::
📬 KAJIAN HADITS SEPUTAR BEKERJA MENCARI REZEKI yang HALAL
Bekerja mencari rezeki yang halal adalah suatu amalan yang mulia. Banyak hadits – hadits shahih yang berkaitan dengan hal ini. Tidak sedikit pula hadits – hadits yang lemah dan palsu. Kajian berikut ini mengupas sedikit contoh hadits-hadits shohih dan juga yang lemah dan palsu seputar mencari rezeki yang halal.
A. BEBERAPA HADITS SHOHIH
🗒️ Hadits Pertama:
إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ
“Sesungguhnya tidaklah engkau memberikan nafkah, dengan mengharap Wajah Allah (ikhlas), kecuali engkau akan diberi pahala karenanya. Sekalipun nafkah itu (hanya berupa) sesuap (makanan) yang kau suapkan pada istrimu (H.R al-Bukhari dari Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqosh)
🗒️ Hadits Kedua:
إِنَّ رُوْحَ الْقُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي أَنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلُهَا وَ تَسْتَوْعِبَ رِزْقُهَا فَاتَّقُوا اللهَ وَ أَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ وَ لاَ يَحْمِلَنَّ أَحَدُكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ يَطْلُبَهُ بِمَعْصِيَةِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ تَعَالىَ لاَ يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ
Sesungguhnya Jibril telah meniupkan ke dalam hatiku bahwa satu jiwa tidak akan mati sampai ajalnya sempurna, dan rezekinya telah terpenuhi, maka bertakwalah kepada Allah dan baiklah dalam mencari (rezeki), dan janganlah salah seorang kalian bila diperlambat rezekinya, maka dia mencarinya dengan cara berbuat maksiat. Karena sesungguhnya tidak diperoleh apa yang ada di sisi-Nya kecuali dengan cara ta’at kepada-Nya.”. (H.R alBazzar dan at-Thobroony dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ As-Shaghir:2085)
🗒️ Hadits Ketiga:
لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ
Kalau seandainya salah seorang dari kalian memanggul kayu bakar di punggungnya itu lebih baik baginya dibandingkan meminta-minta kepada manusia, baik diberi ataupun tidak (H.R al-Bukhari)
🗒️ Hadits Keempat:
Aisyah radhiyallahu anha berkata:
كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عُمَّالَ أَنْفُسِهِمْ...
Para Sahabat Rasulullah ﷺ adalah para pekerja untuk diri mereka sendiri…. (H.R al-Bukhari)
Maksudnya adalah para Sahabat Nabi itu bekerja dengan tangan mereka sendiri seperti berdagang dan bertani (Umdatul Qori syarh Shahih al-Bukhari (17/290))
🗒️ Hadits Kelima:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ
“ Dari Abu Hurairah beliau berkata : Rasulullah ﷺ bersabda : Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin sebagaimana diperintahkan kepada Para Rasul :
‘Wahai para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal sholihlah sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan”(Q.S al-Mu’minuun:51).
Dan Dia berfirman : ‘Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari yang kami berikan rezeki kepada kalian”(Q.S AlBaqoroh :172). ‘
Kemudian Rasul menyebutkan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan panjang dalam safar, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangan ke langit dan berdoa : wahai Rabbku, Wahai Rabbku, tapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi gizi dari yang haram, maka bagaimana bisa dikabulkan doanya? (H.R Muslim)
📬 KAJIAN HADITS SEPUTAR BEKERJA MENCARI REZEKI yang HALAL
Bekerja mencari rezeki yang halal adalah suatu amalan yang mulia. Banyak hadits – hadits shahih yang berkaitan dengan hal ini. Tidak sedikit pula hadits – hadits yang lemah dan palsu. Kajian berikut ini mengupas sedikit contoh hadits-hadits shohih dan juga yang lemah dan palsu seputar mencari rezeki yang halal.
A. BEBERAPA HADITS SHOHIH
🗒️ Hadits Pertama:
إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ
“Sesungguhnya tidaklah engkau memberikan nafkah, dengan mengharap Wajah Allah (ikhlas), kecuali engkau akan diberi pahala karenanya. Sekalipun nafkah itu (hanya berupa) sesuap (makanan) yang kau suapkan pada istrimu (H.R al-Bukhari dari Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqosh)
🗒️ Hadits Kedua:
إِنَّ رُوْحَ الْقُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي أَنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلُهَا وَ تَسْتَوْعِبَ رِزْقُهَا فَاتَّقُوا اللهَ وَ أَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ وَ لاَ يَحْمِلَنَّ أَحَدُكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ يَطْلُبَهُ بِمَعْصِيَةِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ تَعَالىَ لاَ يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ
Sesungguhnya Jibril telah meniupkan ke dalam hatiku bahwa satu jiwa tidak akan mati sampai ajalnya sempurna, dan rezekinya telah terpenuhi, maka bertakwalah kepada Allah dan baiklah dalam mencari (rezeki), dan janganlah salah seorang kalian bila diperlambat rezekinya, maka dia mencarinya dengan cara berbuat maksiat. Karena sesungguhnya tidak diperoleh apa yang ada di sisi-Nya kecuali dengan cara ta’at kepada-Nya.”. (H.R alBazzar dan at-Thobroony dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ As-Shaghir:2085)
🗒️ Hadits Ketiga:
لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ
Kalau seandainya salah seorang dari kalian memanggul kayu bakar di punggungnya itu lebih baik baginya dibandingkan meminta-minta kepada manusia, baik diberi ataupun tidak (H.R al-Bukhari)
🗒️ Hadits Keempat:
Aisyah radhiyallahu anha berkata:
كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عُمَّالَ أَنْفُسِهِمْ...
Para Sahabat Rasulullah ﷺ adalah para pekerja untuk diri mereka sendiri…. (H.R al-Bukhari)
Maksudnya adalah para Sahabat Nabi itu bekerja dengan tangan mereka sendiri seperti berdagang dan bertani (Umdatul Qori syarh Shahih al-Bukhari (17/290))
🗒️ Hadits Kelima:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ
“ Dari Abu Hurairah beliau berkata : Rasulullah ﷺ bersabda : Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin sebagaimana diperintahkan kepada Para Rasul :
‘Wahai para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal sholihlah sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan”(Q.S al-Mu’minuun:51).
Dan Dia berfirman : ‘Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari yang kami berikan rezeki kepada kalian”(Q.S AlBaqoroh :172). ‘
Kemudian Rasul menyebutkan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan panjang dalam safar, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangan ke langit dan berdoa : wahai Rabbku, Wahai Rabbku, tapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi gizi dari yang haram, maka bagaimana bisa dikabulkan doanya? (H.R Muslim)
🗒️ Hadits Keenam:
أَنّ النَّبِيَّ ﷺ سُئِلَ أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ ؟ قَالَ : عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ ، وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
Nabi ﷺ ditanya: Pekerjaan apakah yang terbaik? Beliau bersabda: Penghasilan yang didapat seseorang dengan jerih payah tangannya dan setiap jual beli yang jujur (tidak ada penipuan dan pengkhianatan, pent)
(H.R al-Bazzar dan al-Hakim dari Raafi’ bin Khodiij, dinyatakan shahih li ghoirihi oleh Syaikh al-Albaniy)
🗒️ Hadits Ketujuh:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -ﷺ- إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا شَابٌّ مِنَ الثَّنِيَّةِ فَلَمَّا رَأَيْنَاهُ بِأَبْصَارِنَا قُلْنَا : لَوْ أَنَّ هَذَا الشَّابَ جَعَلَ شَبَابَهُ وَنَشَاطَهُ وَقُوَّتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ فَسَمِعَ مَقَالَتَنَا رَسُولُ اللَّهِ -ﷺ- قَالَ :« وَمَا سَبِيلُ اللَّهِ إِلاَّ مَنْ قُتِلَ؟ مَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ فَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ سَعَى عَلَى عِيَالِهِ فَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ سَعَى عَلَى نَفْسِهِ لِيُعِفَّهَا فَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ سَعَى عَلَى التَّكَاثُرِ فَهُوَ فِى سَبِيلِ الشَّيْطَانِ ».
Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Ketika kami duduk bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba muncul seorang pemuda dari Tsaniyyah. Ketika kami melihat dia, kami berkata: Duhai seandainya pemuda ini memanfaatkan masa muda, semangat, dan kekuatannya di jalan Allah! Rasulullah ﷺ mendengar ucapan kami. Beliau bersabda: << Apakah perjuangan di jalan Allah hanya untuk yang terbunuh (berperang) saja? Barangsiapa yang berusaha (mencari nafkah) untuk kedua orangtuanya, ia berada di jalan Allah. Barangsiapa yang berusaha (mencari nafkah) untuk keluarganya, ia berada di jalan Allah. Barangsiapa yang berusaha (mencari nafkah) untuk dirinya (dalam rangka menjaga kehormatannya, tidak meminta-minta, pent), ia berada di jalan Allah. Barangsiapa yang berusaha (bekerja) untuk memperbanyak harta (semata), ia berada di jalan syaithan (H.R al-Baihaqiy dalam as-Sunan al-Kubro, atThobaroniy, dan Abu Nuaim, dinyatakan sanadnya jayyid oleh Syaikh al-Albaniy dalam Silsilah al-Ahaadits as-Shahihah no 2232)
🗒️ Hadits Kedelapan:
مَنْ دَخَلَ السُّوْقَ فَقَالَ :} لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ وَ هُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ {كَتَبَ اللهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَ مَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَ رَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ (رواه الترمذي والبزار و الطيالسي)
“ Barangsiapa yang masuk suatu pasar, kemudian mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WA HUWA HAYYUN LAA YAMUUT BI YADIHIL KHOYRU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR (Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nyalah kekuasaan dan pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Mematikan, Dialah Yang Maha Hidup tidak mati), akan Allah catatkan bagi dia 1 juta kebaikan dan dihapus 1 juta keburukan dan diangkat 1 juta derajat “ (H.R at-Tirmidzi, al-Bazzaar, dihasankan Syaikh al-Albaniy)
أَنّ النَّبِيَّ ﷺ سُئِلَ أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ ؟ قَالَ : عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ ، وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
Nabi ﷺ ditanya: Pekerjaan apakah yang terbaik? Beliau bersabda: Penghasilan yang didapat seseorang dengan jerih payah tangannya dan setiap jual beli yang jujur (tidak ada penipuan dan pengkhianatan, pent)
(H.R al-Bazzar dan al-Hakim dari Raafi’ bin Khodiij, dinyatakan shahih li ghoirihi oleh Syaikh al-Albaniy)
🗒️ Hadits Ketujuh:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -ﷺ- إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا شَابٌّ مِنَ الثَّنِيَّةِ فَلَمَّا رَأَيْنَاهُ بِأَبْصَارِنَا قُلْنَا : لَوْ أَنَّ هَذَا الشَّابَ جَعَلَ شَبَابَهُ وَنَشَاطَهُ وَقُوَّتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ فَسَمِعَ مَقَالَتَنَا رَسُولُ اللَّهِ -ﷺ- قَالَ :« وَمَا سَبِيلُ اللَّهِ إِلاَّ مَنْ قُتِلَ؟ مَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ فَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ سَعَى عَلَى عِيَالِهِ فَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ سَعَى عَلَى نَفْسِهِ لِيُعِفَّهَا فَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ سَعَى عَلَى التَّكَاثُرِ فَهُوَ فِى سَبِيلِ الشَّيْطَانِ ».
Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Ketika kami duduk bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba muncul seorang pemuda dari Tsaniyyah. Ketika kami melihat dia, kami berkata: Duhai seandainya pemuda ini memanfaatkan masa muda, semangat, dan kekuatannya di jalan Allah! Rasulullah ﷺ mendengar ucapan kami. Beliau bersabda: << Apakah perjuangan di jalan Allah hanya untuk yang terbunuh (berperang) saja? Barangsiapa yang berusaha (mencari nafkah) untuk kedua orangtuanya, ia berada di jalan Allah. Barangsiapa yang berusaha (mencari nafkah) untuk keluarganya, ia berada di jalan Allah. Barangsiapa yang berusaha (mencari nafkah) untuk dirinya (dalam rangka menjaga kehormatannya, tidak meminta-minta, pent), ia berada di jalan Allah. Barangsiapa yang berusaha (bekerja) untuk memperbanyak harta (semata), ia berada di jalan syaithan (H.R al-Baihaqiy dalam as-Sunan al-Kubro, atThobaroniy, dan Abu Nuaim, dinyatakan sanadnya jayyid oleh Syaikh al-Albaniy dalam Silsilah al-Ahaadits as-Shahihah no 2232)
🗒️ Hadits Kedelapan:
مَنْ دَخَلَ السُّوْقَ فَقَالَ :} لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ وَ هُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ {كَتَبَ اللهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَ مَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَ رَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ (رواه الترمذي والبزار و الطيالسي)
“ Barangsiapa yang masuk suatu pasar, kemudian mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WA HUWA HAYYUN LAA YAMUUT BI YADIHIL KHOYRU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR (Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nyalah kekuasaan dan pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Mematikan, Dialah Yang Maha Hidup tidak mati), akan Allah catatkan bagi dia 1 juta kebaikan dan dihapus 1 juta keburukan dan diangkat 1 juta derajat “ (H.R at-Tirmidzi, al-Bazzaar, dihasankan Syaikh al-Albaniy)
B. BEBERAPA HADITS YANG LEMAH DAN PALSU
🚫 Hadits Pertama:
مَنْ أَكَلَ اْلحَلاَلَ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نَوَّرَ اللهُ قَلْبَهُ وَأَجْرَى يَنَابِيْعَ الْحِكْمَةِ مِنْ قَلْبِهِ عَلَى لِسَانِهِ
“ Barangsiapa yang makan makanan halal selama 40 hari, Allah akan menyinari hatinya dengan mengalirkan mata air hikmah dari hati ke lidahnya” (H.R Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’)
Hadits ini disebutkan dalam ‘Ihyaa’ Uluumuddin. Al-Hafidz al-‘Iraqy (guru al-Haafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaany) menyatakan bahwa: diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam ‘al-hilyah ‘ dan diriwayatkan pula oleh Ibnu ‘Adi, dan beliau mengatakan : hadits munkar. Ash-Shaghaany menyatakan hadits ini palsu.
🚫 Hadits Kedua:
مَنْ لمَ ْيُبَالِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَ الْمَالَ لمَ يُبَالِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ أَيْنَ أَدْخَلَهُ النَّارَ
‘Barangsiapa yang tidak peduli dari jalan mana dia mendapatkan harta, maka Allah tidak peduli dari jalan mana ia dimasukkan ke dalam neraka” (H.R ad-Dailamiy)
Hadits ini disebutkan dalam Ihyaa Ulumuddin. Al-Hafidz al-Iraqy menyatakan bahwa : diriwayatkan oleh Ad-Dailamy dari Ibnu Umar, Ibnul ‘Aroby menyatakan bahwa ini adalah hadits bathil dan tidak shohih.
🚫 Hadits Ketiga:
الْعِبَادَةُ عَشْرَةُ أَجْزَاءٍ ، فَتِسْعَةٌ مِنْهَا فِي طَلَبِ الْحَلاَلِ
“ Ibadah itu ada sepuluh bagian. Yang sembilan di antaranya ada di dalam mencari rezeki yang halal” (H.R ad-Dailamiy)
Hadits ini disebutkan dalam Ihyaa’ Uluumuddin. Al-Hafidz al-Iraqy menyatakan bahwa : diriwayatkan oleh Ad-Dailamy , dan hadits ini munkar.
🚫 Hadits Keempat:
مِنَ الذُّنُوْبِ ذُنُوْبٌ لاَ يُكَفِّرُهَا إِلاَّ الْهَمُّ فيِ طَلَبِ اْلمَعِيْشَةِ
“ Di antara dosa ada dosa yang tidak ada penebusannya kecuali dengan kesusahan dalam (bekerja) mencari penghidupan “ (H.R atThobaroniy)
Hadits ini disebutkan dalam Ihyaa’ Uluumuddin. Al-Hafidz al-Iraqy menyatakan : “dikeluarkan oleh at-Thabraany di dalam ‘al-Awsath’, Abu Nu’aim di dalam ‘al-hilyah’, al-Khothiib dalam at-Talkhish, dari hadits Abu Hurairah dengan sanad yang lemah”(Takhrij Hadiitsil Ihyaa’).
Al-Haitsamy juga menukil perkataan Adz-Dzahaby bahwa di dalam perawinya ada Muhammad bin Sallam al-Mishri yang meriwayatkan khabar-khabar palsu dari Muhammad bin Bukair dan hadits ini adalah salah satu yang dia palsukan tersebut.
Demikianlah hadits – hadits tentang berusaha mencari rezeki yang halal, dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Kami sebutkan sebagian hadits yang shahih, dan sebagian hadits yang lemah atau palsu berdasarkan penjelasan para Ulama’ ahli hadits.
Semoga bermanfaat.
Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚫 Hadits Pertama:
مَنْ أَكَلَ اْلحَلاَلَ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نَوَّرَ اللهُ قَلْبَهُ وَأَجْرَى يَنَابِيْعَ الْحِكْمَةِ مِنْ قَلْبِهِ عَلَى لِسَانِهِ
“ Barangsiapa yang makan makanan halal selama 40 hari, Allah akan menyinari hatinya dengan mengalirkan mata air hikmah dari hati ke lidahnya” (H.R Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’)
Hadits ini disebutkan dalam ‘Ihyaa’ Uluumuddin. Al-Hafidz al-‘Iraqy (guru al-Haafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaany) menyatakan bahwa: diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam ‘al-hilyah ‘ dan diriwayatkan pula oleh Ibnu ‘Adi, dan beliau mengatakan : hadits munkar. Ash-Shaghaany menyatakan hadits ini palsu.
🚫 Hadits Kedua:
مَنْ لمَ ْيُبَالِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَ الْمَالَ لمَ يُبَالِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ أَيْنَ أَدْخَلَهُ النَّارَ
‘Barangsiapa yang tidak peduli dari jalan mana dia mendapatkan harta, maka Allah tidak peduli dari jalan mana ia dimasukkan ke dalam neraka” (H.R ad-Dailamiy)
Hadits ini disebutkan dalam Ihyaa Ulumuddin. Al-Hafidz al-Iraqy menyatakan bahwa : diriwayatkan oleh Ad-Dailamy dari Ibnu Umar, Ibnul ‘Aroby menyatakan bahwa ini adalah hadits bathil dan tidak shohih.
🚫 Hadits Ketiga:
الْعِبَادَةُ عَشْرَةُ أَجْزَاءٍ ، فَتِسْعَةٌ مِنْهَا فِي طَلَبِ الْحَلاَلِ
“ Ibadah itu ada sepuluh bagian. Yang sembilan di antaranya ada di dalam mencari rezeki yang halal” (H.R ad-Dailamiy)
Hadits ini disebutkan dalam Ihyaa’ Uluumuddin. Al-Hafidz al-Iraqy menyatakan bahwa : diriwayatkan oleh Ad-Dailamy , dan hadits ini munkar.
🚫 Hadits Keempat:
مِنَ الذُّنُوْبِ ذُنُوْبٌ لاَ يُكَفِّرُهَا إِلاَّ الْهَمُّ فيِ طَلَبِ اْلمَعِيْشَةِ
“ Di antara dosa ada dosa yang tidak ada penebusannya kecuali dengan kesusahan dalam (bekerja) mencari penghidupan “ (H.R atThobaroniy)
Hadits ini disebutkan dalam Ihyaa’ Uluumuddin. Al-Hafidz al-Iraqy menyatakan : “dikeluarkan oleh at-Thabraany di dalam ‘al-Awsath’, Abu Nu’aim di dalam ‘al-hilyah’, al-Khothiib dalam at-Talkhish, dari hadits Abu Hurairah dengan sanad yang lemah”(Takhrij Hadiitsil Ihyaa’).
Al-Haitsamy juga menukil perkataan Adz-Dzahaby bahwa di dalam perawinya ada Muhammad bin Sallam al-Mishri yang meriwayatkan khabar-khabar palsu dari Muhammad bin Bukair dan hadits ini adalah salah satu yang dia palsukan tersebut.
Demikianlah hadits – hadits tentang berusaha mencari rezeki yang halal, dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Kami sebutkan sebagian hadits yang shahih, dan sebagian hadits yang lemah atau palsu berdasarkan penjelasan para Ulama’ ahli hadits.
Semoga bermanfaat.
Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 AKU MASIH INGIN KEMBALI
Oleh: Muhammad Ahmad Khadim (Asal Malang) - 3A Takhasus
✺✺✺
Indah rasa pelupuk mata saat memandang alam mempesona
Terpampang tanda-tanda kebesaran Rabb kita, Rabb alam semesta
Indahnya kilauan hamburan bintang yang menghiasi malam gelap gulita
Berikut rembulan yang tak kalah memancarkan cahaya
Di pelataran rumah inap kita menikmati suasana
Dengan secangkir teh tarik dan kue matcha
Ketika mentari pagi mulai menampakkan jati dirinya
Kisah selanjutnya ‘kan kita lalui bersama
Duhai indahnya sunrise nun jauh di sana
Kusaksikan cahaya matahari merekah ceria
Bersama sahabat-sahabat setia
Kunikmati deruan suara sepoi angin yang menenangkan jiwa
Kala sapuan angin lembut mulai laju menerpa
Pertanda waktu siang telah tiba saatnya
Ku mencoba bersangga di balik pohon kokoh perkasa
Tuk melepas keletihan serta dahaga
Bersama sahabat kunikmati buah semangka
Itulah diantara nikmat rabb alam semesta
Sungguh beragam tanda kebesaran Rabb kita
Semua tunduk patuh di bawah aturan-Nya
Sobat, tidakkah kita menjadikannya bahan renungan bersama
Pohon kokoh perkasa memuat inspirasi nyata
Darinya ku bisa mengambil pelajaran nan berharga
Akar pohon yang menancap kuat di bawah marcapada
Bagai pondasi iman yang kokoh terpercaya
Batang kelapa nan tegar menghadapi angin menerpa
Ibarat hamba tabah bertatap muka dengan ujian melanda
Buah semangka yang sangat nikmat dan manis rasanya
Seperti manisnya hasil kesabaran sepanjang masa
Semoga Allah ta’ala memberi kesabaran atas kita semua
Aku sangat rindu tuk kembali ke ma’had tercinta
Bersama sama kembali mengkaji ilmu agama
Terus berjuang berusaha menggapai asa Jannah dan ridha-Nya adalah harapan kita
Berusaha ikhlas serta mengharap pertolongan-Nya
Agar ilmu berbuah amalan nyata
Apalah arti kehidupan dunia
Senang dan sedih selalu bergiliran menghampiri kita
Ujian demi ujian selalu datang menyapa
Pertemuan dan perpisahan yang selalu kita rasa
Tak ada di dunia yang menyenangkan selamanya
Kesenangan abadi hanyalah berada di surga-Nya
Duhai indahnya persaudaraan yang terjalin karena-Nya semata
Saling menasehati dan memaklumi kekurangan bersama
Tidak ada diantara mereka yang saling menjatuhkan kehormatannya
Itulah persahabatan yang benar-benar setia
Sungguh berat memang tuk memperjuangkannya
Melainkan bagi mereka yang Allah mudahkan tuk mewujudkannya
Semoga Allah ta’ala mengampuni dosa-dosa kita semua
Dan mengumpulkan kiita kembali di jannah-Nya
Aku sangat rindu untuk kembali ke ma’had tercinta
✺✺✺
Sumber: https://mahad-assalafy.com/aku-masih-ingin-kembali/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 AKU MASIH INGIN KEMBALI
Oleh: Muhammad Ahmad Khadim (Asal Malang) - 3A Takhasus
✺✺✺
Indah rasa pelupuk mata saat memandang alam mempesona
Terpampang tanda-tanda kebesaran Rabb kita, Rabb alam semesta
Indahnya kilauan hamburan bintang yang menghiasi malam gelap gulita
Berikut rembulan yang tak kalah memancarkan cahaya
Di pelataran rumah inap kita menikmati suasana
Dengan secangkir teh tarik dan kue matcha
Ketika mentari pagi mulai menampakkan jati dirinya
Kisah selanjutnya ‘kan kita lalui bersama
Duhai indahnya sunrise nun jauh di sana
Kusaksikan cahaya matahari merekah ceria
Bersama sahabat-sahabat setia
Kunikmati deruan suara sepoi angin yang menenangkan jiwa
Kala sapuan angin lembut mulai laju menerpa
Pertanda waktu siang telah tiba saatnya
Ku mencoba bersangga di balik pohon kokoh perkasa
Tuk melepas keletihan serta dahaga
Bersama sahabat kunikmati buah semangka
Itulah diantara nikmat rabb alam semesta
Sungguh beragam tanda kebesaran Rabb kita
Semua tunduk patuh di bawah aturan-Nya
Sobat, tidakkah kita menjadikannya bahan renungan bersama
Pohon kokoh perkasa memuat inspirasi nyata
Darinya ku bisa mengambil pelajaran nan berharga
Akar pohon yang menancap kuat di bawah marcapada
Bagai pondasi iman yang kokoh terpercaya
Batang kelapa nan tegar menghadapi angin menerpa
Ibarat hamba tabah bertatap muka dengan ujian melanda
Buah semangka yang sangat nikmat dan manis rasanya
Seperti manisnya hasil kesabaran sepanjang masa
Semoga Allah ta’ala memberi kesabaran atas kita semua
Aku sangat rindu tuk kembali ke ma’had tercinta
Bersama sama kembali mengkaji ilmu agama
Terus berjuang berusaha menggapai asa Jannah dan ridha-Nya adalah harapan kita
Berusaha ikhlas serta mengharap pertolongan-Nya
Agar ilmu berbuah amalan nyata
Apalah arti kehidupan dunia
Senang dan sedih selalu bergiliran menghampiri kita
Ujian demi ujian selalu datang menyapa
Pertemuan dan perpisahan yang selalu kita rasa
Tak ada di dunia yang menyenangkan selamanya
Kesenangan abadi hanyalah berada di surga-Nya
Duhai indahnya persaudaraan yang terjalin karena-Nya semata
Saling menasehati dan memaklumi kekurangan bersama
Tidak ada diantara mereka yang saling menjatuhkan kehormatannya
Itulah persahabatan yang benar-benar setia
Sungguh berat memang tuk memperjuangkannya
Melainkan bagi mereka yang Allah mudahkan tuk mewujudkannya
Semoga Allah ta’ala mengampuni dosa-dosa kita semua
Dan mengumpulkan kiita kembali di jannah-Nya
Aku sangat rindu untuk kembali ke ma’had tercinta
✺✺✺
Sumber: https://mahad-assalafy.com/aku-masih-ingin-kembali/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
NB:
Foto-foto di atas merupakan tempat kami belajar; belajar ilmu agama dan belajar arti kerjasama.
Gedung dan lapangan mengajarkan kami kesabaran untuk duduk menimba ilmu agama.
Kebun dan ladang mengajari kami untuk berusaha dan berjuang, mengajari kami tentang arti sebuah proses dalam menanam.
Hingga akhirnya Allah yang menentukan hasilnya; entah jadi buah semangka, lombok, tomat, kolam lele, dll.
Dan alhamdulillah, Allah berikan sebagian keberhasilan itu, laa haula wa laa quwwata illa billah.
Semoga Allah juga memberikan keberhasilan hakiki di akherat nanti.
Sumber: https://mahad-assalafy.com/aku-masih-ingin-kembali/
Foto-foto di atas merupakan tempat kami belajar; belajar ilmu agama dan belajar arti kerjasama.
Gedung dan lapangan mengajarkan kami kesabaran untuk duduk menimba ilmu agama.
Kebun dan ladang mengajari kami untuk berusaha dan berjuang, mengajari kami tentang arti sebuah proses dalam menanam.
Hingga akhirnya Allah yang menentukan hasilnya; entah jadi buah semangka, lombok, tomat, kolam lele, dll.
Dan alhamdulillah, Allah berikan sebagian keberhasilan itu, laa haula wa laa quwwata illa billah.
Semoga Allah juga memberikan keberhasilan hakiki di akherat nanti.
Sumber: https://mahad-assalafy.com/aku-masih-ingin-kembali/
::
📬 BERAPA JUMLAH RAKA'AT SHALAT YANG HARUS DIULANG, JIKA BATAL SAAT SHALAT JUM'AT?
Al Lajnah ad Daimah Lilbuhuts al Ilmiyyah wa al Ifta' berfatwa,
"Barangsiapa mengeluarkan sesuatu dari dubur dan kemaluannya, seperti kencing, buang angin, mazi, wadi atau buang air besar ketika sedang mengerjakan shalat, maka dia wajib membatalkan shalatnya kemudian beristinja (cebok), berwudhu lagi, dan mengulang shalatnya; dan jika dia sedang mengerjakan shalat Jumat, maka dia harus mengulangnya dengan mengerjakan shalat Zhuhur 4 rakaat.
Hal itu berdasarkan sabda Nabi Muhammad ﷺ ,
«إذا فسا أحدكم في الصلاة فلينصرف وليتوضأ وليعد الصلاة»
"Apabila salah seorang dari kalian buang angin tanpa suara ketika shalat, hendaklah dia pergi dan berwudhu lalu mengulangi shalatnya."
dan sabda Rasul ﷺ,
لا يقبلُ اللَّهُ صلاةَ أحدِكُم إذا أحدَثَ حتَّى يتَوضَّأ
"Allah tidak akan menerima shalat salah seorang di antara kalian jika ia berhadats (batal) sampai ia berwudhu."
Namun, jika hal itu muncul karena ragu dan was-was, maka dia tetap meneruskan shalat, berlindung kepada Allah dari godaan setan, dan tidak membatalkannya.
Jika dia menyadarinya setelah salam bahwa sesuatu keluar dari dalam dirinya ketika dia sedang mengerjakan shalat, maka dia harus mengulang wudu dan shalatnya.
Barangsiapa mendapatkan satu rakaat Jumat bersama imam, maka dia harus menambah satu rakaat lagi. Dengan demikian, dia telah mendapatkan shalat Jumat, sebagaimana dalam hadits shahih dari Nabi ﷺ."
Ketua: Syaikh Ibnu Baz rahimahullah
http://t.me/ukhwh
من خرج منه شيء من أحد السبيلين من بول أو ريح أو مذي أو ودي أو غائط وهو في الصلاة وجب عليه قطعها والاستنجاء وإعادة الوضوء ويعيد الصلاة وصلاة الجمعة يعيدها ظهرا أربع ركعات؛ لقوله – ﷺ -: «إذا فسا أحدكم في الصلاة فلينصرف وليتوضأ وليعد الصلاة» وقوله ﷺ: «لا يقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ » ، أما إن كان ذلك عن شك ووسوسة فإنه يستمر ويستعيذ بالله من الشيطان، ولا ينصرف فإن علم بعد السلام أنه خرج منه شيء في الصلاة فإنه يعيد الوضوء والصلاة، ومن أدرك من الجمعة ركعة مع الإمام فإنه يضيف إليها ركعة، وبذلك يكون أدرك الجمعة كما صح بذلك الحديث عن النبي – ﷺ -.وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية واالإفتاء والفتوى
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BERAPA JUMLAH RAKA'AT SHALAT YANG HARUS DIULANG, JIKA BATAL SAAT SHALAT JUM'AT?
Al Lajnah ad Daimah Lilbuhuts al Ilmiyyah wa al Ifta' berfatwa,
"Barangsiapa mengeluarkan sesuatu dari dubur dan kemaluannya, seperti kencing, buang angin, mazi, wadi atau buang air besar ketika sedang mengerjakan shalat, maka dia wajib membatalkan shalatnya kemudian beristinja (cebok), berwudhu lagi, dan mengulang shalatnya; dan jika dia sedang mengerjakan shalat Jumat, maka dia harus mengulangnya dengan mengerjakan shalat Zhuhur 4 rakaat.
Hal itu berdasarkan sabda Nabi Muhammad ﷺ ,
«إذا فسا أحدكم في الصلاة فلينصرف وليتوضأ وليعد الصلاة»
"Apabila salah seorang dari kalian buang angin tanpa suara ketika shalat, hendaklah dia pergi dan berwudhu lalu mengulangi shalatnya."
dan sabda Rasul ﷺ,
لا يقبلُ اللَّهُ صلاةَ أحدِكُم إذا أحدَثَ حتَّى يتَوضَّأ
"Allah tidak akan menerima shalat salah seorang di antara kalian jika ia berhadats (batal) sampai ia berwudhu."
Namun, jika hal itu muncul karena ragu dan was-was, maka dia tetap meneruskan shalat, berlindung kepada Allah dari godaan setan, dan tidak membatalkannya.
Jika dia menyadarinya setelah salam bahwa sesuatu keluar dari dalam dirinya ketika dia sedang mengerjakan shalat, maka dia harus mengulang wudu dan shalatnya.
Barangsiapa mendapatkan satu rakaat Jumat bersama imam, maka dia harus menambah satu rakaat lagi. Dengan demikian, dia telah mendapatkan shalat Jumat, sebagaimana dalam hadits shahih dari Nabi ﷺ."
Ketua: Syaikh Ibnu Baz rahimahullah
http://t.me/ukhwh
من خرج منه شيء من أحد السبيلين من بول أو ريح أو مذي أو ودي أو غائط وهو في الصلاة وجب عليه قطعها والاستنجاء وإعادة الوضوء ويعيد الصلاة وصلاة الجمعة يعيدها ظهرا أربع ركعات؛ لقوله – ﷺ -: «إذا فسا أحدكم في الصلاة فلينصرف وليتوضأ وليعد الصلاة» وقوله ﷺ: «لا يقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ » ، أما إن كان ذلك عن شك ووسوسة فإنه يستمر ويستعيذ بالله من الشيطان، ولا ينصرف فإن علم بعد السلام أنه خرج منه شيء في الصلاة فإنه يعيد الوضوء والصلاة، ومن أدرك من الجمعة ركعة مع الإمام فإنه يضيف إليها ركعة، وبذلك يكون أدرك الجمعة كما صح بذلك الحديث عن النبي – ﷺ -.وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية واالإفتاء والفتوى
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from AN-NAJIYAH BATAM
📖 HIMBAUAN TA'AWUN
بســم اللــہ الرحمن الرحيـــم
الحمد للـہ والصلاة والسلام على رسول اللـہ وعلى آله وأصحابه ومن اتبع الهدى إلى يوم القيامة.
أما بعد،
💦 Qaddarallahu wa ma sya'a fa'al, keluarga (istri) dari saudara kita Al-Akh Abu Umar Sugi sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Batam karena sakit yang diderita yaitu kanker usus yang sudah memasuki stadium 4.
Kondisi terakhir:
Alhamdulillah sudah melewati tahap operasi dan saat ini masih dalam perawatan di ruang ICU sampai kondisi stabil normal dan akan kembali ke ruang rawat inap untuk pemulihan.
Mohon do'a antum sekalian semoga Allah ta'ala memberikan kesembuhan keluarga beliau.
🍃 Mengingat biaya operasi dan perawatan selama di rumah sakit membutuhkan biaya yang cukup besar untuk ditanggung beliau sendiri.
(saat ini sudah mencapai Rp. 90,000,000 dan kemungkinan akan terus bertambah karena masih ada tindakan lanjutan yang akan diambil tim dokter yang menangani).
Maka dengan ini kami menghimbau kepada segenap kaum muslimin yang memiliki kelapangan rezeki untuk turut berta'awun meringankan beban beliau.
Donasi bisa ditransfer langsung ke:
🏧 Rekening Bank BNI
No Rek : 0052 455 888
Atas nama : Azwar Effendy
📝 setelah transfer mohon konfirmasi ke:
Abu Aslam Azwar
+62 813-7253-9203
(Telp/SMS/WA)
🔖 Donasi yang sudah terkumpul saat ini adalah :
Rp. 25.779.467,-
(Per tanggal 20/11/2020)
Berapapun besarnya bantuan yang diberikan semoga menjadi pemberat timbangan amalan kita disisi Allah.
Demikian info ini kami sampaikan Jazaakumullahu khairan wa Baarakallahu fiikum.
✍🏽 Mengetahui,
- Ustadz Abu Luqman bin Muhammad Syuaib
- Ustadz Abu Sa'ad Sa'id Hamzah
- Ustadz Abu Fida Husni
Hafizahumullahu ta'ala
ℹ️ Informasi & Publikasi Ma'had an-Najiyah Batam
بســم اللــہ الرحمن الرحيـــم
الحمد للـہ والصلاة والسلام على رسول اللـہ وعلى آله وأصحابه ومن اتبع الهدى إلى يوم القيامة.
أما بعد،
💦 Qaddarallahu wa ma sya'a fa'al, keluarga (istri) dari saudara kita Al-Akh Abu Umar Sugi sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Batam karena sakit yang diderita yaitu kanker usus yang sudah memasuki stadium 4.
Kondisi terakhir:
Alhamdulillah sudah melewati tahap operasi dan saat ini masih dalam perawatan di ruang ICU sampai kondisi stabil normal dan akan kembali ke ruang rawat inap untuk pemulihan.
Mohon do'a antum sekalian semoga Allah ta'ala memberikan kesembuhan keluarga beliau.
🍃 Mengingat biaya operasi dan perawatan selama di rumah sakit membutuhkan biaya yang cukup besar untuk ditanggung beliau sendiri.
(saat ini sudah mencapai Rp. 90,000,000 dan kemungkinan akan terus bertambah karena masih ada tindakan lanjutan yang akan diambil tim dokter yang menangani).
Maka dengan ini kami menghimbau kepada segenap kaum muslimin yang memiliki kelapangan rezeki untuk turut berta'awun meringankan beban beliau.
Donasi bisa ditransfer langsung ke:
🏧 Rekening Bank BNI
No Rek : 0052 455 888
Atas nama : Azwar Effendy
📝 setelah transfer mohon konfirmasi ke:
Abu Aslam Azwar
+62 813-7253-9203
(Telp/SMS/WA)
🔖 Donasi yang sudah terkumpul saat ini adalah :
Rp. 25.779.467,-
(Per tanggal 20/11/2020)
Berapapun besarnya bantuan yang diberikan semoga menjadi pemberat timbangan amalan kita disisi Allah.
Demikian info ini kami sampaikan Jazaakumullahu khairan wa Baarakallahu fiikum.
✍🏽 Mengetahui,
- Ustadz Abu Luqman bin Muhammad Syuaib
- Ustadz Abu Sa'ad Sa'id Hamzah
- Ustadz Abu Fida Husni
Hafizahumullahu ta'ala
ℹ️ Informasi & Publikasi Ma'had an-Najiyah Batam
::
📬 ADAKALANYA DIBUTUHKAN UNTUK TETAP MENGKLARIFIKASI BERITA MESKIPUN ORANG YANG MENUKIL AMANAH
Pertanyaan:
Ketika datang seseorang menyampaikan khabar kepada saya, saya berkata kepadanya: Kami masih akan tatsabbut (klarifikasi lagi) karena Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian seorang yang fasik dengan membawa berita, pastikanlah kebenarannya." (Q.S al-Hujurat ayat 6)
Maka orang itu berkata: Apakah saya fasik? Atau apakah engkau menganggap bahwa saya ini fasik? Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?
Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah:
Sikap tatsabbut (klarifikasi terhadap) informasi dibutuhkan oleh seseorang dari dua sisi:
◻️ Pertama: dari sisi amanah. Inilah yang dimaksudkan dalam firman Allah Ta’ala:
إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ
"Jika datang kepada kalian seorang yang fasik..".(Q.S al-Hujurat ayat 6)
Karena orang yang fasik tidaklah amanah.
◻️ Kedua: dari sisi kekuatan. Yaitu kekuatan hafalan dalam menerima dan menyampaikan.
Bisa juga dari sisi kecepatan dan ketergesa-gesaan. Jika saya menyatakan: "Masih akan saya klarifikasi". Bukanlah saya menyatakan bahwa anda fasik. Anda menurut saya adalah orang yang adil. Namun kadangkala anda memahami sesuatu berbeda dengan yang dimaksudkan. Kadangkala anda tergesa-gesa dan kadang anda lupa.
Dan tidak semestinya jika seseorang yang secara dzhahirnya adil menyampaikan berita kepada dia kemudian dia membacakan ayat itu. Ini tidak boleh. Karena kalau ia membacakan ayat itu kepadanya ketika orang tersebut menyampaikan berita, (bisa dipahami) bahwasanya orang itu fasik. Ini tidak boleh.
Namun hendaknya anda berkata: Saya sekarang mendengar ucapan anda. Namun saya masih akan mengkaji pembahasan ini. Jika ia memang masih ragu (dalam hal itu, pent).
Sumber: https://binothaimeen.net/content/6014 (Liqaa’ al-Baab al-Maftuuh (207/11)).
🇸🇦 Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
السؤال
عندما يأتي أحد بخبر لي، وقلت له: لا بد أن نتثبت لأن الله سبحانه وتعالى يقول: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا } [الحجرات:6] فيقول: هل أنا فاسق؟ أو تعتقد أني فاسق؟ فما رأيكم في هذا؟
الجواب
التثبت يحتاج الإنسان إليه من جهتين: الأول: من جهة الأمانة, وهذا هو الذي يعنيه قوله تعالى: { إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ } [الحجرات:6] لأن الفاسق ليس بأمين.
الثاني: من جهة القوة, وهو قوة الحفظ تلقياً وأداءً من حيث السرعة والعجلة, فأنا إذا قلت: سأتثبت.
لا أقول: إنك فاسق، أنت عندي عدل, لكن قد تفهم الشيء خلاف ما يراد به وقد تتعجل وقد تنسى.
ولا ينبغي للإنسان إذا أخبره شخص ظاهره العدالة أن يقرأ الآية، لا يجوز, لأنه إذا قرأها عندما يخبره يعني أن الرجل فاسق وهذا لا يجوز, لكن تقول: أنا الآن سمعت ما تقول، وسأبحث في الموضوع إذا كان في شك.
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 ADAKALANYA DIBUTUHKAN UNTUK TETAP MENGKLARIFIKASI BERITA MESKIPUN ORANG YANG MENUKIL AMANAH
Pertanyaan:
Ketika datang seseorang menyampaikan khabar kepada saya, saya berkata kepadanya: Kami masih akan tatsabbut (klarifikasi lagi) karena Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian seorang yang fasik dengan membawa berita, pastikanlah kebenarannya." (Q.S al-Hujurat ayat 6)
Maka orang itu berkata: Apakah saya fasik? Atau apakah engkau menganggap bahwa saya ini fasik? Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?
Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah:
Sikap tatsabbut (klarifikasi terhadap) informasi dibutuhkan oleh seseorang dari dua sisi:
◻️ Pertama: dari sisi amanah. Inilah yang dimaksudkan dalam firman Allah Ta’ala:
إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ
"Jika datang kepada kalian seorang yang fasik..".(Q.S al-Hujurat ayat 6)
Karena orang yang fasik tidaklah amanah.
◻️ Kedua: dari sisi kekuatan. Yaitu kekuatan hafalan dalam menerima dan menyampaikan.
Bisa juga dari sisi kecepatan dan ketergesa-gesaan. Jika saya menyatakan: "Masih akan saya klarifikasi". Bukanlah saya menyatakan bahwa anda fasik. Anda menurut saya adalah orang yang adil. Namun kadangkala anda memahami sesuatu berbeda dengan yang dimaksudkan. Kadangkala anda tergesa-gesa dan kadang anda lupa.
Dan tidak semestinya jika seseorang yang secara dzhahirnya adil menyampaikan berita kepada dia kemudian dia membacakan ayat itu. Ini tidak boleh. Karena kalau ia membacakan ayat itu kepadanya ketika orang tersebut menyampaikan berita, (bisa dipahami) bahwasanya orang itu fasik. Ini tidak boleh.
Namun hendaknya anda berkata: Saya sekarang mendengar ucapan anda. Namun saya masih akan mengkaji pembahasan ini. Jika ia memang masih ragu (dalam hal itu, pent).
Sumber: https://binothaimeen.net/content/6014 (Liqaa’ al-Baab al-Maftuuh (207/11)).
🇸🇦 Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
السؤال
عندما يأتي أحد بخبر لي، وقلت له: لا بد أن نتثبت لأن الله سبحانه وتعالى يقول: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا } [الحجرات:6] فيقول: هل أنا فاسق؟ أو تعتقد أني فاسق؟ فما رأيكم في هذا؟
الجواب
التثبت يحتاج الإنسان إليه من جهتين: الأول: من جهة الأمانة, وهذا هو الذي يعنيه قوله تعالى: { إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ } [الحجرات:6] لأن الفاسق ليس بأمين.
الثاني: من جهة القوة, وهو قوة الحفظ تلقياً وأداءً من حيث السرعة والعجلة, فأنا إذا قلت: سأتثبت.
لا أقول: إنك فاسق، أنت عندي عدل, لكن قد تفهم الشيء خلاف ما يراد به وقد تتعجل وقد تنسى.
ولا ينبغي للإنسان إذا أخبره شخص ظاهره العدالة أن يقرأ الآية، لا يجوز, لأنه إذا قرأها عندما يخبره يعني أن الرجل فاسق وهذا لا يجوز, لكن تقول: أنا الآن سمعت ما تقول، وسأبحث في الموضوع إذا كان في شك.
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
Ⓜ NASEHAT UNTUK TATSABBUT SERTA MENJAUHI ISTI'JAL (TERBURU-BURU) SEGERA MENYEBARKAN BERITA TANPA TAHU KAPASITAS DIRI
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Fauzan bin Abdul Karim -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:06:17
◙ Ukuran file 2,2 MB
◙ Link: http://bit.ly/2UNJmqe
*) Mudah menilai, menghukumi, mengomentari permasalahan besar/perkara penting tanpa menimbang, meneliti (hanya membaca judul saja).
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Ⓜ NASEHAT UNTUK TATSABBUT SERTA MENJAUHI ISTI'JAL (TERBURU-BURU) SEGERA MENYEBARKAN BERITA TANPA TAHU KAPASITAS DIRI
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Fauzan bin Abdul Karim -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:06:17
◙ Ukuran file 2,2 MB
◙ Link: http://bit.ly/2UNJmqe
*) Mudah menilai, menghukumi, mengomentari permasalahan besar/perkara penting tanpa menimbang, meneliti (hanya membaca judul saja).
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 APAKAH MENANYAKAN KEADAAN SESEORANG TERMASUK MANHAJ SALAF?
Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah
Pertanyaan:
Baarakallahu fiikum wa ahsana ilaikum, apakah menanyakan keadaan seseorang termasuk manhaj Salaf?
Jawaban:
Menanyakan keadaan seseorang termasuk manhaj Salaf. Hal ini sebagaimana perkataan Ibnu Sirin rahimahullah:
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِيْنٌ فَانْظُرُوْا مِمَنْ تَأْخُذُوْنَ دِيْنَكُمْ.
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian akan mengambil agama kalian!”
Hanya saja sebagian orang ada yang bertanya dengan jujur dan ikhlash, tujuannya adalah untuk mengambil ilmu agama dari orang-orang yang memang pantas diambil ilmunya, yaitu orang-orang berilmu dan yang memiliki akidah yang benar dan manhaj yang benar pula. Orang yang tujuannya seperti ini maka boleh baginya untuk bertanya.
Sedangkan sebagian orang yang lain ada yang bertanya namun tujuannya hanya untuk menyebarkan fitnah. Di masa ini banyak muncul pertanyaan: “Bagaimana pendapat Anda tentang si fulan dan bagaimana pendapat Anda tentang manhaj si fulan?” Padahal tujuannya bukan untuk mengambil faedah darinya (jika dia di atas kebenaran –pent) atau untuk menjauhinya (jika dia orang yang menyimpang –pent).
Tetapi tujuannya hanyalah perkara yang lain, yaitu melemparkan dan menyebarkan fitnah di tengah-tengah manusia. Maka pertanyaan-pertanyaan yang tujuannya semacam ini tidak boleh, karena hanya akan menyebabkan fitnah. Dan segala sesuatu itu tergantung tujuannya.
Adapun jika si penanya menginginkan kebaikan dan ingin belajar serta mengambil ilmu agama yang benar, maka wajib atas engkau untuk menunjukkan kepadanya siapa yang boleh dia ambil ilmunya. Baarakallahu fiikum.
@ForumSalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 APAKAH MENANYAKAN KEADAAN SESEORANG TERMASUK MANHAJ SALAF?
Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah
Pertanyaan:
Baarakallahu fiikum wa ahsana ilaikum, apakah menanyakan keadaan seseorang termasuk manhaj Salaf?
Jawaban:
Menanyakan keadaan seseorang termasuk manhaj Salaf. Hal ini sebagaimana perkataan Ibnu Sirin rahimahullah:
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِيْنٌ فَانْظُرُوْا مِمَنْ تَأْخُذُوْنَ دِيْنَكُمْ.
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian akan mengambil agama kalian!”
Hanya saja sebagian orang ada yang bertanya dengan jujur dan ikhlash, tujuannya adalah untuk mengambil ilmu agama dari orang-orang yang memang pantas diambil ilmunya, yaitu orang-orang berilmu dan yang memiliki akidah yang benar dan manhaj yang benar pula. Orang yang tujuannya seperti ini maka boleh baginya untuk bertanya.
Sedangkan sebagian orang yang lain ada yang bertanya namun tujuannya hanya untuk menyebarkan fitnah. Di masa ini banyak muncul pertanyaan: “Bagaimana pendapat Anda tentang si fulan dan bagaimana pendapat Anda tentang manhaj si fulan?” Padahal tujuannya bukan untuk mengambil faedah darinya (jika dia di atas kebenaran –pent) atau untuk menjauhinya (jika dia orang yang menyimpang –pent).
Tetapi tujuannya hanyalah perkara yang lain, yaitu melemparkan dan menyebarkan fitnah di tengah-tengah manusia. Maka pertanyaan-pertanyaan yang tujuannya semacam ini tidak boleh, karena hanya akan menyebabkan fitnah. Dan segala sesuatu itu tergantung tujuannya.
Adapun jika si penanya menginginkan kebaikan dan ingin belajar serta mengambil ilmu agama yang benar, maka wajib atas engkau untuk menunjukkan kepadanya siapa yang boleh dia ambil ilmunya. Baarakallahu fiikum.
@ForumSalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
Ⓜ TESIBUKKAN DENGAN HAL-HAL YANG TIDAK BERMANFAAT, SERAMPANGAN/NGAWUR, TIDAK TA'ANNI DI MEDIA SOSIAL (MEDSOS)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Saiful Bahri -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:11:15
◙ Ukuran file 2,6 MB
◙ Link: http://bit.ly/3pQFTWc
*) Qila wa qola dalam menukil dan berpenampilan bukan dirinya tanpa identitas.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Ⓜ TESIBUKKAN DENGAN HAL-HAL YANG TIDAK BERMANFAAT, SERAMPANGAN/NGAWUR, TIDAK TA'ANNI DI MEDIA SOSIAL (MEDSOS)
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Saiful Bahri -hafizhahullah-
◙ Durasi 00:11:15
◙ Ukuran file 2,6 MB
◙ Link: http://bit.ly/3pQFTWc
*) Qila wa qola dalam menukil dan berpenampilan bukan dirinya tanpa identitas.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️