منتدى نشر الفـــــــوائد
7.61K subscribers
4.29K photos
256 videos
279 files
5.6K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
📬 CINTA TANAH AIR BAGIAN KEIMANAN?

Dalam euforia kemerdekaan tak jarang ungkapan suka cita meletup pada anak bangsa. Pernah mendengar sebagian saudara kita menyebut "HUBBUL WATHON MINAL IMAN!" Cinta tanah air merupakan bagian keimanan?

Benarkah ucapan itu sebagai sabda Nabi shollallahu 'alaihi wasallam. Para ulama menjadi rujukan kita untuk memahami fakta sebenarnya.

Dalam Fatwa Komite Tetap Penelitian Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, disebutkan Soal ke 3 dari Fatwa no 5729


Pertanyaan:

Apa pendapat anda tentang kalimat;

(حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الِإيمَان)

Cinta negara/bangsa bagian dari keimanan.
(اﻟﻨَّﻈَﺎﻓَﺔُ ﻣِﻦَ اﻹﻳْﻤَﺎﻥِ)

Kebersihan bagian dari keimanan.

(اﻟﺘَّﺪْﺑِﻴﺮُ ﻧِﺼْﻒُ اﻟﻤَﻌِﻴْﺸَﺔ)

Pengaturan separuh kehidupan.

  (اﻻﻗْﺘِﺼَﺎﺩُ ﻧِﺼْﻒُ اﻟْﻤَﻌِﻴْﺸَﺔ)

Berperilaku hemat separuh penghidupan.

Apakah ini adalah hadits-hadits shohih atau sekedar hukum saja?


Jawaban:

Apa yang anda sebutkan dari beberapa kalimat (di atas), bukanlah hadits-hadits dari Nabi shollallahu alaihi wasallam, akan tetapi ini adalah kalimat-kalimat yang terucap dari lisan ke lisan manusia.

Dan semoga (terlimpah) taufiq dari Allah, serta sholawat dan salam tercurahkan atas Nabi, keluarga dan para shahabatnya.

Al Lajnah Addaimah lilbuhuts al Ilmiyyah wal ifta.

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Abdurrazzaq 'Afifi (Wakil ketua)
Abdullah bin Ghudayan (Anggota)
Abdullah bin Qu'ud (Anggota)

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/cinta-tanah-air-yang-benar/

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️


Demikian juga Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah berkata:

Yang perlu diingatkan bahwa "hadits":

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الِإيمَانِ

Cinta tanah air bagian dari keimanan.

Hadits ini kedustaan atas nama Rasulullah, ini dusta, bukan hadits yang bersumber dari Rasulullah.

Cinta tanah air ketika itu adalah negara Islam, maka kecintaannya karena negara Islam, tidak terbedakan antara negara Islam tempat tinggalmu atau negara Islam yang jauh darimu, setiap negara Islam wajib bagi kita menghidupkannya.

Maka kesimpulannya, wajib kita ketahui bahwa niat yang benar adalah meniatkan untuk membela Islam di negara kita atau untuk membela negara Islam, bukan hanya sekedar negara."

(Sumber audio:
Syarah Riyadhus sholihin, kaset ke-2).

Beliau rahimahullah juga pernah menasehatkan:

"Dan wajib bagi manusia untuk berhati-hati dari menyandarkan kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dari ucapan atau perbuatan, karena berdusta atas nama Rasulullah tidak sama dengan berdusta atas salah seorang di antara kita, karena berdusta atas Rasulullah maka berdusta atas syariat Allah subhanahu wata'ala.

Di antara hadits-hadits masyhur yang tidak ada sumbernya adalah;

{حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الِإيمَان}

Cinta tanah air bagian dari keimanan,

{خير الأسماء مَا عُبِّد وَحُمِّد}

Sebaik-baik nama adalah yang mengandung pujian dan penghambaan,

{الْمعدة بَيت الدَّاء وَالْحمية رَأس كل دَوَاء}

"Perut adalah rumah penyakit dan fanatisme adalah pokok obat",
dan yang semisalnya banyak. 

Sehingga wajib bagi setiap orang untuk menjaga dirinya dari menyandarkan (ucapan dan perbuatan) kepada Nabi, sehingga ia tidak terjatuh kepada peringatan keras yang diancam Rasulullah dalam sabdanya,

{مَن كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ}

"Barang siapa yang sengaja berdusta  atasku, maka persiapkan tempat duduknya di Neraka".

Dan sabda beliau:

{مَنْ حَدَّثَ عَنِّي بِحَديثٍ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الكَاذِبينَ}

"Barangsiapa yang menyampaikan dariku hadits dia mengetahui dusta, maka dia termasuk para pendusta."

Fatawa Islamiyyah - Kitab Alhadits Syarif : 4/110

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

🖋️ Abu Muhammad Qosim hafizhahullah | Grup WA Al I'tishom

Situs web resmi:
https://itishom.org/

Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️ 

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 NASIHAT BAGI YANG MASIH MENCUKUPKAN PENGGUNAAN KALENDER MASEHI


Pertanyaan:

Syaikh yang mulia, bagaimana nasihat anda bagi muslimin yang masih (hanya) menggunakan (patokan) bulan-bulan (sesuai kalender) masehi?



Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah:

"Saya menasihatkan mereka untuk meninggalkan sistem tersebut. Merupakan kewajiban bagi muslimin untuk menggunakan (penyebutan) bulan-bulan hijriyyah, (menurut metode) qomariyyah (patokan peredaran bulan-pen), sebagaimana metode tersebut telah digunakan Nabinya ﷺ dan para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum.

(Namun) apabila masih diperlukan (penyebutan) bulan-bulan syamsiah (menurut metode patokan peredaran matahari-pen) tidak mengapa (menyebutkannya) setelah penyebutan bulan qomariyyah.

Seperti dengan anda menyebut misalkan "Pada hari demikian, yang bertepatan dengan tanggal demikian..." (Diperbolehkan) jika adanya kebutuhan untuk menyebutkan pula nama bulan-bulan metode lain yang disebutkan setelah bulan-bulan metode qomariyyah.

Adapun sekedar mencukupkan penyebutan (metode syamsiah) sendirian saja, tidak boleh. Seorang muslim tidak pantas mencukupkan penyebutannya sendirian saja. Namun sepatutnya disebutkan metode ini bersama yang itu juga."

Sumber:
is.gd/gW3L3I

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

Artikel bermanfaat lainnya

https://itishom.org/blog/artikel/fatwa/hukum-tinggal-di-negeri-kafir-dan-kapan-diharuskan-berhijrah/

https://itishom.org/blog/artikel/hadits/sebagian-hadits-tentang-puasa-hari-asyura-10-al-muharram-dalam-shahih-muslim/

https://itishom.org/blog/artikel/tafsir/meminta-pertolongan-kepada-allah-dengan-sabar-dan-shalat/

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️


السؤال:
سماحة الشيخ، بماذا تنصحون المسلمين الذين يستخدمون الشهور الميلادية؟

الجواب:
أنصحهم بالترك، الواجب على المسلمين أن يستعملوا الشهور الهجرية، القمرية، كما استعملها نبيه ﷺ وأصحابه،  وإذا دعت الحاجة إلى الشهور الشمسية فلا بأس أن تضاف إلى القمرية كأن تقول: في يوم كذا الموافق كذا، إذا دعت الحاجة إلى أن يذكر الشهور الأخرى يضيفها إلى الشهور القمرية، أما أن يفردها وحدها لا، المسلم لا يفردها وحدها، ولكن يذكر هذا وهذا.

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

🖋️ Penerjemah: Abu Abdirrohman Sofian حفظه الله | Grup WA Al I'tishom

Situs web resmi:
https://itishom.org/

Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📚 SILSILAH DURUS TA'SHILIYYAH MINHAJUL ATSAR

🗒️ Dengan izin dan pertolongan Allah semata, telah hadir di tengah-tengah kita:

سلسلة دروس "منهاج الأثر" التأصيلية

🎙️ "Silsilah Durus untuk Santri Ma'had Minhajul Atsar & Para Thalabatul Ilmi"

📝 Pelajaran yang disampaikan secara langsung (teleconference) oleh para ulama Ahlussunnah untuk para perindu dan pemburu ilmu syar'i:


1️⃣ Syaikh Fawwaz al-Madkhali hafizhahullah

📆 Setiap Senin malam Selasa
"Syarah Fathu Rabbil Bariyyah bi Talkhish al-Hamawiyah"


2️⃣ Syaikh Yahya Nahari hafizhahullah

📆 Setiap Selasa malam Rabu
"Syarah Ushul Sittah (Kitab ke-3)"


Semua dars dimulai pukul 20.30 WIB. Disiarkan langsung dari Ma'had Minhajul Atsar Jember. Untuk menyimak silakan ikuti via:


🖥️ https://mixlr.com/hayatuna


☝️ Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk menyimak, mencatat, memahami dan mengamalkannya.

🌺 Barakallahufikum

https://t.me/InfoMahadJember/6116
::
📬 ADAKAH TUNTUNAN DOA AKHIR TAHUN?

Saat ini banyak beredar doa akhir tahun. Apakah pada waktu tersebut memang ada doa khusus?

Tidak ada zikir maupun amalan khusus yang dianjurkan oleh agama Islam pada akhir maupun awal tahun. Sehingga, tidak diperkenankan untuk mengkhususkannya dengan suatu amal, zikir, ataukah doa tertentu.

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullaah berkata,

آخر السنة ليس له خصوصية بالعبادات أو شيء من الأذكار كما يروج الآن في الجوالات, اعملوا في آخر السنة كذا, وقولوا كذا هذا من البدع والدعوة إلى البدع فليس لآخر السنة خصوصية عن أولها أو عن وسطها أو عن أي شهر أو يوم. المسلم مطلوب منه العمل في كل السنة لا في آخرها فقط

"Akhir tahun tidaklah memiliki keutamaan khusus untuk menjalankan ibadah ataukah untuk membaca zikir-zikir tertentu, seperti yang dilariskan pada (pesan-pesan) telepon genggam yang marak beredar. "Amalkan ini, baca zikir ini!", ini semua merupakan amalan baru dan seruan pada kegiatan amal yang tak pernah diamalkan oleh Nabi sebelumnya (bid'ah).

Sehingga penghujung tahun tidak mempunyai kelebihan di atas awal maupun pertengahan tahun, atau di atas bulan-bulan atau hari lainnya. Dan seorang penganut Islam, dituntut untuk beribadah sepanjang tahun, bukan pada akhirnya saja."

[Jawaban salah satu pertanyaan di kajian "Pondasi dan Ketentuan Dalam Mengambil Ilmu" oleh asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullaah pada hari Kamis, 11 al-Muharram 1427.]

Sumber Transkrip: Syabakah Sahab as-Salafiyyah

📝 Selesai Dialihbahasakan: Gerimis ba'da zhuhr, 29 Dzulhijjah 1437 / 01 Oktober 2016 di : Jl. Stadion @ Kota Raja @nasehatetam
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Keutamaan Bulan Al-Muharram
E-BOOK - Corona Membawa Karunia.pdf
2 MB
[PDF] CORONA MEMBAWA KARUNIA

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menurunkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Sungguh apabila kita mengembalikan kepada keduanya, kita akan menyadari bahwa wabah virus Corona ini merupakan karunia yang Allah Subhanahu wa ta’ala berikan bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.

Jika seseorang menyadari akan karunia nan indah di balik wabah ini, dia akan merasa tenang dan tidak akan panik, bahkan semakin bersungguh-sungguh meningkatkan keimanan dan ketakwaannya, serta tetap terus bersungguh-sungguh berikhtiar sesuai dengan bimbingan al-Qur’an dan as-Sunnah serta bimbingan orang-orang yang berkompeten di bidangnya, dalam hal ini Tim Medis dan Waliyul Amr dalam menghadapi wabah ini, sebagai bentuk rasa syukurnya atas karunia Allah Subhanahu wa ta’ala yang begitu besar di balik musibah ini.

Sumber : https://t.me/dhiyaussalafalatsary/3278
::
📬 BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MENYIKAPI TAHUN BARU HIJRIAH?

(Kutipan Khutbah Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah)


Wahai sekalian manusia sesungguhnya pada pekan ini kita akan memasuki tahun baru hijriah.

Dimulainya hitungan tahun baru hijriah itu sendiri karena dikaitkan dengan salah satu peristiwa di dalam Islam yaitu hijrahnya Nabi ﷺ. Yang kemudian dijadikan sebagai acuan kalender penanggalan umat Islam di berbagai negeri Islam di seluruh dunia.


SEJARAH PENGGUNAAN PENANGGALAN HIJRIAH

Awalnya tidak ada penanggalan tahunan yang digunakan di dalam Islam. Barulah (ditetapkan penanggalan tahunan) pada masa pemerintahan Umar bin alKhoththob radhiyallahu anhu di tahun ketiga atau keempat dari masa kepemimpinan beliau.

Ketika itu Abu Musa Al Asy'ari radhiyallahu anhu menulis surat kepada Umar yang menyebutkan bahwa surat-surat yang sampai kepada dirinya tidak ada penanggalannya. Lantas Umar mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah terkait hal tersebut.

Maka diusulkan kepada Umar beberapa usulan. Sebagian sehabat mengusulkan untuk menggunakan kalender atau penanggalan bangsa Persia terhadap raja-rajanya yakni setiap ada raja yang meninggal mereka memulai penanggalan dengan masa kepemimpinan raja baru setelahnya. Akan tetapi sebagian sahabat tidak menyetujuinya.

Sebagian lagi mengusulkan untuk berpatokan dengan kalender bangsa Romawi namun para sahabat tidak setuju juga.

Yang lainnya lagi mengusulkan untuk menentukan penanggalan berdasarkan dengan tahun kelahiran Nabi ﷺ.

Dan sebagian yang lainnya mengusulkan dimulai dari awal beliau diutus menjadi nabi.

Ada juga yang mengusulkan dimulainya dari waktu hijrahnya Nabi ﷺ ke Madinah.

Umar pun berkata: Hijrah merupakan pembeda antara yang haq dan yang batil, maka buatlah penanggalan dengannya dan mulailah hitungan tanggalnya dari hijrahnya Nabi ﷺ.

Maka mereka pun sepakat dengan keputusan itu.


KENAPA TAHUN HIJRIAH DIMULAI DARI BULAN AL MUHARRAM?

Lalu para sahabat melanjutkan musyawarahnya, kalau begitu dari bulan apa dimulainya awal tahun?

Sebagian mengatakan dimulai dari bulan Ramadhan saja. Karena Ramadhan merupakan bulan diturunkannya alQuran.

Sebagian lagi mengatakan dari Rabi'ul Awwal karena bulan ini merupakan bulan kedatangan Nabi ﷺ ke Madinah untuk berhijrah.

Akhirnya Umar, Utsman, dan Ali radhiyallahu anhum memilih permulaan tahun dimulai dari bulan al Muharam karena bulan al Muharram merupakan bulan haram setelah Dzulhijjah, dimana pada bulan Dzulhijjah kaum muslimin baru saja menunaikan ibadah haji sekaligus menunjukan kesempurnaan pelaksanaan rukun islam yang terakhir (maka dimulailah awal bulan hijriyah dengan al muharram -pen).

Pada bulan al Muharam ini pula terjadi bai’at kaum Anshor kepada Nabi ﷺ. Demikian pula tekad untuk berhijrah sebenarnya telah ada sejak bulan al Muharram. Sehingga awal tahun hijriyah di dalam Islam dimulai pada bulan al Muharram yang dimuliakan.

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Artikel bermanfaat lainnya:

https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/nasihat-bagi-yang-masih-mencukupkan-penggunaan-kalender-masehi/

https://itishom.org/blog/artikel/manhaj/komitmen-berpegang-teguh-dengan-manhaj-salaf-meskipun-manusia-menjauhinya/

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

BERPATOKAN DENGAN PENANGGALAN HIJRIAH MERUPAKAN SUNNAH

Wahai kaum muslimin, termasuk hal yang sangat disayangkan, mayoritas kaum muslimin sekarang mengganti penanggalan hijriah yang Islami dengan penanggalan masehinya kaum nashara yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama Islam.

Walaupun sebagian mereka beranggapan memiliki udzur yang bisa dijadikan alasan yakni tatkala kaum Nashara menjajah dan menguasai negara muslim kemudian memerintahkan untuk meninggalkan penanggalan hijriah.

Akan tetapi sekarang apa alasan bagi mereka untuk tetap menggunakan penanggalan masehinya orang nashara?! Sungguh Allah telah menghilangkan intimidasi, kedzaliman, dan sikap semena-mena para penjajah dari negeri-negeri kaum muslimin.

Sungguh kalian telah mendengar (di dalam khutabah ini) bahwa para sahabat membenci penggunaan penanggalan bangsa Persia dan Romawi.
KALENDER HIJRIAH BERLAKU UNTUK ORANG ARAB DAN NON ARAB

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya kita sekarang akan memasuki tahun baru hijriah. Bulan-bulannya ditentukan menggunakan acuan peredaran bulan atau rukyatul hilal (bulan yang baru muncul). Sebagaimana yang Allah sebutkan dalam alQuran,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

"Sesungguhnya jumlah bulan-bulan di sisi Allah ada dua belas bulan di dalam al Quran pada hari Allah menciptakan langit-langit dan bumi. Diantaranya ada empat bulan haram." (QS atTaubah : 36)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

"Manusia bertanya kepadamu tentang hilal. Katakanlah itu merupakan waktu-waktu manusia menunaikan haji." (QS al-Baqoroh: 189)

Waktu-waktu tersebut ditentukan untuk manusia semuanya tanpa pengkhususan. Sama saja untuk bangsa arab dan 'ajam (selain arab). Karena tanda-tanda masuknya bulan baru bisa dilihat dengan indra setiap orang yang memperhatikan waktu masuk dan keluarnya. Maka di manapun ia melihat hilal pada awal malam maka itu menunjukkan awal masuk bulan baru dan keluar dari bulan sebelumnya.


ISTILAH NAMA-NAMA BULAN HIJRIAH ADALAH ISTILAH YANG PASTI SECARA AKAL DAN SYARIAT

Tidak sebagaimana bulan-bulan yang digunakan orang-orang Eropa. Penyebutan nama-nama bulannya saja penuh keraguan yang tidak didasari dalam landasan syariat maupun akal, tidak pula indra. Bahkan itu merupakan penamaan bulan yang berbeda-beda.

Sebagiannya tiga puluh satu hari sebagiannya dua puluh delapan dan sebagian lainnya antara keduanya (yakni 29 dan 30 hari). Tidak diketahui sebab yang pasti tentang jumlah perbedaan hari dalam tiap bulannya (tidak pula penyebutan nama-namanya) secara akal. Hanya sekedar nukilan dari pendeta dan rahib-rahib mereka.


SEORANG MUSLIM HARUS BANGGA DENGAN KALENDER HIJRIYAH

ﻓﺘﺄﻣﻞ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﻤﺴﻠﻢ ﻛﻴﻒ ﻳﻌﺎﺭﺽ ﺭﺟﺎﻝ ﺩﻳﻦ اﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭاﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻓﻲ ﺗﻐﻴﻴﺮ ﺃﺷﻬﺮ ﻭﻫﻤﻴﺔ ﻣﺨﺘﻠﻔﺔ ﺇﻟﻰ اﺻﻄﻼﺡ ﺃﺿﺒﻂ ﻷﻧﻬﻢ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﻣﺎ ﻟﺬﻟﻚ ﻣﻦ ﺧﻄﺮ ﻭﺭﺟﺎﻝ ﺩﻳﻦ اﻹﺳﻼﻡ ﺳﺎﻛﺘﻮﻥ ﺑﻞ ﻣﻘﺮﻭﻥ ﻟﺘﻐﻴﻴﺮ اﻟﺘﻮﻗﻴﺖ ﺑﺎﻟﺸﻬﻮﺭ اﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﺑﻞ اﻟﻌﺎﻟﻤﻴﺔ اﻟﺘﻲ ﺟﻌﻠﻬﺎ اﻟﻠﻪ ﻟﻌﺒﺎﺩﻩ ﺣﻴﺚ ﻋﺪﻝ ﻋﻨﻬﺎ اﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﺃﻛﺜﺮﻫﻢ ﺇﻟﻰ اﻟﺘﻮﻗﻴﺖ ﺑﺎﻟﺸﻬﻮﺭ اﻹﻓﺮﻧﺠﻴﺔ ﻭﻗﺪ ﺳﺌﻞ اﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ ﻓﻘﻴﻞ ﻟﻪ ﺇﻥ اﻟﻔﺮﺱ ﺃﻳﺎﻣﺎ ﻭﺷﻬﻮﺭا ﻳﺴﻤﻮﻧﻬﺎ ﺑﺄﺳﻤﺎء ﻻ ﺗﻌﺮﻑ ﻓﻜﺮﻩ ﺫﻟﻚ ﺃﺷﺪ اﻟﻜﺮاﻫﺔ ﻭﺭﻭﻱ ﻋﻦ ﻣﺠﺎﻫﺪ ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻳﻜﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﺁﺫاﺭﻣﺎﻩ.

Maka perhatikanlah wahai seorang muslim, bagaimana mungkin para pemuka Yahudi dan Nashara akan membantah dan menyanggah pengaruh agama Yahudi dan Nashara dengan mengganti penanggalan bulan-bulan yang masih banyak keraguannya dan perbedaan kepada istilah yang sudah pasti (kalender hijriah). Karena mereka mengetahui hal itu berisiko membahayakan (diri mereka).

Sementara para tokoh agama Islam malah mendiamkannya dan justru menyetujui penggantian penanggalan hijriyah dengan kalender masehi!

Bahkan dunia yang Allah tetapkan untuk hamba-Nya, yang mayoritasnya penduduknya muslim pun meninggalkan penanggalan hijriyah dan menggantinya dengan penanggalan masehi.

Padahal pernah disampaikan kepada Imam Ahmad, bahwa bangsa Persia mempunyai hari-hari dan bulan-bulan yang mereka namakan dengan nama-nama yang tidak dikenal, maka al-Imam Ahmad pun sangat membencinya (tidak menyukai penyebutan nama-nama tersebut).

Dan diriwayatkan dari Mujahid bahwasanya beliau membenci jika disebut Adzaramah (penyebutan untuk bulan Maret, salah satu nama bulan masehi -pen).
BAGAIMANA KITA MENYIKAPI MASUKNYA TAHUN BARU?

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya kita pada hari-hari ini memasuki tahun baru hijriyah. Bukan termasuk sunnah menjadikannya sebagai perayaan ketika memasukinya atau membiasakan diri mengucakan selamat ketika memasuki tahun baru.

Bukanlah suatu kegembiraan dengan panjangnya umur akan tetapi kegembiraan yang hakiki adalah ketika seseorang berada di dalam ketaatan terhadap Allah pada masa-masa yang telah berlalu.

Panjangnya umur akan menjadi lebih baik bagi seseorang yang dulunya berada di atas ketaatan kepada Rabbnya dan akan berakibat jelek bagi siapa yang dahulu bermaksiat kepada Allah dan enggan dari ketaatan. Sebab sejelek-jelek manusia adalah siapa yang panjang umurnya akan tetapi jelek amalannya.

Sesungguhnya wajib bagi kita untuk menyambut hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun dengan ketaatan keapada Rabb kita.

Introspeksilah diri-diri kita. Perbaikilah apa yang kurang dari amal-amal kita. Jaga dan tunaikan hak orang-orang yang berada dalam tanggungan kita, dari keluarga, istri, anak-anak baik laki-laki maupun perempuan, serta para kerabat.

Maka bertakwalah kepada Allah wahai hamba-hamba Allah. Tunaikan tanggung jawab kalian dengan sungguh-sungguh, di mana kalian akan dimintai pertanggungjawabannya pada hari kiamat.

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

"Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri-diri kalian dan keluargga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu" (QS at Tahrim: 6)

Sumber kutipan:
Kitab ad-Dhiya' al-Lami’ (9/703)

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

Penerjemah:
🖋️Abu Abdil Karim Ubaidullah hafizhahullah

Catatan: Sub judul dari penerjemah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Grup WA Al I'tishom

Situs web resmi:
https://itishom.org/

Kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/

Channel Telegram:
https://t.me/alitishombissunnah 
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Terjemah_Muhadharah_Syaikh_Abdullah_binShalfiq_UstRuwaifi_25121442.pdf
1.6 MB
✍🏻📑 [ TERJEMAHAN ] Teleconference Fadhilah asy-Syaikh DR. Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiri hafizhahullah

🎙️ Muhadharah berjudul:

📝 وجوب التمسك بالسنة والحذر من الفتن

🚉 "KEWAJIBAN BERPEGANG KEPADA AS-SUNNAH dan WASPADA DARI FITNAH"

25 Dzulhijjah 1442 H (4 Agustus 2021 M) disiarkan LIVE dari Ma'had Minhajul Atsar Jember Indonesia

📥 Unduh
bit.ly/2Ubos7O

[ 1,7 MB ]


•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~
::
📬 BERBICARALAH SAAT DIBUTUHKAN DAN JANGAN BERBICARA KECUALI BERLANDASKAN ILMU


Sahabat Nabi Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu menyatakan:

مَنْ عَلِمَ عِلْمًا فَلْيَقُلْ بِهِ وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلْ اللَّهُ أَعْلَمُ مِنْ فِقْهِ الرَّجُلِ أَنْ يَقُولَ لِمَا لَا عِلْمَ لَهُ بِهِ اللَّهُ أَعْلَمُ

"Barang siapa yang mengetahui suatu ilmu, ucapkanlah berdasarkan ilmu itu. Barang siapa yang tidak mengetahui, ucapkanlah: Allahu A’lam (Allah yang lebih mengetahui). Termasuk kefahaman seseorang adalah ia berkata: Allahu A’lam terhadap hal yang tidak dia ketahui".(riwayat al-Bukhari dalam Shahihnya)

Seseorang yang mengetahui tentang suatu ilmu dan dirasa akan bermanfaat pada orang lain, tidak menimbulkan fitnah atau mudharat, disampaikan di waktu dan kondisi yang tepat, hendaknya menyampaikan ilmu itu. Lenyap dan sirnanya ilmu adalah karena ilmu dibiarkan tersembunyi, tidak dinampakkan dan disebarluaskan.

Umar bin Abdil Aziz rahimahullah menyatakan:

وَلْتُفْشُوا الْعِلْمَ وَلْتَجْلِسُوا حَتَّى يُعَلَّمَ مَنْ لَا يَعْلَمُ فَإِنَّ الْعِلْمَ لَا يَهْلِكُ حَتَّى يَكُونَ سِرًّا

Hendaknya ilmu disebar. Duduklah kalian (di majelis ilmu) hingga diajari orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya ilmu tidaklah sirna hingga ia disembunyikan (dinukil oleh al-Bukhari dalam Shahihnya)

Apabila tepat waktunya untuk berbicara, berbicaralah. Jangan diam saat seharusnya anda berbicara. Berbicaralah dengan dilandasi ilmu dan ketakwaan kepada Allah Azza Wa Jalla.

Al-Ahnaf bin Qoys –seorang tabi’i- rahimahullah menyatakan:

اْلكَلاَمُ بِالْخَيْرِ أَفْضَلُ مِنَ السُّكُوْتِ وَالسُّكُوْتُ خَيْرٌ مِنَ اْلكَلاَمِ بِاللَّغْوِ وَاْلبَاطِلِ

Mengucapkan kalimat yang baik adalah lebih baik daripada diam, dan diam lebih baik daripada ucapan yang sia-sia dan batil (dinukil oleh Ibnu Abdil Bar dalam atTamhiid (17/447))

Thowus bin Kaisaan –seorang tabi’i- rahimahullah menyatakan:

مَنْ قَالَ وَاتَّقَى اللهَ خَيْرٌ مِمَّنْ صَمَتَ وَاتَّقَى اللهَ

Barang siapa yang berbicara dan bertakwa kepada Allah lebih baik dibandingkan orang yang diam dan bertakwa kepada Allah (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’ (4/5)).

Ketika berbicara, seorang harus berlandaskan ilmu. Dalam kitab Majmu’ul Fataawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan beberapa kondisi yang tercela pada seseorang ketika ia berbicara. Di antaranya adalah:

1. Berbicara tanpa ilmu, sebagaimana disebutkan dalam surah al-Israa’ ayat 36 dan al-A’raaf ayat 33.

2. Menjelaskan sesuatu yang sudah benar-benar diketahui dan dipahami, kemudian dijelaskan lagi secara bertele-tele dan berlebihan (sebagaimana yang banyak didapati pada ilmu kalam dan filsafat, -pen) . Hal ini tercela sebagaimana dalam surah Shaad ayat 86.

3. Banyak berbicara tanpa faidah.

Allah Ta’ala memerintahkan agar kita berbicara dengan al-Qoul as-Sadiid (ucapan yang lurus: jujur; adil) dan al-Qoul al-Baligh (ucapan yang mengena; tepat sasaran) (disarikan dari Majmu’ul Fataawa (9/43)).

Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan taufiq kepada kita untuk berbicara berlandaskan ilmu di saat yang tepat dan dibutuhkan.

Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom

Situs Web: itishom.org
Telegram : @alitishombissunnah
Siaran Radio Kajian Ba'da Maghrib:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/ 
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 PANDANGAN AL-IMAM ASY-SYAFII DAN ULAMA SYAFIIYYAH TENTANG BERKUMPUL UNTUK MAKAN DI RUMAH DUKA


عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ قَالَ كُنَّا نَعُدُّ الِاجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنِيعَةَ الطَّعَامِ بَعْدَ دَفْنِهِ مِنْ النِّيَاحَةِ

Dari Jarir bin Abdillah al-Bajaliy –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Kami (para Sahabat Nabi) memandang berkumpulnya orang-orang pada keluarga mayit dan keluarga mayit membuatkan makanan untuk mereka setelah dikuburkan, adalah termasuk niyahah (meratap) [H.R Ahmad dan Ibnu Majah, dinyatakan sanadnya shahih oleh anNawawiy dalam al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab].

Perbuatan niyahah (meratap) adalah kebiasaan di masa Jahiliyyah yang hal itu termasuk dosa besar. Dalam hadits yang lain dinyatakan:

النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ

Wanita yang melakukan ‘niyahah’ (meratap) jika tidak bertaubat sebelum meninggal, pada hari kiamat akan diberdirikan (di hadapan para makhluk) dengan memakai pakaian dari ter (cairan timah panas) dan pakaian kudis (H.R Muslim)

Al-Imam asy-Syafi’i dan para Ulama yang bermadzhab Syafi’iyyah -semoga Allah merahmati mereka- memandang berkumpulnya orang-orang di rumah duka bahkan makan-makan di sana adalah hal yang dibenci bahkan bid’ah yang harus dihindari. Berikut ini akan disampaikan kutipan ucapan mereka dalam kitab-kitab fiqh rujukan dalam madzhab al-Imam asy-Syafii.

Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menyatakan:

وَأَكْرَهُ الْمَأْتَمَ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ بُكَاءٌ فَإِنَّ ذَلِكَ يُجَدِّدُ الْحُزْنَ وَيُكَلِّفُ الْمُؤْنَةَ

Dan saya membenci al-Ma’tam yaitu berkumpul (duduk-duduk dalam suasana duka) meskipun tidak ada tangisan. Karena hal itu akan memperbaharui perasaan sedih dan membebani pengeluaran (al-Umm (1/279))

Salah seorang Ulama bermadzhab Syafiiyyah, yaitu anNawawiy rahimahullah menyatakan:

قَالَ صَاحِبُ الشَّامِل وَأَمَّا إِصْلاَح ُأَهْلِ الْمَيِّتِ طَعَامًا وَجَمْعُهُمُ النَّاس عَلَيْه فَلَمْ يُنْقَلْ فِيْهِ شَىْءٌ قَالَ وَهُوَ بِدْعَةٌ غَيْرُ مُسْتَحَبَّةٍ وَهُوَ كَمَا قَالَ

Penulis kitab asy-Syamil berkata: Adapun keluarga mayit membuatkan makanan dan manusia berkumpul (untuk menyantap hidangan tersebut) tidaklah dinukil (riwayat apapun dari Nabi dan para Sahabat, pent). Itu adalah bid’ah yang tidak disukai. (anNawawiy berkata) benar, demikian seperti yang beliau nyatakan (Roudhotut Tholibin (2/145))

Dalam kitab Hasyiyah I’anatuth Tholibin, Abu Bakr ad-Dimyathiy rahimahullah menukil jawaban mufti di negeri al-Haram pada waktu itu:

مَا يَفْعَلُهُ النَّاسُ مِنَ الْاِجْتِمَاعِ عِنْدَ أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعِ الطَّعَامِ، مِنَ الْبِدَعِ الْمُنْكَرَةِ الَّتِي يُثَابُ عَلَى مَنْعِهَا وَالِي الْاَمْرِ

Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berkumpul di keluarga mayit dan dihidangkannya makanan adalah termasuk bid’ah yang munkar, yang jika pemimpin mencegahnya, ia akan mendapatkan pahala atas hal itu (Hasyiyah Ianatuth Tholibin (2/165)).

Bersambung..
Syihabuddin Ahmad bin Hajar al-Haitamiy –salah seorang Ulama Syafiiyyah, beliau wafat di tahun 974 H- menyatakan:

وَمَا اُعْتِيدَ مِنْ جَعْلِ أَهْلِ الْمَيِّتِ طَعَامًا لِيَدْعُوا النَّاسَ عَلَيْهِ بِدْعَةٌ مَكْرُوهَةٌ كَإِجَابَتِهِمْ لِذَلِكَ لِمَا صَحَّ عَنْ جَرِيرٍ كُنَّا نَعُدُّ الِاجْتِمَاعَ إلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصُنْعَهُمْ الطَّعَامَ بَعْدَ دَفْنِهِ مِنْ النِّيَاحَةِ وَوَجْهُ عَدِّهِ مِنْ النِّيَاحَةِ مَا فِيهِ مِنْ شِدَّةِ الِاهْتِمَامِ بِأَمْرِ الْحُزْنِ وَمِنْ ثَمَّ كُرِهَ لِاجْتِمَاعِ أَهْلِ الْمَيِّتِ لِيُقْصَدُوا بِالْعَزَاءِ قَالَ الْأَئِمَّةُ بَلْ يَنْبَغِي أَنْ يَنْصَرِفُوا فِي حَوَائِجِهِمْ فَمَنْ صَادَفَهُمْ عَزَّاهُم

Kebiasaan keluarga mayit membuatkan makanan kemudian mengundang orang-orang (menikmati hidangan itu) adalah bid’ah yang dibenci. Demikian juga menghadiri undangan itu. Karena telah shahih dari Jarir: Kami menganggap berkumpul menuju keluarga mayit dan mereka menghidangkan makanan setelah dimakamkannya (jenazah) adalah termasuk niyahah (meratap).

Diperhitungkannya hal itu termasuk meratap adalah karena (keluarga mayit tersebut sedang) dirundung kesedihan yang sangat. Atas dasar itu, berkumpul ke keluarga mayit dengan tujuan takziyah adalah dibenci. Para imam berkata: Justru semestinya masing-masing pergi menunaikan keperluan mereka. Barang siapa yang bertepatan bertemu, bisa menghibur (menguatkan hati) mereka (Tuhfatul Muhtaaj fi syarhil Minhaaj (11/440)).

Muhammad bin Ahmad al-Khothib asy-Syirbiiniy rahimahullah menyatakan:

أَمَّا إصْلَاحُ أَهْلِ الْمَيِّتِ طَعَامًا وَجَمْعُ النَّاسِ عَلَيْهِ فَبِدْعَةٌ غَيْرُ مُسْتَحَبٍّ

Keluarga mayit membuatkan makanan dan mengumpulkan manusia (untuk menyantap hidangan itu) adalah bid’ah, bukan hal yang dianjurkan (Mughniy al-Muhtaaj ilaa Ma’rifati Alfaadzhil Minhaaj (4/369)).

Sebenarnya yang disunnahkan adalah para tetangga dan kerabat memberikan makanan untuk keluarga yang berduka. Berdasarkan hadits:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ لَمَّا جَاءَ نَعْيُ جَعْفَرٍ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اصْنَعُوا لِأَهْلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا فَإِنَّهُ قَدْ جَاءَهُمْ مَا يَشْغَلُهُمْ

Dari Abdullah bin Ja’far radhiyallahu anhu beliau berkata: Ketika datang khabar kematian Ja’far, Nabi shollallaahu alaihi wasallam bersabda: Buatlah makanan untuk keluarga Ja’far karena mereka tengah mengalami (kesedihan) yang menyibukkan mereka (H.R atTirmidzi, Ibnu Majah)

Namun, yang perlu dipahami adalah bahwa hidangan yang dikirim oleh para kerabat atau tetangga itu adalah untuk keluarga yang berduka. Bukan untuk dihidangkan lagi pada para pengunjung. Demikian yang dijelaskan oleh al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah:

قَالَ الشَّافِعِي فِي الْمُخْتَصَرِ وَأُحِبُّ لِقَرَابَةِ الْمَيِّتِ وَجِيْرَانِهِ أَنْ يَعْمَلُوْا لِأَهْلِ الْمَيِّتِ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ طَعَامًا يُشْبِعُهُمْ فَإِنَّهُ سُنَّة

Asy-Syafi’i berkata dalam al-mukhtashar: Saya suka jika kerabat dan tetangga mayit membuatkan makanan untuk keluarga mayit yang mencukupinya (mengenyangkan mereka) dalam sehari semalam, karena itu adalah sunnah (al-Majmu’ syarhul Muhadzdzab (5/319))

Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa melimpahkan taufiq, rahmat, dan ampunan-Nya kepada segenap kaum muslimin.

Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom

Situs Web:
itishom.org

Telegram :
@alitishombissunnah

Siaran Radio Kajian Ba'da Maghrib:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
🚇 BAGAIMANA CARA MELAKUKAN PUASA 'ASYURO (10 MUHARAM)? BOLEHKAH HANYA DILAKUKAN TANGGAL 10 SAJA? BAGAIMANA JIKA MASIH PUNYA HUTANG PUASA RAMADHAN?

🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri -hafizhahullah-

📅 Dauroh "Menjaga Kehormatan Bulan Muharram" | Ahad, 1 Muharram 1438 H/ 2 Oktober 2016 di Masjid Al-Anshar, Sleman ~ DIY.

Durasi 08:21 (2,09 MB)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Forwarded from Manhajul Anbiya
KABAR GEMBIRA

🎙️Aku sampaikan kabar gembira kepada Anda semua, bahwa guru kami Al-Imam Al-’Allamah Rabi' bin Hadi Umair Al-Madkhali hafizhahullah dalam keadaan sangat baik walillah al-Hamd wa al-Minnah (segala puji dan karunia hanya milik Allah).

Saya telah berbicara dengan beliau pada hari ini: Ahad, 7 Muharram 1443 H.

🌷Aku sampaikan kepada beliau tentang beberapa perkara dakwah dan beliau pun sangat gembira dengan berita tersebut, diantaranya:

1. Terus berlanjutnya durus di Makkah, Jeddah, wilayah selatan Arab Saudi, dan daerah lainnya.
2. Sebagian pembahasan (karya) ilmiyah yang hampir selesai, diantaranya:
a. Irsyad ats-Tsiqat ila Kalam al-'Allamah Rabi' fi al-Firaq wa al-Jama'at.
b. Al-Jam'u al-Badi' li Syubuhat dahadhaha al-'Allamah Rabi'.
c. Al-Qaid li Kalam al-'Allamah Rabi' ala ba'dhi al-Qawaid.

Beliau berkata kepadaku: "Sampaikan salamku kepada keluarga, saudara-saudara, dan orang-orang kesayanganmu". Beliau pun mendoakan dengan doa yang baik nan menyejukkan dadaku.

🥀Lalu aku bertanya kepada beliau: "Apakah ada wasiat (untuk kami, pen)?".

🏵️ Beliau menjawab: "Aku wasiatkan kepada diriku dan dirimu untuk:
berpegang kepada ajaran Islam,
kokoh di atas Al-Quran & As-Sunnah sampai kita berjumpa dengan Allah di atas sikap tersebut".

Lalu aku sampaikan salam kepada beliau. Beliau pun membalas salamku: "Wa alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh".

🖼️ Semoga Allah menjaga guru kami (Al-Imam Al-'Allamah Rabi' bin Hadi 'Umair Al-Madkhali), semoga Allah memberikan manfaat dengan keberadaan beliau dan melimpahkan barakah pada ilmu, waktu, harta, keluarga beliau.

💐 Semoga Allah menutup untuk kita dan beliau, serta semua pihak yang kita hormati, dengan penutupan yang baik dan dengan keteguhan (tsabat) di atas Islam dan Sunnah.

✍🏻 Ahmad bin Yahya bin Khadhir Az-Zahrani.

بشـرى

أبشركم بأن شيخنا الإمام العلامة ربيع بن هادي عمير . -حفظه الله بخير وفي صحة جيدة ولله الحمد والمنة فقد كلمته اليوم الأحد ٧/١/١٤٤٣ هـ

وبشرته بعدة أمور فسر بها جدا، ومنها :
۱- استمرار الدروس في مكة وجدة والجنوب وغيرها.
٢- بعض الأبحاث العلمية التي أوشكت على الانتهاء منها مثل:
أ- إرشاد الثقات إلى كلام العلامة ربيع في الفرق والجماعات.
*ب- الجمع البديع لشبهات دحضها العلامة ربيع.**
*ت- القائد لكلام العلامة ربيع على بعض القواعد.**

ثم قال لي : سلم على أهلك وإخوانك وأحبابك. ودعا بدعوات طيبة أثلجت صدري.

فقلت له : هل من وصية ياشيخنا ؟

فقال : أوصي نفسي وإياك بالتمسك بالإسلام والثبات على الكتاب والسنة حتى نلقى الله على ذلك.

ثم سلمت عليه. فرد قائلا : وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته.

حفظ الله شيخنا ونفع به وبارك في نفسه وعلمه ووقته وماله وأهله وختم لنا وله ولمن يعز علينا بالخاتمة الحسنة والثبات على الإسلام والسنة.

✍🏻 أحمد بن يحيى بن خضر الزهراني

••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
Forwarded from البركة مع أكابركم
::
📬 JANGAN MEMULAI MENGUCAPKAN SALAM KEPADA ORANG KAFIR

📖 KAJIAN KITABUL JAMI’ MIN BULUGHIL MARAM (bag 9)

📗BAB: ADAB

وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - - لَا تَبْدَؤُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ, وَإِذَا لَقَيْتُمُوهُمْ فِي طَرِيقٍ, فَاضْطَرُّوهُمْ إِلَى أَضْيَقِهِ - أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Dan dari Abu Hurairah juga beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasalam bersabda: Janganlah kalian mendahului mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nashara. Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, arahkan mereka menuju bagian yang sempit dari jalan itu (H.R Muslim)


💡Penjelasan:

Seorang muslim harus merasa bahwa agamanya adalah agama kemuliaan, bukan suatu hal yang hina atau rendah. Janganlah ia merasa minder dan kecil di hadapan pemeluk agama lain. Agama Islam adalah mulia dan tinggi.

Hadits ini berisi larangan dari Nabi untuk memulai mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nashara. Bagaimana dengan agama lain? Jawabannya adalah: Terlebih kepada agama lain, justru lebih terlarang lagi. Karena pada Yahudi dan Nashara ada sisi-sisi keringanan kita bermuamalah dengan mereka dibandingkan terhadap agama lain (disarikan dari Fathu Dzil Jalaali wal Ikram karya Syaikh Ibn Utsaimin (6/259)).

Adapun jika kita mengucapkan salam kepada sekelompok orang yang bercampur ada yang muslim dan ada yang kafir, hal itu tidak mengapa. Dengan meniatkan salamnya adalah untuk yang muslim saja. Sebagaimana hadits Usamah bin Zaid dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim bahwasanya Nabi yang sedang menaiki keledai mengucapkan salam ke suatu majelis yang di dalamnya berkumpul ada muslim, musyrik, penyembah berhala, dan Yahudi.

Bagaimana jika Ahlul Kitab (Yahudi atau Nashara) yang mulai mengucapkan salam kepada kita dengan mengatakan: Assalamualaikum? Nabi shollallahu alaihi wasallam memberikan bimbingan:

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ

Jika Ahlul Kitab mengucapkan salam kepada kalian, ucapkanlah: Wa alaikum (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Apa makna sabda Nabi: “Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, arahkan mereka menuju bagian yang sempit dari jalan itu?”

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menukil perkataan al-Qurthubiy yang menyatakan: Maknanya adalah janganlah minggir untuk memuliakan atau menghormati mereka….Bukanlah maknanya jika kalian bertemu dengan mereka pepetlah mereka menuju pinggirnya hingga sempit area mereka. (Bukan demikian). Karena hal itu menyakiti mereka, sedangkan kita dilarang untuk menyakiti mereka tanpa sebab (Fathul Baari (11/40)).

Jadi, di dalam hadits ini terkandung larangan mengagungkan dan memuliakan orang-orang kafir dengan memulai mengucapkan salam kepada mereka dan tidak pula merendahkan diri dengan mempersilakan mereka menggunakan sisi yang luas sedangkan kita mengalah mengambil sisi yang sempit saat bertemu di jalan.

Wallaahu A’lam

Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom

Situs Web:
itishom.org

Telegram :
https://t.me/alitishombissunnah/

Siaran Radio Kajian Ba'da Maghrib:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/ 
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
InsyaAllah Rabu dan Kamis..
بسم الله الرحمن الرحيم

Hari ini tanggal 8 Muharram.
Dua hari lagi hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram) yang disyariatkan utk berpuasa.

Terkait dengan keutamaan puasa 'Asyura' Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

صِيامُ يَومِ عاشُوراءَ، أحتسِبُ على اللهِ أن يكَفِّرَ السَّنةَ التي قَبْلَه  

Puasa 'Asyura', aku berharap kepada Allah dapat menghapus (dosa-dosa kecil) tahun yang lalu. (H.R. Muslim)

Yang afdhal puasa Asyura' diiringi dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.

Dan yang afdhal dari keduanya adalah diiringi dengan puasa sehari sebelumnya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

صُومُوا التَّاسِع وَالعَاشِر وَخَالِفُوا اليَهُود

Berpuasalah pada hari ke sembilan dan ke sepuluh (Muharram) dan selisihilah kaum Yahudi (H.R. Baihaqi)

Berkata asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah,

فالأفضل أن يصوم يوم العاشر ويضيف إليه يوما قبله أو يوما بعده
وإضافة اليوم التاسع إليه أفضل من الحادي عشر

"Yang afdhal adalah berpuasa tanggal 10 (Muharram) dan ditambah dengan sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.

Menambahkan (puasa) tanggal 9 (Muharram) lebih afdhal dibandingkan tanggal 11 (Muharram) "
(Majmu'ul Fatawa, 20/34)

Semoga Allah memudahkan kita semua mengamalkan sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam.

https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9507