👣💭 PINDAH TEMPAT UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT SUNNAH SETELAH SHALAT WAJIB
🌴 Samahatu asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin Baz Rahimahullah :
------------------------
❓📬 Tanya : "Apakah ada keterangan dalil yang menunjukkannya tentang anjuran berpindah tempat untuk melaksanakan shalat sunnah setelah shalat wajib?"
Jawab : 👋 "Yang aku ketahui TIDAK ADA hadits shahih yang menjelaskan tentang masalah itu.
↗ Namun dulu Ibnu ‘Umar Radhiyallahu 'anhuma dan banyak dari kalangan ‘ulama Salaf melakukan hal itu.
✅ Sehingga masalah ini bersifat longgar. Alhamdulillah.
⭕ Dalam masalah ini terdapat sebuah hadits yang lemah, diriwayatkan oleh Abu Dawud Rahimahullah. Namun itu ditopang oleh perbuatan shahabat Ibnu ‘Umar dan oleh para Salafush Shalih yang melakukan perbuatan tersebut. Wallahu Waliyyu at-Taufiq.
🎒🔑 (Majmu Fatawa Ibn Baz : 25/166)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌴 Samahatu asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin Baz Rahimahullah :
------------------------
❓📬 Tanya : "Apakah ada keterangan dalil yang menunjukkannya tentang anjuran berpindah tempat untuk melaksanakan shalat sunnah setelah shalat wajib?"
Jawab : 👋 "Yang aku ketahui TIDAK ADA hadits shahih yang menjelaskan tentang masalah itu.
↗ Namun dulu Ibnu ‘Umar Radhiyallahu 'anhuma dan banyak dari kalangan ‘ulama Salaf melakukan hal itu.
✅ Sehingga masalah ini bersifat longgar. Alhamdulillah.
⭕ Dalam masalah ini terdapat sebuah hadits yang lemah, diriwayatkan oleh Abu Dawud Rahimahullah. Namun itu ditopang oleh perbuatan shahabat Ibnu ‘Umar dan oleh para Salafush Shalih yang melakukan perbuatan tersebut. Wallahu Waliyyu at-Taufiq.
🎒🔑 (Majmu Fatawa Ibn Baz : 25/166)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
☀💎 HIKMAH BERPINDAH TEMPAT UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT SUNNAH SETELAH SHALAT WAJIB
🌴🔅 Samahatu asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin Baz Rahimahullah :
--------
❓📬 Tanya : "Apakah hikmah dari seorang yang shalat apabila seleai dari shalat wajib, kemudian berdiri lagi untuk menunaikan shalat sunnah, maka dia dituntunkan untuk mengganti/berpindah ke tempat lain, bukan pada tempat yang dia melaksanakan shalat wajib tadi?"
🌴 Jawab : "TIDAK ADA hadits shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam tentang masalah berpindah tempat, menurut apa yang kami ketahui. Dalam masalah ini hanya ada beberapa hadits-hadits yang lemah.
👉🔖 Berdasarkan pendapat yang memandang disyari’atkannya hal tersebut, sebagian para ‘ulama menyebutkan hikmahnya, yaitu
➡ adanya persaksian tempat yang dia shalat di situ.
Wallahu Subhanahu A’lam. Dia Maha Bijak dan Maha Berilmu."
🎒 (Majmu Fatawa Ibn Baz : 25/167)
••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌴🔅 Samahatu asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin Baz Rahimahullah :
--------
❓📬 Tanya : "Apakah hikmah dari seorang yang shalat apabila seleai dari shalat wajib, kemudian berdiri lagi untuk menunaikan shalat sunnah, maka dia dituntunkan untuk mengganti/berpindah ke tempat lain, bukan pada tempat yang dia melaksanakan shalat wajib tadi?"
🌴 Jawab : "TIDAK ADA hadits shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam tentang masalah berpindah tempat, menurut apa yang kami ketahui. Dalam masalah ini hanya ada beberapa hadits-hadits yang lemah.
👉🔖 Berdasarkan pendapat yang memandang disyari’atkannya hal tersebut, sebagian para ‘ulama menyebutkan hikmahnya, yaitu
➡ adanya persaksian tempat yang dia shalat di situ.
Wallahu Subhanahu A’lam. Dia Maha Bijak dan Maha Berilmu."
🎒 (Majmu Fatawa Ibn Baz : 25/167)
••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
********
💽 Silsilah Audio 7⃣
🔴 "Bahaya Syi'ah terhadap Islam"
🌺💧ISLAM MEMULIAKAN WANITA MUSLIMAH DAN MENGHARAMKAN NIKAH MUT'AH (KONTRAK)
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah ll Mewaspadai Gerakan Syi'ah di Indonesia ll Masjid Al Ikhlas Lembah hijau ll Sangatta ll Kaltim ll 3 Shafar 1437 H ll 15 November 2015 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/1qrfX7
(1 MB) - Durasi [08:35]
*********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📀📥 Unduh di sini
💽 Silsilah Audio 7⃣
🔴 "Bahaya Syi'ah terhadap Islam"
🌺💧ISLAM MEMULIAKAN WANITA MUSLIMAH DAN MENGHARAMKAN NIKAH MUT'AH (KONTRAK)
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah ll Mewaspadai Gerakan Syi'ah di Indonesia ll Masjid Al Ikhlas Lembah hijau ll Sangatta ll Kaltim ll 3 Shafar 1437 H ll 15 November 2015 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/1qrfX7
(1 MB) - Durasi [08:35]
*********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📀📥 Unduh di sini
Dropbox
Ust Usamah Mahri - Islam memuliakan wanita dan melarang nikah mut'ah.mp3
Shared with Dropbox
📮📨 SURAT PENTING tentang TARBIYATUL AULAD
......................................................
🌴 Oleh Al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
📩 Wahai sekalian manusia,
Ketahuilah zaman ini telah berbeda dengan zaman lampau. Dahulu, penduduk sebuah negeri tidak mengetahui keadaan negeri lain dan berbagai kejadian padanya. Tidak ada kabar yang sampai kepada mereka kecuali berita seputar negeri mereka sendiri atau berita tentang negeri sekitarnya yang berdekatan.
🌍📢 Adapun saat ini, dunia sudah campur aduk, berbagai negeri terasa berdekatan. Sampai-sampai dikatakan seakan dunia ini seperti satu desa saja.
🚨🚦 Tanggung Jawab terhadap pendidikan anak-anak SEMAKIN BESAR.
➡ Arahkan dan jagalah mereka dari berbagai pemikiran yang jelek.
⛔🎡 JAGALAH mereka supaya tidak pergi tempat-tempat hiburan dan rekreasi, pergi kesana kemari. JAGALAH MEREKA.... Jangan kalian serahkan mereka kepada pihak lain.
🚫 Jangan pula kalian percayakan mereka kepada orang lain kecuali orang yang benar-benar kalian ketahui KEJUJURAN, KEAMANAHAN, dan KEIKHLASANNYA.
Ⓜ🔞 Anak-anak itu, walaupun mereka fisiknya berada di sisimu, tetapi hati dan pikirannya melayang jauh darimu. Mengikuti berbagai hal yang disebarkan di Twitter dan media-media sosial lainnya.
📺❌📵 Jauhkan mereka dari berbagai media yang buruk. Bersemangatlah menjaga rumahmu dari media-media yang berbahaya.
↘ Jangan berkata: "Aku tidak mampu mencegahnya",
➡ Anda mampu mencegahnya karena mereka di bawah tanggung jawab Anda.
🌅 Seandainya mereka melihat sikap tegas dan kesungguhan Anda, mereka akan sopan dan patuh (beradab) terhadap Anda.
🚏 Jika mereka melihat sikap menggampangkan dan mengabaikan dari Anda, maka merekapun akan menggampangkan pula dan akan terjerumus kepada jalan-jalan kejelekan, kecuali yang dirahmati oleh Allah.
⛵🚨 Jagalah anak-anak kalian melebihi penjagaan penggembala terhadap hewan gembalaannya dari ancaman serigala, karena anak-anak diancam oleh serigala-serigala berwujud manusia.
➡ Jika niat Anda baik, dan jujur pula tekad Anda, niscaya Allah menolong dan mempermudah Anda. Allah Ta'ala berfirman:
(وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ)
"Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." [Surat Ath-Thur 21]
🌳🌴 Ketahuilah, kewajiban (pendidikan anak, pen) semakin besar, Hisab (perhitungan, pen) begitu teliti, dan tanggungjawab juga semakin berat, kecuali bagi siapapun yang
🔹diberi taufiq oleh Allah Azza wa Jalla,
🔹baik niatannya,
🔹baik pula kepribadiannya,
👉 maka Allah akan menolong, meluruskan, dan mempermudah (dalam mendidik, pen) anak-anaknya dan mempermudah anak-anak (untuk berbakti, pen) kepada orangtua mereka.
🌙 Itu jika mereka melihat kejujuran, amanah, tekad, dan tidak adanya sikap menggampangkan (dari orangtuanya, pen)
📥 Unduh audionya.
📀🔊 http://safeshare.tv/w/WZFmXWdoai
••••••••••••••••••••
📝🌠📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
......................................................
🌴 Oleh Al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
📩 Wahai sekalian manusia,
Ketahuilah zaman ini telah berbeda dengan zaman lampau. Dahulu, penduduk sebuah negeri tidak mengetahui keadaan negeri lain dan berbagai kejadian padanya. Tidak ada kabar yang sampai kepada mereka kecuali berita seputar negeri mereka sendiri atau berita tentang negeri sekitarnya yang berdekatan.
🌍📢 Adapun saat ini, dunia sudah campur aduk, berbagai negeri terasa berdekatan. Sampai-sampai dikatakan seakan dunia ini seperti satu desa saja.
🚨🚦 Tanggung Jawab terhadap pendidikan anak-anak SEMAKIN BESAR.
➡ Arahkan dan jagalah mereka dari berbagai pemikiran yang jelek.
⛔🎡 JAGALAH mereka supaya tidak pergi tempat-tempat hiburan dan rekreasi, pergi kesana kemari. JAGALAH MEREKA.... Jangan kalian serahkan mereka kepada pihak lain.
🚫 Jangan pula kalian percayakan mereka kepada orang lain kecuali orang yang benar-benar kalian ketahui KEJUJURAN, KEAMANAHAN, dan KEIKHLASANNYA.
Ⓜ🔞 Anak-anak itu, walaupun mereka fisiknya berada di sisimu, tetapi hati dan pikirannya melayang jauh darimu. Mengikuti berbagai hal yang disebarkan di Twitter dan media-media sosial lainnya.
📺❌📵 Jauhkan mereka dari berbagai media yang buruk. Bersemangatlah menjaga rumahmu dari media-media yang berbahaya.
↘ Jangan berkata: "Aku tidak mampu mencegahnya",
➡ Anda mampu mencegahnya karena mereka di bawah tanggung jawab Anda.
🌅 Seandainya mereka melihat sikap tegas dan kesungguhan Anda, mereka akan sopan dan patuh (beradab) terhadap Anda.
🚏 Jika mereka melihat sikap menggampangkan dan mengabaikan dari Anda, maka merekapun akan menggampangkan pula dan akan terjerumus kepada jalan-jalan kejelekan, kecuali yang dirahmati oleh Allah.
⛵🚨 Jagalah anak-anak kalian melebihi penjagaan penggembala terhadap hewan gembalaannya dari ancaman serigala, karena anak-anak diancam oleh serigala-serigala berwujud manusia.
➡ Jika niat Anda baik, dan jujur pula tekad Anda, niscaya Allah menolong dan mempermudah Anda. Allah Ta'ala berfirman:
(وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ)
"Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." [Surat Ath-Thur 21]
🌳🌴 Ketahuilah, kewajiban (pendidikan anak, pen) semakin besar, Hisab (perhitungan, pen) begitu teliti, dan tanggungjawab juga semakin berat, kecuali bagi siapapun yang
🔹diberi taufiq oleh Allah Azza wa Jalla,
🔹baik niatannya,
🔹baik pula kepribadiannya,
👉 maka Allah akan menolong, meluruskan, dan mempermudah (dalam mendidik, pen) anak-anaknya dan mempermudah anak-anak (untuk berbakti, pen) kepada orangtua mereka.
🌙 Itu jika mereka melihat kejujuran, amanah, tekad, dan tidak adanya sikap menggampangkan (dari orangtuanya, pen)
📥 Unduh audionya.
📀🔊 http://safeshare.tv/w/WZFmXWdoai
••••••••••••••••••••
📝🌠📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔥 Dua Jenis Manusia yang Menjadi BALA (Bencana) Dalam Dakwah
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Fadhilatu asy-Syaikh al-Allamah 'Ubaid bin 'Abdillah al-Jabiri –hafidzahullah wa ra'ah– berkata :
📜 “Di antara wasiat-wasiat Muhammad shallallahu alihi wa sallam yang dinukilkan secara benar/shahih dari beliau, bahwa beliau shallallahu alihi wa sallam bersabda :
"Seseorang di atas agama teman dekatnya, maka lihatlah siapa yang menjadi teman dekatnya˝.
✅ Semakna (dengan wasiat Nabi ini,-pen) - dan saya mengira ini memetik dari wasiat Nabi- ialah ucapan Ibnu Sirin –rahimahullah–, "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil/mempelajari agama kalian˝.
📢🔥 Hadits dan atsar tersebut sebagai peringatan atas wajibnya berwaspada dari dua jenis manusia yang menjadi BALA' dalam dakwah!
1⃣ Jenis yang pertama; ORANG-ORANG JAHIL (tidak berilmu) yang bermunculan di medan (dakwah), (dalam keadaan,-pen) mereka tidak memiliki ilmu tentang syariat Allah yang dengannya dia bisa memerintahkan (yang ma'ruf,-pen) dan melarang (dari yang munkar,-pen). Namun yang menjadi landasan mereka ialah kisah-kisah, hikayat, hadits-hadits palsu/dha'if, atau pendapat yang dibanggakan (dengan sombong) padahal bertentangan dengan dalil.
2⃣ Jenis yang kedua; PARA DA'I SESAT, AHLUL BID'AH, AHLUL AHWA', yang mengikrarkan kebid'ahan mereka, menetapkan kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip buatan diri mereka sendiri, dan mereka tidak memiliki bukti/dasar (atas kaidah-kaidah dan prinsip buatan mereka itu), baik dari al-Kitab (al-Qur'an) maupun as-Sunnah.
✌📛 Kedua kelompok tersebut sesat menyesatkan dan merusak.
➡ Yang pertama; Kesesatannya karena kebodohan.
➡ Yang kedua; Allah sesatkan di atas ilmu.
Alangkah bagusnya apa yang diucapkan oleh Sufyan ats-Tsauri atau yang lain –rahimahumullah–,
“Siapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah, maka padanya kemiripan dengan kaum Nashara. Siapa yang rusak dari kalangan orang yang punya ilmu, maka padanya kemiripan dengan kaum Yahudi.”
📮 Faidah ini dikutip dari syarh beliau –hafizhahullah– terhadap risalah "Nawaqidhul Islam", pelajaran keempat.
💻 Sumber: http://ar.miraath.net/fawaid/7161
•••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Fadhilatu asy-Syaikh al-Allamah 'Ubaid bin 'Abdillah al-Jabiri –hafidzahullah wa ra'ah– berkata :
📜 “Di antara wasiat-wasiat Muhammad shallallahu alihi wa sallam yang dinukilkan secara benar/shahih dari beliau, bahwa beliau shallallahu alihi wa sallam bersabda :
"Seseorang di atas agama teman dekatnya, maka lihatlah siapa yang menjadi teman dekatnya˝.
✅ Semakna (dengan wasiat Nabi ini,-pen) - dan saya mengira ini memetik dari wasiat Nabi- ialah ucapan Ibnu Sirin –rahimahullah–, "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil/mempelajari agama kalian˝.
📢🔥 Hadits dan atsar tersebut sebagai peringatan atas wajibnya berwaspada dari dua jenis manusia yang menjadi BALA' dalam dakwah!
1⃣ Jenis yang pertama; ORANG-ORANG JAHIL (tidak berilmu) yang bermunculan di medan (dakwah), (dalam keadaan,-pen) mereka tidak memiliki ilmu tentang syariat Allah yang dengannya dia bisa memerintahkan (yang ma'ruf,-pen) dan melarang (dari yang munkar,-pen). Namun yang menjadi landasan mereka ialah kisah-kisah, hikayat, hadits-hadits palsu/dha'if, atau pendapat yang dibanggakan (dengan sombong) padahal bertentangan dengan dalil.
2⃣ Jenis yang kedua; PARA DA'I SESAT, AHLUL BID'AH, AHLUL AHWA', yang mengikrarkan kebid'ahan mereka, menetapkan kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip buatan diri mereka sendiri, dan mereka tidak memiliki bukti/dasar (atas kaidah-kaidah dan prinsip buatan mereka itu), baik dari al-Kitab (al-Qur'an) maupun as-Sunnah.
✌📛 Kedua kelompok tersebut sesat menyesatkan dan merusak.
➡ Yang pertama; Kesesatannya karena kebodohan.
➡ Yang kedua; Allah sesatkan di atas ilmu.
Alangkah bagusnya apa yang diucapkan oleh Sufyan ats-Tsauri atau yang lain –rahimahumullah–,
“Siapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah, maka padanya kemiripan dengan kaum Nashara. Siapa yang rusak dari kalangan orang yang punya ilmu, maka padanya kemiripan dengan kaum Yahudi.”
📮 Faidah ini dikutip dari syarh beliau –hafizhahullah– terhadap risalah "Nawaqidhul Islam", pelajaran keempat.
💻 Sumber: http://ar.miraath.net/fawaid/7161
•••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌅🌙 TERWUJUDNYA ‘IZZAH (Kemuliaan) KAUM MUKMININ
📮 Tanya : “Bagaimana akan terwujud kemuliaan bagi kaum muslimin sementara saat ini kondisi mereka lemah di alam ini yang telah rusak berbagai sisinya. Sementara Yahudi dan Nashara-lah yang sekarang berkuasa di alam, berbuat sekehendak mereka.
🌳 Maka bagaimana akan terwujud kemuliaan/kejayaan kaum mukminin?”
☀ Jawab :
“Tidak akan terwujud ‘Izzah (kemuliaan) bagi kaum mukminin, kemenangan atas musuh, dan kejayaan di muka bumi kecuali dengan :
🌍 KETAATAN KEPADA ALLAH dan RASUL-NYA Shallallahu 'alaihi wa Sallam
🌍 MENGAMALKAN ISLAM DAN IMAN SECARA LAHIR DAN BATIN
➡ Telah ada dalam al-Qur’an dan as-Sunnah serta dari Salafush Shalih berbagai keterangan yang cukup menjadi nasehat dan pengingat.
✅ Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا * الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا}
“Berilah berita gembira kepada orang-orang munafik, bahwa bagi mereka adzab yang pedih. Yaitu orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai para pembelanya, bukan kaum mukminin. Apakah kalian mengharapkan kemuliaan dari mereka?! Padahal sesungguhnya kemuliaan itu adalah milik Allah semuanya.” (an-Nisa : 138-139)
✅ Allah juga berfirman :
{وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ}
“Allah pasti menolong orang yang membela (agama)-Nya. Sesunggunya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa.” (al-Hajj : 40)
{الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ}
“Orang-orang yang apabila Kami berika kejayaan untuk mereka di muka bumi niscaya mereka menegakkan shalat, membayar zakat, dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Milik Allah-lah akibat baik semua perkara.” (al-Hajj : 41)
✅ Allah ‘'Azza wa Jalla juga berfirman,
{وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا}
“Allah berjanji untuk orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih bahwa pasti Allah akan jadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan akan Allah jayakan agama mereka yang Allah ridhai untuk mereka, serta Allah tukar setelah kondisi takut menjadi aman. Mereka beribadah kepada-Ku dan tidak menyekutukan-Ku dengan apapun.” (an-Nuur : 55)
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ}
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian membela (agama) Allah niscaya Allah akan menangkan kalian dan Allah kokohkan kaki kalian.” (Muhammad : 7)
👉🏻 Dan masih banyak lagi ayat-ayat mulia yang menerangkan dan menjelaskan, bahwa :
🌅☀ KEJAYAAN DAN KEMULIAAN KAUM MUKMININ dalam kehidupan ini DIPERSYARATKAN : MEREKA HARUS MENEGAKKAN KEWAJIBAN YANG ALLAH BERIKAN KEPADA MEREKA, yaitu :
🌠 Mentauhidkan Allah, mengagungkan dan memuliakan-Nya
🌠 Mengamalkan al-Qur’an dan Mengikuti Sunnah Nabi-Nya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam
🌠 Menegakkan Shalat
🌠 Membayar Zakat
🌠 Mencintai para wali Allah kaum mukminin
🌠 Membenci para musuh Allah, kaum munafik dan orang-orang kafir
🌠 Berjihad melawan mereka (munafik dan kafir) agar kalimat Allah menjadi tinggi dan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah.
🌠 dan berbagai konsekuensi iman lainnya.
(... berlanjut....)
•••••••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📮 Tanya : “Bagaimana akan terwujud kemuliaan bagi kaum muslimin sementara saat ini kondisi mereka lemah di alam ini yang telah rusak berbagai sisinya. Sementara Yahudi dan Nashara-lah yang sekarang berkuasa di alam, berbuat sekehendak mereka.
🌳 Maka bagaimana akan terwujud kemuliaan/kejayaan kaum mukminin?”
☀ Jawab :
“Tidak akan terwujud ‘Izzah (kemuliaan) bagi kaum mukminin, kemenangan atas musuh, dan kejayaan di muka bumi kecuali dengan :
🌍 KETAATAN KEPADA ALLAH dan RASUL-NYA Shallallahu 'alaihi wa Sallam
🌍 MENGAMALKAN ISLAM DAN IMAN SECARA LAHIR DAN BATIN
➡ Telah ada dalam al-Qur’an dan as-Sunnah serta dari Salafush Shalih berbagai keterangan yang cukup menjadi nasehat dan pengingat.
✅ Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا * الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا}
“Berilah berita gembira kepada orang-orang munafik, bahwa bagi mereka adzab yang pedih. Yaitu orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai para pembelanya, bukan kaum mukminin. Apakah kalian mengharapkan kemuliaan dari mereka?! Padahal sesungguhnya kemuliaan itu adalah milik Allah semuanya.” (an-Nisa : 138-139)
✅ Allah juga berfirman :
{وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ}
“Allah pasti menolong orang yang membela (agama)-Nya. Sesunggunya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa.” (al-Hajj : 40)
{الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ}
“Orang-orang yang apabila Kami berika kejayaan untuk mereka di muka bumi niscaya mereka menegakkan shalat, membayar zakat, dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Milik Allah-lah akibat baik semua perkara.” (al-Hajj : 41)
✅ Allah ‘'Azza wa Jalla juga berfirman,
{وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا}
“Allah berjanji untuk orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih bahwa pasti Allah akan jadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan akan Allah jayakan agama mereka yang Allah ridhai untuk mereka, serta Allah tukar setelah kondisi takut menjadi aman. Mereka beribadah kepada-Ku dan tidak menyekutukan-Ku dengan apapun.” (an-Nuur : 55)
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ}
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian membela (agama) Allah niscaya Allah akan menangkan kalian dan Allah kokohkan kaki kalian.” (Muhammad : 7)
👉🏻 Dan masih banyak lagi ayat-ayat mulia yang menerangkan dan menjelaskan, bahwa :
🌅☀ KEJAYAAN DAN KEMULIAAN KAUM MUKMININ dalam kehidupan ini DIPERSYARATKAN : MEREKA HARUS MENEGAKKAN KEWAJIBAN YANG ALLAH BERIKAN KEPADA MEREKA, yaitu :
🌠 Mentauhidkan Allah, mengagungkan dan memuliakan-Nya
🌠 Mengamalkan al-Qur’an dan Mengikuti Sunnah Nabi-Nya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam
🌠 Menegakkan Shalat
🌠 Membayar Zakat
🌠 Mencintai para wali Allah kaum mukminin
🌠 Membenci para musuh Allah, kaum munafik dan orang-orang kafir
🌠 Berjihad melawan mereka (munafik dan kafir) agar kalimat Allah menjadi tinggi dan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah.
🌠 dan berbagai konsekuensi iman lainnya.
(... berlanjut....)
•••••••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌅🌙 TERWUJUDNYA ‘IZZAH (Kemuliaan) KAUM MUKMININ
(.... lanjutan....)
⛵ Telah sah hadits dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, diriwayatkan dari shahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
«بعثت بالسيف بين يدي الساعة حتى يعبد الله وحده لا شريك له، وجعل رزقي تحت ظل رمحي، وجعل الذلة والصغار على خالف أمري، ومن تشبه بقوم فهو منهم »
“Aku diutus dengan pedang sebelum hari Kiamat, agar Allah satu-satu-nya yang diibadahi tidak ada sekutu bagi-Nya. Dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku. Dan dijadikan kehinaan dan kerendahan atas orang yang menyelisihi perintahku. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (HR. Ahmad 2/50, 92; Abu Dawud 4013).
📀📝 Dalam hadits ini, Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa semua yang menyelisihi perintah beliau maka dia akan mendapatkan bagian kehinaan dan kerendahan sesuai kadar penyelisihan dan penentangannya.
📚 Al-Hafizh Ibnu Rajab Rahimahullah mengatakan dalam syarh hadits ini :
“Di antara penyebab terbesar kehinaan, yang merupakan penyelisihan terhadap perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, adalah meninggalkan amal yang dilakukan oleh beliau yaitu BERJIHAD MELAWAN MUSUH-MUSUH ALLAH. Barangsiapa yang menempuh jalan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam berjihad, maka DIA AKAN MULIA. Barangsiapa yang meninggalkan jihad, dalam kondisi dia mampu, maka dia akan hina. Telah lewat hadits :
«إذا تبايعتم بالعينة، واتبعتم أذناب البقر، وتركتم الجهاد في سبيل الله- سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه من رقابكم حتى تراجعوا دينكم »
“Apabila kalian telah berjual beli dengan cara ‘Inah (salah satu bentuk sistem riba, pen), dan kalian mengikuti ekor-ekor sapi, dan KALIAN MENINGGALKAN JIHAD FI SABILILLAH, maka Allah akan timpakan pada kalian kehinaan, yang tidak akan Allah cabut dari kalian sampai kalian mau kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Dawud 3462, Ahmad 2/84)
Barangsiapa meninggalkan jihad yang dulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam berada di atasnya, padahal dia mampu, dan dia tersibukkan dari jihad karena mencari dunia dengan cara-cara yang mubah, maka dia akan mendapatkan kehinaan. Maka bagaimana kalau tersibukkan dari jihad karena mengumpulkan dunia dengan cara-cara yang haram??!” – selesai penjelasan Ibnu Rajab –
( ... berlanjut....)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
(.... lanjutan....)
⛵ Telah sah hadits dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, diriwayatkan dari shahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
«بعثت بالسيف بين يدي الساعة حتى يعبد الله وحده لا شريك له، وجعل رزقي تحت ظل رمحي، وجعل الذلة والصغار على خالف أمري، ومن تشبه بقوم فهو منهم »
“Aku diutus dengan pedang sebelum hari Kiamat, agar Allah satu-satu-nya yang diibadahi tidak ada sekutu bagi-Nya. Dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku. Dan dijadikan kehinaan dan kerendahan atas orang yang menyelisihi perintahku. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.” (HR. Ahmad 2/50, 92; Abu Dawud 4013).
📀📝 Dalam hadits ini, Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa semua yang menyelisihi perintah beliau maka dia akan mendapatkan bagian kehinaan dan kerendahan sesuai kadar penyelisihan dan penentangannya.
📚 Al-Hafizh Ibnu Rajab Rahimahullah mengatakan dalam syarh hadits ini :
“Di antara penyebab terbesar kehinaan, yang merupakan penyelisihan terhadap perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, adalah meninggalkan amal yang dilakukan oleh beliau yaitu BERJIHAD MELAWAN MUSUH-MUSUH ALLAH. Barangsiapa yang menempuh jalan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam berjihad, maka DIA AKAN MULIA. Barangsiapa yang meninggalkan jihad, dalam kondisi dia mampu, maka dia akan hina. Telah lewat hadits :
«إذا تبايعتم بالعينة، واتبعتم أذناب البقر، وتركتم الجهاد في سبيل الله- سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه من رقابكم حتى تراجعوا دينكم »
“Apabila kalian telah berjual beli dengan cara ‘Inah (salah satu bentuk sistem riba, pen), dan kalian mengikuti ekor-ekor sapi, dan KALIAN MENINGGALKAN JIHAD FI SABILILLAH, maka Allah akan timpakan pada kalian kehinaan, yang tidak akan Allah cabut dari kalian sampai kalian mau kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Dawud 3462, Ahmad 2/84)
Barangsiapa meninggalkan jihad yang dulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam berada di atasnya, padahal dia mampu, dan dia tersibukkan dari jihad karena mencari dunia dengan cara-cara yang mubah, maka dia akan mendapatkan kehinaan. Maka bagaimana kalau tersibukkan dari jihad karena mengumpulkan dunia dengan cara-cara yang haram??!” – selesai penjelasan Ibnu Rajab –
( ... berlanjut....)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌅🌙 TERWUJUDNYA ‘IZZAH (Kemuliaan) KAUM MUKMININ
(.... lanjutan....)
🔍📨 Para Salafush Shalih dari kalangan para shahabat dan generasi setelahnya, MEMAHAMI HAKEKAT INI. Yaitu : bahwa ‘IZZAH itu ada pada :
▫ sikap BERPEGANG TEGUH PADA ISLAM, dan
▫ BERITTIBA’ (Mengikuti) NABI Shallallahu 'alaihi wa Sallam, serta
▪BERSUNGGUH-SUNGGUH (SERIUS) DALAM MENJALANKAN KETAATAN KEPADA ALLAH dan RASUL-NYA, dan WASPADA dari sikap menentang Allah dan Rasul-Nya.
Ⓜ Karena itu, muncul dari mereka pernyataan-pernyataan : di antaranya ucapan yang pasti periwayatannya dari Amirul Mukminin ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu 'anhu :
نحن قوم أعزنا الله بالإسلام، فمهما ابتغينا العزة من دونه أذلنا الله
👍🏻 “Kami adalah suatu kaum, yang Allah muliakan kami dengan ISLAM. Maka apabila kami mencari kemuliaan dari selain Islam maka ALLAH AKAN HINAKAN KAMI.”
🚇 Telah pasti pula periwayatan dari shahabat Abu ad-Darda’ Radhiyallahu 'anhu , ketika kaum muslimin berhasil membuka negeri Qubrus, maka penduduknya menangis dan benar-benar menampakkan kesedihan dan kehinaan. Maka terduduklah Abu ad-Darda’ Radhiyallahu 'anhu sambil menangis. Jubair bin Nufair berkata kepadanya, “Wahai Abu ad- Darda’, apa yang menyebabkan Engkau menangis pada hari yang padanya Allah muliakan Islam dan umat Islam?”
🚇 Maka Abu ad-Darda’ Radhiyallahu 'anhu menjawab, “Ah, wahai Jubair. Betapa hinanya makhluk di hadapan Allah 'Azza wa Jalla apabila dia menyia-nyiakan perintah-Nya. Padahal mereka adalah kaum yang berkuasa dan jaya, serta memiliki kerajaan. Namun mereka meninggalkan perintah Allah, sehingga mereka menjadi seperti apa yang kamu lihat sekarang.”
🗻 Kesimpulannya : Atas setiap muslim ada tanggung jawab untuk merealisasikan IZZAH KAUM MUKMININ sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya.
🌄 Maka hendaknya dia sendiri menegakkan perintah-perintah Allah Ta’ala,
🌄 Mengamalkan Islam dan Iman secara lahir batin,
🌄 Memberikan nasehat kepada saudara-saudaranya kaum muslimin, dan
🌄 Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
🅾 Hingga terwujud perbaikan kondisi kaum muslimin atau berjumpa dengan Allah dengan kondisi demikian dan telah berupaya bertaqwa kepada-Nya semaksimal kemampuan dirinya. Allahul Musta’an.
🏫 Al-Lajnah ad-Da’imah li al-Buhuts al-‘Ilmiyyah wa al-Ifta’
Fatwa no. 21009
••••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
(.... lanjutan....)
🔍📨 Para Salafush Shalih dari kalangan para shahabat dan generasi setelahnya, MEMAHAMI HAKEKAT INI. Yaitu : bahwa ‘IZZAH itu ada pada :
▫ sikap BERPEGANG TEGUH PADA ISLAM, dan
▫ BERITTIBA’ (Mengikuti) NABI Shallallahu 'alaihi wa Sallam, serta
▪BERSUNGGUH-SUNGGUH (SERIUS) DALAM MENJALANKAN KETAATAN KEPADA ALLAH dan RASUL-NYA, dan WASPADA dari sikap menentang Allah dan Rasul-Nya.
Ⓜ Karena itu, muncul dari mereka pernyataan-pernyataan : di antaranya ucapan yang pasti periwayatannya dari Amirul Mukminin ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu 'anhu :
نحن قوم أعزنا الله بالإسلام، فمهما ابتغينا العزة من دونه أذلنا الله
👍🏻 “Kami adalah suatu kaum, yang Allah muliakan kami dengan ISLAM. Maka apabila kami mencari kemuliaan dari selain Islam maka ALLAH AKAN HINAKAN KAMI.”
🚇 Telah pasti pula periwayatan dari shahabat Abu ad-Darda’ Radhiyallahu 'anhu , ketika kaum muslimin berhasil membuka negeri Qubrus, maka penduduknya menangis dan benar-benar menampakkan kesedihan dan kehinaan. Maka terduduklah Abu ad-Darda’ Radhiyallahu 'anhu sambil menangis. Jubair bin Nufair berkata kepadanya, “Wahai Abu ad- Darda’, apa yang menyebabkan Engkau menangis pada hari yang padanya Allah muliakan Islam dan umat Islam?”
🚇 Maka Abu ad-Darda’ Radhiyallahu 'anhu menjawab, “Ah, wahai Jubair. Betapa hinanya makhluk di hadapan Allah 'Azza wa Jalla apabila dia menyia-nyiakan perintah-Nya. Padahal mereka adalah kaum yang berkuasa dan jaya, serta memiliki kerajaan. Namun mereka meninggalkan perintah Allah, sehingga mereka menjadi seperti apa yang kamu lihat sekarang.”
🗻 Kesimpulannya : Atas setiap muslim ada tanggung jawab untuk merealisasikan IZZAH KAUM MUKMININ sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya.
🌄 Maka hendaknya dia sendiri menegakkan perintah-perintah Allah Ta’ala,
🌄 Mengamalkan Islam dan Iman secara lahir batin,
🌄 Memberikan nasehat kepada saudara-saudaranya kaum muslimin, dan
🌄 Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
🅾 Hingga terwujud perbaikan kondisi kaum muslimin atau berjumpa dengan Allah dengan kondisi demikian dan telah berupaya bertaqwa kepada-Nya semaksimal kemampuan dirinya. Allahul Musta’an.
🏫 Al-Lajnah ad-Da’imah li al-Buhuts al-‘Ilmiyyah wa al-Ifta’
Fatwa no. 21009
••••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔑🚊 PENTINGNYA FIQH ISLAMI
🔍 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
-----------------------------------------------------------
📚 Sesungguhnya mengerti tentang Fiqh Islami dan dalil-dalil hukum serta mengenal para fuqaha (ahli fiqh) Islam yang menjadi rujukan di bidang ini, ADALAH TERMASUK PERKARA PENTING YANG SEMESTINYA PARA ‘ULAMA MEMPERHATIKANNYA dan MENJELASKANNYA KEPADA UMAT.
🔖 Karena Allah menciptakan ats-Tsaqalain (Jin dan Manusia) untuk beribada kepada-Nya, dan tidak mungkin mengetahui bagaimana ibadah tersebut kecuali dengan MENGERTI/MENGENAL FIQH ISLAMI beserta dalil-dalilnya, HUKUM-HUKUM ISLAM beserta dalil-dalilnya. Itu semua tidak akan terwujud kecuali dengan mengenal para ‘ulama yang menjadi sandaran/rujukan di bidang ini, yaitu para ‘ulama dari kalangan para imam ahli hadits dan ahli fiqh Islami.
📬📜 Para ulama adalah pewaris para nabi, sedangkan para nabi itu tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, namun para nabi mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya berarti dia mengambil bagian yang sangat besar.
💎🏡Di antara sebab-sebab kebahagiaan seorang hamba serta tanda-tanda keberhasilan dan kesuksesannya :
👉🏻dia menjadi seorang yang faqih (paham) tentang agama Islam, pandai tentang agama Allah sebagaimana yang terdapat dalam Kitabullah yang mulia, dan sunnah Rasul-Nya yang terpercaya – Shallallahu 'alaihi wa Sallam -
📒 Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/5
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~
🔍 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
-----------------------------------------------------------
📚 Sesungguhnya mengerti tentang Fiqh Islami dan dalil-dalil hukum serta mengenal para fuqaha (ahli fiqh) Islam yang menjadi rujukan di bidang ini, ADALAH TERMASUK PERKARA PENTING YANG SEMESTINYA PARA ‘ULAMA MEMPERHATIKANNYA dan MENJELASKANNYA KEPADA UMAT.
🔖 Karena Allah menciptakan ats-Tsaqalain (Jin dan Manusia) untuk beribada kepada-Nya, dan tidak mungkin mengetahui bagaimana ibadah tersebut kecuali dengan MENGERTI/MENGENAL FIQH ISLAMI beserta dalil-dalilnya, HUKUM-HUKUM ISLAM beserta dalil-dalilnya. Itu semua tidak akan terwujud kecuali dengan mengenal para ‘ulama yang menjadi sandaran/rujukan di bidang ini, yaitu para ‘ulama dari kalangan para imam ahli hadits dan ahli fiqh Islami.
📬📜 Para ulama adalah pewaris para nabi, sedangkan para nabi itu tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, namun para nabi mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya berarti dia mengambil bagian yang sangat besar.
💎🏡Di antara sebab-sebab kebahagiaan seorang hamba serta tanda-tanda keberhasilan dan kesuksesannya :
👉🏻dia menjadi seorang yang faqih (paham) tentang agama Islam, pandai tentang agama Allah sebagaimana yang terdapat dalam Kitabullah yang mulia, dan sunnah Rasul-Nya yang terpercaya – Shallallahu 'alaihi wa Sallam -
📒 Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/5
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
******
1⃣📀 Silsilah Audio
⚡ "Waspada Manhaj Sesat"
"Manhaj Ahlussunnah Salafiyyah Berlepas Diri dari Kesesatan Manhaj Mumayyiah dan Manhaj Mutasyaddid"
📛 Manhaj Mumayyiah: Lembek. Dan Mukhadzilah: Penggembos dan Pengkhianat dari dalam. Tidak mau ruju' setelah diingatkan kesesatannya (anti tahdzir) dan menolak kaedah hajr (boikot) bila tetap dalam kesesatan. Mereka ini bergabung dan merangkul faham sesat demi hawa nafsu dan membawa dakwah untuk ambisi pribadi dan golongan. Jenis faham ini adalah: Sururiyah, Halabiyah, Turotsiyah, Ruhailiyah, Rodjaiyah, Mutalawun, Laab, Makir (MLM)
📛 Manhaj Mutasyaddid: Keras, kaku dan kasar. Serampangan dalam mentahdzir dan hajr. Faham ini dikenal dengan haddadiyah, hajawuroh dan hajuriyah.
✅ Manhaj Ahlussunnah Salafiyyah berjalan diantara 2 (dua) manhaj sesat diatas. Bukan Mumayyiah-Mukhadzilah dan Bukan pula Mutasyaddid.
Barakallahu fiikum.
Silahkan simak audio penjelasan manhaj dibawah ini:
📜 RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM SUDAH MENGKHABARKAN BAHWA SEPENINGGAL BELIAU UMMAT ISLAM AKAN BERSELISIH DAN BERPECAH-BELAH SAMPAI AKHIR ZAMAN
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Muhammad Afifuddin as-Sidawy hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah ll Manhaj Ahlussunnah Salafiyah diantara Manhaj Mumayyiah dan Manhaj Mutasyaddid ll Ma'had Dhiyaaus Salaf ll Muara Enim ll Sumatera Selatan ll 13 Shafar 1437 H ll 27 November 2015 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/aQC9ca
(925 KB) - Durasi [07:53]
********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📥💽 Unduh di bawah ini
1⃣📀 Silsilah Audio
⚡ "Waspada Manhaj Sesat"
"Manhaj Ahlussunnah Salafiyyah Berlepas Diri dari Kesesatan Manhaj Mumayyiah dan Manhaj Mutasyaddid"
📛 Manhaj Mumayyiah: Lembek. Dan Mukhadzilah: Penggembos dan Pengkhianat dari dalam. Tidak mau ruju' setelah diingatkan kesesatannya (anti tahdzir) dan menolak kaedah hajr (boikot) bila tetap dalam kesesatan. Mereka ini bergabung dan merangkul faham sesat demi hawa nafsu dan membawa dakwah untuk ambisi pribadi dan golongan. Jenis faham ini adalah: Sururiyah, Halabiyah, Turotsiyah, Ruhailiyah, Rodjaiyah, Mutalawun, Laab, Makir (MLM)
📛 Manhaj Mutasyaddid: Keras, kaku dan kasar. Serampangan dalam mentahdzir dan hajr. Faham ini dikenal dengan haddadiyah, hajawuroh dan hajuriyah.
✅ Manhaj Ahlussunnah Salafiyyah berjalan diantara 2 (dua) manhaj sesat diatas. Bukan Mumayyiah-Mukhadzilah dan Bukan pula Mutasyaddid.
Barakallahu fiikum.
Silahkan simak audio penjelasan manhaj dibawah ini:
📜 RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM SUDAH MENGKHABARKAN BAHWA SEPENINGGAL BELIAU UMMAT ISLAM AKAN BERSELISIH DAN BERPECAH-BELAH SAMPAI AKHIR ZAMAN
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Muhammad Afifuddin as-Sidawy hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah ll Manhaj Ahlussunnah Salafiyah diantara Manhaj Mumayyiah dan Manhaj Mutasyaddid ll Ma'had Dhiyaaus Salaf ll Muara Enim ll Sumatera Selatan ll 13 Shafar 1437 H ll 27 November 2015 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/aQC9ca
(925 KB) - Durasi [07:53]
********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📥💽 Unduh di bawah ini
👍2
🌳🍇☀ FIQH (MEMAHAMI) AGAMA PETANDA BAHWA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN PADANYA
(… lanjutan Pentingnya Fiqh Islami … - 2 - )
🔅 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
----------------------------------------------------------
🔑 Fiqh (memahami) agama yang itu merupakan tanda kebahagiaan adalah ilmu yang memberikan pengaruh kepada pemiliknya untuk memiliki sifat Khasyah (takut) kepada Allah, dan mengantarkannya kepada menghormati larangan-larangan Allah, serta senantiasa merasa diawasi oleh-Nya. Di samping mendorongnya untuk senantiasa melaksanakan kewajiban-kewajiban dari Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya, serta mendorongnya untuk mau berdakwah ke jalan Allah dan menjelaskan syari’at-Nya kepada umat.
🚢 Barangsiapa yang diberi rizki Fiqh agama dalam bentuk seperti itu, maka itu adalah PETANDA DAN ALAMAT BAHWA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN PADANYA.
📵🚫 Sebaliknya barangsiapa yang terhalangi dari itu maka dia termasuk orang-orang jahil dan sesat dari jalan yang lurus, berpaling dari fiqh (memahami) agama, dari mempelajari apa yang Allah wajibkan baginya, dari mengerti tentang apa yang Allah haramkan atasnya. Maka itu di antara TANDA-TANDA BAHWA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KEBAIKAN PADANYA.
💊 Allah telah menyifati orang-orang kafir sebagai orang-orang yang berpaling dari tugas yang mereka diciptakan untuknya dan dari bahaya yang mereka diperingatkan darinya. Maka ini sebagai peringatan bagi kita, bahwa wajib bagi seorang muslim adalah menghadap kepada agama Allah, mempelajari agama Allah, dan bertanya ketika terdapat permasalahan yang sulit, serta melihat dengan teliti.
▫Allah Ta’ala berfirman,
{وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ}
“Orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.” (al-Ahqaaf : 3)
{وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ}
“Siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya?” (al-Kahfi : 57)
📒 Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/7
••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/Manhajul Anbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
(… lanjutan Pentingnya Fiqh Islami … - 2 - )
🔅 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
----------------------------------------------------------
🔑 Fiqh (memahami) agama yang itu merupakan tanda kebahagiaan adalah ilmu yang memberikan pengaruh kepada pemiliknya untuk memiliki sifat Khasyah (takut) kepada Allah, dan mengantarkannya kepada menghormati larangan-larangan Allah, serta senantiasa merasa diawasi oleh-Nya. Di samping mendorongnya untuk senantiasa melaksanakan kewajiban-kewajiban dari Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya, serta mendorongnya untuk mau berdakwah ke jalan Allah dan menjelaskan syari’at-Nya kepada umat.
🚢 Barangsiapa yang diberi rizki Fiqh agama dalam bentuk seperti itu, maka itu adalah PETANDA DAN ALAMAT BAHWA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN PADANYA.
📵🚫 Sebaliknya barangsiapa yang terhalangi dari itu maka dia termasuk orang-orang jahil dan sesat dari jalan yang lurus, berpaling dari fiqh (memahami) agama, dari mempelajari apa yang Allah wajibkan baginya, dari mengerti tentang apa yang Allah haramkan atasnya. Maka itu di antara TANDA-TANDA BAHWA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KEBAIKAN PADANYA.
💊 Allah telah menyifati orang-orang kafir sebagai orang-orang yang berpaling dari tugas yang mereka diciptakan untuknya dan dari bahaya yang mereka diperingatkan darinya. Maka ini sebagai peringatan bagi kita, bahwa wajib bagi seorang muslim adalah menghadap kepada agama Allah, mempelajari agama Allah, dan bertanya ketika terdapat permasalahan yang sulit, serta melihat dengan teliti.
▫Allah Ta’ala berfirman,
{وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ}
“Orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.” (al-Ahqaaf : 3)
{وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ}
“Siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya?” (al-Kahfi : 57)
📒 Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/7
••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/Manhajul Anbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🎒⌚ TUGAS SEORANG MUSLIM
(… lanjutan "Pentingnya Fiqh Islami" … - 3 - )
🔅 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
-----------------------------------------------------------------
🔐 "Maka tugas seorang muslim adalah :
✏ menuntut/mencari ilmu, mempelajari/mendalami agama, memandang dengan teliti,
✏ memiliki perhatian terhadap Kitabullah, menghadap kepadanya, dan mentadabburinya, serta mengambil manfaat darinya.
✏ memiliki perhatian terhadap sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, mempelajarinya, mengamalkanya, dan menghafal apa yang mudah darinya.
🌌🌑 Barangsiapa yang berpaling dari dua dasar ini dan melalaikannya, maka itu adalah petanda dan alamat bahwa Allah tidak menghendaki kebaikan padanya, dan itu adalah alamat kebinasaan dan kehancuran, serta alamat hati telah rusak dan menyimpang dari hidayah.
Kita memohon kepada Allah keselamatan dan penjagaan dari segala yang membuat-Nya murka.
📒 Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/7
••••••••••••••••••
🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~
(… lanjutan "Pentingnya Fiqh Islami" … - 3 - )
🔅 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
-----------------------------------------------------------------
🔐 "Maka tugas seorang muslim adalah :
✏ menuntut/mencari ilmu, mempelajari/mendalami agama, memandang dengan teliti,
✏ memiliki perhatian terhadap Kitabullah, menghadap kepadanya, dan mentadabburinya, serta mengambil manfaat darinya.
✏ memiliki perhatian terhadap sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, mempelajarinya, mengamalkanya, dan menghafal apa yang mudah darinya.
🌌🌑 Barangsiapa yang berpaling dari dua dasar ini dan melalaikannya, maka itu adalah petanda dan alamat bahwa Allah tidak menghendaki kebaikan padanya, dan itu adalah alamat kebinasaan dan kehancuran, serta alamat hati telah rusak dan menyimpang dari hidayah.
Kita memohon kepada Allah keselamatan dan penjagaan dari segala yang membuat-Nya murka.
📒 Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/7
••••••••••••••••••
🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
☀🌙 KAPAN KAUM MUKMININ AKAN MENANG DAN BERJAYA?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌳 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah :
🔰 “al-Mukminun : adalah orang-orang yang istiqamah di atas perintah Allah, meninggalkan hal-hal yang Allah haramkan, berhenti pada batas-batas agama Allah, berhukum dengan syari’at Allah. Merekalah kaum muslimin, merekalah para wali Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (artinya) :
🚇 “Allah berjanji untuk orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih bahwa pasti Allah akan jadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan akan Allah jayakan agama mereka yang Allah ridhai untuk mereka, serta Allah tukar setelah kondisi takut menjadi aman. Mereka beribadah kepada-Ku dan tidak menyekutukan-Ku dengan apapun.” (an-Nuur : 55)
➡ Apabila kaum muslimin berpegang teguh dengan agama Allah, konsisten melaksanakan perintah yang Allah wajibkan atas mereka, menjauhi apa yang Allah haramkan atas mereka, dan berhukum dengan syari’at-Nya maka SUNGGUH ALLAH PASTI AKAN MENOLONG MEREKA, menguatkan mereka atas musuh-musuhnya, dan menuliskan untuk mereka kemenangan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta menganugerahan kepada mereka keamanan di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla :
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُون
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur keimanannya dengan kezhaliman (kesyirikan), bagi mereka keamanan dan mereka mendapatkan hidayah.” (al-An’am : 82)
🌙 Iman apabila disebutkan secara umum, masuk di dalamnya : melaksanakan segala apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Jadi, maknanya adalah :
▪ mereka adalah orang-orang yang istiqamah di Tauhidullah,
▪ menunaikan hak-hak Allah,
▪ menjauh dari hal-hal yang Allah haramkan
Maka BAGI MEREKA KEAMANAN dan BAGI MEREKA HIDAYAH baik di dunia maupun di akhirat.
👉🏻 Musuh-musuh mereka tidak akan merugikan mereka apabila mereka konsisten di atas al-Haq.
🚨 Namun, kalau mereka melakukan sebagian apa yang Allah haramkan, atau
🚨 Meremehkan sebagian apa yang Allah wajibkan atas mereka,
↪ maka mereka akan tertimpa bencana dan musibah yang tidak akan mereka sukai.
✳ Perhatikan, makhluk termulia Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam, ketika pasukan pemanah melakukan pelanggaran pada peristiwa Perang Uhud, yaitu tidak melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam untuk bertahan pada posisinya. Tatkala mereka melanggar perintah tersebut, maka musuh berhasil menyerang balik dari posisi tersebut sehingga kaum muslimin mengalami kekalahan, ada yang terbunuh dan ada yang terluka. Itu terjadi dengan sebab MAKSIAT (menentang perintah), sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya (artinya) :
“dan Sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kalian, ketika kalian membunuh mereka dengan izin-Nya. Hingga ketika kalian lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.” (ali ‘Imran : 152)
"dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kalian berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali ‘Imran : 165)
🌅 Maksudnya : wajib atas kaum mukminin – baik pemerintah maupun rakyat – untuk istiqamah di atas agama Allah, berpegang teguh dengan syari’at Allah, dan berhenti pada batas-batas Allah, baik pada ucapan, perbuatan, aqidah, wala (loyalitas), dan bara’ (anti loyalitas), maupun cinta dan benci.
👍🏻➡ Inilah jalan MERAIH KEMENANGAN dan KEBAHAGIAAN.
📚 Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah : (8/172-174)
•••••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌳 Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah :
🔰 “al-Mukminun : adalah orang-orang yang istiqamah di atas perintah Allah, meninggalkan hal-hal yang Allah haramkan, berhenti pada batas-batas agama Allah, berhukum dengan syari’at Allah. Merekalah kaum muslimin, merekalah para wali Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (artinya) :
🚇 “Allah berjanji untuk orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih bahwa pasti Allah akan jadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan akan Allah jayakan agama mereka yang Allah ridhai untuk mereka, serta Allah tukar setelah kondisi takut menjadi aman. Mereka beribadah kepada-Ku dan tidak menyekutukan-Ku dengan apapun.” (an-Nuur : 55)
➡ Apabila kaum muslimin berpegang teguh dengan agama Allah, konsisten melaksanakan perintah yang Allah wajibkan atas mereka, menjauhi apa yang Allah haramkan atas mereka, dan berhukum dengan syari’at-Nya maka SUNGGUH ALLAH PASTI AKAN MENOLONG MEREKA, menguatkan mereka atas musuh-musuhnya, dan menuliskan untuk mereka kemenangan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta menganugerahan kepada mereka keamanan di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla :
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُون
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur keimanannya dengan kezhaliman (kesyirikan), bagi mereka keamanan dan mereka mendapatkan hidayah.” (al-An’am : 82)
🌙 Iman apabila disebutkan secara umum, masuk di dalamnya : melaksanakan segala apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Jadi, maknanya adalah :
▪ mereka adalah orang-orang yang istiqamah di Tauhidullah,
▪ menunaikan hak-hak Allah,
▪ menjauh dari hal-hal yang Allah haramkan
Maka BAGI MEREKA KEAMANAN dan BAGI MEREKA HIDAYAH baik di dunia maupun di akhirat.
👉🏻 Musuh-musuh mereka tidak akan merugikan mereka apabila mereka konsisten di atas al-Haq.
🚨 Namun, kalau mereka melakukan sebagian apa yang Allah haramkan, atau
🚨 Meremehkan sebagian apa yang Allah wajibkan atas mereka,
↪ maka mereka akan tertimpa bencana dan musibah yang tidak akan mereka sukai.
✳ Perhatikan, makhluk termulia Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam, ketika pasukan pemanah melakukan pelanggaran pada peristiwa Perang Uhud, yaitu tidak melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam untuk bertahan pada posisinya. Tatkala mereka melanggar perintah tersebut, maka musuh berhasil menyerang balik dari posisi tersebut sehingga kaum muslimin mengalami kekalahan, ada yang terbunuh dan ada yang terluka. Itu terjadi dengan sebab MAKSIAT (menentang perintah), sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya (artinya) :
“dan Sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kalian, ketika kalian membunuh mereka dengan izin-Nya. Hingga ketika kalian lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.” (ali ‘Imran : 152)
"dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kalian berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali ‘Imran : 165)
🌅 Maksudnya : wajib atas kaum mukminin – baik pemerintah maupun rakyat – untuk istiqamah di atas agama Allah, berpegang teguh dengan syari’at Allah, dan berhenti pada batas-batas Allah, baik pada ucapan, perbuatan, aqidah, wala (loyalitas), dan bara’ (anti loyalitas), maupun cinta dan benci.
👍🏻➡ Inilah jalan MERAIH KEMENANGAN dan KEBAHAGIAAN.
📚 Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah : (8/172-174)
•••••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
========== ==========
💽 Audio Rekaman 44 💽
========== ==========
📋Silsilah Durus Manhajul Anbiya📋
💺🔐 Bersama al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullahu...
🔑🏡 Masjid Ma'had As-Salafy Jember ll
📆 21 Shafar 1437H ll 2 Des 2015M
-------------
☑ Dars Kitab "Ushul al-Iman" karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
🌃 Ba'da Maghrib...
✔ Pertemuan 50
- Durasi (36:25) = 6,25 MB
- Link https://goo.gl/DjEOqI
•••••••••••••••••
🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📥📀 Unduh di bawah ini
💽 Audio Rekaman 44 💽
========== ==========
📋Silsilah Durus Manhajul Anbiya📋
💺🔐 Bersama al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullahu...
🔑🏡 Masjid Ma'had As-Salafy Jember ll
📆 21 Shafar 1437H ll 2 Des 2015M
-------------
☑ Dars Kitab "Ushul al-Iman" karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
🌃 Ba'da Maghrib...
✔ Pertemuan 50
- Durasi (36:25) = 6,25 MB
- Link https://goo.gl/DjEOqI
•••••••••••••••••
🌠📝📡Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
📥📀 Unduh di bawah ini
📈 AL-JANNAH (Surga) itu TINGGI
sedangkan AN-NAAR (Neraka) itu RENDAH 📉
==================
🌴 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata:
📈 Al-Jannah itu adalah sebuah ketinggian, seseorang butuh untuk berusaha mencapai ketinggian itu dan terus mendaki...
💦 Hal ini adalah berat bagi setiap jiwa...
📉 Sedangkan An-Naar adalah sesuatu yang curam dan kerendahan...
❗dan ini mudah bagi jiwa...
👎 Mencapai sesuatu yang rendah itu lebih mudah...
🗻 dibandingkan harus naik mendaki untuk mencapai ketinggian...
👉 Sehingga wajib bagi kita untuk mengingat hal ini, dan bersabar dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala...
✋ dan bersabar atas kesulitan dalam melaksanakan ketaatan...
💐 Mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala..
⛔ Dan wajib bagi kita untuk meninggalkan segala yang Allah haramkan, berupa dosa-dosa dan perbuatan maksiat...
📛 karena takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala..
----------------------------------------🇸🇦
الجنة ارتفاع، تحتاج إلى ارتفاع و صعود ، و هذا يشق على النفوس
و النار انحدار و سفول، و هذا سهل على النفوس، الانحدار أسهل من الصعود
فعلينا أن نتذكر هذا و أن نصبر على طاعة الله سبحانه وتعالى ومشاقها
رجاء ثواب الله سبحانه و تعالى
وأن نترك ماحرّم الله من الذنوب و المعاصي خوفاً من الله سبحانه وتعالى
🚩Link video https://drive.google.com/file/d/0B0HeyM99aRdpaVkwRzhhdWRxbEk/view?usp=docslist_api
•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~
sedangkan AN-NAAR (Neraka) itu RENDAH 📉
==================
🌴 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata:
📈 Al-Jannah itu adalah sebuah ketinggian, seseorang butuh untuk berusaha mencapai ketinggian itu dan terus mendaki...
💦 Hal ini adalah berat bagi setiap jiwa...
📉 Sedangkan An-Naar adalah sesuatu yang curam dan kerendahan...
❗dan ini mudah bagi jiwa...
👎 Mencapai sesuatu yang rendah itu lebih mudah...
🗻 dibandingkan harus naik mendaki untuk mencapai ketinggian...
👉 Sehingga wajib bagi kita untuk mengingat hal ini, dan bersabar dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala...
✋ dan bersabar atas kesulitan dalam melaksanakan ketaatan...
💐 Mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala..
⛔ Dan wajib bagi kita untuk meninggalkan segala yang Allah haramkan, berupa dosa-dosa dan perbuatan maksiat...
📛 karena takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala..
----------------------------------------🇸🇦
الجنة ارتفاع، تحتاج إلى ارتفاع و صعود ، و هذا يشق على النفوس
و النار انحدار و سفول، و هذا سهل على النفوس، الانحدار أسهل من الصعود
فعلينا أن نتذكر هذا و أن نصبر على طاعة الله سبحانه وتعالى ومشاقها
رجاء ثواب الله سبحانه و تعالى
وأن نترك ماحرّم الله من الذنوب و المعاصي خوفاً من الله سبحانه وتعالى
🚩Link video https://drive.google.com/file/d/0B0HeyM99aRdpaVkwRzhhdWRxbEk/view?usp=docslist_api
•••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~
📚💽 Faedah Tarbiyah Anak
🏡⛵ KESHALIHAN KEDUA ORANG TUA MENJADI PINTU PERTAMA DAN UTAMA UNTUK MENGHASILKAN GENERASI ANAK YANG SHALIH
📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok hafizhahullahu
💻 Koleksi Audio Kajian Islam Ilmiah ll Tasjilat Ahlussunnah ll 1436 H ll 2015
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/lpzxCQ (1,11 MB) -
durasi [09:44]
~~~~
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📥📀 Unduh di bawah ini
🏡⛵ KESHALIHAN KEDUA ORANG TUA MENJADI PINTU PERTAMA DAN UTAMA UNTUK MENGHASILKAN GENERASI ANAK YANG SHALIH
📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok hafizhahullahu
💻 Koleksi Audio Kajian Islam Ilmiah ll Tasjilat Ahlussunnah ll 1436 H ll 2015
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/lpzxCQ (1,11 MB) -
durasi [09:44]
~~~~
🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📥📀 Unduh di bawah ini