منتدى نشر الفـــــــوائد
7.58K subscribers
4.3K photos
256 videos
279 files
5.61K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
📬 KOKOH DI ATAS KEBENARAN WALAUPUN HANYA SENDIRI

قال الشيخ عبيد الجابري حفظه الله :

"فكيف يجعل السلفيون أيديهم في يد من يحارب منهج السلف؟! وهذه هي الغربة ؛ لقلة السالكين على الحق.
والسلفيون يرون أنهم كثير وإن قل عددهم ؛ ﻷن من كان على الحق فهو الجماعة ، وإن كان وحده ."

📚 رد العلامة عبيد الجابري على قواعد الحلبي الجديدة ص ٤٩

Berkata asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry hafizhahullah :

"Maka bagaimana bisa Salafiyyun menaruh tangan-tangan mereka di tangan orang-orang yang memerangi manhaj Salaf ???!

Dan ini adalah (bukti) keterasingan, karena sedikitnya orang-orang yang menempuh kebenaran.

Dan Salafiyyun menganggap bahwasanya diri mereka jumlahnya banyak walaupun (kenyataannya) jumlah mereka sedikit, karena siapapun yang berada di atas kebenaran maka dia adalah jama'ah, walaupun hanya sendiri."

📚 Radd al-'Allamah Ubaid al-Jabiry 'ala qawa'id al halabiy al jadidah hal.49 | @hikmahsalafiyyah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 JANGANLAH KALIAN MENJADI RUWAIBIDLOH ‼️: ORANG YANG BODOH YANG BICARA DALAM URUSAN YANG UMUM

Datang sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi -ﷺ - pernah bersabda :

سيأتِي على الناسِ سنواتٌ خدّاعاتٌ؛ يُصدَّقُ فيها الكاذِبُ، ويُكذَّبُ فيها الصادِقُ، ويُؤتَمَنُ فيها الخائِنُ، ويخَوَّنُ فيها الأمينُ، وينطِقُ فيها الرُّويْبِضَةُ . قِيلَ : يا رسول الله وما الرُّويْبِضةُ ؟ قال : الرجُلُ التّافِهُ يتَكلَّمُ في أمرِ العامةِ

"Akan mendatangi manusia tahun-tahun penuh makar. Pada tahun tersebut seorang pendusta dianggap sebagai orang jujur, yang jujur dianggap sebagai pendusta, yang amanah dianggap khianat dan yang khianat dianggap amanah, dan pada saat itu ruwaibidloh berbicara ". Ada yang tanya : "Wahai Rasululloh, siapa itu ruwaibidloh ? ". Nabi - ﷺ - menjawab : " Ruwaibidloh adalah orang yang bodoh yang bicara dalam urusan yang umum".

[Hadits dihasankan oleh Al-Albani - رحمه الله - dalam ash-shohihah 4/508]

Berkata Asy-Syathibi - رحمه الله - tentang Ar-Ruwaibidloh :

(( قالوا: هو الرجل التافه الحقير ينطق فى أمور العامة،كأنه ليس بأهل أن يتكلم فى أمور العامة فيتكلم))

"Mereka berkata : Ruwaibidloh adalah orang yang bodoh lagi rendahan yang berani berbicara dalam urusan yang umum. Sepertinya dia tidak pantas berbicara dalam urusan yang umum tapi dia tetap berani berbicara".
[Al-I'tishom 2/681]


Di masa ini telah nampak dan banyak bermunculan apa yang disebut dengan ruwaibidloh dunia internet.

Dan mereka memposting, menulis, menyebarkan, berbicara tentang ilmu syar'i dan dakwah bahkan dalam masalah fitnah yang umum, yang samar lagi gelap, dan juga dalam perkara-perkara yang besar dalam keadaan mereka bukan ulama, tidak dikenal sebagai orang yang kokoh ilmunya.

بل و لا يصدق على بعضهم أنهم طلبة العلم مع الإبهام فى الاسم فى كثير من الأحيان.

Bahkan sebagian mereka tidak yakin bahwa mereka itu para penuntut ilmu ditambah lagi MASIH MUBHAM (BELUM JELAS) NAMANYA pada beberapa kesempatan.

Kebanyakan mereka tidaklah nampak dan aktif kecuali ketika muncul fitnah lalu menyebarkan semua yang sedang beredar tanpa cross check, tanpa hati-hati, tanpa rohmah dan hikmah.

Maka dengan sebab itu terjadilah kejelekan, kekacauan, fitnah dan kerusuhan. Diantara ciri-ciri ruwaibidloh ialah :

(1). Berbangga diri dengan ilmu.
(2). Menampilkan diri sebelum waktunya.
(3). Menyebarkan setiap apa yang beredar.
(4). Lancang dan terburu-buru dalam memberi fatwa dan menghukumi.
(5). Mendebat setiap orang yang berselisih dengannya tanpa akhlak dan ilmu.

Dan selainnya dari akhlak-akhlak yang tercela dan bermadlorot (merusak).

Dan tidak ada seorangpun yang lebih buruk dan jelek daripada orang yang menjadikan ruwaibidloh sebagai tentaranya dan mendorong mereka untuk mengobarkan fitnah, kerusuhan di tengah-tengah kaum muslimin.

Semoga Alloh melindungi kami dan kalian dari kejelekan ruwaibidloh.

📨 NASEHATKU UNTUK SANTRI-SANTRIKU (Seri 10)

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى | Sidayu, kamis 22 Muharram 1442 H @mahadalbayyinah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HAKIKAT ORANG YANG SOMBONG

Apa itu hakikat kesombongan? Kesombongan adalah akhlak yang sangat buruk. Kesombongan juga akan melahirkan banyak keburukan.

Simak nasehat Imam Abu Abdillah bin Batthah rahimahullah. Beliau berkata: :

ﻓــﺎﻋﻠــﻢ ﻳﺎ ﺃﺧــﻲ أن ﻣﻦ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻧﺼﺮ اﻟﺨﻄﺄ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﻟـﻢ ﻳﺆﻣـﻦ ﻋﻠﻴﻪ أﻥ ﻳﺴﻠﺒـﻪ ﺍﻟﻠﻪ إيماﻧـﻪ. ﻷ‌ﻥ ﺍﻟﺤﻖ ﻣﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ إليك. افترﺽ ﻋﻠﻴﻚ طاعته ﻓﻤﻦ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﺄﻧﻜﺮﻩ ﺑﻌﺪ ﻋﻠﻤﻪ ﻟﻪ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺘﻜﺒﺮﻳﻦ ﻋﻠﻰ الله ﻭﻣﻦ ﻧﺼﺮ ﺍﻟﺨﻄﺄ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺣﺰﺏ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ.  

[ﺍﻹباﻧــﺔ –547/2]

"Ketahuilah wahai saudaraku, barangsiapa membenci kebenaran yang datang dari orang lain dan membela kesalahan dirinya, tidak aman baginya Allah akan mencabut keimanannya.

Sebab, kebenaran itu datangnya dari Rasulullah ﷺ kepadamu, diwajibkan atasmu untuk menaatinya.

Barangsiapa mendengar kebenaran kemudian mengingkarinya setelah ia mengetahuinya, maka ia termasuk orang-orang yang sombong kepada Allah.

Barangsiapa yang membela kesalahan, maka ia termasuk golongan setan.”

Inilah hakekat kesombongan. Semoga Allah menggolongkan kita termasuk hamba-Nya yang mudah menerima kebenaran dan tidak terus-menerus di atas kesalahan.  

Sumber: Kitab al-Ibanah 2/547.
http://mahad-assalafy.com/hakikat-orang-yang-sombong/ | Ma'had As-Salafy

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HAKIKAT BERDZIKIR DAN TAKUT KEPADA ALLAH

Said bin Jubair (salah seorang Tabi'in, murid Sahabat Nabi Ibnu Abbas) rahimahullah berkata:

إِنَّ الْخَشْيَةَ أَنْ تَخْشَى اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَحُولَ خَشْيَتُكَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ، فَتِلْكَ الْخَشْيَةُ، وَالذِّكْرُ طَاعَةُ اللهِ، فَمَنْ أَطَاعَ اللهَ فَقَدْ ذَكَرَهُ، وَمَنْ لَمْ يُطِعْهُ فَلَيْسَ بِذَاكِرٍ وَإِنْ أَكْثَرَ التَّسْبِيحَ وَقِرَاءَةَ الْقُرْآنِ

"Sesungguhnya perasaan takut (yang sebenarnya) kepada Allah Ta’ala adalah yang menghalangimu untuk bermaksiat kepada-Nya. Itulah takut (sebenarnya).

Sedangkan dzikir adalah (menjalankan) ketaatan kepada Allah.

◻️Barang siapa yang taat kepada Allah, maka sesungguhnya ia berdzikir (mengingat) Allah.

◻️Barang siapa yang tidak taat kepada-Nya, bukanlah orang yang berdzikir. Meskipun ia memperbanyak tasbih dan membaca al-Quran". (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’)

(Abu Utsman Kharisman)
WA al I'tishom

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KIAT SELAMAT SAAT UJIAN BERAT

Berbagai fitnah (ujian, cobaan dan godaan) datang silih berganti. Dengannya akan terbedakan antara manusia yang jujur dan dusta dalam keimanannya. Siapa yang selamat dia akan mendapatkan kebahagiaan.

Bagaimanakah kiat selamat menghadapi ujian yang berat ini?

Simak pembahasan berikut barakallahufikum, Imam Abu Bakr al-Ajurry rahimahullah berkata,

فَإِنَّ الْفِتَنَ عَلَى وُجُوهٍ كَثِيرَةٍ، وَقَدْ مَضَى مِنْهَا فِتَنٌ عَظِيمَةٌ، نَجَا مِنْهَا أَقْوَامٌ، وَهَلَكَ فِيهَا أَقْوَامٌ بِاتِّبَاعِهِمُ الْهَوَى، وَإِيَثَارِهِمْ لِلدُّنْيَا، فَمَنْ أَرَادَ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا فَتَحَ لَهُ بَابَ الدُّعَاءِ، وَالْتَجَأَ إِلَى مَوْلَاهُ الْكَرِيمِ، وَخَافَ عَلَى دِينِهِ، وَحَفِظَ لِسَانَهُ، وَعَرَفَ زَمَانَهُ، وَلَزِمَ الْمَحَجَّةَ الْوَاضِحَةَ السَّوَادَ الْأَعْظَمَ، وَلَمْ يَتَلَوَّنْ فِي دِينِهِ، وَعَبَدَ رَبَّهُ تَعَالَى، فَتَرَكَ الْخَوْضَ فِي الْفِتْنَةِ، فَإِنَّ الْفِتْنَةَ يَفْتَضِحُ عِنْدَهَا خَلْقٌ كَثِيرٌ، أَلَمْ تَسْمَعْ إِلَى قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ مُحَذِّرٌ أُمَّتَهُ الْفِتَنَ؟ قَالَ: «يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا، وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا، وَيُصْبِحُ كَافِرًا»

"Sungguh berbagai fitnah muncul dengan beragam bentuk, telah berlalu darinya fitnah-fitnah yang besar. Sekelompok manusia selamat darinya dan sekelompok lainnya binasa karena mengikuti hawa nafsu dan  mengedepankan dunia.

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka:

❏ Allah akan bukakan pintu doa baginya (diberi taufik untuk banyak berdoa).

❏ Dia akan berlindung kepada Sang Penolong yang Maha Pemurah.

❏ Dia akan takut dan khawatir terhadap keselamatan agamanya.

❏ Dia selalu menjaga lisannya, mengenali (kondisi dan situasi) zamannya.

❏ Dia senantiasa berpegang dengan dalil yang jelas, yaitu al-Jamaah (jalannya para sahabat radhiyallahu ‘anhum).

❏ Dia tidak bergonta-ganti warna dalam agamanya Dia senantiasa beribadah kepada Rabbnya.

❏ Dia tidak berlebih-lebihan dalam membicarakan fitnah.

Karena ketika fitnah terjadi, tersingkaplah hakikat banyak orang. Tidakkah Anda mendengar sabda Nabi ﷺ tatkala beliau memperingatkan umatnya dari bahaya fitnah,

يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا

“Seseorang di pagi hari masih mukmin namun di sore hari sudah menjadi kafir. Seorang di sore hari masih mukmin, di pagi harinya sudah menjadi kafir.” (HR. Muslim no. 118)

Demikianlah kiat agar selamat dari fitnah dan ujian.
Semoga Allah Ta’ala menjadikan kami orang-orang yang istiqamah di atas kebenaran dan terhindar dari berbagai fitnah. Amin.

Sumber Kitab asy-Syari’ah (1/392)
http://mahad-assalafy.com/kiat-selamat-saat-ujian-berat/ | Ma'had As-Salafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KETIDAKTAHUAN AKAN PERMASALAHAN AGAMA ADALAH BEBAN BAGI MANUSIA

Sahabat Nabi Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata kepada Ikrimah:

انْطَلِقْ فَأَفْتِ النَّاسَ فَمَنْ سَأَلَكَ عَمَّا يَعْنِيهِ فَأَفْتِهِ وَمَنْ سَأَلَكَ عَمَّا لَا يَعْنِيهِ فَلَا تُفْتِهِ، فَإِنَّكَ تَطْرَحُ عَنِّي ثُلُثَيْ مَؤُونَةِ النَّاسِ

"Pergilah, sampaikanlah fatwa kepada manusia. Barang siapa yang bertanya kepadamu tentang hal yang penting baginya, berikanlah fatwa kepadanya. Barang siapa yang bertanya kepadamu tentang sesuatu yang tidak penting baginya, janganlah berfatwa kepadanya. Sesungguhnya engkau telah menghilangkan dariku dua pertiga beban (kesukaran) pada manusia." (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’ (3/327), dinukil pula oleh Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan Nihaayah).


Ucapan Ibnu Abbas ini memberikan pelajaran berharga pada kita, di antaranya adalah:

❏ Pertama: Ini adalah rekomendasi dari Ibnu Abbas akan kelayakan berfatwa bagi Ikrimah, seorang Tabi’i.

❏ Kedua: Tidak setiap pertanyaan harus dijawab. Meski kita mengetahui jawabannya. Apabila orang yang bertanya memang membutuhkan jawaban itu, dan kita mengetahuinya, berikanlah jawaban yang baik.

❏ Ketiga: Ketidaktahuan akan ilmu agama menimbulkan beban kesukaran pada manusia. Jawaban dan bimbingan dari orang yang berilmu akan menghilangkan beban tersebut.

(Abu Utsman Kharisman)
WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Berikut ini pdf artikel “Kemudahan Syariat Islami di Masa Pandemi”

Diantara Daftar Isinya:

- Kapan Kita Shalat Jum'at dan Berjama'ah?
- Ibadah adalah Ghayah (Tujuan Utama)
- Rambu-rambu Penting dalam Beribadah
- Terhalang Udzur, Pahala Tetap Tercatat
- Regulasi Pemerintah Terkait Ibadah Di Masa Wabah
- Masjid Sebagai Bagian Dari Pondok Pesantren
- Masjid Umum
- Prinsip Taat Kepada Waliyyul Amr (Pemerintah)
- Prinsip Mengamalkan Ilmu
- Waspada Dari Sikap Berlebihan
- Prinsip Dan Sikap Salafy
- Harapan dan Do'a


Silahkan download:

⇓⇓⇓⇓⇓
::
📬AKHLAK YANG BURUK BISA MERUSAK UKHUWAH DAN BERBAHAYA BAGI DAKWAH

Termasuk prinsip Islam yang besar ialah prinsip Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan se-Islam) dan saling bersaudara karena Alloh تعالى.

Allah ﷻ berfirman :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ..

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara... ". (QS. Al-Hujuraat ayat 10)

Disebutkan dalam hadits :

((..وكُونُوا عِبادَ اللهِ إخْوانًا))

" ... Dan jadilah kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara ... ".

Dan jujurnya persaudaraan bisa diwujudkan dengan dua hal :

1. Melakukan sebab-sebab baik berupa ucapan atau perbuatan yang bisa memperkuat ukhuwah, seperti : saling tawadlu', saling menasehati, saling menghibur, saling mengunjungi, saling memberi hadiah, menutup aib saudaranya, memenuhi janji, dan selain daripada itu.

2. Meninggalkan sebab-sebab baik berupa ucapan atau perbuatan yang bisa merusak ukhuwah, seperti : mengejek, meremehkan, menghina, sombong, hasad, dengki, menyebarkan rahasia, dan selainnya.


Diantara akhlak jelek yang menunjukkan rendah dan buruknya pemiliknya ialah :

تتبع زلات الإخوان و أخطائهم و يتذكرها دائما فى ذهنه، فهذا خلق المنافقين.

◻️ Mencari-cari ketergelinciran saudara-saudaranya dan kesalahannya. Ia selalu mengingatnya dalam pikirannya. Maka ini merupakan perangai kaum munafik.

و أخبث من هذا أنه إذا حصل بينه و بين أخيه أوإخوانه شيئ أظهر تلك الزلات و الأخطاء ،

◻️ Dan yang lebih buruk darinya apabila terjadi sesuatu antara dia dan saudaranya atau saudara-saudaranya maka dia tampakkan ketergelincirannya, kesalahannya.

و أخبث منه أن يظهرها أمام غيره من الإخوان بل أمام الملأ ،فهذا يدل على حقد دفين و هذا الفعل يعتبر نميمة شنيعة لغرض الاستعلاء على إخوانه.

◻️ Dan lebih buruk lagi dari itu ia menampakkannya di depan orang lain dari saudara-saudaranya bahkan di depan khalayak ramai. Maka ini menunjukkan adanya dendam yang terpendam. Dan perbuatan ini bisa dibilang sebagai bentuk namimah yang buruk dengan sebab ia merasa lebih tinggi dari saudara-saudaranya.

و أخبث من هذا كله أن يظهر تلك الزلات و الأخطاء أمام الاخوان مع أن صاحب تلك الزلات و الاخطاء قد عرف و اشتهر بالتوبة منها و لم يعُد إليها ،فأي خلق أخبث و شر من هذا؟

◻️ Bahkan lebih buruk lagi dari ini semua ialah ia menampakkan ketergelinciran dan kesalahan tadi di hadapan ikhwan dalam keadaan orang yang tergelincir dan bersalah tadi adalah orang yang diketahui dan dikenal sudah bertaubat dari perbuatan tersebut dan tidak mengulanginya. Maka akhlak manakah yang lebih buruk dan jelek dari akhlak semacam ini?

Ini adalah akhlak jelek yang menunjukkan adanya kerendahan dan keburukan serta kedengkian (pada pelakunya). Kita berlindung kepada Alloh dari kerendahan ini.

Sungguh akhlak tersebut adalah akhlak yang bisa merusak ukhuwah dan menjadi sebab permusuhan.

Lantas apa sangkaanmu jikalau terjadi semacam ini di dunia dakwah dari orang-orang yang ikut bergabung mendakwahkan Islam dari kalangan da'i, mubaligh atau semisalnya?

Demi Alloh, akhlak tersebut benar-benar akan merusak dakwah, menodai nama baik dakwah, menimbulkan berbagai fitnah dan kekacauan, memicu permusuhan dan kemarahan dan selainnya dari bentuk-bentuk mudharat dan kerusakan.

Hendaknya kalian - semoga Alloh memberkahi kalian - berakhlak dengan akhlak mulia dan menghiasi mu'amalah dan dakwah kalian dengannya ...

Dan jauhilah oleh kalian perangai-perangai yang jelek lagi buruk yang berpotensi merusak ukhuwah dan dakwah ...

Ya Alloh, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari akhlak yang jelek, hawa nafsu yang jelek, penyakit yang jelek, dan amalan yang jelek ".

Dan Allohlah yang memberikan taufiq untuk hamba-Nya.

📨 NASEHATKU UNTUK SANTRI-SANTRIKU (Seri-9)

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى | Sidayu, Rabu 21 Muharram 1442 H

🌏 @mahadalbayyinah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
.:
BERMUSUHAN KARENA PERSAINGAN (USAHA, DAGANG, BISNIS, JUALAN) YANG TIDAK SEHAT

🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin -hafizhahullah-

🗓 Kajian "Perusak-Perusak Ukhuwah" | Ahad, 06 Rabi'ul Awwal 1441 H / 03 November 2019 M di Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas

◙ Durasi 00:25:07
◙ Ukuran file 5,9 MB
◙ Link: http://bit.ly/37Hln3z

#dunia #bangkai #anjing #berebut #ribut #menjegal

(*) Dicontohkan usaha Bubur Ayam dan Es Buah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 APAKAH DISYARIATKAN MEMBACAKAN YASIN KEPADA ORANG YANG AKAN MENINGGAL DUNIA?

وَعَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ ﷺ قَالَ: ( اقْرَؤُوا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ

Dari Ma'qil bin Yasar radhiyallahu anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Bacakanlah surat Yasin atas orang yang hampir mati di antara kamu."

[Riwayat Abu Dawud dan anNasa'i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban]. <<didhaifkan Syaikh al-Albany dalam Dhaiful Jami’, ad-Daraquthny menyatakan: hadits ini sanadnya lemah, matannya MAJHUL (tidak dikenal) dan dalam masalah-membaca Yasin untuk mayit- ini tidak ada hadits yang shahih (atTalkhiisul Habir (2/245))>>



PENJELASAN:

Para Ulama’ berbeda pendapat tentang membaca surat Yasin bagi yang akan meninggal dunia.

1). PENDAPAT PERTAMA : disyariatkan untuk membacakan Yasin bagi yang akan meninggal dunia. Di antara yang berpendapat demikian adalah Ahmad, Ibnu Qudamah, Ibnu Hibban, Ibnu Taimiyyah, Syaikh Muhammad bin Ibrahim.

Menurut mereka makna ‘mautaakum’ dalam hadits ini adalah orang yang akan meninggal bukan orang yang sudah meninggal, sebagaimana penjelasan dari Ibnu Hibban yang meriwayatkan hadits tersebut dengan menukil penjelasan Abu Hatim (Shahih Ibnu Hibban no hadits 3002)

Hadits pada jalur di atas adalah lemah, namun terdapat jalur lain yang dianggap bisa menguatkan, di antaranya:

عن صَفْوَان قال : حَدَّثَنِي الْمَشْيَخَةُ أَنَّهُمْ حَضَرُوا غُضَيْفَ بْنَ الْحَارِثِ الثُّمَالِيَّ صحابي) حِينَ اشْتَدَّ سَوْقُهُ ، فَقَالَ : هَلْ مِنْكُمْ أَحَدٌ يَقْرَأُ يس ؟ قَالَ : فَقَرَأَهَا صَالِحُ بْنُ شُرَيْحٍ السَّكُونِيُّ ، فَلَمَّا بَلَغَ أَرْبَعِينَ مِنْهَا قُبِضَ . قَالَ : فَكَانَ الْمَشْيَخَةُ يَقُولُونَ : إِذَا قُرِئَتْ عِنْدَ الْمَيِّتِ خُفِّفَ عَنْهُ بِهَا . قَالَ صَفْوَانُ : وَقَرَأَهَا عِيسَى بْنُ الْمُعْتَمِرِ عِنْدَ ابْنِ مَعْبَدٍ

"Dari Shofwan ia berkata: telah mengabarkan kepadaku orang-orang yang sudah tua bahwasanya mereka menghadiri Ghudhaif bin al-Haarits ats-Tsumaaly –seorang Sahabat Nabi-ketika parah sakitnya. Ia berkata:
"Apakah ada seseorang di antara kalian yang bisa membaca Yasin?"

Kemudian Sholih bin Syuraih as-Sakuuny membacakannya. Ketika sampai 40-an ayat, ia meninggal. Shofwan berkata: para orang tua itu berkata: jika dibacakan Yasin pada orang yang akan meninggal dunia, akan diringankan baginya. Isa bin al-Mu’tamir membacakannya di sisi Ibnu Ma’bad." (riwayat Ahmad, dinyatakan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar bahwa sanadnya hasan dalam al-Ishoobah(5/324)).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan: “Membaca Yasin bagi orang yang sudah meninggal adalah bid’ah. Namun, disukai membacakan Yasin untuk orang yang akan meninggal dunia (al-Fataawa al-Kubro (5/363)).


2). PENDAPAT YANG KEDUA: Tidak disyariatkan membaca Yasin atau surat apapun pada orang yang akan meninggal dunia. Hal yang disyariatkan dalam kondisi itu hanyalah men-talqin (menuntun/ mendiktekan) bacaan Laa Ilaaha Illallaah.

Ulama’ yang berpendapat demikian menganggap hadits-hadits tentang pembacaan Yaasin tidak sampai pada derajat hasan (tidak bisa dijadikan landasan/ hujjah). Pendapat ini di antaranya dinyatakan oleh: ad-Daaraquthny, Syaikh Bin Baz, Syaikh al-Albany, Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad.

(dikutip dari buku "Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah", Abu Utsman Kharisman, penerbit Pena Hikmah) | WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Keadaan Manusia yang Berbolak-balik : Hari ini dia bersama fulan, besok bersama fulan yang lain..
::
📬 JAUHILAH PERANGAI SUKA MENGOBARKAN FITNAH ‼️

Diantara prinsip Salaf ialah bahwasanya yang namanya fitnah harus dijauhi bukan malah didatangi.

Disebutkan di dalam hadits :

 إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنِ جُنِّبَ الفِتَنَ

"Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang dijauhkan dari berbagai fitnah".

Al-Imam Adz-Dzahabi menyebutkan di kitab As-Siyar 3/148, bahwasanya Mu'awiyah - رضي الله عنه - pernah berkata :

إياكم و الفتنة فلا تهموا بها فإنها تفسد المعيشة و تكدر النعمة و تورث الاستئصال

"Jauhilah oleh kalian fitnah, janganlah kalian menginginkan datangnya fitnah karena sesungguhnya fitnah itu merusak kehidupan, memperburuk kenikmatan, dan membuahkan kebinasaan ".

Berkata Hudzaifah - رضي الله عنه - :

إياكم و الفتن، لا يشخص لها أحد، والله ما شخص فيها أحد إلا نسفته كما ينسف السيل الدمن.

"Jauhilah fitnah-fitnah ! Tidaklah seseorang pergi mendekati fitnah, demi Alloh tidaklah seseorang masuk ke dalam fitnah kecuali dia akan hancur binasa oleh fitnah tadi. Sebagaimana air bah menjadikan reruntuhan rumah itu hancur berantakan." [ Abdur Rozaq di dalam Al-Mushonnaf ]


Diantara yang sepantasnya diketahui ialah bahwa fitnah hanya dikobarkan oleh dua golongan:

1. Golongan yang punya tujuan jelek, ia ingin kejelekan menimpa kaum muslimin. Seperti : orang-orang kafir, para penyusup mereka, Ahlul Bid'ah dan bala tentaranya.

2. Golongan yang lebih berbahaya dari yang pertama, yaitu golongan yang punya niatan baik tapi ia bukan orang yang faqih lagi kokoh keilmuannya, bukan pula orang yang bijaksana lagi berakal.

Diantara tindakan-tindakan yang dilakukan oleh golongan yang ke dua ialah :

(1). Berani tampil sebelum waktunya, terlebih dalam masalah fitnah.

(2). Mendahului orang-orang yang telah tua dari sisi umur, ilmu dan lebih dulu berdakwah.

(3). Terburu-buru dalam menghukumi tanpa pertimbangan dan tidak pelan-pelan (hati-hati).

(4). Menyebarkan setiap yang ia baca, ia dengarkan, dan apa yang tersebar di lapangan, terlebih apa yang cocok dengan hawa nafsunya tanpa kehati-hatian dan tatsabbut (crosscheck).

(5). Dan lebih buruk lagi dari itu ialah ia menyebarkan tiap bantahan terhadap orang yang berselisih dengannya, walaupun sumbernya dari orang-orang yang menyimpang, atau tidak diketahui, atau orang yang dulu pernah jadi musuhnya, dan walaupun kebenaran ada bersama orang yang menyelisihinya.

↪️ Aku katakan :

كونوا مفاتيح للخير مغاليق للفتن..
و الله الهادى إلى سواء السبيل.

"Jadilah kalian para pembuka pintu kebaikan dan para penutup pintu fitnah.... Dan Alloh Dialah Dzat yang memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus ".


📨 NASEHATKU UNTUK SANTRI-SANTRIKU (Seri-7)

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى | Sidayu, Senin 19 Muharram 1442 H
🌏 @mahadalbayyinah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Nasehat yang disampaikan pada tempatnya..
::
📬 MENJAGA AGAR TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN ADALAH TERMASUK KEISLAMAN YANG PALING UTAMA

عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

"Dari Abu Musa –semoga Allah meridhainya- beliau berkata: Saya berkata: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Beliau bersabda: (yaitu) orang yang kaum muslimin lain selamat dari (kejahatan) lisan dan tangannya." (H.R al-Bukhari dan Muslim, lafadz sesuai riwayat Muslim)



Penjelasan:

Seorang muslim yang terbaik adalah yang menjaga dirinya agar muslim lain tidak terganggu atau tersakiti oleh ucapan atau perbuatannya.

Ucapan yang menyakitkan seperti ghibah, celaan, cercaan, umpatan, ejekan, hardikan, berteriak menimbulkan kebisingan, dan semisalnya.

Sedangkan perbuatan seperti memukul, membunuh, melempari rumahnya dengan batu dan segala macam sikap yang mengganggu atau menyakitkan.

Disebutkan dalam hadits tersebut bahwa pihak yang harus dijaga agar jangan sampai tersakiti adalah kaum muslimin.

Bagaimana dengan orang kafir? Apakah seorang muslim harus menjaga dirinya agar tidak menyakitinya juga?

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa terhadap orang kafir harbi yang memerangi kaum muslimin, itu tidak berlaku.

Namun, terhadap kafir lain yang tidak masuk kategori memerangi kaum muslimin, mereka juga harus dilindungi tidak boleh mengganggu atau menyakiti mereka.

(Disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin dalam Ta’liq ala Shahih Muslim dengan beberapa penyesuaian)

📝 Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
Dapatkan artikel bermanfaat lainnya di: www.itishom.org
WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 MEMBUKA MASJID DI MASA PANDEMI

Merupakan salah satu sifat orang beriman adalah cinta beribadah di masjid. Hatinya tentram jika dia shalat berjama’ah di masjid.

Dalam salah satu haditsnya, Nabi ﷺ memberitakan tentang tujuh jenis manusia yang pada hari kiamat nanti akan Allah naungi di bawah bayangan Arsy-Nya, salah satunya adalah:

وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ

“… dan seseorang yang hatinya tertambat di masjid-masjid…” (HR. al-Bukhari 660, 1423; Muslim 1031)

Imam an-Nawawi menjelaskan, “Maknanya adalah sangat cinta dengan masjid dan senantiasa melazimi shalat berjama’ah di masjid.” (Syarh Muslim)

Namun pada situasi pandemi Covid-19 sedang melanda dunia saat ini, maka seorang mukmin harus memperhatikan keselamatan kesehatan dan keamanan dari kemungkinan tertular Covid-19, demi keselamatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya.

Alhamdulillah, pemerintah kita telah memberikan petunjuk lengkap terkait dengan protokol pelaksanaan ibadah di masjid, sebagaimana tertuang dalam SE Kemenag no.15 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi, tertanggal 29 Mei 2020.

Surat edaran ini SE ini mengatur kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut, bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah. 

Meskipun daerah yang bersangkutan berstatus zona kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah yang dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah/kolektif.

Demikian pula, pelaksanaan ibadah di masjid harus memenuhi semua protokol yang ditetapkan dalam surat edaran Kemenag tersebut.

Apabila tidak bisa memenuhi protokol-protokol yang telah ditetapkan, maka sebuah masjid tidak dibenarkan menyelenggaran shalat/ibadah padanya, baik itu shalat berjama’ah 5 waktu, shalat Jum’at, dan ibadah yang lainnya.

Namun demikan, seorang muslim yang ikhlas menginginkan ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka dia tetap berharap pahala kepada Allah. Karena seorang hamba yang terhalangi dari mengerjakan suatu ibadah karena udzur, maka dia tetap mendapatkan pahala amal ibadah tersebut seutuhnya.

Islam adalah agama yang memberikan kemudahan. Dalam kondisi tertentu Islam memberikan keringanan dan izin untuk tidak mengerjakan suatu ibadah tertentu.

Sebagai contoh, Imam an-Nawawi, tokoh besar madzhab Syafi’i (631-676 H / 1234 – 1278M) rahimahullah menyebutkan beberapa udzur yang menyebabkan seseorang diizinkan tidak menghadiri shalat Jum’at:

“Shalat Jumat tidak wajib bagi orang sakit, baik ketidakhadirannya itu menyebabkan tidak terlaksananya sebuah shalat Jumat oleh penduduk suatu kampung karena faktor kurangnya jumlah jamaah (tidak memenuhi syarat), maupun tidak demikian kondisinya.
Hal ini berdasarkan hadis Thariq dan yang selainnya. Imam al-Bandaniji berkata, “Andaikan orang yang sakit memaksakan diri untuk shalat Jumat maka lebih utama.”
Para ulama madzhab Syafi’i berkata,
“Sakit yang dapat menggugurkan kewajiban shalat Jumat adalah sakit yang menyebabkan penderitanya mendapatkan kesusasahan yang nyata untuk menghadiri shalat Jumat yang tidak mungkin ditolerir lagi.”

Imam al-Mutawalli berkata,
“Dalam hal ini, termasuk orang sakit (yakni yang tidak wajib shalat Jumat) adalah orang yang terkena diare berat. Jika dia merasa mampu menahan diarenya yang berat itu, maka tetap haram baginya untuk menghadiri shalat berjamaah di masjid, karena tidak ada jaminan masjid yang dia shalat padanya aman dari tercemari benda najis.”

Imam al-Haramain berkata,
“Sakit yang dapat menggugurkan kewajiban shalat Jumat itu kondisinya lebih ringan daripada sakit yang menggugurkan kewajiban berdiri pada shalat fardhu. Sakit yang demikian teranggap sebagai uzur, layaknya uzur karena jalanan becek, hujan, dan semisalnya.” (Lihat al-Majmu’ Syarh alMuhadzdzab 4/486)

◻️ Termasuk dalam situasi pandemi saat ini, apabila seseorang berada di wilayah yang penyebaran Covid-19  belum terkendali, maka terpaksa dia tidak bisa shalat berjama’ah dan shalat Jum’at di masjid.

◻️ Atau di lingkungan masjid tersebut terdapat penularan Covid-19, maka masjid tersebut tidak boleh dibuka, sehingga dia pun terpaksa tidak bisa hadir di masjid.

◻️ Atau masjidnya ternyata tidak menerapkan protokol dengan benar, sehingga akan berakibat membawa risiko penularan Covid-19 bagi para jama’ah, maka dia pun terpaksa tidak bisa hadir di masjid.

Ini semua termasuk kemudahan syari’at Islam dalam masa pandemi.

Berikut kami sajikan tulisan berjudul “Kemudahan Syari’at Islam Di Masa Pandemi”.

Sumber: https://www.tanggapcovid19.com/membuka-masjid-di-masa-pandemi/

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
SE Kemenag no.15 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi, tertanggal 29 Mei 2020.