💥🎆 ⛔ *HUKUM MENJUAL DAN BERMAIN KEMBANG API/PETASAN ?*
🔐 Fadhilatu asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin _rahimahullah_:
📮 *Pertanyaan* : Apa hukum jual beli dan bermain kembang api ?
🔓 *Jawaban* :
Alhamdulillahi rabbil alaamin wa shallallahu ala nabiyyina Muhammad wa alaa aalihi wa shohbihi ajma'iin
🎇 ❌ Menurut pendapatku, jual belinya DILARANG. Itu karena dua sisi :
1⃣ *Pertama* : Hal itu adalah *menyia-nyiakan harta*, dan menyia-nyiakan harta hukumnya *haram* karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarangnya.
2⃣ *Kedua*: Karena di dalamnya terdapat *gangguan terhadap manusia* berupa suara yang mengagetkan, dan bisa jadi menyebabkan kebakaran jika menimpa sesuatu yang mudah terbakar dalam keadaan kembang api itu masih menyala, tidak bisa dipadamkan.
📌 Oleh karena dua sebab itu kami memandang hal itu *haram*, dan *tidak boleh* dijual belikan.
📚 Sumber : ( Pertemuan ke 3 bersama asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pada tanggal 5 Syawwal 1413 H)
📍 ما حكم بيع وشراء واستعمال المفرقعات النارية ، والتي تسمى ( الطرطعان ) ؟
📜 الجواب :
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
الَّذِي أَرَى أَنَّ بَيْعَهَا وَ شِرَاءَهَا حَرَامٌ ، وَ ذَلِكَ لِوَجْهَيْنِ :
⬅ الوَجْهُ الأَوَّلُ : أَنَّهَا إِضَاعَةٌ لِلْمَالِ ، وَ إِضَاعَةُ المَالِ مُحَرَّمَةٌ ، وَ لِنَهْيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِِ وَ عَلَى آلِهِ وَ سَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ .
⬅ وَ الثَّانِي : أَنَّ فِيْهَا أَذِيَّةٌ لِلْنَّاسِ بِأَصْوَاتِهَا المُزْعِجَةِ ، وَ رُبَّمَا يَحْدُثُ مِنْهَا حَرَائِقُ إِذَا وَقَعَتْ عَلَى شَيْءٍ قَابِلٍ لِلْإِحْتِرَاقِ ، وَ هِيَ حَيَّةٌ لَمْ تُطْفَأْ .
فَمِنْ أَجْلِ هَذَيْنِ الوَجْهَيْنِ نَرَى أَنَّهَا حَرَامٌ ، وَ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ بَيْعُهَا وَ لاَ شِرَاؤُهَا .
📚 (عنوان3 الشَّيْخُ مُحَمَّدُ بْنُ صَالِحِ العُثَيْمِيْن في 5/10/1413 )
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔐 Fadhilatu asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin _rahimahullah_:
📮 *Pertanyaan* : Apa hukum jual beli dan bermain kembang api ?
🔓 *Jawaban* :
Alhamdulillahi rabbil alaamin wa shallallahu ala nabiyyina Muhammad wa alaa aalihi wa shohbihi ajma'iin
🎇 ❌ Menurut pendapatku, jual belinya DILARANG. Itu karena dua sisi :
1⃣ *Pertama* : Hal itu adalah *menyia-nyiakan harta*, dan menyia-nyiakan harta hukumnya *haram* karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarangnya.
2⃣ *Kedua*: Karena di dalamnya terdapat *gangguan terhadap manusia* berupa suara yang mengagetkan, dan bisa jadi menyebabkan kebakaran jika menimpa sesuatu yang mudah terbakar dalam keadaan kembang api itu masih menyala, tidak bisa dipadamkan.
📌 Oleh karena dua sebab itu kami memandang hal itu *haram*, dan *tidak boleh* dijual belikan.
📚 Sumber : ( Pertemuan ke 3 bersama asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pada tanggal 5 Syawwal 1413 H)
📍 ما حكم بيع وشراء واستعمال المفرقعات النارية ، والتي تسمى ( الطرطعان ) ؟
📜 الجواب :
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
الَّذِي أَرَى أَنَّ بَيْعَهَا وَ شِرَاءَهَا حَرَامٌ ، وَ ذَلِكَ لِوَجْهَيْنِ :
⬅ الوَجْهُ الأَوَّلُ : أَنَّهَا إِضَاعَةٌ لِلْمَالِ ، وَ إِضَاعَةُ المَالِ مُحَرَّمَةٌ ، وَ لِنَهْيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِِ وَ عَلَى آلِهِ وَ سَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ .
⬅ وَ الثَّانِي : أَنَّ فِيْهَا أَذِيَّةٌ لِلْنَّاسِ بِأَصْوَاتِهَا المُزْعِجَةِ ، وَ رُبَّمَا يَحْدُثُ مِنْهَا حَرَائِقُ إِذَا وَقَعَتْ عَلَى شَيْءٍ قَابِلٍ لِلْإِحْتِرَاقِ ، وَ هِيَ حَيَّةٌ لَمْ تُطْفَأْ .
فَمِنْ أَجْلِ هَذَيْنِ الوَجْهَيْنِ نَرَى أَنَّهَا حَرَامٌ ، وَ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ بَيْعُهَا وَ لاَ شِرَاؤُهَا .
📚 (عنوان3 الشَّيْخُ مُحَمَّدُ بْنُ صَالِحِ العُثَيْمِيْن في 5/10/1413 )
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🖥 Video Kajian Islam Ilmiah
🚪🔥 2 (DUA) PINTU KESESATAN YAITU KEBODOHAN DAN MENGIKUTI HAWA NAFSU
📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar as-Sewed hafizhahullahu
📹 9,4 MB ⏲ Durasi: 02:53
********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Channel Telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi: http://www.manhajul-anbiya.net
📀📥 Unduh di sini
🚪🔥 2 (DUA) PINTU KESESATAN YAITU KEBODOHAN DAN MENGIKUTI HAWA NAFSU
📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar as-Sewed hafizhahullahu
📹 9,4 MB ⏲ Durasi: 02:53
********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Channel Telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi: http://www.manhajul-anbiya.net
📀📥 Unduh di sini
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
🔬💊 *HUKUM MENGGUNAKAN OBAT PENCEGAH HAID SELAMA BULAN RAMADHAN*
📫 sebuah pertanyaan diajukan kepada Al-Lajnah ad-Da'imah li al-Ifta (Komite Fatwa Saudi Arabia)
📝 *Pertanyaan* : "Apakah diperbolehkan menggunakan obat-obatan pencegah haid bagi wanita pada bulan Ramadhan?"
🔓 *Jawaban* :
✔ Boleh bagi seorang wanita mengkonsumsi obat-obatan pencegah haid di bulan Ramadhan bila telah dinyatakan oleh para ahli yang terpercaya, seperti para dokter atau yang berkompeten, bahwa obat-obatan tersebut tidak berbahaya dan tidak berefek pada rahimnya.
✅👍🏻 Akan tetapi lebih baik menghindari hal tersebut karena,
🌱🍽 Allah telah memberi keringanan untuk tidak berpuasa bagi seorang wanita yang sedang haid pada bulan Ramadhan, dan Allah ridha itu sebagai bagian dari agama.
📚 Sumber :
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=71101
📌 سئلت اللجنة الدائمة للإفتاء
🔗 هل يجوز للمرأة استعمال دواء لمنع الحيض في رمضان أو لا ؟
🔐 الجواب : يجوز أن تستعمل المرأة أدوية في رمضان لمنع الحيض إذا قرر أهل الخبرة الامناء من الدكاترة ومن في حكمهم أن ذلك لا يضرها ولا يؤثر على جهاز حملها وخير لها أن تكف عن ذلك وقد جعل الله لها رخصة في الفطرة إذا جاء الحيض في رمضان ورضي لها بذلك دينا
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
📫 sebuah pertanyaan diajukan kepada Al-Lajnah ad-Da'imah li al-Ifta (Komite Fatwa Saudi Arabia)
📝 *Pertanyaan* : "Apakah diperbolehkan menggunakan obat-obatan pencegah haid bagi wanita pada bulan Ramadhan?"
🔓 *Jawaban* :
✔ Boleh bagi seorang wanita mengkonsumsi obat-obatan pencegah haid di bulan Ramadhan bila telah dinyatakan oleh para ahli yang terpercaya, seperti para dokter atau yang berkompeten, bahwa obat-obatan tersebut tidak berbahaya dan tidak berefek pada rahimnya.
✅👍🏻 Akan tetapi lebih baik menghindari hal tersebut karena,
🌱🍽 Allah telah memberi keringanan untuk tidak berpuasa bagi seorang wanita yang sedang haid pada bulan Ramadhan, dan Allah ridha itu sebagai bagian dari agama.
📚 Sumber :
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=71101
📌 سئلت اللجنة الدائمة للإفتاء
🔗 هل يجوز للمرأة استعمال دواء لمنع الحيض في رمضان أو لا ؟
🔐 الجواب : يجوز أن تستعمل المرأة أدوية في رمضان لمنع الحيض إذا قرر أهل الخبرة الامناء من الدكاترة ومن في حكمهم أن ذلك لا يضرها ولا يؤثر على جهاز حملها وخير لها أن تكف عن ذلك وقد جعل الله لها رخصة في الفطرة إذا جاء الحيض في رمضان ورضي لها بذلك دينا
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🛡📲 SELEKTIF DALAM MENUKIL dan MENG-COPAS/SHARE
*Sebelum engkau menukil apa saja ke dalam WhatsApp atau MedSos lainnya, terapkanlah wasiat dari asy-Syaikh Shalih al-Fauzan _hafizhahullah_*
*"(Berikut ini) adalah wasiat yang agung:*
Apabila engkau terkagum dengan ucapan seseorang dalam perkara agama.
Adapun ucapan dalam perkara dunia, maka bukan pembahasan kita.
(Pembahasan kita adalah) Jika engkau terkagum dengan ucapan seseorang dalam perkara agama, maka janganlah engkau terburu-buru (menukilnya) sampai engkau melihat padanya poin-poin berikut ini:
⚖🔑 Apakah ucapan tersebut di bangun di atas kebenaran dan dalil?
💭 Ataukah ucapan itu berasal kepala dan pendapat sendiri? Jika kondisinya seperti ini, maka ucapannya ibarat buih yang tiada artinya..
👉🏻 Maka tinggalkan ucapannya.
✅ Adapun jika ucapan tersebut dibangun di atas Al-Quran dan as-Sunnah, maka ini kebenaran.
✋🏻 Namun demikian janganlah terburu-buru dalam menukil sebuah ucapan tanpa memikirkan dan mempedulikannya terlebih dahulu. Meskipun engkau terkagum dengan kefasihannya, retorika dan daya tariknya..
⛔ Jangan terburu-buru dalam menukilnya.
Sampai engkau melihat dan meninjau ulang ucapan tersebut berdasarkan Al-Qur'an dan as-Sunnah.
📌 Lihatlah juga, siapakah yang mengucapkannya?
❓ Apakah dia seorang faqih ataulah bukan seorang faqih?
❓ (Jangan terburu menukil darinya) sampai engkau menanyakan tentangnya kepada seorang yang berilmu.
📵 ...dan sampai engkau lihat, apakah ada seseorang dari salaf yang pernah mengucapkannya, atau mereka tidak pernah mengucapkannya?
⚠ Ini adalah yang saya telah sering mengingatkan hal ini berkali-kali..
⏸ Maka saya katakan:
▫ Janganlah kalian mengadakan pikiran-pikiran, pendapat-pendapat, dan ucapan-ucapan baru, yang tidak pernah ada pendahulunya.
▫ Ambillah teladan dari para salaf dan dari ucapan mereka.
▫ Jika engkau mendatangkan sesuatu, yang belum pernah seorangpun (dari salaf) mengucapkannya maka sesuatu tersebut akan menjadi tidak wajar, dan bahayanya lebih besar dari pada manfaatnya.
👍🏻 Ucapan para shahabat adalah sebagai tolak ukur. Karena mereka adalah para murid Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_..
🛄 Lihat ucapan mereka dalam menafsirkan sebuah ayat, bagaimanakah mereka menafsirkannya..
Lihat pula ucapan mereka dalam menjelaskan hadits, bagaimanakah mereka menjelaskannya.
Ambillah ucapan mereka dan tafsir mereka. Karena mereka adalah generasi yang paling dekat dengan kebenaran dibanding generasi setelah mereka, karena mereka adalah para murid Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_.
Mereka mendengar dan mengambil tentang tafsir secara langsung dari Rasul _shallallahu 'alaihi wa sallam_, sehingga mereka adalah generasi yang paling dekat dengan kebenaran.
🚫 Maka tidak benar orang yang mengatakan: bahwa, Para shahabat sudah tidak lagi dianggap. Mereka adalah generasi (yang telah berlalu), pemikiran/pendapat mereka berlaku untuk mereka sendiri, sedangkan kita pun adalah generasi, bagi kita pendapat kita. Zaman sudah berubah..!!"
Sumber: "Ithaf al-Qaari bi -at-Ta'liqat 'ala syarhis sunnah li al-Barbahary"
(1/8-88)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
*Sebelum engkau menukil apa saja ke dalam WhatsApp atau MedSos lainnya, terapkanlah wasiat dari asy-Syaikh Shalih al-Fauzan _hafizhahullah_*
*"(Berikut ini) adalah wasiat yang agung:*
Apabila engkau terkagum dengan ucapan seseorang dalam perkara agama.
Adapun ucapan dalam perkara dunia, maka bukan pembahasan kita.
(Pembahasan kita adalah) Jika engkau terkagum dengan ucapan seseorang dalam perkara agama, maka janganlah engkau terburu-buru (menukilnya) sampai engkau melihat padanya poin-poin berikut ini:
⚖🔑 Apakah ucapan tersebut di bangun di atas kebenaran dan dalil?
💭 Ataukah ucapan itu berasal kepala dan pendapat sendiri? Jika kondisinya seperti ini, maka ucapannya ibarat buih yang tiada artinya..
👉🏻 Maka tinggalkan ucapannya.
✅ Adapun jika ucapan tersebut dibangun di atas Al-Quran dan as-Sunnah, maka ini kebenaran.
✋🏻 Namun demikian janganlah terburu-buru dalam menukil sebuah ucapan tanpa memikirkan dan mempedulikannya terlebih dahulu. Meskipun engkau terkagum dengan kefasihannya, retorika dan daya tariknya..
⛔ Jangan terburu-buru dalam menukilnya.
Sampai engkau melihat dan meninjau ulang ucapan tersebut berdasarkan Al-Qur'an dan as-Sunnah.
📌 Lihatlah juga, siapakah yang mengucapkannya?
❓ Apakah dia seorang faqih ataulah bukan seorang faqih?
❓ (Jangan terburu menukil darinya) sampai engkau menanyakan tentangnya kepada seorang yang berilmu.
📵 ...dan sampai engkau lihat, apakah ada seseorang dari salaf yang pernah mengucapkannya, atau mereka tidak pernah mengucapkannya?
⚠ Ini adalah yang saya telah sering mengingatkan hal ini berkali-kali..
⏸ Maka saya katakan:
▫ Janganlah kalian mengadakan pikiran-pikiran, pendapat-pendapat, dan ucapan-ucapan baru, yang tidak pernah ada pendahulunya.
▫ Ambillah teladan dari para salaf dan dari ucapan mereka.
▫ Jika engkau mendatangkan sesuatu, yang belum pernah seorangpun (dari salaf) mengucapkannya maka sesuatu tersebut akan menjadi tidak wajar, dan bahayanya lebih besar dari pada manfaatnya.
👍🏻 Ucapan para shahabat adalah sebagai tolak ukur. Karena mereka adalah para murid Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_..
🛄 Lihat ucapan mereka dalam menafsirkan sebuah ayat, bagaimanakah mereka menafsirkannya..
Lihat pula ucapan mereka dalam menjelaskan hadits, bagaimanakah mereka menjelaskannya.
Ambillah ucapan mereka dan tafsir mereka. Karena mereka adalah generasi yang paling dekat dengan kebenaran dibanding generasi setelah mereka, karena mereka adalah para murid Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_.
Mereka mendengar dan mengambil tentang tafsir secara langsung dari Rasul _shallallahu 'alaihi wa sallam_, sehingga mereka adalah generasi yang paling dekat dengan kebenaran.
🚫 Maka tidak benar orang yang mengatakan: bahwa, Para shahabat sudah tidak lagi dianggap. Mereka adalah generasi (yang telah berlalu), pemikiran/pendapat mereka berlaku untuk mereka sendiri, sedangkan kita pun adalah generasi, bagi kita pendapat kita. Zaman sudah berubah..!!"
Sumber: "Ithaf al-Qaari bi -at-Ta'liqat 'ala syarhis sunnah li al-Barbahary"
(1/8-88)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌹🌺🍋 PARA PEKERJA YANG MENGALAMI KELELAHAN KARENA PEKERJAANNYA KETIKA RAMADHAN
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- :
❓Pertanyaan:
"Apakah boleh bagi seorang pekerja ketika (terasa) berat pekerjaannya untuk berbuka?"
📌Jawaban:
"Wajib atas mereka untuk tetap berpuasa dan hendaknya mereka meminta pertolongan kepada Allah-'azza wa jalla-. Barang siapa yang meminta pertolongan kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya.
⛅Jika di pertengahan siang mereka memang mengalami rasa haus yang bisa membahayakan, atau menyebabkan kebinasaan mereka, maka tidak mengapa baginya untuk berbuka karena kondisi darurat.
✅ Akan tetapi yang lebih baik dari ini mereka bersepakat dengan perusahaan, atau tuannya, bahwa untuk pekerjaan selama bulan Ramadan dikerjakan pada malam hari, atau sebagiannya di malam hari dan sebagiannya lagi di siang hari, atau meminta agar waktu kerjanya dikurangi.
💐Sehingga bisa melaksanakan tugas kerja dan tetap berpuasa dengan nyaman."
📚💎Sumber: Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin (19/89)
هل للعمال إذا شق عليهم العمل أن يفطروا؟
لفضيلة الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله ( 80 )
=================
📌 السؤال : هل يجوز للعمال إذا شق عليهم العمل أن يفطروا؟
☑ الجواب: عليهم أن يصوموا وأن يستعينوا بالله عز وجل، فمن استعان بالله أعانه الله،
فإذا رأوا أثناء النهار عطشاً يضرهم، أو يكون سبباً في هلاكهم فلا حرج عليهم أن يفطروا للضرورة،
ولكن خير من هذا أن يتفقوا مع الكفيل، أو صاحب العمل على أن يكون عملهم في رمضان ليلاً، أو بعضه في الليل وبعضه في أول النهار، أو أن يخفف من ساعات العمل حتى يقوموا بالعمل والصيام على وجه مريح.
📚 المصدر : مجموع فتاوى ابن عثيمين رحمه الله (19/89)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- :
❓Pertanyaan:
"Apakah boleh bagi seorang pekerja ketika (terasa) berat pekerjaannya untuk berbuka?"
📌Jawaban:
"Wajib atas mereka untuk tetap berpuasa dan hendaknya mereka meminta pertolongan kepada Allah-'azza wa jalla-. Barang siapa yang meminta pertolongan kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya.
⛅Jika di pertengahan siang mereka memang mengalami rasa haus yang bisa membahayakan, atau menyebabkan kebinasaan mereka, maka tidak mengapa baginya untuk berbuka karena kondisi darurat.
✅ Akan tetapi yang lebih baik dari ini mereka bersepakat dengan perusahaan, atau tuannya, bahwa untuk pekerjaan selama bulan Ramadan dikerjakan pada malam hari, atau sebagiannya di malam hari dan sebagiannya lagi di siang hari, atau meminta agar waktu kerjanya dikurangi.
💐Sehingga bisa melaksanakan tugas kerja dan tetap berpuasa dengan nyaman."
📚💎Sumber: Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin (19/89)
هل للعمال إذا شق عليهم العمل أن يفطروا؟
لفضيلة الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله ( 80 )
=================
📌 السؤال : هل يجوز للعمال إذا شق عليهم العمل أن يفطروا؟
☑ الجواب: عليهم أن يصوموا وأن يستعينوا بالله عز وجل، فمن استعان بالله أعانه الله،
فإذا رأوا أثناء النهار عطشاً يضرهم، أو يكون سبباً في هلاكهم فلا حرج عليهم أن يفطروا للضرورة،
ولكن خير من هذا أن يتفقوا مع الكفيل، أو صاحب العمل على أن يكون عملهم في رمضان ليلاً، أو بعضه في الليل وبعضه في أول النهار، أو أن يخفف من ساعات العمل حتى يقوموا بالعمل والصيام على وجه مريح.
📚 المصدر : مجموع فتاوى ابن عثيمين رحمه الله (19/89)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌙⭐ *PARA SHAHABAT NABI SEBAGAI TOLAK UKUR*
📜 al-Imam al-Hafizh Ibnu Katsir _rahimahullah_berkata :
📝🗯 Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengatakan : "Setiap perbuatan atau ucapan yang tidak pernah ada dari para sahabat maka perkara tersebut adalah : *Bid'ah*; karena kalau seandainya (perbuatan atau ucapan) itu baik, maka tentu mereka (para sahabat) pasti telah mendahului kita untuk mengamalkannya.
👍 Mereka para sahabat, tidak meninggalkan satupun perbuatan-perbuatan kebaikan, kecuali mereka bersegera untuk mengamalkan kebaikan tersebut."
📚 Sumber : " Tafsir Ibni Katsir jilid 2 hal. 278 - 279 "
📌 قال الحافظ ابن كثير رحمه الله :
" أهل السنة والجماعة يقولون في كل فعل وقول لم يثبت عن الصحابة : هو بدعة ؛ لأنه لو كان خيرا لسبقونا إليه ، لأنهم لم يتركوا خصلة من خصال الخير إلا وقد بادروا إليها " انتهى
📚 "تفسير ابن كثير" (7 / 278-279)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
📜 al-Imam al-Hafizh Ibnu Katsir _rahimahullah_berkata :
📝🗯 Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengatakan : "Setiap perbuatan atau ucapan yang tidak pernah ada dari para sahabat maka perkara tersebut adalah : *Bid'ah*; karena kalau seandainya (perbuatan atau ucapan) itu baik, maka tentu mereka (para sahabat) pasti telah mendahului kita untuk mengamalkannya.
👍 Mereka para sahabat, tidak meninggalkan satupun perbuatan-perbuatan kebaikan, kecuali mereka bersegera untuk mengamalkan kebaikan tersebut."
📚 Sumber : " Tafsir Ibni Katsir jilid 2 hal. 278 - 279 "
📌 قال الحافظ ابن كثير رحمه الله :
" أهل السنة والجماعة يقولون في كل فعل وقول لم يثبت عن الصحابة : هو بدعة ؛ لأنه لو كان خيرا لسبقونا إليه ، لأنهم لم يتركوا خصلة من خصال الخير إلا وقد بادروا إليها " انتهى
📚 "تفسير ابن كثير" (7 / 278-279)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
📽 Video Kajian Islam Ilmiah
*TARAWIH BERSAMA IMAM DI AWAL MALAM LALU SHALAT LAGI BERSAMA IMAM LAINNYA*
💺 Bersama
_Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin_ rahimahullah
🎞 5,1 MB ⏱Durasi 01:11
********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Channel Telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi: http://www.manhajul-anbiya.net
📀📥 Unduh di sini
*TARAWIH BERSAMA IMAM DI AWAL MALAM LALU SHALAT LAGI BERSAMA IMAM LAINNYA*
💺 Bersama
_Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin_ rahimahullah
🎞 5,1 MB ⏱Durasi 01:11
********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Channel Telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi: http://www.manhajul-anbiya.net
📀📥 Unduh di sini
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
🎯🍲YANG HARUS DIPERHATIKAN KETIKA SANTAP SAHUR
📌 Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- ditanya:
💐 _"semoga Allah memberi kebaikan kepada Anda_ :
Apakah ada doa yang diucapkan oleh seoarang muslim ketika santap sahur? Doa apakah itu?"
🔑 beliau menjawab:
Santap sahur seperti (sama) seperti santap yang lainnya.
🌱 Sepantasnya, bahkan wajib atas seseorang atas seseorang untuk meyebut Nama Allah (basmallah) ketika akan makan.
💎 Karena Nabi -'alaihis sholatu was salam- memerintahkan untuk menyebut nama Allah (basmallah) ketika akan makan.
📌Namun karena sahur adalah suatu yang diperintahkan, maka sungguh sepantasnya bagi seseorang ketika santap sahur hendak dia mengingat, bahwa dia bersahur karena:
✅ Dalam rangka mentaati perintah Rasulullah- shalallahu 'alaihi wa salam-.
✅ Dalam rangka mengikuti Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa salam-.
✅ Meminta pertolongan(kepada Allah) dengan sahur tersebut untuk berpuasa.
🍒 Ketika sudah selesai bersahur maka hendaknya dia bertahmid (memuji Allah)
🌺Karena Allah ridha terhadap seorang hamba yang ketika ia selesai memakan suatu makanan dia bertahmid (memuji Allah), demikian pula ketika selesai meminum suatu minuman dia bertahmid (memuji Allah).
👋 Dan TIDAK ADA DZIKIR TERTENTU/KHUSUS KETIKA SAHUR.
📚 Sumber: Fatawa Silsilah Nur 'ala ad-Darb, kaset no. 339.
🌟 سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :
▪ أحسن الله إليكم :
🔸هل هناك دعاء يقوله المسلم عند تناوله السحور، وما هو؟
🌿 الجواب :
🔹السحور بل تناول السحور كتناول غيره
⬅ يعني ينبغي للإنسان بل يجب على الإنسان أن يسمي عند الأكل
↩ لأن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم أمر بالتسمية عند الأكل، وأخبر أن من لم يسم شاركه الشيطان في أكله
⏪ لكن لما كان السحور مأموراً به فإنه ينبغي للإنسان أن يستحضر عند تناول السحور بأنه إنما تسحر:
▪ امتثالاً لأمر الرسول صلى الله عليه وعلى آله وسلم
▪واقتداء به صلى الله عليه وعلى آله وسلم
▪واستعانة بذلك على الصيام
🔸وإذا فرغ من منه حمد الله
⬅ فإن الله تعالى يرضى عن العبد يأكل الأكلة يحمده عليها، ويشرب الشربة فيحمده عليها
👈 وليس هناك ذكر مخصوص للسحور
📝المصدر :
[سلسلة فتاوى نور على الدرب ، الشريط رقم (339)]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
📌 Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- ditanya:
💐 _"semoga Allah memberi kebaikan kepada Anda_ :
Apakah ada doa yang diucapkan oleh seoarang muslim ketika santap sahur? Doa apakah itu?"
🔑 beliau menjawab:
Santap sahur seperti (sama) seperti santap yang lainnya.
🌱 Sepantasnya, bahkan wajib atas seseorang atas seseorang untuk meyebut Nama Allah (basmallah) ketika akan makan.
💎 Karena Nabi -'alaihis sholatu was salam- memerintahkan untuk menyebut nama Allah (basmallah) ketika akan makan.
📌Namun karena sahur adalah suatu yang diperintahkan, maka sungguh sepantasnya bagi seseorang ketika santap sahur hendak dia mengingat, bahwa dia bersahur karena:
✅ Dalam rangka mentaati perintah Rasulullah- shalallahu 'alaihi wa salam-.
✅ Dalam rangka mengikuti Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa salam-.
✅ Meminta pertolongan(kepada Allah) dengan sahur tersebut untuk berpuasa.
🍒 Ketika sudah selesai bersahur maka hendaknya dia bertahmid (memuji Allah)
🌺Karena Allah ridha terhadap seorang hamba yang ketika ia selesai memakan suatu makanan dia bertahmid (memuji Allah), demikian pula ketika selesai meminum suatu minuman dia bertahmid (memuji Allah).
👋 Dan TIDAK ADA DZIKIR TERTENTU/KHUSUS KETIKA SAHUR.
📚 Sumber: Fatawa Silsilah Nur 'ala ad-Darb, kaset no. 339.
🌟 سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :
▪ أحسن الله إليكم :
🔸هل هناك دعاء يقوله المسلم عند تناوله السحور، وما هو؟
🌿 الجواب :
🔹السحور بل تناول السحور كتناول غيره
⬅ يعني ينبغي للإنسان بل يجب على الإنسان أن يسمي عند الأكل
↩ لأن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم أمر بالتسمية عند الأكل، وأخبر أن من لم يسم شاركه الشيطان في أكله
⏪ لكن لما كان السحور مأموراً به فإنه ينبغي للإنسان أن يستحضر عند تناول السحور بأنه إنما تسحر:
▪ امتثالاً لأمر الرسول صلى الله عليه وعلى آله وسلم
▪واقتداء به صلى الله عليه وعلى آله وسلم
▪واستعانة بذلك على الصيام
🔸وإذا فرغ من منه حمد الله
⬅ فإن الله تعالى يرضى عن العبد يأكل الأكلة يحمده عليها، ويشرب الشربة فيحمده عليها
👈 وليس هناك ذكر مخصوص للسحور
📝المصدر :
[سلسلة فتاوى نور على الدرب ، الشريط رقم (339)]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
⛔ ‼ *TANDA BERPALINGNYA ALLAH DARI SEORANG HAMBA*
✍ al-Imam al-Hasan al-Bashri _rahimahullah_ berkata :
⭐ "Termasuk tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah :
*Allah menjadikan kesibukannya dalam hal-hal yang tidak bermanfaat baginya*
📒 Sumber : Jami' al-'Ulum wa al-Hikam hal. 139"
📌 عن الحسن البصري قال :
من علامة إعراض الله عن العبد أن يجعل شغله فيما لا يعينه!!!
📒 (جامع العلوم والحكم/١٣٩)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
✍ al-Imam al-Hasan al-Bashri _rahimahullah_ berkata :
⭐ "Termasuk tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah :
*Allah menjadikan kesibukannya dalam hal-hal yang tidak bermanfaat baginya*
📒 Sumber : Jami' al-'Ulum wa al-Hikam hal. 139"
📌 عن الحسن البصري قال :
من علامة إعراض الله عن العبد أن يجعل شغله فيما لا يعينه!!!
📒 (جامع العلوم والحكم/١٣٩)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
📖⚠️ RALAT TEKS ARAB....
Mohon maaf, terdapat kesalahan ketik pada postingan berjudul "TANDA BERPALINGNYA ALLAH DARI SEORANG HAMBA", yaitu pada teks arabnya.
Yang benar adalah sebagai berikut :
📌 عن الحسن البصري قال :
من علامة إعراض الله عن العبد أن يجعل شغله فيما لا يعنيه!!!
📒 (جامع العلوم والحكم/١٣٩)
Pada postingan sebelumnya tertulis : فيما لا يعينه
Seharusnya 👉🏻 فيما لا يعنيه
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mohon maaf, terdapat kesalahan ketik pada postingan berjudul "TANDA BERPALINGNYA ALLAH DARI SEORANG HAMBA", yaitu pada teks arabnya.
Yang benar adalah sebagai berikut :
📌 عن الحسن البصري قال :
من علامة إعراض الله عن العبد أن يجعل شغله فيما لا يعنيه!!!
📒 (جامع العلوم والحكم/١٣٩)
Pada postingan sebelumnya tertulis : فيما لا يعينه
Seharusnya 👉🏻 فيما لا يعنيه
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
📌🏙⛵ *JIKA SESEORANG KEMBALI MENGERJAKAN SHALAT MALAM (tahajjud) PADAHAL SUDAH TARAWIH DI AWAL MALAM, APAKAH PERBUATAN TERSEBUT MENYELISIHI SUNNAH?*
Pertanyaan:
"Seorang dari Yaman _barakallahu fihi_ bertanya : Wahai Syaikh kami yang mulia, Saya mengerjakan shalat tarawih bersama imam di sebuah masjid hingga selesai bersamanya.
Sebagaimana yang telah shahih dari Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_ bahwa itu akan dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh (karena telah dikerjakam bersama imam hingga selesai, pen)
Jika saya kembali mengerjakan shalat malam (tahajjud) pada malam itu juga di sepertiga malam akhir, apakah perbuatan saya ini menyelisihi sunnah?
Beri kami penjelasan tentang permasalahan ini."
🚨 Jawaban:
"Pertanyaan ini sangat jeli.
Yang demikian itu karena Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_ pernah shalat bersama para shahabatnya hingga selesai. Lalu para shahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika Anda melanjutkan shalat malam bersama kami pada sisa waktu di malam ini? Beliau menjawab:
"Barang siapa berdiri bersama imam (dalam shalat tarawih) hingga selesai bersamanya, maka dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh."
🗻 (Dalam hadits ini) Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_ TIDAK membimbing mereka agar mengerjakan shalat lagi di akhir waktu malam.
🚇 Di sini terdapat petunjuk, bahwa YANG LEBIH UTAMA adalah seorang mencukupkan dengan shalat yang telah dia kerjakan bersama imam.
Pertanyaan dari orang yaman ini sangat selaras dengan apa yang disebutkan dalam hadits ini.
🌄 Maka dikatakan kepadanya: Yang utama bagimu adalah engkau mencukupkan dengan shalat tarawih yang telah engkau kerjakan bersama imam hingga selesai bersamanya, karena barang siapa berdiri mengerjakan shalat malam/tarawih bersama imam hingga selesai bersamanya, maka dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh.
⛵ Tetapi jika dia ingin kembali mengerjakannya lagi di akhir waktu malam, maka tidak dosa atasnya insya Allah.
👉🏻 Dalam kondisi ini, maka hendaknya dia mengerjakan shalatnya dengan cara shalat dua raka'at-dua raka'at hingga terbit fajar (tiba waktu shubuh).
📚 Sumber: "Fatawa Nur 'ala ad-Darb" no: 273.
unduk versi suara di sini:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_273_04.mp3
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pertanyaan:
"Seorang dari Yaman _barakallahu fihi_ bertanya : Wahai Syaikh kami yang mulia, Saya mengerjakan shalat tarawih bersama imam di sebuah masjid hingga selesai bersamanya.
Sebagaimana yang telah shahih dari Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_ bahwa itu akan dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh (karena telah dikerjakam bersama imam hingga selesai, pen)
Jika saya kembali mengerjakan shalat malam (tahajjud) pada malam itu juga di sepertiga malam akhir, apakah perbuatan saya ini menyelisihi sunnah?
Beri kami penjelasan tentang permasalahan ini."
🚨 Jawaban:
"Pertanyaan ini sangat jeli.
Yang demikian itu karena Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_ pernah shalat bersama para shahabatnya hingga selesai. Lalu para shahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika Anda melanjutkan shalat malam bersama kami pada sisa waktu di malam ini? Beliau menjawab:
"Barang siapa berdiri bersama imam (dalam shalat tarawih) hingga selesai bersamanya, maka dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh."
🗻 (Dalam hadits ini) Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_ TIDAK membimbing mereka agar mengerjakan shalat lagi di akhir waktu malam.
🚇 Di sini terdapat petunjuk, bahwa YANG LEBIH UTAMA adalah seorang mencukupkan dengan shalat yang telah dia kerjakan bersama imam.
Pertanyaan dari orang yaman ini sangat selaras dengan apa yang disebutkan dalam hadits ini.
🌄 Maka dikatakan kepadanya: Yang utama bagimu adalah engkau mencukupkan dengan shalat tarawih yang telah engkau kerjakan bersama imam hingga selesai bersamanya, karena barang siapa berdiri mengerjakan shalat malam/tarawih bersama imam hingga selesai bersamanya, maka dituliskan untuknya pahala shalat malam semalam penuh.
⛵ Tetapi jika dia ingin kembali mengerjakannya lagi di akhir waktu malam, maka tidak dosa atasnya insya Allah.
👉🏻 Dalam kondisi ini, maka hendaknya dia mengerjakan shalatnya dengan cara shalat dua raka'at-dua raka'at hingga terbit fajar (tiba waktu shubuh).
📚 Sumber: "Fatawa Nur 'ala ad-Darb" no: 273.
unduk versi suara di sini:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_273_04.mp3
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
📜📖 *CARA AGAR BISA MENGAMBIL FAEDAH DARI BACAAN AL-QURAN KITA*
❓ *Pertanyaan* :
"Bagaimana cara agar aku bisa mengambil faedah dari bacaan Al-Qur'an- ku di bulan Ramadhan?"
🔓 *Jawab* :
✅ 👍🏻 Anda -insya Allah- akan bisa mengambil faedah dari bacaan al-Qur'anul Karim jika Anda *mengikhlaskan niat* dan Anda berusaha membaca al Quran sebagaimana dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membacanya.
🌠👍🏻 Allah akan memudahkan bagi Anda memahami makna-makna dan mentadaburinya dengan beberapa hal berikut :
1⃣ Hendaknya anda *membersihkan hati* Anda dari *noda-noda kesyirikan dan maksiat*.
⛔✋🏻 Karena sesungguhnya al Quran tidak disentuh kecuali orang-orang yang bersuci, baik secara fisik maupun maknawi. Sehingga hati yang terdapat noda kesyirikan dan maksiat tidak akan bisa menyentuh makna- maknanya. Sebagaimana malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar (makhluk bernyawa), demikian juga makna-makna al Quran tidak akan masuk ke dalam hati yang terdapat padanya anjing hawa nafsu dan gambar syahwat.
2⃣ Hendaknya Anda *serius untuk mengerti arti makna al-Quran* walaupun dari kitab tafsir yang ringkas semisal Tafsir al-Baghawi dan Tafsir Ibnu Katsir, atau kitab Taisir Karimir Rahman karya Ibnu as-Sa'di dari kalangan ulama masa kini.
🌱 Karena memahami makna-makna al-Quran adalah cara untuk mencapai tadabbur yang benar.
3⃣ Ketika Anda membaca al-Quran *janganlah jadikan ambisi utama Anda sekedar untuk bisa mencapai akhir surat*.
💍 Saat melalui ayat yang menyeru
يا أيها الذين ءامنوا
" Wahai orang-orang yang beriman"
🚫 Anda berhenti sejenak dan *perhatikan dengan hati dan akal* Anda panggilan itu, karena di dalamnya akan ada kebaikan yang Allah perintahkan kepada Anda, atau kejelekan yang Allah melarang Anda darinya.
📝 Sebagian ulama jika membaca al Quran *membawa catatan kecil* untuk mencatat di dalamnya berbagai makna yang Allah bukakan untuknya saat membaca al Quran, atau untuk mencatat pertanyaan-pertanyaan yang melintas di benaknya yang kemudian dia bisa cari jawabanya di kitab-kitab tafsir setelah selesai dari qiroah.
👍🏻 *Dan cara ini sangat berfaedah.*
🔗 Hendaknya seorang muslim *banyak meminta kepada Allah* agar mengajarkan dan memahamkan untuknya al-Quran, dan memberikan rizki untuknya berupa taufik untuk mengamalkan ilmu yang dia miliki,
🌅 Karena sesungguhnya barang siapa yang mengamalkan ilmu yang dia miliki maka hal itu -dengan karunia Allah- akan mewariskan baginya suatu ilmu yang belum dia miliki.
🌙 Dan Allah-lah yang memberi taufik.
📚 Sumber : http://mohammadbazmool.blogspot.com
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
❓ *Pertanyaan* :
"Bagaimana cara agar aku bisa mengambil faedah dari bacaan Al-Qur'an- ku di bulan Ramadhan?"
🔓 *Jawab* :
✅ 👍🏻 Anda -insya Allah- akan bisa mengambil faedah dari bacaan al-Qur'anul Karim jika Anda *mengikhlaskan niat* dan Anda berusaha membaca al Quran sebagaimana dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membacanya.
🌠👍🏻 Allah akan memudahkan bagi Anda memahami makna-makna dan mentadaburinya dengan beberapa hal berikut :
1⃣ Hendaknya anda *membersihkan hati* Anda dari *noda-noda kesyirikan dan maksiat*.
⛔✋🏻 Karena sesungguhnya al Quran tidak disentuh kecuali orang-orang yang bersuci, baik secara fisik maupun maknawi. Sehingga hati yang terdapat noda kesyirikan dan maksiat tidak akan bisa menyentuh makna- maknanya. Sebagaimana malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar (makhluk bernyawa), demikian juga makna-makna al Quran tidak akan masuk ke dalam hati yang terdapat padanya anjing hawa nafsu dan gambar syahwat.
2⃣ Hendaknya Anda *serius untuk mengerti arti makna al-Quran* walaupun dari kitab tafsir yang ringkas semisal Tafsir al-Baghawi dan Tafsir Ibnu Katsir, atau kitab Taisir Karimir Rahman karya Ibnu as-Sa'di dari kalangan ulama masa kini.
🌱 Karena memahami makna-makna al-Quran adalah cara untuk mencapai tadabbur yang benar.
3⃣ Ketika Anda membaca al-Quran *janganlah jadikan ambisi utama Anda sekedar untuk bisa mencapai akhir surat*.
💍 Saat melalui ayat yang menyeru
يا أيها الذين ءامنوا
" Wahai orang-orang yang beriman"
🚫 Anda berhenti sejenak dan *perhatikan dengan hati dan akal* Anda panggilan itu, karena di dalamnya akan ada kebaikan yang Allah perintahkan kepada Anda, atau kejelekan yang Allah melarang Anda darinya.
📝 Sebagian ulama jika membaca al Quran *membawa catatan kecil* untuk mencatat di dalamnya berbagai makna yang Allah bukakan untuknya saat membaca al Quran, atau untuk mencatat pertanyaan-pertanyaan yang melintas di benaknya yang kemudian dia bisa cari jawabanya di kitab-kitab tafsir setelah selesai dari qiroah.
👍🏻 *Dan cara ini sangat berfaedah.*
🔗 Hendaknya seorang muslim *banyak meminta kepada Allah* agar mengajarkan dan memahamkan untuknya al-Quran, dan memberikan rizki untuknya berupa taufik untuk mengamalkan ilmu yang dia miliki,
🌅 Karena sesungguhnya barang siapa yang mengamalkan ilmu yang dia miliki maka hal itu -dengan karunia Allah- akan mewariskan baginya suatu ilmu yang belum dia miliki.
🌙 Dan Allah-lah yang memberi taufik.
📚 Sumber : http://mohammadbazmool.blogspot.com
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
🖥 Video Kajian Islam Ilmiah
💧📖 IKHLASH DAN ITTIBA' MERUPAKAN JALAN KESELAMATAN DI DUNIA DAN AKHIRAT
📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi hafizhahullahu
📹 13,5 MB ⏲ Durasi: 05:18
********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Channel Telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi: http://www.manhajul-anbiya.net
📀📥 Unduh di sini
💧📖 IKHLASH DAN ITTIBA' MERUPAKAN JALAN KESELAMATAN DI DUNIA DAN AKHIRAT
📜 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi hafizhahullahu
📹 13,5 MB ⏲ Durasi: 05:18
********
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Channel Telegram: https://bit.ly/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi: http://www.manhajul-anbiya.net
📀📥 Unduh di sini
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
🍒🌴🌾 *KENIKMATAN ITU ADA 3 MACAM*
🌠 Al-Imam Ibnul Qoyyim _rahimahullah_ berkata :
🍒 Kenikmatan itu ada 3 macam :
1⃣ *Kenikmatan yang telah dimiliki dan diketahui oleh hamba.*
2⃣ *Kenikmatan yang ditunggu dan diharapkan hamba.*
3⃣ *Kenikmatan yang seorang hamba ada padanya namun dia tidak menyadarinya(bahwa perkara tersebut adalah nikmat).*
📚 Sumber : Fawaid al-Fawaid hal. 348
------------------------
📝 النعم ثلاثة .
▪️قال ابن القيم :
النعم ثلاثة :
- نعمة حاصلة يعلم بها العبد .
- ونعمة منتظرة يرجوها .
- ونعمة هو فيها لا يشعر بها .
[فوائد الفوائد (٣٤٨)]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌠 Al-Imam Ibnul Qoyyim _rahimahullah_ berkata :
🍒 Kenikmatan itu ada 3 macam :
1⃣ *Kenikmatan yang telah dimiliki dan diketahui oleh hamba.*
2⃣ *Kenikmatan yang ditunggu dan diharapkan hamba.*
3⃣ *Kenikmatan yang seorang hamba ada padanya namun dia tidak menyadarinya(bahwa perkara tersebut adalah nikmat).*
📚 Sumber : Fawaid al-Fawaid hal. 348
------------------------
📝 النعم ثلاثة .
▪️قال ابن القيم :
النعم ثلاثة :
- نعمة حاصلة يعلم بها العبد .
- ونعمة منتظرة يرجوها .
- ونعمة هو فيها لا يشعر بها .
[فوائد الفوائد (٣٤٨)]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔭💐🌹 *TADABUR AL-QURAN KETIKA BULAN RAMADHAN MAUPUN DI BULAN LAINYA*
🌹asy-Syaikh al-'Allamah Ibnu Utsaimin -rahimahullah-berkata :
🎯 Sebagian ahlul ilmi (ulama) di bulan Ramadhan tatkala membaca Al-Quran mereka siapkan buku tulis khusus, setiap kali membaca suatu (dari Al-Quran,-pen) yang ayat tersebut mengandung makna (faedah) yang banyak atau yang semisalnya menjadikan mereka berhenti, dan dia catat (faedah tersebut) dalam buku tulis tersebut.
🌾Sehingga dia tidak keluar dari bulan Ramadhan melainkan mendapatkan kebaikan yang banyak dari makna Al-Quran al-Karim.
✅ Sungguh aku telah melihat buku kecil milik asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'di -rahimahullah- dia berkata :
"bahwa catatan kecil tersebut beliau tulis pada bulan Ramadhan ketika membaca Al-Quran. Ketika melewati satu ayat dia berhenti padanya dan mentadaburinya kemudian menulis beberapa faidah yang tidak terdapat pada kitab tafsir apapun."
🌺 Karenanya Al-Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- mengajurkan untuk mentadaburi Al-Quran bagi siapa saja yang menginginkan hidayah(petunjuk).
📌Begitu juga guru beliau, Ibnu taimiyyah -rahimahullah- berkata:
"barangsiapa yang mentadaburi Al-Quran untuk mencari hidayah (petunjuk), maka akan jelas baginya jalan yang benar".
📝 Syaikhul Islam -rahimahullah- mensyaratkan dua hal :
◾Tadabbur
◾Mencari hidayah(petunjuk)
🌱Karena bisa jadi seseorang mentadabburi akan tetapi tidak meniatkan untuk mencari hidayah(petunjuk), melainkan hanya ingin mengetahui maknanya saja.
💡Engkau tidak menginginkan hidayah (petunjuk),dan menjadikan pelita untuk engkau berjalan dengannya.
💎Jika engkau mentadabburinya dalam keadaan engkau menginginkan hidayah (petunjuk) dengannya, dan engkau menjadikan Al-Quran sebagai pelita yang engkau berjalan dengannya, maka akan menjadi jelas untukmu jalan yang benar.
📚 Sumber: Syarh al-Kafiyah asy-Syafiyah fi al-Intishar li al-Firqah an-Najiyah, li al-Imam Ibnul Qayyim. (1/503-504)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌹asy-Syaikh al-'Allamah Ibnu Utsaimin -rahimahullah-berkata :
🎯 Sebagian ahlul ilmi (ulama) di bulan Ramadhan tatkala membaca Al-Quran mereka siapkan buku tulis khusus, setiap kali membaca suatu (dari Al-Quran,-pen) yang ayat tersebut mengandung makna (faedah) yang banyak atau yang semisalnya menjadikan mereka berhenti, dan dia catat (faedah tersebut) dalam buku tulis tersebut.
🌾Sehingga dia tidak keluar dari bulan Ramadhan melainkan mendapatkan kebaikan yang banyak dari makna Al-Quran al-Karim.
✅ Sungguh aku telah melihat buku kecil milik asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'di -rahimahullah- dia berkata :
"bahwa catatan kecil tersebut beliau tulis pada bulan Ramadhan ketika membaca Al-Quran. Ketika melewati satu ayat dia berhenti padanya dan mentadaburinya kemudian menulis beberapa faidah yang tidak terdapat pada kitab tafsir apapun."
🌺 Karenanya Al-Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- mengajurkan untuk mentadaburi Al-Quran bagi siapa saja yang menginginkan hidayah(petunjuk).
📌Begitu juga guru beliau, Ibnu taimiyyah -rahimahullah- berkata:
"barangsiapa yang mentadaburi Al-Quran untuk mencari hidayah (petunjuk), maka akan jelas baginya jalan yang benar".
📝 Syaikhul Islam -rahimahullah- mensyaratkan dua hal :
◾Tadabbur
◾Mencari hidayah(petunjuk)
🌱Karena bisa jadi seseorang mentadabburi akan tetapi tidak meniatkan untuk mencari hidayah(petunjuk), melainkan hanya ingin mengetahui maknanya saja.
💡Engkau tidak menginginkan hidayah (petunjuk),dan menjadikan pelita untuk engkau berjalan dengannya.
💎Jika engkau mentadabburinya dalam keadaan engkau menginginkan hidayah (petunjuk) dengannya, dan engkau menjadikan Al-Quran sebagai pelita yang engkau berjalan dengannya, maka akan menjadi jelas untukmu jalan yang benar.
📚 Sumber: Syarh al-Kafiyah asy-Syafiyah fi al-Intishar li al-Firqah an-Najiyah, li al-Imam Ibnul Qayyim. (1/503-504)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍2
⛺🌃🌌 *BAGAIMANA MENGHIDUPKAN 10 MALAM TERAKHIR DI BULAN RAMADHAN*?
عن عائشة رضي الله عنها أنها قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر أحيا الليل، وأيقظ أهله، وجد وشد المئزر (متفق عليه) .
Dari Aisyah radhiallahu anha, beliau menceritakan "Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jika masuk sepuluh (akhir dari bulan Ramadhan) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya". ( Muttafaqun alaih)
📝 Asy-Syaikh Muhammad ibn Shalih al-Utsaimin _rahimahullah_ menjelaskan makna hadits di atas dalam *Syarah Riyadhus Shalihin*, beliau berkata,
✍ " Penulis (an-Nawawi) _rahimahullah_ menukilkan dari Ummil Mukminin Aisyah binti Abi Bakr ash Shiddiq _radhiallahu anha_tentang kegiatan Rasulullah _shallallahu alaihi wa sallam_ pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, bahwa beliau jika telah masuk sepuluh hari terakhir mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam ibadah -alaihi ash-shalatu wa as-Salaam-
🌾 Telah berlalu pada hadits yang sebelumnya, bahwa beliau -shallallahu alaihi wa sallam- senantiasa menegakkan shalat malam hingga pecah-pecah kedua kaki beliau, dan beliau menegakkan shalat malam lebih dari separuh malam, atau separuhnya, atau sepertigannya.
🌃 *Adapun pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan beliau menegakkan semalam penuh, yakni menghidupkan seluruh malamnya dengan ibadah, dengan berbuka puasa setelah matahari terbenam, shalat isya, dan berbagai perkara yang beliau pandang sebagai bentuk taqarrub kepada Allah -azza wa jall-.*
✋ Bukan maknanya bahwa seluruh malam beliau isi dengan shalat. Dengan bukti bahwa (istri beliau) Shafiyyah bintu Huyay bin Akhtab pernah mendatangi beliau -shallallahu alaihi wa sallam- (di tempat i'tikaf), beliau berbincang dengannya setelah shalat isya.
✅ Akan tetapi seluruh yang beliau kerjakan pada malam-malam itu adalah taqarrub kepada Allah -azza wa jalla- , baik berupa shalat, bersiap untuk shalat, atau selainnya.
📌 Di sini juga terdapat dalil bahwa Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- menghidupkan sepuluh malam akhir di bulan Ramadhan seluruhnya, akan tetapi beliau tidak menghidupkan malam selain itu. *Yakni beliau tidak pernah menegakkan (menghidupkan) semalam penuh hingga shubuh kecuali di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan.*
🔍 Hal itu dalam rangka mencari Lailatul Qadr.
🌃 *Malam Lailatul Qadr berada di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, terlebih pada tujuh malam terakhirnya.*
⛺ Inilah malam yang padanya Allah menetapkan takdir segala yang akan terjadi pada tahun itu.
🌃 *Malam yang sebagaimana Allah berfirman tentangnya, ( yang artinya)*
*"Lebih baik dari seribu bulan." (Al-Qadr : 3)*
Oleh karena itu beliau -shallallahu alaihi wa sallam- menghidupkannya.
🌷 *Barang siapa yang menegakkan Lailatul Qadr karena dorongan iman dan ihtisab (mengharapkan pahala), maka Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lampau.*
📚 Sumber : Syarah Riyadhus Shalihin, Ibnu Utsaimin (1/118)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
عن عائشة رضي الله عنها أنها قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر أحيا الليل، وأيقظ أهله، وجد وشد المئزر (متفق عليه) .
Dari Aisyah radhiallahu anha, beliau menceritakan "Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jika masuk sepuluh (akhir dari bulan Ramadhan) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya". ( Muttafaqun alaih)
📝 Asy-Syaikh Muhammad ibn Shalih al-Utsaimin _rahimahullah_ menjelaskan makna hadits di atas dalam *Syarah Riyadhus Shalihin*, beliau berkata,
✍ " Penulis (an-Nawawi) _rahimahullah_ menukilkan dari Ummil Mukminin Aisyah binti Abi Bakr ash Shiddiq _radhiallahu anha_tentang kegiatan Rasulullah _shallallahu alaihi wa sallam_ pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, bahwa beliau jika telah masuk sepuluh hari terakhir mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam ibadah -alaihi ash-shalatu wa as-Salaam-
🌾 Telah berlalu pada hadits yang sebelumnya, bahwa beliau -shallallahu alaihi wa sallam- senantiasa menegakkan shalat malam hingga pecah-pecah kedua kaki beliau, dan beliau menegakkan shalat malam lebih dari separuh malam, atau separuhnya, atau sepertigannya.
🌃 *Adapun pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan beliau menegakkan semalam penuh, yakni menghidupkan seluruh malamnya dengan ibadah, dengan berbuka puasa setelah matahari terbenam, shalat isya, dan berbagai perkara yang beliau pandang sebagai bentuk taqarrub kepada Allah -azza wa jall-.*
✋ Bukan maknanya bahwa seluruh malam beliau isi dengan shalat. Dengan bukti bahwa (istri beliau) Shafiyyah bintu Huyay bin Akhtab pernah mendatangi beliau -shallallahu alaihi wa sallam- (di tempat i'tikaf), beliau berbincang dengannya setelah shalat isya.
✅ Akan tetapi seluruh yang beliau kerjakan pada malam-malam itu adalah taqarrub kepada Allah -azza wa jalla- , baik berupa shalat, bersiap untuk shalat, atau selainnya.
📌 Di sini juga terdapat dalil bahwa Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- menghidupkan sepuluh malam akhir di bulan Ramadhan seluruhnya, akan tetapi beliau tidak menghidupkan malam selain itu. *Yakni beliau tidak pernah menegakkan (menghidupkan) semalam penuh hingga shubuh kecuali di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan.*
🔍 Hal itu dalam rangka mencari Lailatul Qadr.
🌃 *Malam Lailatul Qadr berada di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, terlebih pada tujuh malam terakhirnya.*
⛺ Inilah malam yang padanya Allah menetapkan takdir segala yang akan terjadi pada tahun itu.
🌃 *Malam yang sebagaimana Allah berfirman tentangnya, ( yang artinya)*
*"Lebih baik dari seribu bulan." (Al-Qadr : 3)*
Oleh karena itu beliau -shallallahu alaihi wa sallam- menghidupkannya.
🌷 *Barang siapa yang menegakkan Lailatul Qadr karena dorongan iman dan ihtisab (mengharapkan pahala), maka Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lampau.*
📚 Sumber : Syarah Riyadhus Shalihin, Ibnu Utsaimin (1/118)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~