منتدى نشر الفـــــــوائد
7.6K subscribers
4.29K photos
256 videos
279 files
5.6K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
📬 KHOTBAH JUMAT: MERAJUT UKHUWWAH KARENA ALLAH

(disampaikan dalam khotbah Jumat di masjid al-Fauzan Ma'had Al I'tishom Sumberlele Kraksaan Probolinggo, 20 Rabiul Awwal 1442 H/6 Nov 2020 M)


KHOTBAH PERTAMA:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ،وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدَّيْنِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah…

Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menganugerahkan kepada kita nikmat yang sangat besar. Nikmat Islam dan Sunnah. Petunjuk Islam dan Sunnah ini seharusnya merekatkan kita dalam ikatan ukhuwwah yang menghantarkan kita masuk ke dalam Jannah.

Sebagaimana nikmat ukhuwwah imaniyyah ini Allah berikan kepada para Sahabat Nabi ridhwanullahi ‘alaihim ‘ajmain….

Dulu, kaum Anshar Aus dan Khazraj saling bermusuhan. Begitu kuat permusuhan itu, bahkan diwariskan. Untuk saling membenci dan memusuhi. Seakan-akan tidak akan hilang permusuhan itu.

Namun kemudian Allah menyatukan mereka dengan ajaran Islam. Rasul shollallahu alaihi wasallam mempersaudarakan mereka. Maka Allah ingatkan nikmat ini dalam firman-Nya:

...وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا...

…dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian. Ketika kalian saling bermusuhan. Kemudian Allah satukan hati kalian sehingga dengan nikmat-Nya kalian menjadi bersaudara. Kalianpun sudah berada di jurang neraka, kemudian Allah selamatkan kalian darinya…(Q.S Ali Imran ayat 103)

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pun mengingatkan kaum Anshar akan nikmat tersebut setelah beliau membagi-bagikan harta rampasan perang Hunain:

يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ أَلَمْ أَجِدْكُمْ ضُلَّالًا فَهَدَاكُمْ اللَّهُ بِي وَكُنْتُمْ مُتَفَرِّقِينَ فَأَلَّفَكُمْ اللَّهُ بِي

Wahai sekalian kaum Anshar, bukankah aku dulu mendapati kalian dalam keadaan sesat, kemudian Allah berikan hidayah kepada kalian dengan sebabku. Bukankah dulunya kalian terpecah belah, kemudian Allah satukan kalian dengan sebabku…(H.R al-Bukhari dan Muslim)

Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah…

Pengetahuan kita tentang tauhid dan sunnah, serta ajaran Nabi yang murni, seharusnya justru merekatkan kita. Menyatukan kita. Mempersaudarakan kita.

Berpegangteguhlah dengan tali Allah yaitu alQuran, Sunnah Nabi, dan pemahaman para Sahabat beliau. Janganlah berpecah belah.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا...

Berpegangteguhlah dengan tali Allah seluruhnya, janganlah kalian berpecah belah…(Q.S Ali Imran ayat 103)

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kalian saling berselisih. (Jika kalian berselisih) kalian akan menjadi lemah dan hilang kekuatan kalian. Bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar (Q.S al-Anfaal ayat 46)

Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah…

Allah Azza Wa Jalla juga mengisahkan dalam alQuran bahwa seluruh ikatan pertemanan dan persahabatan untuk selain Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan. Hanya ikatan baik antar orang-orang bertakwa sajalah yang tidak akan berganti menjadi permusuhan pada hari kiamat:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Setiap pertemanan dan persahabatan pada hari itu (hari kiamat) akan berubah menjadi permusuhan kecuali orang-orang yang bertakwa (Q.S az-Zukhruf ayat 67)
Salah satu dari 7 golongan yang akan Allah naungi pada hari kiamat, di hari tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah.

...وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ...

…dan dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dalam kecintaan karena Allah dan berpisah juga karena-Nya…(H.R al-Bukhari dari Abu Hurairah).

anNawawiy rahimahullah menjelaskan makna hadits itu:

كَانَ سَبَبُ اجْتِمَاعِهِمَا حُبَّ اللهِ وَاسْتَمَرَّا عَلَى ذَلِكَ حَتَّى تَفَرَّقَا مِنْ مَجْلِسِهِمَا وَهُمَا صَادِقَانِ فِي حُبِّ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا صَاحِبِهِ لِلَّهِ تَعَالَى حَالَ اجْتِمَاعِهِمَا وَافْتِرَاقِهِمَا

Penyebab berkumpulnya kedua orang itu adalah karena cinta kepada Allah. Hal itu terus berlangsung hingga keduanya berpisah dari majelis. Dalam keadaan, keduanya benar-benar jujur mencintai rekannya karena Allah Ta’ala pada saat berkumpul maupun pada saat berpisah (al-Minhaj syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaaj (7/121)).

Sesungguhnya keimanan dan saling mencintai karena Allah akan menghantarkan seseorang menuju al-Jannah. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا...

Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak akan sempurna keimanannya hingga saling mencintai…(H.R Muslim)

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita bersaudara dalam Islam dilandasi oleh kecintaan karena Allah dan semoga persaudaraan itu menghantarkan kita menuju al-Jannah atau surga-Nya.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ



KHOTBAH KEDUA:

الْحَمْدُ للهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ فِي رُبُوْبِيِّتِهِ وَإِلَهِيَّتِهِ وَأَسْمَاءِهِ وَصِفَاتِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا
قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah...

Pada khotbah yang pertama kita telah membahas tentang keutamaan menjalin ukhuwwah karena Allah. Bagaimana cara mewujudkan ukhuwwah (persaudaraan) karena Allah itu?

Semua solusi dan arahannya ada dalam alQuran dan Sunnah Nabi shollallahu alaihi wasallam. Jika kita menerapkan semua bimbingan alQuran dan Sunnah, kita akan menjadi orang yang bertakwa, dan kita akan bisa mewujudkan ukhuwwah karena Allah. Hanya Allah semata yang bisa memberikan taufiq kepada hal itu.

Cintailah saudaramu karena Allah. Ketika ia adalah orang yang bertakwa, komitmen di atas sunnah. Cintailah ia karena perilaku dan manhajnya itu.

Doakan kebaikan untuk saudaramu. Bahkan doa yang dipanjatkan kepada Allah tanpa sepengetahuannya adalah doa yang mustajab.

Cintailah kebaikan pada saudaramu sebagaimana engkau suka kebaikan itu ada pada dirimu. Dengan demikian, engkau tidak akan memiliki sifat hasad, iri, dan dengki atas kebaikan yang ada pada saudaramu. Sesungguhnya mencintai kebaikan pada saudara kita sebagaimana kita suka kebaikan itu ada pada diri kita adalah termasuk sifat yang akan menghantarkan seseorang menuju al-Jannah.

Dalam sebuah hadits, Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan kepada Yazid bin Asad:

أَتُحِبُّ الْجَنَّةَ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَأَحِبَّ لِأَخِيكَ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ

Apakah engkau senang (masuk) surga? Yazid menyatakan: Ya. Nabi bersabda: Maka cintailah untuk saudaramu sebagaimana engkau cinta (hal itu terjadi) kepada dirimu (H.R Ahmad, dishahihkan oleh alHakim dan disepakati oleh adz-Dzahaby)

Ukhuwaah imaniyyah dilandasi oleh sikap saling memberi nasihat. Nasihat adalah penyampaian yang dilandasi ketulusan ingin kebaikan untuk saudaranya. Tidak ada tendensi untuk menjatuhkan atau melecehkannya.
Sebagai pihak yang memberi nasihat, sampaikan nasihat itu dengan ikhlas. Karena Allah. Sampaikan dengan penyampaian yang baik dan hikmah. Dengan memperhatikan situasi dan keadaan yang tepat. Di waktu yang tepat. Sampaikan tanpa harus diketahui oleh pihak lain. Pastikan bahwa nasihat yang engkau sampaikan berdasarkan alQuran dan Sunnah dengan pemahaman para Sahabat Nabi.

Apabila masalah yang dibahas adalah masalah ijtihadiyyah, karena tidak adanya nash tegas dalam masalah itu, namun engkau memandang sesuatu yang menurutmu baik, sampaikan argumenmu dengan baik. Namun jangan memaksa bahwa itu harus diterima. Bahkan mungkin dalam majelis munashohah itu terbuka sisi pandang lain yang memiliki kekuatan dan kebaikan.

Dari sisi pihak yang dinasihati, sadarilah itikad baik dari saudaramu yang menginginkan kebaikan pada dirimu Cermatilah dengan baik masukan-masukan dan saran dari saudaramu. Uraikan pula dengan penyampaian yang baik. Dengan penyampaian yang baik dan beradab.

Saudaraku….

Seorang muslim yang secara dzhahir nampak sebagai pribadi yang adil, harus dikedepankan husnudzdzhon (baik sangka) terhadapnya. Jangan menerima berita-berita keburukan tentang dia dari sumber-sumber yang tidak jelas.

Kedepankan persangkaan yang baik untuk saudaramu Ahlussunnah. Terapkan tabayyun mengklarifikasi berita kepada pihak yang berwenang secara langsung. Sesungguhnya Allah Ta’ala membenci ucapan katanya dan katanya, yang tidak jelas sumber informasinya.

إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلَاثًا قِيلَ وَقَالَ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ وَكَثْرَةَ السُّؤَال

Sesungguhnya Allah membenci untuk kalian tiga hal: Ungkapan katanya dan katanya, menyia-nyiakan harta, dan banyak bertanya (H.R al-Bukhari dan Muslim)

Janganlah pula engkau umbar aib dan keburukan saudaramu kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan nasihat atau perbaikan. Apalagi jika seandainya saudaramu itu telah bertobat dari kesalahan-kesalahan tersebut.

Seorang muslim lainnya, apabila melihat saudaranya berselisih, hendaknya berusaha untuk mendamaikan. Atau setidaknya mengurangi dampak perselisihan itu. Janganlah berpihak untuk mendukung satu pihak sampai benar-benar paham permasalahan. Jika kita tidak mampu untuk mendamaikan secara langsung, diamlah dan banyak berdoa kepada Allah Ta’ala.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menguatkan ukhuwwah kita karena Allah dan semoga hal itu menghantarkan kita menuju al-Jannah.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَات
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ وَالْأَدْوَاءِ
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَأَجِرْنَا مِنْ مُضِلَّاتِ الْفِتَنِ مَا أَحْيَيْتَنَا
اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْوَبَاءَ وَالْفِتَنَ
اللهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا... اللهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا... اللهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا...
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Forwarded from AL-BAHR BINTAN


Segala puji milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sholawat dan salam atas nabi kita Muhammad Shalallahu 'Alahi Wa Sallam, keluarga, dan para shabatnya, waba'du.

Audio ini telah ditayangkan secara live streaming pada malam Senin (10 Rajab 1442 H / 21 Februari 2021) dengan tema "Sudahkah Kau Berkorban untuk Agamamu", yang dibawakan oleh Al-Ustadz Abul Harits Muhammad bin Muslih hafizhahullah.
::
📬 KHASIAT BACAAN MU’AWWIDZATAIN

Al-Qur’an adalah obat dan rahmat bagi kaum mukminin. Sumber kebaikan bagi mereka yang ingin mendapatkannya. Allah Ta’ala berfirman :

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ

“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur`ān) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus : 57).

Diantaranya adalah al- Mu’awwidzatain. Dua surat pada akhir kitab suci Al-Quran yaitu surat al-Falaq dan surat An-Naas.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sering menjadikan al Mu’awwidzatain sebagai ikhtiar untuk mendapatkan berbagai manfaat. Diantara khasiat dan manfaatnya ialah :

◽️Dibaca bersama surat al-Ikhlash pagi dan petang menjadi sebab seorang mukmin mendapatkan kecukupan perlindungan dari Allah dari berbagai macam kejelekan dan marabahaya¹

◽️Dibaca sebelum tidur menjadi sebab mendapatkan perlindungan Allah pada malam tersebut sampai ia terbangun dari tidurnya²

◽️Penjaga dan obat dari segala bentuk kejahatan, baik kejahatan itu dari manusia, penyihir, orang dengki lagi hasad ataupun perlindungan dari gangguan jin³

◽️Obat dari segala macam penyakit.⁴

◽️Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan agar membaca dua surat tersebut bersama surat al-Ikhlash sebagai wirid setiap selepas shalat.⁵

Maka sepatutnya seorang mukmin menjadikan Al-Qur’an sebagai sebab kebaikan untuk dirinya dan sebagai bentuk pengesaan serta pengagungan terhadap Allah Ta’ala bahwasannya hanya Dialah yang mampu menghalau segala bentuk kejelekan dan kemudharatan.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita semua. Aamiin.


_______
¹. HR Abu Dawud dari shahabat Abdullah bin Khabib
² Tatacara pengamalan sebagaimana dalam hadits, Ketika hendak berbaring untuk tidur malam, kumpulkan kedua telapak tangan, tiuplah dengan ludah kecil pada kedua telapak tangan, kemudian bacalah surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Naas, usapkan pada seluruh tubuh dimulai dari bagian depan yang mudah dijangkau serta dari kepala dan wajah. Lakukan sebanyak tiga kali.
³ HR. An-Nasa’i dari shahabat Abu Sa’id al-Khudry
⁴ HR. An-Nasai
⁵ Hadits dari shahabat Utbah bin Amir

Sumber:  https://buletin-alilmu.net/2021/06/25/audio-khasiat-bacaan-muawwidzatain/ | Buletin Al Ilmu
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 MERASA SENANTIASA DIAWASI ALLAH TA'ALA

Syaikh Robi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah menyatakan:

Seorang muslim semestinya memiliki bagian perasaan malu, bagian perasaan takut, dan merasa diawasi Allah Tabaaroka Wa Ta'ala. Karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan manusia untuk main-main.

Tidaklah ada gerakan yang engkau lakukan, melainkan akan tercatat. Demi Allah, kalau seandainya seseorang (merasa) dibuntuti mata-mata (Intel) negara, niscaya ia akan takut dan gemetar.

Sebagian mereka selalu mengawasi dan berkata kepadamu: Sesungguhnya di tembok itu telah dipasang alat penyadap. Ia akan takut pada manusia. Namun tidak takut kepada Allah.

Hendaknya kita takut kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi, mengagungkan-Nya dengan sebenar-benarnya pengagungan.

Hendaknya kita juga memuliakan para Malaikat mulia yg mencatat (amal). Mereka mengetahui apa yg kita perbuat dan menuliskannya secara rinci

(adz-Dzari'ah ilaa Bayaani Maqoshidisy Syari'ah (3/179)).

🇸🇦 Naskah Asli dalam Bahasa Arab

والمسلم ينبغي أن يكون عنده وازع الحياء ، ووازع الخوف والمراقبة لله تبارك وتعالى، فإنه ما خلق الناس عبثا، ما من حركة تتحركها إلا وتدون عليك، والله لو أن إنسانا تلاحقه عيون الدولة لتجدنه يخاف ويرتجف، وبعضهم يتحسس فيقول لك : في الجدران آذان، يخاف من الناس، لكن ما يخاف الله عز وجل، فينبغي أن نخاف الله سبحانه وتعالى، وأن نقدره حق قدره، وأن نحترم الملائكة الكرام الكاتبين الذين يعلمون ما نفعل، ويكتبونه بكل دقة

(الذريعة إلى بيان مقاصد الشريعة 3\179)

WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Forwarded from Manhajul Anbiya
🌅🧾 Nasehat asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah untuk asatidzah dan thullab di Indonesia

نصيحة الشيخ العلامة عبدالله البخاري للأساتذة والطلاب في بلاد إندونيسيا

📥 tinyurl.com/yjpsyz9o

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
Forwarded from Manhajul Anbiya
AUD-20210627-WA0000.aac
11.5 MB
🌅🧾 Nasehat asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah untuk asatidzah dan thullab di Indonesia

نصيحة الشيخ العلامة عبدالله البخاري للأساتذة والطلاب في بلاد إندونيسيا

📥 tinyurl.com/yjpsyz9o
Nasehat Syaikh Abdulloh Bukhory hafizhahullah_Untuk Asatidzah dan…
Asy-Syaikh Allaamah 'Abdulloh Al Bukhory hafizhahullah
نصيحة الشيخ العلامة عبدالله البخاري للأساتذة والطلاب في بلاد إندونيسيا

📥 tinyurl.com/yjpsyz9o (Link Audio asli)

(File Mp3) Nasehat asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah untuk asatidzah dan thullab di Indonesia

Durasi: 00:06:11

Catatan:
File ini adalah audio yang sudah diconvert MP3