::
📬 BENARKAH AL-IMAM AL-BUKHARI BERPENDAPAT BAHWA LAFADZ SESEORANG SAAT MEMBACA AL-QUR'AN ADALAH MAKHLUK?
Asy-Syaikh Rabi' al-Madkhali hafizhahullah
Mohon dijelaskan kepada kami tentang fitnah yang dinisbatkan kepada al-Imam al-Bukhari bahwa lafazh seseorang saat membaca al-Qur’an adalah makhluk?
Jawab:
Tidak benar ucapan tersebut dari al-Imam al-Bukhari. Ini hanyalah kebohongan yang dituduhkan kepada beliau. Sebagaimana yang disebutkan oleh al-Imam ash-Shabuni tentang tuduhan dusta kepada al-Imam Ibnu Jarir bahwa beliau menyelisihi Ahlus sunnah.
Al-Imam ash-Shabuni berkata, “Sesungguhnya ini mengandung pelepasan diri Ibnu Jarir dari yang dituduhkan kepada beliau dan yang dituduhkan oleh Ahlul Bid’ah.” Demikian pula al- Bukhari, mereka menuduh beliau telah menyatakan , ”Lafazhku saat membaca al Qur’an adalah makhluk.” Beliau benar-benar berlepas diri dari tuduhan tersebut.
Al-Imam berkata, “Barangsiapa yang mengatakan bahwa ucapan tersebut dariku maka ia telah berdusta siapapun dia, dari negeri manapun dia, baik dari Hijaz ataupun negeri yang lain. Sungguh dia telah berdusta atasku. Aku tidak pernah mengucapkannya.” Bahkan telah ternukil dari al-Imam al-bukhari bahwa beliau pernah mengucapkan, “Barangsiapa mengatakan, 'Lafazhku saat membaca al Qur’an adalah makhluk maka dia kafir.'
Maka (dengan ini), mereka telah berdusta atas nama al-Imam al- Bukhari, sebagaimana yang terjadi sekarang dari tuduhan dusta al-Haddadiyyun al-affaakun (para pembohong) al-kadzdzabun (para pendusta) kepada kami. Bahkan mereka lebih dusta dari kelompok jahmiyyah yang membuat tipu daya terhadap al-Imam al-Bukhari dan lebih dusta dari orang-orang yang membuat tipu daya terhadap al-Imam Ibnu Jarir.
Mereka mengklaim bahwa kami adalah Murjiah dan kami tidak mengkafirkan orang yang meninggalkan jenis amalan serta kami berpendapat bolehnya bertanazul (mengalah) dari ‘ushul (prinsip)".
Demikianlah mereka mengklaim bahwa kami hanya bertanazul dari ‘ushul saja!!”. Aku telah sebutkan dalil-dalil dari kalamullah, perkataan rasul dan perkataan salaf serta prinsip-prinsip dan fikih mereka (salaf). Sama sekali aku tidak mengatakan:" aku bertanazul, lalu diam!!" Aku telah paparkan dalil-dalil ketika dibutuhkan, terlebih di saat darurat. Tidaklah ada satu ucapanku dalam permasalahan ini kecuali disertai dan diiringi dengan dalil-dalil.
Mereka kemudian memotong perkataanku, lalu pergi bertanya kepada sebagian ulama dan menyatakan, “Ulama sunnah berseberangan dengan asy-Syaikh Rabi’!. Tidak ada yang lebih buruk dan lebih dusta dari kelompok al-Haddadiyah ini. Demi Allah, mereka melampaui kelompok Jahmiyyah dalam berdusta dan melampaui kaum Syiah Rafidhah dalam berdusta!.
Maka sesungguhnya al-Imam Ibnu Jarir tidaklah menyelesihi as-Sunnah, demikian pula al-imam al- Bukhari tidaklah menyelisihi as-Sunnah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah didustakan atas nama beliau, padahal beliau tidak menyelisihi as-Sunnah. Demikian juga asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab didustakan atas nama beliau, padahal beliau tidak menyelisihi as-Sunnah.
Sama halnya dengan Rabi’ sekarang ini, tidaklah dia menyelisihi as-Sunnah. Itu hanyalah tuduhan yang dituduhkan oleh kelompok al-Haddadiyyah dan yang semisalnya.
Ahlul Bid'ah yang terbesar fitnahnya sekarang ini terhadap manhaj salaf adalah kelompok al-Haddadiyyah, para penyusup yang tidak mustahil bahwa di tengah-tengah mereka ada orang-orang Syiah Rafidhah dan Bathiniyyah. Aku nyatakan hal ini dan aku terus mengulang-ulanginya!
(Fatawa fil ‘Aqidah wal Manhaj)
📨 http://bit.ly/34iewvD
Tambahan Faidah:
Ayyuhal ikhwah hafizhakumullah,
Sejarah telah mencatat bahwa orang-orang yang mulai mengibarkan bendera permusuhan dari pihak-pihak yang sekarang mengibarkan bendera permusuhan terhadap asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah sejak lebih dari 20 tahun yang lalu baik dari Haddadiyyun atau Hajuriyyun atau Halabiyyun kemudian fitnah Muhammad bin Hadi yang terakhir ini, mereka sebenarnya adalah orang-orang yang dekat kepada asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah pada awalnya.
📬 BENARKAH AL-IMAM AL-BUKHARI BERPENDAPAT BAHWA LAFADZ SESEORANG SAAT MEMBACA AL-QUR'AN ADALAH MAKHLUK?
Asy-Syaikh Rabi' al-Madkhali hafizhahullah
Mohon dijelaskan kepada kami tentang fitnah yang dinisbatkan kepada al-Imam al-Bukhari bahwa lafazh seseorang saat membaca al-Qur’an adalah makhluk?
Jawab:
Tidak benar ucapan tersebut dari al-Imam al-Bukhari. Ini hanyalah kebohongan yang dituduhkan kepada beliau. Sebagaimana yang disebutkan oleh al-Imam ash-Shabuni tentang tuduhan dusta kepada al-Imam Ibnu Jarir bahwa beliau menyelisihi Ahlus sunnah.
Al-Imam ash-Shabuni berkata, “Sesungguhnya ini mengandung pelepasan diri Ibnu Jarir dari yang dituduhkan kepada beliau dan yang dituduhkan oleh Ahlul Bid’ah.” Demikian pula al- Bukhari, mereka menuduh beliau telah menyatakan , ”Lafazhku saat membaca al Qur’an adalah makhluk.” Beliau benar-benar berlepas diri dari tuduhan tersebut.
Al-Imam berkata, “Barangsiapa yang mengatakan bahwa ucapan tersebut dariku maka ia telah berdusta siapapun dia, dari negeri manapun dia, baik dari Hijaz ataupun negeri yang lain. Sungguh dia telah berdusta atasku. Aku tidak pernah mengucapkannya.” Bahkan telah ternukil dari al-Imam al-bukhari bahwa beliau pernah mengucapkan, “Barangsiapa mengatakan, 'Lafazhku saat membaca al Qur’an adalah makhluk maka dia kafir.'
Maka (dengan ini), mereka telah berdusta atas nama al-Imam al- Bukhari, sebagaimana yang terjadi sekarang dari tuduhan dusta al-Haddadiyyun al-affaakun (para pembohong) al-kadzdzabun (para pendusta) kepada kami. Bahkan mereka lebih dusta dari kelompok jahmiyyah yang membuat tipu daya terhadap al-Imam al-Bukhari dan lebih dusta dari orang-orang yang membuat tipu daya terhadap al-Imam Ibnu Jarir.
Mereka mengklaim bahwa kami adalah Murjiah dan kami tidak mengkafirkan orang yang meninggalkan jenis amalan serta kami berpendapat bolehnya bertanazul (mengalah) dari ‘ushul (prinsip)".
Demikianlah mereka mengklaim bahwa kami hanya bertanazul dari ‘ushul saja!!”. Aku telah sebutkan dalil-dalil dari kalamullah, perkataan rasul dan perkataan salaf serta prinsip-prinsip dan fikih mereka (salaf). Sama sekali aku tidak mengatakan:" aku bertanazul, lalu diam!!" Aku telah paparkan dalil-dalil ketika dibutuhkan, terlebih di saat darurat. Tidaklah ada satu ucapanku dalam permasalahan ini kecuali disertai dan diiringi dengan dalil-dalil.
Mereka kemudian memotong perkataanku, lalu pergi bertanya kepada sebagian ulama dan menyatakan, “Ulama sunnah berseberangan dengan asy-Syaikh Rabi’!. Tidak ada yang lebih buruk dan lebih dusta dari kelompok al-Haddadiyah ini. Demi Allah, mereka melampaui kelompok Jahmiyyah dalam berdusta dan melampaui kaum Syiah Rafidhah dalam berdusta!.
Maka sesungguhnya al-Imam Ibnu Jarir tidaklah menyelesihi as-Sunnah, demikian pula al-imam al- Bukhari tidaklah menyelisihi as-Sunnah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah didustakan atas nama beliau, padahal beliau tidak menyelisihi as-Sunnah. Demikian juga asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab didustakan atas nama beliau, padahal beliau tidak menyelisihi as-Sunnah.
Sama halnya dengan Rabi’ sekarang ini, tidaklah dia menyelisihi as-Sunnah. Itu hanyalah tuduhan yang dituduhkan oleh kelompok al-Haddadiyyah dan yang semisalnya.
Ahlul Bid'ah yang terbesar fitnahnya sekarang ini terhadap manhaj salaf adalah kelompok al-Haddadiyyah, para penyusup yang tidak mustahil bahwa di tengah-tengah mereka ada orang-orang Syiah Rafidhah dan Bathiniyyah. Aku nyatakan hal ini dan aku terus mengulang-ulanginya!
(Fatawa fil ‘Aqidah wal Manhaj)
📨 http://bit.ly/34iewvD
Tambahan Faidah:
Ayyuhal ikhwah hafizhakumullah,
Sejarah telah mencatat bahwa orang-orang yang mulai mengibarkan bendera permusuhan dari pihak-pihak yang sekarang mengibarkan bendera permusuhan terhadap asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah sejak lebih dari 20 tahun yang lalu baik dari Haddadiyyun atau Hajuriyyun atau Halabiyyun kemudian fitnah Muhammad bin Hadi yang terakhir ini, mereka sebenarnya adalah orang-orang yang dekat kepada asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah pada awalnya.
www.rabee.net
نرجو توضيح ما نسب للإمام البخاري من القول باللفظ؟
Tidak sekedar dekat, bahkan sebagiannya mendapatkan rekomendasi dari syaikh dan orang-orang yang selalu memuji-muji syaikh.
Namun ketika asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah mulai menasehati mereka dalam beberapa permasalahan yang wajib untuk disampaikan nasehat tentangnya mereka menolak nasehat tersebut.
Sebagiannya tersinggung, marah yang kemudian dituangkan dengan menyampaikan berita-berita miring tentang asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Bahkan sebagian berita-berita tersebut tercampurkan dengan syubhat-syubhat.
Dari kalangan Haddadiyyun semisal Falih al Harbi, Fauzi al Atsari adalah orang-orang yang sangat dekat dengan asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Namun ketika asy-Syaikh Rabi’ mulai menasehati mereka terkait beberapa perkara penting mereka mulai menampakkan permusuhan terhadap asy syaikh.
Demikian pula Abul Hasan al Ma'ribi yang dulu memuji dan sering singgah ke kediaman asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Namun ketika Syaikh Rabi’ mulai menasehati dia terkait beberapa kaidah-kaidah yang dia munculkan , maka disitulah Abul Hasan mulai menyebarkan berita-berita negatif tentang asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah.
Hal senada juga yang terjadi pada Ali Hasan al Halabi.
Tidak jauh berbeda adalah Yahya al Hajuri. Ketika dia mulai mentahdzir Syaikh Abdurrahman al ‘Adani dalam masalah-masaah yang sebagiannya tidak bisa dipertanggungjawabkan beritanya ataupun kalaupun valid tidak bisa dijadikan hujjah untuk mentahdzir dan meyikapi seseorang.
Namun al Hajuri terus tidak peduli. asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah terus mengingatkan bahwa hujjah yang dibawa al Hajuri tidak benar, tapi al Hajuri tetap tidak peduli dengan nasehat asy-Syaikh Rabi’. Kedustaan demi kedustaan terus dimunculkan.
Demikian pula Muhammad bin Hadi dari tuduhan dia kepada para masayikh muda dengan sha’afiqah tanpa dalil dan hujjah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dari ini semua dapat kita dapatkan sekian banyak pelajaran:
1. Fitnah dan tuduhan dusta kepada Ahlussunnah telah terjadi di masa-masa lalu, tidak hanya dimasa kita sekarang.
2. Ahlul fitan kebanyakannya adalah orang-orang dekat dan orang-orang yang sebelumnya memberikan sanjungan dan pujian.
3. Mereka mentahdzir dan mengambil sikap tanpa berdasarkan hujjah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kalaupun valid tidak bisa dijadikan hujjah untuk mentahdzir dan menyikapi seseorang.
4. Tahdzir mereka keluar dengan terburu-buru dan tanpa bimbingan dari ‘ulama kibar. Sama halnya dengan fitnah yang dialami al Bukhari dan Ibnu Jarir. Fitnah yang terjadi dibangun diatas sikap terburu-buru, tidak ta’anni , tidak tatsabut serta berita dan datanyapun tidak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Allah Maha mengetahui dan Maha adil terhadap segala sesuatu, dan akhir yang baik akan didapatkan bagi orang yang bertakwa.
Wallahu ta’ala a’lam bishshawab.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Namun ketika asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah mulai menasehati mereka dalam beberapa permasalahan yang wajib untuk disampaikan nasehat tentangnya mereka menolak nasehat tersebut.
Sebagiannya tersinggung, marah yang kemudian dituangkan dengan menyampaikan berita-berita miring tentang asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Bahkan sebagian berita-berita tersebut tercampurkan dengan syubhat-syubhat.
Dari kalangan Haddadiyyun semisal Falih al Harbi, Fauzi al Atsari adalah orang-orang yang sangat dekat dengan asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Namun ketika asy-Syaikh Rabi’ mulai menasehati mereka terkait beberapa perkara penting mereka mulai menampakkan permusuhan terhadap asy syaikh.
Demikian pula Abul Hasan al Ma'ribi yang dulu memuji dan sering singgah ke kediaman asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Namun ketika Syaikh Rabi’ mulai menasehati dia terkait beberapa kaidah-kaidah yang dia munculkan , maka disitulah Abul Hasan mulai menyebarkan berita-berita negatif tentang asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah.
Hal senada juga yang terjadi pada Ali Hasan al Halabi.
Tidak jauh berbeda adalah Yahya al Hajuri. Ketika dia mulai mentahdzir Syaikh Abdurrahman al ‘Adani dalam masalah-masaah yang sebagiannya tidak bisa dipertanggungjawabkan beritanya ataupun kalaupun valid tidak bisa dijadikan hujjah untuk mentahdzir dan meyikapi seseorang.
Namun al Hajuri terus tidak peduli. asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah terus mengingatkan bahwa hujjah yang dibawa al Hajuri tidak benar, tapi al Hajuri tetap tidak peduli dengan nasehat asy-Syaikh Rabi’. Kedustaan demi kedustaan terus dimunculkan.
Demikian pula Muhammad bin Hadi dari tuduhan dia kepada para masayikh muda dengan sha’afiqah tanpa dalil dan hujjah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dari ini semua dapat kita dapatkan sekian banyak pelajaran:
1. Fitnah dan tuduhan dusta kepada Ahlussunnah telah terjadi di masa-masa lalu, tidak hanya dimasa kita sekarang.
2. Ahlul fitan kebanyakannya adalah orang-orang dekat dan orang-orang yang sebelumnya memberikan sanjungan dan pujian.
3. Mereka mentahdzir dan mengambil sikap tanpa berdasarkan hujjah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kalaupun valid tidak bisa dijadikan hujjah untuk mentahdzir dan menyikapi seseorang.
4. Tahdzir mereka keluar dengan terburu-buru dan tanpa bimbingan dari ‘ulama kibar. Sama halnya dengan fitnah yang dialami al Bukhari dan Ibnu Jarir. Fitnah yang terjadi dibangun diatas sikap terburu-buru, tidak ta’anni , tidak tatsabut serta berita dan datanyapun tidak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Allah Maha mengetahui dan Maha adil terhadap segala sesuatu, dan akhir yang baik akan didapatkan bagi orang yang bertakwa.
Wallahu ta’ala a’lam bishshawab.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 DOSA MEMFITNAH ORANG LAIN, MENUDUH TANPA BUKTI DAN MEMINUM KHAMR
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ ، أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
"Barangsiapa yang berbicara tentang diri seorang mu'min yang itu tidak ada padanya; maka Allah akan menempatkannya di Radghah Al Khabal¹. Kecuali ia bertaubat dari pernyataan tersebut." -SHAHIH- (Shahih Al Jami', 6196) HR. Abu Dawud (3597), Ahmad (5385), Al Hakim (2222)
¹ Radghah Al Khabal diterangkan maknanya dalam Fathul Wadud:
والأقرب أن يراد بالخبال العصارة، والردغة الطين الحاصل باختلاط العصارة بالتراب.
"Pendapat yang paling mendekati ialah yang dimaksud dengan 'Khabal' cairan yang keluar dari penduduk neraka [ berupa nanah maupun darah penghuni neraka ].
Sedangkan Radghah ialah lumpur yang berasal dari tercampurnya cairan penduduk neraka tadi dengan tanah." ('Aunul Ma'bud, X/5)
Yang artinya, ia akan berada di tempat yang menyiksa [ neraka ] lagi hina [ Radghah Al Khabal ] sebagai balasan dari fitnah yang ia lakukan untuk menjatuhkan seorang muslim di dunia.
Ini juga peringatan agar kita tidak asal menyebarkan apapun yang kita dengar tentang orang lain. Jangan sampai bila itu ternyata hanya sebatas fitnah menjadikan kita juga ikut menanggung dosanya. Kita mohon penjagaan pada Allah.
✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
-- Hari Ahadi, (16:16) 27 Jumadil Awal 1440 / 02 Februari 2019 @nasehatetam
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ إِنَّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ قَالَ عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ
"Segala yang memabukkan adalah haram. Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memiliki perjanjian bagi orang yang meminum sesuatu yang memabukkan, bahwa Allah akan meminumkan untuknya (air) dari Thinatul Khobaal.
Para Sahabat bertanya: Apakah Thinatul Khobaal itu?
Nabi bersabda: Keringat penduduk Neraka atau perasan (darah dan nanah) penduduk Neraka." (H.R Muslim dari Jabir)
وَمَنْ خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ عَنْهُ وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
"Barangsiapa berseteru dalam (membela) kebatilan sementara ia mengetahuinya maka ia senantiasa berada dalam kemurkaan Allah hingga ia meninggalkannya.
Dan barangsiapa mengatakan pada diri seorang mukmin sesuatu yang tidak ada padanya, maka Allah akan menempatkannya dalam perasan (sisa darah dan nanah) penduduk Neraka hingga ia keluar (meninggalkan) apa yang ia katakan (bertaubat dan minta maaf, pent)." (H.R Abu Dawud)
📑 Dikutip dari buku "Surga yang Dirindukan, Neraka yang Ditakutkan", Abu Utsman Kharisman, penerbit atTuqa Yogya | WA al I'tishom
🏡 @SalafyBaturaja
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 DOSA MEMFITNAH ORANG LAIN, MENUDUH TANPA BUKTI DAN MEMINUM KHAMR
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ ، أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
"Barangsiapa yang berbicara tentang diri seorang mu'min yang itu tidak ada padanya; maka Allah akan menempatkannya di Radghah Al Khabal¹. Kecuali ia bertaubat dari pernyataan tersebut." -SHAHIH- (Shahih Al Jami', 6196) HR. Abu Dawud (3597), Ahmad (5385), Al Hakim (2222)
¹ Radghah Al Khabal diterangkan maknanya dalam Fathul Wadud:
والأقرب أن يراد بالخبال العصارة، والردغة الطين الحاصل باختلاط العصارة بالتراب.
"Pendapat yang paling mendekati ialah yang dimaksud dengan 'Khabal' cairan yang keluar dari penduduk neraka [ berupa nanah maupun darah penghuni neraka ].
Sedangkan Radghah ialah lumpur yang berasal dari tercampurnya cairan penduduk neraka tadi dengan tanah." ('Aunul Ma'bud, X/5)
Yang artinya, ia akan berada di tempat yang menyiksa [ neraka ] lagi hina [ Radghah Al Khabal ] sebagai balasan dari fitnah yang ia lakukan untuk menjatuhkan seorang muslim di dunia.
Ini juga peringatan agar kita tidak asal menyebarkan apapun yang kita dengar tentang orang lain. Jangan sampai bila itu ternyata hanya sebatas fitnah menjadikan kita juga ikut menanggung dosanya. Kita mohon penjagaan pada Allah.
✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja
-- Hari Ahadi, (16:16) 27 Jumadil Awal 1440 / 02 Februari 2019 @nasehatetam
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ إِنَّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ قَالَ عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ
"Segala yang memabukkan adalah haram. Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memiliki perjanjian bagi orang yang meminum sesuatu yang memabukkan, bahwa Allah akan meminumkan untuknya (air) dari Thinatul Khobaal.
Para Sahabat bertanya: Apakah Thinatul Khobaal itu?
Nabi bersabda: Keringat penduduk Neraka atau perasan (darah dan nanah) penduduk Neraka." (H.R Muslim dari Jabir)
وَمَنْ خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ عَنْهُ وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ
"Barangsiapa berseteru dalam (membela) kebatilan sementara ia mengetahuinya maka ia senantiasa berada dalam kemurkaan Allah hingga ia meninggalkannya.
Dan barangsiapa mengatakan pada diri seorang mukmin sesuatu yang tidak ada padanya, maka Allah akan menempatkannya dalam perasan (sisa darah dan nanah) penduduk Neraka hingga ia keluar (meninggalkan) apa yang ia katakan (bertaubat dan minta maaf, pent)." (H.R Abu Dawud)
📑 Dikutip dari buku "Surga yang Dirindukan, Neraka yang Ditakutkan", Abu Utsman Kharisman, penerbit atTuqa Yogya | WA al I'tishom
🏡 @SalafyBaturaja
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MALAS DALAM BERDOA
أَتعجز .. و معك الدعاء؟؟؟
"والدّعاء من أنفع الأدوية، وهو عدو البلاء، يدافعه ويعالجه، ويمنع نزوله، ويرفعه أو يخففه إذا نزل، وهو سلاح المؤمن".
اهـ. [ابن القيم /الجواب الكافي(١/٤)
Apakah anda merasa lemah, padahal anda mempunyai do'a..??
✍️ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
"Do'a adalah obat yang paling bermanfaat dan merupakan lawannya musibah...
Do'a tersebut akan menangkal, menyembuhkan dan juga akan mencegah turunnya musibah...
Apabila musibah telah menimpa seseorang, maka doa bisa menghilangkan dan meringankannya...
Ingat, do'a adalah senjatanya seorang mukmin..."
📚 (Al-Jawabul Kafi 1/4) @KajianIslamTemanggung
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MALAS DALAM BERDOA
أَتعجز .. و معك الدعاء؟؟؟
"والدّعاء من أنفع الأدوية، وهو عدو البلاء، يدافعه ويعالجه، ويمنع نزوله، ويرفعه أو يخففه إذا نزل، وهو سلاح المؤمن".
اهـ. [ابن القيم /الجواب الكافي(١/٤)
Apakah anda merasa lemah, padahal anda mempunyai do'a..??
✍️ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
"Do'a adalah obat yang paling bermanfaat dan merupakan lawannya musibah...
Do'a tersebut akan menangkal, menyembuhkan dan juga akan mencegah turunnya musibah...
Apabila musibah telah menimpa seseorang, maka doa bisa menghilangkan dan meringankannya...
Ingat, do'a adalah senjatanya seorang mukmin..."
📚 (Al-Jawabul Kafi 1/4) @KajianIslamTemanggung
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 JANGAN MALAS BERDOA!
Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,
أعجَزُ النَّاسِ من عجزَ عَنِ الدُّعاءِ
"Manusia paling lemah ialah yang lemah dalam berdoa." -SHAHIH- (Shahih al-Jami', 1044) HR. Ibnu Hibban (4498) dan Abu Ya'la (6649)
Berkata Al-Amir ash-Shan'ani rahimahullah,
لا يتركه -الدعاء- إلا أعجز الناس إذ لا مشقة فيه ولا كلفة وهو عبادة محبوبة لله تعالى وفيه رد على من زعم أن الأولى ترك الدعاء
"Tidak ada yang meninggalkan doa melainkan manusia paling lemah. Sebab tidak ada kesulitan dan kepayahan dalam melakukan ibadah berdoa. Doa ialah ibadah yang Allah cintai. Pada hadits ini terdapat bantahan kepada mereka yang menyangka bahwa tidak berdoa itu lebih utama." (At-Tanwir, II/463)
✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi, (16:47) 04 Rabi'ul Awal 1441 / 01 November 2019
@nasehatetam
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JANGAN MALAS BERDOA!
Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,
أعجَزُ النَّاسِ من عجزَ عَنِ الدُّعاءِ
"Manusia paling lemah ialah yang lemah dalam berdoa." -SHAHIH- (Shahih al-Jami', 1044) HR. Ibnu Hibban (4498) dan Abu Ya'la (6649)
Berkata Al-Amir ash-Shan'ani rahimahullah,
لا يتركه -الدعاء- إلا أعجز الناس إذ لا مشقة فيه ولا كلفة وهو عبادة محبوبة لله تعالى وفيه رد على من زعم أن الأولى ترك الدعاء
"Tidak ada yang meninggalkan doa melainkan manusia paling lemah. Sebab tidak ada kesulitan dan kepayahan dalam melakukan ibadah berdoa. Doa ialah ibadah yang Allah cintai. Pada hadits ini terdapat bantahan kepada mereka yang menyangka bahwa tidak berdoa itu lebih utama." (At-Tanwir, II/463)
✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi, (16:47) 04 Rabi'ul Awal 1441 / 01 November 2019
@nasehatetam
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 JANGAN PERNAH MALAS UNTUK SENANTIASA BERDOA
رَوَى الْحَاكِمُ فِي صَحِيحِهِ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُغْنِي حَذَرٌ مِنْ قَدَرٍ، وَالدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ، وَإِنَّ الْبَلَاءَ لَيَنْزِلُ فَيَلْقَاهُ الدُّعَاءُ فَيَعْتَلِجَانِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ»
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sikap kehati-hatian tidak kuasa untuk menghalangi takdir.
Namun doa bisa memberi manfaat untuk apa yang telah terjadi dan apa yang belum terjadi.
Sesungguhnya bala' benar-benar akan turun lalu bertemu dengan doa. Lalu keduanya saling mengalahkan sampai hari kiamat kelak.”
📚 HR. Al Hakim dan dihasankan oleh Al Albani di dalam Shahih Al Jami' @KajianIslamTemanggung
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JANGAN PERNAH MALAS UNTUK SENANTIASA BERDOA
رَوَى الْحَاكِمُ فِي صَحِيحِهِ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُغْنِي حَذَرٌ مِنْ قَدَرٍ، وَالدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ، وَإِنَّ الْبَلَاءَ لَيَنْزِلُ فَيَلْقَاهُ الدُّعَاءُ فَيَعْتَلِجَانِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ»
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sikap kehati-hatian tidak kuasa untuk menghalangi takdir.
Namun doa bisa memberi manfaat untuk apa yang telah terjadi dan apa yang belum terjadi.
Sesungguhnya bala' benar-benar akan turun lalu bertemu dengan doa. Lalu keduanya saling mengalahkan sampai hari kiamat kelak.”
📚 HR. Al Hakim dan dihasankan oleh Al Albani di dalam Shahih Al Jami' @KajianIslamTemanggung
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 BERHARAP PAHALA DI BALIK MEMAAFKAN ORANG YANG BERBUAT ZHALIM
Abu Bakr al Anbari rahimahullah berkisah:
Suatu malam, terucap dalam doa al Hasan al Bashri:
اللهم اعفُ عمَّن ظلمني
"Ya Allah, berikan maafmu pada siapa saja yang berbuat zalim kepadaku.."
Beliau pun terus mengulang-ulang doa tersebut.
Bergumul rasa heran pada benak seseorang, sampai akhirnya ia pun bertanya langsung kepadanya:
يا أبا سعيد، لقد سمعتك الليلة تدعو لمن ظلمك حتى تمنيت أن أكون فيمن ظلمك، فما دعاك إلى ذلك؟
Wahai Abu Sa'id (yakni al Hasan al Bashri), sungguh semalam Aku mendengarmu berulang-ulang mendoakan kebaikan siapa saja yang telah menzalimimu. Sampai-sampai Aku berangan-angan, semoga saja Aku berada di deretan orang menzalimimu. Apa gerangan yang membuatmu berdoa seperti itu?
Beliau menjawab:
قوله تعالى: [فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ]
Aku berdoa seperti itu karena janji Allah dalam firmanNya; "Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahala besar telah Allah siapkan untuknya".
[Q.S. Asy-Syura: 40]
Sumber: Syarah Shahih al Bukhari karya Ibnu Baththal (6/575-576) @warisansalaf
كان الحسن البصري يدعو ذات ليلة: اللهم اعف عمن ظلمني، فأكثر في ذلك؛ فقال له رجل: يا أبا سعيد، لقد سمعتك الليلة تدعو لمن ظلمك! حتى تمنيت أن أكون فيمن ظلمك، فما دَعَاك إلى ذلك؟ قال: قوله تعالى: (فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ).
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 BERHARAP PAHALA DI BALIK MEMAAFKAN ORANG YANG BERBUAT ZHALIM
Abu Bakr al Anbari rahimahullah berkisah:
Suatu malam, terucap dalam doa al Hasan al Bashri:
اللهم اعفُ عمَّن ظلمني
"Ya Allah, berikan maafmu pada siapa saja yang berbuat zalim kepadaku.."
Beliau pun terus mengulang-ulang doa tersebut.
Bergumul rasa heran pada benak seseorang, sampai akhirnya ia pun bertanya langsung kepadanya:
يا أبا سعيد، لقد سمعتك الليلة تدعو لمن ظلمك حتى تمنيت أن أكون فيمن ظلمك، فما دعاك إلى ذلك؟
Wahai Abu Sa'id (yakni al Hasan al Bashri), sungguh semalam Aku mendengarmu berulang-ulang mendoakan kebaikan siapa saja yang telah menzalimimu. Sampai-sampai Aku berangan-angan, semoga saja Aku berada di deretan orang menzalimimu. Apa gerangan yang membuatmu berdoa seperti itu?
Beliau menjawab:
قوله تعالى: [فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ]
Aku berdoa seperti itu karena janji Allah dalam firmanNya; "Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahala besar telah Allah siapkan untuknya".
[Q.S. Asy-Syura: 40]
Sumber: Syarah Shahih al Bukhari karya Ibnu Baththal (6/575-576) @warisansalaf
كان الحسن البصري يدعو ذات ليلة: اللهم اعف عمن ظلمني، فأكثر في ذلك؛ فقال له رجل: يا أبا سعيد، لقد سمعتك الليلة تدعو لمن ظلمك! حتى تمنيت أن أكون فيمن ظلمك، فما دَعَاك إلى ذلك؟ قال: قوله تعالى: (فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ).
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 JANGAN MUDAH PERCAYA DENGAN BERITA TENTANG SUATU KEJELEKAN DARI SAHABATMU
✍ Ibnu Uyainah mengatakan:
Sungguh menakjubkan Imam Ats-Tsauri, telah sampai kepadaku bahwasanya beliau mengatakan:
"Sungguh sangat mengherankan, seseorang yang sudah dikenal oleh sahabatnya dengan kecintaan dan nasehatnya, dan dia tidak mengetahui darinya kecuali kebaikan selama lima puluh tahun, kemudian mendatanginya seorang yang tidak ia kenal, yang memberitakan kepadanya suatu kejelekan dari sahabatnya tersebut, lalu ia menerimanya begitu saja!"
📚Ansabul Asyraf 11/314.
يقول ابن عيينة:
لله در الثوري، بلغني أنه قال: عجبًا لرجل يعرفه صاحبه بمودته ونصيحته ولا يعلم منه إلا خيرا خمسين سنة ثم يأتيه رجل لا يعرفه فيخبره عنه بسوء فيقبله منه!
أنساب الأشراف ٣١٤/١١
https://twitter.com/Fwd_frd/status/1217443178627915776?s=19 @salafy_cirebon
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JANGAN MUDAH PERCAYA DENGAN BERITA TENTANG SUATU KEJELEKAN DARI SAHABATMU
✍ Ibnu Uyainah mengatakan:
Sungguh menakjubkan Imam Ats-Tsauri, telah sampai kepadaku bahwasanya beliau mengatakan:
"Sungguh sangat mengherankan, seseorang yang sudah dikenal oleh sahabatnya dengan kecintaan dan nasehatnya, dan dia tidak mengetahui darinya kecuali kebaikan selama lima puluh tahun, kemudian mendatanginya seorang yang tidak ia kenal, yang memberitakan kepadanya suatu kejelekan dari sahabatnya tersebut, lalu ia menerimanya begitu saja!"
📚Ansabul Asyraf 11/314.
يقول ابن عيينة:
لله در الثوري، بلغني أنه قال: عجبًا لرجل يعرفه صاحبه بمودته ونصيحته ولا يعلم منه إلا خيرا خمسين سنة ثم يأتيه رجل لا يعرفه فيخبره عنه بسوء فيقبله منه!
أنساب الأشراف ٣١٤/١١
https://twitter.com/Fwd_frd/status/1217443178627915776?s=19 @salafy_cirebon
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Twitter
فوائد وفرائد
يقول ابن عيينة: لله در الثوري، بلغني أنه قال: عجبًا لرجل يعرفه صاحبه بمودته ونصيحته ولا يعلم منه إلا خيرا خمسين سنة ثم يأتيه رجل لا يعرفه فيخبره عنه بسوء فيقبله منه! أنساب الأشراف ٣١٤/١١
::
📬 ALLAH LAH YANG MENCUKUPI, MENOLONG DAN MEMBERI REZEKI
قال الإمـام إبن تيمية رحمه الله تعالى :
( فكل من اتبع الرسـول ﷺ فالله كافيه ، وهـاديه وناصره ، ورازقه ) .
👈🏼 القاعــدة الجليلة ص - ٢٢١ .
Al-Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
"Setiap orang yang mengikuti Rasulullah ﷺ, maka Allahlah yang mencukupi, memberi petunjuk, menolong dan memberi rezeki kepadanya".
📖 Al-Qaaidah Jaliilah hlm. 22
📑 Faedah dari al-Ustadz Zuhair Syarief hafizhahullah @salafybaturaja
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 ALLAH LAH YANG MENCUKUPI, MENOLONG DAN MEMBERI REZEKI
قال الإمـام إبن تيمية رحمه الله تعالى :
( فكل من اتبع الرسـول ﷺ فالله كافيه ، وهـاديه وناصره ، ورازقه ) .
👈🏼 القاعــدة الجليلة ص - ٢٢١ .
Al-Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
"Setiap orang yang mengikuti Rasulullah ﷺ, maka Allahlah yang mencukupi, memberi petunjuk, menolong dan memberi rezeki kepadanya".
📖 Al-Qaaidah Jaliilah hlm. 22
📑 Faedah dari al-Ustadz Zuhair Syarief hafizhahullah @salafybaturaja
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 RUKUN SABAR KETIKA MENGHADAPI UJIAN YANG BERUPA MUSIBAH
Berkata al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah Ta'ala:
والصبر حبس النفس عن التسخط بالمقدور، وحبس اللسان عن الشكوى، وحبس الجوارح عن المعصية كاللطم وشق الثياب ونتف الشعر ونحوه.
"Sabar (ketika tertimpa musibah) adalah : Menahan diri dari marah terhadap taqdir dan menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota tubuh dari berbuat maksiat ketika musibah, seperti (perbuatan) menampar pipi, merobek-robek baju, menarik-narik serta mencabut rambut dan yang semisal dengannya."
📚 Sumber : Wabilush Shoyyib Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, hal 5 Maktabah asy-Syamilah
📝 Ditulis oleh : al-Ustadz Abu Khuzaimah Muhammad al-Fadanjiy حفظه الله تعالى | Rabu, (05 Shofar 1442 H | 23 September 2020 M @SilsilatusSholihin
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 RUKUN SABAR KETIKA MENGHADAPI UJIAN YANG BERUPA MUSIBAH
Berkata al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah Ta'ala:
والصبر حبس النفس عن التسخط بالمقدور، وحبس اللسان عن الشكوى، وحبس الجوارح عن المعصية كاللطم وشق الثياب ونتف الشعر ونحوه.
"Sabar (ketika tertimpa musibah) adalah : Menahan diri dari marah terhadap taqdir dan menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota tubuh dari berbuat maksiat ketika musibah, seperti (perbuatan) menampar pipi, merobek-robek baju, menarik-narik serta mencabut rambut dan yang semisal dengannya."
📚 Sumber : Wabilush Shoyyib Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, hal 5 Maktabah asy-Syamilah
📝 Ditulis oleh : al-Ustadz Abu Khuzaimah Muhammad al-Fadanjiy حفظه الله تعالى | Rabu, (05 Shofar 1442 H | 23 September 2020 M @SilsilatusSholihin
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 TEGAR DI ATAS KEBENARAN
✍🏻قال العلامة ربيع المدخلي حفظه الله :
لو أن الناس كلهم اجتمعوا على الباطل وانت على الحق ، فأنت على الحق وأنت الجماعة ، فلا يغرنكم كثرة الزبد فإنما هم غثاء كغثاء السيل كما قال رسول الله ، أهل البدع والله غثاء ، غثاء ! أهل الباطل والله غثاء ، والناس هم أهل الحق ولو كانوا قلة ، ولو كانوا في غاية الغربة .
Al-Allamah Rabi' al-Madkhali hafizhahullah berkata,
"Seandainya manusia semuanya bersatu di atas kebatilan sementara engkau berada di atas kebenaran, maka engkau tetap berada di atas kebenaran dan engkaulah yang dimaksud dengan al-jama'ah.
Sehingga, jangan tertipu dengan banyaknya buih, karena mereka itu hanyalah buih layaknya buih banjir, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ.
Pengusung kebid'ahan itu -demi Allah- adalah buih!
Pengusung kebatilan itu -demi Allah- adalah buih!
Dan manusia, mereka tetaplah pengikut kebenaran walaupun jumlah mereka sedikit, dan walaupun mereka berada di puncak keterasingan."
📚 (Majmu' Fatawa, 1/49)
@satgastanggapcovid19jember
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 TEGAR DI ATAS KEBENARAN
✍🏻قال العلامة ربيع المدخلي حفظه الله :
لو أن الناس كلهم اجتمعوا على الباطل وانت على الحق ، فأنت على الحق وأنت الجماعة ، فلا يغرنكم كثرة الزبد فإنما هم غثاء كغثاء السيل كما قال رسول الله ، أهل البدع والله غثاء ، غثاء ! أهل الباطل والله غثاء ، والناس هم أهل الحق ولو كانوا قلة ، ولو كانوا في غاية الغربة .
Al-Allamah Rabi' al-Madkhali hafizhahullah berkata,
"Seandainya manusia semuanya bersatu di atas kebatilan sementara engkau berada di atas kebenaran, maka engkau tetap berada di atas kebenaran dan engkaulah yang dimaksud dengan al-jama'ah.
Sehingga, jangan tertipu dengan banyaknya buih, karena mereka itu hanyalah buih layaknya buih banjir, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ.
Pengusung kebid'ahan itu -demi Allah- adalah buih!
Pengusung kebatilan itu -demi Allah- adalah buih!
Dan manusia, mereka tetaplah pengikut kebenaran walaupun jumlah mereka sedikit, dan walaupun mereka berada di puncak keterasingan."
📚 (Majmu' Fatawa, 1/49)
@satgastanggapcovid19jember
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KOKOH DI ATAS KEBENARAN WALAUPUN HANYA SENDIRI
قال الشيخ عبيد الجابري حفظه الله :
"فكيف يجعل السلفيون أيديهم في يد من يحارب منهج السلف؟! وهذه هي الغربة ؛ لقلة السالكين على الحق.
والسلفيون يرون أنهم كثير وإن قل عددهم ؛ ﻷن من كان على الحق فهو الجماعة ، وإن كان وحده ."
📚 رد العلامة عبيد الجابري على قواعد الحلبي الجديدة ص ٤٩
Berkata asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry hafizhahullah :
"Maka bagaimana bisa Salafiyyun menaruh tangan-tangan mereka di tangan orang-orang yang memerangi manhaj Salaf ???!
Dan ini adalah (bukti) keterasingan, karena sedikitnya orang-orang yang menempuh kebenaran.
Dan Salafiyyun menganggap bahwasanya diri mereka jumlahnya banyak walaupun (kenyataannya) jumlah mereka sedikit, karena siapapun yang berada di atas kebenaran maka dia adalah jama'ah, walaupun hanya sendiri."
📚 Radd al-'Allamah Ubaid al-Jabiry 'ala qawa'id al halabiy al jadidah hal.49 | @hikmahsalafiyyah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KOKOH DI ATAS KEBENARAN WALAUPUN HANYA SENDIRI
قال الشيخ عبيد الجابري حفظه الله :
"فكيف يجعل السلفيون أيديهم في يد من يحارب منهج السلف؟! وهذه هي الغربة ؛ لقلة السالكين على الحق.
والسلفيون يرون أنهم كثير وإن قل عددهم ؛ ﻷن من كان على الحق فهو الجماعة ، وإن كان وحده ."
📚 رد العلامة عبيد الجابري على قواعد الحلبي الجديدة ص ٤٩
Berkata asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry hafizhahullah :
"Maka bagaimana bisa Salafiyyun menaruh tangan-tangan mereka di tangan orang-orang yang memerangi manhaj Salaf ???!
Dan ini adalah (bukti) keterasingan, karena sedikitnya orang-orang yang menempuh kebenaran.
Dan Salafiyyun menganggap bahwasanya diri mereka jumlahnya banyak walaupun (kenyataannya) jumlah mereka sedikit, karena siapapun yang berada di atas kebenaran maka dia adalah jama'ah, walaupun hanya sendiri."
📚 Radd al-'Allamah Ubaid al-Jabiry 'ala qawa'id al halabiy al jadidah hal.49 | @hikmahsalafiyyah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 JANGANLAH KALIAN MENJADI RUWAIBIDLOH ‼️: ORANG YANG BODOH YANG BICARA DALAM URUSAN YANG UMUM
Datang sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi -ﷺ - pernah bersabda :
سيأتِي على الناسِ سنواتٌ خدّاعاتٌ؛ يُصدَّقُ فيها الكاذِبُ، ويُكذَّبُ فيها الصادِقُ، ويُؤتَمَنُ فيها الخائِنُ، ويخَوَّنُ فيها الأمينُ، وينطِقُ فيها الرُّويْبِضَةُ . قِيلَ : يا رسول الله وما الرُّويْبِضةُ ؟ قال : الرجُلُ التّافِهُ يتَكلَّمُ في أمرِ العامةِ
"Akan mendatangi manusia tahun-tahun penuh makar. Pada tahun tersebut seorang pendusta dianggap sebagai orang jujur, yang jujur dianggap sebagai pendusta, yang amanah dianggap khianat dan yang khianat dianggap amanah, dan pada saat itu ruwaibidloh berbicara ". Ada yang tanya : "Wahai Rasululloh, siapa itu ruwaibidloh ? ". Nabi - ﷺ - menjawab : " Ruwaibidloh adalah orang yang bodoh yang bicara dalam urusan yang umum".
[Hadits dihasankan oleh Al-Albani - رحمه الله - dalam ash-shohihah 4/508]
Berkata Asy-Syathibi - رحمه الله - tentang Ar-Ruwaibidloh :
(( قالوا: هو الرجل التافه الحقير ينطق فى أمور العامة،كأنه ليس بأهل أن يتكلم فى أمور العامة فيتكلم))
"Mereka berkata : Ruwaibidloh adalah orang yang bodoh lagi rendahan yang berani berbicara dalam urusan yang umum. Sepertinya dia tidak pantas berbicara dalam urusan yang umum tapi dia tetap berani berbicara".
[Al-I'tishom 2/681]
Di masa ini telah nampak dan banyak bermunculan apa yang disebut dengan ruwaibidloh dunia internet.
Dan mereka memposting, menulis, menyebarkan, berbicara tentang ilmu syar'i dan dakwah bahkan dalam masalah fitnah yang umum, yang samar lagi gelap, dan juga dalam perkara-perkara yang besar dalam keadaan mereka bukan ulama, tidak dikenal sebagai orang yang kokoh ilmunya.
بل و لا يصدق على بعضهم أنهم طلبة العلم مع الإبهام فى الاسم فى كثير من الأحيان.
Bahkan sebagian mereka tidak yakin bahwa mereka itu para penuntut ilmu ditambah lagi MASIH MUBHAM (BELUM JELAS) NAMANYA pada beberapa kesempatan.
Kebanyakan mereka tidaklah nampak dan aktif kecuali ketika muncul fitnah lalu menyebarkan semua yang sedang beredar tanpa cross check, tanpa hati-hati, tanpa rohmah dan hikmah.
Maka dengan sebab itu terjadilah kejelekan, kekacauan, fitnah dan kerusuhan. Diantara ciri-ciri ruwaibidloh ialah :
(1). Berbangga diri dengan ilmu.
(2). Menampilkan diri sebelum waktunya.
(3). Menyebarkan setiap apa yang beredar.
(4). Lancang dan terburu-buru dalam memberi fatwa dan menghukumi.
(5). Mendebat setiap orang yang berselisih dengannya tanpa akhlak dan ilmu.
Dan selainnya dari akhlak-akhlak yang tercela dan bermadlorot (merusak).
Dan tidak ada seorangpun yang lebih buruk dan jelek daripada orang yang menjadikan ruwaibidloh sebagai tentaranya dan mendorong mereka untuk mengobarkan fitnah, kerusuhan di tengah-tengah kaum muslimin.
Semoga Alloh melindungi kami dan kalian dari kejelekan ruwaibidloh.
📨 NASEHATKU UNTUK SANTRI-SANTRIKU (Seri 10)
✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى | Sidayu, kamis 22 Muharram 1442 H @mahadalbayyinah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 JANGANLAH KALIAN MENJADI RUWAIBIDLOH ‼️: ORANG YANG BODOH YANG BICARA DALAM URUSAN YANG UMUM
Datang sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu bahwa Nabi -ﷺ - pernah bersabda :
سيأتِي على الناسِ سنواتٌ خدّاعاتٌ؛ يُصدَّقُ فيها الكاذِبُ، ويُكذَّبُ فيها الصادِقُ، ويُؤتَمَنُ فيها الخائِنُ، ويخَوَّنُ فيها الأمينُ، وينطِقُ فيها الرُّويْبِضَةُ . قِيلَ : يا رسول الله وما الرُّويْبِضةُ ؟ قال : الرجُلُ التّافِهُ يتَكلَّمُ في أمرِ العامةِ
"Akan mendatangi manusia tahun-tahun penuh makar. Pada tahun tersebut seorang pendusta dianggap sebagai orang jujur, yang jujur dianggap sebagai pendusta, yang amanah dianggap khianat dan yang khianat dianggap amanah, dan pada saat itu ruwaibidloh berbicara ". Ada yang tanya : "Wahai Rasululloh, siapa itu ruwaibidloh ? ". Nabi - ﷺ - menjawab : " Ruwaibidloh adalah orang yang bodoh yang bicara dalam urusan yang umum".
[Hadits dihasankan oleh Al-Albani - رحمه الله - dalam ash-shohihah 4/508]
Berkata Asy-Syathibi - رحمه الله - tentang Ar-Ruwaibidloh :
(( قالوا: هو الرجل التافه الحقير ينطق فى أمور العامة،كأنه ليس بأهل أن يتكلم فى أمور العامة فيتكلم))
"Mereka berkata : Ruwaibidloh adalah orang yang bodoh lagi rendahan yang berani berbicara dalam urusan yang umum. Sepertinya dia tidak pantas berbicara dalam urusan yang umum tapi dia tetap berani berbicara".
[Al-I'tishom 2/681]
Di masa ini telah nampak dan banyak bermunculan apa yang disebut dengan ruwaibidloh dunia internet.
Dan mereka memposting, menulis, menyebarkan, berbicara tentang ilmu syar'i dan dakwah bahkan dalam masalah fitnah yang umum, yang samar lagi gelap, dan juga dalam perkara-perkara yang besar dalam keadaan mereka bukan ulama, tidak dikenal sebagai orang yang kokoh ilmunya.
بل و لا يصدق على بعضهم أنهم طلبة العلم مع الإبهام فى الاسم فى كثير من الأحيان.
Bahkan sebagian mereka tidak yakin bahwa mereka itu para penuntut ilmu ditambah lagi MASIH MUBHAM (BELUM JELAS) NAMANYA pada beberapa kesempatan.
Kebanyakan mereka tidaklah nampak dan aktif kecuali ketika muncul fitnah lalu menyebarkan semua yang sedang beredar tanpa cross check, tanpa hati-hati, tanpa rohmah dan hikmah.
Maka dengan sebab itu terjadilah kejelekan, kekacauan, fitnah dan kerusuhan. Diantara ciri-ciri ruwaibidloh ialah :
(1). Berbangga diri dengan ilmu.
(2). Menampilkan diri sebelum waktunya.
(3). Menyebarkan setiap apa yang beredar.
(4). Lancang dan terburu-buru dalam memberi fatwa dan menghukumi.
(5). Mendebat setiap orang yang berselisih dengannya tanpa akhlak dan ilmu.
Dan selainnya dari akhlak-akhlak yang tercela dan bermadlorot (merusak).
Dan tidak ada seorangpun yang lebih buruk dan jelek daripada orang yang menjadikan ruwaibidloh sebagai tentaranya dan mendorong mereka untuk mengobarkan fitnah, kerusuhan di tengah-tengah kaum muslimin.
Semoga Alloh melindungi kami dan kalian dari kejelekan ruwaibidloh.
📨 NASEHATKU UNTUK SANTRI-SANTRIKU (Seri 10)
✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى | Sidayu, kamis 22 Muharram 1442 H @mahadalbayyinah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 HAKIKAT ORANG YANG SOMBONG
Apa itu hakikat kesombongan? Kesombongan adalah akhlak yang sangat buruk. Kesombongan juga akan melahirkan banyak keburukan.
Simak nasehat Imam Abu Abdillah bin Batthah rahimahullah. Beliau berkata: :
ﻓــﺎﻋﻠــﻢ ﻳﺎ ﺃﺧــﻲ أن ﻣﻦ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻧﺼﺮ اﻟﺨﻄﺄ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﻟـﻢ ﻳﺆﻣـﻦ ﻋﻠﻴﻪ أﻥ ﻳﺴﻠﺒـﻪ ﺍﻟﻠﻪ إيماﻧـﻪ. ﻷﻥ ﺍﻟﺤﻖ ﻣﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ إليك. افترﺽ ﻋﻠﻴﻚ طاعته ﻓﻤﻦ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﺄﻧﻜﺮﻩ ﺑﻌﺪ ﻋﻠﻤﻪ ﻟﻪ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺘﻜﺒﺮﻳﻦ ﻋﻠﻰ الله ﻭﻣﻦ ﻧﺼﺮ ﺍﻟﺨﻄﺄ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺣﺰﺏ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ.
[ﺍﻹباﻧــﺔ –547/2]
"Ketahuilah wahai saudaraku, barangsiapa membenci kebenaran yang datang dari orang lain dan membela kesalahan dirinya, tidak aman baginya Allah akan mencabut keimanannya.
Sebab, kebenaran itu datangnya dari Rasulullah ﷺ kepadamu, diwajibkan atasmu untuk menaatinya.
Barangsiapa mendengar kebenaran kemudian mengingkarinya setelah ia mengetahuinya, maka ia termasuk orang-orang yang sombong kepada Allah.
Barangsiapa yang membela kesalahan, maka ia termasuk golongan setan.”
Inilah hakekat kesombongan. Semoga Allah menggolongkan kita termasuk hamba-Nya yang mudah menerima kebenaran dan tidak terus-menerus di atas kesalahan.
Sumber: Kitab al-Ibanah 2/547.
http://mahad-assalafy.com/hakikat-orang-yang-sombong/ | Ma'had As-Salafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 HAKIKAT ORANG YANG SOMBONG
Apa itu hakikat kesombongan? Kesombongan adalah akhlak yang sangat buruk. Kesombongan juga akan melahirkan banyak keburukan.
Simak nasehat Imam Abu Abdillah bin Batthah rahimahullah. Beliau berkata: :
ﻓــﺎﻋﻠــﻢ ﻳﺎ ﺃﺧــﻲ أن ﻣﻦ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻧﺼﺮ اﻟﺨﻄﺄ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﻟـﻢ ﻳﺆﻣـﻦ ﻋﻠﻴﻪ أﻥ ﻳﺴﻠﺒـﻪ ﺍﻟﻠﻪ إيماﻧـﻪ. ﻷﻥ ﺍﻟﺤﻖ ﻣﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ إليك. افترﺽ ﻋﻠﻴﻚ طاعته ﻓﻤﻦ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﺄﻧﻜﺮﻩ ﺑﻌﺪ ﻋﻠﻤﻪ ﻟﻪ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺘﻜﺒﺮﻳﻦ ﻋﻠﻰ الله ﻭﻣﻦ ﻧﺼﺮ ﺍﻟﺨﻄﺄ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺣﺰﺏ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ.
[ﺍﻹباﻧــﺔ –547/2]
"Ketahuilah wahai saudaraku, barangsiapa membenci kebenaran yang datang dari orang lain dan membela kesalahan dirinya, tidak aman baginya Allah akan mencabut keimanannya.
Sebab, kebenaran itu datangnya dari Rasulullah ﷺ kepadamu, diwajibkan atasmu untuk menaatinya.
Barangsiapa mendengar kebenaran kemudian mengingkarinya setelah ia mengetahuinya, maka ia termasuk orang-orang yang sombong kepada Allah.
Barangsiapa yang membela kesalahan, maka ia termasuk golongan setan.”
Inilah hakekat kesombongan. Semoga Allah menggolongkan kita termasuk hamba-Nya yang mudah menerima kebenaran dan tidak terus-menerus di atas kesalahan.
Sumber: Kitab al-Ibanah 2/547.
http://mahad-assalafy.com/hakikat-orang-yang-sombong/ | Ma'had As-Salafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 HAKIKAT BERDZIKIR DAN TAKUT KEPADA ALLAH
Said bin Jubair (salah seorang Tabi'in, murid Sahabat Nabi Ibnu Abbas) rahimahullah berkata:
إِنَّ الْخَشْيَةَ أَنْ تَخْشَى اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَحُولَ خَشْيَتُكَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ، فَتِلْكَ الْخَشْيَةُ، وَالذِّكْرُ طَاعَةُ اللهِ، فَمَنْ أَطَاعَ اللهَ فَقَدْ ذَكَرَهُ، وَمَنْ لَمْ يُطِعْهُ فَلَيْسَ بِذَاكِرٍ وَإِنْ أَكْثَرَ التَّسْبِيحَ وَقِرَاءَةَ الْقُرْآنِ
"Sesungguhnya perasaan takut (yang sebenarnya) kepada Allah Ta’ala adalah yang menghalangimu untuk bermaksiat kepada-Nya. Itulah takut (sebenarnya).
Sedangkan dzikir adalah (menjalankan) ketaatan kepada Allah.
◻️Barang siapa yang taat kepada Allah, maka sesungguhnya ia berdzikir (mengingat) Allah.
◻️Barang siapa yang tidak taat kepada-Nya, bukanlah orang yang berdzikir. Meskipun ia memperbanyak tasbih dan membaca al-Quran". (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’)
(Abu Utsman Kharisman)
WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 HAKIKAT BERDZIKIR DAN TAKUT KEPADA ALLAH
Said bin Jubair (salah seorang Tabi'in, murid Sahabat Nabi Ibnu Abbas) rahimahullah berkata:
إِنَّ الْخَشْيَةَ أَنْ تَخْشَى اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَحُولَ خَشْيَتُكَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ، فَتِلْكَ الْخَشْيَةُ، وَالذِّكْرُ طَاعَةُ اللهِ، فَمَنْ أَطَاعَ اللهَ فَقَدْ ذَكَرَهُ، وَمَنْ لَمْ يُطِعْهُ فَلَيْسَ بِذَاكِرٍ وَإِنْ أَكْثَرَ التَّسْبِيحَ وَقِرَاءَةَ الْقُرْآنِ
"Sesungguhnya perasaan takut (yang sebenarnya) kepada Allah Ta’ala adalah yang menghalangimu untuk bermaksiat kepada-Nya. Itulah takut (sebenarnya).
Sedangkan dzikir adalah (menjalankan) ketaatan kepada Allah.
◻️Barang siapa yang taat kepada Allah, maka sesungguhnya ia berdzikir (mengingat) Allah.
◻️Barang siapa yang tidak taat kepada-Nya, bukanlah orang yang berdzikir. Meskipun ia memperbanyak tasbih dan membaca al-Quran". (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’)
(Abu Utsman Kharisman)
WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KIAT SELAMAT SAAT UJIAN BERAT
Berbagai fitnah (ujian, cobaan dan godaan) datang silih berganti. Dengannya akan terbedakan antara manusia yang jujur dan dusta dalam keimanannya. Siapa yang selamat dia akan mendapatkan kebahagiaan.
Bagaimanakah kiat selamat menghadapi ujian yang berat ini?
Simak pembahasan berikut barakallahufikum, Imam Abu Bakr al-Ajurry rahimahullah berkata,
فَإِنَّ الْفِتَنَ عَلَى وُجُوهٍ كَثِيرَةٍ، وَقَدْ مَضَى مِنْهَا فِتَنٌ عَظِيمَةٌ، نَجَا مِنْهَا أَقْوَامٌ، وَهَلَكَ فِيهَا أَقْوَامٌ بِاتِّبَاعِهِمُ الْهَوَى، وَإِيَثَارِهِمْ لِلدُّنْيَا، فَمَنْ أَرَادَ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا فَتَحَ لَهُ بَابَ الدُّعَاءِ، وَالْتَجَأَ إِلَى مَوْلَاهُ الْكَرِيمِ، وَخَافَ عَلَى دِينِهِ، وَحَفِظَ لِسَانَهُ، وَعَرَفَ زَمَانَهُ، وَلَزِمَ الْمَحَجَّةَ الْوَاضِحَةَ السَّوَادَ الْأَعْظَمَ، وَلَمْ يَتَلَوَّنْ فِي دِينِهِ، وَعَبَدَ رَبَّهُ تَعَالَى، فَتَرَكَ الْخَوْضَ فِي الْفِتْنَةِ، فَإِنَّ الْفِتْنَةَ يَفْتَضِحُ عِنْدَهَا خَلْقٌ كَثِيرٌ، أَلَمْ تَسْمَعْ إِلَى قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ مُحَذِّرٌ أُمَّتَهُ الْفِتَنَ؟ قَالَ: «يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا، وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا، وَيُصْبِحُ كَافِرًا»
"Sungguh berbagai fitnah muncul dengan beragam bentuk, telah berlalu darinya fitnah-fitnah yang besar. Sekelompok manusia selamat darinya dan sekelompok lainnya binasa karena mengikuti hawa nafsu dan mengedepankan dunia.
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka:
❏ Allah akan bukakan pintu doa baginya (diberi taufik untuk banyak berdoa).
❏ Dia akan berlindung kepada Sang Penolong yang Maha Pemurah.
❏ Dia akan takut dan khawatir terhadap keselamatan agamanya.
❏ Dia selalu menjaga lisannya, mengenali (kondisi dan situasi) zamannya.
❏ Dia senantiasa berpegang dengan dalil yang jelas, yaitu al-Jamaah (jalannya para sahabat radhiyallahu ‘anhum).
❏ Dia tidak bergonta-ganti warna dalam agamanya Dia senantiasa beribadah kepada Rabbnya.
❏ Dia tidak berlebih-lebihan dalam membicarakan fitnah.
Karena ketika fitnah terjadi, tersingkaplah hakikat banyak orang. Tidakkah Anda mendengar sabda Nabi ﷺ tatkala beliau memperingatkan umatnya dari bahaya fitnah,
يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا
“Seseorang di pagi hari masih mukmin namun di sore hari sudah menjadi kafir. Seorang di sore hari masih mukmin, di pagi harinya sudah menjadi kafir.” (HR. Muslim no. 118)
Demikianlah kiat agar selamat dari fitnah dan ujian.
Semoga Allah Ta’ala menjadikan kami orang-orang yang istiqamah di atas kebenaran dan terhindar dari berbagai fitnah. Amin.
Sumber Kitab asy-Syari’ah (1/392)
http://mahad-assalafy.com/kiat-selamat-saat-ujian-berat/ | Ma'had As-Salafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KIAT SELAMAT SAAT UJIAN BERAT
Berbagai fitnah (ujian, cobaan dan godaan) datang silih berganti. Dengannya akan terbedakan antara manusia yang jujur dan dusta dalam keimanannya. Siapa yang selamat dia akan mendapatkan kebahagiaan.
Bagaimanakah kiat selamat menghadapi ujian yang berat ini?
Simak pembahasan berikut barakallahufikum, Imam Abu Bakr al-Ajurry rahimahullah berkata,
فَإِنَّ الْفِتَنَ عَلَى وُجُوهٍ كَثِيرَةٍ، وَقَدْ مَضَى مِنْهَا فِتَنٌ عَظِيمَةٌ، نَجَا مِنْهَا أَقْوَامٌ، وَهَلَكَ فِيهَا أَقْوَامٌ بِاتِّبَاعِهِمُ الْهَوَى، وَإِيَثَارِهِمْ لِلدُّنْيَا، فَمَنْ أَرَادَ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا فَتَحَ لَهُ بَابَ الدُّعَاءِ، وَالْتَجَأَ إِلَى مَوْلَاهُ الْكَرِيمِ، وَخَافَ عَلَى دِينِهِ، وَحَفِظَ لِسَانَهُ، وَعَرَفَ زَمَانَهُ، وَلَزِمَ الْمَحَجَّةَ الْوَاضِحَةَ السَّوَادَ الْأَعْظَمَ، وَلَمْ يَتَلَوَّنْ فِي دِينِهِ، وَعَبَدَ رَبَّهُ تَعَالَى، فَتَرَكَ الْخَوْضَ فِي الْفِتْنَةِ، فَإِنَّ الْفِتْنَةَ يَفْتَضِحُ عِنْدَهَا خَلْقٌ كَثِيرٌ، أَلَمْ تَسْمَعْ إِلَى قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ مُحَذِّرٌ أُمَّتَهُ الْفِتَنَ؟ قَالَ: «يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا، وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا، وَيُصْبِحُ كَافِرًا»
"Sungguh berbagai fitnah muncul dengan beragam bentuk, telah berlalu darinya fitnah-fitnah yang besar. Sekelompok manusia selamat darinya dan sekelompok lainnya binasa karena mengikuti hawa nafsu dan mengedepankan dunia.
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka:
❏ Allah akan bukakan pintu doa baginya (diberi taufik untuk banyak berdoa).
❏ Dia akan berlindung kepada Sang Penolong yang Maha Pemurah.
❏ Dia akan takut dan khawatir terhadap keselamatan agamanya.
❏ Dia selalu menjaga lisannya, mengenali (kondisi dan situasi) zamannya.
❏ Dia senantiasa berpegang dengan dalil yang jelas, yaitu al-Jamaah (jalannya para sahabat radhiyallahu ‘anhum).
❏ Dia tidak bergonta-ganti warna dalam agamanya Dia senantiasa beribadah kepada Rabbnya.
❏ Dia tidak berlebih-lebihan dalam membicarakan fitnah.
Karena ketika fitnah terjadi, tersingkaplah hakikat banyak orang. Tidakkah Anda mendengar sabda Nabi ﷺ tatkala beliau memperingatkan umatnya dari bahaya fitnah,
يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا
“Seseorang di pagi hari masih mukmin namun di sore hari sudah menjadi kafir. Seorang di sore hari masih mukmin, di pagi harinya sudah menjadi kafir.” (HR. Muslim no. 118)
Demikianlah kiat agar selamat dari fitnah dan ujian.
Semoga Allah Ta’ala menjadikan kami orang-orang yang istiqamah di atas kebenaran dan terhindar dari berbagai fitnah. Amin.
Sumber Kitab asy-Syari’ah (1/392)
http://mahad-assalafy.com/kiat-selamat-saat-ujian-berat/ | Ma'had As-Salafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KETIDAKTAHUAN AKAN PERMASALAHAN AGAMA ADALAH BEBAN BAGI MANUSIA
Sahabat Nabi Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata kepada Ikrimah:
انْطَلِقْ فَأَفْتِ النَّاسَ فَمَنْ سَأَلَكَ عَمَّا يَعْنِيهِ فَأَفْتِهِ وَمَنْ سَأَلَكَ عَمَّا لَا يَعْنِيهِ فَلَا تُفْتِهِ، فَإِنَّكَ تَطْرَحُ عَنِّي ثُلُثَيْ مَؤُونَةِ النَّاسِ
"Pergilah, sampaikanlah fatwa kepada manusia. Barang siapa yang bertanya kepadamu tentang hal yang penting baginya, berikanlah fatwa kepadanya. Barang siapa yang bertanya kepadamu tentang sesuatu yang tidak penting baginya, janganlah berfatwa kepadanya. Sesungguhnya engkau telah menghilangkan dariku dua pertiga beban (kesukaran) pada manusia." (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’ (3/327), dinukil pula oleh Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan Nihaayah).
Ucapan Ibnu Abbas ini memberikan pelajaran berharga pada kita, di antaranya adalah:
❏ Pertama: Ini adalah rekomendasi dari Ibnu Abbas akan kelayakan berfatwa bagi Ikrimah, seorang Tabi’i.
❏ Kedua: Tidak setiap pertanyaan harus dijawab. Meski kita mengetahui jawabannya. Apabila orang yang bertanya memang membutuhkan jawaban itu, dan kita mengetahuinya, berikanlah jawaban yang baik.
❏ Ketiga: Ketidaktahuan akan ilmu agama menimbulkan beban kesukaran pada manusia. Jawaban dan bimbingan dari orang yang berilmu akan menghilangkan beban tersebut.
(Abu Utsman Kharisman)
WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KETIDAKTAHUAN AKAN PERMASALAHAN AGAMA ADALAH BEBAN BAGI MANUSIA
Sahabat Nabi Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata kepada Ikrimah:
انْطَلِقْ فَأَفْتِ النَّاسَ فَمَنْ سَأَلَكَ عَمَّا يَعْنِيهِ فَأَفْتِهِ وَمَنْ سَأَلَكَ عَمَّا لَا يَعْنِيهِ فَلَا تُفْتِهِ، فَإِنَّكَ تَطْرَحُ عَنِّي ثُلُثَيْ مَؤُونَةِ النَّاسِ
"Pergilah, sampaikanlah fatwa kepada manusia. Barang siapa yang bertanya kepadamu tentang hal yang penting baginya, berikanlah fatwa kepadanya. Barang siapa yang bertanya kepadamu tentang sesuatu yang tidak penting baginya, janganlah berfatwa kepadanya. Sesungguhnya engkau telah menghilangkan dariku dua pertiga beban (kesukaran) pada manusia." (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’ (3/327), dinukil pula oleh Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan Nihaayah).
Ucapan Ibnu Abbas ini memberikan pelajaran berharga pada kita, di antaranya adalah:
❏ Pertama: Ini adalah rekomendasi dari Ibnu Abbas akan kelayakan berfatwa bagi Ikrimah, seorang Tabi’i.
❏ Kedua: Tidak setiap pertanyaan harus dijawab. Meski kita mengetahui jawabannya. Apabila orang yang bertanya memang membutuhkan jawaban itu, dan kita mengetahuinya, berikanlah jawaban yang baik.
❏ Ketiga: Ketidaktahuan akan ilmu agama menimbulkan beban kesukaran pada manusia. Jawaban dan bimbingan dari orang yang berilmu akan menghilangkan beban tersebut.
(Abu Utsman Kharisman)
WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Berikut ini pdf artikel “Kemudahan Syariat Islami di Masa Pandemi”
Diantara Daftar Isinya:
- Kapan Kita Shalat Jum'at dan Berjama'ah?
- Ibadah adalah Ghayah (Tujuan Utama)
- Rambu-rambu Penting dalam Beribadah
- Terhalang Udzur, Pahala Tetap Tercatat
- Regulasi Pemerintah Terkait Ibadah Di Masa Wabah
- Masjid Sebagai Bagian Dari Pondok Pesantren
- Masjid Umum
- Prinsip Taat Kepada Waliyyul Amr (Pemerintah)
- Prinsip Mengamalkan Ilmu
- Waspada Dari Sikap Berlebihan
- Prinsip Dan Sikap Salafy
- Harapan dan Do'a
Silahkan download:
⇓⇓⇓⇓⇓
Diantara Daftar Isinya:
- Kapan Kita Shalat Jum'at dan Berjama'ah?
- Ibadah adalah Ghayah (Tujuan Utama)
- Rambu-rambu Penting dalam Beribadah
- Terhalang Udzur, Pahala Tetap Tercatat
- Regulasi Pemerintah Terkait Ibadah Di Masa Wabah
- Masjid Sebagai Bagian Dari Pondok Pesantren
- Masjid Umum
- Prinsip Taat Kepada Waliyyul Amr (Pemerintah)
- Prinsip Mengamalkan Ilmu
- Waspada Dari Sikap Berlebihan
- Prinsip Dan Sikap Salafy
- Harapan dan Do'a
Silahkan download:
⇓⇓⇓⇓⇓
::
📬 AKHLAK YANG BURUK BISA MERUSAK UKHUWAH DAN BERBAHAYA BAGI DAKWAH
Termasuk prinsip Islam yang besar ialah prinsip Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan se-Islam) dan saling bersaudara karena Alloh تعالى.
Allah ﷻ berfirman :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ..
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara... ". (QS. Al-Hujuraat ayat 10)
Disebutkan dalam hadits :
((..وكُونُوا عِبادَ اللهِ إخْوانًا))
" ... Dan jadilah kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara ... ".
Dan jujurnya persaudaraan bisa diwujudkan dengan dua hal :
1. Melakukan sebab-sebab baik berupa ucapan atau perbuatan yang bisa memperkuat ukhuwah, seperti : saling tawadlu', saling menasehati, saling menghibur, saling mengunjungi, saling memberi hadiah, menutup aib saudaranya, memenuhi janji, dan selain daripada itu.
2. Meninggalkan sebab-sebab baik berupa ucapan atau perbuatan yang bisa merusak ukhuwah, seperti : mengejek, meremehkan, menghina, sombong, hasad, dengki, menyebarkan rahasia, dan selainnya.
Diantara akhlak jelek yang menunjukkan rendah dan buruknya pemiliknya ialah :
تتبع زلات الإخوان و أخطائهم و يتذكرها دائما فى ذهنه، فهذا خلق المنافقين.
◻️ Mencari-cari ketergelinciran saudara-saudaranya dan kesalahannya. Ia selalu mengingatnya dalam pikirannya. Maka ini merupakan perangai kaum munafik.
و أخبث من هذا أنه إذا حصل بينه و بين أخيه أوإخوانه شيئ أظهر تلك الزلات و الأخطاء ،
◻️ Dan yang lebih buruk darinya apabila terjadi sesuatu antara dia dan saudaranya atau saudara-saudaranya maka dia tampakkan ketergelincirannya, kesalahannya.
و أخبث منه أن يظهرها أمام غيره من الإخوان بل أمام الملأ ،فهذا يدل على حقد دفين و هذا الفعل يعتبر نميمة شنيعة لغرض الاستعلاء على إخوانه.
◻️ Dan lebih buruk lagi dari itu ia menampakkannya di depan orang lain dari saudara-saudaranya bahkan di depan khalayak ramai. Maka ini menunjukkan adanya dendam yang terpendam. Dan perbuatan ini bisa dibilang sebagai bentuk namimah yang buruk dengan sebab ia merasa lebih tinggi dari saudara-saudaranya.
و أخبث من هذا كله أن يظهر تلك الزلات و الأخطاء أمام الاخوان مع أن صاحب تلك الزلات و الاخطاء قد عرف و اشتهر بالتوبة منها و لم يعُد إليها ،فأي خلق أخبث و شر من هذا؟
◻️ Bahkan lebih buruk lagi dari ini semua ialah ia menampakkan ketergelinciran dan kesalahan tadi di hadapan ikhwan dalam keadaan orang yang tergelincir dan bersalah tadi adalah orang yang diketahui dan dikenal sudah bertaubat dari perbuatan tersebut dan tidak mengulanginya. Maka akhlak manakah yang lebih buruk dan jelek dari akhlak semacam ini?
Ini adalah akhlak jelek yang menunjukkan adanya kerendahan dan keburukan serta kedengkian (pada pelakunya). Kita berlindung kepada Alloh dari kerendahan ini.
Sungguh akhlak tersebut adalah akhlak yang bisa merusak ukhuwah dan menjadi sebab permusuhan.
Lantas apa sangkaanmu jikalau terjadi semacam ini di dunia dakwah dari orang-orang yang ikut bergabung mendakwahkan Islam dari kalangan da'i, mubaligh atau semisalnya?
Demi Alloh, akhlak tersebut benar-benar akan merusak dakwah, menodai nama baik dakwah, menimbulkan berbagai fitnah dan kekacauan, memicu permusuhan dan kemarahan dan selainnya dari bentuk-bentuk mudharat dan kerusakan.
Hendaknya kalian - semoga Alloh memberkahi kalian - berakhlak dengan akhlak mulia dan menghiasi mu'amalah dan dakwah kalian dengannya ...
Dan jauhilah oleh kalian perangai-perangai yang jelek lagi buruk yang berpotensi merusak ukhuwah dan dakwah ...
Ya Alloh, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari akhlak yang jelek, hawa nafsu yang jelek, penyakit yang jelek, dan amalan yang jelek ".
Dan Allohlah yang memberikan taufiq untuk hamba-Nya.
📨 NASEHATKU UNTUK SANTRI-SANTRIKU (Seri-9)
✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى | Sidayu, Rabu 21 Muharram 1442 H
🌏 @mahadalbayyinah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 AKHLAK YANG BURUK BISA MERUSAK UKHUWAH DAN BERBAHAYA BAGI DAKWAH
Termasuk prinsip Islam yang besar ialah prinsip Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan se-Islam) dan saling bersaudara karena Alloh تعالى.
Allah ﷻ berfirman :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ..
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara... ". (QS. Al-Hujuraat ayat 10)
Disebutkan dalam hadits :
((..وكُونُوا عِبادَ اللهِ إخْوانًا))
" ... Dan jadilah kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara ... ".
Dan jujurnya persaudaraan bisa diwujudkan dengan dua hal :
1. Melakukan sebab-sebab baik berupa ucapan atau perbuatan yang bisa memperkuat ukhuwah, seperti : saling tawadlu', saling menasehati, saling menghibur, saling mengunjungi, saling memberi hadiah, menutup aib saudaranya, memenuhi janji, dan selain daripada itu.
2. Meninggalkan sebab-sebab baik berupa ucapan atau perbuatan yang bisa merusak ukhuwah, seperti : mengejek, meremehkan, menghina, sombong, hasad, dengki, menyebarkan rahasia, dan selainnya.
Diantara akhlak jelek yang menunjukkan rendah dan buruknya pemiliknya ialah :
تتبع زلات الإخوان و أخطائهم و يتذكرها دائما فى ذهنه، فهذا خلق المنافقين.
◻️ Mencari-cari ketergelinciran saudara-saudaranya dan kesalahannya. Ia selalu mengingatnya dalam pikirannya. Maka ini merupakan perangai kaum munafik.
و أخبث من هذا أنه إذا حصل بينه و بين أخيه أوإخوانه شيئ أظهر تلك الزلات و الأخطاء ،
◻️ Dan yang lebih buruk darinya apabila terjadi sesuatu antara dia dan saudaranya atau saudara-saudaranya maka dia tampakkan ketergelincirannya, kesalahannya.
و أخبث منه أن يظهرها أمام غيره من الإخوان بل أمام الملأ ،فهذا يدل على حقد دفين و هذا الفعل يعتبر نميمة شنيعة لغرض الاستعلاء على إخوانه.
◻️ Dan lebih buruk lagi dari itu ia menampakkannya di depan orang lain dari saudara-saudaranya bahkan di depan khalayak ramai. Maka ini menunjukkan adanya dendam yang terpendam. Dan perbuatan ini bisa dibilang sebagai bentuk namimah yang buruk dengan sebab ia merasa lebih tinggi dari saudara-saudaranya.
و أخبث من هذا كله أن يظهر تلك الزلات و الأخطاء أمام الاخوان مع أن صاحب تلك الزلات و الاخطاء قد عرف و اشتهر بالتوبة منها و لم يعُد إليها ،فأي خلق أخبث و شر من هذا؟
◻️ Bahkan lebih buruk lagi dari ini semua ialah ia menampakkan ketergelinciran dan kesalahan tadi di hadapan ikhwan dalam keadaan orang yang tergelincir dan bersalah tadi adalah orang yang diketahui dan dikenal sudah bertaubat dari perbuatan tersebut dan tidak mengulanginya. Maka akhlak manakah yang lebih buruk dan jelek dari akhlak semacam ini?
Ini adalah akhlak jelek yang menunjukkan adanya kerendahan dan keburukan serta kedengkian (pada pelakunya). Kita berlindung kepada Alloh dari kerendahan ini.
Sungguh akhlak tersebut adalah akhlak yang bisa merusak ukhuwah dan menjadi sebab permusuhan.
Lantas apa sangkaanmu jikalau terjadi semacam ini di dunia dakwah dari orang-orang yang ikut bergabung mendakwahkan Islam dari kalangan da'i, mubaligh atau semisalnya?
Demi Alloh, akhlak tersebut benar-benar akan merusak dakwah, menodai nama baik dakwah, menimbulkan berbagai fitnah dan kekacauan, memicu permusuhan dan kemarahan dan selainnya dari bentuk-bentuk mudharat dan kerusakan.
Hendaknya kalian - semoga Alloh memberkahi kalian - berakhlak dengan akhlak mulia dan menghiasi mu'amalah dan dakwah kalian dengannya ...
Dan jauhilah oleh kalian perangai-perangai yang jelek lagi buruk yang berpotensi merusak ukhuwah dan dakwah ...
Ya Alloh, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari akhlak yang jelek, hawa nafsu yang jelek, penyakit yang jelek, dan amalan yang jelek ".
Dan Allohlah yang memberikan taufiq untuk hamba-Nya.
📨 NASEHATKU UNTUK SANTRI-SANTRIKU (Seri-9)
✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى | Sidayu, Rabu 21 Muharram 1442 H
🌏 @mahadalbayyinah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com