✈1⃣🇲🇨🕋 TUNTUNAN MANASIK HAJI
[ Terutama Untuk Jama'ah Haji Indonesia ]
✍🏻 al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc hafizhahullah
🛍🌙 Ibadah haji ada tiga jenis;
• Tamattu’,
• Qiran, dan
• Ifrad.
🇲🇨 Bagi penduduk Indonesia, haji yang afdhal adalah haji Tamattu’.
Hal itu karena mayoritas mereka tidak ada yang berangkat haji dengan membawa hewan kurban. Walhamdulillah, selama ini mayoritas jamaah haji Indonesia berhaji dengan jenis haji tersebut. Maka dari itu akan sangat tepat bila kajian kali ini lebih difokuskan pada tatacara menunaikan haji Tamattu’.
🔺 Saudaraku, jamaah haji Indonesia –menurut kebiasaan– terbagi menjadi dua kelompok.
🛬 Kelompok pertama akan berangkat ke kota Madinah terlebih dahulu, dan setelah tinggal beberapa hari di sana, barulah berangkat ke kota suci Makkah. Sehingga untuk jamaah haji kelompok pertama ini, start ibadah hajinya dari kota Madinah dan miqatnya adalah Dzul Hulaifah.
🛬 Adapun kelompok kedua, mereka akan langsung menuju kota Makkah, dan miqatnya adalah Yalamlam yang jarak tempuhnya sekitar 10 menit sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Sehingga start ibadah hajinya (niat ihramnya) sejak berada di atas pesawat terbang.
🕌 Adapun manasik haji Tamattu’ yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut:
1⃣ Bila anda telah berada di miqat, maka mandilah sebagaimana mandi janabat, dan pakailah wewangian pada tubuh anda bila memungkinkan. Mandi tersebut juga berlaku bagi wanita yang haidh dan nifas.
⚠👉🏻 Untuk kelompok kedua yang niat ihramnya dimulai ketika di atas pesawat terbang, maka mandinya bisa dilakukan di tempat tinggal terakhirnya menjelang penerbangannya.
2⃣ Kemudian pakailah kain ihram yang terdiri dari dua helai (yang afdhal berwana putih); sehelai disarungkan pada tubuh bagian bawah dan yang sehelai lagi diselempangkan pada tubuh bagian atas.
⚠👉🏻 Untuk kelompok kedua yang niat ihramnya dimulai ketika di atas pesawat terbang, maka pakaian ihramnya bisa dikenakan menjelang naik pesawat terbang atau setelah berada di atas pesawat terbang, dengan jeda waktu yang agak lama dengan miqatnya agar ketika melewati miqat dalam kondisi telah mengenakan pakaian ihramnya.
👛 Adapun wanita, tidaklah mengenakan pakaian ihram tersebut di atas, akan tetapi mengenakan pakaian yang biasa dikenakannya dengan kriteria menutup aurat dan sesuai dengan batasan-batasan syar’i.
⛱ bersambung, insya Allah ....
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
[ Terutama Untuk Jama'ah Haji Indonesia ]
✍🏻 al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc hafizhahullah
🛍🌙 Ibadah haji ada tiga jenis;
• Tamattu’,
• Qiran, dan
• Ifrad.
🇲🇨 Bagi penduduk Indonesia, haji yang afdhal adalah haji Tamattu’.
Hal itu karena mayoritas mereka tidak ada yang berangkat haji dengan membawa hewan kurban. Walhamdulillah, selama ini mayoritas jamaah haji Indonesia berhaji dengan jenis haji tersebut. Maka dari itu akan sangat tepat bila kajian kali ini lebih difokuskan pada tatacara menunaikan haji Tamattu’.
🔺 Saudaraku, jamaah haji Indonesia –menurut kebiasaan– terbagi menjadi dua kelompok.
🛬 Kelompok pertama akan berangkat ke kota Madinah terlebih dahulu, dan setelah tinggal beberapa hari di sana, barulah berangkat ke kota suci Makkah. Sehingga untuk jamaah haji kelompok pertama ini, start ibadah hajinya dari kota Madinah dan miqatnya adalah Dzul Hulaifah.
🛬 Adapun kelompok kedua, mereka akan langsung menuju kota Makkah, dan miqatnya adalah Yalamlam yang jarak tempuhnya sekitar 10 menit sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Sehingga start ibadah hajinya (niat ihramnya) sejak berada di atas pesawat terbang.
🕌 Adapun manasik haji Tamattu’ yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut:
1⃣ Bila anda telah berada di miqat, maka mandilah sebagaimana mandi janabat, dan pakailah wewangian pada tubuh anda bila memungkinkan. Mandi tersebut juga berlaku bagi wanita yang haidh dan nifas.
⚠👉🏻 Untuk kelompok kedua yang niat ihramnya dimulai ketika di atas pesawat terbang, maka mandinya bisa dilakukan di tempat tinggal terakhirnya menjelang penerbangannya.
2⃣ Kemudian pakailah kain ihram yang terdiri dari dua helai (yang afdhal berwana putih); sehelai disarungkan pada tubuh bagian bawah dan yang sehelai lagi diselempangkan pada tubuh bagian atas.
⚠👉🏻 Untuk kelompok kedua yang niat ihramnya dimulai ketika di atas pesawat terbang, maka pakaian ihramnya bisa dikenakan menjelang naik pesawat terbang atau setelah berada di atas pesawat terbang, dengan jeda waktu yang agak lama dengan miqatnya agar ketika melewati miqat dalam kondisi telah mengenakan pakaian ihramnya.
👛 Adapun wanita, tidaklah mengenakan pakaian ihram tersebut di atas, akan tetapi mengenakan pakaian yang biasa dikenakannya dengan kriteria menutup aurat dan sesuai dengan batasan-batasan syar’i.
⛱ bersambung, insya Allah ....
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
✈2⃣🇲🇨🕋 TUNTUNAN MANASIK HAJI
[ Terutama Untuk Jama'ah Haji Indonesia ]
✍🏻 al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc hafizhahullah
3⃣ Kemudian (ketika berada di miqat) berniatlah ihram untuk melakukan umrah dengan mengatakan:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
“Kusambut panggilan-Mu untuk melakukan umrah.”
Kemudian dilanjutkan dengan ucapan talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
“Kusambut panggilan-Mu Ya Allah, kusambut panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kerajaan hanyalah milik-Mu tiada sekutu bagi-Mu.”
🚍 Perbanyaklah bacaan talbiyah (umrah) ini dengan suara yang lantang sepanjang perjalanan ke Makkah, dan berhentilah dari talbiyah ketika menjelang thawaf.
📛 Hindarilah talbiyah secara bersama-sama (berjamaah), karena yang demikian itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum.
📋 Di antara hal-hal yang harus diperhatikan ketika berihram adalah sebagai berikut:
▫ Menjalankan segala apa yang telah diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti shalat lima waktu dan kewajiban-kewajiban yang lainnya.
▫ Meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di antaranya; kesyirikan, perkataan kotor, kefasikan, berdebat dengan kebatilan, dan kemaksiatan lainnya.
▫Tidak boleh mencabut rambut atau pun kuku, namun tidak mengapa bila rontok atau terkelupas tanpa sengaja.
▫ Tidak boleh mengenakan wewangian baik pada tubuh ataupun kain ihram. Dan tidak mengapa adanya bekas wewangian yang dikenakan sebelum melafazhkan niat ihram.
▫ Tidak boleh berburu atau pun membantu orang yang berburu.
▫ Tidak boleh mencabut tanaman yang ada di tanah suci, tidak boleh meminang wanita, menikah, atau pun menikahkan.
▫ Tidak boleh menutup kepala dengan sesuatu yang menyentuh (kepala tersebut) dan tidak mengapa untuk memakai payung, berada di bawah pohon, ataupun atap kendaraan.
▫ Tidak boleh memakai pakaian yang sisi-sisinya melingkupi tubuh (baju, kaos), imamah (sorban), celana, dan lain sebagainya.
▫ Diperbolehkan untuk memakai sandal, cincin, kacamata, walkman, jam tangan, sabuk, dan tas yang digunakan untuk menyimpan uang, data penting dan yang lainnya.
▫ Diperbolehkan juga untuk mengganti kain yang dipakai atau mencucinya, sebagaimana pula diperbolehkan membasuh kepala dan anggota tubuh lainnya.
▫ Tidak boleh (bagi yang sudah berniat haji) melewati miqatnya dalam keadaan tidak mengenakan pakaian ihram.
🕹 Apabila larangan-larangan ihram tersebut dilanggar, maka dikenakan dam (denda) dengan menyembelih hewan kurban (seekor kambing/sepertujuh unta/sepertujuh sapi).
⛱ bersambung, insya Allah ....
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
[ Terutama Untuk Jama'ah Haji Indonesia ]
✍🏻 al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc hafizhahullah
3⃣ Kemudian (ketika berada di miqat) berniatlah ihram untuk melakukan umrah dengan mengatakan:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
“Kusambut panggilan-Mu untuk melakukan umrah.”
Kemudian dilanjutkan dengan ucapan talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
“Kusambut panggilan-Mu Ya Allah, kusambut panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kerajaan hanyalah milik-Mu tiada sekutu bagi-Mu.”
🚍 Perbanyaklah bacaan talbiyah (umrah) ini dengan suara yang lantang sepanjang perjalanan ke Makkah, dan berhentilah dari talbiyah ketika menjelang thawaf.
📛 Hindarilah talbiyah secara bersama-sama (berjamaah), karena yang demikian itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum.
📋 Di antara hal-hal yang harus diperhatikan ketika berihram adalah sebagai berikut:
▫ Menjalankan segala apa yang telah diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti shalat lima waktu dan kewajiban-kewajiban yang lainnya.
▫ Meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di antaranya; kesyirikan, perkataan kotor, kefasikan, berdebat dengan kebatilan, dan kemaksiatan lainnya.
▫Tidak boleh mencabut rambut atau pun kuku, namun tidak mengapa bila rontok atau terkelupas tanpa sengaja.
▫ Tidak boleh mengenakan wewangian baik pada tubuh ataupun kain ihram. Dan tidak mengapa adanya bekas wewangian yang dikenakan sebelum melafazhkan niat ihram.
▫ Tidak boleh berburu atau pun membantu orang yang berburu.
▫ Tidak boleh mencabut tanaman yang ada di tanah suci, tidak boleh meminang wanita, menikah, atau pun menikahkan.
▫ Tidak boleh menutup kepala dengan sesuatu yang menyentuh (kepala tersebut) dan tidak mengapa untuk memakai payung, berada di bawah pohon, ataupun atap kendaraan.
▫ Tidak boleh memakai pakaian yang sisi-sisinya melingkupi tubuh (baju, kaos), imamah (sorban), celana, dan lain sebagainya.
▫ Diperbolehkan untuk memakai sandal, cincin, kacamata, walkman, jam tangan, sabuk, dan tas yang digunakan untuk menyimpan uang, data penting dan yang lainnya.
▫ Diperbolehkan juga untuk mengganti kain yang dipakai atau mencucinya, sebagaimana pula diperbolehkan membasuh kepala dan anggota tubuh lainnya.
▫ Tidak boleh (bagi yang sudah berniat haji) melewati miqatnya dalam keadaan tidak mengenakan pakaian ihram.
🕹 Apabila larangan-larangan ihram tersebut dilanggar, maka dikenakan dam (denda) dengan menyembelih hewan kurban (seekor kambing/sepertujuh unta/sepertujuh sapi).
⛱ bersambung, insya Allah ....
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✈3⃣🇲🇨🕋 TUNTUNAN MANASIK HAJI
[ Terutama Untuk Jama'ah Haji Indonesia ]
✍🏻 al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc hafizhahullah
4. Bila telah tiba di Makkah (di Masjidil Haram) maka pastikan telah bersuci dari hadats (sebagai syarat thawaf, menurut madzhab yang kami pilih).
5. Lalu selempangkanlah pakaian atas ke bawah ketiak kanan, dengan menjadikan pundak kanan terbuka dan pundak kiri tetap tertutup.
6. Kemudian lakukanlah thawaf sebanyak 7 putaran. Dimulai dari Hajar Aswad dengan memosisikan Ka’bah di sebelah kiri anda, sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar.” Dari Hajar Aswad sampai ke Hajar Aswad lagi, terhitung 1 putaran.
📌 Disunnahkan berlari-lari kecil (raml) pada putaran ke-1 hingga ke-3 pada thawaf qudum.
📌 Disunnahkan pula setiap kali mengakhiri putaran (ketika berada di antara 2 rukun: Yamani dan Hajar Aswad) untuk membaca:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan juga kebaikan di akhirat, serta jagalah kami dari adzab api neraka.”
📌 Disunnahkan pula setiap kali tiba di Hajar Aswad untuk mencium atau memegangnya lalu mencium tangan yang digunakan untuk memegang tersebut, atau pun berisyarat saja dengan tangan (tanpa dicium), sambil mengucapkan: “Allahu Akbar” atau “Bismillahi Allahu Akbar”.
📌 Disunnahkan pula setiap kali tiba di Rukun Yamani untuk menyentuh/mengusapnya tanpa dicium dan tanpa bertakbir. Dan bila tidak dapat mengusapnya maka tidak disyariatkan mengusapnya.
📌 Bila terjadi keraguan tentang jumlah putaran Thawaf, maka ambillah hitungan yang paling sedikit.
7. Seusai Thawaf, tutuplah kembali pundak kanan dengan pakaian atas anda, kemudian lakukanlah shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim (tempat berdirinya Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah) walaupun agak jauh darinya. Dan bila kesulitan (tidak memungkinkan) mendapatkan tempat di belakang Maqam Ibrahim maka tidak mengapa shalat di bagian mana saja dari Masjidil Haram. Disunnahkan pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan Al-Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlash.
8. Kemudian minumlah air zam-zam dan siramkan sebagiannya pada kepala.
9. Lalu ciumlah/peganglah Hajar Aswad bila memungkinkan, dan tidak dituntunkan untuk berisyarat kepadanya.
⛱ bersambung, insya Allah ....
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
[ Terutama Untuk Jama'ah Haji Indonesia ]
✍🏻 al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc hafizhahullah
4. Bila telah tiba di Makkah (di Masjidil Haram) maka pastikan telah bersuci dari hadats (sebagai syarat thawaf, menurut madzhab yang kami pilih).
5. Lalu selempangkanlah pakaian atas ke bawah ketiak kanan, dengan menjadikan pundak kanan terbuka dan pundak kiri tetap tertutup.
6. Kemudian lakukanlah thawaf sebanyak 7 putaran. Dimulai dari Hajar Aswad dengan memosisikan Ka’bah di sebelah kiri anda, sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar.” Dari Hajar Aswad sampai ke Hajar Aswad lagi, terhitung 1 putaran.
📌 Disunnahkan berlari-lari kecil (raml) pada putaran ke-1 hingga ke-3 pada thawaf qudum.
📌 Disunnahkan pula setiap kali mengakhiri putaran (ketika berada di antara 2 rukun: Yamani dan Hajar Aswad) untuk membaca:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan juga kebaikan di akhirat, serta jagalah kami dari adzab api neraka.”
📌 Disunnahkan pula setiap kali tiba di Hajar Aswad untuk mencium atau memegangnya lalu mencium tangan yang digunakan untuk memegang tersebut, atau pun berisyarat saja dengan tangan (tanpa dicium), sambil mengucapkan: “Allahu Akbar” atau “Bismillahi Allahu Akbar”.
📌 Disunnahkan pula setiap kali tiba di Rukun Yamani untuk menyentuh/mengusapnya tanpa dicium dan tanpa bertakbir. Dan bila tidak dapat mengusapnya maka tidak disyariatkan mengusapnya.
📌 Bila terjadi keraguan tentang jumlah putaran Thawaf, maka ambillah hitungan yang paling sedikit.
7. Seusai Thawaf, tutuplah kembali pundak kanan dengan pakaian atas anda, kemudian lakukanlah shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim (tempat berdirinya Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah) walaupun agak jauh darinya. Dan bila kesulitan (tidak memungkinkan) mendapatkan tempat di belakang Maqam Ibrahim maka tidak mengapa shalat di bagian mana saja dari Masjidil Haram. Disunnahkan pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan Al-Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlash.
8. Kemudian minumlah air zam-zam dan siramkan sebagiannya pada kepala.
9. Lalu ciumlah/peganglah Hajar Aswad bila memungkinkan, dan tidak dituntunkan untuk berisyarat kepadanya.
⛱ bersambung, insya Allah ....
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
✈4⃣🇲🇨🕋 TUNTUNAN MANASIK HAJI
[ Terutama Untuk Jama'ah Haji Indonesia ]
✍🏻 al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc hafizhahullah
10. Setelah itu pergilah ke bukit Shafa untuk bersa’i. Setiba di Shafa bacalah:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِاللهِ
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu termasuk dari syi’ar-syi’ar Allah.” (Al-Baqarah: 158)
أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ
“Aku memulai (Sa’i) dengan apa yang dimulai oleh Allah (yakni Shafa dahulu kemudian Marwah, pen.).”
11. Kemudian menghadaplah ke arah Ka’bah (dalam keadaan posisi masih di Shafa), lalu ucapkanlah:
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah tiada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya segala kerajaan dan pujian, Dzat yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan serta Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, yang telah menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya dan menghancurkan orang-orang bala tentara kafir tanpa bantuan siapa pun.”
👉🏻 Ini dibaca sebanyak 3 kali. Setiap kali selesai dari salah satunya, disunnahkan untuk berdoa memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala segala apa yang kita inginkan.
12. Setelah itu berangkatlah menuju Marwah, dan ketika lewat di antara dua tanda hijau percepatlah jalan anda lebih dari biasanya. Setiba di Marwah lakukanlah seperti apa yang dilakukan di Shafa (sebagaimana yang terdapat pada point ke-11 di atas). Dengan demikian telah terhitung satu putaran. Lakukanlah yang seperti ini sebanyak 7 kali (dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah).
13. Seusai Sa’i, lakukanlah tahallul dengan mencukur rambut kepala secara merata (bagi pria) dan bagi wanita dengan memotong sepanjang ruas jari dari rambut yang telah disatukan. Dengan bertahallul semacam ini, maka anda telah menunaikan ibadah umrah dan diperbolehkan bagi anda segala sesuatu dari mahzhuratil Ihram (hal-hal yang dilarang ketika berihram).
⛱ bersambung, insya Allah ....
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
[ Terutama Untuk Jama'ah Haji Indonesia ]
✍🏻 al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc hafizhahullah
10. Setelah itu pergilah ke bukit Shafa untuk bersa’i. Setiba di Shafa bacalah:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِاللهِ
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu termasuk dari syi’ar-syi’ar Allah.” (Al-Baqarah: 158)
أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ
“Aku memulai (Sa’i) dengan apa yang dimulai oleh Allah (yakni Shafa dahulu kemudian Marwah, pen.).”
11. Kemudian menghadaplah ke arah Ka’bah (dalam keadaan posisi masih di Shafa), lalu ucapkanlah:
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah tiada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya segala kerajaan dan pujian, Dzat yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan serta Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, yang telah menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya dan menghancurkan orang-orang bala tentara kafir tanpa bantuan siapa pun.”
👉🏻 Ini dibaca sebanyak 3 kali. Setiap kali selesai dari salah satunya, disunnahkan untuk berdoa memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala segala apa yang kita inginkan.
12. Setelah itu berangkatlah menuju Marwah, dan ketika lewat di antara dua tanda hijau percepatlah jalan anda lebih dari biasanya. Setiba di Marwah lakukanlah seperti apa yang dilakukan di Shafa (sebagaimana yang terdapat pada point ke-11 di atas). Dengan demikian telah terhitung satu putaran. Lakukanlah yang seperti ini sebanyak 7 kali (dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah).
13. Seusai Sa’i, lakukanlah tahallul dengan mencukur rambut kepala secara merata (bagi pria) dan bagi wanita dengan memotong sepanjang ruas jari dari rambut yang telah disatukan. Dengan bertahallul semacam ini, maka anda telah menunaikan ibadah umrah dan diperbolehkan bagi anda segala sesuatu dari mahzhuratil Ihram (hal-hal yang dilarang ketika berihram).
⛱ bersambung, insya Allah ....
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
*🏕🌅 APA ITU MANHAJ SALAF❓*
🎗 Definisi dan asal muasalnya
☀ Manhaj adalah : Jalan dan metode yang jelas.
➡ Yang dimaksud di sini adalah :
Metode dan langkah yang tergariskan dengan jelas, agar sampai pada pengetahuan tertentu.
🔹Kata *SALAFI* nisbah kepada *SALAF*. Setiap orang yang mendahuluimu, dari ayah-ayahmu dan kerabat-kerabatmu, maka mereka itu salaf (pendahulu)mu.
👉🏻 Bentuk kata jama'nya adalah *SILAF* atau *ASLAF"*. Kaum silaf maknanya : orang-orang terdahulu.
🔺Yang dimaksud di sini adalah :
"Apa saja yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya radiallahu'anhum berada di atasnya, demikian pula orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik."
🔅Sehingga *MANHAJ SALAF* adalah :
Jalan yang tercapai dengannya kemurnian mengikuti apa saja yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya berada di atasnya.
📌Atau bermakna : Berjalan di atas metodenya para shahabat dalam mengikuti Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, dan berpegang dengan riwayat hadits.
⏹ Nisbah kepada *SALAF* adalah *SALAFI*. Sungguh penisbatan ini sering disebutkan di banyak tempat dari ucapan para ulama.
*▶ AS-SALAFIYYAH* adalah jalannya ahlul hadist, yang mereka itu adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
☑Inilah nama-nama mereka :
🔹Ahlul Hadist
🔸Ahlus Sunnah wal Jama'ah
🔹Salafiyyun
🔸Atbaa'u as-salaf
✅Allah ta'ala berfirman :
(ومن يشاقق الرسول من بعد ماتبين له الهدى ويتبع غير سبيل المؤمنين نوله ماتولى ونصله جهنم وساءت مصيرا)
"Barang siapa menentang Rasulullah dan mengikuti selain jalan kaum mukminin, niscaya Kami palingkan dia ke mana dia berpaling, dan Kami masukkan dia ke dalam Jahannam. Dan Jahannam merupakan sejelek-jelek tempat." [ an-Nisaa : 115 ]
🛣 Jalannya kaum mukminin, yang pertama kali masuk adalah : apa saja yang di atasnya para sahabat ridwanullah-alaihim.
👉🏻 Sehingga keluar dari jalan mereka berarti merupakan perbuatan 'mengikuti selain jalan kaum mukminin'.
🔑Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda :
(عليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين من بعدي)
"Wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah khulafa' ar-rasyidin yang terbimbing setelahku"
📚al-Manhaj as-Salafi, Ta'rifuhu wa Simatuhu wa Da'watuhu al-Ishlahiyyah
✍🏻Karya asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul hafizhahullah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🎗 Definisi dan asal muasalnya
☀ Manhaj adalah : Jalan dan metode yang jelas.
➡ Yang dimaksud di sini adalah :
Metode dan langkah yang tergariskan dengan jelas, agar sampai pada pengetahuan tertentu.
🔹Kata *SALAFI* nisbah kepada *SALAF*. Setiap orang yang mendahuluimu, dari ayah-ayahmu dan kerabat-kerabatmu, maka mereka itu salaf (pendahulu)mu.
👉🏻 Bentuk kata jama'nya adalah *SILAF* atau *ASLAF"*. Kaum silaf maknanya : orang-orang terdahulu.
🔺Yang dimaksud di sini adalah :
"Apa saja yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya radiallahu'anhum berada di atasnya, demikian pula orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik."
🔅Sehingga *MANHAJ SALAF* adalah :
Jalan yang tercapai dengannya kemurnian mengikuti apa saja yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya berada di atasnya.
📌Atau bermakna : Berjalan di atas metodenya para shahabat dalam mengikuti Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, dan berpegang dengan riwayat hadits.
⏹ Nisbah kepada *SALAF* adalah *SALAFI*. Sungguh penisbatan ini sering disebutkan di banyak tempat dari ucapan para ulama.
*▶ AS-SALAFIYYAH* adalah jalannya ahlul hadist, yang mereka itu adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
☑Inilah nama-nama mereka :
🔹Ahlul Hadist
🔸Ahlus Sunnah wal Jama'ah
🔹Salafiyyun
🔸Atbaa'u as-salaf
✅Allah ta'ala berfirman :
(ومن يشاقق الرسول من بعد ماتبين له الهدى ويتبع غير سبيل المؤمنين نوله ماتولى ونصله جهنم وساءت مصيرا)
"Barang siapa menentang Rasulullah dan mengikuti selain jalan kaum mukminin, niscaya Kami palingkan dia ke mana dia berpaling, dan Kami masukkan dia ke dalam Jahannam. Dan Jahannam merupakan sejelek-jelek tempat." [ an-Nisaa : 115 ]
🛣 Jalannya kaum mukminin, yang pertama kali masuk adalah : apa saja yang di atasnya para sahabat ridwanullah-alaihim.
👉🏻 Sehingga keluar dari jalan mereka berarti merupakan perbuatan 'mengikuti selain jalan kaum mukminin'.
🔑Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda :
(عليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين من بعدي)
"Wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah khulafa' ar-rasyidin yang terbimbing setelahku"
📚al-Manhaj as-Salafi, Ta'rifuhu wa Simatuhu wa Da'watuhu al-Ishlahiyyah
✍🏻Karya asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul hafizhahullah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
🌋 KEBATILAN WAJIB DIBANTAH
Al-'Allamah Zaid Al-Madkhali rahimahullah,
🛡 ⚔ *"Maka seluruh kebathilan WAJIB untuk dibantah. Sungguh Al-Qur'an dan as-Sunnah telah membantahnya, demikian juga para ahlul 'ilmi yang terdahulu dan sekarang berjalan sesuai metode ini.*
💣🗡 *Maka hal itu bukanlah termasuk dari celaan yang diharamkan, namun itu adalah menjelaskan tentang kebenaran."*
🖊 Audhah al-Ma'ani Syarh Muqoddimah Risalah Abi Zaid al-Qairawani hal.81.
———————««●»»————————
💢 قـال العلامـة *زيــــد المدخلـــي* رحمــه الله
👈 *فالباطـل يجـب أن يُــــــرَدّْ ، فقـد جـاء بِـرَدَّهِ الكتـابُ والسنَّـةُ ، ومشـى علـى ذلـك أئمـة العلـم السابــــق واللاحـــق ، فـﻻ يعتبـر مـن الطعــــن المحــــرَّم ، وإنمـا هـو بيــــــانٌ للحـــــــــــق* .
📝 أوضـح المعانـي شـرح مقدمـة *رسالـة أبـي زيــد القيروانـي* ٨١.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Al-'Allamah Zaid Al-Madkhali rahimahullah,
🛡 ⚔ *"Maka seluruh kebathilan WAJIB untuk dibantah. Sungguh Al-Qur'an dan as-Sunnah telah membantahnya, demikian juga para ahlul 'ilmi yang terdahulu dan sekarang berjalan sesuai metode ini.*
💣🗡 *Maka hal itu bukanlah termasuk dari celaan yang diharamkan, namun itu adalah menjelaskan tentang kebenaran."*
🖊 Audhah al-Ma'ani Syarh Muqoddimah Risalah Abi Zaid al-Qairawani hal.81.
———————««●»»————————
💢 قـال العلامـة *زيــــد المدخلـــي* رحمــه الله
👈 *فالباطـل يجـب أن يُــــــرَدّْ ، فقـد جـاء بِـرَدَّهِ الكتـابُ والسنَّـةُ ، ومشـى علـى ذلـك أئمـة العلـم السابــــق واللاحـــق ، فـﻻ يعتبـر مـن الطعــــن المحــــرَّم ، وإنمـا هـو بيــــــانٌ للحـــــــــــق* .
📝 أوضـح المعانـي شـرح مقدمـة *رسالـة أبـي زيــد القيروانـي* ٨١.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🛣🗓1⃣⏰ *WASIAT BERHARGA ASY-SYAIKH AL-'UTSAIMIN TENTANG PEDOMAN BAGI SESEORANG DALAM KEGIATANNYA SEHARI-HARI*
*BAGIAN 1*
📜 Wasiat indah dari asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin kepada salah seorang murid beliau ketika bertanya kepada syaikh tentang pedoman seseorang menjalani kegiatan keseharian dalam kehidupannya.
🗒 Engkau telah meminta kepadaku -semoga Allah memberkahimu- agar aku memberikan pedoman yang mudah dalam kehidupan sehari-hari. Aku memohon kepada Allah Ta'ala agar memberikan kepada kita semua taufiq menuju petunjuk, bimbingan, kebenaran, dan ketepatan langkah, serta menjadikan kita orang-orang yang mengikuti petunjuk, orang-orang yang shalih dan melakukan perbaikan.
📝 Maka aku katakan :
🖇 Pertama :
*Terhadap Allah 'Azza wa Jalla*
1⃣ Berusahalah dengan sungguh-sungguh agar Anda selalu bersama Allah 'Azza wa Jalla, yaitu dengan selalu dalam keadaan menghadirkan keagungan-Nya,
selalu merenungi tanda-tanda kekuasan-Nya di alam raya seperti penciptaan langit dan bumi, serta segala yang Allah jadikan di langit dan bumi tersebut yang menunjukkan ketinggian hikmah-Nya, kedahsyatan qudrah-Nya dan kebesaran rahmat dan karunia-Nya.
🏝 Dan juga selalu merenungi ayat-ayat syariat-Nya yang diutus dengannya para rasul, terlebih penutup mereka Muhammad shallallahu alaihi wa sallam
2⃣ Hendaknya hati Anda dipenuhi dengan rasa cinta kepada Allah 'Azza wa Jalla, karena berbagai nikmat yang telah Dia berikan kepadamu dan berbagai bala yang Dia hindarkan dari Anda. Terutama nikmat Islam dan nikmat istiqomah di atasnya. Hingga Allah menjadi yang paling Anda cintai dalam hidup Anda.
3⃣ Hendaknya hati Anda dipenuhi dengan rasa pengagungan terhadap Allah , hingga Allah menjadi sesuatu yang paling agung dalam diri Anda.
🛡 Karena dengan berkumpulnya rasa cinta dan pengagungan terhadap Allah dalam hati Anda, maka Anda akan istiqomah di atas ketaatan kepada-Nya. Anda menjalankan perintah-Nya karena rasa cinta, dan menjauhi larangan-Nya karena rasa pengagungan terhadap Nya.
4⃣ Hendaknya Anda mengikhlaskan ibadah seluruhnya untuk Allah Jalla wa 'Ala, bertawakal kepada-Nya dalam segala keadaan, merealisasikan tingkatan
اياك نعبد و اياك نستعين
"Hanya kepada-Mu aku beribadah, dan hanya kepada-Mu aku meminta pertolongan."
Anda selalu menghadirkan dalam hati bahwa Anda melaksanakan perintah dalam rangka mentaati perintah-Nya, meninggalkan larangan dalam rangka mentaati larangan-Nya.
Maka dengan hal itu Anda akan merasakan lezatnya ibadah yang tidak akan Anda rasakan jika dengan kelalaian, dan Anda akan dapatkan pertolongan dalam berbagai perkara yang tidak akan Anda dapatkan jika Anda bersandar pada diri sendiri.
📝 bersambung, insya Allah ...
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*BAGIAN 1*
📜 Wasiat indah dari asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin kepada salah seorang murid beliau ketika bertanya kepada syaikh tentang pedoman seseorang menjalani kegiatan keseharian dalam kehidupannya.
🗒 Engkau telah meminta kepadaku -semoga Allah memberkahimu- agar aku memberikan pedoman yang mudah dalam kehidupan sehari-hari. Aku memohon kepada Allah Ta'ala agar memberikan kepada kita semua taufiq menuju petunjuk, bimbingan, kebenaran, dan ketepatan langkah, serta menjadikan kita orang-orang yang mengikuti petunjuk, orang-orang yang shalih dan melakukan perbaikan.
📝 Maka aku katakan :
🖇 Pertama :
*Terhadap Allah 'Azza wa Jalla*
1⃣ Berusahalah dengan sungguh-sungguh agar Anda selalu bersama Allah 'Azza wa Jalla, yaitu dengan selalu dalam keadaan menghadirkan keagungan-Nya,
selalu merenungi tanda-tanda kekuasan-Nya di alam raya seperti penciptaan langit dan bumi, serta segala yang Allah jadikan di langit dan bumi tersebut yang menunjukkan ketinggian hikmah-Nya, kedahsyatan qudrah-Nya dan kebesaran rahmat dan karunia-Nya.
🏝 Dan juga selalu merenungi ayat-ayat syariat-Nya yang diutus dengannya para rasul, terlebih penutup mereka Muhammad shallallahu alaihi wa sallam
2⃣ Hendaknya hati Anda dipenuhi dengan rasa cinta kepada Allah 'Azza wa Jalla, karena berbagai nikmat yang telah Dia berikan kepadamu dan berbagai bala yang Dia hindarkan dari Anda. Terutama nikmat Islam dan nikmat istiqomah di atasnya. Hingga Allah menjadi yang paling Anda cintai dalam hidup Anda.
3⃣ Hendaknya hati Anda dipenuhi dengan rasa pengagungan terhadap Allah , hingga Allah menjadi sesuatu yang paling agung dalam diri Anda.
🛡 Karena dengan berkumpulnya rasa cinta dan pengagungan terhadap Allah dalam hati Anda, maka Anda akan istiqomah di atas ketaatan kepada-Nya. Anda menjalankan perintah-Nya karena rasa cinta, dan menjauhi larangan-Nya karena rasa pengagungan terhadap Nya.
4⃣ Hendaknya Anda mengikhlaskan ibadah seluruhnya untuk Allah Jalla wa 'Ala, bertawakal kepada-Nya dalam segala keadaan, merealisasikan tingkatan
اياك نعبد و اياك نستعين
"Hanya kepada-Mu aku beribadah, dan hanya kepada-Mu aku meminta pertolongan."
Anda selalu menghadirkan dalam hati bahwa Anda melaksanakan perintah dalam rangka mentaati perintah-Nya, meninggalkan larangan dalam rangka mentaati larangan-Nya.
Maka dengan hal itu Anda akan merasakan lezatnya ibadah yang tidak akan Anda rasakan jika dengan kelalaian, dan Anda akan dapatkan pertolongan dalam berbagai perkara yang tidak akan Anda dapatkan jika Anda bersandar pada diri sendiri.
📝 bersambung, insya Allah ...
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🛣🗓2⃣⏰ *WASIAT BERHARGA ASY-SYAIKH AL-'UTSAIMIN TENTANG PEDOMAN BAGI SESEORANG DALAM KEGIATANNYA SEHARI-HARI*
*BAGIAN 2*
🖇 Ke dua :
*Terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wa salam*
1⃣ Anda mengedepankan kecintaan terhadapnya di atas kecintaan kepada seluruh makhkuq,
Anda mengedepankan petunjuk dan ajaran beliau - shallallahu alaihi wa salam- di atas petunjuk dan ajaran siapapun.
2⃣ Anda menjadikan beliau - shallallahu alaihi wa salam- sebagai imam (panutan/tauladan) bagimu dalam hal ibadah dan akhlaq.
🏜 Dengan Anda menghadirkan(dalam hati) ketika Anda melakukan sebuah ibadah tertentu bahwa Anda mengikuti ajaran beliau- shallallahu alaihi wa salam- dan seakan-akan beliau ada di depan dan Anda mengikutinya dari belakang beliau - shallallahu alaihi wa salam-, serta meniti jejak beliau.
🔰 Demikian pula ketika bergaul dengan manusia, Anda berhias dengan akhlaq beliau yang Allah tentangnya (artinya ) :
*Dan sesungguhnya engkau benar-benar berakhlak yang luhur [Al-Qalam : 4 ]*
💪 Apabila Anda berpegang dengan ini, maka Anda akan sangat semangat terhadap ilmu syariat dan akhlaq beliau- shallallahu alaihi wa salam-.
3⃣ Anda menjadi dai (penyeru yang mengajak) kepada sunnah beliau- shallallahu alaihi wa salam-, sebagai penolong dan pembela sunnah beliau- shallallahu alaihi wa salam-,
*Sesungguhnya Allah akan menolongmu sesuai pertolonganmu terhadap syariat-Nya.*
📝 Bersambung, insya Allah ...
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*BAGIAN 2*
🖇 Ke dua :
*Terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wa salam*
1⃣ Anda mengedepankan kecintaan terhadapnya di atas kecintaan kepada seluruh makhkuq,
Anda mengedepankan petunjuk dan ajaran beliau - shallallahu alaihi wa salam- di atas petunjuk dan ajaran siapapun.
2⃣ Anda menjadikan beliau - shallallahu alaihi wa salam- sebagai imam (panutan/tauladan) bagimu dalam hal ibadah dan akhlaq.
🏜 Dengan Anda menghadirkan(dalam hati) ketika Anda melakukan sebuah ibadah tertentu bahwa Anda mengikuti ajaran beliau- shallallahu alaihi wa salam- dan seakan-akan beliau ada di depan dan Anda mengikutinya dari belakang beliau - shallallahu alaihi wa salam-, serta meniti jejak beliau.
🔰 Demikian pula ketika bergaul dengan manusia, Anda berhias dengan akhlaq beliau yang Allah tentangnya (artinya ) :
*Dan sesungguhnya engkau benar-benar berakhlak yang luhur [Al-Qalam : 4 ]*
💪 Apabila Anda berpegang dengan ini, maka Anda akan sangat semangat terhadap ilmu syariat dan akhlaq beliau- shallallahu alaihi wa salam-.
3⃣ Anda menjadi dai (penyeru yang mengajak) kepada sunnah beliau- shallallahu alaihi wa salam-, sebagai penolong dan pembela sunnah beliau- shallallahu alaihi wa salam-,
*Sesungguhnya Allah akan menolongmu sesuai pertolonganmu terhadap syariat-Nya.*
📝 Bersambung, insya Allah ...
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🛣🗓3⃣⏰ *WASIAT BERHARGA ASY-SYAIKH AL-'UTSAIMIN TENTANG PEDOMAN BAGI SESEORANG DALAM KEGIATANNYA SEHARI-HARI*
*BAGIAN 3*
Ke tiga :
*Amalan Sunnah/Tidak Wajib sehari-hari*
1⃣ Jika Anda bangun malam maka berdzikir dan berdoalah kepada Allah apapun yang Anda inginkan.
👍 Karena doa pada waktu ini lebih besar harapannya untuk dikabulkan. Kemudian bacalah firman Allah mulai dari ayat 190 sampai akhir surat Ali Imran, ada 10 ayat.
2⃣ Shalatlah apa yang mudah bagi Anda di akhir malam dan tutuplah dengan witir.
3⃣ Jagalah (senantiasa lakukanlah) apa yang mudah bagi Anda dari dzikir-dzikir pagi.
Bacalah 100x
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
4⃣ Shalatlah dua rakaat Shalat Dhuha.
5⃣ Jagalah (senantiasa lakukanlah) apa yang mudah bagi Anda dari dzikir-dzikir petang.
📝 Bersambung, insya Allah ...
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*BAGIAN 3*
Ke tiga :
*Amalan Sunnah/Tidak Wajib sehari-hari*
1⃣ Jika Anda bangun malam maka berdzikir dan berdoalah kepada Allah apapun yang Anda inginkan.
👍 Karena doa pada waktu ini lebih besar harapannya untuk dikabulkan. Kemudian bacalah firman Allah mulai dari ayat 190 sampai akhir surat Ali Imran, ada 10 ayat.
2⃣ Shalatlah apa yang mudah bagi Anda di akhir malam dan tutuplah dengan witir.
3⃣ Jagalah (senantiasa lakukanlah) apa yang mudah bagi Anda dari dzikir-dzikir pagi.
Bacalah 100x
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
4⃣ Shalatlah dua rakaat Shalat Dhuha.
5⃣ Jagalah (senantiasa lakukanlah) apa yang mudah bagi Anda dari dzikir-dzikir petang.
📝 Bersambung, insya Allah ...
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🛣🗓4⃣⏰ *WASIAT BERHARGA ASY-SYAIKH AL-'UTSAIMIN TENTANG PEDOMAN BAGI SESEORANG DALAM KEGIATANNYA SEHARI-HARI*
*BAGIAN 4 (TERAKHIR)*
Ke empat :
*Metode dalam Menuntut Ilmu*
1⃣ Semangatlah dalam menghafal Kitabullah dan buatlah setiap hari waktu khusus untuk membaca dengan bacaan yang disertai tadabbur dan memahami.
📝 *Jika Anda mendapatkan faedah ditengah-tengah bacaan Anda, maka catatlah faedah tersebut.*
2⃣ Semangatlah untuk menghafal apa yang mudah bagi Anda berupa hadits-hadits yang shahih dari Rasululllah shallallahu alaihi wa salam, diantaranya menghafal kitab "Umdatul Ahkam".
3⃣ Semangatlah untuk fokus dan kokoh (dalam mendapatkan ilmu), dengan Anda tidak mengambil sedikit ilmu dari "orang ini" dan sedikit lainnya dari "orang itu". Karena hal ini hanya menyia-nyiakan waktu dan mengacaukan pikiran Anda.
4⃣ Mulailah dari kitab-kitab yang kecil (sederhana) dan pelajarilah baik-baik, kemudian berpindah ke yang lebih di atasnya, sampai Anda mendapatkan ilmu setahap demi setahap sehingga ilmu tersebut kokoh terpatri di dalam hati Anda dan jiwa anda menjadi tenang.
5⃣ Semangatlah untuk mengetahui pokok-pokok dan kaedah-kaedah setiap permasalahan.
✍ Catatlah setiap yang Anda lewati dari hal ini, sebagaimana perkataan :
"Barangsiapa yang diharamkan (dijauhkan)darinya pokok-pokok permasalahan, maka dijauhkan pula untuk dia sampai terhadap titik permasalah tersebut"
6⃣ Diskusikan permasalahan-permasalahan bersama guru Anda atau orang yang terpercaya ilmu dan agamanya dari kalangan teman-teman Anda. Kalau seandainya tidak ada seseorang yang bisa Anda ajak berdiskusi, maka buatlah di benak Anda seolah-olah ada seseorang sedang berdiskusi dengan Anda.
Demikianlah (apa yang bisa aku sampaikan) dan aku memohon kepada Allah Ta'ala agar mengajarkan ilmu yang bermanfaat bagimu dan menjadikan ilmu tersebut bermanfaat bagimu, serta menambahakan ilmu kepadamu.
Semoga Allah menjadikanmu termasuk dari hamba-hamba-Nya yang shalih dan golongan-Nya yang beruntung
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
🖊 Ditulis oleh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pada tanggal 3 Rajab 1412 H
📚 Majmu' Fatawa Wa Rasail asy- #Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah Jilid 26 hal. 435
📝 Bersambung, insya Allah ...
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*BAGIAN 4 (TERAKHIR)*
Ke empat :
*Metode dalam Menuntut Ilmu*
1⃣ Semangatlah dalam menghafal Kitabullah dan buatlah setiap hari waktu khusus untuk membaca dengan bacaan yang disertai tadabbur dan memahami.
📝 *Jika Anda mendapatkan faedah ditengah-tengah bacaan Anda, maka catatlah faedah tersebut.*
2⃣ Semangatlah untuk menghafal apa yang mudah bagi Anda berupa hadits-hadits yang shahih dari Rasululllah shallallahu alaihi wa salam, diantaranya menghafal kitab "Umdatul Ahkam".
3⃣ Semangatlah untuk fokus dan kokoh (dalam mendapatkan ilmu), dengan Anda tidak mengambil sedikit ilmu dari "orang ini" dan sedikit lainnya dari "orang itu". Karena hal ini hanya menyia-nyiakan waktu dan mengacaukan pikiran Anda.
4⃣ Mulailah dari kitab-kitab yang kecil (sederhana) dan pelajarilah baik-baik, kemudian berpindah ke yang lebih di atasnya, sampai Anda mendapatkan ilmu setahap demi setahap sehingga ilmu tersebut kokoh terpatri di dalam hati Anda dan jiwa anda menjadi tenang.
5⃣ Semangatlah untuk mengetahui pokok-pokok dan kaedah-kaedah setiap permasalahan.
✍ Catatlah setiap yang Anda lewati dari hal ini, sebagaimana perkataan :
"Barangsiapa yang diharamkan (dijauhkan)darinya pokok-pokok permasalahan, maka dijauhkan pula untuk dia sampai terhadap titik permasalah tersebut"
6⃣ Diskusikan permasalahan-permasalahan bersama guru Anda atau orang yang terpercaya ilmu dan agamanya dari kalangan teman-teman Anda. Kalau seandainya tidak ada seseorang yang bisa Anda ajak berdiskusi, maka buatlah di benak Anda seolah-olah ada seseorang sedang berdiskusi dengan Anda.
Demikianlah (apa yang bisa aku sampaikan) dan aku memohon kepada Allah Ta'ala agar mengajarkan ilmu yang bermanfaat bagimu dan menjadikan ilmu tersebut bermanfaat bagimu, serta menambahakan ilmu kepadamu.
Semoga Allah menjadikanmu termasuk dari hamba-hamba-Nya yang shalih dan golongan-Nya yang beruntung
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
🖊 Ditulis oleh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pada tanggal 3 Rajab 1412 H
📚 Majmu' Fatawa Wa Rasail asy- #Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah Jilid 26 hal. 435
📝 Bersambung, insya Allah ...
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📮🖇 SYARI'AT IBADAH QURBAN
🎗🖼 Allah Subhanahu wa Ta'ala mensyari’atkan menyembelih al-Udhiyah (hewan kurban) bagi kaum muslimin yang memiliki kemampuan. Hal ini Allah sebutkan dalam firman-Nya:
“Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu; dan menyembelihlah.” (Al-Kautsar: 2)
Di dalam ayat ini yang dimaksud dengan “menyembelih” adalah menyembelih hewan qurban pada hari nahr (‘Idul Adha dan tiga hari setelahnya).
✅ Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ahli tafsir dan dikuatkan oleh Ibnu Katsir. (Lihat Zadul Masir 6/195 dan Tafsir Ibnu Katsir 8/503)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🎗🖼 Allah Subhanahu wa Ta'ala mensyari’atkan menyembelih al-Udhiyah (hewan kurban) bagi kaum muslimin yang memiliki kemampuan. Hal ini Allah sebutkan dalam firman-Nya:
“Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu; dan menyembelihlah.” (Al-Kautsar: 2)
Di dalam ayat ini yang dimaksud dengan “menyembelih” adalah menyembelih hewan qurban pada hari nahr (‘Idul Adha dan tiga hari setelahnya).
✅ Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ahli tafsir dan dikuatkan oleh Ibnu Katsir. (Lihat Zadul Masir 6/195 dan Tafsir Ibnu Katsir 8/503)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
⛵️✅ MAKNA UDHIYYAH
Al-Udhiyah adalah bentuk tunggal dari al-Adhahi.
▪ Al-Imam al-Jurjani menjelaskan, bahwa
🔻 al-Udhiyah adalah nama untuk hewan kurban yang disembelih pada hari-hari nahr (Idul Adha dan 3 hari setelahnya) dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. (At-Ta’rifat 1/45)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Al-Udhiyah adalah bentuk tunggal dari al-Adhahi.
▪ Al-Imam al-Jurjani menjelaskan, bahwa
🔻 al-Udhiyah adalah nama untuk hewan kurban yang disembelih pada hari-hari nahr (Idul Adha dan 3 hari setelahnya) dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. (At-Ta’rifat 1/45)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
⛴🌅 HUKUM UDHIYYAH
▶️ Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum berkurban adalah SUNNAH MU'AKKADAH (Sunnah yang sangat ditekankan), dan bagi orang yang memiliki kemampuan agar tidak meninggalkannya.
↪ Adapun jika berqurbannya karena wasiat atau nadzar maka menjadi wajib untuk ditunaikan.
📖 (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 16/156 dan Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin 25/10)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
▶️ Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum berkurban adalah SUNNAH MU'AKKADAH (Sunnah yang sangat ditekankan), dan bagi orang yang memiliki kemampuan agar tidak meninggalkannya.
↪ Adapun jika berqurbannya karena wasiat atau nadzar maka menjadi wajib untuk ditunaikan.
📖 (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 16/156 dan Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin 25/10)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🍊🎯 KEDUDUKAM IBADAH QURBAN DALAM ISLAM
Berqurban memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Cukuplah menunjukkan hal itu manakala qurban itu lebih utama daripada shadaqah sunnah.
💰🔑 Ibnu Qudamah berkata, “Al-Udhiyah lebih utama daripada shadaqah biasa yang senilai dengannya.” (Al-Mughni 9/436)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Berqurban memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Cukuplah menunjukkan hal itu manakala qurban itu lebih utama daripada shadaqah sunnah.
💰🔑 Ibnu Qudamah berkata, “Al-Udhiyah lebih utama daripada shadaqah biasa yang senilai dengannya.” (Al-Mughni 9/436)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌳🌿 SYARAT-SYARAT UDHIYYAH
Ada empat syarat bagi hewan qurban yang boleh untuk dijadikan sebagai udhiyah:
⏩ Pertama: Dari jenis hewan yang telah ditentukan syari’at, yaitu
☑ unta,
☑ sapi, dan
☑ kambing.
Barangsiapa berqurban dengan kuda atau ayam maka TIDAK SAH walaupun bentuknya lebih bagus dan harganya lebih mahal.
⏩ Kedua: Telah mencapai usia tertentu, yaitu
▫ enam bulan untuk domba dan satu tahun untuk kambing jawa (kacang).
▪ Adapun untuk sapi adalah dua tahun,
🔸 sedangkan unta adalah lima tahun.
Barangsiapa berqurban dengan domba berumur lima bulan atau sapi berumur satu tahun maka tidak sah.
⏩ Ketiga: Tidak memiliki 4 cacat tubuh yang disebutkan dalam hadits Al-Bara` bin ‘Azib radhiyallahu 'anhu, “Ada empat cacat yang tidak boleh ada pada hewan kurban;
🔻 al-‘aura (buta sebelah) yang jelas butanya,
🔺 sakit yang jelas sakitnya,
🔻 pincang yang jelas pincangnya, dan
🔺 kurus yang tidak ada sumsumnya.”
⛔ Maka tidak boleh berqurban dengan hewan-hewan yang memiliki kriteria cacat tubuh seperti tersebut di atas atau yang lebih parah darinya, seperti buta kedua matanya, putus salah satu kakinya, sekarat karena diterkam hewan buas atau yang lainnya.
♻ Adapun catat tubuh yang tidak terlalu parah maka masih sah dijadikan sebagai udhiyah seperti hewan yang terpotong telinga, tanduk, atau ekornya, baik terpotong secara keseluruan atau hanya sebagian saja.
↗️Tetapi yang afdhal (lebih utama) adalah memilih hewan yang bagus, gemuk, dan sehat.
⏩ Keempat: Menyembelih pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah shalat ‘Idul Adha sampai akhir hari tasyriq. Maka total waktu penyembelihan adalah empat hari (‘Idul Adha dan 3 hari setelahnya).
Barangsiapa menyembelih pada selain hari yang telah ditentukan maka tidak dianggap sebagai hewan qurban walaupun orang tersebut tidak mengetahui hukumnya.
📚 (lihat Liqa` al-Babil Maftuh Ibnu ‘Utsaimin 92/3 dan Fatawa Ibnu Utsaimin 25/13)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ada empat syarat bagi hewan qurban yang boleh untuk dijadikan sebagai udhiyah:
⏩ Pertama: Dari jenis hewan yang telah ditentukan syari’at, yaitu
☑ unta,
☑ sapi, dan
☑ kambing.
Barangsiapa berqurban dengan kuda atau ayam maka TIDAK SAH walaupun bentuknya lebih bagus dan harganya lebih mahal.
⏩ Kedua: Telah mencapai usia tertentu, yaitu
▫ enam bulan untuk domba dan satu tahun untuk kambing jawa (kacang).
▪ Adapun untuk sapi adalah dua tahun,
🔸 sedangkan unta adalah lima tahun.
Barangsiapa berqurban dengan domba berumur lima bulan atau sapi berumur satu tahun maka tidak sah.
⏩ Ketiga: Tidak memiliki 4 cacat tubuh yang disebutkan dalam hadits Al-Bara` bin ‘Azib radhiyallahu 'anhu, “Ada empat cacat yang tidak boleh ada pada hewan kurban;
🔻 al-‘aura (buta sebelah) yang jelas butanya,
🔺 sakit yang jelas sakitnya,
🔻 pincang yang jelas pincangnya, dan
🔺 kurus yang tidak ada sumsumnya.”
⛔ Maka tidak boleh berqurban dengan hewan-hewan yang memiliki kriteria cacat tubuh seperti tersebut di atas atau yang lebih parah darinya, seperti buta kedua matanya, putus salah satu kakinya, sekarat karena diterkam hewan buas atau yang lainnya.
♻ Adapun catat tubuh yang tidak terlalu parah maka masih sah dijadikan sebagai udhiyah seperti hewan yang terpotong telinga, tanduk, atau ekornya, baik terpotong secara keseluruan atau hanya sebagian saja.
↗️Tetapi yang afdhal (lebih utama) adalah memilih hewan yang bagus, gemuk, dan sehat.
⏩ Keempat: Menyembelih pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah shalat ‘Idul Adha sampai akhir hari tasyriq. Maka total waktu penyembelihan adalah empat hari (‘Idul Adha dan 3 hari setelahnya).
Barangsiapa menyembelih pada selain hari yang telah ditentukan maka tidak dianggap sebagai hewan qurban walaupun orang tersebut tidak mengetahui hukumnya.
📚 (lihat Liqa` al-Babil Maftuh Ibnu ‘Utsaimin 92/3 dan Fatawa Ibnu Utsaimin 25/13)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌳🌿 SYARAT-SYARAT UDHIYYAH (lanjutan)
🌷 Di antara para ulama memberikan kesimpulan sebagai berikut:
• Kategori cacat (di dalam As Sunnah) yang tidak boleh ada pada binatang kurban adalah empat bentuk tadi. Kemudian dikiaskan dengannya, cacat yang semisal atau yang lebih parah dari empat bentuk tersebut.
• Kategori cacat yang hukumnya makruh seperti terbakar atau robek telinga dan patah tanduk yang lebih dari setengah.
• Adapun cacat yang tidak teriwayatkan tentang larangannya –walaupun mengurangi kesempurnaan– maka ini masih diperbolehkan.
🛍 (Asy Syarhul Mumti’ 7/476 ~ 477, dan selainnya)
✅ Walaupun kategori yang ketiga ini diperbolehkan, namun sepantasnya bagi seorang muslim memperhatikan firman Allah (artinya):
“Kalian tidak akan meraih kebaikan sampai kalian menginfakkan apa-apa yang kalian cintai.” (Ali Imran : 92)
▪️ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌷 Di antara para ulama memberikan kesimpulan sebagai berikut:
• Kategori cacat (di dalam As Sunnah) yang tidak boleh ada pada binatang kurban adalah empat bentuk tadi. Kemudian dikiaskan dengannya, cacat yang semisal atau yang lebih parah dari empat bentuk tersebut.
• Kategori cacat yang hukumnya makruh seperti terbakar atau robek telinga dan patah tanduk yang lebih dari setengah.
• Adapun cacat yang tidak teriwayatkan tentang larangannya –walaupun mengurangi kesempurnaan– maka ini masih diperbolehkan.
🛍 (Asy Syarhul Mumti’ 7/476 ~ 477, dan selainnya)
✅ Walaupun kategori yang ketiga ini diperbolehkan, namun sepantasnya bagi seorang muslim memperhatikan firman Allah (artinya):
“Kalian tidak akan meraih kebaikan sampai kalian menginfakkan apa-apa yang kalian cintai.” (Ali Imran : 92)
▪️ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍🏻🎯💎MANAKAH YANG LEBIH UTAMA : SEPULUH TERAKHIR BULAN RAMADHAN ATAUKAH SEPULUH PERTAMA BULAN DZULHIJJAH.❓
📌 Asy-Syaikh Al-'Allamah 'Abdul 'Aziz ibn Baz rahimahullah
👉🏻 Pertanyaan,
🔷🍂"Manakah yang lebih utama,sepuluh terakhir bulan ramadhan ataukah sepuluh pertama bulan Dzulhijjah.?
👉🏻 Jawaban:
🔵🍃 "Sepuluh terakhir bulan ramadhan lebih utama di tinjau dari sisi MALAMnya, karena pada malam-malam tersebut,terdapat MALAM LAILATUL QADR.
Adapun sepuluh pertama bulan Dzulhijjah lebih utama ditinjau dari sisi SIANGnya, karena padanya terdapat HARI 'ARAFAH,dan juga HARI QURBAN.
🎯 Keduanya [sepuluh terakhir bulan ramadhan dan sepuluh pertama bulan Dzul hijjah] ini seutama-utamanya hari-hari yang ada di dunia.
👉🏻 Inilah pendapat yang benar menurut para pentahqiq (peneliti) dari kalangan para 'ulama.
🌅🌿Maka kesimpulannya,sepuluh pertama bulan Dzulhijjah lebih utama pada siang harinya, dan sepuluh terakhir bulan Ramadhan, lebih utama pada malam harinya, karenakan di dalamnya terdapat malam LAILATUL QADR, dan malam adalah malam yang paling utama.Allahu al-Musta'an."
------
📝Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/noor/8890
📝 *أيهما أفضل العشر الأواخر من رمضان أم عشر ذي الحجة*
▪سُئل الشَّـيخ العلّامــة بنُ بـازٍ-رَحِمهُ الله-:
❪📜❫ السُّــــ☟ـــؤَالُ:
• أيهما أفضل: العشر الأواخر من رمضان أم عشر ذي الحجة؟
❪📜❫ الجَـــ☟ـــوَابُ:
” ... عشر الأواخر من رمضان أفضل من جهة الليل؛ لأن فيها ليلة القدر، والعشر الأول من ذي الحجة أفضل من جهة النهار؛ لأن فيها يوم عرفة، وفيها يوم النحر، وهما أفضل أيام الدنيا، هذا هو المعتمد عند المحققين من أهل العلم،
● فعشر ذي الحجة أفضل من جهة النهار، وعشر رمضان أفضل من جهة الليل، لأن فيها ليلة القدر وهي أفضل الليالي، والله المستعان “.
ــــ
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📌 Asy-Syaikh Al-'Allamah 'Abdul 'Aziz ibn Baz rahimahullah
👉🏻 Pertanyaan,
🔷🍂"Manakah yang lebih utama,sepuluh terakhir bulan ramadhan ataukah sepuluh pertama bulan Dzulhijjah.?
👉🏻 Jawaban:
🔵🍃 "Sepuluh terakhir bulan ramadhan lebih utama di tinjau dari sisi MALAMnya, karena pada malam-malam tersebut,terdapat MALAM LAILATUL QADR.
Adapun sepuluh pertama bulan Dzulhijjah lebih utama ditinjau dari sisi SIANGnya, karena padanya terdapat HARI 'ARAFAH,dan juga HARI QURBAN.
🎯 Keduanya [sepuluh terakhir bulan ramadhan dan sepuluh pertama bulan Dzul hijjah] ini seutama-utamanya hari-hari yang ada di dunia.
👉🏻 Inilah pendapat yang benar menurut para pentahqiq (peneliti) dari kalangan para 'ulama.
🌅🌿Maka kesimpulannya,sepuluh pertama bulan Dzulhijjah lebih utama pada siang harinya, dan sepuluh terakhir bulan Ramadhan, lebih utama pada malam harinya, karenakan di dalamnya terdapat malam LAILATUL QADR, dan malam adalah malam yang paling utama.Allahu al-Musta'an."
------
📝Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/noor/8890
📝 *أيهما أفضل العشر الأواخر من رمضان أم عشر ذي الحجة*
▪سُئل الشَّـيخ العلّامــة بنُ بـازٍ-رَحِمهُ الله-:
❪📜❫ السُّــــ☟ـــؤَالُ:
• أيهما أفضل: العشر الأواخر من رمضان أم عشر ذي الحجة؟
❪📜❫ الجَـــ☟ـــوَابُ:
” ... عشر الأواخر من رمضان أفضل من جهة الليل؛ لأن فيها ليلة القدر، والعشر الأول من ذي الحجة أفضل من جهة النهار؛ لأن فيها يوم عرفة، وفيها يوم النحر، وهما أفضل أيام الدنيا، هذا هو المعتمد عند المحققين من أهل العلم،
● فعشر ذي الحجة أفضل من جهة النهار، وعشر رمضان أفضل من جهة الليل، لأن فيها ليلة القدر وهي أفضل الليالي، والله المستعان “.
ــــ
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌠 BERJUANGLAH WAHAI PENUNTUT ILMU DEMI MEMBELA AL-HAQ
✍🏻al-Imam Ibnu Baz rahimahullah berkata, setelah beliau menyebutkan semangatnya kelompok-kelompok sesat zaman sekarang :
« Tidak pantas bagi seorang penuntut ilmu menyendiri, dan mengatakan : aku hanya mengurusi diriku ...! »
📚Mas'uliyyah Thalibi al-Ilmi, hal 20
------------💐💐----------
قال الإمام ابن باز بعد أن ذكر نشاط أهل الباطل في عصرنا : « فلا يَليق بطالب العلم أن يَنْزوي ويقول : حَسبي نفسي ..! »
[مسؤولية طالب العلم (ص:٢٠)]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✍🏻al-Imam Ibnu Baz rahimahullah berkata, setelah beliau menyebutkan semangatnya kelompok-kelompok sesat zaman sekarang :
« Tidak pantas bagi seorang penuntut ilmu menyendiri, dan mengatakan : aku hanya mengurusi diriku ...! »
📚Mas'uliyyah Thalibi al-Ilmi, hal 20
------------💐💐----------
قال الإمام ابن باز بعد أن ذكر نشاط أهل الباطل في عصرنا : « فلا يَليق بطالب العلم أن يَنْزوي ويقول : حَسبي نفسي ..! »
[مسؤولية طالب العلم (ص:٢٠)]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✍🏻🖨📌 NASEHAT TULUS UNTUK PARA MUDA MUSLIM
🎗 asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
⛱ "... Aku tujukan nasehat yang tulus kepada para muda muslim :
1⃣ Hendaknya yang menjadi ciri utamanya : mencintai al-Haq (kebenaran) dan terus senantiasa mencarinya serta membelanya.
2⃣ Hendaknya dia tenang, dan berhenti dari pola hidup yang terus terkungkung dalam perasaan/emosional buta dan fanatik yang tercela terhadap orang/tokoh tertentu. Karena cara seperti ini akan memasukkannya ke dalam jajaran orang-orang yang Allah berfirman tentangnya,
(وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْراً لَأسْمَعَهُمْ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُون )
"Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu)." [ al-Anfaal : 23 ]
📝نصيحة مخلصة للشباب المسلم .
▪قَــالَ الشَّـيخ العلّامــة رَبِيع بنُ هَادِي المَدْخَلِي -حَـفِظَهُ الله-:
” ... وإنني أوجه نصيحة مخلصة للشباب المسلم :
١)- أن يكون من أول مزاياه : حب الحق والإلحاح في البحث عنه ونصرته .
٢)- وأن يهدأ ويستريح من العيش في دوامة العواطف العمياء والتعصب المقيت لهذا الشخص أو ذاك؛ فإن هذا الأسلوب يدخله في عِدادِ من قال الله فيهم : (وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْراً لَأسْمَعَهُمْ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُون ) “.
ــــ
📝المصــدَرُ :
[http://www.rabee.net/ar/otherarticles.php?cat=12&id=74]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🎗 asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
⛱ "... Aku tujukan nasehat yang tulus kepada para muda muslim :
1⃣ Hendaknya yang menjadi ciri utamanya : mencintai al-Haq (kebenaran) dan terus senantiasa mencarinya serta membelanya.
2⃣ Hendaknya dia tenang, dan berhenti dari pola hidup yang terus terkungkung dalam perasaan/emosional buta dan fanatik yang tercela terhadap orang/tokoh tertentu. Karena cara seperti ini akan memasukkannya ke dalam jajaran orang-orang yang Allah berfirman tentangnya,
(وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْراً لَأسْمَعَهُمْ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُون )
"Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu)." [ al-Anfaal : 23 ]
📝نصيحة مخلصة للشباب المسلم .
▪قَــالَ الشَّـيخ العلّامــة رَبِيع بنُ هَادِي المَدْخَلِي -حَـفِظَهُ الله-:
” ... وإنني أوجه نصيحة مخلصة للشباب المسلم :
١)- أن يكون من أول مزاياه : حب الحق والإلحاح في البحث عنه ونصرته .
٢)- وأن يهدأ ويستريح من العيش في دوامة العواطف العمياء والتعصب المقيت لهذا الشخص أو ذاك؛ فإن هذا الأسلوب يدخله في عِدادِ من قال الله فيهم : (وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْراً لَأسْمَعَهُمْ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُون ) “.
ــــ
📝المصــدَرُ :
[http://www.rabee.net/ar/otherarticles.php?cat=12&id=74]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌾🌿 JUMLAH HEWAN QURBAN
🅰 Satu Kambing Mewakili Qurban Sekeluarga
Abu Ayyub Al Anshari radhiyallahu 'anhu menuturkan: “Dahulu ada seseorang dimasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya.” (H.R. At Tirmidzi dan selainnya dengan sanad shahih)
🅱 Satu Unta atau Sapi Mewakili Qurban Tujuh Orang dan Keluarganya masing-masing.
Hal ini dikemukakan Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu : “Kami dulu bersama Rasulullah pernah menyembelih seekor unta gemuk untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang pula pada tahun Al Hudaibiyyah.” (H.R. Muslim)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🅰 Satu Kambing Mewakili Qurban Sekeluarga
Abu Ayyub Al Anshari radhiyallahu 'anhu menuturkan: “Dahulu ada seseorang dimasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya.” (H.R. At Tirmidzi dan selainnya dengan sanad shahih)
🅱 Satu Unta atau Sapi Mewakili Qurban Tujuh Orang dan Keluarganya masing-masing.
Hal ini dikemukakan Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu : “Kami dulu bersama Rasulullah pernah menyembelih seekor unta gemuk untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang pula pada tahun Al Hudaibiyyah.” (H.R. Muslim)
▪ Sumber http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~