منتدى نشر الفـــــــوائد
7.6K subscribers
4.29K photos
256 videos
279 files
5.6K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
⬆️⬆️⬆️
__
📜🌷 MENGEMBALIKAN PROBLEMATIKA UMAT KEPADA PARA ULAMA DAN MENJALANKAN NASEHAT MEREKA, JALAN KESELAMATAN


💫🌻 Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah menasehatkan:

أحياناً يكون السكوت هو المصلحة، و أحيانا يكون الكلام هو المصلحة ، فالعلماء يراعون المصالح و درء المفاسد

Terkadang sikap diam membawa maslahat, namun terkadang angkat bicara justru merupakan kemaslahatan. Maka para ulamalah orang-orang yang dapat mempertimbangkan bagaimana mencapai berbagai kemaslahatan dan menghindari berbagai kerusakan.

فلا يتكلمون إلا حيث يفيد الكلام وينفع ، ولا يسكتون إلا حيث يكون السكوت أولى ، فالعلماء بالمعنى الصحيح لا يسكتون إلا إذا كان السكوت له مجال ، ولا يتكلمون إلا إذا كان الكلام له مجال

Mereka (para ulama) tidak berbicara kecuali apabila pembicaraan akan berfaedah dan mendatangkan manfaat. Tidak pula mereka diam, kecuali apabila diam itu lebih utama.

Jadi, para ulama - dalam arti yang sebenarnya - mereka tidaklah diam kecuali apabila diam itu memiliki porsinya, dan tidaklah mereka berbicara kecuali apabila berbicara itu memiliki porsinya.

و الأمور إذا حدثت لا يصلح لكل واحد أن يتكلم فيها، و إنما توكل لأهل العلم ،و أهل الرأي، وأهل الكلمة

Dan ketika terjadi berbagai permasalahan, tidak sepantasnya semua orang turut berbicara. Hendaknya pembahasannya diserahkan kepada para ulama, orang-orang yang memiliki pandangan luas, dan berkompenten dalam membahasnya.

كما قال جل وعلا : { وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ } (النساء: 83)

Sebagaimana firman Allah Jalla wa 'Ala:

"Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang situasi keamanan ataupun yang mengkhawatirkan, serta-merta mereka menyebarkannya. Kalau sekiranya mereka menyerahkan bimbingannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari Rasul dan Ulil Amri itu." (QS. An Nisa : 83)

فالأمور التي تتعلق بمصالح المسلمين و بالأمة ، هذه لا يتولاها إلاّ أهل الحل و العقد ، أهل العلم و البصيرة الذين يلتمسون لها الحلول الصحيحة، و أما أن يتولاها و يتكلم فيها كل من هب ودب ، فهذا من الضرر على المسلمين ، و من الإرجاف و التخويف ولا يصل المسلمون من وراء ذلك إلى نتيجة

Maka berbagai permasalahan yang terkait dengan kemaslahatan umat dan kaum muslimin secara umum, tidaklah pantas menanganinya kecuali para pakar di bidangnya, orang yang berilmu dan yang memiliki pandangan tajam. Merekalah yang akan berupaya mencarikan solusinya. Adapun jika yang menangani dan membicarakannya adalah semua orang (tanpa terkendali), maka ini akan membahayakan kaum muslimin, dan termasuk dari hal-hal yang dapat menimbulkan kegemparan dan keresahan (di tengah mereka). Akibatnya, kaum muslimin tidak mendapatkan solusi yang diharapkan.

و هذه أيضاً أمور قد تكون أمورا سرية تعالج بالسرية و لا تعالج علانية أمام الناس، و إنما تعالج مع السرية و مع الطرق الصحيحة، فالأمور تحتاج إلى روية و إلى تعقل،

Dalam hal ini pula, terkadang ada permasalahan-permasalahan yang bersifat privasi/rahasia yang penanganannya harus dilakukan secara privasi/rahasia dan tidak di hadapan khalayak.

Permasalahan-permasalahan seperti ini, penanganannya haruslah dilakukan secara privasi/rahasia dan dengan cara yang tepat.
Permasalahan-permasalahan yang membutuhkan kehati-hatian dan pertimbangan yang matang.

و الواجب على العامة أن يرجعوا إلى أهل العلم و أهل الرأي و البصيرة في هذه الأمور

Bagi masyarakat umum, kewajiban mereka adalah mengembalikan berbagai permasalahan yang ada kepada para ulama, dan orang-orang yang cakap dalam memberikan pertimbangan sekaligus berkompenten dalam berbagai permasalahan tersebut.

___________
🔰 Join & Share ll
📟 https://t.me/manhajulhaqcom
https://t.me/inifaktabukanfitnah/5253
::
📬 PERNYATAAN PERHIMPUNAN (MAJELIS) ULAMA SENIOR KERAJAAN ARAB SAUDI TENTANG PELAKSANAAN SHOLAT JUM'AT DAN BERJAMA'AH DI MASA TERSEBARNYA WABAH

Terjemah Pernyataan no. 246

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Perhimpunan Ulama Senior dalam pertemuan khusus yang diselenggarakan di kota Riyadh pada hari Rabu bertepatan dengan tanggal 16 Rajab 1441 H telah memperhatikan beberapa masalah yang diajukan kepada komite terkait keringanan (rukhshoh) tidak menghadiri sholat Jum'at maupun sholat (5 waktu) berjama'ah selama kondisi merebaknya wabah ataupun kekhawatiran terhadap penularannya.

Melalui penelitian terhadap dalil-dalil sumber hukum syariat Islam, serta visi-misi dan kaedah-kaedahnya, begitu pula perkataan para ulama dalam masalah ini, maka Perhimpunan Ulama Senior menjelaskan hal sebagai berikut:
 
1⃣ Diharamkan mengikuti sholat Jum'at maupun sholat berjama'ah bagi pasien konfirmasi/positif (terjangkit virus menular-pen)

- Berdasarkan sabda Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam:

وَلَا يُورِدُ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ

"Janganlah (unta) yang sakit digiring untuk bergabung bersama yang sehat." (Hadits Muttafaqun 'alaih)

- Juga sesuai dengan sabda Nabi Shollallhu 'alaihi wasallam:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا

"Apabila wabah merebak di suatu daerah, janganlah kalian masuk ke sana. Sedangkan apabila wabah tersebut terjadi di wilayah yang kalian tengah berada di dalamnya, janganlah kalian keluar dari wilayah itu." (Hadits Muttafaqun 'alaih)


2⃣ Wajib mematuhi aturan pembatasan bagi semua pihak yang ditetapkan oleh satuan tugas (yang berwenang) dalam penerapan protokol isolasi/karantina. Selain itu tidak ikut melaksanakan sholat Jum'at dan (fardhu) berjamaah. Serta hendaknya melaksanakan sholat di rumahnya atau tempat karantinanya.

Berdasarkan hadits dari sahabat As Syarid bin Suwaid Ats Tsaqofy radhiyallahu 'anhu beliau berkata:

كَانَ فِي وَفْدِ ثَقِيفٍ رَجُلٌ مَجْذُومٌ، فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِنَّا قَدْ بَايَعْنَاكَ، فَارْجِعْ "

"Dulu terdapat seorang yang berpenyakit kusta di tengah utusan bani Tsaqif (yang hendak berbaiat kepada Nabi). Sehingga Nabi shollallahu 'alaihi wasallam pun (mencukupkan dengan) mengutus seseorang untuk menyampaikan bahwa [Kami telah menerima baiat dari anda], silakan pulang kembali]." (HR. Muslim)


3⃣ Siapapun yang merasa khawatir terpapar bahaya atau membahayakan pihak lain mendapatkan keringanan untuk tidak menghadiri sholat Jum'at maupun berjama'ah.

Berdasarkan sabda Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

"Janganlah sampai membahayakan diri maupun bertindak bahaya bagi pihak lain." (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan Syaikh Al Albani-pen)

Bagi yang termasuk pada (salah satu dari 3) kondisi di atas jika tidak menghadiri sholat Jumat, dia mengganti dengan sholat dhuhur 4 rokaat (di kediamannya-pen).

Demikianlah, kemudian Perhimpunan Ulama Senior mewasiatkan semua pihak untuk mematuhi berbagai;
- Pengajaran
- Arahan/imbauan
- Ketentuan/aturan
Yang disampaikan oleh satuan tugas (resmi pemerintah-pen)
Sebagaimana pula juga disampaikan wasiat kepada semua pihak untuk bertaqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla dan bersandar hanya kepada-Nya subhanahu dengan (mengikhlaskan) doa dan merendahkan diri di hadapan-Nya, agar Dia melenyapkan bencana ini.

Allah Ta'ala telah berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepada kalian, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kalian, takkan ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dan bila Allah menghendaki kebaikan bagi kalian, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Yunus : 107)

Dan juga Firman-Nya Yang Maha Suci:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

Dan Tuhan kalian telah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian." (QS Ghofir : 60)

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Sumber:
Text: www.spa.gov.sa/2047028

Video: https://drive.google.com/file/d/1IEVeiLbYBfesxjmcm3rUA2xlFTiqIa7L/view?usp=drivesdk


🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦🇸🇦

أصدرت هيئة كبار العلماء قرارها رقم ( 246 ) في 16 / 7 / 1441هـ، فيما يلي نصه :-
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
فقد نظرت هيئة كبار العلماء في دورتها الاستثنائية الرابعة والعشرين المنعقدة بمدينة الرياض يوم الأربعاء الموافق 16 / 7 / 1441هـ فيما عرض عليها بخصوص الرخصة في عدم شهود صلاة الجمعة والجماعة في حال انتشار الوباء أو الخوف من انتشاره، وباستقراء نصوص الشريعة الإسلامية ومقاصدها وقواعدها وكلام أهل العلم في هذه المسألة فإن هيئة كبار العلماء تبين الآتي:

أولاً: يحرم على المصاب شهود الجمعة والجماعة لقوله صلى الله عليه وسلم ( لا يورد ممرض على مصح ) متفق عليه، ولقوله عليه الصلاة والسلام: ( إذا سمعتم الطاعون بأرض فلا تدخلوها وإذا وقع بأرض وأنتم فيها فلا تخرجوا منها ) متفق عليه.

ثانياً: من قررت عليه جهة الاختصاص إجراءات العزل فإن الواجب عليه الالتزام بذلك، وترك شهود صلاة الجماعة والجمعة ويصلي الصلوات في بيته أو موطن عزله، لما رواه الشريد بن سويد الثقفي رضي الله عنه قال: (كان في وفد ثقيف رجل مجذوم فأرسل إليه النبي صلى الله عليه وسلم إنا قد بايعناك فارجع) أخرجه مسلم.

ثالثاً: من خشي أن يتضرر أو يضر غيره فيرخص له في عدم شهود الجمعة والجماعة لقوله صلى الله عليه وسلم: ( لا ضرر ولا ضرار) رواه ابن ماجه. وفي كل ما ذكر إذا لم يشهد الجمعة فإنه يصليها ظهراً أربع ركعات.
هذا وتوصي هيئة كبار العلماء الجميع بالتقيد بالتعليمات والتوجيهات والتنظيمات التي تصدرها جهة الاختصاص، كما توصي الجميع بتقوى الله عز وجل واللجوء إليه سبحانه بالدعاء والتضرع بين يديه في أن يرفع هذا البلاء قال الله تعالى: ( وإن يمسسك الله بضر فلا كاشف له إلا هو وإن يردك بخير فلا راد لفضله يصيب به من يشاء من عباده وهو الغفور الرحيم )، وقال سبحانه: ( وقال ربكم ادعوني استجب لكم ) وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
// انتهى //

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

🖋️ Penerjemah: Abu Abdirrohman Sofian | Grup WA Al I'tishom

Situs web resmi:
https://itishom.org/

Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
KEBERKAHAN BERSAMA ULAMA KIBAR (1)
KEBERKAHAN BERSAMA ULAMA KIBAR (2)
KEBERKAHAN BERSAMA ULAMA KIBAR (3)
::
📬 MENJELASKAN KEBENARAN BAGIAN PERJANJIAN ORANG BERILMU KEPADA ALLAH


Firman Allah Azza wa Jalla:

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ [آل عمران : ١۸٧]

"Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian terhadap orang-orang yang diberikan alKitab, "hendaklah kalian menjelaskan (kebenaran) kepada manusia dan janganlah kalian menyembunyikannya." Kemudian mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Maka sangat buruk yang mereka pertukarkan itu."  (QS. Ali Imran: 187)


Apakah yang dimaksud Al-Miitsaq?

Al ‘Allamah al-Mufassir asySyaikh Abdurrahman bin Nashir as-Si'di rahimahullah menjelaskan:

الميثاق هو العهد الثقيل المؤكد،

Al-Miitsaq adalah perjanjian yang kuat yang sangat ditekankan
(Taisirul Karimir Rahman hal. 160)


Siapa saja yang terikat perjanjian tersebut?

Berkata Abul Mudzaffar asSam'any asy Syafi'iy (w 489 H) rahimahullah dalam tafsirnya:

وَقيل: أراد به اليهود، أخذ اللّٰه ميثاقهم أن يبينوا نعت محمد للناس ولا يكتمونه. و قيل : هُوَ فِي جَمِيع الْعلمَاء، أَخذ الله مِيثَاق الْعلمَاء: أَن يبينوا الْعلم للنَّاس وَلَا يكتمونه، وَفِي الحَدِيث: "من سُئِلَ عَن علم، فكتمه، ألْجم بلجام من نَار".

(Para ulama) ada yang mengatakan: Yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang-orang Yahudi yang Allah telah mengambil perjanjian mereka agar mereka menjelaskan sifat Muhammad ﷺ kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.

Dikatakan juga (oleh para ahli tafsir): Perjanjian itu tertuju terhadap setiap ulama, Allah telah mengikat perjanjian para ulama supaya mereka menerangkan ilmu kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.

Di dalam sebuah hadits (disebutkan):

مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ أُلْجِمَ (يَوْمَ الْقِيَامَةِ) بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ 

"Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu kemudian dia menyembunyikannya maka dia akan diberi tali kekang (pada hari kiamat) dengan tali kekang dari api (neraka)" (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan Syaikh Al Al Bani rahimahullah -pent)
(Tafsir alQur'an: 1/387)

Pendapat kedua inilah yang didukung oleh Syaikh Abdurrahman As Sa'diy masih di halaman yang sama dalam tafsirnya, pada ucapan beliau:

وهذا الميثاق أخذه الله تعالى على كل من أعطاه الله الكتب وعلمه العلم، أن يبين للناس ما يحتاجون إليه مما علمه الله، ولا يكتمهم ذلك، ويبخل عليهم به، خصوصا إذا سألوه، أو وقع ما يوجب ذلك، فإن كل من عنده علم يجب عليه في تلك الحال أن يبينه، ويوضح الحق من الباطل. فأما الموفقون، فقاموا بهذا أتم القيام، وعلموا الناس مما علمهم الله، ابتغاء مرضاة ربهم، وشفقة على الخلق، وخوفا من إثم الكتمان. وأما الذين أوتوا الكتاب، من اليهود والنصارى ومن شابههم، فنبذوا هذه العهود والمواثيق وراء ظهورهم، فلم يعبأوا بها، فكتموا الحق، وأظهروا الباطل، تجرؤا على محارم الله، وتهاونا بحقوق الله، وحقوق الخلق، واشتروا بذلك الكتمان ثمنا قليلا، وهو ما يحصل لهم إن حصل من بعض الرياسات، والأموال الحقيرة، من سفلتهم المتبعين أهواءهم، المقدمين شهواتهم على الحق.

﴿ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُوْنَ ﴾ لأنه أخس العوض، والذي رغبوا عنه -وهو بيان الحق، الذي فيه السعادة الأبدية، والمصالح الدينية والدنيوية- أعظم المطالب وأجلها، فلم يختاروا الدنيء الخسيس ويتركوا العالي النفيس، إلا لسوء حظهم وهوانهم، وكونهم لا يصلحون لغير ما خلقوا له

"dan Allah telah mengambil perjanjian ini atas seluruh yang Allah berikan kitab-kitab (Samawi), dan kepada yang telah Allah ajarkan ilmu kepadanya, agar dia menjelaskan kepada manusia perkara yang mereka butuhkan dari apa yang telah Allah ajarkan kepadanya. Dan dia tidak menyembunyikan (ilmu) kepada mereka, dan dia tidak bersikap kikir atas mereka dengannya.

Secara khusus apabila mereka bertanya kepadanya, atau apabila terjadi sebuah perkara yang mewajibkan (butuh kepada penjelasan). Maka sungguh setiap pemilik ilmu dalam kondisi tersebut wajib untuk menjelaskannya, dan menerangkan yang benar dari yang batil.
KEBERKAHAN BERSAMA ULAMA KIBAR (4)
Adapun orang-orang yang diberi taufik, mereka akan menegakkan perkara ini dengan bentuk penegakan yang sempurna, mereka akan mengajarkan kepada manusia apa yang telah Allah ajarkan kepada mereka, dalam rangka mengharap keridhaan Rabb mereka, dan kasih sayang mereka kepada makhluk. Dan mereka takut dari dosa menyembunyikan (ilmu).

Adapun orang-orang yang diberikan kepada mereka al-Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani dan yang semisal dengan mereka, maka mereka melemparkan perjanjian-perjanjian ini ke belakang punggung mereka dan mereka tidak peduli dengannya.

Mereka menyembunyikan kebenaran dan menampakkan kebatilan. Mereka lancang terhadap perkara-perkara yang diharamkan Allah, dalam keadaan mereka mengangap remeh hak-hak Allah dan hak-hak manusia.

Dan mereka menukar dengan menyembunyikan (kebenaran) dengan harga yang sedikit, yaitu mereka ingin meraih apa yang bisa mereka raih jika mereka bisa meraihnya, dari sebagian kepemimpinan dan harta-harta yang rendah, dari orang-orang rendahan mereka yang mengikuti hawa nafsu mereka, yang mendahulukan syahwat-syahwat mereka diatas kebenaran.

﴿ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُوْنَ ﴾

Maka sangat buruk apa yang mereka pertukarkan itu, dikarenakan ia merupakan ganti yang paling buruk.

Dan perkara yang mereka benci yaitu menjelaskan kebenaran yang di dalamnya ada kebahagiaan yang abadi dan kemaslahatan agama dan dunia. (Yang itu adalah) perkara yang paling agung yang dituntut dan yang paling mulianya.

Sehingga tidaklah mereka memilih sesuatu yang hina dan murahan dan meninggalkan sesuatu yang tinggi dan berharga kecuali karena jeleknya bagian dan rendahnya mereka, dan kondisi mereka yang tidak pantas untuk selain dari apa yang mereka telah diciptakan untuknya."

(Taisirul Karimir Rahman hal. 160)



Apa maksud Al Kitman dalam ayat tersebut dan bagaimana saja bentuknya?

Disebutkan oleh asySyaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah dalam tafsirnya terhadap surah Ali Imran ayat 187:

والكتمان نوعان: إما إخفاء بعض الآيات، وإما تحريف الآيات إلى معانٍ أخرى، فإن هذا يعد كتمًا؛ لأن الذي يحرف الآيات إلى معانٍ أخرى لم يبين الآيات على ما هي عليه، بل كتم المعنى الحقيقي المراد إلى معنًى آخر، فالكتم إذن نوعان: إخفاء لبعض الآيات كما قال الله تعالى: ﴿تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا﴾ [الأنعام ٩١]، وإما أن يكون الكتم كتم المعنى، أي لا يُبين المعنى، وإنما يُحرف.

فالكتم إذن نوعان: إخفاء الألفاظ، والثاني: إخفاء المعاني، بحيث لا يغير اللفظ لكن يغير المعنى، فهذا كتمان.

Menyembunyikan (al-kitman) terbagi menjadi dua:

1⃣ Bisa dengan menyembunyikan sebagian ayat-ayat

2⃣ Bisa juga menyimpangkan makna ayat kepada makna-makna yang lain, maka ini juga tergolong bentuk menyembunyikan.

Dikarenakan seorang yang menyimpangkan ayat-ayat kepada makna yang lain, dia tidak menjelaskan makna ayat di atas makna yang sebenarnya. Bahkan dia menyembunyikan makna yang sebenarnya yang dimaksud kepada makna yang lain. Maka bentuk menyembunyikan jika demikian ada dua bentuk, menyembunyikan sebagian ayat sebagaimana firman Allah:

﴿تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا﴾ [الأنعام ٩١]

"Kalian menyalinnya (Taurat) dalam lembaran kertas-kertas yang kalian tampakkan (kepada manusia) dan kalian sembunyikan sebagian besar isinya" (QS. al-An'am: 91)

Dan (al-kitman) bisa dengan menyembunyikan makna yaitu dia tidak menjelaskan makna (yang benar), akan tetapi disimpangkan (maknanya).

Dengan demikian, bentuk menyembunyikan itu ada dua:

Menyembunyikan lafadz-lafadnya dan menyembunyikan makna-maknanya dari sisi dia tidak mengubah lafadznya akan tetapi mengubah maknanya, maka ini bentuk menyembunyikan.

(Transkrip kajian tafsir surah Ali Imran Syaikh Ibnu Utsaimin)

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

🖋 Abu Ali Zain | Grup WA Al I'tishom
Situs web resmi: https://itishom.org/

Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️ 
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Jangan Menyembunyikan Nasehat
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
🔈AUDIO
📋 [DISERTAI TRANSKRIP DAN TERJEMAHAN]

💎 NASIHAT FADHILATU ASY-SYAIKH AL-'ALLAMAH 'ABDULLAH BIN 'ABDIRRAHIM AL-BUKHARI HAFIZHAHULLAH UNTUK ASATIDZAH DAN THULLABUL 'ILMI DI NEGERI INDONESIA

📌 Audio nasihat dipublikasikan melalui Channel Telegram Resmi Beliau hafizhahullahu Ta'ala :
https://t.me/dr_elbukhary/765

https://t.me/annajiyahbatam/4987

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🌐www.salafybatam.com
🗞https://t.me/annajiyahbatam

Informasi & Publikasi Ma'had an-Najiyah Batam
AUDIO NASEHAT ASY-SYAIKH AL-'ALLAMAH ABDULLAH AL BUKHORI DISEBARKAN BERDASARKAN PERMINTAAN BELIAU HAFIZHAHULLAH

Asy-Syaikh Arafat hafizhahullah berkata:

"Jika kalian ditanya tentang audio (nasehat asy-Syaikh al-Bukhari, pen.), mengapa dipublikasikan/disebarkan?"

Maka jawablah kepada mereka (para penanya, pen.):

"Asy-Syaikh Arafat telah menyampaikan kepada kami, bahwa beliau berkata: 'Asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah, beliaulah yang meminta kepadaku (Arafat, pen.) penyebaran audio tersebut."

Kemudian asy-Syaikh Arafat hafizhahullah menegaskan dengan perkataannya,

"JADI AUDIO TERSEBUT DISEBARKAN BERDASARKAN PERMINTAAN ASY-SYAIKH AL-BUKHARI hafizhahullah."

قال الشيخ عرفات حفظه الله :

"إذا سُئِلتُم عن الصَّوْتِيَّةِ، لماذا تُنْشَرُ؟"
فَقُولُوا لَهُمْ :
"حَدَّثَنا الشيخُ عرفات قال: 'إِنَّ الشيخَ العلامة عبد الله البخاري حفظه الله هو الذي طَلَبَ مِنِّي نَشْرَ الصَّوْتِيَّةِ'."
ثُمَّ أَكَّدَ ذلك الشيخُ عرفات بِقَولِه: "فَهِيَ نُشِرَتْ بِطَلَبِ الشيخ البخاري حفظه الله."
::
📬 SEBUAH HARAPAN AKAN TERWUJUDNYA UKHUWAH SALAFIYIN YANG HAKIKI


Bismillah....

Silang pendapat masih saja terjadi pasca tersebarnya audio nasehat Asy Syeikh Abdullah bin Abdurrahim Al Bukhari hafidzahullah, bahkan muncul anggapan adanya pihak yang menggunting nasehat tersebut dan menggunakannya untuk menjatuhkan sebagian pihak.

Sebenarnya tidaklah sulit bagi orang yang benar-benar ingin mengetahui hakikat perkara ini karena audio nasehat Syeikh Al Bukhari yang menjadi rujukan semua pihak yang berselisih telah tersebar luas bahkan diunggah dan disebarkan di Chanel Telegram resmi Syeikh Al Bukhari sendiri.

Ketika mencermati nasehat Asy Syeikh Al Bukhari hafidzahullah dalam audio tersebut maka orang yang masih berusaha ilmiyyah dan inshaf akan mendapatkan dan akan memahami bahwa diantara poin penting nasehat tersebut adalah penilaian Syeikh Al Bukhari terhadap data-data yang dikirimkan asatidzah yang berisi kritikan terhadap Ustadz Luqman.

Tentu saja hal ini merupakan bagian penting dari nasehat tersebut yang harus diketahui dan dipahami oleh Salafiyin di Indonesia karena kritikan-kritikan itulah yang dijadikan dasar oleh pihak asatidzah jumhur dan ikhwah yang bersamanya untuk melakukan penyikapan terhadap ustadz Luqman dan yang bersamanya dalam fitnah ini.

Sangat jelas Syeikh Al Bukhari hafidzohulloh dalam nasehat tersebut menyebutkan bahwa beliau telah membaca dan menelaah data-data tersebut, kemudian beliau mengatakan bahwa data-data tersebut :

◽️ sebagiannya teranggap sebagai kritikan namun tidak sampai dan tidak layak menjadi sebab terjadinya perselisihan dan perpecahan sebagaimana yang telah terjadi.

◽️ sebagiannya lagi ustadz Luqman telah rujuk darinya

◽️ sebagiannya lagi justru menjadi kritikan pula bagi asatidzah

◽️ bahkan Syeikh dalam nasehat tersebut menyebutkan bahwa penulisan data-data tersebut banyak unsur pengulangan dan syeikh memahami maksud dari pengulangan yang banyak tersebut adalah untuk membesar-besarkan masalah (tadlkhim) atau untuk membuat orang yang membaca menjadi merasa takut/ngeri (tahwil).

Link Audio dan terjemah:
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9447

Ketika bagian penting ini tidak dijelaskan dan tidak dipahami Salafiyin maka dampaknya sangat besar, karena pihak yang bersama asatidzah jumhur akan tetap meyakini bahwa sikapnya selama ini tidak salah dan pembahasan fitnah atau proses tahkim fitnah ini belum diselesaikan oleh masyaikh.

Kemudian ketika pemahaman ini tersebar luas maka tentunya akan menghalangi terwujudnya persatuan dan ukhuwah sebagaimana yang dinasehatkan oleh Masyaikh.
Yang ada hanyalah hasungan untuk tidak menyinggung dan tidak berbicara tentang fitnah ini bahkan penyebaran nasehat Syeikh Al Bukhari pun dianggap salah, kemudian hasungan untuk menyibukan diri dalam dakwah dan tarbiyyah. Adapun perselisihan, perpecahan, sikap hajr terus berjalan dan berkembang.

Apakah sikap dan pemahaman seperti ini yang diinginkan oleh Syeikh Abdullah Al Bukhari dan masyaikh lainnya...?!

✍🏼 Hamba Allah yang mendambakan Ukhuwah Salafiyin yang Hakiki... 

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
KEBERKAHAN BERSAMA ULAMA KIBAR (5)
::
📬 NASIHAT BAGI YANG MEMILIKI AKAL SEHAT

▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️

✍🏻 Asy-Syaikh DR. 'Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah berkata,

إلى العقلاء..
المؤمن يكون قويًا بإخوانه ويشد الله أزره بهم {سنشد عضدك بأخيك} فلاتشذ عن إخوانك ولاتحتقر جهودهم وكن صبورا على زلاتهم نصوحا لهم في خلواتهم، واعلم أن شياطين الجن والإنس لهم مداخل ليفسدوا بينك وبين إخوانك. وتذكر دعاء نبي الله موسى: {رب اغفر لي ولأخي وأدخلنا في رحمتك}.


"Kepada orang-orang yang berakal...
Seorang mu'min menjadi kuat bersama saudara-saudaranya. Allah akan mengokohkannya dengan sebab mereka. Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi Musa 'alaihissalam,

{سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ}

"Kami akan menguatkanmu (membantumu) dengan saudaramu (Harun)..." (QS. al-Qashash : 35)

Janganlah engkau menjauh dari saudara-saudaramu. Janganlah engkau meremehkan kerja keras & jerih payah mereka. Hendaklah engkau menjadi seorang yang penyabar terhadap kekeliruan & ketergelinciran mereka. Jadilah seorang pemberi nasihat yang tulus & setia bagi mereka ketika engkau bersendirian bersama mereka.

Ketahuilah bahwa para syaithan dari kalangan jin & manusia senantiasa mencari-cari celah untuk merusak hubunganmu dengan saudara-saudaramu. Ingatlah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa,

{رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ }

"Wahai Rabbku, ampunilah aku dan saudaraku, dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu." (QS. al-A'raf : 151)

◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️

‏فنرجو من طلاب العلم أن يسعوا إلى جمع الكلمة وتوجيه الشباب إلى طلب العلم، والاعتناء بالعقيدة وكتب التوحيد، وتعليم الناس السنة ونشر العلم بينهم، والبعد عن بذور الفرقة وكل ما يفرق، والرجوع إلى العلماء والصبر على الجاهل، وكونوا عقلاء ولا تجعلوا وسائل التواصل محلاً لنشر خلافاتكم.

Maka kami berharap kepada para penuntut ilmu untuk berupaya mewujudkan persatuan kalimat dan mengarahkan generasi muda untuk mempelajari ilmu agama, perhatian terhadap urusan aqidah dan kitab-kitab tauhid, mengajarkan sunnah kepada manusia, serta menyebarkan ilmu agama di tengah-tengah mereka.

Dan hendaklah menjauhi benih-benih perpecahan dan sebab-sebab perpecahan, kembali kepada 'ulama serta bersabar menghadapi orang yang jahil/bodoh.

Jadilah kalian orang-orang yang berakal, dan janganlah kalian menggunakan media sosial sebagai tempat untuk mengumbar perselisihan-perselisihan kalian."

📚Sumber :
https://t.me/Arafatbinhassan/4680

🌐www.salafybatam.com
🗞 @annajiyahbatam

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
KEBERKAHAN BERSAMA ULAMA KIBAR (6)