🔖📑 AKHIR TAHUN BARU HIJRIYAH ....
-----------------
✉📩📧📲📞 Seputar pesan yang disebarkan melalui SMS, WhatsApp, Facebook, e-mail, ataupun situs-situs internet semisal :
📄 "Bersemangatlah untuk menutup lembaran akhir tahun anda dengan Istighfar, taubat, dan amalan shalih"
atau yang kalimat-kalimat semacam ini.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Pesan-pesan semacam ini DIHARAMKAN bagi seorang Muslim untuk saling menukilkan dan menyebarkannya kepada umat. Hal ini karena 3 perkara :
1⃣ Di dalamnya terdapat ajakan untuk mengkhususkan akhir tahun dengan ibadah tertentu. Pengkhususan akhir tahun dengan ibadah tertentu yang tidak ada bimbingannya di dalam Al-Quran ataupun As-Sunnah an-Nabawiyah. Tidak pula didapati keterangan para Ulama untuk melakukannya. Maka berdasarkan hal ini, tindakan menyebarkannya merupakan BID’AH yang diharamkan, dan pesan semisal ini merupakan ajakan untuk menghidupkan bid’ah serta menyebarkannya ditengah-tengah umat.
2⃣ Ucapan tentang “Tertutupnya lembaran amalan di setiap akhir tahun”, maka orang yang mengucapkannya dituntut mendatangkan dalil dari Al-Quran ataupun As-Sunnah. Karena tertutupnya kitab catatan amal termasuk perkara ghaib, maka mana dalil atas ucapan tersebut sampai orang-orang termotivasi untuk bersegera dan bergegas di dalam menyebarkannya tanpa croschek, atau dikoreksi, tanpa ada muroqobah (merasa diawasi oleh Allah Ta’ala) dan rasa takut kepada Allah Jalla Jalaluhu. Kemudian, jika kalender Hijriyah ditetapkan di masa Khilafah Umar radhiyallahu ‘anhu, -wahai kalian orang-orang yang melihat- lalu kapan ditutupnya lembaran amalan hamba sebelum ditetapkannya kalender Hijriyah tersebut?
3⃣ Sudah menjadi ketetapan bagi para Ulama bahwasannya tertutupnya lembaran amalan hamba hanya ketika dia telah meninggal. Amalannya entah baik ataukah buruk akan terus tertulis sampai ajal menjemputnya.
dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
-----------------
✉📩📧📲📞 Seputar pesan yang disebarkan melalui SMS, WhatsApp, Facebook, e-mail, ataupun situs-situs internet semisal :
📄 "Bersemangatlah untuk menutup lembaran akhir tahun anda dengan Istighfar, taubat, dan amalan shalih"
atau yang kalimat-kalimat semacam ini.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Pesan-pesan semacam ini DIHARAMKAN bagi seorang Muslim untuk saling menukilkan dan menyebarkannya kepada umat. Hal ini karena 3 perkara :
1⃣ Di dalamnya terdapat ajakan untuk mengkhususkan akhir tahun dengan ibadah tertentu. Pengkhususan akhir tahun dengan ibadah tertentu yang tidak ada bimbingannya di dalam Al-Quran ataupun As-Sunnah an-Nabawiyah. Tidak pula didapati keterangan para Ulama untuk melakukannya. Maka berdasarkan hal ini, tindakan menyebarkannya merupakan BID’AH yang diharamkan, dan pesan semisal ini merupakan ajakan untuk menghidupkan bid’ah serta menyebarkannya ditengah-tengah umat.
2⃣ Ucapan tentang “Tertutupnya lembaran amalan di setiap akhir tahun”, maka orang yang mengucapkannya dituntut mendatangkan dalil dari Al-Quran ataupun As-Sunnah. Karena tertutupnya kitab catatan amal termasuk perkara ghaib, maka mana dalil atas ucapan tersebut sampai orang-orang termotivasi untuk bersegera dan bergegas di dalam menyebarkannya tanpa croschek, atau dikoreksi, tanpa ada muroqobah (merasa diawasi oleh Allah Ta’ala) dan rasa takut kepada Allah Jalla Jalaluhu. Kemudian, jika kalender Hijriyah ditetapkan di masa Khilafah Umar radhiyallahu ‘anhu, -wahai kalian orang-orang yang melihat- lalu kapan ditutupnya lembaran amalan hamba sebelum ditetapkannya kalender Hijriyah tersebut?
3⃣ Sudah menjadi ketetapan bagi para Ulama bahwasannya tertutupnya lembaran amalan hamba hanya ketika dia telah meninggal. Amalannya entah baik ataukah buruk akan terus tertulis sampai ajal menjemputnya.
dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✉📲 HUKUM Menyebarkan SMS ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan "Selamat Tahun Baru"
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah
❓📬 Pertanyaan :
Hari-hari ini banyak disebarkan melalui media-media ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan selamat dengan datangnya Tahun Baru?
🔉 Jawab
❌ "Semua itu BID'AH. Sebenarnya tidak ada Tahun Baru, itu sekedar istilah. Tidak ada tahun baru. Setiap hari mungkin saja engkau menyempurnakan tahun dari umurmu, setiap hari, setiap bulan, dan setiap pekan, sesuai dengan waktu kelahiranmu, tidak terikat dengan bulan Muharram.
▶️ Namun itu (penyebutan tahun baru) hanyalah istilah. Dulu Khalifah 'Umar - radhiyallahu 'anhu - bermusyawarah dengan para shahabat, karena berdatangan kepada beliau surat-surat dinas dari para gubernur dan pegawai beliau tanpa ada tanggalnya, sehingga tidak diketahui kapan surat tersebut ditulis. Maka beliaupun bermusyawarah dengan para shahabat.
Padahal ketika itu kalender miladi/masehi sudah ada. Namun beliau dan para shahabat TIDAK mau ikut-ikutan Yahudi dan Nashara.
📆 Maka pendapat mereka sepakat untuk membuat penanggalan berdasarkan hijrah Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam - karena hijrah merupakan peristiwa terbesar dalam Islam. Maka dijadikanlah peristiwa tersebut sebagai awal kalender hijriyyah, karena suatu mashlahah dan kebutuhan.
📛🎉 Sehingga tidak ada pengkhususan tahun hijriyah dengan ucapan selamat, tidak pula dikhususkan dengan do'a tertentu. Karena itu tidak ada dasarnya. Jadi itu BID'AH.
💻 sumber http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=140856
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah
❓📬 Pertanyaan :
Hari-hari ini banyak disebarkan melalui media-media ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan selamat dengan datangnya Tahun Baru?
🔉 Jawab
❌ "Semua itu BID'AH. Sebenarnya tidak ada Tahun Baru, itu sekedar istilah. Tidak ada tahun baru. Setiap hari mungkin saja engkau menyempurnakan tahun dari umurmu, setiap hari, setiap bulan, dan setiap pekan, sesuai dengan waktu kelahiranmu, tidak terikat dengan bulan Muharram.
▶️ Namun itu (penyebutan tahun baru) hanyalah istilah. Dulu Khalifah 'Umar - radhiyallahu 'anhu - bermusyawarah dengan para shahabat, karena berdatangan kepada beliau surat-surat dinas dari para gubernur dan pegawai beliau tanpa ada tanggalnya, sehingga tidak diketahui kapan surat tersebut ditulis. Maka beliaupun bermusyawarah dengan para shahabat.
Padahal ketika itu kalender miladi/masehi sudah ada. Namun beliau dan para shahabat TIDAK mau ikut-ikutan Yahudi dan Nashara.
📆 Maka pendapat mereka sepakat untuk membuat penanggalan berdasarkan hijrah Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam - karena hijrah merupakan peristiwa terbesar dalam Islam. Maka dijadikanlah peristiwa tersebut sebagai awal kalender hijriyyah, karena suatu mashlahah dan kebutuhan.
📛🎉 Sehingga tidak ada pengkhususan tahun hijriyah dengan ucapan selamat, tidak pula dikhususkan dengan do'a tertentu. Karena itu tidak ada dasarnya. Jadi itu BID'AH.
💻 sumber http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=140856
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
⚠️ KEZHALIMAN PADA BULAN HARAM
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Waspadalah kalian – semoga Allah menyelamatkan dan meluruskan jalan kalian – dari perbuatan zhalim terhadap diri kalian pada bulan Muharram tersebut dan 3 bulan haram lainnya, yaitu berupa amalan kejelekan, dosa, kemaksiatan, kesyirikan, kebid’ahan, kesesatan, kefasikan, perbuatan keji, kezhaliman, permusuhan, penipuan, berdusta, ghibah, namimah (adu domba), kedengkian dan hasad. Sesungguhnya Allah melarang kalian dari semua perbuatan tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Artinya : “Sesungguhnya jumlah bilangan bulan di sisi Allah adalah 12 bulan, diantaranya adalah 4 bulan haram. Itulah agama yang lurus. Maka jangan kalian zhalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan tersebut”
🔥 Sesungguhnya amalan kejelekan baik berupa kebid’ahan ataupun kemaksiatan akan semakin besar dosanya jika dilakukan pada waktu dan tempat yang memiliki keutamaan di dalam syariat ini. Sebagaimana atsar yang sah dari Qatadah bin Di’amah rahimahullah , beliau berkata :
👉🏻💥 “Sesungguhnya kezhaliman yang dilakukan pada bulan haram LEBIH BESAR DOSANYA daripada yang dilakukan pada bulan-bulan selainnya ”
dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Waspadalah kalian – semoga Allah menyelamatkan dan meluruskan jalan kalian – dari perbuatan zhalim terhadap diri kalian pada bulan Muharram tersebut dan 3 bulan haram lainnya, yaitu berupa amalan kejelekan, dosa, kemaksiatan, kesyirikan, kebid’ahan, kesesatan, kefasikan, perbuatan keji, kezhaliman, permusuhan, penipuan, berdusta, ghibah, namimah (adu domba), kedengkian dan hasad. Sesungguhnya Allah melarang kalian dari semua perbuatan tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Artinya : “Sesungguhnya jumlah bilangan bulan di sisi Allah adalah 12 bulan, diantaranya adalah 4 bulan haram. Itulah agama yang lurus. Maka jangan kalian zhalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan tersebut”
🔥 Sesungguhnya amalan kejelekan baik berupa kebid’ahan ataupun kemaksiatan akan semakin besar dosanya jika dilakukan pada waktu dan tempat yang memiliki keutamaan di dalam syariat ini. Sebagaimana atsar yang sah dari Qatadah bin Di’amah rahimahullah , beliau berkata :
👉🏻💥 “Sesungguhnya kezhaliman yang dilakukan pada bulan haram LEBIH BESAR DOSANYA daripada yang dilakukan pada bulan-bulan selainnya ”
dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📅 🌙 AWAL DIBERLAKUKAN KALENDER HIJRIYAH
Al-Imam Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan :
“Kalender Tahunan BELUM diberlakukan ketika pada awal kedatangan Islam. ➡️ Barulah dimulai di masa Khilafah ‘Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhuketika meluasnya wilayah kekuasaan Islam, dan kaum muslimin membutuhkan kalender untuk dalam urusan-urusan mereka. Maka pada tahun ketiga atau keempat masa pemerintahan beliau, datang sepucuk surat dari sahabat Abu Musa al-‘Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu. Dia berkata dalam suratnya : “Telah sampai kepada kami surat-surat dari Anda yang tidak dibubuhi tanggal”.
✅ Maka Khalifah Umar pun mengumpulkan para sahabat kemudian bermusyawarah bersama mereka.
Sebaian mereka ada yang berkata : “Bubuhkanlah tanggal sebagaimana orang Persia ketika mengirim surat kepada raja mereka. Setiap kali pemimpin meninggal, mereka memperbaharui kalender dengan pemerintah yang setelahnya”, Namun para sahabat tidak menyukai pendapat tersebut.
Sebagian yang lain memberikan usul : “Pakai saja kalender kerajaan Romawi”, merekapun juga tidak menyukainya.
Sebagian lainnya berkata : “Mulailah penanggalan dengan hari kelahiran Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam”
Yang lainnya menimpali : “Mulai dari hari diutusnya beliau”
💡 Lainnya berkata : “Sejak hari Hijrahnya beliau”
🌅 Umar pun berkata : “Hijrah merupakan pemisah antara al-Haq dan al-Batil maka, mulailah penanggalan dari hari tersebut” mereka semua akhirnya sepakat dengan keputusan Umar tersebut.
🔰 Kemudian mereka memusyawarahkan bulan yang dijadikan permulaan tahun.
Ada yang berkata: “Mulai dari bulan Ramadhan saja, karena bulan tersebut adalah bulan diturunkannya Al Qur’an”
Ada yang berkata : “(Mulailah) dari Rabi’ al-Awal karena bulan itu adalah waktu tibanya Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah pada perjalanan Hijrah (dari Makkah)”
🌄 Umar, Utsman, dan ‘Ali radhiyallahu ‘anhum akhirnya memilih bulan Muharram karena itulah bulan Haram setelah Dzulhijjah bulan yang padanya kaum Muslimin menunaikan haji yang dengan menunaikannya (terwujudlah) sempurnalah rukun Islam. Di bulan Dzulhijjah pula berlangsungnya baiat kaum Anshar kepada Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam dan bertekad untuk berhijrah. Maka, jadilah permulaan tahun Hijriyah Islamiyah di mulai dari bulan mulia Muharram.
dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Al-Imam Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan :
“Kalender Tahunan BELUM diberlakukan ketika pada awal kedatangan Islam. ➡️ Barulah dimulai di masa Khilafah ‘Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhuketika meluasnya wilayah kekuasaan Islam, dan kaum muslimin membutuhkan kalender untuk dalam urusan-urusan mereka. Maka pada tahun ketiga atau keempat masa pemerintahan beliau, datang sepucuk surat dari sahabat Abu Musa al-‘Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu. Dia berkata dalam suratnya : “Telah sampai kepada kami surat-surat dari Anda yang tidak dibubuhi tanggal”.
✅ Maka Khalifah Umar pun mengumpulkan para sahabat kemudian bermusyawarah bersama mereka.
Sebaian mereka ada yang berkata : “Bubuhkanlah tanggal sebagaimana orang Persia ketika mengirim surat kepada raja mereka. Setiap kali pemimpin meninggal, mereka memperbaharui kalender dengan pemerintah yang setelahnya”, Namun para sahabat tidak menyukai pendapat tersebut.
Sebagian yang lain memberikan usul : “Pakai saja kalender kerajaan Romawi”, merekapun juga tidak menyukainya.
Sebagian lainnya berkata : “Mulailah penanggalan dengan hari kelahiran Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam”
Yang lainnya menimpali : “Mulai dari hari diutusnya beliau”
💡 Lainnya berkata : “Sejak hari Hijrahnya beliau”
🌅 Umar pun berkata : “Hijrah merupakan pemisah antara al-Haq dan al-Batil maka, mulailah penanggalan dari hari tersebut” mereka semua akhirnya sepakat dengan keputusan Umar tersebut.
🔰 Kemudian mereka memusyawarahkan bulan yang dijadikan permulaan tahun.
Ada yang berkata: “Mulai dari bulan Ramadhan saja, karena bulan tersebut adalah bulan diturunkannya Al Qur’an”
Ada yang berkata : “(Mulailah) dari Rabi’ al-Awal karena bulan itu adalah waktu tibanya Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah pada perjalanan Hijrah (dari Makkah)”
🌄 Umar, Utsman, dan ‘Ali radhiyallahu ‘anhum akhirnya memilih bulan Muharram karena itulah bulan Haram setelah Dzulhijjah bulan yang padanya kaum Muslimin menunaikan haji yang dengan menunaikannya (terwujudlah) sempurnalah rukun Islam. Di bulan Dzulhijjah pula berlangsungnya baiat kaum Anshar kepada Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam dan bertekad untuk berhijrah. Maka, jadilah permulaan tahun Hijriyah Islamiyah di mulai dari bulan mulia Muharram.
dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🎆⛲️📛 SALAH SATU KEMUNGKARAN : PERINGATAN/PERAYAAN TAHUN BARU HIJRIYAH
Di antara perkara-perkara haram tersebut adalah :
🎉❌ Perayaan di masjid-masjid, di rumah-rumah, di tempat-tempat peristirahatan/rekreasi/wisata, di jalan-jalan, atau tempat-tempat lainnya, dengan mengadakan peringatan Hijrah Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah.
📛 Peringatan yang semacam ini tidaklah berjalan di atas sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan hal tersebut menentang dan menyelisihi (bimbingan beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam) karena tidak pernah sekalipun beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam merayakannya, tidak pula mengajak, atau menghasung umat ini untuk merayakannya.
📛 Peringatan tersebut juga tidak didasari bimbingan generasi Salafush Shalih yang hidup pada tiga abad utama – yang terdepan adalah para Shahabat radhiyallahu ‘anhum –karena mereka sendiri tidak merayakannya, tidak pula mengajak umat yang hidup di zaman mereka ataupun setelah mereka untuk merayakannya.
📛 Peringatan tersebut juga tidak berjalan di atas bimbingan para ulama madzhab yang empat : Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’i, Ahmad rahimahumullah tidak pula Ulama-ulama Islam terdahulu selain mereka, tidak pula mengikuti mereka, karena mereka tidak pernah memperingatinya, mengajak, menghasung siapapun untuk merayakannya.
⚠️ Para Ulama yang berilmu tentang nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah menghukumi permasalahan sesuai dengan hakekatnya (yaitu peringatan tersebut adalah) BID'AH, dan bid’ah merupakan diantara perkara haram paling yang besar dan yang paling besar kejahatannya. Sebuah hadits yang telah sah dari Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memperingatkan dari kebid’ahan dalam khutbah-khutbah beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam :
🔖 Artinya : “Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam syariat agama ini, dan semua bi’dah adalah sesat”
Begitu pula dalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbah perpisahannya :
🔖 Artinya : “Waspadalah kalian dari perkara yang diada-adakan dalam agama karena perkara yang diada-adakan tersebut adalah bid’ah, dan semua bid’ah adlah sesat”
Sebuah riwayat yang telah sah dari Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata :
🔖 Artinya : “Sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam agama, ketahuilah bahwasannya perkara yang diada-adakan tersebut adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat dan semua kesesatan tempatnya adalah di an-Naar”
👉🏻💥 Tidak diragukan lagi bahwasannya semua hal yang tersifati dengan kejelekan, kesesatan, ancaman dengan an-Naar (nereka) merupakan perkara yang keliru, jelek, haram, dan mungkar.
dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Di antara perkara-perkara haram tersebut adalah :
🎉❌ Perayaan di masjid-masjid, di rumah-rumah, di tempat-tempat peristirahatan/rekreasi/wisata, di jalan-jalan, atau tempat-tempat lainnya, dengan mengadakan peringatan Hijrah Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah.
📛 Peringatan yang semacam ini tidaklah berjalan di atas sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan hal tersebut menentang dan menyelisihi (bimbingan beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam) karena tidak pernah sekalipun beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam merayakannya, tidak pula mengajak, atau menghasung umat ini untuk merayakannya.
📛 Peringatan tersebut juga tidak didasari bimbingan generasi Salafush Shalih yang hidup pada tiga abad utama – yang terdepan adalah para Shahabat radhiyallahu ‘anhum –karena mereka sendiri tidak merayakannya, tidak pula mengajak umat yang hidup di zaman mereka ataupun setelah mereka untuk merayakannya.
📛 Peringatan tersebut juga tidak berjalan di atas bimbingan para ulama madzhab yang empat : Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’i, Ahmad rahimahumullah tidak pula Ulama-ulama Islam terdahulu selain mereka, tidak pula mengikuti mereka, karena mereka tidak pernah memperingatinya, mengajak, menghasung siapapun untuk merayakannya.
⚠️ Para Ulama yang berilmu tentang nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah menghukumi permasalahan sesuai dengan hakekatnya (yaitu peringatan tersebut adalah) BID'AH, dan bid’ah merupakan diantara perkara haram paling yang besar dan yang paling besar kejahatannya. Sebuah hadits yang telah sah dari Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memperingatkan dari kebid’ahan dalam khutbah-khutbah beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam :
🔖 Artinya : “Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam syariat agama ini, dan semua bi’dah adalah sesat”
Begitu pula dalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbah perpisahannya :
🔖 Artinya : “Waspadalah kalian dari perkara yang diada-adakan dalam agama karena perkara yang diada-adakan tersebut adalah bid’ah, dan semua bid’ah adlah sesat”
Sebuah riwayat yang telah sah dari Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata :
🔖 Artinya : “Sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam agama, ketahuilah bahwasannya perkara yang diada-adakan tersebut adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat dan semua kesesatan tempatnya adalah di an-Naar”
👉🏻💥 Tidak diragukan lagi bahwasannya semua hal yang tersifati dengan kejelekan, kesesatan, ancaman dengan an-Naar (nereka) merupakan perkara yang keliru, jelek, haram, dan mungkar.
dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔞💥 DARI MANA ASAL USUL PERINGATAN TAHUN BARU HIJIRIYAH??!
🔐 Ketahuilah –mudah-mudahan Allah meluruskan kalian semua- bahwa peringatan semacam ini merupakan tasyabbuh (meniru) 2 kelompok manusia :
❎ Orang-orang kafir – apapun agamanya – di mana adat yang berlaku bagi mereka memperingati kejadian-kejadian, peristiwa di hari-hari tertentu, dan perubahan keadaan.
❎ Orang-orang sesat dan menyimpang semisal kelompok Batiniyah, Syi’ah Rafidhah, dan yang setipe dengan mereka. Merekalah pencetus pertama adanya berbagai perayaan dan peringatan (yang tidak ada bimbingan dalam agama) di negeri Muslimin.
Seorang yang sangat Faqih bermadzhab Syafi’iy, sekaligus pakar sejarah yang berasa dari negeri Mesir, yang dikenal dengan al-Miqrizy menjelaskan dalam kitabnya “al-Khithath” :
🎉🎊❌ “Peringatan tahun baru Hijriyah merupakan salah satu dari serangkaian perayaan Daulah al-‘Ubaidiyah penganut agama Bathiniyah Isma’ilyah yang sejatinya adalah Syi’ah Rafidhah sekaligus Khawarij, yang berkuasa di negeri Maroko dan Mesir.
🔪 Daulah ini melakukan berbagai kejahatan terhadap para ulama, para mu’adzin, para penduduk negeri tersebut yang tidak bisa digambarkan seperti pembunuhan, mutilasi (memotong-motong bagian anggota badan), menawan orang-orang perempuan, menjarah harta, merusak milik orang lain, menghancurkan dan membakarnya.
🔥 Bahkan di antara para pembesarnya ada yang mengklaim derajat Rububiyah (yakni mengaku sebagai Tuhan).
🔨 Di antara para pembesar tersebut ada yang terang-terangan mencela para Nabi dan para shahabat, bahkan memerintahkan untuk menuliskan celaan-celaan terhadap para sahabat di pintu-pintu masjid!!
💉 Adapula yang memerintahkan untuk membakar mushaf-mushaf dan masjid-masjid Ahlus Sunnah!!"
👉🏻 Bahkan dijelaskan oleh Ahli Sejarahnya kaum muslimin, yaitu Syamsuddin adz-Dzahabi ad-Dimasyqiy asy-Syafi’iy rahimahullah di dalam kitab beliau “Siyar A’lamin Nubala” bahwasannya mereka
👉🏻🔥 memutarbalikkan Islam, menampakkan (aqidah) Rafidhah, menyembunyikan madzhab Isma’iliyyah (salah satu sekte bathiniyyah).”
Dinukilkan dari al-Qadhi ‘Iyadh al-Maliky rahimahullah, menjelaskan keadaan mereka :
👊🏻📚 “Para Ulama negeri al-Qairawan sepakat bahwasannya keadaan Bani ‘Ubaid adalah sama dengan keadaan orang-orang MURTAD dan orang –orang ZINDIQ.”
Tidak ada keraguan lagi bahwa meniru dua kelompok diatas merupakan kejelekan, kerugian serta kebinasaan bagi pelakunya. Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
🔖 Artinya : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka, dia termasuk dari mereka (kaum tersebut).”
🌍 Seorang pecinta Sunnah dan mencintai Nabi umat ini Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia, menghormati beliau dan para shahabatnya serta menganggungkannya, AKANKAH DIA RELA MENJADIKAN kaum tersebut yang demikian perbuatan dan sepak terjangnya, yang demikian sejarah kejahatannya, sebagai SURI TAULADANNYA dan PANUTANNYA dalam mengada-adakan acara tersebut??!
🌘 Kami –walhamdulillah- dalam peringatan semacam ini dan selainnya, senantiasa bersuri tauladan kepada Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, para Tabi’in dan generasi awal umat ini. MAKA KAMI PUN MENINGGALKAN DAN MENJAUHINYA SEBAGAIMANA MEREKA MENJAUHINYA dan TIDAK MELAKUKANNYA, dengan harapan kami termasuk dari mereka. Kami tidak akan meniru orang-orang kafir, tidak pula meniru orang-orang sesat dan menyimpang dari kalangan al-Bathiniyah al-Isma’ilyah ar-Rafidhah al-Khorijiyah.
Bagi siapa saja yang memiliki akal dan pikiran yang bersih, perlu diketahui bahwa peristiwa hijrahnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam TIDAKLAH TERJADI pada bulan Muharram, tidak pula di hari pertama bulan tersebut. Sebagaimana disebutkan oleh ahli sejarah, peristiwa hijrah tersebut terjadi pada bulan Rabi’ al-Awal.
✏📆 Adapun apa yang dilakukan di kalangan shahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka itu hanya sebatas penentuan tahun Islamiyah dengan tahun Hijrah, yaitu menjadikan peristiwa sebagai tahun pertama, bukan menentukan hari Hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan hari tersebut adalah hari pertama dalam setahun.
🔐 Ketahuilah –mudah-mudahan Allah meluruskan kalian semua- bahwa peringatan semacam ini merupakan tasyabbuh (meniru) 2 kelompok manusia :
❎ Orang-orang kafir – apapun agamanya – di mana adat yang berlaku bagi mereka memperingati kejadian-kejadian, peristiwa di hari-hari tertentu, dan perubahan keadaan.
❎ Orang-orang sesat dan menyimpang semisal kelompok Batiniyah, Syi’ah Rafidhah, dan yang setipe dengan mereka. Merekalah pencetus pertama adanya berbagai perayaan dan peringatan (yang tidak ada bimbingan dalam agama) di negeri Muslimin.
Seorang yang sangat Faqih bermadzhab Syafi’iy, sekaligus pakar sejarah yang berasa dari negeri Mesir, yang dikenal dengan al-Miqrizy menjelaskan dalam kitabnya “al-Khithath” :
🎉🎊❌ “Peringatan tahun baru Hijriyah merupakan salah satu dari serangkaian perayaan Daulah al-‘Ubaidiyah penganut agama Bathiniyah Isma’ilyah yang sejatinya adalah Syi’ah Rafidhah sekaligus Khawarij, yang berkuasa di negeri Maroko dan Mesir.
🔪 Daulah ini melakukan berbagai kejahatan terhadap para ulama, para mu’adzin, para penduduk negeri tersebut yang tidak bisa digambarkan seperti pembunuhan, mutilasi (memotong-motong bagian anggota badan), menawan orang-orang perempuan, menjarah harta, merusak milik orang lain, menghancurkan dan membakarnya.
🔥 Bahkan di antara para pembesarnya ada yang mengklaim derajat Rububiyah (yakni mengaku sebagai Tuhan).
🔨 Di antara para pembesar tersebut ada yang terang-terangan mencela para Nabi dan para shahabat, bahkan memerintahkan untuk menuliskan celaan-celaan terhadap para sahabat di pintu-pintu masjid!!
💉 Adapula yang memerintahkan untuk membakar mushaf-mushaf dan masjid-masjid Ahlus Sunnah!!"
👉🏻 Bahkan dijelaskan oleh Ahli Sejarahnya kaum muslimin, yaitu Syamsuddin adz-Dzahabi ad-Dimasyqiy asy-Syafi’iy rahimahullah di dalam kitab beliau “Siyar A’lamin Nubala” bahwasannya mereka
👉🏻🔥 memutarbalikkan Islam, menampakkan (aqidah) Rafidhah, menyembunyikan madzhab Isma’iliyyah (salah satu sekte bathiniyyah).”
Dinukilkan dari al-Qadhi ‘Iyadh al-Maliky rahimahullah, menjelaskan keadaan mereka :
👊🏻📚 “Para Ulama negeri al-Qairawan sepakat bahwasannya keadaan Bani ‘Ubaid adalah sama dengan keadaan orang-orang MURTAD dan orang –orang ZINDIQ.”
Tidak ada keraguan lagi bahwa meniru dua kelompok diatas merupakan kejelekan, kerugian serta kebinasaan bagi pelakunya. Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
🔖 Artinya : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka, dia termasuk dari mereka (kaum tersebut).”
🌍 Seorang pecinta Sunnah dan mencintai Nabi umat ini Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia, menghormati beliau dan para shahabatnya serta menganggungkannya, AKANKAH DIA RELA MENJADIKAN kaum tersebut yang demikian perbuatan dan sepak terjangnya, yang demikian sejarah kejahatannya, sebagai SURI TAULADANNYA dan PANUTANNYA dalam mengada-adakan acara tersebut??!
🌘 Kami –walhamdulillah- dalam peringatan semacam ini dan selainnya, senantiasa bersuri tauladan kepada Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, para Tabi’in dan generasi awal umat ini. MAKA KAMI PUN MENINGGALKAN DAN MENJAUHINYA SEBAGAIMANA MEREKA MENJAUHINYA dan TIDAK MELAKUKANNYA, dengan harapan kami termasuk dari mereka. Kami tidak akan meniru orang-orang kafir, tidak pula meniru orang-orang sesat dan menyimpang dari kalangan al-Bathiniyah al-Isma’ilyah ar-Rafidhah al-Khorijiyah.
Bagi siapa saja yang memiliki akal dan pikiran yang bersih, perlu diketahui bahwa peristiwa hijrahnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam TIDAKLAH TERJADI pada bulan Muharram, tidak pula di hari pertama bulan tersebut. Sebagaimana disebutkan oleh ahli sejarah, peristiwa hijrah tersebut terjadi pada bulan Rabi’ al-Awal.
✏📆 Adapun apa yang dilakukan di kalangan shahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka itu hanya sebatas penentuan tahun Islamiyah dengan tahun Hijrah, yaitu menjadikan peristiwa sebagai tahun pertama, bukan menentukan hari Hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan hari tersebut adalah hari pertama dalam setahun.
[ dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid ]
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
❌📵 DOA PENUTUP TAHUN atau PEMBUKA TAHUN
Perkara Haram lainnya :
💥🗓 Pengkhususan hari Jumat terakhir di setiap tahun dengan tambahan amalan ibadah dan ketaatan. Begitupula pengkhususan dengan dipanjatkan doa tertentu yang biasa disebut dengan DO’A PENUTUP TAHUN atau DO’A PEMBUKAAN TAHUN. Do’a tersebut dipanjatkan pada sujud terakhir atau setelah ruku’ di shalat terakhir di penghujung tahun atau shalat pertama yang ditunaikan di Tahun Baru. Atau terkadang dipanjatkan di tempat-tempat diadakannya peringatan hari Hijrah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam tersebut dan disebarluaskan oleh orang-orang bodoh melalui SMS, WhatsApp, Facebook, e-mail, atau situs-situs internet.
🚫 Tidak diragukan lagi keharaman pengkhususan tersebut, karena pengkhususan itu tidak disebutkan sedikitpun tuntunannya baik dari Al-Quran maupun dari As-Sunnah an-Nabawiyah, tidak pula dilakukan oleh Salaf –utamanya para Shahabat radhiyallahu ‘anhum- tidak pula diajarkan oleh para Ulama Madzhab yang 4 atau para Ulama Ahli Fiqih dan Ahli Hadits lainnya di zaman mereka.
Jika amalan tersebut dicintai oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wa sallam, atau baik bagi seorang muslim untuk melakukannya, atau dijanjikan ganjaran pahala baginya, niscaya mereka adalah orang-orang di baris terdepan dalam mengamalkan dan mendakwahkannya.
dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Perkara Haram lainnya :
💥🗓 Pengkhususan hari Jumat terakhir di setiap tahun dengan tambahan amalan ibadah dan ketaatan. Begitupula pengkhususan dengan dipanjatkan doa tertentu yang biasa disebut dengan DO’A PENUTUP TAHUN atau DO’A PEMBUKAAN TAHUN. Do’a tersebut dipanjatkan pada sujud terakhir atau setelah ruku’ di shalat terakhir di penghujung tahun atau shalat pertama yang ditunaikan di Tahun Baru. Atau terkadang dipanjatkan di tempat-tempat diadakannya peringatan hari Hijrah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam tersebut dan disebarluaskan oleh orang-orang bodoh melalui SMS, WhatsApp, Facebook, e-mail, atau situs-situs internet.
🚫 Tidak diragukan lagi keharaman pengkhususan tersebut, karena pengkhususan itu tidak disebutkan sedikitpun tuntunannya baik dari Al-Quran maupun dari As-Sunnah an-Nabawiyah, tidak pula dilakukan oleh Salaf –utamanya para Shahabat radhiyallahu ‘anhum- tidak pula diajarkan oleh para Ulama Madzhab yang 4 atau para Ulama Ahli Fiqih dan Ahli Hadits lainnya di zaman mereka.
Jika amalan tersebut dicintai oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wa sallam, atau baik bagi seorang muslim untuk melakukannya, atau dijanjikan ganjaran pahala baginya, niscaya mereka adalah orang-orang di baris terdepan dalam mengamalkan dan mendakwahkannya.
dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid
📥sumber : http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
#خطبة_جمعة بعنوان:
🌙🌠 ( #نهاية_العام نصائح وأحكام )
ألقاها الشيخ د. #خالد_الظفيري
🔊 #صوتيات_ميراث_الأنبياء
📥 http://miraath.net/sounds/cf6745ca8164b1d6ca652911ea95e8d7.mp3
📲 3.54 MB
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌙🌠 ( #نهاية_العام نصائح وأحكام )
ألقاها الشيخ د. #خالد_الظفيري
🔊 #صوتيات_ميراث_الأنبياء
📥 http://miraath.net/sounds/cf6745ca8164b1d6ca652911ea95e8d7.mp3
📲 3.54 MB
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🎯🍶🍊 MENDIDIK ANAK-ANAK DENGAN ADAB ISLAM/TARBIYAH ISLAMIYYAH SEJAK DINI, APAKAH TERMASUK BERLEBIHAN/KERAS?
📬 Tanya :
"Terkait dengan anak-anakku yang masih kecil, apakah mengajari mereka dengan adab-adab Islami, dan mengharuskan anak-anak kecil yang putri dengan pakaian-pakaian Islami. Apakah ini termasuk sikap keras?
Jika perbuatanku ini benar, apakah dalilnya dari al-Qur'an dan as-Sunnah?
🔑 Jawab :
"Apa yang Anda sebutkan, yaitu mengharuskan anak-anak putri memakai pakain yang longgar dan tertutup, membiasakan mereka dengan pakaian tersebut sejak kecil, INI BUKAN SIKAP KERAS/BERLEBIHAN.
🍋 Justru Anda DI ATAS AL-HAQ (Kebenaran) DALAM MEN-TARBIYAH (mendidik) mereka dengan TARBIYAH ISLAMIYYAH.
Wabillahi at-Taufiq. Wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Aalihi wa Shahbihi wa Sallam
📜 al-Lajnah ad-Da'imah li al-Buhuts al-'Ilmiyyah wa al-Ifta wa al-Fatwa (10362)
💺 Ketua : 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baz
السؤال :
بالنسبة لأولادي الصغار: هل تعليمهم آداب الإسلام،
وإلزام البنات منهم الصغار بالملابس الإسلامية، هل يعتبر ذلك تشددا؟
وإذا كان فعلي هذا صحيحا فما الدليل عليه من الكتاب والسنة؟
الجواب :
ما ذكرتيه من إلزام البنات بالملابس الواسعة والساترة،
وتعودهن على ذلك من الصغر، هذا ليس من التشدد، بل أنت على حق
في تربيتهم التربية الإسلامية.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
~
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء في الفتوى رقم (10362)
عضو نائب الرئيس الرئيس
عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📬 Tanya :
"Terkait dengan anak-anakku yang masih kecil, apakah mengajari mereka dengan adab-adab Islami, dan mengharuskan anak-anak kecil yang putri dengan pakaian-pakaian Islami. Apakah ini termasuk sikap keras?
Jika perbuatanku ini benar, apakah dalilnya dari al-Qur'an dan as-Sunnah?
🔑 Jawab :
"Apa yang Anda sebutkan, yaitu mengharuskan anak-anak putri memakai pakain yang longgar dan tertutup, membiasakan mereka dengan pakaian tersebut sejak kecil, INI BUKAN SIKAP KERAS/BERLEBIHAN.
🍋 Justru Anda DI ATAS AL-HAQ (Kebenaran) DALAM MEN-TARBIYAH (mendidik) mereka dengan TARBIYAH ISLAMIYYAH.
Wabillahi at-Taufiq. Wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Aalihi wa Shahbihi wa Sallam
📜 al-Lajnah ad-Da'imah li al-Buhuts al-'Ilmiyyah wa al-Ifta wa al-Fatwa (10362)
💺 Ketua : 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baz
السؤال :
بالنسبة لأولادي الصغار: هل تعليمهم آداب الإسلام،
وإلزام البنات منهم الصغار بالملابس الإسلامية، هل يعتبر ذلك تشددا؟
وإذا كان فعلي هذا صحيحا فما الدليل عليه من الكتاب والسنة؟
الجواب :
ما ذكرتيه من إلزام البنات بالملابس الواسعة والساترة،
وتعودهن على ذلك من الصغر، هذا ليس من التشدد، بل أنت على حق
في تربيتهم التربية الإسلامية.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
~
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء في الفتوى رقم (10362)
عضو نائب الرئيس الرئيس
عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🛍🍊👍🏻 PENGAJAR YANG TULUS MEMBERIKAN NASIHAT
al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah,
📚 "Pengajar yang Nashih (tulus memberikan nasihat) adalah yang memadukan antara :
√ Pengajaran, dan
√ Tarbiyah (Pembinaan dan pendidikan) yang baik.
Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."
يقول العلامة #ابن_عثيمين رحمه الله :
( #المعلم الناصح من يجمع بين #التعليم و #التريية الحسنة ، والله يحب المحسنين )
Lihat Tweet @AbuZeiad470: https://twitter.com/AbuZeiad470/status/782308500718387200?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah,
📚 "Pengajar yang Nashih (tulus memberikan nasihat) adalah yang memadukan antara :
√ Pengajaran, dan
√ Tarbiyah (Pembinaan dan pendidikan) yang baik.
Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."
يقول العلامة #ابن_عثيمين رحمه الله :
( #المعلم الناصح من يجمع بين #التعليم و #التريية الحسنة ، والله يحب المحسنين )
Lihat Tweet @AbuZeiad470: https://twitter.com/AbuZeiad470/status/782308500718387200?s=09
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Twitter
ابو زياد خالد باقيس
يقول العلامة #ابن_عثيمين رحمه الله : ( #المعلم الناصح من يجمع بين #التعليم و #التريية الحسنة ، والله يحب المحسنين ) .
🔵🔴 مقال جديد للعلامة الشيخ: ربيع المدخلي
🖇🔎 تصريحات شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله بتواتر أحاديث الشفاعة وأنه يخرج من النار من كان في قلبه مثقال ذرة من إيمان.
🌍 موقع الشيخ
http://rabee.net/ar/articles.php?cat=8&id=322
🌍 شبكة سحاب
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=161008
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🖇🔎 تصريحات شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله بتواتر أحاديث الشفاعة وأنه يخرج من النار من كان في قلبه مثقال ذرة من إيمان.
🌍 موقع الشيخ
http://rabee.net/ar/articles.php?cat=8&id=322
🌍 شبكة سحاب
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=161008
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🍊🛍 AQIDAH SALAFUSH SHALIH : ALLAH BERADA DI LANGIT DI ATAS ARSY-NYA
🌷 al-Imam 'Abdullah Ibnul Mubarak (w. 181 H) — salah seorang imam besar di kalangan Tabi'it Tabi'in —
🍋 Ada yang bertanya kepada beliau, "Bagaimana seharusnya kita mengenal Rabb kita?"
🔑 al-Imam Ibnul Mubarak menjawab,
✅ "Dia (Allah) berada di atas langit ketujuh, di atas 'Arsy-Nya.
❌ Kita tidak meyakini seperti keyakinan kelompok Jahmiyah : bahwa Allah di sini berada di bumi."
📚 Siyar A'lam an-Nubala' 8/403
قيل لابن المبارك: كيف ينبغي لنا أن نعرف ربنا؟
قال: على السماء السابعة على عرشه
ولا نقول كما تقول الجهمية: إنه ها هنا في الأرض
.
السير ٨/ ٤٠٣
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌷 al-Imam 'Abdullah Ibnul Mubarak (w. 181 H) — salah seorang imam besar di kalangan Tabi'it Tabi'in —
🍋 Ada yang bertanya kepada beliau, "Bagaimana seharusnya kita mengenal Rabb kita?"
🔑 al-Imam Ibnul Mubarak menjawab,
✅ "Dia (Allah) berada di atas langit ketujuh, di atas 'Arsy-Nya.
❌ Kita tidak meyakini seperti keyakinan kelompok Jahmiyah : bahwa Allah di sini berada di bumi."
📚 Siyar A'lam an-Nubala' 8/403
قيل لابن المبارك: كيف ينبغي لنا أن نعرف ربنا؟
قال: على السماء السابعة على عرشه
ولا نقول كما تقول الجهمية: إنه ها هنا في الأرض
.
السير ٨/ ٤٠٣
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🍒🍋📚 DEMI PERSATUAN, WAJIB DI ATAS MANHAJ YANG SATU : MANHAJ SALAF
🍃 Al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,
🕌"Wajib atas kita berada di atas satu manhaj, yaitu manhaj al-Qur'an, as-Sunnah, dan generasi salaf umat ini.
Itulah manhaj yang shahih, wajib atas kita untuk berjalan di atasnya, baik dalam dakwah kita ke jalan Allah, dalam amal kita, maupun dalam ilmu kita, dan dalam semua urusan kita.
✅🌍 Jika kita berpegang dengan prinsip ini, maka tidak akan ada perselisihan, permusuhan, maupun perpecahan.
👉🏻 Perpecahan itu terjadi karena menyelisihi manhaj tersebut, serta menempuh manhaj lain. Inilah yang menimbulkan perpecahan dan perselisihan."
📚 al-Muntaqa min Fatawa al-Fauzan
الواجب أن نكون على منهج واحد، منهج الكتاب والسُّنَّة وسلف هذه الأمة، وهو المنهج الصَّحيح الذي يجب أن نسير عليه في دعوتنا إلى الله، وفي عملنا، وفي علمنا، وفي جميع أمورنا، لو أخذنا بهذا؛ لم يحصل اختلافٌ، ولم يحصل عداوات، ولم يحصل تفرُّقٌ، إنما يحصل التَّفرُّقُ من مخالفة هذا المنهج، والتماس مناهج أخرى، هذا هو الذي يوجب التفرق واختلاف.
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=105480
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🍃 Al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,
🕌"Wajib atas kita berada di atas satu manhaj, yaitu manhaj al-Qur'an, as-Sunnah, dan generasi salaf umat ini.
Itulah manhaj yang shahih, wajib atas kita untuk berjalan di atasnya, baik dalam dakwah kita ke jalan Allah, dalam amal kita, maupun dalam ilmu kita, dan dalam semua urusan kita.
✅🌍 Jika kita berpegang dengan prinsip ini, maka tidak akan ada perselisihan, permusuhan, maupun perpecahan.
👉🏻 Perpecahan itu terjadi karena menyelisihi manhaj tersebut, serta menempuh manhaj lain. Inilah yang menimbulkan perpecahan dan perselisihan."
📚 al-Muntaqa min Fatawa al-Fauzan
الواجب أن نكون على منهج واحد، منهج الكتاب والسُّنَّة وسلف هذه الأمة، وهو المنهج الصَّحيح الذي يجب أن نسير عليه في دعوتنا إلى الله، وفي عملنا، وفي علمنا، وفي جميع أمورنا، لو أخذنا بهذا؛ لم يحصل اختلافٌ، ولم يحصل عداوات، ولم يحصل تفرُّقٌ، إنما يحصل التَّفرُّقُ من مخالفة هذا المنهج، والتماس مناهج أخرى، هذا هو الذي يوجب التفرق واختلاف.
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=105480
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌠🕌🌷 KAPAN DAULAH ISLAMIYYAH AKAN BERDIRI?
asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
🍋 "Apabila as-Sunnah dan Manhaj Salaf memimpin para muda umat, maka pasti akan tegaklah Daulah (negara) Islam."
📚 al-Ijabaat al-Jaliyyah 'an al-Qadhaya al-Manhajiyyah, 21
إذا سادت السُّنة ومنهج السلف في شباب الأمه قامت دولة الإسلام قطعاً .
الإجابات الجليَّة عن القضايا المنهجيَّة ٢١
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
🍋 "Apabila as-Sunnah dan Manhaj Salaf memimpin para muda umat, maka pasti akan tegaklah Daulah (negara) Islam."
📚 al-Ijabaat al-Jaliyyah 'an al-Qadhaya al-Manhajiyyah, 21
إذا سادت السُّنة ومنهج السلف في شباب الأمه قامت دولة الإسلام قطعاً .
الإجابات الجليَّة عن القضايا المنهجيَّة ٢١
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~