengenakan baju TERBAIK yang ia punya, baik baju baru atau sudah lama. Karena itu termasuk sunnah.
📌 berupaya perhatian dengan doa ketika imam hari Jum'at telah masuk, dengan doa yang ia inginkan. Terlebih di tengah-tengah shalat.
Karena pada hari Jum'at itu ada satu waktu, yang tidak seorang muslim berdoa bertepatan dengan waktu tersebut memohon kepada Allah dalam keadaan dia shalat, kecuali Allah berikan kepadanya permintaannya.
Di antara sunnah para hari Jum'at
📌 memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Perbanyak dan teruslah bershalawat. Jangan bosan dan jangan capek. Teruslah bershawalat, dengan mengucapkan : "Allahum shalli 'ala Muhammad, Allahum shalli 'ala Muhammad, ..."
🍓 dalam kondisi kamu berjalan,
💺 duduk
🕌 sudah berada di masjid
🏡 ketika masih di rumah
🛤 ketika masih di pasar
🎗Sungguh ini merupakan kebaikan yang sangat banyak.
📚Ibnul Qayyim rahimahullah dalam "Zadul Ma'ad" telah menyebutkan banyak. Silakan merujuk padanya, supaya lebih sempurna.
⏺ SELESAI
📗 Silsilah Liqa al-Bab al-Maftuh 105
•••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~
👍2
📜📪 Jika makmum masbuq hanya mendapati shalat Jumat pada sujud (dari rakaat terakhir, pen) atau tasyahud, maka DIA HARUS SHALAT ZHUHUR
📑 asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah
------------------------
Tanya:
"Jika aku masuk masjid sedangkan imam sudah shalat Jumat pada posisi duduk tasyahud, apakah aku harus menyempurnakan shalat Jum'at ataukah harus Shalat Zhuhur?"
⚪ Jawab:
"Jika makmum masbuq hanya mendapati shalat Jumat pada sujud (dari rakaat terakhir, pen) atau tasyahud, maka
🚪 ia harus SHALAT ZHUHUR, bukan shalat Jumat.
Sebab, seseorang teranggap mendapatkan shalat jika ia mendapatkan (minimal satu) raka'at.
Hal ini berdasar sabda Nabi:
من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة
"Barangsiapa yg mendapatkan satu rakaat shalat, maka ia telah mendapati shalat (bersama imam)."
(HR. Al bukhari dalam mawaqitush shalah no. 546 dan muslim dalam bab al masajid wa mawadhi'u ash shalah no. 954)
Juga sabda beliau:
من أدرك ركعة من الجمعة فليضف إليها أخرى وقد تمت صلاته
"Barangsiapa mendapatkan satu rakaat pada shalat Jum'at, hendaklah ia menambah satu rakaat lagi. Dengan demikian, sempurnalah shalat Jum'atnya." (HR. an-Nasa'i)
🔴 Dari dua hadis di atas, diketahui bahwa makmum masbuq yang tidak mendapatkan satu rakaat pun maka berarti
▪ ia telah KEHILANGAN shalat Jum'at, dan
▪ WAJIB BAGINYA untuk SHALAT ZHUHUR.
📚Majmu' Fatawa 12/134
http://www.binbaz.org.sa/mat/1309
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📑 asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah
------------------------
Tanya:
"Jika aku masuk masjid sedangkan imam sudah shalat Jumat pada posisi duduk tasyahud, apakah aku harus menyempurnakan shalat Jum'at ataukah harus Shalat Zhuhur?"
⚪ Jawab:
"Jika makmum masbuq hanya mendapati shalat Jumat pada sujud (dari rakaat terakhir, pen) atau tasyahud, maka
🚪 ia harus SHALAT ZHUHUR, bukan shalat Jumat.
Sebab, seseorang teranggap mendapatkan shalat jika ia mendapatkan (minimal satu) raka'at.
Hal ini berdasar sabda Nabi:
من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة
"Barangsiapa yg mendapatkan satu rakaat shalat, maka ia telah mendapati shalat (bersama imam)."
(HR. Al bukhari dalam mawaqitush shalah no. 546 dan muslim dalam bab al masajid wa mawadhi'u ash shalah no. 954)
Juga sabda beliau:
من أدرك ركعة من الجمعة فليضف إليها أخرى وقد تمت صلاته
"Barangsiapa mendapatkan satu rakaat pada shalat Jum'at, hendaklah ia menambah satu rakaat lagi. Dengan demikian, sempurnalah shalat Jum'atnya." (HR. an-Nasa'i)
🔴 Dari dua hadis di atas, diketahui bahwa makmum masbuq yang tidak mendapatkan satu rakaat pun maka berarti
▪ ia telah KEHILANGAN shalat Jum'at, dan
▪ WAJIB BAGINYA untuk SHALAT ZHUHUR.
📚Majmu' Fatawa 12/134
http://www.binbaz.org.sa/mat/1309
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Channel Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍4