منتدى نشر الفـــــــوائد
7.58K subscribers
4.3K photos
256 videos
279 files
5.61K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
📬 MENKES: ANGGAP SEMUA ORANG POSITIF, IKHLAS JALANKAN PROTOKOL


Kondisi perkembangan Covid-19 yang terus mengkhawatirkan, membuat kita semua harus semakin waspada. Pemerintah juga tak henti-hentinya mengingatkan warga masyarakat agar selalu waspada, jangan abai dan lalai.

Di antaranya seperti yang disampaikan oleh Kemenkes dalam kesempatan kunjungan kerja ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Pinang, Kamis (24/09/2020)

Dalam kesempatan tersebut Menkes mengingatkan agar semua orang dianggap positif COVID-19, tapi bukan sakit. Hal tersebut bertujuan supaya setiap orang menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker. Hendaknya semua orang ikhlas dalam menjalankan protokol 3M.

“Harus menganggap semua orang positif, bukan sakit, kita pakai masker karena masa pandemi. Harus ikhlas pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak,” tutur Menkes Terawan.

Kemenkes juga mengingatkan semua masyarakat hendaknya selalu sabar.

“Pengalaman kalian pasti luar biasa, saya minta untuk semua sabar, berdoa, tawakal, dan tetap berbahagia,” tambahnya, sebagaimana di http://sehatnegeriku.kemkes.go.id 

Terpisah, dalam acara talkshow di di Kantor Graha BNPB, Rabu (23/09/2020), disampaikan pesan:

“Kalau sudah seperti ini, sebetulnya cara yang paling baik untuk kita semua adalah  memperlakuan semua orang sebagai OTG. Karena kita tidak tahu riwayat seseorang kecuali kalau dia tinggal satu rumah dengan kita. Kalau tidak satu rumah dengan kita, maka kita tidak tahu dia kemana saja. Kalau saya ketemu dengan si A saya menganggap si A itu OTG, maka saya akan menjaga protokol kesehatan. Kalau Si A menganggap saya OTG maka dia akan menjaga protokol kesehatan. OTG itu orang tanpa gejala, bahwa dia punya virus.

Kalau dikatakan, “WAH PARANOID NIH, SEMUA ORANG DIANGGAP PUNYA VIRUS!” 

Maka itu adalah cara yang paling baik. Supaya kita selalu ingat bahwa protokol kesehatan saat ini, sampai saat ini, adalah cara yang paling baik, paling tepat, dan paling benar untuk mencegah kita dari terkena Covid-19.

Selebihnya tidak ada cara lain. Bahwa vaksin masih di depan, bahwa obat belum ditemukan. Berarti sekarang pegangan kita hanya protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun. Tidak menyentuh wajah kita sebelum kita yakin yang namanya tangan kita ini bersih.”

Dalam keterangannya di Kantor Presiden, Kamis (24/9) Jubir Satgas Covid-19 Nasional Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa masyarakat masih lengah, mengabaikan protokol kesehatan. Masyarakat seolah tidak memiliki empati dengan banyaknya korban yang menjadi positif Covid-19.

Masyarakat saat ini katanya masih banyak yang memandang negatif terhadap pasien positif Covid-19. Masyarakat juga diminta tidak terpengaruh atas berita tidak bertanggungjawab yang menyebut pandemi Covid-19 adalah konspirasi.

Sumber:
https://www.tanggapcovid19.com/menkes-anggap-semua-orang-positif-ikhlas-jalankan-protokol/

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 GHIBAH YANG DIBOLEHKAN (Menurut Imam Nawawi rahimahullah)

📑 Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:

.. Ketahuilah sesungguhnya ghibah itu dibolehkan untuk tujuan yang benar sesuai syariat, yang tidak mungkin diraih kecuali dengan ghibah, hal itu ada dalam enam perkara:

❶ Yang pertama orang yang terzalimi.

Maka bagi orang yang terzalimi boleh untuk melaporkan kepada penguasa atau hakim dan selainnya dari pihak yang berwenang, atau orang yang mampu menengahi dari orang yg menzaliminya. Lalu ia berkata: Si fulan telah menzalimi saya.


❷Yang kedua: Dalam rangka meminta tolong untuk menghilangkan kemungkaran, mengembalikan orang yang berbuat maksiat ke jalan yang benar.

Lalu ia berkata kepada orang yang diharapkan bisa menghilangkan kemungkaran tersebut: "Fulan telah berbuat (maksiat) demikian, maka hendaknya engkau mencegahnya." Atau kalimat yang semisal itu. Maksud/tujuannya adalah mencari sarana untuk menghilangkan kemungkaran tersebut. Maka jika ia tidak bermaksud seperti itu, maka hukumnya haram.


❸Yang ketiga : Meminta fatwa.

Lalu ia mengatakan kepada mufti: Ayahku, saudaraku, suamiku atau fulan telah menzalimiku demikian, apakah hal itu boleh baginya? Dan saya tidak memiliki jalan untuk terlepas dari orang ini dan mengambil hak saya serta mencegah kezalimannya (kecuali dengan itu)? Dan yang semisal itu. Maka itu boleh kalau ada hajat.

Akan tetapi yang afdhal dan lebih hati-hati hendaknya ia mengatakan: Apa pendapat anda, tentang seorang atau seorang suami yang keadaannya demikian? Maka jika sudah tercapai tujuannya tanpa menyebut nama individunya (itu lebih baik). Walaupun jika menyebut namanya itu boleh juga, sebagaimana kami akan sebutkan dalam hadits Hindun radhiallahu'anha in sya Allah.


❹Yang keempat: Memperingatkan kaum muslimin dari kejelekan dan menasihati mereka.

Yang demikian ini dari beberapa segi:

◻️Diantaranya: Jarh (kritikan) terhadap orang yang dikritik dari para rawi dan saksi. Yang demikian itu boleh dengan ijmak kaum muslimin, bahkan wajib untuk tujuan ini.

◻️Diantaranya juga: Ketika meminta pendapat (saran) ketika hendak menikah dengan seorang, atau kerja sama dengannya, menitipkan sesuatu, bermuamalah dan selain itu, atau berdialog dengannya. Wajib bagi orang yang dimintai saran untuk tidak menyembunyikan keadaan orang tersebut. Bahkan dia mesti menyebutkan kejelekkan-kejelekkan yang ada padanya dengan niat menasihati.

◻️Dan diantaranya : Jika melihat seorang pelajar yang bolak-balik menemui ahli bidah, atau orang fasiq yang ia mengambil ilmu darinya, dan dikawatirkan pelajar tadi akan mengalami mudharat dengan itu. Maka wajib menasihatinya dan menjelaskan keadaannya (ahli bidah). Dengan syarat untuk tujuan menasihatinya.
Dan ini diantara perkara yang salah dalam hal ini : Terkadang yang mengkritik itu terbawa sifat hasad (dalam menjarh), syaitan membuat pengkaburan dalam hal itu, digambarkan seolah-olah itu adalah nasihat. Maka berlaku cermatlah dalam mengkritik.

◻️ Diantaranya: Orang yang mempunyai amanah tanggung jawab, tapi tidak melaksanakannya sebagaimana mestinya: Baik karena memang ia tidak pantas untuk itu, ataupun karena ia adalah seorang fasiq atau teledor dan semisalnya.

Maka wajib untuk menyebutkan (kekurangan orang itu) kepada pihak yang memiliki kewenangan umum untuk menyingkirkannya dan menggantikannya dengan orang yang pantas. Atau mengabarkan hal itu agar ia ditindak sesuai keadaannya, tidak tertipu dengannya, dan berupaya untuk mendorongnya agar istiqamah atau membimbingnya.
❺ Yang kelima: Ketika seorang itu terang-terangan menampakkan perbuatan fasiqnya, atau kebidahannya.

Semisal terang-terangan menampakkan minum khamer, merampok manusia, minta pajak dan pungutan uang secara zalim, melakukan perkara-perkara yang batil.

Maka boleh disebutkan perkara yang dia tampakkan, dan diharamkan menyebutkan aib-aib selainnya, kecuali disebutkan kejelekannya karena suatu sebab lain yang telah kami sebutkan.


❻ Yang keenam: Dalam rangka mengenalkan.

Maka jika seorang insan dikenal dengan gelar si Buta, si Pincang, si Tuli, si Picek, si Juling dan selain mereka, boleh saja mengenalkan mereka dengan hal itu.

Dan diharamkan menyebutkannya dengan maksud menghina/merendahkamnya. Seandainya memungkinkan menyebutkannya dengan selain itu, tentu lebih utama.



Maka ini adalah enam sebab yang disebutkan para ulama dan kebanyakannya adalah perkara yang telah disepakati.


.. Al-allamah Al-Faqih Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:

"Bab ini telah disebutkan oleh imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" perkara -perkara yang diperbolehkan ghibah di sana, beliau menyebutkan ada enam perkara.

Dan perkataan beliau itu tidak perlu dikritisi, karena semuanya adalah perkataan yang bagus dan benar yang memiliki dalil-dalil. Dan beliau akan menyebutkannya insya Allah dalam bab ini. Beliau menyebutkan dalil -dalil dan kita akan membicarakan hal itu pada waktunya in sya Allah.

Maka kita memohon kepada Allah semoga Dia mengampuni An-Nawawi rahimahullah dan mengumpulkan kita dan kalian dengan beliau di surga An-Na'im.

📂 Syarh Riyadhus Shalihin karya Al-Utsaimin 6/134-136.

📚 Sumber : Channel Al Baarakah Ma'a Akabirikum @ForumSalafy

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HAKEKAT ANAK YANG BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUANYA

Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin rahimahullahu:

《 إذا تأمّلنا في أحوال النّاس اليومَ؛ وجدنا كثيراً مِنهم لا يَبرَّ بوالديه، بل هو عاقٌّ، تجدهُ يُحسنُ إلى أصحابه، ولا يملُّ الجلوس معهم،

لكن لو يجلس إلى أبيه أو أمِّه ساعةً من نهار؛ لوجدته متململاً، كأنّما هو على الجمر؛

فهذا ليس ببارٍّ، بل البَارُّ مَن يَنشرحُ صدْرهُ لأُمِّه وأبيه، ويخدمهما على أهداب عينيه، ويحرص غايةَ الحرص على رضاهما بكلِّ ما يستطيع 》.

"Apabila kita memperhatikan pada keadaan manusia saat ini, maka kita mendapati kebanyakan dari mereka tidak berbakti kepada kedua orangtuanya.

Namun mereka berbuat durhaka.

Engkau mendapati mereka berbuat baik kepada teman-temannya, tidak merasa bosan tatkala duduk berkumpul bersama mereka.

Akan tetapi, tatkala ia duduk bersama ayah dan ibunya sebentar saja di waktu siang, niscaya engkau akan mendapatinya merasa bosan, seolah ia dalam kegelisahan..

Maka ini bukanlan anak yang berbakti.

Akan tetapi anak yang berbakti yang sesungguhnya adalah anak yang merasa lapang jiwanya tatkala bersama ayah dan ibunya.

Ia berkhidmat, melayani keduanya, dengan penuh kesopanan di depan keduanya..

Dan bersemangat dengan penuh kesemangatan untuk mendapatkan ridho keduanya, sesuai dengan kemampuannya."

📚Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyyah (3/121). @ForumSalafyPurbalingga

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 NABI ISA BERLEPAS DIRI TERHADAP PERIBADATAN NASRANI

Isa bin Maryam 'alaihissalam, demi Allah, beliau bukanlah Nasrani.

Beliau tidak mengajari umatnya untuk menyembah dirinya. Beliau tidak pula mengajari manusia untuk menyembah ibunya, Maryam.

Yang beliau dakwahkan adalah Islam, memerintahkan manusia untuk beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Nabi Isa 'alaihissalam berlepas diri dari ucapan dan keyakinan kaum Nasrani.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (١١٦) مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنتَ أَنتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (١١٧)

"Dan (ingatlah) ketika Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, 'Hai 'Isa putra Maryam! Adakah kamu mengatakan kepada manusia 'Jadikanlah aku dan ibuku dua orang ilah (sesembahan) selain Allah?

Isa menjawab, 'Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya.

Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), 'Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabb kalian', dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka.

Maka setelah Engkau angkat aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu’.”

(Al-Maidah: 116—117)


FAKTANYA, NABI ISA SEORANG MUSLIM YANG TAWADHU

Nabi Isa ‘alaihissalam, yang kini masih hidup di langit, di akhir zaman beliau akan turun ke muka bumi menegakkan syariat Islam beserta hukum-hukum yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ, bahkan dengan tawadhu’ beliau shalat di belakang Imam Mahdi.

… فَبَيْنَمَا إِمَامُهُمْ قَدْ تَقَدَّمَ يُصَلِّي بِهِمُ الصُّبْحَ إِذْ نَزَلَ عَلَيْهِمْ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ الصُّبْحَ فَرَجَعَ ذَلِكَ الْإِمَامُ يَنْكُصُ يَمْشِي الْقَهْقَرِي لِيَتَقَدَّمَ عِيْسَى يُصَلِّي بِالنَّاسِ فَيَضَعُ عِيْسَى يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ: تَقَدَّمْ فَصَلِّ، فَإِنَّهَا لَكَ أُقِيمَتْ. فَيُصَلِّي بِهِمْ إِمَامُهُم

“…Tatkala imam mereka (al-Mahdi) maju untuk mengimami shalat subuh, tiba-tiba turun kepada mereka ‘Isa bin Maryam 'alaihissalam. Bergegas, mundurlah Imam Mahdi ke belakang agar Nabi ‘Isa 'alaihissalam mengimami manusia.

Nabi ‘Isa pun meletakkan tangan beliau diantara pundak al-Mahdi seraya berkata, 'Maju dan shalatlah, karena untukmu shalat ini ditegakkan.'

Akhirnya Imam Mahdi maju mengimami shalat.”

🔗 Sumber: https://asysyariah.com/menyelami-samudra-keindahan-islam/?amp
_____
Takhrij tambahan:

(Petikan dari HR. Ibnu Khuzaimah dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir no. 7875) @asysyariah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HUKUM TELANJANG SAAT JIMA'

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah

P e r t a n y a a n :

"Apakah telanjang disaat berjima' diperbolehkan atau makruh (dibenci) ? Dan apakah disana ada adab-adab yang mesti diikuti saat jima' ?


J a w a b a n :

"Yang disunnahkan saat jima hendaknya seseorang sebelum jima' ia berdo'a :

بِسْمِ اللَّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

"Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami."

Adapun telanjang saat jima, telah dimakruhkan oleh sebagian ulama, mereka berkata :"Sesungguhnya yang semestinya itu hendaklah ia menyetubuhinya dan masing-masing dari keduanya mengenakan pakaian."

Namun sekalipun begitu, apabila keduanya telanjang maka itu TIDAK MASALAH. Karena Allah berfirman :

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۞ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِين

"Dan orang yang memelihara kemaluannya,kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela." [QS. Al-Mu'minun: Ayat 5-6]

Jika tidak menutup kemaluan saja tidak tercela, maka selain daripada itu terlebih lagi."

📚 Sumber : Silsilah Fatawa Nurun Alad Darb, kaset ke 38 | Link Audio : http://goo.gl/9tcKXH | http://bit.ly/alistifadah

---------------
ما يسن عند الجماع وحكم التعري

من فتاوى الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى

السؤال: الأخير عن معاشرة النساء، يقول: هل التعرية في الجماع جائزة أم مكروهة؟ وهل هناك آداب يجب اتباعها في الجماع؟

الجواب: الشيخ: السنة في الجماع أن يقول الإنسان عند الجماع: بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا. وأما التعري عند الجماع فقد كرهه بعض أهل العلم وقال: إن الذي ينبغي أن يجامعها وكل منهما عليه لباس، ولكن مع ذلك لو تعريا فلا حرج؛ لأن الله يقول: ﴿وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۞ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ﴾. فإذا كان لا ملامة في عدم ستر الفرج فما سواه من باب أولى.

المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [38].فتاوى المرأة
البر والصلة والآداب والأخلاق > سنن وآداب
رابط المقطع الصوتي
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 APAKAH SEORANG ISTERI JUGA IKUT MEMBACA DOA BERJIMAK?

Rasulullah ﷺ bersabda :

Apabila salah seorang kalian hendak mendatangi isterinya, dia membaca doa :
 
بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

(Bismillah, Allahumma jannibnasy syaithaana wajannibisy syaithaana maa razaqtanaa).

Artinya : "(Bismillah) Ya Allah jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang Engkau akan karuniakan kepada kami." Maka sesungguhnya apabila keduanya ditakdirkan memiliki anak melalui jimak itu, niscaya syaitan tidak akan memudharatkannya selamanya." [Muttafaq alaih].

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan :

"Apakah seorang wanita juga membaca doa ketika berjimak?

Sebagian ulama mengatakan, sesungguhnya seorang wanita itu juga membacanya. Dan yang benar sesungguhnya isteri tidak ikut membacanya. Karena beliau ﷺ bersabda :

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ

"Kalau seandainya salah seorang kalian hendak mendatangi isterinya." [Muttafaq alaih].

📑 Syarh Al-Mumti' 12/414 | @ahlussunnahposo

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 SETIAP UCAPAN ADA BALASAN

Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

فمَن حفِظَ لسانهُ لأجلِ الله في الدُّنيا؛ أطلقَ اللهُ لسانهُ بالشَّهادة عند الموتِ ولقاء الله.
ومَن سَرَّح لسانهُ في أعراضِ المسلمين، واتَّبعَ عَوراتهم؛ أمسكَ اللهُ لسانه عن الشهادةِ عند الموت.

"Barangsiapa yang menjaga lisannya karena Allah di dunia ini, niscaya Allah akan menjadikan lisannya fasih untuk bersyahadat ketika meninggal dunia dan ketika berjumpa dengan-Nya.

Dan barangsiapa yang membiarkan lisannya bebas membicarakan kehormatan kaum muslimin (ghibah) dan mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan tahan lisannya (sehingga tidak mampu) dari bersyahadat ketika meninggal."

📚 Bahru ad-Dumu', hal. 124

____________
Terkhusus di masa pandemi, saat jarang silaturahmi dengan kawan dan sanak famili, ucapan kadang dipahami dengan salah arti.

Oleh karenanya, jaga lisan dan ucapan, karena setiap ucapan ada balasan. @satgastanggapcovid19jember

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KEUTAMAAN ILMU ULAMA SALAF : ILMU ITU BUKAN KARENA BANYAKNYA RIWAYAT DAN UCAPAN, MELAINKAN CAHAYA YANG DILETAKKAN DI KALBU UNTUK MENGENAL KEBENARAN

◻️'Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mengatakan,

إن السابقين عن علم وقفوا، وببصر ناقد كفوا، وكانوا هم أقوى على البحث لو بحثوا

"Sesungguhnya orang-orang terdahulu (para ulama salaf, -red) diam karena ilmu. Mereka pun menahan diri (dari sesuatu) karena mata hati yang tajam. Sungguh, mereka lebih mampu meneliti (sebuah masalah) kalau mereka mau melakukannya."

◻️ Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,

وقد فتن كثير من المتأخرين بهذا، وظنوا أن من كثير كلامه وجداله وخصامه في مسائل الدين فهو أعلم ممن ليس كذلك، وهذا جهل محض

"Sungguh, banyak orang belakangan yang tertipu dengan hal ini. Mereka menyangka bahwa siapa yang banyak bicara, debat, dan bantahannya dalam masalah agama, berarti dia lebih berilmu. Ini adalah murni kebodohan.

وانظر إلى أكابر الصحابة علمائهم، كأبي بكر، وعمر، وعثمان، وعلي، ومعاذ، وابن مسعود، وزيد بن ثابت، كيف كانوا كلامهم أقل من كلام ابن عباس وهم أعلم منه

Lihatlah para sahabat yang senior dan ulama mereka, seperti Abu Bakr, 'Umar, 'Ali, Mu'adz, Ibnu Mas'ud, dan Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhum, betapa sedikit ucapan mereka dibandingkan dengan ucapan Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhu, padahal mereka lebih berilmu.

وكذلك كلام التابعين أكثر من كلام الصحابة، والصحابة أعلم منهم

Demikian pula ucapan generasi tabi'in lebih banyak daripada ucapan generasi sahabat, padahal generasi sahabat lebih berilmu.

وكذلك تابعوا التابعين كلامهم أكثر من كلام التابعين، والتابعون أعلم منهم

Ucapan generasi setelah tabi'in pun lebih banyak daripada ucapan generasi tabi'in, padahal generasi tabi'in lebih berilmu.

فليس العلم بكثرة الرواية، ولا بكثرة المقال، ولكنه نور يقذف في القلب يفهم به العبد الحق، ويميز به بينه وبين الباطل..

Jadi, ilmu itu bukan karena banyaknya riwayat dan ucapan, melainkan cahaya yang diletakkan di kalbu. Dengan cahaya itu, seorang hamba akan mengenal kebenaran dan bisa membedakannya dengan kebatilan...."

(Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma'tsur, hlm. 82--83) @asysyariah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 MENCINTAI KEBAIKAN BAGI SAUDARANYA


Sesungguhnya, di antara tuntutan keimanan adalah seseorang mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana yang ia cintai untuk dirinya.

Keimanan yang benar akan mendorong pemiliknya untuk menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji dan mencegahnya dari terjerumus ke dalam lembah kehinaan.

Nabi ﷺ bersabda,

لَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا

“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling hasad, dan janganlah kalian saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim, Kitabul Birri wash Shilah, bab no. 7, hadits no. 2559, dari jalan Anas bin Malik radhiallahu anhu) @asysyariah

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HUKUM MEMINTA ORANG LAIN MEMBELI BARANG SECARA KONTAN UNTUK DIJUAL KEMBALI KEPADANYA SECARA KREDIT

[Fatwa Lajnah Daimah | Fatwa Nomor: 2020]

P e r t a n y a a n :

Seseorang meminta temannya untuk membeli mobil secara kontan untuk dijual kembali kepadanya secara kredit dengan adanya laba. Dengan kata lain, bila harga mobil seharga seribu secara kontan, maka dia jual kembali seharga seribu seratus secara kredit misalnya, maka bagaimana hukumnya?

Mohon disertakan pula penjelasan mengenai ucapan Imam Malik rahimahullah bahwa beliau menerima riwayat hadis Rasulullah ﷺ yang melarang dua akad dalam satu transaksi. Mohon pula dijelaskan mengenai bentuk-bentuk transaksinya. Apakah ini termasuk dalam kategori riba?


J a w a b a n :

Seseorang meminta orang lain untuk membeli mobil tertentu atau yang sudah jelas spesifikasinya, dan orang yang meminta tadi berjanji akan membeli mobil itu darinya.

Lalu, mobil tersebut dibeli dan telah menjadi hak miliknya. Dalam keadaan ini, orang yang mengajukan permintaan tersebut boleh membelinya, baik secara kontan maupun kredit , dengan besaran keuntungan yang jelas.

Ini tidak termasuk dalam kategori jual beli barang yang belum dimiliki, karena pihak yang diberikan pengajuan itu baru menjual kepada pemesan setelah barang itu dibeli dan dimiliki.

Dia tidak boleh menjual kepada kawannya itu sebelum dibeli, atau sudah dibeli namun barangnya belum diterima. Ini berdasarkan larangan Nabi ﷺ mengenai menjual barang sebelum dibeli dan dibawa para saudagar ke tempat tinggal mereka.

Adapun larangan Nabi ﷺ tentang dua akad dalam satu transaksi diterangkan dalam penafsiran jumhur ulama berikut ini. Misalnya pemilik barang berkata,

"saya jual barang ini dengan 10 dirham kontan, atau 15 dirham selama satu tahun,"

atau berkata,

"saya jual salah satu dari dua ekor kerbau ini seharga seribu riyal,"

lalu pembeli menerima, dan keduanya berpisah tanpa adanya penentuan akad, kontan atau kredit pada bentuk pertama, atau tanpa ada penentuan salah satu dua ekor kerbau pada bentuk yang kedua.

Praktik jual beli seperti ini diharamkan karena tidak adanya kejelasan, apakah kontan atau kredit dan tidak ada kejelasan harga pada kasus yang pertama, sedangkan pada kasus kedua, disebabkan oleh tidak adanya kejelasan objek barang yang dijualbelikan.

Salah satu contoh larangan di atas menurut jumhur ulama adalah perkataan seseorang kepada orang lain,

"saya jual rumah saya ini dengan harga sekian, asalkan Anda jual pula rumah Anda ini dengan harga sekian. Atau, syaratnya Anda bekerja sebagai buruh saya selama satu bulan dengan upah sekian. Atau, jika Anda bersedia menikahkan anak perempuan Anda kepada saya dengan mahar sekian. Atau Anda menikah dengan putri saya dengan mahar sekian. Semua ini termasuk bentuk jual beli yang batil karena termasuk dalam kategori dua akad dalam satu transaksi, yang telah dilarang oleh Nabi ﷺ.

Contoh lainnya adalah jual beli 'inah yang cukup populer.
Kami menyarankan Anda untuk menelaah kembali kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah rahimahullah dalam masalah ini. Telaah pula penjelasan al-'Allamah Ibnu al-Qayyim terhadap hadis Nabi ﷺ tentang hukum dua akad dalam satu transaksi, dalam kitabnya Tahdzib as-Sunan dan I'lam al-Muwaqqi'in.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

📚Al Lajnah Ad Daimah Lilbuhutsil Ilmiyyah Walifta'
Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq 'Afifi
Anggota: Abdullah bin Qu'ud
http://telegram.me/ukhwh

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HUKUM SESEORANG YANG SUDAH LANJUT USIA MEMBAGI HARTA MILIKNYA KEPADA AHLI WARIS SEBELUM MENINGGAL

📜 Fatwa Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah

P e r t a n y a a n :

Sebagian orang, jika mencapai usia 80 tahun atau lebih, maka ia membagi-bagikan hartanya padahal ia masih hidup. Bolehkah perbuatan ini?

J a w a b a n :

Mengapa (memangnya)? Apa yang mereka kurbankan (yakni membagi-bagikan hartanya) itu kan baik!!? (Syaikh tertawa).

A’udzubillah, ini haram.

Kejadian ini benar ada (di negeri Sudan)? Penuntut ilmu menjawab: “Iya ada..tapi, yang diberi warisan (yakni ahli waris) berdasarkan pilihannya”

Syaikh: ”Tidak,ini salah juga. Karena berapa banyak manusia meninggal di usia muda. Bisa saja mereka yang berhak mewarisinya meninggal sebelum dirinya, bukankah demikian? Tentu ini kebodohan.

Kemudian katanya: Anda sekarang saat menua sekitar 80 tahun mungkin membutuhkan (uang) lebih, Datang kepada anda berbagai penyakit sebagaimana biasanya penyakit banyak datang di masa tua. Bagaimana engkau akan bagi-bagikan harta anda?!

Juga jika kelak engkau menderita penyakit , engkau bisa jadi berkata: ”Berilah saya uang, jazaakallah khairan!! Kemudian tidak ada yang memberi (bagaimana)?!”

🔘 Syarh Qowaid al Ushul wa ma'aqid al Fushul Kaset no.1 @ukhwh


السؤال 4 : بعض الناس إذا بلغ ثمانين سنة أو أكثر يقسم ماله وهو حي ، هل يجوز هذا ؟

الجواب : ( ورا – أي لماذا - ما يذبحونه أحسن ؟!!)( الشيخ يضحك)أ عوذ بالله هذا حرام ، هذا موجود عندكم ( في السودان) ؟
الطالب : موجود ...لكن المورث هو الذي يقسم باختياره ،

الشيخ : لا هذا غلط أيضا ، لأنه كم من إنسان صغير مات قبل الكبير، ربما هؤلاء ورثته يموتون قبله ، أليس كذلك ؟ فهذا جهل ، ثم يُقال : أنت الآن لما كبرت وصرت ثمانين سنة ، يمكن تحتاج أكثر ، يعتريك أمراض ، لأن الإنسان كلما كبر صارت معه الأمراض ، كيف تقسم مالك ؟! ثم غدا يأتيك مرض تقول : أعطني جزاك الله خيرا! ولا يعطونه!.

📼من شرح " قواعد الأصول ومعاقد الفصول " شريط رقم1.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KILAS BALIK FAKTA SEJARAH KEKEJAMAN PKI DI INDONESIA

🎙Bersama :
Abu Jihad Mujahid Robi' حفظه الله

📆 Audio Dengar Bareng (Debar) Kekejaman PKI | Ahad, 11 Al Muharram 1439 H/ 01 Oktober 2017 M

📊 Bagian 1 Durasi 21:09 [4,9 MB]
📊 Bagian 2 Durasi 28:32 [6,6 MB]

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 INDAHNYA PERSAUDARAAN YANG DIBANGUN DIATAS MANHAJ SALAF (UKHUWAH ISLAMIYYAH)

Baca sampai selesai...

Abu Bakr Ash-Shiddiq dan Rabi'ah Al Aslami Radhiyallahu anhuma...

Rabi'ah Al Aslami Radhiyallahu anhu mengisahkan :
"Dahulu aku melayani Rasulullah ﷺ, Beliau memberikan kepadaku sebidang tanah dan memberikan (pula) kepada Abu Bakr sebidang tanah, dan datanglah Dunia(kepada kami).

Kami berselisih dalam permasalahan cabang pohon kurma, Abu Bakr mengatakan ia di batasan tanahku, dan aku mengatakan: ia di batasan milikku. Terjadilah pembicaraan antara aku dan beliau,

Maka Abu Bakr mengucapkan suatu kalimat yang tidak aku sukai (menyinggung perasaanku), dan beliau menyesal (setelah itu). Maka beliau berkata kepadaku: "Wahai Rabi'ah balaslah kepadaku ucapan yang semisalnya sehingga menjadi kisas (balasan).

Aku menjawab:"tidak akan aku lakukan!" Maka beliau mengatakan: "hendaklah engkau katakan, atau akan aku laporkan engkau kepada Rasulullah ﷺ."

Aku menjawab: "tidak akan aku lakukan..." Maka Abu Bakr pergi menemui Rasulullah ﷺ, Aku pun mengikuti beliau.

Maka datanglah kabilah Aslam (kabilahnya Rabi'ah) mereka mengatakan: "Semoga Allah merahmati Abu Bakr pada perkara apa Beliau melaporkan engkau kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan dia telah mengucapkan suatu perkataan kepadamu (yang membuat engkau tersinggung).

Maka aku berkata: "Apakah kalian tahu siapa Beliau ini? ini adalah Abu Bakr Ash-Shiddiq, dia adalah salah seorang dari dua orang yang berada dalam gua, dia adalah orang yang memiliki kematangan(di dalam agama ini) dari kaum muslimin, hati-hati kalian (jaga ucapan kalian) jangan sampai beliau menoleh kemudian melihat kalian menolongku, (Jangan sampai disebabkan ini) dia marah padaku dan mengadukannya kepada Rasulullah yang membuat Rasulullah marah disebabkan kemarahan Abu Bakar.

Karena Allah akan murka disebabkan kemarahan Rasulullah dan kemarahan Abu Bakar, maka celakalah Rabi'ah.

Maka mereka berkata: "Apa yang engkau perintahkan kepada kami?Rabi'ah menjawab: "Pergilah kalian (kembali). Sampailah Abu Bakar di hadapan Rasulullah dan menceritakan apa yang baru saja terjadi antara dia dan Rabi’ah.

Tak lama kemudian Rabi’ah pun datang di tempat itu. (Rabi'ah mengatakan) aku mengikuti beliau sendiri, Rasulullah ﷺ pun mengangkat kepalanya kepadaku lantas bersabada , “Wahai Rabi’ah apa yang terjadi antara kamu dan Ash-Shiddiq?”

Aku katakan: "Wahai Rasulullah terjadilah demikian dan  demikian maka beliau mengatakan kepadaku kalimat yang tidak aku sukai (membuat aku tersinggung) maka beliau mengatakan kepadaku : "katakanlah sebagaimana yang telah aku katakan kepadamu sehingga menjadi kisas, maka aku enggan, maka Rasulullah ﷺ menjawab: "Ya, jangan engkau balas, namun katakanlah : "semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakr, kemudian Abu Bakr berpaling dan menangis.

[Sanad dari kisah ini dihasankan oleh Assyaikh Al-albaniy rahimahullah] Sumber: As-Silsilah Ashahihah no 3145.

PETIKAN FAIDAH DAN HIKMAH DARI KISAH INI

1. Tidak berlarut-larut ketika berselisih.

2. Jadilah seorang yang mudah memaafkan dan membalas kejelekan dengan kebaikan.

3. Indahnya akhlak mengakui kesalahan dan kembali pada kebenaran.

4. Menghormati dan memuliakan orang yang lebih tua dan lebih dahulu dalam dakwah.

5. Tidak boleh memanfaatkan kesalahan saudaranya untuk menjatuhkan kehormatannya dan menghinakannya.

6. Menjadikan pembawa Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salaf (seperti para ulama dan asatidzah) sebagai rujukan ketika berselisih, sebagaimana mereka ketika berselisih kembali kepada Rasulullahﷺ dimasa hidup beliau.

7. Tidak memanfaatkan kedudukan orang yang dekat untuk membela diri ketika salah, sebagaimana Abu Bakr beliau adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah ﷺ, beliau mertua Rasulullah ﷺ, namun beliau tunduk dengan bimbingan nubuwwah.

8. Menjadikan akhirat adalah tujuan utama, sebagaimana Abu Bakr takut akan dibalas di akhirat dan beliau meminta untuk dibalas di dunia.

9. Hendaklah bersikap adil dalam memutuskan.

10. Tidak boleh membela kesalahan

Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar غفر الرحمن له @salafycurup
Pentingnya Menjaga Amanah
::
📬 BERAT SAMA DIPIKUL, RINGAN SAMA DIJINJING

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد:

Perjalanan hidup anak manusia tak dapat dipisahkan dari suka dan duka. Terkadang datang masa suka dan terkadang datang masa duka. Keduanya datang silih berganti, sambung menyambung menjadi satu.

Itulah kehidupan dunia.
◽️Liku-likunya berkelok tajam.
◽️Lintasannya penuh aral dan rintangan.
◽️Godaan syubhat dan rayuan syahwatnya amat dahsyat.

Tak ada seorang anak manusia pun yang kuat menghadapi pahit getir dan pernak-perniknya sendirian.

Duhai betapa beratnya!? Kalaulah bukan karena pertolongan Allah, kemudian kebaikan dan bantuan dari saudara seiman, sulit rasanya untuk bisa bertahan di atas norma-norma yang luhur. Bertutur kata yang mulia, bersikap dengan bijak, dan berprilaku santun.

Tak heran, bila Allah Subhanahu Wata'ala memerintahkan para hamba-Nya untuk saling tolong-menolong di atas kebajikan dan ketakwaan. Saling menopang dan menguatkan. Agar kehidupan yang berat itu terasa lebih ringan.

Lebih dari itu, terbimbing di atas kebajikan dan ketakwaan yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sebaliknya, kehidupan yang berat itu akan terasa semakin berat dan hampa dari barakah, manakala diwarnai oleh sikap tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan.

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ َتَعَاوَنُوا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

"Saling tolong-menolonglah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian saling tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan." (Al-Maidah: 2)

Bersyukurlah orang-orang yang hidup di lingkungan yang baik. Saling tolong-menolong di atas kebajikan dan ketakwaan. Problem kehidupan yang berat insyaAllah dapat teratasi dengan kebersamaan yang terpuji.

Betapa nikmatnya bila masing-masing dapat menjaga diri dari dosa dan permusuhan. Karena dosa dan permusuhan dapat merusak persaudaraan dan kebersamaan. Dengan dosa dan permusuhan akan terkikis bahkan sirna berbagai kenikmatan yang telah lama dirasakan.

Terkhusus di masa pandemi Covid-19 yang sedang melanda ini. Saat-saat yang dibutuhkan padanya sikap empati dan peduli. Kondisi darurat untuk kita saling tolong-menolong di atas kebajikan dan ketakwaan, jauh dari sikap tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing..

Semua itu akan dimudahkan dan mendapatkan taufik dari Allah, manakala qalbu dan amalan kita bercahayakan ilmu. Cinta kepada ilmu, majelis ilmu, lingkungan ilmu, dan orang-orang yang berilmu.

Dengan ilmu, seseorang akan terbimbing menuju hidayah dan istiqamah. Kehadirannya di majelis ilmu menjadi tabungan kebaikan yang sangat berharga. Kehidupannya di tengah-tengah lingkungan ilmu akan menjadi benteng bagi keistiqamahan diri dan keluarganya. Kedekatan dan ihtiramnya kepada orang-orang yang berilmu menjadi pangkal kebaikan hidupnya.

Betapa indahnya ungkapan hikmah yang pernah disampaikan oleh Aun bin Abdillah rahimahullah di hadapan Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah,

إِنِ اسْتَطَعْتَ فَكُنْ عَالِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَكُنْ مُتَعَلِّمًا، وَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَأَحِبَّهُمْ، وَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَلَا تَبْغَضْهُمْ

"Jika engkau mampu, maka jadilah orang berilmu. Jika engkau tidak mampu (menjadi orang berilmu), maka jadilah penuntut ilmu. Jika engkau tidak mampu (menjadi penuntut ilmu), maka cintailah mereka. Jika engkau tidak mampu (mencintai mereka), maka janganlah membenci mereka." (Jami' Bayanil Ilmi Wafadhlihi, karya al-Imam Ibnu Abdil Bar no. 143)

Semoga Allah yang Maha Rahman senantiasa memberikan kemudahan kepada kita dalam mengarungi kehidupan dunia ini, mencurahkan segala berkah dan meneguhkan jiwa kita di atas keistiqamahan, selama hayat masih dikandung badan. Amiin, Yaa Mujiibas sailiin..

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

4 Dzul Qa'dah 1441H | Muhibbukum Fillah: Al-Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi hafizhahullah @tanggapcovid19

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
Sumber Lenyapnya Kenikmatan..
::
📬 PERTEMANAN YANG BAIK ADALAH WAJIB DIANTARA AHLUS SUNNAH: LAPANG DADA, SABAR DAN BERSIKAP LEMBUT

◽️◽️◽️◽️

Asy-Syaikh 'Ubaid Al-Jabiriy hafizhahullah berkata:

"Maka, pertemanan yang baik adalah wajib diantara Ahlussunnah, (yaitu) yang berupa :
lapang dada,
dan sabar,
serta bersikap lembut.

Dan kadangkala saya membantah seorang sunniy dan diapun membantah saya. Dan saya pun bersikap keras kepadanya dalam perkara yang saya dan dia berselisih, dan (demikian pula) diapun bersikap keras kepada saya.

Akan tetapi bukan dalam rangka membeberkan keburukan. Tidaklah saya membeberkan keburukannya.
Dan tidak pula saya menjadikannya sebagai bahan pembicaraan, baik di majelis khusus maupun umum
.

Maka jika saya ditanya tentang pendapat si fulan dalam (masalah) tertentu, saya jawab:

《 Dia telah salah, yang benar adalah (pendapat yang) berseberangan dengan itu. Sementara si Fulan (tersebut), saya mengenalnya bahwa dia adalah orang yang mengikuti Sunnah. Akan tetapi dia tidaklah diberi taufiq (untuk mengetahui pendapat yang benar) dalam masalah ini. 》

Maka, cermatilah oleh kalian semoga Allah memberkahi kalian tentang keadaan dan pembicaraan serta apa saja yang menjadi akibat dari sebuah pembicaraan.

Karena sesungguhnya, seperti yang dikatakan oleh orang-orang:

لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ

"pada setiap tempat (keadaan) itu ada pembicaraannya tersendiri."

📚 (Majmu'ur Rosail Al-Jabiriyah, hal: 189 - 190)


( حسن الصحبة واجبة بين أهل السنة )

قال الشيخ عبيد الجابري-حفظه الله-: فحسن الصحبة واجبة بين أهل السنة من -سعة الصدر. -والصبر. -والملاطفة.
وقد أرد على سني، ويرد علي، وأشتد عليه فيما بيني وبينه، ويشتد علي، لكن لا على سبيل التشهير، لا أشهر به، ولا أجعله عرضة لحديثي في المجالس الخاصة والعامة، فلو سئلت عن قول فلان في كذا، أقول: أخطأ؛ الصواب خلاف ذلك، وفلان أعرف عنه أنه صاحب سنة، لكنه ماوفق في هذا.
فتفطنوا -بارك الله فيكم- إلى الحال والمقال وما يوجب المقال؛ فإن كما يقولون : لكل مقام مقال}.
(مجموع الرسائل الجابرية ص: 190/189)


🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

◽️◽️◽️◽️◽️◽️