::
📬 DOA YANG MENGIRINGI ADZAN
Pertanyaan:
Sebagian muadzin di daerah kami sebelum adzan Subuh berdoa dengan mengeraskan suara. Di antara doa yang mereka ucapkan:
يا أرحم الراحمين، وسبحان من خلق السماوات بغير عمد، ولجاه المصطفى ارحمنا
Wahai Yang Paling Pemurah, Maha Suci Pencipta langit tanpa tiang, dan dengan kedudukan al-Musthofa rahmatilah kami..
Ada juga doa-doa lainnya.
Apakah hukum perbuatan ini?
Jawaban Syaikh Sholih al-Fauzan hafizhahullah:
Perbuatan ini adalah bid’ah. Karena tidak pernah disyariatkan untuk kita oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sebelum adzan. Sesungguhnya yang (disyariatkan Nabi sebagai doa) setelah adzan adalah:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Ya Allah pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad al-Wasilah dan keutamaan. Bangkitkanlah beliau di kedudukan yang terpuji yang Engkau janjikan (H.R al-Bukhari dalam Shahihnya dari hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma)
Inilah (sunnah) yang berasal dari Nabi shollallahu alaihi wasallam. Ketika mengucapkannya pun tanpa mengeraskan suara.
(al-Muntaqa min Fataawa al-Fauzan jilid ke-2)
🇸🇦Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:
بعض المؤذنين عندنا قبل أذان الفجر يدعون بأدعية بصوت مرتفع كأن يقولون : يا أرحم الراحمين، وسبحان من خلق السماوات بغير عمد، ولجاه المصطفى ارحمنا، وغير ذلك من الأدعية فما حكم هذا العمل ؟
حكم هذا العمل أنه بدعة، لأنه ليس مما شرعه لنا رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ قبل الأذان، وإنما يقول بعد الأذان : ( اللهم رب هذه الدعوة التامة، والصلاة القائمة، آت محمدًا الوسيلة والفضيلة، وابعثه مقامًا محمودًا الذي وعدته ) [ رواه البخاري في " صحيحه " ( 1/152 ) من حديث جابر بن عبد الله رضي الله عنهما ] ، وهذا هو الوارد عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ يقوله بلا رفع صوت
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 DOA YANG MENGIRINGI ADZAN
Pertanyaan:
Sebagian muadzin di daerah kami sebelum adzan Subuh berdoa dengan mengeraskan suara. Di antara doa yang mereka ucapkan:
يا أرحم الراحمين، وسبحان من خلق السماوات بغير عمد، ولجاه المصطفى ارحمنا
Wahai Yang Paling Pemurah, Maha Suci Pencipta langit tanpa tiang, dan dengan kedudukan al-Musthofa rahmatilah kami..
Ada juga doa-doa lainnya.
Apakah hukum perbuatan ini?
Jawaban Syaikh Sholih al-Fauzan hafizhahullah:
Perbuatan ini adalah bid’ah. Karena tidak pernah disyariatkan untuk kita oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sebelum adzan. Sesungguhnya yang (disyariatkan Nabi sebagai doa) setelah adzan adalah:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Ya Allah pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad al-Wasilah dan keutamaan. Bangkitkanlah beliau di kedudukan yang terpuji yang Engkau janjikan (H.R al-Bukhari dalam Shahihnya dari hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma)
Inilah (sunnah) yang berasal dari Nabi shollallahu alaihi wasallam. Ketika mengucapkannya pun tanpa mengeraskan suara.
(al-Muntaqa min Fataawa al-Fauzan jilid ke-2)
🇸🇦Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:
بعض المؤذنين عندنا قبل أذان الفجر يدعون بأدعية بصوت مرتفع كأن يقولون : يا أرحم الراحمين، وسبحان من خلق السماوات بغير عمد، ولجاه المصطفى ارحمنا، وغير ذلك من الأدعية فما حكم هذا العمل ؟
حكم هذا العمل أنه بدعة، لأنه ليس مما شرعه لنا رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ قبل الأذان، وإنما يقول بعد الأذان : ( اللهم رب هذه الدعوة التامة، والصلاة القائمة، آت محمدًا الوسيلة والفضيلة، وابعثه مقامًا محمودًا الذي وعدته ) [ رواه البخاري في " صحيحه " ( 1/152 ) من حديث جابر بن عبد الله رضي الله عنهما ] ، وهذا هو الوارد عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ يقوله بلا رفع صوت
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
بِسْـــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــْم
Insya Allah kajian tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan* malam ini dengan materi :
📜 Sirah Tabiin : al-Hasan al-Bashri (Bag ke-2)
📝 Pembahasan:
Ulama Rujukan di Masa Fitnah
🗓 Sabtu malam Ahad, 2 Robi'uts Tsani 1443 H/ 6 Nopember 2021 M
⏰ Waktu: Ba'da sholat Maghrib s.d Isya'
🕌 Tempat: Masjid Al Fauzan, Sumberlele - Kraksaan
🎙️ Ustadz Abu Utsman Kharisman
Mari meraih keutamaan menghadiri mejelis ilmu...
Semoga Allah memberikan kemudahan, pertolongan, serta taufik kepada kita.
Catatan:
Kajian insya Allah juga bisa disimak secara daring (online) melalui:
http://radio.itishom.org:8226
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
IMBAUAN:
1.Diharapkan untuk selalu mengikhlaskan niat semata-mata mencari ridho Allah _subhaanahu wata'ala._
2. Selalu berusaha mempersiapkan alat tulis, untuk menulis faidah 🖊📙
3. Berusaha untuk selalu datang di awal waktu kajian agar mendapatkan barokah ilmu yang dipelajari.
4. Selalu menjaga adab dan akhlak yang baik.
5. Menjaga kebersihan di tempat taklim dan sekitarnya.
6. Tidak mengalami gejala flu (batuk atau pilek atau demam) dan lolos pengecekan batas normal temperatur tubuh (di bawah 37,5° C), baik dilakukan oleh petugas maupun dilakukan sendiri secara mandiri
dengan _thermo-gun_ yang telah disediakan.
7. Bersedia selalu memakai masker.
8. Bersedia melakukan Cuci tangan pakai sabun (CTPS) atau sterilisasi tangan dengan hand sanitizer seusai kegiatan.
9. Bersedia tidak melakukan kontak fisik antar jamah (termasuk jabat tangan).
10. Bersedia menjaga jarak aman minimal 1 m, atau sesuai garis penanda yang disiapkan panitia dan tidak berdesakan.
11. Jemaah dibatasi bagi yang telah baligh. Anak-anak belum diperkenankan ikut serta, kecuali yang telah mendapatkan vaksinasi covid-19.
12. Bagi yang membawa sepeda motor, diimbau selalu mengunci kendaraan (lebih baik kunci ganda) dan mengamankan helm masing-masing.
13. Jumlah peserta dibatasi maksimal 50% dari kapasitas Masjid
14. Harap menjaga ketertiban selama kajian berlangsung.
بارك الله فيكم
Insya Allah kajian tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan* malam ini dengan materi :
📜 Sirah Tabiin : al-Hasan al-Bashri (Bag ke-2)
📝 Pembahasan:
Ulama Rujukan di Masa Fitnah
🗓 Sabtu malam Ahad, 2 Robi'uts Tsani 1443 H/ 6 Nopember 2021 M
⏰ Waktu: Ba'da sholat Maghrib s.d Isya'
🕌 Tempat: Masjid Al Fauzan, Sumberlele - Kraksaan
🎙️ Ustadz Abu Utsman Kharisman
Mari meraih keutamaan menghadiri mejelis ilmu...
Semoga Allah memberikan kemudahan, pertolongan, serta taufik kepada kita.
Catatan:
Kajian insya Allah juga bisa disimak secara daring (online) melalui:
http://radio.itishom.org:8226
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
IMBAUAN:
1.Diharapkan untuk selalu mengikhlaskan niat semata-mata mencari ridho Allah _subhaanahu wata'ala._
2. Selalu berusaha mempersiapkan alat tulis, untuk menulis faidah 🖊📙
3. Berusaha untuk selalu datang di awal waktu kajian agar mendapatkan barokah ilmu yang dipelajari.
4. Selalu menjaga adab dan akhlak yang baik.
5. Menjaga kebersihan di tempat taklim dan sekitarnya.
6. Tidak mengalami gejala flu (batuk atau pilek atau demam) dan lolos pengecekan batas normal temperatur tubuh (di bawah 37,5° C), baik dilakukan oleh petugas maupun dilakukan sendiri secara mandiri
dengan _thermo-gun_ yang telah disediakan.
7. Bersedia selalu memakai masker.
8. Bersedia melakukan Cuci tangan pakai sabun (CTPS) atau sterilisasi tangan dengan hand sanitizer seusai kegiatan.
9. Bersedia tidak melakukan kontak fisik antar jamah (termasuk jabat tangan).
10. Bersedia menjaga jarak aman minimal 1 m, atau sesuai garis penanda yang disiapkan panitia dan tidak berdesakan.
11. Jemaah dibatasi bagi yang telah baligh. Anak-anak belum diperkenankan ikut serta, kecuali yang telah mendapatkan vaksinasi covid-19.
12. Bagi yang membawa sepeda motor, diimbau selalu mengunci kendaraan (lebih baik kunci ganda) dan mengamankan helm masing-masing.
13. Jumlah peserta dibatasi maksimal 50% dari kapasitas Masjid
14. Harap menjaga ketertiban selama kajian berlangsung.
بارك الله فيكم
منتدى نشر الفـــــــوائد
بِسْـــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــْم Insya Allah kajian tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan* malam ini dengan materi : 📜 Sirah Tabiin : al-Hasan al-Bashri (Bag ke-2) 📝 Pembahasan: Ulama Rujukan di Masa Fitnah…
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
📬 ULAMA RUJUKAN DI MASA FITNAH: SIRAH TABIIN AL-HASAN AL-BASHRI (BAG KE-2)
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman -hafizhahullah-
📅 Sabtu malam Ahad, 2 Robi'uts Tsani 1443 H/ 6 Nopember 2021 M di Masjid al Fauzan, Sumberlele - Kraksaan, Probolinggo
◽️(Durasi 0:35:42 -- 8,3 MB)
Link: http://bit.ly/2ZToGTw
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 ULAMA RUJUKAN DI MASA FITNAH: SIRAH TABIIN AL-HASAN AL-BASHRI (BAG KE-2)
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman -hafizhahullah-
📅 Sabtu malam Ahad, 2 Robi'uts Tsani 1443 H/ 6 Nopember 2021 M di Masjid al Fauzan, Sumberlele - Kraksaan, Probolinggo
◽️(Durasi 0:35:42 -- 8,3 MB)
Link: http://bit.ly/2ZToGTw
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🖐️NGERI... ‼️
✒️BEGINI KISAH CRAZY RICH: PAMER HARTA ORANG DAHULU
📝Yuk Simak di link https://buletin-alilmu.net/crazy-rich-pamer-harta/
✒️BEGINI KISAH CRAZY RICH: PAMER HARTA ORANG DAHULU
📝Yuk Simak di link https://buletin-alilmu.net/crazy-rich-pamer-harta/
Buletin Al Ilmu
Crazy Rich: Pamer Harta - Buletin Al Ilmu
Crazy Rich adalah istilah untuk orang super kaya dengan aset kekayaan individu di atas angka tertentu. Bahkan di atas ratusan milyar atau trilyun. Dengan kekayaannya, dia tersohor bergaya hidup glamour : jet pribadi, berlibur ke Eropa dan Amerika, berkelana…
📚 INFO DURUS MASYAIKH
InsyaAllah malam ini pukul 20.30 WIB
Asy-Syaikh Fawwaz حفظه الله
Alhamdulillah, DURUS MASYAIKH AHLUS-SUNNAH dalam program Silsilah Durus Ta'shiliyah Minhajul Atsar bisa disimak melalui beberapa alternatif berikut ini:
https://t.me/ManhajulAnbiya?voicechat
https://minhajulatsar.com/mixlr
https://minhajulatsar.com/radio
http://radiosalafy.com/atsar
🌺 Baarakallahu fikum
InsyaAllah malam ini pukul 20.30 WIB
Asy-Syaikh Fawwaz حفظه الله
Alhamdulillah, DURUS MASYAIKH AHLUS-SUNNAH dalam program Silsilah Durus Ta'shiliyah Minhajul Atsar bisa disimak melalui beberapa alternatif berikut ini:
https://t.me/ManhajulAnbiya?voicechat
https://minhajulatsar.com/mixlr
https://minhajulatsar.com/radio
http://radiosalafy.com/atsar
🌺 Baarakallahu fikum
::
📬 JANGAN BANYAK BERSUMPAH
Pertanyaan: Bagaimana pendapat anda tentang suatu kaum yang kebiasaannya bersumpah atas nama Allah. Mereka selalu menekankan dengan sumpah pada setiap ucapan. Baik ucapan yang penting maupun tidak penting?
Jawaban Syaikh Sholih al-Fauzan hafidzhahullah:
Tidak boleh banyak bersumpah. Karena hal itu menunjukkan ia merendahkan (isi sumpah) itu dan tidak memuliakannya. Allah Ta’ala berfirman:
وَلا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ
"Dan janganlah engkau menaati setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina" (Q.S al-Qolam ayat 10)
Dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa di antara 3 kelompok orang yang Allah tidak akan mengajak mereka berbicara pada hari kiamat, Allah tidak pula mensucikan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih, adalah seorang yang menjadikan Allah (bagaikan) barang dagangannya. Tidaklah ia membeli kecuali dengan sumpahnya. Tidaklah menjual kecuali dengan sumpahnya.
Tersebut dalam tafsir terhadap firman Allah Ta’ala:
وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ
"Dan jagalah sumpah-sumpah kalian" (Q.S al-Maaidah ayat 89)
Artinya, janganlah kalian bersumpah. Itu adalah larangan bersumpah kecuali saat dibutuhkan dan dalam keadaan baik dan jujur.
(al-Muntaqa min Fataawa al-Fauzan jilid 1 Bab Sumpah)
Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:
ما القول في قوم اعتادوا على الحلف بالله، واتخذوه مؤكّدًا لكل قول يقولونه، سواء كان مهمًا أو غير مهم ؟
لا يجوز الإكثار من الحلف؛ لأن ذلك يدل على الاستهانة به وعدم احترامه، وقد قال تعالى : { وَلا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ } [ القلم : 10 . ] .
وفي الحديث الصحيح : أن من الثلاثة الذين لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم : رجلاً جعل الله بضاعته؛ لا يشتري إلا بيمينه، ولا يبيع إلا بيمينه (23).
وقد ورد في تفسير قوله تعالى : { وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ } [ المائدة : 89 . ] ؛ يريد : لا تحلفوا؛ فهو نهي عن الحلف إلا عند الحاجة وفي حالة البر والصدق .
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JANGAN BANYAK BERSUMPAH
Pertanyaan: Bagaimana pendapat anda tentang suatu kaum yang kebiasaannya bersumpah atas nama Allah. Mereka selalu menekankan dengan sumpah pada setiap ucapan. Baik ucapan yang penting maupun tidak penting?
Jawaban Syaikh Sholih al-Fauzan hafidzhahullah:
Tidak boleh banyak bersumpah. Karena hal itu menunjukkan ia merendahkan (isi sumpah) itu dan tidak memuliakannya. Allah Ta’ala berfirman:
وَلا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ
"Dan janganlah engkau menaati setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina" (Q.S al-Qolam ayat 10)
Dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa di antara 3 kelompok orang yang Allah tidak akan mengajak mereka berbicara pada hari kiamat, Allah tidak pula mensucikan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih, adalah seorang yang menjadikan Allah (bagaikan) barang dagangannya. Tidaklah ia membeli kecuali dengan sumpahnya. Tidaklah menjual kecuali dengan sumpahnya.
Tersebut dalam tafsir terhadap firman Allah Ta’ala:
وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ
"Dan jagalah sumpah-sumpah kalian" (Q.S al-Maaidah ayat 89)
Artinya, janganlah kalian bersumpah. Itu adalah larangan bersumpah kecuali saat dibutuhkan dan dalam keadaan baik dan jujur.
(al-Muntaqa min Fataawa al-Fauzan jilid 1 Bab Sumpah)
Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:
ما القول في قوم اعتادوا على الحلف بالله، واتخذوه مؤكّدًا لكل قول يقولونه، سواء كان مهمًا أو غير مهم ؟
لا يجوز الإكثار من الحلف؛ لأن ذلك يدل على الاستهانة به وعدم احترامه، وقد قال تعالى : { وَلا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ } [ القلم : 10 . ] .
وفي الحديث الصحيح : أن من الثلاثة الذين لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم : رجلاً جعل الله بضاعته؛ لا يشتري إلا بيمينه، ولا يبيع إلا بيمينه (23).
وقد ورد في تفسير قوله تعالى : { وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ } [ المائدة : 89 . ] ؛ يريد : لا تحلفوا؛ فهو نهي عن الحلف إلا عند الحاجة وفي حالة البر والصدق .
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
منتدى نشر الفـــــــوائد
📚 INFO DURUS MASYAIKH InsyaAllah malam ini pukul 20.30 WIB Asy-Syaikh Fawwaz حفظه الله Alhamdulillah, DURUS MASYAIKH AHLUS-SUNNAH dalam program Silsilah Durus Ta'shiliyah Minhajul Atsar bisa disimak melalui beberapa alternatif berikut ini: https://t.me/…
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
📬 SIAPAKAH KELOMPOK/ALIRAN MUKTAZILAH ITU?
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
Penanya:
"Semoga Allah memberkahi anda, wahai Syaikh yang mulia. Pertanyaan kedua yang diajukan oleh si penanya adalah: "Siapakah kelompok Muktazilah itu?"
Jawaban Syaikh:
"Muktazilah adalah kelompok ahlul bid'ah. Mereka memiliki pendapat dan akidah tentang Allah, tentang kalam Allah, dan tentang perbuatan-perbuatan-Nya yang menyelisihi mazhab Ahlussunnah Wal Jama'ah. Pimpinan mereka adalah Amru bin Ubaid dan Washil bin Atha'.
Kelompok ini dinamakan Muktazilah karena mereka meninggalkan majelis al-Imam al-Hasan al-Bashri, di saat beliau sedang menjelaskan dan menetapkan (akidah Ahlussunnah Wal Jama'ah) bahwa pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik, pen.) tidaklah serta merta keluar dari bingkai keimanan.
Pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik, pen.) tetap sebagai seorang mukmin, namun kurang (lemah) imannya, atau dia tetap mukmin dengan keimanan yang dia miliki, dan dia juga sebagai orang fasik karena dosa besar yang dia lakukan.
Mendengar penjelasan al-Imam al-Hasan al-Bashri tersebut, mereka pun meninggalkan majelisnya.
Adapun kelompok Muktazilah berpendapat (berakidah) dengan pendapat yang sudah dikenal, yaitu bahwa pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik, pen.) berada di antara dua keadaan, bukan mukmin, dan bukan pula kafir (ketika di dunia, pen.), akan tetapi (pada hari kiamat, pen.) pelaku dosa besar kekal di dalam neraka.
Mereka sependapat dengan kelompok Khawarij dalam hal bahwa pelaku dosa besar (pada hari kiamat, pen.) kekal di dalam neraka.
Akan tetapi perbedaan mereka, kalau Khawarij terang-terangan mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu kafir, keluar dari Islam. Sementara Muktazilah terang-terangan mengatakan bahwa pelaku dosa besar telah keluar dari Islam, namun mereka tidak berani mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu kafir (ketika di dunia, pen.). Mereka mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu berada di antara dua keadaan.
Kelompok Muktazilah ini telah menetapkan satu keadaan (di antara dua keadaan) yang terang-terangan menyelisihi firman Allah 'Azza Wajalla,
(هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنكُمْ كَافِرٌ وَمِنكُم مُّؤْمِنٌ)
"Dialah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin." (QS. At-Taghabun: 2)
Tidak ada keadaan ketiga, bukan mukmin dan bukan kafir, kecuali yang dikatakan oleh kelompok Muktazilah, yang mereka itu telah mengada-adakan kebid'ahan dalam agama Allah dan syariat-Nya yang sama sekali bukan bagian darinya.
من هم المعتزلة ؟
السؤال:
بارك الله فيكم فضيلة الشيخ، السائل له الفقرة الثانية، يقول: من هم المعتزلة؟
الجواب:
الشيخ: المعتزلة هم طائفة مبتدعة، يقولون في الله، وفي كلام الله، وفي أفعال الله ما يخالف مذهب أهل السنة والجماعة، ورئيسهم عمرو بن عبيد، و واصل بن عطاء، وسموا معتزلة؛ لأنهم اعتزلوا مجلس الحسن البصري؛ حيث كان يقرر أن فاعل الكبيرة لا يخرج من الإيمان، بل هو مؤمن ناقص الإيمان، أو مؤمن بإيمانه، فاسق بكبيرته؛ فاعتزلوا هذا المجلس، مجلس الحسن البصري، وقالوا: مقولتهم المشهورة، إن فاعل الكبيرة في منزلة بين منزلتين، فليس مؤمناً، وليس كافراً، لكنه مع ذلك مخلد في النار، فهم يلتقون بالخوارج في القول، بأن فاعل الكبيرة مخلد في النار، لكن الخوارج يصرحون بأنه كافر خارج عن الإسلام، وهؤلاء يصرحون بأنه خارج عن الإسلام لكنهم لا يجرءون أن يقولوا إنه كافر، بل يقولون: إنه في منزلة بين منزلتين، فأثبتوا هذه المنزلة المخالفة لكلام الله عز وجل حيث قال تبارك وتعالى: ﴿هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ﴾، وليس هناك قسم ثالث ليس بكافر ولا مؤمن، إلا على قول هؤلاء المعتزلة، الذين ابتدعوا في دين الله وشريعته ما ليس منها.
Sumber:
http://bit.ly/3C77KGJ
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SIAPAKAH KELOMPOK/ALIRAN MUKTAZILAH ITU?
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
Penanya:
"Semoga Allah memberkahi anda, wahai Syaikh yang mulia. Pertanyaan kedua yang diajukan oleh si penanya adalah: "Siapakah kelompok Muktazilah itu?"
Jawaban Syaikh:
"Muktazilah adalah kelompok ahlul bid'ah. Mereka memiliki pendapat dan akidah tentang Allah, tentang kalam Allah, dan tentang perbuatan-perbuatan-Nya yang menyelisihi mazhab Ahlussunnah Wal Jama'ah. Pimpinan mereka adalah Amru bin Ubaid dan Washil bin Atha'.
Kelompok ini dinamakan Muktazilah karena mereka meninggalkan majelis al-Imam al-Hasan al-Bashri, di saat beliau sedang menjelaskan dan menetapkan (akidah Ahlussunnah Wal Jama'ah) bahwa pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik, pen.) tidaklah serta merta keluar dari bingkai keimanan.
Pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik, pen.) tetap sebagai seorang mukmin, namun kurang (lemah) imannya, atau dia tetap mukmin dengan keimanan yang dia miliki, dan dia juga sebagai orang fasik karena dosa besar yang dia lakukan.
Mendengar penjelasan al-Imam al-Hasan al-Bashri tersebut, mereka pun meninggalkan majelisnya.
Adapun kelompok Muktazilah berpendapat (berakidah) dengan pendapat yang sudah dikenal, yaitu bahwa pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik, pen.) berada di antara dua keadaan, bukan mukmin, dan bukan pula kafir (ketika di dunia, pen.), akan tetapi (pada hari kiamat, pen.) pelaku dosa besar kekal di dalam neraka.
Mereka sependapat dengan kelompok Khawarij dalam hal bahwa pelaku dosa besar (pada hari kiamat, pen.) kekal di dalam neraka.
Akan tetapi perbedaan mereka, kalau Khawarij terang-terangan mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu kafir, keluar dari Islam. Sementara Muktazilah terang-terangan mengatakan bahwa pelaku dosa besar telah keluar dari Islam, namun mereka tidak berani mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu kafir (ketika di dunia, pen.). Mereka mengatakan bahwa pelaku dosa besar itu berada di antara dua keadaan.
Kelompok Muktazilah ini telah menetapkan satu keadaan (di antara dua keadaan) yang terang-terangan menyelisihi firman Allah 'Azza Wajalla,
(هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنكُمْ كَافِرٌ وَمِنكُم مُّؤْمِنٌ)
"Dialah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin." (QS. At-Taghabun: 2)
Tidak ada keadaan ketiga, bukan mukmin dan bukan kafir, kecuali yang dikatakan oleh kelompok Muktazilah, yang mereka itu telah mengada-adakan kebid'ahan dalam agama Allah dan syariat-Nya yang sama sekali bukan bagian darinya.
من هم المعتزلة ؟
السؤال:
بارك الله فيكم فضيلة الشيخ، السائل له الفقرة الثانية، يقول: من هم المعتزلة؟
الجواب:
الشيخ: المعتزلة هم طائفة مبتدعة، يقولون في الله، وفي كلام الله، وفي أفعال الله ما يخالف مذهب أهل السنة والجماعة، ورئيسهم عمرو بن عبيد، و واصل بن عطاء، وسموا معتزلة؛ لأنهم اعتزلوا مجلس الحسن البصري؛ حيث كان يقرر أن فاعل الكبيرة لا يخرج من الإيمان، بل هو مؤمن ناقص الإيمان، أو مؤمن بإيمانه، فاسق بكبيرته؛ فاعتزلوا هذا المجلس، مجلس الحسن البصري، وقالوا: مقولتهم المشهورة، إن فاعل الكبيرة في منزلة بين منزلتين، فليس مؤمناً، وليس كافراً، لكنه مع ذلك مخلد في النار، فهم يلتقون بالخوارج في القول، بأن فاعل الكبيرة مخلد في النار، لكن الخوارج يصرحون بأنه كافر خارج عن الإسلام، وهؤلاء يصرحون بأنه خارج عن الإسلام لكنهم لا يجرءون أن يقولوا إنه كافر، بل يقولون: إنه في منزلة بين منزلتين، فأثبتوا هذه المنزلة المخالفة لكلام الله عز وجل حيث قال تبارك وتعالى: ﴿هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ﴾، وليس هناك قسم ثالث ليس بكافر ولا مؤمن، إلا على قول هؤلاء المعتزلة، الذين ابتدعوا في دين الله وشريعته ما ليس منها.
Sumber:
http://bit.ly/3C77KGJ
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 PARA ULAMA LAKSANA BINTANG-BINTANG YANG PANAH APINYA MEMBAKAR SETAN-SETAN, BUKAN SEKEDAR PENUNJUK ARAH KIBLAT
🔊 Audio:
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9685
Berkata asy-Syaikh Abdullah bin Sholfiq Azh-Zhafiriy hafizhahullah ta'ala pada menit (25:28 - 26:51):
"Para ulama keutamaan mereka sangat besar, dan keberadaan mereka adalah cahaya yang menyinari alam semesta.
Mereka laksana bintang-bintang yang dijadikan oleh manusia sebagai petunjuk dan pembimbing dalam kegelapan di muka bumi.
Mereka adalah perhiasan bumi, sebagaimana bintang-bintang adalah perhiasan langit.
Mereka adalah pelindung agama dan akidah, serta penjaga millah (Islam) dan as-Sunnah (ajaran Nabi).
Sebagaimana bintang-bintang dijadikan (oleh Allah) sebagai panah-panah api (yang membakar) setan-setan.
Maka para ulama Rabbaniyyun, Ahlus Sunnah wal Hadits, adalah panah-panah api bagi setan-setan di kalangan manusia dari para pembuat kerusakan di muka bumi dan ahlul bid'ah serta zanadiqah (orang-orang yang menyembunyikan kekafiran dan menampakkan keislaman untuk menghancurkan Islam, pen.).
Sungguh kepergian (kematian) para ulama adalah kegelapan di muka bumi, sebagaimana bintang-bintang, jika pergi, semakin menjadikan malam gelap gulita.
Maka ketika para ulama telah tiada, kebodohan semakin merajalela, berbagai fitnah semakin merebak, para pengusung fitnah mendongakkan kepala-kepala mereka, dan manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin (rujukan dalam agama), hingga akhirnya para pemimpin yang bodoh itu menyesatkan dan membinasakan mereka."
قال الشيخ د.عبدالله بن صلفيق الظفيري حفظه الله:
الدقيقة (٢٥:٢٨ - ٢٦:٥١)
فالعلماء فضلهم عظيم، ووجودهم ضياء للعالمين، فهم كالنجوم يَستدِل بها الناسُ و يهتدون بها في ظلمات الأرض وهم زينة الأرض، كما أن النجوم زينة السماء.
وهم حماة الدين والعقيدة وحراس الملة والسنة. كما أن النجوم جُعلت رجوما للشياطين، فالعلماء الربانيون أهل السنة والحديث هم رجوم الشياطين؛ شياطين الإنس من المفسدين في الأرض ومن أهل البدع والزنادقة.
وإن ذهاب العلماء ظلمة في الارض كما أن النجوم إذا ذهبت أظلم الليل وأدمس.
فإذا ذهب العلماء كثر الجهل وكثرت الفتن وأطل أهلها برؤوسهم واتخذ الناس رؤوسا جهالا ففتنوا الناس وأهلكوهم.
✅ مكانة العلماء وأهل العلم
♻️ضمن برنامج دورة الإمام المجدد محمد بن عبدالوهاب بمكة المكرمة
📆اليوم الجمعة /30/ربيع الأول /1443ه۟ـ :05/11/2021m
Sumber:
https://t.me/abdulahaldafiri/2098
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 PARA ULAMA LAKSANA BINTANG-BINTANG YANG PANAH APINYA MEMBAKAR SETAN-SETAN, BUKAN SEKEDAR PENUNJUK ARAH KIBLAT
🔊 Audio:
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9685
Berkata asy-Syaikh Abdullah bin Sholfiq Azh-Zhafiriy hafizhahullah ta'ala pada menit (25:28 - 26:51):
"Para ulama keutamaan mereka sangat besar, dan keberadaan mereka adalah cahaya yang menyinari alam semesta.
Mereka laksana bintang-bintang yang dijadikan oleh manusia sebagai petunjuk dan pembimbing dalam kegelapan di muka bumi.
Mereka adalah perhiasan bumi, sebagaimana bintang-bintang adalah perhiasan langit.
Mereka adalah pelindung agama dan akidah, serta penjaga millah (Islam) dan as-Sunnah (ajaran Nabi).
Sebagaimana bintang-bintang dijadikan (oleh Allah) sebagai panah-panah api (yang membakar) setan-setan.
Maka para ulama Rabbaniyyun, Ahlus Sunnah wal Hadits, adalah panah-panah api bagi setan-setan di kalangan manusia dari para pembuat kerusakan di muka bumi dan ahlul bid'ah serta zanadiqah (orang-orang yang menyembunyikan kekafiran dan menampakkan keislaman untuk menghancurkan Islam, pen.).
Sungguh kepergian (kematian) para ulama adalah kegelapan di muka bumi, sebagaimana bintang-bintang, jika pergi, semakin menjadikan malam gelap gulita.
Maka ketika para ulama telah tiada, kebodohan semakin merajalela, berbagai fitnah semakin merebak, para pengusung fitnah mendongakkan kepala-kepala mereka, dan manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin (rujukan dalam agama), hingga akhirnya para pemimpin yang bodoh itu menyesatkan dan membinasakan mereka."
قال الشيخ د.عبدالله بن صلفيق الظفيري حفظه الله:
الدقيقة (٢٥:٢٨ - ٢٦:٥١)
فالعلماء فضلهم عظيم، ووجودهم ضياء للعالمين، فهم كالنجوم يَستدِل بها الناسُ و يهتدون بها في ظلمات الأرض وهم زينة الأرض، كما أن النجوم زينة السماء.
وهم حماة الدين والعقيدة وحراس الملة والسنة. كما أن النجوم جُعلت رجوما للشياطين، فالعلماء الربانيون أهل السنة والحديث هم رجوم الشياطين؛ شياطين الإنس من المفسدين في الأرض ومن أهل البدع والزنادقة.
وإن ذهاب العلماء ظلمة في الارض كما أن النجوم إذا ذهبت أظلم الليل وأدمس.
فإذا ذهب العلماء كثر الجهل وكثرت الفتن وأطل أهلها برؤوسهم واتخذ الناس رؤوسا جهالا ففتنوا الناس وأهلكوهم.
✅ مكانة العلماء وأهل العلم
♻️ضمن برنامج دورة الإمام المجدد محمد بن عبدالوهاب بمكة المكرمة
📆اليوم الجمعة /30/ربيع الأول /1443ه۟ـ :05/11/2021m
Sumber:
https://t.me/abdulahaldafiri/2098
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
..
::
📬 PERINGATAN AKAN AKIDAH JAHMIYYAH YANG MENOLAK KETINGGIAN ALLAH DI ATAS ‘ARSY
Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmiy rahimahullah menyatakan:
Hadits-hadits dan ayat-ayat yang menunjukkan ketinggian Allah di atas Arsy-Nya didustakan oleh banyak manusia. Mereka berkata:
Sesungguhnya Dia (Allah) berada di semua tempat atau tidak berada di dalam alam, tidak di luar alam, tidak bersambung dengan alam, dan tidak terpisah dari alam.
Ini adalah akidah yang disebarkan oleh orang-orang yang menolak sifat-sifat Allah kepada orang-orang awam. Ini adalah akidah yang menyimpang dan sesat, mendustakan Kitab Allah Azza Wa Jalla, dan sunnah Rasulullah shollallahu alaihi wasallam.
Barang siapa yang berkeyakinan bahwasanya Dzat Allah di setiap tempat atau bersatu pada makhluk-makhluk-Nya – yang akidah ini disebarkan oleh orang-orang yang terdidik dalam asuhan tunas-tunas Jahmiyyah yang menolak Sifat-Sifat (Allah) -.
Ini adalah akidah yang batil. Barang siapa yang meyakininya, ia kafir. Meskipun ia shalat, berpuasa, dan menyangka bahwasanya dirinya muslim. Taufiq hanyalah dengan pertolongan Allah.
(Fathul Ghoniyyil A’laa fi Syarhi Fatwa al-Hamawiyyah al-Kubro (10/102/103))
Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:
” الأحاديث والآيات الدالة على فوقية الله عز وجل على عرشه يكذب بها كثيرٌ من الناس ، ويقولون إنَّه في كل مكان أو لا داخل العالم ، ولا خارجه ، ولا متصلاً به ، ولا منفصلاً عنه ، وهذه العقيدة التي بثَّها المعطلون لصفات الله بين العوام ، إنَّها عقيدة زيغ ، وضلالٍ ، وتكذيب لكتاب الله عز وجل ، ولسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم . فمن اعتقد أنَّ الله بذاته في كلِّ مكان أو حالَّاً في مخلوقاته – هذه العقائد التي يبثها من تربوا في أحضان أفراخ الجهمية المعطلين للصفات – هذه عقائد باطلة ، ومن اعتقدها كفر ، وإن صلَّى وصام وزعم أنَّه مسلم ، وبالله التوفيق ” فتح الغني الأعلى في شرح فتوى الحموية الكبرى ج10 / 102-103 مخطوط .
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 PERINGATAN AKAN AKIDAH JAHMIYYAH YANG MENOLAK KETINGGIAN ALLAH DI ATAS ‘ARSY
Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmiy rahimahullah menyatakan:
Hadits-hadits dan ayat-ayat yang menunjukkan ketinggian Allah di atas Arsy-Nya didustakan oleh banyak manusia. Mereka berkata:
Sesungguhnya Dia (Allah) berada di semua tempat atau tidak berada di dalam alam, tidak di luar alam, tidak bersambung dengan alam, dan tidak terpisah dari alam.
Ini adalah akidah yang disebarkan oleh orang-orang yang menolak sifat-sifat Allah kepada orang-orang awam. Ini adalah akidah yang menyimpang dan sesat, mendustakan Kitab Allah Azza Wa Jalla, dan sunnah Rasulullah shollallahu alaihi wasallam.
Barang siapa yang berkeyakinan bahwasanya Dzat Allah di setiap tempat atau bersatu pada makhluk-makhluk-Nya – yang akidah ini disebarkan oleh orang-orang yang terdidik dalam asuhan tunas-tunas Jahmiyyah yang menolak Sifat-Sifat (Allah) -.
Ini adalah akidah yang batil. Barang siapa yang meyakininya, ia kafir. Meskipun ia shalat, berpuasa, dan menyangka bahwasanya dirinya muslim. Taufiq hanyalah dengan pertolongan Allah.
(Fathul Ghoniyyil A’laa fi Syarhi Fatwa al-Hamawiyyah al-Kubro (10/102/103))
Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:
” الأحاديث والآيات الدالة على فوقية الله عز وجل على عرشه يكذب بها كثيرٌ من الناس ، ويقولون إنَّه في كل مكان أو لا داخل العالم ، ولا خارجه ، ولا متصلاً به ، ولا منفصلاً عنه ، وهذه العقيدة التي بثَّها المعطلون لصفات الله بين العوام ، إنَّها عقيدة زيغ ، وضلالٍ ، وتكذيب لكتاب الله عز وجل ، ولسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم . فمن اعتقد أنَّ الله بذاته في كلِّ مكان أو حالَّاً في مخلوقاته – هذه العقائد التي يبثها من تربوا في أحضان أفراخ الجهمية المعطلين للصفات – هذه عقائد باطلة ، ومن اعتقدها كفر ، وإن صلَّى وصام وزعم أنَّه مسلم ، وبالله التوفيق ” فتح الغني الأعلى في شرح فتوى الحموية الكبرى ج10 / 102-103 مخطوط .
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
💦 NYESEL KALAU TIDAK TAHU❗
🌻 TERNYATA INI DOA AGAR HUJAN TIDAK BERPETAKA
📝Yuk Simak dan bagikan faedahnya di link
https://buletin-alilmu.net/anda-harus-tahu-doa-agar-hujan-tidak-berpetaka/
🌻 TERNYATA INI DOA AGAR HUJAN TIDAK BERPETAKA
📝Yuk Simak dan bagikan faedahnya di link
https://buletin-alilmu.net/anda-harus-tahu-doa-agar-hujan-tidak-berpetaka/
::
📬 MEREKA YANG BERPALING DARI AYAT-AYAT ALLAH
Pertanyaan :
Apa tafsir firman Allah Ta'ala :
﴿وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ﴾
"Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan dari ayat-ayat itu, lalu syaithon mengikutinya (menggodanya), maka dia termasuk orang yang sesat." [Al A'raf : 175]
Syaikh Muhammad al Utsaimin رحمه الله menjawab:
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam, aku bershalawat dan salam atas nabi kita Muhammad ﷺ, keluarga, dan para shahabat seluruhnya.
Tafsir ayat yang mulia ini, sesungguhnya Allah memerintahkan Nabi-Nya Muhammad ﷺ agar membacakan kepada manusia kisah orang ini yang Allah beri dia ayat-ayat-Nya, yaitu Allah ajarkan dia hukum-hukum syariat dan menjelaskan kepadanya.
Akan tetapi wal 'iyadzu billah dia berpaling dan meninggalkannya, maka syaithon pun mengikuti serta menjerumuskannya.
Kemudian Allah berfirman:
﴿وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَٰهُ بِهَا﴾
"Kalau Kami menghendaki, niscaya Kami angkat dia dengannya."
Yakni; kalau Kami kehendaki, Kami akan angkat derajatnya dengan ayat-ayat Kami dan kemudian Kami jadikan dia beramal dengan ayat-ayat tersebut, sehingga dia menunaikan kewajiban dari konsekuensinya, maka apabila ia melakukannya, Allah angkat derajatnya dengan sebab tadi.
Akan tetapi orang ini, yaitu orang yang telah Allah berikan kepadanya ayat-ayat tersebut, ternyata orang yang tidak layak diangkat derajatnya oleh Allah dengan sebab ayat-ayat tersebut, dikarenakan dia cenderung dan doyong kepada dunia, maka jadilah ambisi utamanya hanya untuk mendapatkan bagian dunianya, baik itu keinginan untuk mendapat kedudukan, harta, jabatan atau yang selainnya. Maka akhirnya dia memperturutkan hawa nafsu yang ia cenderung kepadanya.
﴿فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلْكَلْبِ﴾
Permisalannya seperti anjing yang senantiasa menjulurkan lidahnya, baik ketika kalian halau atau tidak, maka siapakah model orang seperti ini, yang dijadikan sebagai permisalan sepertinya?
Allah berfirman:
﴿ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآياتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ﴾
"Demikianlah permisalan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami, maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka mau berfikir." [Al A'raf : 176]
Ini adalah keadaan orang kafir yang Allah berikan ilmu, dijelaskan kepadanya syariat melalui para Rasul yang mulia 'alihimush sholatu wassalam, akan tetapi dia enggan kecuali sekedar mengikuti hawa nafsunya dan cenderung kepada dunia, maka demikian akhir keadaannya. Kami memohon kepada Allah keselamatan.
السؤال:
رسالة وصلت من المستمع عبده علي، يقول: ما تفسير قوله تعالى: ﴿وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ﴾؟
الجواب:
الشيخ: الحمد لله رب العالمين، وأصلي وأسلم على نبينا محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين، تفسير هذه الآية الكريمة أن الله تعالى أمر نبيه محمداً صلى الله عليه وسلم أن يتلو على الناس قصة هذا الرجل الذي آتاه الله آياته أي علّمه أحكام شرعيته وبينها له، ولكنه والعياذ بالله انسلخ منها وتركها، فتبعه الشيطان، فأغواه، قال الله عز وجل: ﴿ولو شئنا لرفعناه بها﴾، أي: ولو شئنا لرفعناه بآياتنا فجعلناه يعمل بها، ويقوم بواجبها، فإذا فعل ذلك رفعه الله تعالى بها، ولكنه، أي: هذا الذي آتاه الله الآيات ليس أهلاً لأن يرفعه الله بها لأنه أخلد إلى الأرض ومال إليها، وصار أكبر همه أن ينال حظوظه من الدنيا، سواء كان يريد الجاه، أو المال، أو المرتبة، أو غير ذلك، واتبع هواه، فيما أخلد إليه، ﴿فمثله كمثل الكلب﴾ يلهث دائماً سواء حملت عليه أم لم تحمل، فمن هذا الرجل الذي لـه هذا المثـل قال الله تعالى: ﴿ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآياتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ﴾، فهذا هو الكافر الذي آتاه الله تعالى العلم، وبين له الشرع على أيدي رسله الكرام عليهم الصلاة والسلام، ولكنه أبى إلا أن يتبع هواه، ويخلد إلى الأرض، فصار هذا مآله، نسأل الله العافية.
https://binothaimeen.net/content/8692
ــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MEREKA YANG BERPALING DARI AYAT-AYAT ALLAH
Pertanyaan :
Apa tafsir firman Allah Ta'ala :
﴿وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ﴾
"Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan dari ayat-ayat itu, lalu syaithon mengikutinya (menggodanya), maka dia termasuk orang yang sesat." [Al A'raf : 175]
Syaikh Muhammad al Utsaimin رحمه الله menjawab:
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam, aku bershalawat dan salam atas nabi kita Muhammad ﷺ, keluarga, dan para shahabat seluruhnya.
Tafsir ayat yang mulia ini, sesungguhnya Allah memerintahkan Nabi-Nya Muhammad ﷺ agar membacakan kepada manusia kisah orang ini yang Allah beri dia ayat-ayat-Nya, yaitu Allah ajarkan dia hukum-hukum syariat dan menjelaskan kepadanya.
Akan tetapi wal 'iyadzu billah dia berpaling dan meninggalkannya, maka syaithon pun mengikuti serta menjerumuskannya.
Kemudian Allah berfirman:
﴿وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَٰهُ بِهَا﴾
"Kalau Kami menghendaki, niscaya Kami angkat dia dengannya."
Yakni; kalau Kami kehendaki, Kami akan angkat derajatnya dengan ayat-ayat Kami dan kemudian Kami jadikan dia beramal dengan ayat-ayat tersebut, sehingga dia menunaikan kewajiban dari konsekuensinya, maka apabila ia melakukannya, Allah angkat derajatnya dengan sebab tadi.
Akan tetapi orang ini, yaitu orang yang telah Allah berikan kepadanya ayat-ayat tersebut, ternyata orang yang tidak layak diangkat derajatnya oleh Allah dengan sebab ayat-ayat tersebut, dikarenakan dia cenderung dan doyong kepada dunia, maka jadilah ambisi utamanya hanya untuk mendapatkan bagian dunianya, baik itu keinginan untuk mendapat kedudukan, harta, jabatan atau yang selainnya. Maka akhirnya dia memperturutkan hawa nafsu yang ia cenderung kepadanya.
﴿فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلْكَلْبِ﴾
Permisalannya seperti anjing yang senantiasa menjulurkan lidahnya, baik ketika kalian halau atau tidak, maka siapakah model orang seperti ini, yang dijadikan sebagai permisalan sepertinya?
Allah berfirman:
﴿ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآياتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ﴾
"Demikianlah permisalan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami, maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka mau berfikir." [Al A'raf : 176]
Ini adalah keadaan orang kafir yang Allah berikan ilmu, dijelaskan kepadanya syariat melalui para Rasul yang mulia 'alihimush sholatu wassalam, akan tetapi dia enggan kecuali sekedar mengikuti hawa nafsunya dan cenderung kepada dunia, maka demikian akhir keadaannya. Kami memohon kepada Allah keselamatan.
السؤال:
رسالة وصلت من المستمع عبده علي، يقول: ما تفسير قوله تعالى: ﴿وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ﴾؟
الجواب:
الشيخ: الحمد لله رب العالمين، وأصلي وأسلم على نبينا محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين، تفسير هذه الآية الكريمة أن الله تعالى أمر نبيه محمداً صلى الله عليه وسلم أن يتلو على الناس قصة هذا الرجل الذي آتاه الله آياته أي علّمه أحكام شرعيته وبينها له، ولكنه والعياذ بالله انسلخ منها وتركها، فتبعه الشيطان، فأغواه، قال الله عز وجل: ﴿ولو شئنا لرفعناه بها﴾، أي: ولو شئنا لرفعناه بآياتنا فجعلناه يعمل بها، ويقوم بواجبها، فإذا فعل ذلك رفعه الله تعالى بها، ولكنه، أي: هذا الذي آتاه الله الآيات ليس أهلاً لأن يرفعه الله بها لأنه أخلد إلى الأرض ومال إليها، وصار أكبر همه أن ينال حظوظه من الدنيا، سواء كان يريد الجاه، أو المال، أو المرتبة، أو غير ذلك، واتبع هواه، فيما أخلد إليه، ﴿فمثله كمثل الكلب﴾ يلهث دائماً سواء حملت عليه أم لم تحمل، فمن هذا الرجل الذي لـه هذا المثـل قال الله تعالى: ﴿ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآياتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ﴾، فهذا هو الكافر الذي آتاه الله تعالى العلم، وبين له الشرع على أيدي رسله الكرام عليهم الصلاة والسلام، ولكنه أبى إلا أن يتبع هواه، ويخلد إلى الأرض، فصار هذا مآله، نسأل الله العافية.
https://binothaimeen.net/content/8692
ــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📬 PARA ULAMA LAKSANA BINTANG-BINTANG YANG PANAH APINYA MEMBAKAR SETAN-SETAN, BUKAN SEKEDAR PENUNJUK ARAH KIBLAT
🔊 Audio :
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9692
🎙 Asy-Syaikh Abdullah bin Sholfiq Azh-Zhafiriy hafizhahullah
🔊 Audio :
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9692
🎙 Asy-Syaikh Abdullah bin Sholfiq Azh-Zhafiriy hafizhahullah
Forwarded from Manhajul Anbiya
💐 KABAR GEMBIRA
📻 Ikuti kajian ilmiah bersama Masyaikh Ahlus Sunnah
📘 Dars "Syarah Kitab al-Adabul Mufrad"
💺 bersama Fadhilah asy-Syaikh DR. Khalid bin Qasim ar-Radady hafizhahullah
☄️ Malam ini pukul 19:40 WIB (Insyaallah)
dan
📘 Dars "Syarah al-Ushul as-Sittah"
💺 Fadhilah asy-Syaikh Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
☄️ Malam ini pukul 21:50 WIB (Insyaallah)
-------------------
📡 Disiarkan LIVE (Langsung) di:
Radio Miraath 1: Miraath.net/radio/1
-------------------
📡 Disiarkan relay di:*"
📻 Radio Minhajul Atsar 1:**
http://radiosalafy.com/atsar
(versi web)
📥 Atau download aplikasinya di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.minhajul.atsar
📻 Radio Manhajul Anbiya via Aplikasi Radio Syariah.
📻 Ikuti kajian ilmiah bersama Masyaikh Ahlus Sunnah
📘 Dars "Syarah Kitab al-Adabul Mufrad"
💺 bersama Fadhilah asy-Syaikh DR. Khalid bin Qasim ar-Radady hafizhahullah
☄️ Malam ini pukul 19:40 WIB (Insyaallah)
dan
📘 Dars "Syarah al-Ushul as-Sittah"
💺 Fadhilah asy-Syaikh Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah
☄️ Malam ini pukul 21:50 WIB (Insyaallah)
-------------------
📡 Disiarkan LIVE (Langsung) di:
Radio Miraath 1: Miraath.net/radio/1
-------------------
📡 Disiarkan relay di:*"
📻 Radio Minhajul Atsar 1:**
http://radiosalafy.com/atsar
(versi web)
📥 Atau download aplikasinya di:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.minhajul.atsar
📻 Radio Manhajul Anbiya via Aplikasi Radio Syariah.
miraath.net
إذاعة ميراث الأنبياء
من هنا تسمعون ما يبث في الاذاعة الرئيسية