::
📬 KAJIAN KITABUT TAUHID (BAG KE-5)
BAB PERTAMA
TEMA: TAUHID ADALAH PERINTAH ALLAH YANG PALING AGUNG DAN HAK ALLAH TERHADAP HAMBANYA
Dalil Kelima:
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (151) وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (152) وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (153)
Katakanlah : Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepada kalian, yaitu janganlah kalian mensekutukanNya dengan suatu apapun dan hendaknya berbuat baik kepada kedua orangtua. Dan janganlah membunuh anak kalian karena khawatir miskin. Kamilah yang memberikan rezeki kepada kalian dan kepada mereka. Dan janganlah kalian mendekati perbuatan keji yang nampak maupun yang tersembunyi. Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian berpikir (151) dan janganlah mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik hingga ia berusia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan secara adil. Kami tidak membebani jiwa kecuali sesuai dengan kemampuannya. Jika kalian berbicara maka bersikap adillah meskipun terhadap karib kerabat. Dan tunaikanlah perjanjian Allah. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian mengingat (152) Dan sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus, maka ikutilah (jalan itu) dan jangan ikuti jalan-jalan (yang lain) hingga kalian akan tercerai berai dari jalanNya. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian bertaqwa (153) (Q.S al-An’aam:151-153).
Penjelasan Dalil Kelima:
Surat al-An’aam ayat 151-153 ini terdapat 10 wasiat penting dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Dalam 10 wasiat itu Allah mulai dengan wasiat yang paling penting, yaitu agar manusia mentauhidkan Allah dan tidak berbuat kesyirikan kepadaNya. Hal itu menunjukkan bahwa Tauhid adalah kewajiban paling awal sebelum yang lain, dan kesyirikan adalah perbuatan dosa paling besar yang pertama kali harus dijauhi.
Berikut ini adalah penyebutan dan sedikit penjelasan 10 wasiat yang ada di 3 ayat tersebut:
1. Tauhidkan Allah, beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan berbuat kesyirikan sedikitpun
2. Berbaktilah kepada kedua orangtua.
3. Jangan membunuh anak karena khawatir miskin. Karena rezeki kalian bukan di tangan kalian sebagai penentunya. Allahlah yang memberi rezeki kepada kalian dan kepada anak-anak itu. Kalian hanya berusaha menjalankan sebab.
4. Jangan mendekati perbuatan keji baik yang nampak maupun tersembunyi. Contoh perbuatan keji adalah perbuatan zina. Jangan dekati zina, seperti: janganlah berduaan dengan wanita yang bukan mahram, janganlah berjabat tangan antara laki dan wanita yang bukan mahram, janganlah wanita sendirian melakukan safar tanpa mahram, dan semisalnya yang merupakan larangan-larangan Nabi dalam hadits-haditsnya.
📬 KAJIAN KITABUT TAUHID (BAG KE-5)
BAB PERTAMA
TEMA: TAUHID ADALAH PERINTAH ALLAH YANG PALING AGUNG DAN HAK ALLAH TERHADAP HAMBANYA
Dalil Kelima:
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (151) وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (152) وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (153)
Katakanlah : Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepada kalian, yaitu janganlah kalian mensekutukanNya dengan suatu apapun dan hendaknya berbuat baik kepada kedua orangtua. Dan janganlah membunuh anak kalian karena khawatir miskin. Kamilah yang memberikan rezeki kepada kalian dan kepada mereka. Dan janganlah kalian mendekati perbuatan keji yang nampak maupun yang tersembunyi. Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian berpikir (151) dan janganlah mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik hingga ia berusia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan secara adil. Kami tidak membebani jiwa kecuali sesuai dengan kemampuannya. Jika kalian berbicara maka bersikap adillah meskipun terhadap karib kerabat. Dan tunaikanlah perjanjian Allah. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian mengingat (152) Dan sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus, maka ikutilah (jalan itu) dan jangan ikuti jalan-jalan (yang lain) hingga kalian akan tercerai berai dari jalanNya. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian agar kalian bertaqwa (153) (Q.S al-An’aam:151-153).
Penjelasan Dalil Kelima:
Surat al-An’aam ayat 151-153 ini terdapat 10 wasiat penting dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Dalam 10 wasiat itu Allah mulai dengan wasiat yang paling penting, yaitu agar manusia mentauhidkan Allah dan tidak berbuat kesyirikan kepadaNya. Hal itu menunjukkan bahwa Tauhid adalah kewajiban paling awal sebelum yang lain, dan kesyirikan adalah perbuatan dosa paling besar yang pertama kali harus dijauhi.
Berikut ini adalah penyebutan dan sedikit penjelasan 10 wasiat yang ada di 3 ayat tersebut:
1. Tauhidkan Allah, beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan berbuat kesyirikan sedikitpun
2. Berbaktilah kepada kedua orangtua.
3. Jangan membunuh anak karena khawatir miskin. Karena rezeki kalian bukan di tangan kalian sebagai penentunya. Allahlah yang memberi rezeki kepada kalian dan kepada anak-anak itu. Kalian hanya berusaha menjalankan sebab.
4. Jangan mendekati perbuatan keji baik yang nampak maupun tersembunyi. Contoh perbuatan keji adalah perbuatan zina. Jangan dekati zina, seperti: janganlah berduaan dengan wanita yang bukan mahram, janganlah berjabat tangan antara laki dan wanita yang bukan mahram, janganlah wanita sendirian melakukan safar tanpa mahram, dan semisalnya yang merupakan larangan-larangan Nabi dalam hadits-haditsnya.
5. Jangan membunuh jiwa yang Allah haramkan, kecuali sesuai dengan haq. Jiwa yang Allah haramkan adalah:
a) Kaum muslimin. Selama ia masih muslim, secara asal darah, harta dan kehormatannya harus dijaga.
b) Orang kafir yang bukan kafir harbi. Bukan kafir yang memerangi kaum muslimin. Seperti kafir Muahid dan Dzimmi.
Adakalanya jiwa yang Allah haramkan itu melakukan hal-hal yang menyebabkan ia berhak dibunuh sesuai aturan syariat Islam, seperti: orang yang berzina dalam keadaan pernah menikah, maka ia berhak mendapatkan hukum rajam: dilempari batu (yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil) hingga meninggal dunia.
Demikian juga muslim yang membunuh muslim lainnya, maka ia berhak mendapatkan hukuman qishash (dibalas dibunuh juga), kecuali ahli waris terbunuh memaafkan. Demikian juga orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual) bukan karena dipaksa tapi sukarela maka ia berhak dijatuhi hukuman bunuh sebagaimana perintah Nabi. Namun tentunya yang berhak menetapkan putusan hukuman-hukuman tersebut adalah Waliyyul amr (pemerintah muslim) bukan tindakan perorangan/ pribadi.
6. Bagi seseorang yang dititipi amanah menjaga harta anak yatim, janganlah mengambil harta itu untuk tujuan pribadi. Kalaupun ingin memberi manfaat tambahan yang jelas bagi anak yatim, kelolalah harta itu dengan cara yang tidak bertentangan dengan syar’i seperti perdagangan atau investasi yang dengan dugaan kuat akan memberikan hasil, kemudian nanti saat anak yatim itu telah hilang predikat yatimnya (sudah dewasa/ baligh), ia berikan seluruh harta plus keuntungannya kepada anak itu, maka ini adalah cara yang lebih baik.
7. Jika menakar atau menimbang sesuatu, maka takarlah dan timbanglah secara adil, jangan mendzhalimi orang lain. Mengurangi timbangan secara sengaja adalah dosa besar. Namun jika ia telah berusaha keras untuk adil, namun tanpa sengaja timbangannya tidak tepat dan tidak bisa lagi menghubungi orang yang beli darinya, ini tidak mengapa. Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas usaha (kemampuannya).
8. Adillah dalam berbicara. Sampaikan kebenaran yang diketahui tanpa ditambah atau dikurangi jika engkau diminta bersaksi. Jangan sampai engkau berbuat tidak adil karena engkau harus bersaksi untuk kerabat atau orang yang engkau cintai, menyebabkan engkau sungkan atau kasihan sehingga tidak berbuat adil.
9. Tunaikanlah janji kalian kepada Allah, untuk menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
10. Ikutilah jalan Allah melalui petunjuk dan bimbingan Rasul-Nya, jangan ikut jalan-jalan lain yang menyimpang. Hanya satu jalan yang bisa mengantarkan seseorang pada Surga Allah, yaitu jalan yang ditunjukkan oleh Rasul. Selain itu, semuanya adalah jalan kesesatan. Tidak bisa seseorang mendapatkan keridhaan Allah tanpa melalui petunjuk Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Tidak bisa seseorang beribadah kepada Allah tanpa mencontoh teladan yang ditunjukkan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan para Sahabatnya.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
a) Kaum muslimin. Selama ia masih muslim, secara asal darah, harta dan kehormatannya harus dijaga.
b) Orang kafir yang bukan kafir harbi. Bukan kafir yang memerangi kaum muslimin. Seperti kafir Muahid dan Dzimmi.
Adakalanya jiwa yang Allah haramkan itu melakukan hal-hal yang menyebabkan ia berhak dibunuh sesuai aturan syariat Islam, seperti: orang yang berzina dalam keadaan pernah menikah, maka ia berhak mendapatkan hukum rajam: dilempari batu (yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil) hingga meninggal dunia.
Demikian juga muslim yang membunuh muslim lainnya, maka ia berhak mendapatkan hukuman qishash (dibalas dibunuh juga), kecuali ahli waris terbunuh memaafkan. Demikian juga orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual) bukan karena dipaksa tapi sukarela maka ia berhak dijatuhi hukuman bunuh sebagaimana perintah Nabi. Namun tentunya yang berhak menetapkan putusan hukuman-hukuman tersebut adalah Waliyyul amr (pemerintah muslim) bukan tindakan perorangan/ pribadi.
6. Bagi seseorang yang dititipi amanah menjaga harta anak yatim, janganlah mengambil harta itu untuk tujuan pribadi. Kalaupun ingin memberi manfaat tambahan yang jelas bagi anak yatim, kelolalah harta itu dengan cara yang tidak bertentangan dengan syar’i seperti perdagangan atau investasi yang dengan dugaan kuat akan memberikan hasil, kemudian nanti saat anak yatim itu telah hilang predikat yatimnya (sudah dewasa/ baligh), ia berikan seluruh harta plus keuntungannya kepada anak itu, maka ini adalah cara yang lebih baik.
7. Jika menakar atau menimbang sesuatu, maka takarlah dan timbanglah secara adil, jangan mendzhalimi orang lain. Mengurangi timbangan secara sengaja adalah dosa besar. Namun jika ia telah berusaha keras untuk adil, namun tanpa sengaja timbangannya tidak tepat dan tidak bisa lagi menghubungi orang yang beli darinya, ini tidak mengapa. Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas usaha (kemampuannya).
8. Adillah dalam berbicara. Sampaikan kebenaran yang diketahui tanpa ditambah atau dikurangi jika engkau diminta bersaksi. Jangan sampai engkau berbuat tidak adil karena engkau harus bersaksi untuk kerabat atau orang yang engkau cintai, menyebabkan engkau sungkan atau kasihan sehingga tidak berbuat adil.
9. Tunaikanlah janji kalian kepada Allah, untuk menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
10. Ikutilah jalan Allah melalui petunjuk dan bimbingan Rasul-Nya, jangan ikut jalan-jalan lain yang menyimpang. Hanya satu jalan yang bisa mengantarkan seseorang pada Surga Allah, yaitu jalan yang ditunjukkan oleh Rasul. Selain itu, semuanya adalah jalan kesesatan. Tidak bisa seseorang mendapatkan keridhaan Allah tanpa melalui petunjuk Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Tidak bisa seseorang beribadah kepada Allah tanpa mencontoh teladan yang ditunjukkan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan para Sahabatnya.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 FATWA AL-LAJNAH AD-DAAIMAH TENTANG MACAM-MACAM KEMURTADAN
❓Pertanyaan ke-2 dan ke-3 nomor 7150:
Ada yang menyatakan bahwasanya kemurtadan itu adakalanya berupa ucapan atau perbuatan. Saya berharap anda sekalian menjelaskan kepada saya secara ringkas dan jelas macam-macam kemurtadan secara perbuatan, ucapan, maupun keyakinan?
Jawaban al-Lajnah ad-Daaimah :
Kemurtadan adalah kekafiran setelah sebelumnya (berada dalam) Islam. Bisa dengan ucapan, perbuatan, keyakinan, dan keraguan.
◽️Barang siapa yang menyekutukan Allah, atau
◽️menentang Rububiyyah-Nya, keesaan-Nya, salah satu Sifat-Nya, atau
◽️sebagian kitab maupun para Rasul-Nya,
◽️mencela Allah atau Rasul-Nya,
◽️menentang keharaman sesuatu yang telah disepakati akan keharamannya, atau menganggapnya halal, atau
◽️menentang kewajiban dari salah satu rukun Islam yang lima, atau ragu akan wajibnya hal itu, atau
◽️ragu terhadap kebenaran (Nabi) Muhammad shollallahu alaihi wasallam maupun para Nabi yang lain, atau
◽️ragu akan kebangkitan (setelah kematian,pent), atau
◽️sujud kepada berhala ataupun bintang, dan semisalnya,
maka ia telah kafir dan murtad dari agama Islam.
Hendaknya anda membaca bab-bab tentang hukum murtad dalam kitab-kitab Fiqh Islam. Para Ulama (yang menyusunnya) telah memiliki perhatian khusus (dalam membahasnya). Semoga Allah merahmati mereka.
Dengan ini anda mengetahui contoh-contoh terdahulu akan kemurtadan secara ucapan, perbuatan, atau keyakinan, termasuk bentuk kemurtadan karena keraguan.
Al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Iftaa’ (Komite Tetap Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa):
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil : Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Anggota: Abdullah bin Qu’ud
🇸🇦Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
أنوع الردة
السؤال الثاني والثالث من الفتوى رقم ( 7150 ) :
س2: يقال: إن الردة قد تكون فعلية أو قولية، فالرجاء أن تبينوا لي باختصار واضح أنواع الردة الفعلية والقولية والاعتقادية؟
ج2: الردة هي الكفر بعد الإسلام، وتكون بالقول، والفعل، والاعتقاد، والشك، فمن أشرك بالله، أو جحد ربوبيته أو وحدانيته أو صفة من صفاته أو بعض كتبه أو رسله، أو سب الله أو رسوله، أو جحد شيئا من المحرمات المجمع على تحريمها أو استحله، أو جحد وجوب ركن من أركان الإسلام الخمسة، أو شك في وجوب ذلك أو في صدق محمد صلى الله عليه وسلم أو غيره من الأنبياء، أو شك في البعث، أو سجد لصنم أو كوكب ونحوه – فقد كفر وارتد عن دين الإسلام. وعليك بقراءة أبواب حكم الردة من كتب الفقه الإسلامي فقد اعتنوا به رحمهم الله. وبهذا تعلم من الأمثلة السابقة الردة القولية والعملية والاعتقادية وصورة الردة في الشك.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... نائب رئيس اللجنة ... الرئيس
عبد الله بن قعود ... عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 FATWA AL-LAJNAH AD-DAAIMAH TENTANG MACAM-MACAM KEMURTADAN
❓Pertanyaan ke-2 dan ke-3 nomor 7150:
Ada yang menyatakan bahwasanya kemurtadan itu adakalanya berupa ucapan atau perbuatan. Saya berharap anda sekalian menjelaskan kepada saya secara ringkas dan jelas macam-macam kemurtadan secara perbuatan, ucapan, maupun keyakinan?
Jawaban al-Lajnah ad-Daaimah :
Kemurtadan adalah kekafiran setelah sebelumnya (berada dalam) Islam. Bisa dengan ucapan, perbuatan, keyakinan, dan keraguan.
◽️Barang siapa yang menyekutukan Allah, atau
◽️menentang Rububiyyah-Nya, keesaan-Nya, salah satu Sifat-Nya, atau
◽️sebagian kitab maupun para Rasul-Nya,
◽️mencela Allah atau Rasul-Nya,
◽️menentang keharaman sesuatu yang telah disepakati akan keharamannya, atau menganggapnya halal, atau
◽️menentang kewajiban dari salah satu rukun Islam yang lima, atau ragu akan wajibnya hal itu, atau
◽️ragu terhadap kebenaran (Nabi) Muhammad shollallahu alaihi wasallam maupun para Nabi yang lain, atau
◽️ragu akan kebangkitan (setelah kematian,pent), atau
◽️sujud kepada berhala ataupun bintang, dan semisalnya,
maka ia telah kafir dan murtad dari agama Islam.
Hendaknya anda membaca bab-bab tentang hukum murtad dalam kitab-kitab Fiqh Islam. Para Ulama (yang menyusunnya) telah memiliki perhatian khusus (dalam membahasnya). Semoga Allah merahmati mereka.
Dengan ini anda mengetahui contoh-contoh terdahulu akan kemurtadan secara ucapan, perbuatan, atau keyakinan, termasuk bentuk kemurtadan karena keraguan.
Al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Iftaa’ (Komite Tetap Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa):
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil : Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Anggota: Abdullah bin Qu’ud
🇸🇦Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
أنوع الردة
السؤال الثاني والثالث من الفتوى رقم ( 7150 ) :
س2: يقال: إن الردة قد تكون فعلية أو قولية، فالرجاء أن تبينوا لي باختصار واضح أنواع الردة الفعلية والقولية والاعتقادية؟
ج2: الردة هي الكفر بعد الإسلام، وتكون بالقول، والفعل، والاعتقاد، والشك، فمن أشرك بالله، أو جحد ربوبيته أو وحدانيته أو صفة من صفاته أو بعض كتبه أو رسله، أو سب الله أو رسوله، أو جحد شيئا من المحرمات المجمع على تحريمها أو استحله، أو جحد وجوب ركن من أركان الإسلام الخمسة، أو شك في وجوب ذلك أو في صدق محمد صلى الله عليه وسلم أو غيره من الأنبياء، أو شك في البعث، أو سجد لصنم أو كوكب ونحوه – فقد كفر وارتد عن دين الإسلام. وعليك بقراءة أبواب حكم الردة من كتب الفقه الإسلامي فقد اعتنوا به رحمهم الله. وبهذا تعلم من الأمثلة السابقة الردة القولية والعملية والاعتقادية وصورة الردة في الشك.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... نائب رئيس اللجنة ... الرئيس
عبد الله بن قعود ... عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from Salafy Indonesia
💐🌻🌷🌹 MENJELASKAN KESALAHAN SESEORANG SEBELUM PARA ULAMA BERBICARA APAKAH TERANGGAP MENDAHULUI PARA ULAMA??
✍🏻 Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah
📪 Pertanyaan:
هل من بَيَّن حال شخص قبل أن يتكلم فيه العلماء مع العلم أنَّ هذه الأخطاء ثابتة عليه بالأدلة؛ فهل يعتبر هذا من التقدم بين يدي العلماء أم أنه من النصح للمسلمين؟
Apakah seseorang yang menjelaskan kesalahan orang lain sebelum para ulama berbicara teranggap mendahului para ulama, dalam keadaan kesalahan-kesalahan tersebut dipastikan berasal darinya berdasarkan bukti-bukti? Apakah ini teranggap sebagai sikap lancang mendahului para ulama ataukah hal itu termasuk bentuk nasehat bagi kaum Muslimin?
🔐 Jawaban:
رجلٌ أنتَ تعرفه ولا يعرفه غيرك –كما قلت– من أهل العلم
وثبتت الأخطاء كما تقول، وهي بالأدلة؛ فهنا الواجب
–بارك الله فيك– أن تنقل هذه العبارات وهذه الأدلة
إلى أحدٍ من أهل العلم ليَقِفَ عليها فينظر فيها.
Seseorang yang engkau benar-benar mengetahui keadaannya sementara selain dirimu dari para ulama tidak ada yang mengetahuinya –sebagaimana yang engkau katakan– dan kesalahan-kesalahan tersebut dipastikan dengan bukti-bukti –sebagaimana yang engkau katakan– maka di sini yang wajib –baarakallahu fiik– engkau sampaikan ungkapan-ungkapan dan bukti-bukti tersebut kepada salah seorang ulama agar ulama tersebut mengetahuinya dan menelitinya.
قد تظن أنتَ أنها أدلة مخالفة وأقوال مخالفة وليست كذلك
أو بعضها مخالف وبعضها غير مخالف وهكذا،
Bisa jadi terkadang engkau menyangka bahwa yang engkau ketahui itu merupakan bukti-bukti atau ucapan-ucapan yang menyelisihi kebenaran, padahal kenyataannya tidak demikian. Atau sebagiannya menyelisihi dan sebagiannya tidak menyelisihi, dan seterusnya.
فالاستبصار بآراء أهل العلم مطلوبٌ وواجب، إذا قالوا لكَ أن هذه أخطاء، نعم وكذا وكذا وما تَكَلَّم أحد، فأنتَ إذا احتجت إلى الكلام أو احتيج –اجعل فوقها وتحتها خط– احتيج إلى كلامك لسبب، كَلِّم بحَذَرٍ وقَدَر، والحمد لله.
Jadi meminta bimbingan kepada para ulama merupakan perkara yang dituntut dan wajib. Jika mereka mengatakan kepadamu: “Ini semua memang merupakan kesalahan dan demikian-demikian.” Dan tidak ada seorang pun yang berbicara, maka jika engkau butuh untuk bicara, jika engkau memang butuh untuk bicara atau dibutuhkan –tolong diberi garis di atas dan di bawahnya– atau dibutuhkan untuk engkau berbicara karena sebuah sebab, maka bicaralah dengan penuh kehati-hatian dan dan seperlunya. Walhamdulillah. (seperti dalam pepatah Arab –pent):
وَلِّ حَارَّها مَنْ تولَّى قَارَّها.
“Serahkan bagian yang panas kepada yang bisa mendinginkannya.”
📚 Sumber artikel || http://bit.ly/2yw7znv
🌐 Kunjungi || http://bit.ly/2yvLoxH
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah
📪 Pertanyaan:
هل من بَيَّن حال شخص قبل أن يتكلم فيه العلماء مع العلم أنَّ هذه الأخطاء ثابتة عليه بالأدلة؛ فهل يعتبر هذا من التقدم بين يدي العلماء أم أنه من النصح للمسلمين؟
Apakah seseorang yang menjelaskan kesalahan orang lain sebelum para ulama berbicara teranggap mendahului para ulama, dalam keadaan kesalahan-kesalahan tersebut dipastikan berasal darinya berdasarkan bukti-bukti? Apakah ini teranggap sebagai sikap lancang mendahului para ulama ataukah hal itu termasuk bentuk nasehat bagi kaum Muslimin?
🔐 Jawaban:
رجلٌ أنتَ تعرفه ولا يعرفه غيرك –كما قلت– من أهل العلم
وثبتت الأخطاء كما تقول، وهي بالأدلة؛ فهنا الواجب
–بارك الله فيك– أن تنقل هذه العبارات وهذه الأدلة
إلى أحدٍ من أهل العلم ليَقِفَ عليها فينظر فيها.
Seseorang yang engkau benar-benar mengetahui keadaannya sementara selain dirimu dari para ulama tidak ada yang mengetahuinya –sebagaimana yang engkau katakan– dan kesalahan-kesalahan tersebut dipastikan dengan bukti-bukti –sebagaimana yang engkau katakan– maka di sini yang wajib –baarakallahu fiik– engkau sampaikan ungkapan-ungkapan dan bukti-bukti tersebut kepada salah seorang ulama agar ulama tersebut mengetahuinya dan menelitinya.
قد تظن أنتَ أنها أدلة مخالفة وأقوال مخالفة وليست كذلك
أو بعضها مخالف وبعضها غير مخالف وهكذا،
Bisa jadi terkadang engkau menyangka bahwa yang engkau ketahui itu merupakan bukti-bukti atau ucapan-ucapan yang menyelisihi kebenaran, padahal kenyataannya tidak demikian. Atau sebagiannya menyelisihi dan sebagiannya tidak menyelisihi, dan seterusnya.
فالاستبصار بآراء أهل العلم مطلوبٌ وواجب، إذا قالوا لكَ أن هذه أخطاء، نعم وكذا وكذا وما تَكَلَّم أحد، فأنتَ إذا احتجت إلى الكلام أو احتيج –اجعل فوقها وتحتها خط– احتيج إلى كلامك لسبب، كَلِّم بحَذَرٍ وقَدَر، والحمد لله.
Jadi meminta bimbingan kepada para ulama merupakan perkara yang dituntut dan wajib. Jika mereka mengatakan kepadamu: “Ini semua memang merupakan kesalahan dan demikian-demikian.” Dan tidak ada seorang pun yang berbicara, maka jika engkau butuh untuk bicara, jika engkau memang butuh untuk bicara atau dibutuhkan –tolong diberi garis di atas dan di bawahnya– atau dibutuhkan untuk engkau berbicara karena sebuah sebab, maka bicaralah dengan penuh kehati-hatian dan dan seperlunya. Walhamdulillah. (seperti dalam pepatah Arab –pent):
وَلِّ حَارَّها مَنْ تولَّى قَارَّها.
“Serahkan bagian yang panas kepada yang bisa mendinginkannya.”
📚 Sumber artikel || http://bit.ly/2yw7znv
🌐 Kunjungi || http://bit.ly/2yvLoxH
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎
::
📬 FATWA AL-LAJNAH AD-DAAIMAH TENTANG BAGAIMANA CARA MENAMBAH KEIMANAN
❓Pertanyaan kedua dari fatwa nomor 10561:
Keimanan itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Jika saya termasuk orang yang kurang imannya dan keras hatinya, bagaimana cara agar saya bisa menambah keimanan, melunakkan hati, dan membuat khusyu’ anggota tubuh saya, di tengah-tengah pergulatan dunia dan godaan-godaannya di zaman ini? Fadhilatusy Syaikh, saya berharap faidah secara rinci dari anda sekalian. Harapan kami semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik.
💡Jawaban al-Lajnah ad-Daaimah:
Sesungguhnya keimanan itu bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan berkurang dengan kemaksiatan kepada-Nya.
Maka jagalah kewajiban-kewajiban terhadap Allah seperti menegakkan shalat pada waktunya secara berjamaah di masjid, menunaikan zakat dengan penuh kerelaan hati untuk menyucikan anda dari dosa-dosa dan bersikap kasih sayang terhadap orang-orang fakir dan miskin.
Duduklah bersama orang-orang yang baik dan sholih, agar menolong anda dalam menerapkan syariat. Agar orang-orang baik dan sholih itu membimbing anda menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Jauhilah Ahlul Bid’ah dan orang-orang yang bermaksiat, agar tidak menimbulkan fitnah bagi anda, dan melemahkan semangat anda pada kebaikan. Perbanyaklah mengerjakan amalan-amalan nafilah (sunnah; mustahab). Bergantunglah kepada Allah dan mintalah taufiq kepada-Nya.
Jika anda melakukan hal itu Allah akan menambahkan keimanan pada diri anda dan anda akan memperoleh hal-hal yang ma’ruf (kebaikan) yang sebelumnya terluputkan dari anda. Allah pun akan menambahkan kebaikan dan keistiqomahan kepada anda di atas jalan Islam yang lurus.
Hanya milik Allah lah taufiq, dan semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para Sahabatnya.
Al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Iftaa’ (Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmu dan Fatwa)
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
🇸🇦Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:
كيف الطريق إلى زيادة الإيمان
السؤال الثاني من الفتوى رقم (10561)
س2 الإيمان يزيد وينقص، فإذا كنت ممن نقص إيمانه وقسا قلبه، فكيف لي بزيادة إيماني وليونة قلبي وخشوع جوارحي في وسط صراع الدنيا ومغرياتها في هذا الزمان؟ فضيلة الشيخ أرجو من سيادتكم الإفادة بالتفصيل وجزاك الله عنا خير الجزاء.
ج2 حقا الإيمان يزيد بطاعة الله، وينقص بمعصيته، فحافظ على ما أوجب الله من أداء الصلوات في وقتها جماعة في المساجد، وأداء الزكاة طيبة بها نفسك طهرة لك من الذنوب ورحمة بالفقراء والمساكين، وجالس أهل الخير والصلاح؛ ليكونوا؛ عونا لك على تطبيق الشريعة، وليرشدوك إلى ما فيه السعادة في الدنيا والآخرة، وجانب أهل البدع والمعاصي لئلا يفتنوك، ويضعفوا عزيمة الخير فيك، وأكثر من فعل نوافل الخير، والجأ إلى الله واسأله التوفيق، إنك إن فعلت ذلك زادك الله إيمانا وأدركت ما فاتك من المعروف، وزادك الله إحسانا واستقامة على جادة الإسلام. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
الرئيس: عبد العزيز بن عبد الله بن باز
نائب رئيس اللجنة: عبد الرزاق عفيفي
عضو: عبد الله بن غديان
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 FATWA AL-LAJNAH AD-DAAIMAH TENTANG BAGAIMANA CARA MENAMBAH KEIMANAN
❓Pertanyaan kedua dari fatwa nomor 10561:
Keimanan itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Jika saya termasuk orang yang kurang imannya dan keras hatinya, bagaimana cara agar saya bisa menambah keimanan, melunakkan hati, dan membuat khusyu’ anggota tubuh saya, di tengah-tengah pergulatan dunia dan godaan-godaannya di zaman ini? Fadhilatusy Syaikh, saya berharap faidah secara rinci dari anda sekalian. Harapan kami semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik.
💡Jawaban al-Lajnah ad-Daaimah:
Sesungguhnya keimanan itu bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan berkurang dengan kemaksiatan kepada-Nya.
Maka jagalah kewajiban-kewajiban terhadap Allah seperti menegakkan shalat pada waktunya secara berjamaah di masjid, menunaikan zakat dengan penuh kerelaan hati untuk menyucikan anda dari dosa-dosa dan bersikap kasih sayang terhadap orang-orang fakir dan miskin.
Duduklah bersama orang-orang yang baik dan sholih, agar menolong anda dalam menerapkan syariat. Agar orang-orang baik dan sholih itu membimbing anda menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Jauhilah Ahlul Bid’ah dan orang-orang yang bermaksiat, agar tidak menimbulkan fitnah bagi anda, dan melemahkan semangat anda pada kebaikan. Perbanyaklah mengerjakan amalan-amalan nafilah (sunnah; mustahab). Bergantunglah kepada Allah dan mintalah taufiq kepada-Nya.
Jika anda melakukan hal itu Allah akan menambahkan keimanan pada diri anda dan anda akan memperoleh hal-hal yang ma’ruf (kebaikan) yang sebelumnya terluputkan dari anda. Allah pun akan menambahkan kebaikan dan keistiqomahan kepada anda di atas jalan Islam yang lurus.
Hanya milik Allah lah taufiq, dan semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para Sahabatnya.
Al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Iftaa’ (Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmu dan Fatwa)
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
🇸🇦Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:
كيف الطريق إلى زيادة الإيمان
السؤال الثاني من الفتوى رقم (10561)
س2 الإيمان يزيد وينقص، فإذا كنت ممن نقص إيمانه وقسا قلبه، فكيف لي بزيادة إيماني وليونة قلبي وخشوع جوارحي في وسط صراع الدنيا ومغرياتها في هذا الزمان؟ فضيلة الشيخ أرجو من سيادتكم الإفادة بالتفصيل وجزاك الله عنا خير الجزاء.
ج2 حقا الإيمان يزيد بطاعة الله، وينقص بمعصيته، فحافظ على ما أوجب الله من أداء الصلوات في وقتها جماعة في المساجد، وأداء الزكاة طيبة بها نفسك طهرة لك من الذنوب ورحمة بالفقراء والمساكين، وجالس أهل الخير والصلاح؛ ليكونوا؛ عونا لك على تطبيق الشريعة، وليرشدوك إلى ما فيه السعادة في الدنيا والآخرة، وجانب أهل البدع والمعاصي لئلا يفتنوك، ويضعفوا عزيمة الخير فيك، وأكثر من فعل نوافل الخير، والجأ إلى الله واسأله التوفيق، إنك إن فعلت ذلك زادك الله إيمانا وأدركت ما فاتك من المعروف، وزادك الله إحسانا واستقامة على جادة الإسلام. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
الرئيس: عبد العزيز بن عبد الله بن باز
نائب رئيس اللجنة: عبد الرزاق عفيفي
عضو: عبد الله بن غديان
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 BELAJAR ILMU ALAT (ILMU NAHWU, TAJWID, DAN SEMISALNYA) DARI SEORANG YANG BUKAN AHLUS SUNNAH
❓Pertanyaan:
Semoga Allah berbuat baik kepada anda sekalian. Ada penanya yang bertanya: Apakah boleh mempelajari ilmu-ilmu alat seperti Nahwu, Tajwid, Ilmu Ushul, kepada Ahlul Bid’ah seperti Sufi, al-Asya’iroh, Ikhwanul Muslimin, terkhusus kepada sebagian mereka yang termasuk menonjol dalam bidang itu?
💡Jawaban Syaikh Ubaid al-Jabiriy hafizhahullah:
⬜️ Pertama: Di antara nikmat Allah kepada kita adalah adanya Ahlus Sunnah yang menonjol dalam ilmu-ilmu alat, sehingga saya nasihatkan kepada orang yang mendengar penjelasanku saat ini atau melalui risalah ini setelah disebarkan, hendaknya menjauhi Ahlul Bid’ah dan janganlah menuntut ilmu dari mereka. Selama seseorang mampu untuk mendapatkan ilmu itu dari Ahlus Sunnah. Silakan mengambil ilmu-ilmu alat yang diperlukan.
Apabila seseorang benar-benar memerlukan hal (ilmu-ilmu) itu, (penerapan) kedaruratan itu sebatas kadarnya saja. Kita katakan:
🔗 Pertama: Wajib bagi orang yang diberi (anugerah) ilmu, hendaknya mereka berusaha mencegah masyarakat umum muslimin, dan menjauhkan mereka dari orang-orang yang terpengaruh kebid’ahan itu.
🔗 Kedua: Bagi orang yang benar-benar membutuhkan ilmu itu, tidak bisa dihindari, ia sangat membutuhkannya, wajib untuk memahami dengan baik ilmu syar’i secara umum, khususnya masalah keyakinan (akidah). Ini adalah syarat pertama.
⬜️ (Syarat) kedua: Ia harus cerdas dan bisa membedakan, bisa melihat secara jernih, janganlah menerima dari Ahlul Bid’ah tersebut ilmu yang akan memperluas tersebarnya kebid’ahan itu. Dalam ilmu mustholah, ada pembahasan riwayat dari Ahlul Bid’ah yang kebid’ahannya mufassiqoh (belum sampai taraf kafir, pent). Apakah (periwayatannya) itu diterima atau tidak diterima. Pendapat yang benar adalah bahwasanya periwayatan pada macam ini dari Ahlul Bid’ah terbagi menjadi 2 macam:
Macam pertama: (periwayatan) yang menguatkan kebid’ahan mereka. Orang yang seperti itu tidaklah bisa diambil ilmunya.
Sedangkan macam (kedua) adalah orang yang periwayatan mereka tidaklah menguatkan (kebid’ahannya). Artinya, ucapan, perbuatan, atau ilmu mereka tidaklah mendukung kebid’ahannya. Orang-orang yang seperti ini bisa diambil ilmunya dalam hal-hal yang tidak menguatkan jalan kebid’ahannya. Demikian.
Sumber Audio: https://shorten.one/hzFDn
🇸🇦 Transkrip dalam Bahasa Arab:
أحسن الله إليكم، يقول هذا السائل: هل يجوز تحصيل علوم الآلة كالنحو، والتجويد، والأصول، عند أهل البدع
كالصوفية، والأشاعرة،والإخوان، خاصة أن بعضهم من المبرّزين فيها ؟
أولا: من نعمة الله علينا أنه يُوجد أهل السنة عندهم علوم الآلة، ومبرّزون فيها فنصيحتي لمن يستمع إليّ الآن أو من خلال هذه الرسالة بعد نشرها، أن يُجانب أهل البدع، وأن لا يطلب لديهم علمًا، مادام أنه يستطيع الوصول إلى صاحب سنة، يأخذ عنه مايحتاج إليه من علوم الآلة، فإذا
اضطُر إلى هذا، فالضرورة تُقدّر بقدرها، فنقول :
أولا: يجب على من أُعطوا نصيبًا من العلم أن يأخذوا بأيدي عوام المسلمين وأن يبعدوهم عن هؤلاء المتلوثين بالبدع.
ثانيا: من اضطُر إلى علم لا يستغنِ عنه، هو في حاجة إليه، فيجب أن يكون حاذقا في العلم الشرعي عامة، وباب الإعتقاد خاصة، هذا أول شرط.
الثاني: أن يكون عنده فطنة وكياسة وتمييز ،فيصفي الأمر تصفية، فلا يقبل من هذا المبتدع علما يُروِّج خلاله بدعته، وفي علم المصطلح مسألة؛ وهي رواية المبتدع التي بدعته مُفسّقة، هل تُقبل أو لا تُقبل،والتحقيق أن رواية هذا الصنف من المبتدعة قسمان:
قسمٌ تقوى به بدعتهم، فهؤلاء لا يُؤخذ عنهم العلم، وقسمٌ من رواياتهم ليس فيه قوة، يعني قسم من أقوالهم أو أعمالهم أو علمهم لا تقوى به بدعهم، فهؤلاء يُؤخذ عنهم مالاتقوى به نحلتهم وطريقتهم البدعية. نعم .
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BELAJAR ILMU ALAT (ILMU NAHWU, TAJWID, DAN SEMISALNYA) DARI SEORANG YANG BUKAN AHLUS SUNNAH
❓Pertanyaan:
Semoga Allah berbuat baik kepada anda sekalian. Ada penanya yang bertanya: Apakah boleh mempelajari ilmu-ilmu alat seperti Nahwu, Tajwid, Ilmu Ushul, kepada Ahlul Bid’ah seperti Sufi, al-Asya’iroh, Ikhwanul Muslimin, terkhusus kepada sebagian mereka yang termasuk menonjol dalam bidang itu?
💡Jawaban Syaikh Ubaid al-Jabiriy hafizhahullah:
⬜️ Pertama: Di antara nikmat Allah kepada kita adalah adanya Ahlus Sunnah yang menonjol dalam ilmu-ilmu alat, sehingga saya nasihatkan kepada orang yang mendengar penjelasanku saat ini atau melalui risalah ini setelah disebarkan, hendaknya menjauhi Ahlul Bid’ah dan janganlah menuntut ilmu dari mereka. Selama seseorang mampu untuk mendapatkan ilmu itu dari Ahlus Sunnah. Silakan mengambil ilmu-ilmu alat yang diperlukan.
Apabila seseorang benar-benar memerlukan hal (ilmu-ilmu) itu, (penerapan) kedaruratan itu sebatas kadarnya saja. Kita katakan:
🔗 Pertama: Wajib bagi orang yang diberi (anugerah) ilmu, hendaknya mereka berusaha mencegah masyarakat umum muslimin, dan menjauhkan mereka dari orang-orang yang terpengaruh kebid’ahan itu.
🔗 Kedua: Bagi orang yang benar-benar membutuhkan ilmu itu, tidak bisa dihindari, ia sangat membutuhkannya, wajib untuk memahami dengan baik ilmu syar’i secara umum, khususnya masalah keyakinan (akidah). Ini adalah syarat pertama.
⬜️ (Syarat) kedua: Ia harus cerdas dan bisa membedakan, bisa melihat secara jernih, janganlah menerima dari Ahlul Bid’ah tersebut ilmu yang akan memperluas tersebarnya kebid’ahan itu. Dalam ilmu mustholah, ada pembahasan riwayat dari Ahlul Bid’ah yang kebid’ahannya mufassiqoh (belum sampai taraf kafir, pent). Apakah (periwayatannya) itu diterima atau tidak diterima. Pendapat yang benar adalah bahwasanya periwayatan pada macam ini dari Ahlul Bid’ah terbagi menjadi 2 macam:
Macam pertama: (periwayatan) yang menguatkan kebid’ahan mereka. Orang yang seperti itu tidaklah bisa diambil ilmunya.
Sedangkan macam (kedua) adalah orang yang periwayatan mereka tidaklah menguatkan (kebid’ahannya). Artinya, ucapan, perbuatan, atau ilmu mereka tidaklah mendukung kebid’ahannya. Orang-orang yang seperti ini bisa diambil ilmunya dalam hal-hal yang tidak menguatkan jalan kebid’ahannya. Demikian.
Sumber Audio: https://shorten.one/hzFDn
🇸🇦 Transkrip dalam Bahasa Arab:
أحسن الله إليكم، يقول هذا السائل: هل يجوز تحصيل علوم الآلة كالنحو، والتجويد، والأصول، عند أهل البدع
كالصوفية، والأشاعرة،والإخوان، خاصة أن بعضهم من المبرّزين فيها ؟
أولا: من نعمة الله علينا أنه يُوجد أهل السنة عندهم علوم الآلة، ومبرّزون فيها فنصيحتي لمن يستمع إليّ الآن أو من خلال هذه الرسالة بعد نشرها، أن يُجانب أهل البدع، وأن لا يطلب لديهم علمًا، مادام أنه يستطيع الوصول إلى صاحب سنة، يأخذ عنه مايحتاج إليه من علوم الآلة، فإذا
اضطُر إلى هذا، فالضرورة تُقدّر بقدرها، فنقول :
أولا: يجب على من أُعطوا نصيبًا من العلم أن يأخذوا بأيدي عوام المسلمين وأن يبعدوهم عن هؤلاء المتلوثين بالبدع.
ثانيا: من اضطُر إلى علم لا يستغنِ عنه، هو في حاجة إليه، فيجب أن يكون حاذقا في العلم الشرعي عامة، وباب الإعتقاد خاصة، هذا أول شرط.
الثاني: أن يكون عنده فطنة وكياسة وتمييز ،فيصفي الأمر تصفية، فلا يقبل من هذا المبتدع علما يُروِّج خلاله بدعته، وفي علم المصطلح مسألة؛ وهي رواية المبتدع التي بدعته مُفسّقة، هل تُقبل أو لا تُقبل،والتحقيق أن رواية هذا الصنف من المبتدعة قسمان:
قسمٌ تقوى به بدعتهم، فهؤلاء لا يُؤخذ عنهم العلم، وقسمٌ من رواياتهم ليس فيه قوة، يعني قسم من أقوالهم أو أعمالهم أو علمهم لا تقوى به بدعهم، فهؤلاء يُؤخذ عنهم مالاتقوى به نحلتهم وطريقتهم البدعية. نعم .
Penerjemah: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KEUTAMAAN BEBERAPA SHALAT SUNNAH
Para pembaca rahimakumullah, shalat sunnah sering juga diistilahkan dengan shalat tathawwu’ dan shalat nafilah. Banyak hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan shalat-shalat sunnah. Hadits-hadits yang dimaksud antara lain:
1⃣ Keutamaan shalat malam
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ لِلْإِثْمِ
“Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, ia adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus kejelekan dan pencegah dosa.” (HR. At-Tirmidzi no. 3549 dari shahabat Abu Umamah al-Bahili radhiallahuanhu)
2⃣ Keutamaan shalat rawatib
Yang simaksud dengan shalat rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat lima waktu, baik yang dikerjakan sebelum maupun sedudahnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَن ثَابرَ عَلَى ثنتي عشرةَ منَ السُّنَّةِ بنيَ الله لَهُ بيتًا في الجنَّةِ: أربع ركعات قبلَ الظُّهرِ ورَكعتينِ بعدَ الظُّهرِ ورَكعتينِ بعدَ المغربِ ورَكعتينِ بعدَ العشاءِ ورَكعتينِ قبلَ الفجر
“Barangsiapa yang senantiasa mengerjakan shalat sunnah 12 raka’at maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga. (12 raka’at yang dimaksud adalah) empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at setelah zhuhur, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya’ dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. At-Tirmidzi no. 414 dari ummul mukminin Aisyah radhiallahuanha)
Shalat rawatib sebelum shalat shubuh mempunyai keutamaan yang besar. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
رَكْعَتَا الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَما فِيهَا
“Dua raka’at sebelum shalat shubuh lebih baik daripada dunia dan seluruh yang ada padanya.” (HR. Muslim no. 1721 dari ummul mukminin Aisyah radhiallahuanha)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menjaga dan melaksanakan shalat rawatib dua raka’at sebelum shalat shubuh, baik ketika mukim maupun ketika sedang safar. Istri beliau, ummul mikminin Aisyah radhiallahuanha pernah menuturkan (artinya), “Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam belum pernah memperhatikan dan menjaga shalat sunnah melebihi perhatian dan penjagaan beliau terhadap dua raka’at shalat sunnah sebelum shalat shubuh.” (HR. Al-Bukhari no. 1116 dan Muslim no. 1719)
Terkhusus shalat jum’at, sebatas yang kami ketahui, tidak ada shalat sunnah qabliyyah jum’at. Seseorang yang datang ke masjid, cukup baginya mengerjakan shalat sunnah tahiyyatul masjid dua raka’at. Diperkenankan pula untuk mengerjakan shalat sunnah mutlak dua raka’at dua raka’at dan berhenti ketika khatib naik mimbar. Rasulullah shalallah ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أتَى الجُمُعَةَ، فَصَلَّى ما قُدِّرَ له، ثُمَّ أنْصَتَ حتَّى يَفْرُغَ مِن خُطْبَتِهِ، ثُمَّ يُصَلِّي معهُ، غُفِرَ له ما بيْنَهُ وبيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى، وفَضْلُ ثَلاثَةِ أيَّامٍ.
“Barangsiapa mandi lalu mendatangi shalat jum’at kemudian mengerjakan shalat sunnah semampu dia. Setelah itu diam mendengarkan khutbah hingga selesai kemudian shalat jum’at berjama’ah, maka akan diampuni dosa-dosanya antara jum’at tersebut ke jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim no. 857 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
Adapun shalat sunnah setelah shalat jum’at maka boleh dikerjakan dua raka’at. Shahabat Abdullah bin Umar radhiallahuanhu berkata (artinya), “Beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam) shalat dua raka’at setelah shalat jum’at.” (HR. Al-Bukhari no. 895 dan Muslim no. 2077)
Boleh juga dikerjakan empat raka’at (dua raka’at salam, dua raka’at salam).
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَن كانَ مِنكُم مُصَلِّيًا بَعْدَ الجُمُعَةِ فَلْيُصَلِّ أرْبَعًا
“Barangsiapa di antara kalian yang ingin mengerjakan shalat setelah shalat jum’at maka shalatlah empat raka’at.” (HR. Muslim no. 2075 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
📬 KEUTAMAAN BEBERAPA SHALAT SUNNAH
Para pembaca rahimakumullah, shalat sunnah sering juga diistilahkan dengan shalat tathawwu’ dan shalat nafilah. Banyak hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan shalat-shalat sunnah. Hadits-hadits yang dimaksud antara lain:
1⃣ Keutamaan shalat malam
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ لِلْإِثْمِ
“Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, ia adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus kejelekan dan pencegah dosa.” (HR. At-Tirmidzi no. 3549 dari shahabat Abu Umamah al-Bahili radhiallahuanhu)
2⃣ Keutamaan shalat rawatib
Yang simaksud dengan shalat rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat lima waktu, baik yang dikerjakan sebelum maupun sedudahnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَن ثَابرَ عَلَى ثنتي عشرةَ منَ السُّنَّةِ بنيَ الله لَهُ بيتًا في الجنَّةِ: أربع ركعات قبلَ الظُّهرِ ورَكعتينِ بعدَ الظُّهرِ ورَكعتينِ بعدَ المغربِ ورَكعتينِ بعدَ العشاءِ ورَكعتينِ قبلَ الفجر
“Barangsiapa yang senantiasa mengerjakan shalat sunnah 12 raka’at maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga. (12 raka’at yang dimaksud adalah) empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at setelah zhuhur, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya’ dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. At-Tirmidzi no. 414 dari ummul mukminin Aisyah radhiallahuanha)
Shalat rawatib sebelum shalat shubuh mempunyai keutamaan yang besar. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
رَكْعَتَا الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَما فِيهَا
“Dua raka’at sebelum shalat shubuh lebih baik daripada dunia dan seluruh yang ada padanya.” (HR. Muslim no. 1721 dari ummul mukminin Aisyah radhiallahuanha)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menjaga dan melaksanakan shalat rawatib dua raka’at sebelum shalat shubuh, baik ketika mukim maupun ketika sedang safar. Istri beliau, ummul mikminin Aisyah radhiallahuanha pernah menuturkan (artinya), “Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam belum pernah memperhatikan dan menjaga shalat sunnah melebihi perhatian dan penjagaan beliau terhadap dua raka’at shalat sunnah sebelum shalat shubuh.” (HR. Al-Bukhari no. 1116 dan Muslim no. 1719)
Terkhusus shalat jum’at, sebatas yang kami ketahui, tidak ada shalat sunnah qabliyyah jum’at. Seseorang yang datang ke masjid, cukup baginya mengerjakan shalat sunnah tahiyyatul masjid dua raka’at. Diperkenankan pula untuk mengerjakan shalat sunnah mutlak dua raka’at dua raka’at dan berhenti ketika khatib naik mimbar. Rasulullah shalallah ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أتَى الجُمُعَةَ، فَصَلَّى ما قُدِّرَ له، ثُمَّ أنْصَتَ حتَّى يَفْرُغَ مِن خُطْبَتِهِ، ثُمَّ يُصَلِّي معهُ، غُفِرَ له ما بيْنَهُ وبيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى، وفَضْلُ ثَلاثَةِ أيَّامٍ.
“Barangsiapa mandi lalu mendatangi shalat jum’at kemudian mengerjakan shalat sunnah semampu dia. Setelah itu diam mendengarkan khutbah hingga selesai kemudian shalat jum’at berjama’ah, maka akan diampuni dosa-dosanya antara jum’at tersebut ke jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim no. 857 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
Adapun shalat sunnah setelah shalat jum’at maka boleh dikerjakan dua raka’at. Shahabat Abdullah bin Umar radhiallahuanhu berkata (artinya), “Beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam) shalat dua raka’at setelah shalat jum’at.” (HR. Al-Bukhari no. 895 dan Muslim no. 2077)
Boleh juga dikerjakan empat raka’at (dua raka’at salam, dua raka’at salam).
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَن كانَ مِنكُم مُصَلِّيًا بَعْدَ الجُمُعَةِ فَلْيُصَلِّ أرْبَعًا
“Barangsiapa di antara kalian yang ingin mengerjakan shalat setelah shalat jum’at maka shalatlah empat raka’at.” (HR. Muslim no. 2075 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
3⃣ Keutamaan shalat Isyraq
Shalat Isyraq adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit setinggi tombak (kurang lebih 15 menit setelah terbitnya matahari), dimana waktu tersebut merupakan awal waktu shalat dhuha. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh secara berjama’ah kemudian duduk sambil berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit kemudian shalat dua raka’at maka baginya pahala sempurna sekali berhaji dan umrah.” (HR. At-Tirmidzi no. 586 dari shahabat Anas bin Malik radhilallahuanhu)
4⃣ Keutamaan shalat Dhuha
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى
“Setiap persendian kalian ada kewajiban untuk disedekahi setiap harinya. Setiap ucapan tasbih adalah sedekah. Setiap ucapan tahmid adalah sedekah. Setiap ucapan tahlil adalah sedekah. Setiap ucapan takbir adalah sedekah. Amar ma’ruf nahi munkar juga sedekah. Tercukupkan semua itu dengan mengerjakan dua raka’at shalat Dhuha.” (HR. Muslim no. 720 dari shahabat Abu Dzar radhiallahuanhu)
5⃣ Keutamaan shalat setelah berwudhu
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلمٍ يَتَوَضَّأ فيُحْسِنُ وُضُوءَه، ثُمَّ يَقُومُ فيصلِّي ركعتين، مقبلٌ عليهما بقَلبِه ووجهِه، إلَّا وجبتْ له الجنَّة
“Tidaklah seorang muslim berwudhu dengan sempurna lalu mengerjakan shalat dua raka’at, dikerjakan dengan tenang dan khusyuk, melainkan baginya balasan Surga.” (HR. Muslim no. 234 dari shahabat Uqbah bin Amir radhiallahuanhu)
6⃣ Keutamaan shalat ketika masuk dan keluar rumah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalllam bersabda,
إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعانِكَ مَخْرَجَ السَّوْءِ، فَإذَا دَخَلْتَ مَنْزِلَكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعانِكَ مَدْخَلَ السَّوْءِ
“Jika kamu hendak keluar rumah maka shalatlah dua raka’at, niscaya keduanya akan mencegahmu dari tempat keluar yang jelek. Demikian pula jika kamu masuk rumah maka shalatlah dua raka’at, niscaya keduanya akan mencegahnya dari tempat masuk yang jelek.” (HR. Al-Bazzar no. 746 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
Para pembaca rahimakumullah, demikian beberapa keutamaan shalat-shalat sunnah. Di sana masih terdapat sekian banyak shalat-shalat sunnah yang tidak memungkinkan untuk kami sampaikan di sini. Namun, semoga yang sedikit ini bisa kita amalkan dan menjadi bagian dari rutinitas ibadah kita setiap hari.
Allahu a’lam bish shawab.
Semoga bermanfaat.
Penulis: Ustadz Abdullah Imam hafizhahullah | https://buletin-alilmu.net/2018/05/13/penyempurna-pahala-shalat/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Shalat Isyraq adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit setinggi tombak (kurang lebih 15 menit setelah terbitnya matahari), dimana waktu tersebut merupakan awal waktu shalat dhuha. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh secara berjama’ah kemudian duduk sambil berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit kemudian shalat dua raka’at maka baginya pahala sempurna sekali berhaji dan umrah.” (HR. At-Tirmidzi no. 586 dari shahabat Anas bin Malik radhilallahuanhu)
4⃣ Keutamaan shalat Dhuha
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى
“Setiap persendian kalian ada kewajiban untuk disedekahi setiap harinya. Setiap ucapan tasbih adalah sedekah. Setiap ucapan tahmid adalah sedekah. Setiap ucapan tahlil adalah sedekah. Setiap ucapan takbir adalah sedekah. Amar ma’ruf nahi munkar juga sedekah. Tercukupkan semua itu dengan mengerjakan dua raka’at shalat Dhuha.” (HR. Muslim no. 720 dari shahabat Abu Dzar radhiallahuanhu)
5⃣ Keutamaan shalat setelah berwudhu
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلمٍ يَتَوَضَّأ فيُحْسِنُ وُضُوءَه، ثُمَّ يَقُومُ فيصلِّي ركعتين، مقبلٌ عليهما بقَلبِه ووجهِه، إلَّا وجبتْ له الجنَّة
“Tidaklah seorang muslim berwudhu dengan sempurna lalu mengerjakan shalat dua raka’at, dikerjakan dengan tenang dan khusyuk, melainkan baginya balasan Surga.” (HR. Muslim no. 234 dari shahabat Uqbah bin Amir radhiallahuanhu)
6⃣ Keutamaan shalat ketika masuk dan keluar rumah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalllam bersabda,
إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعانِكَ مَخْرَجَ السَّوْءِ، فَإذَا دَخَلْتَ مَنْزِلَكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعانِكَ مَدْخَلَ السَّوْءِ
“Jika kamu hendak keluar rumah maka shalatlah dua raka’at, niscaya keduanya akan mencegahmu dari tempat keluar yang jelek. Demikian pula jika kamu masuk rumah maka shalatlah dua raka’at, niscaya keduanya akan mencegahnya dari tempat masuk yang jelek.” (HR. Al-Bazzar no. 746 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahuanhu)
Para pembaca rahimakumullah, demikian beberapa keutamaan shalat-shalat sunnah. Di sana masih terdapat sekian banyak shalat-shalat sunnah yang tidak memungkinkan untuk kami sampaikan di sini. Namun, semoga yang sedikit ini bisa kita amalkan dan menjadi bagian dari rutinitas ibadah kita setiap hari.
Allahu a’lam bish shawab.
Semoga bermanfaat.
Penulis: Ustadz Abdullah Imam hafizhahullah | https://buletin-alilmu.net/2018/05/13/penyempurna-pahala-shalat/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG TERKABULKANNYA DOA
Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah menyatakan:
"Apabila doa diiringi dengan hadirnya hati dan terkumpulnya keinginan hati untuk mendapatkan hal yang diinginkan, serta bertepatan dengan waktu mustajab yang enam, yaitu;
◽️sepertiga malam terakhir,
◽️saat adzan,
◽️saat antara adzan dan iqomat,
◽️di penghujung shalat-shalat wajib,
◽️saat Imam naik ke atas mimbar pada hari Jumat hingga shalat ditegakkan di hari itu,
◽️akhir waktu setelah shalat Ashar (di hari Jumat).
Dan bertepatan dengan khusyu’nya hati, merendahkan hati di hadapan Allah, menghinakan diri, dan tunduk kepada-Nya dengan kelembutan, menghadap ke arah kiblat, berada dalam keadaan suci (dari hadats kecil maupun besar, pent), mengangkat kedua telapak tangan menghadap Allah.
Memulai dengan pujian dan sanjungan kepada-Nya, kemudian bersholawat kepada Muhammad yang merupakan hamba dan Rasul-Nya shollallahu alaihi wasallam, kemudian mendahulukan tobat dan istighfar.
Kemudian berdoa dan terus meminta kepada Allah, mengharap keridhaan-Nya, diiringi perasaan berharap dan takut, bertawassul kepada-Nya dengan Nama, Sifat-Sifat, dan keesaan-Nya.
Dan mendahulukan sedekah sebelum berdoa, sesungguhnya doa ini hampir-hampir tidak akan tertolak selamanya.
Terlebih lagi jika bertepatan dengan doa-doa yang dikhabarkan Nabi shollallahu alaihi wasallam sebagai tempat yang diduga kuat akan dikabulkan atau mengandung Nama (Allah) yang agung."
(al-Jawaabul Kaafi li man sa-ala ‘anid Dawaa-isy Syaafiy (1/12))
🇸🇦 Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
وَإِذَا جَمَعَ مَعَ الدُّعَاءِ حُضُورَ الْقَلْبِ وَجَمْعِيَّتَهُ بِكُلِّيَّتِهِ عَلَى الْمَطْلُوبِ، وَصَادَفَ وَقْتًا مِنْ أَوْقَاتِ الْإِجَابَةِ السِّتَّةِ، وَهِيَ:الثُّلُثُ الْأَخِيرُ مِنَ اللَّيْلِ، وَعِنْدَ الْأَذَانِ، وَبَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، وَأَدْبَارُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ، وَعِنْدَ صُعُودِ الْإِمَامِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى الْمِنْبَرِ حَتَّى تُقْضَى الصَّلَاةُ مِنْ ذَلِكَ الْيَوْمِ، وَآخِرُ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ.وَصَادَفَ خُشُوعًا فِي الْقَلْبِ، وَانْكِسَارًا بَيْنَ يَدَيِ الرَّبِّ، وَذُلًّا لَهُ، وَتَضَرُّعًا، وَرِقَّةً.وَاسْتَقْبَلَ الدَّاعِي الْقِبْلَةَ.وَكَانَ عَلَى طَهَارَةٍ.وَرَفَعَ يَدَيْهِ إِلَى اللَّهِ.وَبَدَأَ بِحَمْدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ.ثُمَّ ثَنَّى بِالصَّلَاةِ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِهِ وَرَسُولِهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -.ثُمَّ قَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَتِهِ التَّوْبَةَ وَالِاسْتِغْفَارَ.ثُمَّ دَخَلَ عَلَى اللَّهِ، وَأَلَحَّ عَلَيْهِ فِي الْمَسْأَلَةِ، وَتَمَلَّقَهُ وَدَعَاهُ رَغْبَةً وَرَهْبَةً.وَتَوَسَّلَ إِلَيْهِ بِأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَتَوْحِيدِهِ.وَقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ دُعَائِهِ صَدَقَةً، فَإِنَّ هَذَا الدُّعَاءَ لَا يَكَادُ يُرَدُّ أَبَدًا، وَلَا سِيَّمَا إِنْ صَادَفَ الْأَدْعِيَةَ الَّتِي أَخْبَرَ النَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهَا مَظَنَّةُ الْإِجَابَةِ، أَوْ أَنَّهَا مُتَضَمِّنَةٌ لِلِاسْمِ الْأَعْظَمِ.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG TERKABULKANNYA DOA
Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah menyatakan:
"Apabila doa diiringi dengan hadirnya hati dan terkumpulnya keinginan hati untuk mendapatkan hal yang diinginkan, serta bertepatan dengan waktu mustajab yang enam, yaitu;
◽️sepertiga malam terakhir,
◽️saat adzan,
◽️saat antara adzan dan iqomat,
◽️di penghujung shalat-shalat wajib,
◽️saat Imam naik ke atas mimbar pada hari Jumat hingga shalat ditegakkan di hari itu,
◽️akhir waktu setelah shalat Ashar (di hari Jumat).
Dan bertepatan dengan khusyu’nya hati, merendahkan hati di hadapan Allah, menghinakan diri, dan tunduk kepada-Nya dengan kelembutan, menghadap ke arah kiblat, berada dalam keadaan suci (dari hadats kecil maupun besar, pent), mengangkat kedua telapak tangan menghadap Allah.
Memulai dengan pujian dan sanjungan kepada-Nya, kemudian bersholawat kepada Muhammad yang merupakan hamba dan Rasul-Nya shollallahu alaihi wasallam, kemudian mendahulukan tobat dan istighfar.
Kemudian berdoa dan terus meminta kepada Allah, mengharap keridhaan-Nya, diiringi perasaan berharap dan takut, bertawassul kepada-Nya dengan Nama, Sifat-Sifat, dan keesaan-Nya.
Dan mendahulukan sedekah sebelum berdoa, sesungguhnya doa ini hampir-hampir tidak akan tertolak selamanya.
Terlebih lagi jika bertepatan dengan doa-doa yang dikhabarkan Nabi shollallahu alaihi wasallam sebagai tempat yang diduga kuat akan dikabulkan atau mengandung Nama (Allah) yang agung."
(al-Jawaabul Kaafi li man sa-ala ‘anid Dawaa-isy Syaafiy (1/12))
🇸🇦 Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
وَإِذَا جَمَعَ مَعَ الدُّعَاءِ حُضُورَ الْقَلْبِ وَجَمْعِيَّتَهُ بِكُلِّيَّتِهِ عَلَى الْمَطْلُوبِ، وَصَادَفَ وَقْتًا مِنْ أَوْقَاتِ الْإِجَابَةِ السِّتَّةِ، وَهِيَ:الثُّلُثُ الْأَخِيرُ مِنَ اللَّيْلِ، وَعِنْدَ الْأَذَانِ، وَبَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، وَأَدْبَارُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ، وَعِنْدَ صُعُودِ الْإِمَامِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى الْمِنْبَرِ حَتَّى تُقْضَى الصَّلَاةُ مِنْ ذَلِكَ الْيَوْمِ، وَآخِرُ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ.وَصَادَفَ خُشُوعًا فِي الْقَلْبِ، وَانْكِسَارًا بَيْنَ يَدَيِ الرَّبِّ، وَذُلًّا لَهُ، وَتَضَرُّعًا، وَرِقَّةً.وَاسْتَقْبَلَ الدَّاعِي الْقِبْلَةَ.وَكَانَ عَلَى طَهَارَةٍ.وَرَفَعَ يَدَيْهِ إِلَى اللَّهِ.وَبَدَأَ بِحَمْدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ.ثُمَّ ثَنَّى بِالصَّلَاةِ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِهِ وَرَسُولِهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -.ثُمَّ قَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ حَاجَتِهِ التَّوْبَةَ وَالِاسْتِغْفَارَ.ثُمَّ دَخَلَ عَلَى اللَّهِ، وَأَلَحَّ عَلَيْهِ فِي الْمَسْأَلَةِ، وَتَمَلَّقَهُ وَدَعَاهُ رَغْبَةً وَرَهْبَةً.وَتَوَسَّلَ إِلَيْهِ بِأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَتَوْحِيدِهِ.وَقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ دُعَائِهِ صَدَقَةً، فَإِنَّ هَذَا الدُّعَاءَ لَا يَكَادُ يُرَدُّ أَبَدًا، وَلَا سِيَّمَا إِنْ صَادَفَ الْأَدْعِيَةَ الَّتِي أَخْبَرَ النَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهَا مَظَنَّةُ الْإِجَابَةِ، أَوْ أَنَّهَا مُتَضَمِّنَةٌ لِلِاسْمِ الْأَعْظَمِ.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KENAKALAN ANAK KECIL TETAP HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN
Fatwa Komisi Tetap Pembahasan Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia nomor 17656
Pertanyaan:
Adik saya yang masih belum mencapai usia 7 tahun, sering berkumpul dengan banyak anak kecil lainnya untuk bermain bersama. (Suatu ketika) adik saya itu naik ke atas pohon sambil membawa kerikil lalu dia lemparkan ke arah salah satu anak.
Ternyata lemparannya tersebut tepat mengenai mata anak itu, hingga menyebabkan kerusakan pengelihatannya.
Sementara sejak dulu adik saya ini belum pernah menjelaskan yaitu tidak mengaku "sayalah yang telah melakukannya" sampai sekarang.
Sedangkan anak kecil (yang menjadi korban) kini telah dewasa dalam kondisi tidak pernah mengetahui siapa yang telah melemparnya dengan kerikil.
Apakah pada situasi ini terdapat ketentuan hukum syariat? Lalu apa pula yang perlu dilakukan?
Jawaban Komisi Tetap:
Adik anda harus meminta maaf terhadap orang yang menjadi korban tadi. Atau berusaha menawarkan solusi damai kepadanya dengan memberi ganti rugi sejumlah harta yang nominalnya dipertimbangkan oleh pihak korban.
Semoga Allah memberikan taufiq-Nya. Dan semoga pula sholawat dan keselamatan dari Allah tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, beserta para keluarga beliau dan sahabat beliau.
Fatwa Komisi Tetap Pembahasan Ilmiah
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Anggota:
- Abdullah bin Ghudayan
- Shalih Al Fauzan
- Abdul Aziz AlusySyaikh
- Bakr Abu Zaid
Sumber:
Fatawa Al Lajnah Ad Daimah 21/263
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Artikel menarik lainnya
https://itishom.org/blog/artikel/hadits/seorang-muslim-tidak-akan-menyakiti-orang-lain/
https://itishom.org/blog/artikel/adab/hak-saudara-muslim/
https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/kebebasan-yang-membinasakan/
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
اﻟﻔﺘﻮﻯ ﺭﻗﻢ (17656)
ﺳ: ﺃﺧﻲ ﻭﻫﻮ ﺻﻐﻴﺮ ﻟﻢ ﻳﺘﻌﺪ اﻟﺴﺎﺑﻌﺔ ﻣﻦ ﻋﻤﺮﻩ، ﻛﺎﻥ ﻣﻊ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻦ اﻷﻃﻔﺎﻝ ﻳﻠﻌﺐﻭﻥ، ﻭﺃﺧﻲ ﻛﺎﻥ ﻓﻮﻕ ﺷﺠﺮﺓ، ﻭﺃﺧﺬ ﺣﺠﺮﺓ ﺻﻐﻴﺮﺓ ﻭﺭﻣﻰ ﺑﻬﺎ ﺃﺣﺪ اﻷﻃﻔﺎﻝ ﻓﺄﺻﺎﺑﻪ ﻓﻲ ﻋﻴﻨﻪ ﻓﺘﺴﺒﺐ ﻓﻲ ﻋﺎﻫﺔ ﻟﻪ، ﻭﻟﻢ ﻳﻈﻬﺮ ﺃﺧﻲ ﻧﻔﺴﻪ، ﺃﻱ: ﻟﻢ ﻳﻘﻞ ﺃﻧﺎ اﻟﺬﻱ ﻓﻌﻠﺖ ﻫﺬا ﺇﻟﻰ ﺣﺪ اﻵﻥ، ﻭﺫﻟﻚ اﻝﻃﻔﻞ ﺃﺻﺒﺢ ﺭﺟﻼ ﻟﻢ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﺭﻣﺎﻩ ﺑﺎﻟﺤﺠﺮ، ﻫﻞ ﻟﻬﺬا اﻟﺘﺼﺮﻑ ﺣﻜﻢ ﺷﺮﻋﻲ؟ ﻭﻣﺎﺫا ﻳﻤﻜﻦ ﻓﻌﻠﻪ؟
ﺟ: ﻋﻠﻰ ﺃﺧﻴﻚ ﺃﻥ ﻳﻄﻠﺐ اﻟﻤﺴﺎﻣﺤﺔ ﻣﻦ اﻟﺸﺨﺺ اﻟﻤﺠﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻭ ﻳﺘﺼﺎﻟﺢ ﻣﻌﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﺮﻭﻧﻪ ﻣﻦ اﻟﻤﺎﻝ.
ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ اﻟﺘﻮﻓﻴﻖ، ﻭﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ.
اﻟﻠﺠﻨﺔ اﻟﺪاﺋﻤﺔ ﻟﻠﺒﺤﻮﺙ اﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ﻭاﻹﻓﺘﺎء
ﻋﻀﻮ ... ﻋﻀﻮ ... ﻋﻀﻮ ... ﻋﻀﻮ ... اﻟﺮﺋﻴﺲ
ﺑﻜﺮ ﺃﺑﻮ ﺯﻳﺪ ... ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰﻳﺰ ﺁﻝ اﻟﺸﻴﺦ ... ﺻﺎﻟﺢ اﻟﻔﻮﺯاﻥ ... ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻏﺪﻳﺎﻥ ... ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰﻳﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺑﺎﺯ
___
ﻓﺘﺎﻭﻯ اﻟﻠﺠﻨﺔ اﻟﺪاﺋﻤﺔ - 1-اﻟﻤﺠﻠﺪ اﻟﺤﺎﺩﻱ ﻭاﻟﻌﺸﺮﻭﻥ (اﻟﺮﺿﺎﻉ - اﻟﻜﻔﺎﺭاﺕ)-ﻭﻟﺪ ﺻﻐﻴﺮ ﺭﻣﻰ ﺣﺠﺮا ﻋﻠﻰ ﺃﻃﻔﺎﻝ ﺃﺻﺎﺏ ﻭاﺣﺪا ﺑﻌﻴﻨﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﻈﻬﺮ ﻧﻔﺴﻪ ﻣﺎﺫا ﻋﻠﻴﻪ- ج. ٢١ ﺻﻔﺤﺔ -263
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✒ Dialihbahasakan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Sofian hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KENAKALAN ANAK KECIL TETAP HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN
Fatwa Komisi Tetap Pembahasan Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia nomor 17656
Pertanyaan:
Adik saya yang masih belum mencapai usia 7 tahun, sering berkumpul dengan banyak anak kecil lainnya untuk bermain bersama. (Suatu ketika) adik saya itu naik ke atas pohon sambil membawa kerikil lalu dia lemparkan ke arah salah satu anak.
Ternyata lemparannya tersebut tepat mengenai mata anak itu, hingga menyebabkan kerusakan pengelihatannya.
Sementara sejak dulu adik saya ini belum pernah menjelaskan yaitu tidak mengaku "sayalah yang telah melakukannya" sampai sekarang.
Sedangkan anak kecil (yang menjadi korban) kini telah dewasa dalam kondisi tidak pernah mengetahui siapa yang telah melemparnya dengan kerikil.
Apakah pada situasi ini terdapat ketentuan hukum syariat? Lalu apa pula yang perlu dilakukan?
Jawaban Komisi Tetap:
Adik anda harus meminta maaf terhadap orang yang menjadi korban tadi. Atau berusaha menawarkan solusi damai kepadanya dengan memberi ganti rugi sejumlah harta yang nominalnya dipertimbangkan oleh pihak korban.
Semoga Allah memberikan taufiq-Nya. Dan semoga pula sholawat dan keselamatan dari Allah tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, beserta para keluarga beliau dan sahabat beliau.
Fatwa Komisi Tetap Pembahasan Ilmiah
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Anggota:
- Abdullah bin Ghudayan
- Shalih Al Fauzan
- Abdul Aziz AlusySyaikh
- Bakr Abu Zaid
Sumber:
Fatawa Al Lajnah Ad Daimah 21/263
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Artikel menarik lainnya
https://itishom.org/blog/artikel/hadits/seorang-muslim-tidak-akan-menyakiti-orang-lain/
https://itishom.org/blog/artikel/adab/hak-saudara-muslim/
https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/kebebasan-yang-membinasakan/
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
اﻟﻔﺘﻮﻯ ﺭﻗﻢ (17656)
ﺳ: ﺃﺧﻲ ﻭﻫﻮ ﺻﻐﻴﺮ ﻟﻢ ﻳﺘﻌﺪ اﻟﺴﺎﺑﻌﺔ ﻣﻦ ﻋﻤﺮﻩ، ﻛﺎﻥ ﻣﻊ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻦ اﻷﻃﻔﺎﻝ ﻳﻠﻌﺐﻭﻥ، ﻭﺃﺧﻲ ﻛﺎﻥ ﻓﻮﻕ ﺷﺠﺮﺓ، ﻭﺃﺧﺬ ﺣﺠﺮﺓ ﺻﻐﻴﺮﺓ ﻭﺭﻣﻰ ﺑﻬﺎ ﺃﺣﺪ اﻷﻃﻔﺎﻝ ﻓﺄﺻﺎﺑﻪ ﻓﻲ ﻋﻴﻨﻪ ﻓﺘﺴﺒﺐ ﻓﻲ ﻋﺎﻫﺔ ﻟﻪ، ﻭﻟﻢ ﻳﻈﻬﺮ ﺃﺧﻲ ﻧﻔﺴﻪ، ﺃﻱ: ﻟﻢ ﻳﻘﻞ ﺃﻧﺎ اﻟﺬﻱ ﻓﻌﻠﺖ ﻫﺬا ﺇﻟﻰ ﺣﺪ اﻵﻥ، ﻭﺫﻟﻚ اﻝﻃﻔﻞ ﺃﺻﺒﺢ ﺭﺟﻼ ﻟﻢ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﺭﻣﺎﻩ ﺑﺎﻟﺤﺠﺮ، ﻫﻞ ﻟﻬﺬا اﻟﺘﺼﺮﻑ ﺣﻜﻢ ﺷﺮﻋﻲ؟ ﻭﻣﺎﺫا ﻳﻤﻜﻦ ﻓﻌﻠﻪ؟
ﺟ: ﻋﻠﻰ ﺃﺧﻴﻚ ﺃﻥ ﻳﻄﻠﺐ اﻟﻤﺴﺎﻣﺤﺔ ﻣﻦ اﻟﺸﺨﺺ اﻟﻤﺠﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻭ ﻳﺘﺼﺎﻟﺢ ﻣﻌﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﺮﻭﻧﻪ ﻣﻦ اﻟﻤﺎﻝ.
ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ اﻟﺘﻮﻓﻴﻖ، ﻭﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ.
اﻟﻠﺠﻨﺔ اﻟﺪاﺋﻤﺔ ﻟﻠﺒﺤﻮﺙ اﻟﻌﻠﻤﻴﺔ ﻭاﻹﻓﺘﺎء
ﻋﻀﻮ ... ﻋﻀﻮ ... ﻋﻀﻮ ... ﻋﻀﻮ ... اﻟﺮﺋﻴﺲ
ﺑﻜﺮ ﺃﺑﻮ ﺯﻳﺪ ... ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰﻳﺰ ﺁﻝ اﻟﺸﻴﺦ ... ﺻﺎﻟﺢ اﻟﻔﻮﺯاﻥ ... ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻏﺪﻳﺎﻥ ... ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰﻳﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺑﺎﺯ
___
ﻓﺘﺎﻭﻯ اﻟﻠﺠﻨﺔ اﻟﺪاﺋﻤﺔ - 1-اﻟﻤﺠﻠﺪ اﻟﺤﺎﺩﻱ ﻭاﻟﻌﺸﺮﻭﻥ (اﻟﺮﺿﺎﻉ - اﻟﻜﻔﺎﺭاﺕ)-ﻭﻟﺪ ﺻﻐﻴﺮ ﺭﻣﻰ ﺣﺠﺮا ﻋﻠﻰ ﺃﻃﻔﺎﻝ ﺃﺻﺎﺏ ﻭاﺣﺪا ﺑﻌﻴﻨﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﻈﻬﺮ ﻧﻔﺴﻪ ﻣﺎﺫا ﻋﻠﻴﻪ- ج. ٢١ ﺻﻔﺤﺔ -263
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✒ Dialihbahasakan oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Sofian hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KALIMAT BERHARGA YANG DISAMPAIKAN SYAIKH SHOLIH AL-FAUZAN HAFIZHAHULLAH SAAT BELIAU MENERIMA VAKSIN COVID-19 PERTAMA
Setelah mendapatkan vaksin pertama untuk vaksin Covid-19, pada pekan akhir di bulan Februari 2021 lalu, Syaikh Sholih al-Fauzan hafizhahullah memberi keterangan sebagai berikut:
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.
Pertama Kami mengucapkan syukur kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi atas nikmat-nikmat-Nya baik lahir maupun batin.
Kemudian kami berterima kasih kepada (pemerintah) negeri kami yang mulia atas apa yang telah diberikannya kepada kaum muslimin berupa akses-akses kebaikan dalam bidang kesehatan, pengobatan, dan melakukan sebab-sebab perlindungan dengan izin Allah.
Ini adalah termasuk karunia Allah kepada kita dan kepada manusia (secara umum), namun kebanyakan manusia tidak bersyukur.
Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi atas kemudahan ini dan fasilitas-fasilitas yang memudahkan kami mengerjakan sebab-sebab yang meringankan dan bermanfaat dalam memperoleh kesehatan dan afiyat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Sesungguhnya (manfaat yang dirasakan dari) penyebab-penyebab ini berasal dari Allah Ta’ala. Allah memberikan manfaat dengan sebab-sebab ini sesuatu yang kami harapkan.
Kami pun berharap agar Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemerintah kami yang terbimbing, atas sumbangsihnya dalam perkara-perkara yang bermanfaat ini bagi masyarakat, bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan secara khusus, maupun manusia secara umum. Ini adalah upaya yang baik, yang terlihat, dan (patut) disyukuri.
Kami meminta kepada Allah untuk menambahkan kemudahan- kemudahan dan menambahkan taufiq dan pertolongan serta memberikan manfaat atas sumbangsih mereka dalam penyediaan sebab-sebab yang baik. Ini adalah kebaikan.
Semua pihak tidak ada yang ragu dalam menempuh sebab-sebab yang Allah perintahkan. Namun hendaknya jangan bersandar kepada sebab-sebab (itu). Semestinya bertawakkal hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Demikian. Kita meminta kepada Allah taufiq, petunjuk, dan pertolongan untuk semua pihak.
Sumber Audio: https://cutt.ly/2nYZiGE
كلمة الشيخ صالح الفوزان بعد أن تلقى الجرعة الأولى من لقاح فيروس كورونا:
الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم على نبينا محمد
أولا نشكر الله سبحانه وتعالى على نعامه الظاهرة والباطنة ثم نشكر دولتنا العزيزة على ما تقدمونه للمسلمين من إنجازات طيبة صحيا وعلاجات وفعل الأسباب الواقية بإذن الله
وهذا من فضل الله علينا وعلى الناس ولكن أكثر الناس لا يشكرون نشكر الله سبحانه وتعالى على هذا التيسير وعلى هذه الإمكانيات التي مكننا الله بها للعمل لأسباب مريحة وأسباب مفيدة لحصول الصحة والعافية من الله سبحانه وتعالى
وإنما هذه الأسباب من الله تعالى ينفع الله بهذه الأسباب نرجوه أن ينفع بهذه الأسباب وأن يثيب حكومتنا الرشيدة على ما تبذله من هذه الأمور المفيدة للشعب والمفيدة للمحتاجين على الخصوص وللناس كافة فهي جهود طيبة وجهود منظورة ومشكورة نسأل الله أن يزيدهم من الإمكانيات وأن يزيدهم من التوفيق والإعانة وأن ينفع به ما يبذلونه من أسباب طيبة هو خيرا
وكل ما في شك من اتخاذ الأساب مما أمر الله به ولكن لا يتكلون على الأسباب وإنما يتوكلون على الله سبحانه وتعالى هذا, ونسأل الله للجميع التوفيق والهداية والإعانة
📝CATATAN:
Demikianlah teladan dari salah seorang Ulama Ahlussunnah yang masih hidup di masa kini. Beliau mencontohkan penerapan vaksin Covid-19 dari pemerintah Saudi kepada diri beliau sendiri, mengungkapkan syukur kepada Allah kemudian berterima kasih atas kemudahan itu. Beliau pun mengingatkan bahwa vaksin itu adalah termasuk bagian upaya menjalani penyebab untuk mendapatkan perlindungan kesehatan, namun hendaknya tetap bertawakkal kepada Allah Azza Wa Jalla. Karena hanya Allah lah yang menentukan apakah penyebab-penyebab itu bisa memberikan manfaat atau tidak.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KALIMAT BERHARGA YANG DISAMPAIKAN SYAIKH SHOLIH AL-FAUZAN HAFIZHAHULLAH SAAT BELIAU MENERIMA VAKSIN COVID-19 PERTAMA
Setelah mendapatkan vaksin pertama untuk vaksin Covid-19, pada pekan akhir di bulan Februari 2021 lalu, Syaikh Sholih al-Fauzan hafizhahullah memberi keterangan sebagai berikut:
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ.
Pertama Kami mengucapkan syukur kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi atas nikmat-nikmat-Nya baik lahir maupun batin.
Kemudian kami berterima kasih kepada (pemerintah) negeri kami yang mulia atas apa yang telah diberikannya kepada kaum muslimin berupa akses-akses kebaikan dalam bidang kesehatan, pengobatan, dan melakukan sebab-sebab perlindungan dengan izin Allah.
Ini adalah termasuk karunia Allah kepada kita dan kepada manusia (secara umum), namun kebanyakan manusia tidak bersyukur.
Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi atas kemudahan ini dan fasilitas-fasilitas yang memudahkan kami mengerjakan sebab-sebab yang meringankan dan bermanfaat dalam memperoleh kesehatan dan afiyat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Sesungguhnya (manfaat yang dirasakan dari) penyebab-penyebab ini berasal dari Allah Ta’ala. Allah memberikan manfaat dengan sebab-sebab ini sesuatu yang kami harapkan.
Kami pun berharap agar Allah memberikan balasan kebaikan kepada pemerintah kami yang terbimbing, atas sumbangsihnya dalam perkara-perkara yang bermanfaat ini bagi masyarakat, bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan secara khusus, maupun manusia secara umum. Ini adalah upaya yang baik, yang terlihat, dan (patut) disyukuri.
Kami meminta kepada Allah untuk menambahkan kemudahan- kemudahan dan menambahkan taufiq dan pertolongan serta memberikan manfaat atas sumbangsih mereka dalam penyediaan sebab-sebab yang baik. Ini adalah kebaikan.
Semua pihak tidak ada yang ragu dalam menempuh sebab-sebab yang Allah perintahkan. Namun hendaknya jangan bersandar kepada sebab-sebab (itu). Semestinya bertawakkal hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Demikian. Kita meminta kepada Allah taufiq, petunjuk, dan pertolongan untuk semua pihak.
Sumber Audio: https://cutt.ly/2nYZiGE
كلمة الشيخ صالح الفوزان بعد أن تلقى الجرعة الأولى من لقاح فيروس كورونا:
الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم على نبينا محمد
أولا نشكر الله سبحانه وتعالى على نعامه الظاهرة والباطنة ثم نشكر دولتنا العزيزة على ما تقدمونه للمسلمين من إنجازات طيبة صحيا وعلاجات وفعل الأسباب الواقية بإذن الله
وهذا من فضل الله علينا وعلى الناس ولكن أكثر الناس لا يشكرون نشكر الله سبحانه وتعالى على هذا التيسير وعلى هذه الإمكانيات التي مكننا الله بها للعمل لأسباب مريحة وأسباب مفيدة لحصول الصحة والعافية من الله سبحانه وتعالى
وإنما هذه الأسباب من الله تعالى ينفع الله بهذه الأسباب نرجوه أن ينفع بهذه الأسباب وأن يثيب حكومتنا الرشيدة على ما تبذله من هذه الأمور المفيدة للشعب والمفيدة للمحتاجين على الخصوص وللناس كافة فهي جهود طيبة وجهود منظورة ومشكورة نسأل الله أن يزيدهم من الإمكانيات وأن يزيدهم من التوفيق والإعانة وأن ينفع به ما يبذلونه من أسباب طيبة هو خيرا
وكل ما في شك من اتخاذ الأساب مما أمر الله به ولكن لا يتكلون على الأسباب وإنما يتوكلون على الله سبحانه وتعالى هذا, ونسأل الله للجميع التوفيق والهداية والإعانة
📝CATATAN:
Demikianlah teladan dari salah seorang Ulama Ahlussunnah yang masih hidup di masa kini. Beliau mencontohkan penerapan vaksin Covid-19 dari pemerintah Saudi kepada diri beliau sendiri, mengungkapkan syukur kepada Allah kemudian berterima kasih atas kemudahan itu. Beliau pun mengingatkan bahwa vaksin itu adalah termasuk bagian upaya menjalani penyebab untuk mendapatkan perlindungan kesehatan, namun hendaknya tetap bertawakkal kepada Allah Azza Wa Jalla. Karena hanya Allah lah yang menentukan apakah penyebab-penyebab itu bisa memberikan manfaat atau tidak.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KHUTBAH JUMAT: BAHAYA KESYIRIKAN (TEMA: TAUHID)
✅ Khotbah Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ :{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ }, وَقَالَ الله عَزَّ جَلَّ: } وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا{ وَقَالَ الله عَزَّ جَلَّ } يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا () يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا () }. أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّار
Saudaraku kaum muslimin rahimakumullah...
Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
Beribadahlah hanya kepada Allah, dan janganlah berbuat kesyirikan dalam ibadah itu dengan suatu apapun (Q.S anNisaa’ ayat 36)
Kita harus mentauhidkan Allah dalam ibadah kita. Namun, kita tidak bisa mentauhidkan Allah secara benar, jika kita tidak menjauhi kesyirikan. Karena itu kita harus mengetahui bentuk-bentuk kesyirikan untuk kita jauhi.
Di antara bentuk kesyirikan yang bisa mengeluarkan seseorang dari Islam adalah berdoa kepada selain Allah. Allah melarang kita untuk berdoa kepada siapapun yang tidak mampu memberikan manfaat ataupun menolak kemudharatan. Tidak ada yang bisa memberikan manfaat dan menolak kemudharatan kecuali hanya Allah Ta’ala semata.
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
Dan janganlah kamu berdoa kepada selain Allah segala sesuatu yang tidak bisa memberikan manfaat maupun memudharatkanmu. Jika engkau melakukan hal itu, maka sungguh engkau termasuk orang yang dzhalim (berbuat kesyirikan)(Q.S Yunus: 106).
Semua makhluk tidak ada yang bisa memberikan manfaat maupun menolak kemudharatan. Bahkan sekalipun makhluk yang paling mulia di sisi Allah, Nabi kita Muhammad shollallahu alaihi wasallam. Beliau tidak mampu memberikan manfaat maupun menolak kemudharatan.
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ
Katakanlah: Aku tidak memiliki kemampuan (menolak) kemudharatan pada diriku, tidak pula (mendatangkan) kemanfaatan kecuali sesuai yang dikehendaki Allah (Q.S Yunus: 49)
قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا
Katakanlah: Sesungguhnya aku tidak memiliki (kemampuan memberikan kemudharatan) bagi kalian maupun petunjuk (Q.S al-Jin: 21).
Di antara bentuk kesyirikan adalah menyembelih binatang, mengalirkan darah sebagai bentuk pengagungan, kepada selain Allah. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ
Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah (H.R Muslim dari Ali bin Abi Tholib)
Bentuk kesyirikan yang lain adalah memakai jimat untuk keselamatan, penglaris usaha, mendapatkan jodoh, atau berbagai tujuan lainnya. Memakai jimat adalah salah satu kesyirikan yang dilarang oleh Nabi shollallahu alaihi wasallam.
📬 KHUTBAH JUMAT: BAHAYA KESYIRIKAN (TEMA: TAUHID)
✅ Khotbah Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ :{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ }, وَقَالَ الله عَزَّ جَلَّ: } وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا{ وَقَالَ الله عَزَّ جَلَّ } يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا () يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا () }. أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّار
Saudaraku kaum muslimin rahimakumullah...
Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
Beribadahlah hanya kepada Allah, dan janganlah berbuat kesyirikan dalam ibadah itu dengan suatu apapun (Q.S anNisaa’ ayat 36)
Kita harus mentauhidkan Allah dalam ibadah kita. Namun, kita tidak bisa mentauhidkan Allah secara benar, jika kita tidak menjauhi kesyirikan. Karena itu kita harus mengetahui bentuk-bentuk kesyirikan untuk kita jauhi.
Di antara bentuk kesyirikan yang bisa mengeluarkan seseorang dari Islam adalah berdoa kepada selain Allah. Allah melarang kita untuk berdoa kepada siapapun yang tidak mampu memberikan manfaat ataupun menolak kemudharatan. Tidak ada yang bisa memberikan manfaat dan menolak kemudharatan kecuali hanya Allah Ta’ala semata.
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
Dan janganlah kamu berdoa kepada selain Allah segala sesuatu yang tidak bisa memberikan manfaat maupun memudharatkanmu. Jika engkau melakukan hal itu, maka sungguh engkau termasuk orang yang dzhalim (berbuat kesyirikan)(Q.S Yunus: 106).
Semua makhluk tidak ada yang bisa memberikan manfaat maupun menolak kemudharatan. Bahkan sekalipun makhluk yang paling mulia di sisi Allah, Nabi kita Muhammad shollallahu alaihi wasallam. Beliau tidak mampu memberikan manfaat maupun menolak kemudharatan.
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ
Katakanlah: Aku tidak memiliki kemampuan (menolak) kemudharatan pada diriku, tidak pula (mendatangkan) kemanfaatan kecuali sesuai yang dikehendaki Allah (Q.S Yunus: 49)
قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا
Katakanlah: Sesungguhnya aku tidak memiliki (kemampuan memberikan kemudharatan) bagi kalian maupun petunjuk (Q.S al-Jin: 21).
Di antara bentuk kesyirikan adalah menyembelih binatang, mengalirkan darah sebagai bentuk pengagungan, kepada selain Allah. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ
Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah (H.R Muslim dari Ali bin Abi Tholib)
Bentuk kesyirikan yang lain adalah memakai jimat untuk keselamatan, penglaris usaha, mendapatkan jodoh, atau berbagai tujuan lainnya. Memakai jimat adalah salah satu kesyirikan yang dilarang oleh Nabi shollallahu alaihi wasallam.
Dalam hadits Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pernah didatangi oleh 10 orang yang ingin berbaiat dalam Islam kepada beliau. Nabi pun membaiat 9 orang, dan membiarkan 1 orang. Ketika beliau ditanya: Nabi menjelaskan bahwa beliau tidak membaiat 1 orang itu karena dia memakai jimat.
Maka orang tersebut kemudian memotong dan membuang jimatnya, hingga kemudian Nabi pun membaiatnya. Selanjutnya Nabi bersabda:
مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ
Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka sungguh ia telah berbuat kesyirikan (H.R Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan Syaikh al-Albaniy)
Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah...
Kesyirikan yang lain adalah tathoyyur. Tathoyyur atau thiyaroh adalah merasa sial terhadap tanda-tanda/kejadian yang dilihat, didengar, atau dialami, padahal tanda-tanda itu bukanlah penyebab yang dibenarkan secara syar’i ataupun qodariy. Bukan hubungan sebab akibat langsung yang dibenarkan secara ilmiah.
Misalkan, pada seseorang sedang berjalan dengan kendaraan, tiba-tiba di depannya melintas seekor kucing hitam. Kejadian itu menyebabkan orang tersebut mengurungkan niatnya untuk meneruskan perjalanan, karena menganggap bahwa jika ia teruskan perjalanan, ia akan mendapatkan kesialan. Ini adalah tathoyyur yang merupakan kesyirikan.
Contoh yang lain adalah anggapan sial dengan tanggal kelahiran tertentu, atau pelaksanaan pernikahan atau pindah rumah terkait hari tertentu. Atau bentuk rumah tertentu, yang tidak ada kaitan sebab akibat langsung secara ilmiah. Anggapan-anggapan sial yang tidak berdasarkan sebab akibat langsung secara syar’i maupun qodariy adalah bagian dari kesyirikan.
Nabi shollallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa tathoyyur atau thiyaroh semacam itu adalah kesyirikan, harus dilawan dengan perasaan tawakkal kepada Allah.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلَاثًا وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu dari Rasulullah shollallahu alaihi wasallam beliau bersabda: Tathoyyur adalah kesyirikan, tathoyyur adalah kesyirikan, beliau mengucapkannya 3 kali. Tidaklah hal itu ada pada kami kecuali Allah telah menggantikannya dengan tawakkal (H.R Abu Dawud, Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albaniy)
باَرَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا بِمَا فِيْهِ مِنَ الْبَيَانِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
✅ Khotbah Kedua:
الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَاهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
قَاَلَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيم
Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah...
Termasuk kesyirikan yang lain adalah mendatangi tukang ramal yang mengaku mengetahui hal yang ghaib. Seperti ketika kehilangan barang, apakah motor atau selainnya, kemudian mendatangi orang yang dianggap bisa meramal dan dia menyatakan bahwa barang yang hilang itu berada di suatu tempat dengan ciri-ciri tertentu. Mendatangi tukang ramal semacam itu adalah kesyirikan.
Seseorang yang datang sekedar bertanya kepada tukang ramal, yang disebut sebagai ‘Arraaf, terancam sholatnya tidak diterima selama 40 malam.
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
Barangsiapa yang mendatangi ‘Arraaf (tukang ramal), kemudian bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima sholatnya 40 malam (H.R Muslim)
Maka orang tersebut kemudian memotong dan membuang jimatnya, hingga kemudian Nabi pun membaiatnya. Selanjutnya Nabi bersabda:
مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ
Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka sungguh ia telah berbuat kesyirikan (H.R Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan Syaikh al-Albaniy)
Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah...
Kesyirikan yang lain adalah tathoyyur. Tathoyyur atau thiyaroh adalah merasa sial terhadap tanda-tanda/kejadian yang dilihat, didengar, atau dialami, padahal tanda-tanda itu bukanlah penyebab yang dibenarkan secara syar’i ataupun qodariy. Bukan hubungan sebab akibat langsung yang dibenarkan secara ilmiah.
Misalkan, pada seseorang sedang berjalan dengan kendaraan, tiba-tiba di depannya melintas seekor kucing hitam. Kejadian itu menyebabkan orang tersebut mengurungkan niatnya untuk meneruskan perjalanan, karena menganggap bahwa jika ia teruskan perjalanan, ia akan mendapatkan kesialan. Ini adalah tathoyyur yang merupakan kesyirikan.
Contoh yang lain adalah anggapan sial dengan tanggal kelahiran tertentu, atau pelaksanaan pernikahan atau pindah rumah terkait hari tertentu. Atau bentuk rumah tertentu, yang tidak ada kaitan sebab akibat langsung secara ilmiah. Anggapan-anggapan sial yang tidak berdasarkan sebab akibat langsung secara syar’i maupun qodariy adalah bagian dari kesyirikan.
Nabi shollallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa tathoyyur atau thiyaroh semacam itu adalah kesyirikan, harus dilawan dengan perasaan tawakkal kepada Allah.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلَاثًا وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu dari Rasulullah shollallahu alaihi wasallam beliau bersabda: Tathoyyur adalah kesyirikan, tathoyyur adalah kesyirikan, beliau mengucapkannya 3 kali. Tidaklah hal itu ada pada kami kecuali Allah telah menggantikannya dengan tawakkal (H.R Abu Dawud, Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albaniy)
باَرَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا بِمَا فِيْهِ مِنَ الْبَيَانِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
✅ Khotbah Kedua:
الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَاهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
قَاَلَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيم
Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah...
Termasuk kesyirikan yang lain adalah mendatangi tukang ramal yang mengaku mengetahui hal yang ghaib. Seperti ketika kehilangan barang, apakah motor atau selainnya, kemudian mendatangi orang yang dianggap bisa meramal dan dia menyatakan bahwa barang yang hilang itu berada di suatu tempat dengan ciri-ciri tertentu. Mendatangi tukang ramal semacam itu adalah kesyirikan.
Seseorang yang datang sekedar bertanya kepada tukang ramal, yang disebut sebagai ‘Arraaf, terancam sholatnya tidak diterima selama 40 malam.
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
Barangsiapa yang mendatangi ‘Arraaf (tukang ramal), kemudian bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima sholatnya 40 malam (H.R Muslim)
Kesyirikan yang lain adalah meminta bantuan kepada Jin. Allah Ta’ala berfirman:
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Dan pada hari Allah mengumpulkan mereka seluruhnya. Allah berfirman: Wahai sekalian Jin, sungguh kalian telah banyak (menyesatkan) manusia. Manusia yang menjadi teman-teman Jin itu mengatakan: Wahai Tuhan kami, kami saling memberi manfaat satu sama lain. Dan telah sampai ajal yang telah Engkau tetapkan untuk kami. Allah berfirman: anNaar (Neraka) untuk kalian. Kalian kekal di dalamnya kecuali sesuai dengan kehendak Allah. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui (Q.S al-An’aam: 128)
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah menyatakan:
وَمَا كَانَ اسْتِمْتَاعُ بَعْضِهِمْ بِبَعْضٍ إِلا أَنَّ الْجِنَّ أَمَرَتْ وَعَمِلَتِ الإِنْسُ
Sikap saling memberi manfaat (Jin dengan manusia) itu adalah: Jin memerintahkan, dan manusia mengamalkannya (diriwayatkan Ibn Abi Hatim dalam tafsirnya dengan sanad yang shahih sampai al-Hasan al-Bashri)
Di antara bentuk kesyirikan yang lain adalah bersumpah dengan selain Allah. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ
Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka ia telah berbuat syirik (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, dari Ibnu Umar)
Salah satu bentuk kesyirikan adalah mensejajarkan Allah dengan makhluk. Allah Ta’ala berfirman:
تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ (97) إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ (98)
Demi Allah, kami dulu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata. Karena kami menyejajarkan kalian dengan Rabb semesta alam (Q.S asy-Syu’araa’ ayat 97-98)
Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah sangat marah, ketika ada seseorang mensejajarkan Nabi dengan Allah dalam suatu kalimat. Dalam suatu ucapan. Orang itu mengatakan: Ini terjadi atas kehendak Allah dan anda, wahai Rasulullah. Mendengar hal itu, Nabi marah dan bersabda:
أَجَعَلْتَنِيْ ِللهِ نِدًّا قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ
‘Apakah engkau akan menjadikan aku sebagai tandingan bagi Allah !!!’ Cukup katakan : ‘Sesuai dengan apa yang Allah kehendaki saja!” (H.R anNasaai, Ibnu Majah, dishahihkan al-Hakim, adz-Dzahabiy, dan Syaikh al-Albaniy)
Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan rahmat, taufiq, pertolongan, dan ampunan kepada segenap kaum muslimin.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَات
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا... اللهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا... اللهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا...
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ ,"إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Dan pada hari Allah mengumpulkan mereka seluruhnya. Allah berfirman: Wahai sekalian Jin, sungguh kalian telah banyak (menyesatkan) manusia. Manusia yang menjadi teman-teman Jin itu mengatakan: Wahai Tuhan kami, kami saling memberi manfaat satu sama lain. Dan telah sampai ajal yang telah Engkau tetapkan untuk kami. Allah berfirman: anNaar (Neraka) untuk kalian. Kalian kekal di dalamnya kecuali sesuai dengan kehendak Allah. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui (Q.S al-An’aam: 128)
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah menyatakan:
وَمَا كَانَ اسْتِمْتَاعُ بَعْضِهِمْ بِبَعْضٍ إِلا أَنَّ الْجِنَّ أَمَرَتْ وَعَمِلَتِ الإِنْسُ
Sikap saling memberi manfaat (Jin dengan manusia) itu adalah: Jin memerintahkan, dan manusia mengamalkannya (diriwayatkan Ibn Abi Hatim dalam tafsirnya dengan sanad yang shahih sampai al-Hasan al-Bashri)
Di antara bentuk kesyirikan yang lain adalah bersumpah dengan selain Allah. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ
Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka ia telah berbuat syirik (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, dari Ibnu Umar)
Salah satu bentuk kesyirikan adalah mensejajarkan Allah dengan makhluk. Allah Ta’ala berfirman:
تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ (97) إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ (98)
Demi Allah, kami dulu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata. Karena kami menyejajarkan kalian dengan Rabb semesta alam (Q.S asy-Syu’araa’ ayat 97-98)
Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah sangat marah, ketika ada seseorang mensejajarkan Nabi dengan Allah dalam suatu kalimat. Dalam suatu ucapan. Orang itu mengatakan: Ini terjadi atas kehendak Allah dan anda, wahai Rasulullah. Mendengar hal itu, Nabi marah dan bersabda:
أَجَعَلْتَنِيْ ِللهِ نِدًّا قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ
‘Apakah engkau akan menjadikan aku sebagai tandingan bagi Allah !!!’ Cukup katakan : ‘Sesuai dengan apa yang Allah kehendaki saja!” (H.R anNasaai, Ibnu Majah, dishahihkan al-Hakim, adz-Dzahabiy, dan Syaikh al-Albaniy)
Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan rahmat, taufiq, pertolongan, dan ampunan kepada segenap kaum muslimin.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَات
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا... اللهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا... اللهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا...
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ ,"إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 BOLEHKAH BERKURBAN DENGAN HEWAN BETINA?
Al-Imam Muhammad Amin Asy-Syinqithi dalam tafsirnya, Adhwaul Bayan (3/485), menukil kesepakatan ulama tentang bolehnya menyembelih hewan qurban secara umum, baik yang jantan maupun betina.
Dalilnya adalah keumuman ayat yang menjelaskan masalah hewan qurban, tidak ada perincian harus jantan atau betina, seperti ayat 28, 34, dan 36 dari surat Al-Hajj.
Para ulama hanya berbeda pendapat tentang mana yang lebih afdhal. Yang rajih adalah bahwa kambing domba jantan lebih utama daripada yang betina.
Sebab Rasulullah ﷺ menyembelih kambing kibasy (jantan) bukan na’jah (betina). Wallahu a’lam bish-shawab.
📚 Sumber: http://asysyariah.com/memilih-hewan-kurban/
Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,
فَشَرْطُ الْمُجْزِئِ فِي الْأُضْحِيَّةِ أَنْ يَكُونَ مِنْ الْأَنْعَامِ وَهِيَ الْإِبِلُ وَالْبَقَرُ وَالْغَنَمُ… وَسَوَاءٌ الذَّكَرُ وَالْأُنْثَى مِنْ جَمِيعِ ذَلِكَ وَلَا خِلَافَ فِي شئ مِنْ هَذَا عِنْدَنَا
“Syarat sah pada hewan kurban adalah termasuk dari al-ān’am yaitu unta, sapi dan kambing… baik jantan maupun betina dari semua jenis hewan tersebut dan tidak ada perbedaan pendapat tentang hal ini di dalam mazhab kami.” (al-Majmu’, jilid 8, hlm. 393).
Boleh menggunakan hewan betina baik untuk akikah atau pun kurban. Al-Imam an-Nawawi pun menjelaskan,
قال النبي صلى الله عليه وسلم “على الغلام شاتان وعلى الجارية شاة لا يضركم ذكرانا كن أو أناثا ” وإذا جاز ذلك في العقيقة بهذا الخبر دل على جوازه في الأضحية ولأن لحم الذكر أطيب ولحم الأنثى أرطب
“Nabi ﷺ bersabda, ‘Untuk anak laki-laki akikah dengan dua kambing dan anak perempuan dengan satu kambing, tidak mengapa menggunakan kambing jantan atau pun betina’. Apabila ini dibolehkan dalam hal akikah dengan berlandaskan hadis ini, maka menunjukkan boleh juga dalam hal berkurban karena daging hewan jantan lebih bagus dan daging hewan betina lebih segar.” (al-Majmu’, jilid 8, hlm. 393).
Adapun dari sisi mana yang lebih utama, maka hewan jantan lebih utama untuk kurban karena Nabi ﷺ berkurban dengan hewan jantan, al-Hafizh Ibnu Hajar tatkala menerangkan hadis yang menjelaskan bahwa Nabi ﷺ berkurban dengan dua kambing jantan yang bertanduk, beliau menyebutkan,
وفيه أن الذَّكَرَ فِي الْأُضْحِيَّةِ أَفْضَلُ مِنَ الْأُنْثَى
“Di dalam hadis ini diambil faedah bahwa hewan jantan lebih utama daripada hewan betina untuk berkurban.” (Fath al-Bārī, jilid 10, hlm. 11).
Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk akikah yang wajib adalah menggunakan kambing, baik kambing jantan maupun betina, dua-duanya sah.
Adapun untuk berkurban maka yang wajib adalah menggunakan al-ān’am yaitu unta, sapi, atau kambing; baik hewan jantan atau pun betina, dua-duanya sah, namun yang afdal adalah hewan jantan.
Oleh karena ini antara kurban dan akikah ada sisi kesamaan dan perbedaan, sisi kesamaannya adalah akikah dan kurban boleh hewan jantan maupun betina, sisi perbedaannya adalah kurban harus dengan bahimatul an-‘ām sedangkan akikah harus dengan kambing.
📚 Sumber: https://www.alfudhail.com/faedah-penting-tentang-kurban-dan-akikah/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BOLEHKAH BERKURBAN DENGAN HEWAN BETINA?
Al-Imam Muhammad Amin Asy-Syinqithi dalam tafsirnya, Adhwaul Bayan (3/485), menukil kesepakatan ulama tentang bolehnya menyembelih hewan qurban secara umum, baik yang jantan maupun betina.
Dalilnya adalah keumuman ayat yang menjelaskan masalah hewan qurban, tidak ada perincian harus jantan atau betina, seperti ayat 28, 34, dan 36 dari surat Al-Hajj.
Para ulama hanya berbeda pendapat tentang mana yang lebih afdhal. Yang rajih adalah bahwa kambing domba jantan lebih utama daripada yang betina.
Sebab Rasulullah ﷺ menyembelih kambing kibasy (jantan) bukan na’jah (betina). Wallahu a’lam bish-shawab.
📚 Sumber: http://asysyariah.com/memilih-hewan-kurban/
Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,
فَشَرْطُ الْمُجْزِئِ فِي الْأُضْحِيَّةِ أَنْ يَكُونَ مِنْ الْأَنْعَامِ وَهِيَ الْإِبِلُ وَالْبَقَرُ وَالْغَنَمُ… وَسَوَاءٌ الذَّكَرُ وَالْأُنْثَى مِنْ جَمِيعِ ذَلِكَ وَلَا خِلَافَ فِي شئ مِنْ هَذَا عِنْدَنَا
“Syarat sah pada hewan kurban adalah termasuk dari al-ān’am yaitu unta, sapi dan kambing… baik jantan maupun betina dari semua jenis hewan tersebut dan tidak ada perbedaan pendapat tentang hal ini di dalam mazhab kami.” (al-Majmu’, jilid 8, hlm. 393).
Boleh menggunakan hewan betina baik untuk akikah atau pun kurban. Al-Imam an-Nawawi pun menjelaskan,
قال النبي صلى الله عليه وسلم “على الغلام شاتان وعلى الجارية شاة لا يضركم ذكرانا كن أو أناثا ” وإذا جاز ذلك في العقيقة بهذا الخبر دل على جوازه في الأضحية ولأن لحم الذكر أطيب ولحم الأنثى أرطب
“Nabi ﷺ bersabda, ‘Untuk anak laki-laki akikah dengan dua kambing dan anak perempuan dengan satu kambing, tidak mengapa menggunakan kambing jantan atau pun betina’. Apabila ini dibolehkan dalam hal akikah dengan berlandaskan hadis ini, maka menunjukkan boleh juga dalam hal berkurban karena daging hewan jantan lebih bagus dan daging hewan betina lebih segar.” (al-Majmu’, jilid 8, hlm. 393).
Adapun dari sisi mana yang lebih utama, maka hewan jantan lebih utama untuk kurban karena Nabi ﷺ berkurban dengan hewan jantan, al-Hafizh Ibnu Hajar tatkala menerangkan hadis yang menjelaskan bahwa Nabi ﷺ berkurban dengan dua kambing jantan yang bertanduk, beliau menyebutkan,
وفيه أن الذَّكَرَ فِي الْأُضْحِيَّةِ أَفْضَلُ مِنَ الْأُنْثَى
“Di dalam hadis ini diambil faedah bahwa hewan jantan lebih utama daripada hewan betina untuk berkurban.” (Fath al-Bārī, jilid 10, hlm. 11).
Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk akikah yang wajib adalah menggunakan kambing, baik kambing jantan maupun betina, dua-duanya sah.
Adapun untuk berkurban maka yang wajib adalah menggunakan al-ān’am yaitu unta, sapi, atau kambing; baik hewan jantan atau pun betina, dua-duanya sah, namun yang afdal adalah hewan jantan.
Oleh karena ini antara kurban dan akikah ada sisi kesamaan dan perbedaan, sisi kesamaannya adalah akikah dan kurban boleh hewan jantan maupun betina, sisi perbedaannya adalah kurban harus dengan bahimatul an-‘ām sedangkan akikah harus dengan kambing.
📚 Sumber: https://www.alfudhail.com/faedah-penting-tentang-kurban-dan-akikah/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 JANGAN TELANTARKAN ANAK ANDA!
Syaikh Sholih bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14450
Bertakwalah kalian kepada Allah wahai hamba-hamba Allah...
Perhatikanlah anak-anak anda sekalian. Masalahnya sekarang, apa yang hendak kita nasihatkan kepada para orangtua?! Orangtua tidak tahu-menahu perihal anaknya, kegiatannya kalau bukan mencari harta dan sibuk berdagang, ia berada di tempat-tempat yang penuh dengan hal-hal yang sia-sia dan kelalaian.
Ia begadang semalaman di tempat-tempat hiburan dengan bersenang-senang. Ia habiskan waktunya untuk berekreasi kemana-mana dan semacamnya.
Tak ketinggalan pula sang ibu. Sekarang para ibu telah menjelma menjadi pria pada umumnya, dimana ia tidak lagi menetap di rumah, ia dituntut untuk keluar rumah karena profesinya, alasan belajar, atau sekedar berkumpul bersama teman-temannya.
Sang ibu rela meninggalkan anaknya, sehingga di mana mereka berada? Mereka berada di panti asuhan, tempat-tempat penitipan anak, dan semisalnya.
Anak-anak dididik oleh orang yang tidak menyayangi maupun bersikap lembut kepada mereka. Anak-anak tumbuh di bawah asuhan orang yang tidak pernah peduli kepada mereka. Layaknya tukang gembala kambing, orang tersebut dibayar hanya agar sang anak tidak hilang saja.
Adapun tugas memerhatikan akhlak dan agama mereka tetaplah tugas kedua orangtua. Orang lain tidak akan memedulikan kebaikan atau kerusakan yang terjadi pada mereka.
Orang tersebut hanyalah diberi bayaran sebagaimana penggembala kambing, ia hanya bertugas menjaga agar gembalaannya tidak hilang saja.
Maka bertakwalah kalian wahai hamba-hamba Allah...
Selalu perhatikan anak-anak kalian. Karena sungguh kalian berada di suatu masa ketika fitnah padanya sangatlah dahsyat.
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
Dan orang-orang yang berdoa, ‘wahai Rabb kami karuniakan untuk kami istri-istri dan anak-anak kami yang menyejukkan mata kami. Dan jadikanlah kami sebagai panutan untuk orang yang bertakwa. (QS. al Furqon: 74)
______________________
Baca juga:
https://itishom.org/blog/artikel/muamalah/kenakalan-anak-kecil-tetap-harus-dipertanggungjawabkan/
https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/menjaga-anak-agar-tetap-berada-di-atas-fitrah/
https://itishom.org/blog/artikel/akhlaq/istighfar-untuk-orangtua/
______________________
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kalian semua kepada Allah ta’ala...
Sesungguhnya dampak dari buruknya pendidikan dan sikap penyia-nyiaan terhadap anak adalah berbagai hal yang kita saksikan sekarang, berupa para pemuda yang berperilaku sangat buruk.
Mereka atau mayoritas mereka biasa melakukan kebut-kebutan dengan kendaraan di jalanan sehingga membahayakan diri mereka sendiri maupun orang lain, membuat orang-orang dan tetangga sekitarnya merasa resah, serta membuat para pengguna jalan yang lain berada dalam bahaya. Sudah berapa banyak kecelakaan yang diakibatkan kebut-kebutan?! Berapa banyak sudah korban yang meninggal akibatnya?! Berapa banyak harta dan kendaraan yang terbuang dan hancur sia-sia tanpa hasil?!
Sang anak sebenarnya memiliki banyak waktu yang kosong namun ia tidak tersibukkan dengan sesuatu yang bermanfaat atau sesuatu yang baik, ia malah diberi sarana-sarana menuju kerusakan lalu ditinggalkan begitu saja. Akhirnya ia ambil mobilnya lalu memacunya di jalanan sehingga mengganggu orang lain. Membuat dirinya dan orang lain berada dalam bahaya.
Banyak dari mereka yang bahkan berani mendoakan kejelekan untuk orangtuanya, sebagaimana terjadi pada sebagian orang. Bahkan sebagian dari anak-anak tersebut sampai melaknat orangtuanya, karena orangtuanya memang tega meninggalkan sang anak dan membiarkan sang anak dalam bahaya, dimana sikap itu sangat menyakitinya.
📬 JANGAN TELANTARKAN ANAK ANDA!
Syaikh Sholih bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14450
Bertakwalah kalian kepada Allah wahai hamba-hamba Allah...
Perhatikanlah anak-anak anda sekalian. Masalahnya sekarang, apa yang hendak kita nasihatkan kepada para orangtua?! Orangtua tidak tahu-menahu perihal anaknya, kegiatannya kalau bukan mencari harta dan sibuk berdagang, ia berada di tempat-tempat yang penuh dengan hal-hal yang sia-sia dan kelalaian.
Ia begadang semalaman di tempat-tempat hiburan dengan bersenang-senang. Ia habiskan waktunya untuk berekreasi kemana-mana dan semacamnya.
Tak ketinggalan pula sang ibu. Sekarang para ibu telah menjelma menjadi pria pada umumnya, dimana ia tidak lagi menetap di rumah, ia dituntut untuk keluar rumah karena profesinya, alasan belajar, atau sekedar berkumpul bersama teman-temannya.
Sang ibu rela meninggalkan anaknya, sehingga di mana mereka berada? Mereka berada di panti asuhan, tempat-tempat penitipan anak, dan semisalnya.
Anak-anak dididik oleh orang yang tidak menyayangi maupun bersikap lembut kepada mereka. Anak-anak tumbuh di bawah asuhan orang yang tidak pernah peduli kepada mereka. Layaknya tukang gembala kambing, orang tersebut dibayar hanya agar sang anak tidak hilang saja.
Adapun tugas memerhatikan akhlak dan agama mereka tetaplah tugas kedua orangtua. Orang lain tidak akan memedulikan kebaikan atau kerusakan yang terjadi pada mereka.
Orang tersebut hanyalah diberi bayaran sebagaimana penggembala kambing, ia hanya bertugas menjaga agar gembalaannya tidak hilang saja.
Maka bertakwalah kalian wahai hamba-hamba Allah...
Selalu perhatikan anak-anak kalian. Karena sungguh kalian berada di suatu masa ketika fitnah padanya sangatlah dahsyat.
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
Dan orang-orang yang berdoa, ‘wahai Rabb kami karuniakan untuk kami istri-istri dan anak-anak kami yang menyejukkan mata kami. Dan jadikanlah kami sebagai panutan untuk orang yang bertakwa. (QS. al Furqon: 74)
______________________
Baca juga:
https://itishom.org/blog/artikel/muamalah/kenakalan-anak-kecil-tetap-harus-dipertanggungjawabkan/
https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/menjaga-anak-agar-tetap-berada-di-atas-fitrah/
https://itishom.org/blog/artikel/akhlaq/istighfar-untuk-orangtua/
______________________
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kalian semua kepada Allah ta’ala...
Sesungguhnya dampak dari buruknya pendidikan dan sikap penyia-nyiaan terhadap anak adalah berbagai hal yang kita saksikan sekarang, berupa para pemuda yang berperilaku sangat buruk.
Mereka atau mayoritas mereka biasa melakukan kebut-kebutan dengan kendaraan di jalanan sehingga membahayakan diri mereka sendiri maupun orang lain, membuat orang-orang dan tetangga sekitarnya merasa resah, serta membuat para pengguna jalan yang lain berada dalam bahaya. Sudah berapa banyak kecelakaan yang diakibatkan kebut-kebutan?! Berapa banyak sudah korban yang meninggal akibatnya?! Berapa banyak harta dan kendaraan yang terbuang dan hancur sia-sia tanpa hasil?!
Sang anak sebenarnya memiliki banyak waktu yang kosong namun ia tidak tersibukkan dengan sesuatu yang bermanfaat atau sesuatu yang baik, ia malah diberi sarana-sarana menuju kerusakan lalu ditinggalkan begitu saja. Akhirnya ia ambil mobilnya lalu memacunya di jalanan sehingga mengganggu orang lain. Membuat dirinya dan orang lain berada dalam bahaya.
Banyak dari mereka yang bahkan berani mendoakan kejelekan untuk orangtuanya, sebagaimana terjadi pada sebagian orang. Bahkan sebagian dari anak-anak tersebut sampai melaknat orangtuanya, karena orangtuanya memang tega meninggalkan sang anak dan membiarkan sang anak dalam bahaya, dimana sikap itu sangat menyakitinya.
Anda bisa melihat di tembok-tembok itu! Banyak tembok bangunan yang menjadi korban perbuatan para pelajar remaja, mereka mencoretinya dengan berbagai macam tulisan yang buruk.
Jika anda membacanya anda akan mendapati ternyata itu adalah tulisan-tulisan berbau perzinaan. Itu menunjukkan bahwa dalam diri-diri mereka terdapat gejolak kerusakan. Mereka lampiaskan itu semua di tembok tersebut dengan tulisan-tulisan tadi.
Wahai sekalian hamba Allah, bertakwalah anda semua kepada Allah...
Banyak pula di antara mereka yang pergi ke padang-padang rumput lalu melancarkan aksi balapan (semacam off road) di sana sehingga mengakibatkan rusaknya padang tersebut; tidak lagi menumbuhkan tetumbuhan atau memberikan manfaat apapun.
Itu semua karena telah dirusak oleh para pemuda tadi dengan perbuatan mereka. Sungguh itu merupakan kegiatan yang merusak.
Wahai sekalian hamba Allah, bertakwalah anda semua kepada Allah...
Perhatikanlah anak-anak anda dan jangan telantarkan mereka. Berbagai kejahatan yang terpampang jelas itu merupakan dampak dari pendidikan yang buruk. Dilakukan secara terang-terangan sehingga bisa dilihat oleh siapapun.
Lihatlah orang-orang kafir, mereka begitu perhatian dengan pendidikan anak-anak mereka, walaupun tentu yang mereka tanamkan adalah pendidikan dalam hal dunia. Mereka benar-benar serius mendidik sang anak.
Anda tidak akan mendapati ada anak-anak mereka yang berkeliaran di jalanan dengan mobil atau di tempat manapun, dalam keadaan anak mereka banyak. Padahal mereka itu orang-orang kafir! Lalu bagaimana mungkin orang-orang islam kondisinya demikian buruknya?!
Wahai sekalian hamba Allah, bertakwalah anda semua kepada Allah!
Selalu perhatikan anak-anak anda dan curahkan perhatian untuk mereka. Ketahuilah mereka adalah ujian bagi anda. Anda yang akan membuatnya baik atau malah merusaknya. Dan sungguh anda semua akan ditanyai tentang mereka di hadapan Allah.
Jika mereka baik mereka akan menjadi penyejuk mata bagi kedua orangtuanya hingga di surga kelak. Allah berfirman:
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
Dan orang-orang yang beriman beserta keturunan mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami kumpulkan mereka dengan keturunan mereka (di surga kelak). Dan Kami tidak akan mengurangi pahala mereka sedikitpun. Setiap orang tergantung dengan apa yang ia perbuat. (QS. ath Thuur: 21)
Berkata para ahli tafsir:
Sesungguhnya apabila seorang anak berada di surga bersama orangtuanya dan orangtuanya berada di tingkatan yang lebih tinggi darinya, maka Allah akan meninggikan derajat sang anak hingga ke tingkatan orangtuanya, agar mereka bisa berkumpul kembali sehingga pandangan orangtua menjadi sejuk dengan keberadaan sang anak.
Dengan itu, sang anak menjadi penyejuk pandangan orangtuanya di dunia dan di akhirat. (Riwayat ath-Thobari dalam tafsirnya dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, pent-)
Sumber: https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14450
Diterjemahkan oleh Abu Dzayyal Muhammad Wafi hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Jika anda membacanya anda akan mendapati ternyata itu adalah tulisan-tulisan berbau perzinaan. Itu menunjukkan bahwa dalam diri-diri mereka terdapat gejolak kerusakan. Mereka lampiaskan itu semua di tembok tersebut dengan tulisan-tulisan tadi.
Wahai sekalian hamba Allah, bertakwalah anda semua kepada Allah...
Banyak pula di antara mereka yang pergi ke padang-padang rumput lalu melancarkan aksi balapan (semacam off road) di sana sehingga mengakibatkan rusaknya padang tersebut; tidak lagi menumbuhkan tetumbuhan atau memberikan manfaat apapun.
Itu semua karena telah dirusak oleh para pemuda tadi dengan perbuatan mereka. Sungguh itu merupakan kegiatan yang merusak.
Wahai sekalian hamba Allah, bertakwalah anda semua kepada Allah...
Perhatikanlah anak-anak anda dan jangan telantarkan mereka. Berbagai kejahatan yang terpampang jelas itu merupakan dampak dari pendidikan yang buruk. Dilakukan secara terang-terangan sehingga bisa dilihat oleh siapapun.
Lihatlah orang-orang kafir, mereka begitu perhatian dengan pendidikan anak-anak mereka, walaupun tentu yang mereka tanamkan adalah pendidikan dalam hal dunia. Mereka benar-benar serius mendidik sang anak.
Anda tidak akan mendapati ada anak-anak mereka yang berkeliaran di jalanan dengan mobil atau di tempat manapun, dalam keadaan anak mereka banyak. Padahal mereka itu orang-orang kafir! Lalu bagaimana mungkin orang-orang islam kondisinya demikian buruknya?!
Wahai sekalian hamba Allah, bertakwalah anda semua kepada Allah!
Selalu perhatikan anak-anak anda dan curahkan perhatian untuk mereka. Ketahuilah mereka adalah ujian bagi anda. Anda yang akan membuatnya baik atau malah merusaknya. Dan sungguh anda semua akan ditanyai tentang mereka di hadapan Allah.
Jika mereka baik mereka akan menjadi penyejuk mata bagi kedua orangtuanya hingga di surga kelak. Allah berfirman:
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
Dan orang-orang yang beriman beserta keturunan mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami kumpulkan mereka dengan keturunan mereka (di surga kelak). Dan Kami tidak akan mengurangi pahala mereka sedikitpun. Setiap orang tergantung dengan apa yang ia perbuat. (QS. ath Thuur: 21)
Berkata para ahli tafsir:
Sesungguhnya apabila seorang anak berada di surga bersama orangtuanya dan orangtuanya berada di tingkatan yang lebih tinggi darinya, maka Allah akan meninggikan derajat sang anak hingga ke tingkatan orangtuanya, agar mereka bisa berkumpul kembali sehingga pandangan orangtua menjadi sejuk dengan keberadaan sang anak.
Dengan itu, sang anak menjadi penyejuk pandangan orangtuanya di dunia dan di akhirat. (Riwayat ath-Thobari dalam tafsirnya dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, pent-)
Sumber: https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14450
Diterjemahkan oleh Abu Dzayyal Muhammad Wafi hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️