Manhajul Anbiya
12K subscribers
2.07K photos
238 videos
224 files
5.48K links
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah

Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman

Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Download Telegram
tahun lalu, antara lain:
1⃣ Saya menyebutkan bahwa _”dilakukan Mabit di Arafah hingga waktu subuh”_, maka ini adalah *kesalahan fatal* yang saya bertaubat kepada Allah darinya dengan mengharap ampunan dan ridha-Nya.
Sementara yang benar adalah tidak ada mabit di Arafah dan bahwa waktu wuquf dimulai sejak waktu Dzuhur kemudian meninggalkan Arafah ketika matahari terbenam untuk selanjutnya menuju Muzdalifah untuk melakukan mabit padanya hingga waktu subuh dan melakukan shalat subuh di Muzdalifah.

2⃣ Saya juga menyebutkan bahwa _di Arafah melakukan shalat lima waktu: Dzuhur dan Ashar kemudian Maghrib dan Isyak dengan menjamak dan mengqashar._
Sementara yang benar adalah menjamak dan mengqashar Dzuhur dan Ashar di Arafah, kemudian setelah tiba di Muzdalifah menjamak Maghrib dan Isyak dan melakukan Mabit di sana hingga waktu Subuh, kemudian pada pada harinya (10 Dzulhijjah) melakukan shalat subuh di Muzdalifah kemudian menuju ke Mina.
Demikian secara ringkas.

_bersambung, Insyaallah_

•••••••••••••••••••••

🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
🍊 *JAZAKALLAHU KHAIRAN ATAS KRITIKNYA WAHAI SAUDARAKU*
*(Klarifikasi Audio Manasik Haji bagian ke-2)*

✍🏻 _Luqman bin Muhammad Ba'abduh_

Berikut ini bagian kedua dari tulisan terkait klarifikasi seputar permasalahan wukuf, yang saya tetap berharap ini bermanfaat untuk kita semua terkhusus saya pribadi.

Dalam salah satu poin kritikan terhadap kajian yang saya sampaikan, saudara pengkritik mengatakan :
3⃣ Sunnah Rasul : wukuf memperbanyak doa
👎 Ngawur LB : wukuf memperbanyak talbiyah.

Yakni menurut saudara pengkritik, saya mengatakan "wukuf memperbanyak talbiyah."
Sementara kata pengkritik sunnah Rasul ketika wukuf adalah memperbanyak doa.

🍒 Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih Jazakallahu khairan kepada saudara pengkritik, semoga Allah memberikan keikhlasan dan pahala kepada anda. Semoga Allah mengampuni saya dan saudara pengkritik.

🔊 Sebelumnya perlu saya nukilkan di sini ucapan saya yang sebenarnya, yaitu sebagai berikut :
_“Apa yang dilakukan oleh jama’ah haji di Padang Arafah? *Bertalbiyah:* Labbaikallahumma labbaik … . Kadang-kadang bosan kan. Bayangkan dari waktu zhuhur sampai malam kita hanya Labbak Allahumma Labbaik... ."_

Lalu saya juga mengatakan,
_Apa ucapan yang paling afdhal kata Rasulullah di saat Arafah? "Laailaaha illallahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syain qadiir" *ini diperbanyak*, kemudian Talbiyah: Labbaikallahumma labbaik... jangan lupa terus diucapkan._

Apa yang saya sampaikan di atas merujuk pada hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
أفضل ما قلت أنا والنبيون عشية عرفة : « لا إله الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير »
"Ucapan (dzikir) terbaik yang aku ucapkan dan diucapkan oleh para nabi pada 'asyiyyah (waktu sejak tergelincir matahari ketika zhuhur sampai terbenamnya) tatkala wuquf di Arafah adalah :
« لا إله الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير »

Hadits ini dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, diriwayatkan oleh ath-Thabarani, dan disebutkan oleh Asy-Syaikh al-Albani dalam _ash-Shahihah_ no. 1503, dan _Manasik al-Hajj wa al-'Umrah_, lalu beliau berkata, "Hadits ini hasan atau shahih, memiliki banyak jalan periwayatan."

* * *

💭 Dari ucapan saudara pengkritik di atas, ada dua kemungkinan :

*Kemungkinan Pertama :*
Dia mengkritisi ucapan *“memperbanyak”*, yakni menurutnya ketika wuquf tidak disyariatkan memperbanyak talbiyah.

Maka perlu saya tegaskan, sebatas dari cuplikan audio yang diedarkan, setelah saya mencoba mendengarkan ulang sebatas yang saya mampu, tidak ada kata-kata, *“memperbanyak”* dalam ucapan saya. Saya hanya mengatakan, _“Apa yang dilakukan oleh jama’ah haji di Padang Arafah? *Bertalbiyah: Labbaikallahumma labbaik* … . “_

dan saya mengatakan,
_Apa ucapan yang paling afdhal kata Rasulullah di saat Arafah? "Laailaaha illallahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syain qadiir" *ini diperbanyak*, kemudian Talbiyah: Labbaikallahumma labbaik... jangan lupa terus diucapkan._

Tidak ada saya mengatakan *“memperbanyak Talbiyah”*


*Kemungkinan Kedua :* bahwa dia mengkritisi masalah disyari’atkannya membaca talbiyah ketika wuquf di Arafah. Yakni menurut saudara pengkritik, ketika di Wuquf di Arafah tidak disyariatkan membaca talbiyah, melainkan disyariatkan memperbanyak do’a, bukan talbiyah.

Ini yang tampak dari redaksi ucapan saudara pengkritik.

Jika ini yang dimaksud oleh saudara pengkritik, maka berikut ini saya akan menukilkan beberapa penjelasan dan fatwa-fatwa ulama kita. Semoga bermanfaat.

1⃣ Fatwa Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah.
Dalam kitabnya Hajjatun Nabi, hal. 72, pada bagian catatan kaki, beliau mengatakan :
(64) وجاء في غير حديث أنه صلى الله عليه وسلم وقف يدعو رافعا يديه. ومن السنة أيضا التلبية في موقفه على عرفة خلافا لما ذكره شيخ الإسلام في منسكه (ص 383)
Telah datang keterangan tidak hanya dalam satu hadits, bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dalam keadaan berdo’a mengangkat kedua tangannya, dan juga di antara Sunnah adalah *bertalbiyah di tempat wuqufnya saa
👍5
t di Arafah*. Berbeda dengan pendapat yang disebutkan oleh Syaikhul Islam dalam kitab manasik-nya (hal. 383)."

Kemudian asy-Syaikh al-Albani melanjutkan :
فقد قال سعيد بن جبير:
كنا مع ابن عباس بعرفة فقال لي: يا سعيد ما لي لا أسمع الناس يلبون؟ فقلت: يخافون من معاوية قال فخرج ابن عباس من فسطاطه فقال: لبيك اللهم لبيك. فإنهم قد تركوا السنة ...
أخرجه الحاكم (1 / 464 - 465) والبيهقي (5 / 113) من طريق ميسرة بن حبيب عن المنهال بن عمرو عنه. قال الحاكم: " صحيح على شرط الشيخين " ووافقه الذهبي
Sa’id bin Jubair telah mengatakan, “Kami dulu bersama Ibnu ‘Abbas di Arafah, maka beliau (Ibnu ‘Abbas) mengatakan kepadaku, “Wahai Sa’id mengapa aku tidak mendengar manusia (para jamaah haji) bertalbiyah?” … Maka Ibnu ‘Abbas pun keluar dari tendanya seraya *mengucapkan (bertalbiyah), “Labbaikallahumma labbaik”* (Ibnu Abbas kemudian mengatakan), *“Sungguh mereka telah meninggalkan Sunnah!* … .”
Diriwayatkan oleh al-Hakim (1/464-465), al-Baihaqi (5/113) dari jalan periwayatan Maisarah bin Habib dari al-Minhal bin ‘Amr dari beliau (Sa’id bin Jubair). Al-Hakim berkata, “hadits shahih sesuai dengan persyaratan asy-Syaikhain (al-Bukhari dan Muslim)” dan disepakati oleh adz-Dzahabi." - sekian asy-Syaikh al-Albani -

Perhatikan, bagaimana shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu *mengingkari para jama’ah haji yang tidak bertalbiyah ketika wuquf di Arafah*, sehingga dengan tegas beliau mengatakan, *“Sungguh mereka telah meninggalkan Sunnah! … .”*

asy-Syaikh al-Albani kembali melanjutkan,
ثم روى الطبراني في " الأوسط " (1 / 115 / 2) والحاكم من طريق أخرى عن ابن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم وقف بعرفات فلما قال: لبيك اللهم لبيك قال: إنما الخير خير الآخرة. وسنده حسن وصححه الحاكم ووافقه الذهبي
وفي الباب عن ميمونة زوج النبي صلى الله عليه وسلم من فعلها. أخرجه البيهقي
Kemudian diriwayatkan oleh ath-Thabarani dalam al-Ausath (1/115/2) dan al-Hakim melalui jalur periwayatan lainnya, dari shahabat Ibnu ‘Abbas bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam wuquf di Arafah, dan ketika beliau *mengucapkan (bertalbiyah) : “Labbaikallahumma labbaik” beliau mengatakan, “Innamal khairu khairul akhirah.”*
Sanad hadits ini hasan, dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi.”
- sekian asy-Syaikh al-Albani -

🍏 Terkait dua hadits di atas, asy-Syaikh Muqbil al-Wadi’i rahimahullah dalam kitabnya _Tatabbu’ Auhami al-Hakim allati sakata ‘alahiha adz-Dzahabi_ (yaitu kitab yang berisi penelitian beliau terhadap kesalahan-kesalahan al-Hakim dalam karyanya al-Mustadrak), beliau tidak memberikan komentar/keterangan apapun tentangnya. Dengan kata lain, beliau tidak menggolongkannya dalam kesalahan-kesalahan al-Hakim saat menshahihkan hadits ini. Yang menunjukkan ada isyarat bahwa asy-Syaikh Muqbil sepakat dengan keabsahan kedua hadits di atas. Karena kalau tidak sepakat dengan penshahihan al-Hakim biasanya beliau memberikan keterangan di catatan kaki. Wallahu a’lam.

📩 *Kesimpulan* : asy-Syaikh al-Albani sangat menekankan kepada jamaah haji untuk bertalbiyah saat wuquf di ‘Arafah.

2⃣ Berikut ini mari kita ikuti bimbingan/fatwa *al-‘Allamah al-‘Utsaimin*, sebagaimana dimuat dalam Majmu Fatawa wa Rasail al-‘Utsaimin (22/98) sebagaimana dalam program al-Maktabah asy-Syamilah :

مجموع فتاوى ورسائل العثيمين (22/ 98)
وعن ابن عباس- رضي الله عنهما- أن أسامة رضي الله عنه كان رديف النبي - صلى الله عليه وسلم - من عرفة إلى مزدلفة، ثم أردف الفضل - رضي الله عنه- من مزدلفة إلى منى فكلاهما قال: (لم يزل يلبي حتى رمى جمرة العقبة) أخرجاه في الصحيحين (4)
(4) أخرجه البخاري، كتاب الحج، باب النزول بين عرفة وجمع (رقم 1675) ومسلم، كتاب الحج، باب استحباب إدامة الحاج التلبية حتي يشرع في رمي جمرة العقبة يوم النحر (رقم 1281) .
Dan (telah datang) dari Ibnu ‘Abbas radhiyyallahu ‘anhuma bahwa shahabat Usamah radhiyallahu ‘anhu pernah berbonceng di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari ‘Arafah menuju Muzdalifah. Kemudian beliau membonceng al-Fadhl radhiyallahu ‘anhu dari Mudzlifah ke Mina. Mereka berdua (Usamah dan al-Fadhl) mengatakan, “Nabi terus bertalbiyah hingga beliau melempar Jumratul Aqabah.” Diriwayatkan dalam ash-Shahihain (al-Bukhari dan Muslim).
Diriwayatkan oleh
👍2
al-Bukhari dalam Kitab al-Hajj, Bab _an-Nuzul baina Arafah wa Jam’in_ (Singgah di antara Arafah dan Muzdalifah), dan diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitab al-Hajj, Bab _Istihbab Idamati al-Haajj at-Talbiyata hatta yasyra’ fi Ramyi Jumrah al-‘Aqabah Yauma an-Nahr_ (Disukai bagi seorang jamaah haji berkesinambungan dalam bertalbiyah hingga memulai lempar Jumratul Aqabah pada hari an-Nahr (hari ke-10 Dzulhijjah)

3⃣ Melengkapi pentingnya Sunnah bertalbiyah di Padang Arafah, mari kita ikuti bersama fatwa dan arahan *al-‘Allamah asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz* rahimahullah, disebutkan dalam kitab Fatawa Nuurun ‘ala ad-Darb 17/333 :
فهذا هو المشروع للحجيج أن يمكثوا في عرفات ذاكرين ملبين داعين مخلصين لله خاشعين لله عز وجل، حتى تغيب الشمس،
“Inilah yang disyari’atkan bagi para jama’ah haji saat mereka berdiam (wuquf) di Arafah, yaitu dalam keadaan mereka berdzikir, *bertalbiyyah*, berdo’a dengan mengikhlashkan niat karena Allah, dan khusyu’ kepada Allah ‘Azza wa Jalla sampai Matahari terbenam.”

✍🏻 Demikian tulisan bagian kedua ini.

_Bersambung, Insyaallah_

•••••••••••••••••••••

🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
🔭🇲🇨 Penetapan 1 Dzulhijjah

✍🏻 Pemerintah tetapkan 1 Zulhijjah 1439H jatuh pada hari Senin, 13 Agustus 2018, dengan demikian 10 Zulhijjah 1439H atau hari Idul Adha jatuh pd tgl 22 Agustus 2018.
Penetapan disampaikan melalui Sidang Itsbat Awal Zulhijjah 1439H di Jakarta , Sabtu (11/08).

@Kemenag_RI
•••••••••••••••••••••

🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
📝💡 *Memetik Pelajaran Berharga dari Fitnah DR. Muhammad bin Hadi Al-Madkhali*

.....................
💺 Disampaikan oleh Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
🕌 Di Masjid Mahad As-Salafy Jember

📅 21 - 27 Dzulqa'dah 1439 H / 3 - 9 Agts 2018 M
.....................

📥📀 unduh audio
Pertemuan 1
Durasi (35:29) = 8,1 MB
Link https://bit.ly/2vXqGaK

Pertemuan 2
Durasi (39:18) = 8,9 MB
Link https://bit.ly/2KIl8X2

Pertemuan 3
Durasi (38:39) = 8,8 MB
Link https://bit.ly/2ntkTG9

Pertemuan 4
Durasi (37:37) = 8,6 MB
Link https://bit.ly/2B1zEJN

Pertemuan 5
Durasi (37:33) = 8,5 MB
Link https://bit.ly/2MofyOx

Pertemuan 6
Durasi (31:06) = 7,1 MB
Link https://bit.ly/2nsCi1q

Pertemuan 7
Durasi (42:13) = 9,6 MB
Link https://bit.ly/2P0jwv6

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌙🔭 *KETIKA RU'YAH NEGERI KITA BERBEDA DENGAN ARAB SAUDI, KAPAN BERPUASA ARAFAH?*
***

Pertanyaan : _Apabila berbeda penentuan Hari Arafah, sebagai konsekuensi perbedaan mathla’ hilal di masing-masing negeri. Apakah kita berpuasa mengikuti ru’yah negeri yang kita tinggal padanya, ataukah mengikuti ru’yah Haramain (Arab Saudi)_

~~~~~~~~~~

📬 asy-Syaikh al-‘Utsaimin _rahimahullah_ menjawab,

🌘🌒 Permasalahan ini sangat terkait dengan perbedaan pendapat di kalangan ulama :
• Apakah hilal itu satu, berlaku untuk seluruh dunia?
• ataukah berbeda-beda sesuai perbedaan mathla’?

PENDAPAT YANG BENAR hilal itu berbeda-beda sesuai perbedaan mathla’ (yakni masing-masing negara berdasarkan ru’yah masing-masing, pen).

🥝 Misalnya, apabila hilal telah telihat di Makkah, dan hari itu (berdasarkan ru’yah tersebut, pen) adalah hari ke-9; sementara di negeri lain hilal terlihat sehari sebelum Makkah, sehingga hari Arafah (di Makkah) adalah hari ke-10 negeri tersebut. Maka mereka (penduduk negeri itu) TIDAK BOLEH BERPUASA pada hari tersebut, karena itu adalah Hari Raya (bagi penduduk negeri tersebut, pen).

🍏 Demikian pula kalau seandainya di sebuah negeri ru’yah-nya terlambat daripada Makkah. Sehingga tanggal 9 Makkah adalah masih tanggal 8 di negeri itu. *Maka mereka berpuasa TANGGAL 9 MEREKA, yang BERTEPATAN DENGAN TANGGAL 10 DI MAKKAH.*

*INI ADALAH PENDAPAT YANG KUAT*.

Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Kemudian apabila kalian melihat hilal (berikutnya) berhari rayalah.”

Hilal yang tidak terlihat di negeri mereka, berarti mereka tidak dikatakan “melihat hilal”.

🍃 Sebagaimana manusia secara ijma memperhitungkan perbedaan terbitnya fajar dan tenggelamnya matahari di tiap-tiap tempat. Demikianlah waktu bulanan, seperti waktu harian.

📚 Majmu Fatawa wa Rasa’il Ibni ‘Utsaimin 20/47

مجموع فتاوى ورسائل العثيمين (20/ 47)
سئل فضيلة الشيخ - رحمه الله تعالى -: إذا اختلف يوم عرفة نتيجة لاختلاف المناطق المختلفة في مطالع الهلال فهل نصوم تبع رؤية البلد التي نحن فيها أم نصوم تبع رؤية الحرمين؟

فأجاب فضيلته بقوله:
هذا يبنى على اختلاف أهل العلم: هل الهلال واحد في الدنيا كلها أم هو يختلف باختلاف المطالع؟ والصواب أنه يختلف باختلاف المطالع، فمثلاً إذا كان الهلال قد رؤي بمكة، وكان هذا اليوم هو اليوم التاسع، ورؤي في بلد آخر قبل مكة بيوم وكان يوم عرفة عندهم اليوم العاشر فإنه لا يجوز لهم أن يصوموا هذا اليوم لأنه يوم عيد، وكذلك لو قدر أنه تأخرت الرؤية عن مكة وكان اليوم التاسع في مكة هو الثامن عندهم، فإنهم يصومون يوم التاسع عندهم الموافق ليوم العاشر في مكة، هذا هو القول الراجح، لأن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول: «إذا رأيتموه فصوموا وإذا رأيتموه فأفطروا» وهؤلاء الذين لم يُر في جهتهم لم يكونوا يرونه، وكما أن الناس بالإجماع يعتبرون طلوع الفجر وغروب الشمس في كل منطقة بحسبها، فكذلك التوقيت الشهري يكون كالتوقيت اليومي.

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
‏( ‎#مطويات_ميراث_الأنبياء )

📌 #مطوية بعنوان:
🔹{ #الحج قائم على #التوحيد }

لفضيلة الشيخ العلامة الدكتور
#ربيع_بن_هادي_المدخلي
حفظه الله


⤵️ للتحميل بصيغة PDF:
http://bit.ly/2Mj6Oco
🏜1⃣🌳 *MUTIARA-MUTIARA NASEHAT KEPADA YANG MASIH BERAKAL DARI KALANGAN MUSHA'FIQAH*

"Semua durusmu telah berubah menjadi celaan terhadap saudara-saudaramu Salafiyyin dan menggelari mereka dengan julukan-julukan jelek.
Sungguh aku telah melarangmu dari perbuatan itu dan aku katakan kepadamu _"Gunakanlah lafazh-lafazh yang tepat."_

Namun kamu tidak mempedulikan nasehatku. Hingga kamu sampai pada tingkat melakukan _qadzf_ terhadap kehormatan seseorang yang tak bersalah. Kamu tuduh dia dengan perbuatan zina dan mesum, kau lakukan tuduhan tersebut di salah satu masjid.

Apakah hal ini pantas dilakukan oleh seorang dai besar yang menginginkan umat mendapatkan hidayah kepada al-Haq dan menyelamatkan mereka dari kebatilan??!!"

📑 dari Bayan tentang Fitnah Muhammad bin Hadi, oleh asy-Syaikh al-'Allamah Hasan bin Abdul Wahhab al-Banna dan asy-Syaikh Ali al-Washifi. | halaman 9

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🏜2⃣🌳 *MUTIARA-MUTIARA NASEHAT KEPADA YANG MASIH BERAKAL DARI KALANGAN MUSHA'FIQAH*

"Sungguh aku telah meninjau permasalahanmu, maka aku dapati engkau seperti seorang yang mengumpulkan kerikil-kerikil menjadi satu batu, untuk membunuh lawanmu dengannya.

🔏 Tak sepantasnya seorang yang tingkatannya seperti Anda dalam ilmu dan dakwah di jalan Allah, untuk mencatat kesalahan-keselahan – jika memang benar ada – dalam waktu yang lama tanpa membantahnya. Dengan itu Anda telah sengaja membiarkannya menjadi besar dan berkembang, sehingga menetaskan sesuatu yang membuatmu tidak suka. Maka Anda-pun keluar dengan bayan yang Anda ungkapkan dengan judul _"Sekarang saatnya bagi Muhammad bin Hadi untuk keluar dari Diamnya"_, *jadi Anda dulu diam??*

Bolehkah bagi Anda ketika melihat suatu kesalahan masuk ke dalam tubuh salafiyyin, lalu Anda diam tanpa ada nasehat dan peringatan, sementara Anda melihat kesalahan ini berkaitan langsung dengan agama dan dakwah??! Apakah sikap ini pantas bagi orang semisal Anda?
Seorang muslim itu cermin bagi saudaranya, sebagaimana diungkapkan: 'Hanyalah seorang teman itu adalah orang yang apabila engkau katakan, kamu benar, dan apabila engkau tertimpa musibah, maka dia mengumpulkan segala yang dia miliki demi kamu supaya tetap bisa berkumpul denganmu.'

Kemashlatan apakah yang ingin diraih dengan mengakhirkan bayan (penjelasan) dan menyembunyikan kesalahan-kesalahan tersebut?

Apakah Anda hendak menunggu dari mereka kesalahan besar, supaya Anda keluar sebagai hakim atas mereka, mentahdzir dan menjatuhkan vonis bid'ah atau fasiq, serta menyematkan gelar-gelar buruk? Kenapa Anda tidak segera menyelamatkan mereka sebelum mereka jatuh pada kesalahan yang lebih besar lagi, dalam anggapan Anda?

🕳 Judul yang Anda buat untuk muhadaharah Anda justru celaan bagi Anda. Tidak menampilkan Anda sebagai seorang yang pemberi nasehat. Namun menampilkan Anda sebagai seorang pengintai."
https://t.me/ManhajulAnbiya/4044

📑 dari Bayan tentang Fitnah Muhammad bin Hadi, oleh asy-Syaikh al-'Allamah Hasan bin Abdul Wahhab al-Banna dan asy-Syaikh Ali al-Washifi. | halaman 9 - 10

📥 Selengkapnya unduh di sini
https://up.top4top.net/downloadf-9745yfex1-pdf.html

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
🏜3⃣🌳 *MUTIARA-MUTIARA NASEHAT KEPADA YANG MASIH BERAKAL DARI KALANGAN MUSHA'FIQAH*

"Telah lalu, bahwa saya Hasan bin Abdul Wahhab, telah aku jelaskan bahwa *Muhammad bin Hadi salah* dalam jalan yang dia tempuh ini, yaitu menuduh saudara-saudaranya salafiyin tanpa hujjah dan tanpa dalil. *al-Haq (kebenaran) bersama Asy-Syaikh Rabi'*, ini secara global.

🛰 Cara yang dilakukan oleh Muhammad bin Hadi tidak pernah kami ketahui dari para imam salaf terdahulu dalam menyikapi ahlus sunnah ketika salah dalam sebuah permasalahan, atau dalam men-jarh (mencerca) orang yang keluar dari jalan yang benar dalam sebuah kasus.

Banyak dari para mujtahidin pada generasi awal maupun generasi kemudian – sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam – terjatuh dalam kebid'ahan yang bisa jadi itu bid'ah yang telah diketahui. Meskipun demikian, bantahan terhadap mereka hanya terbatas dalam lingkup ilmu dan penjelasan atas hakekat sebenarnya. Tidak sampai masuk ke dalam lingkup vonis hukum, sifat, dan pemberian gelar-gelar buruk, seperti yang dilakukan oleh ahlul bid'ah ketika menggelari ahlus sunnah dengan gelas _tajsim_ atau _hasyu_ "
https://t.me/ManhajulAnbiya/4046

📑 dari Bayan tentang Fitnah Muhammad bin Hadi, oleh asy-Syaikh al-'Allamah Hasan bin Abdul Wahhab al-Banna dan asy-Syaikh Ali al-Washifi. | halaman 2

📥 Selengkapnya unduh di sini
https://up.top4top.net/downloadf-9745yfex1-pdf.html

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🏜4⃣🌳 *MUTIARA-MUTIARA NASEHAT KEPADA YANG MASIH BERAKAL DARI KALANGAN MUSHA'FIQAH*

"Aku – Hasan Abdul Wahhab al-Banna – telah hidup dalam dakwah tersebut selama hampir tujuh puluh tahun, namun aku tidak pernah melihat pertentangan antara ulama dan para penuntut ilmu seperti apa yang aku lihat dari Anda (Muhammad bin Hadi, pen) dalam pertentangan ini."

https://t.me/ManhajulAnbiya/4048

📑 dari Bayan tentang Fitnah Muhammad bin Hadi, oleh asy-Syaikh al-'Allamah Hasan bin Abdul Wahhab al-Banna dan asy-Syaikh Ali al-Washifi. | halaman 9

📥 Selengkapnya unduh di sini
https://up.top4top.net/downloadf-9745yfex1-pdf.html

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
💥 جديد
الشيخ العلامة حسن بن عبدالوهاب البنا
والشيخ علي الوصيفي -حفظهما الله-
يصدران بيانا شافيا كافيا يؤيدان فيه الشيخ الإمام ربيع بن هادي المدخلي -حفظه الله- وموقفه من فتنة محمد بن هادي -هداه الله-

رابط البيان
👇🏻👇🏻👇🏻
https://up.top4top.net/downloadf-9745yfex1-pdf.html