::
📬 PINJAMAN BERBUNGA YANG TERKESAN SEBAGAI JUAL BELI
P e r t a n y a a n :
Apakah hukum membeli mobil secara tunai dengan tujuan menjual kembali secara kredit dengan tambahan harga?
Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah:
Jika seseorang membelinya secara tunai, tidaklah membelinya kecuali untuk fulan yang datang meminta agar ia menjualnya secara kredit, ini haram.
Contohnya, saya datang kepada anda dan berkata: Saya ingin mobil tertentu di showroom tertentu. Saya saat ini tidak punya uang. Kemudian anda berkata: “Saya akan membelikannya untuk anda secara tunai. Saya akan bayar ke showroom itu. Kemudian saya akan menjualnya kepada anda dengan tambahan harga”. Ini haram.
Karena itu adalah siasat yang jelas (menuju pinjaman berbunga, pent). Daripada anda mengatakan: “Ambillah sesuai harganya secara tunai, dalam bentuk transaksi salaf dan peminjaman. Belilah dengannya (ke toko itu), namun bayarlah (kepada saya nanti) lebih banyak”, anda justru membelinya dengan pembelian yang sebenarnya tidak dimaksudkan. Kalau anda tidak datang kepada saya, saya tidak akan membeli barang itu. Bahkan memikirkannya pun tidak.
INI TIDAK BOLEH.
Adapun jika mobil itu milik seseorang di showroom-nya, atau ia sudah membelinya. Kemudian saya berkata: Wahai Fulan, saya ingin membeli mobil anda, yang seharga 50 juta secara tunai, tapi saya ingin membelinya seharga 60 juta dengan pelunasan setahun kemudian. INI BOLEH. TIDAK MENGAPA. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ [البقرة:282]
"Wahai orang yang beriman, jika kalian bertransaksi utang piutang hingga batas waktu tertentu, tulislah..." (Q.S al-Baqoroh ayat 282)
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para Sahabatnya seluruhnya.
(Liqaa’ al-Baab al-Maftuuh (101/19))
Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
السؤال
ما حكم شراء السيارة نقداً لغرض بيعها بالتقسيط مع زيادة في السعر؟
الجواب
إذا كان الإنسان الذي اشتراها نقداً لم يشترها إلا لفلان الذي جاء يطلب منه التقسيط فهذا حرام, يعني مثالاً: أتيت إليك أنا وقلت: أريد السيارة الفلانية في المعرض الفلاني, وأنا ما معي فلوس, فقلت أنت: أنا أشتريها نقداً وأعطي المعرض, وأبيعها لك بالتقسيط بزيادة, هذا حرام؛ لأنها حيلة واضحة بدلاً من أن أقول: خذ قيمتها نقداً سلفاً وقرضاً واشتر بها ولكن توفيني أكثر ذهبت أشتريها اشتراءً غير مقصود, أنا لولا أنك أتيت إلي ما اشتريتها ولا فكرت في ذلك, فهذا لا يجوز.
أما إذا لو كانت السيارة عند شخص في معرضه أو كان اشتراها مثلاً، وقلت: يا فلان! أريد أن أشتري منك السيارة, وهي تساوي (50) نقداً, فقلت: أريد أشتريها منك بـ(60) إلى سنة مؤجلاً, هذا يجوز ما فيه شيء لقوله تعالى: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ } [البقرة:282].
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وأصحابه أجمعين
(لقاء الباب المفتوح 101\19)
✒️ Penerjemah: al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 PINJAMAN BERBUNGA YANG TERKESAN SEBAGAI JUAL BELI
P e r t a n y a a n :
Apakah hukum membeli mobil secara tunai dengan tujuan menjual kembali secara kredit dengan tambahan harga?
Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah:
Jika seseorang membelinya secara tunai, tidaklah membelinya kecuali untuk fulan yang datang meminta agar ia menjualnya secara kredit, ini haram.
Contohnya, saya datang kepada anda dan berkata: Saya ingin mobil tertentu di showroom tertentu. Saya saat ini tidak punya uang. Kemudian anda berkata: “Saya akan membelikannya untuk anda secara tunai. Saya akan bayar ke showroom itu. Kemudian saya akan menjualnya kepada anda dengan tambahan harga”. Ini haram.
Karena itu adalah siasat yang jelas (menuju pinjaman berbunga, pent). Daripada anda mengatakan: “Ambillah sesuai harganya secara tunai, dalam bentuk transaksi salaf dan peminjaman. Belilah dengannya (ke toko itu), namun bayarlah (kepada saya nanti) lebih banyak”, anda justru membelinya dengan pembelian yang sebenarnya tidak dimaksudkan. Kalau anda tidak datang kepada saya, saya tidak akan membeli barang itu. Bahkan memikirkannya pun tidak.
INI TIDAK BOLEH.
Adapun jika mobil itu milik seseorang di showroom-nya, atau ia sudah membelinya. Kemudian saya berkata: Wahai Fulan, saya ingin membeli mobil anda, yang seharga 50 juta secara tunai, tapi saya ingin membelinya seharga 60 juta dengan pelunasan setahun kemudian. INI BOLEH. TIDAK MENGAPA. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ [البقرة:282]
"Wahai orang yang beriman, jika kalian bertransaksi utang piutang hingga batas waktu tertentu, tulislah..." (Q.S al-Baqoroh ayat 282)
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para Sahabatnya seluruhnya.
(Liqaa’ al-Baab al-Maftuuh (101/19))
Naskah Asli dalam Bahasa Arab:
السؤال
ما حكم شراء السيارة نقداً لغرض بيعها بالتقسيط مع زيادة في السعر؟
الجواب
إذا كان الإنسان الذي اشتراها نقداً لم يشترها إلا لفلان الذي جاء يطلب منه التقسيط فهذا حرام, يعني مثالاً: أتيت إليك أنا وقلت: أريد السيارة الفلانية في المعرض الفلاني, وأنا ما معي فلوس, فقلت أنت: أنا أشتريها نقداً وأعطي المعرض, وأبيعها لك بالتقسيط بزيادة, هذا حرام؛ لأنها حيلة واضحة بدلاً من أن أقول: خذ قيمتها نقداً سلفاً وقرضاً واشتر بها ولكن توفيني أكثر ذهبت أشتريها اشتراءً غير مقصود, أنا لولا أنك أتيت إلي ما اشتريتها ولا فكرت في ذلك, فهذا لا يجوز.
أما إذا لو كانت السيارة عند شخص في معرضه أو كان اشتراها مثلاً، وقلت: يا فلان! أريد أن أشتري منك السيارة, وهي تساوي (50) نقداً, فقلت: أريد أشتريها منك بـ(60) إلى سنة مؤجلاً, هذا يجوز ما فيه شيء لقوله تعالى: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ } [البقرة:282].
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وأصحابه أجمعين
(لقاء الباب المفتوح 101\19)
✒️ Penerjemah: al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KEDUSTAAN DAN KEJUJURAN YANG TERBESAR
Ibnu Taimiyah rahimahullohu ta'ala mengatakan :
❝ Berdusta adalah asal dari kejelekan, dan yang paling besar kejelekannya adalah berdusta atas nama Allah Azza wa Jalla,
Adapun kejujuran adalah asal dari kebaikan , dan kejujuran yang paling mulia adalah kejujuran kepada Allah tabaroka wa ta'ala.
📚Al Jawabu As Shohih (1/128)
————————————————
قال ابن تيمية رحمه الله تعالى :
فالكذب أصل للشر :
وأعظمه الكذب على الله عز وجل،
.
والصدق أصل للخير :
وأعظمه الصدق على الله تبارك وتعالى.
.
📚الجواب الصحيح (1/128)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KEDUSTAAN DAN KEJUJURAN YANG TERBESAR
Ibnu Taimiyah rahimahullohu ta'ala mengatakan :
❝ Berdusta adalah asal dari kejelekan, dan yang paling besar kejelekannya adalah berdusta atas nama Allah Azza wa Jalla,
Adapun kejujuran adalah asal dari kebaikan , dan kejujuran yang paling mulia adalah kejujuran kepada Allah tabaroka wa ta'ala.
📚Al Jawabu As Shohih (1/128)
————————————————
قال ابن تيمية رحمه الله تعالى :
فالكذب أصل للشر :
وأعظمه الكذب على الله عز وجل،
.
والصدق أصل للخير :
وأعظمه الصدق على الله تبارك وتعالى.
.
📚الجواب الصحيح (1/128)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 TANYA JAWAB SEPUTAR TALAK DAN PERCERAIAN
Dijawab oleh Al Ustadz Muhammad As Sarbini hafizhahullah
◾️◾️◾️◾️◾️
MENIKAH DENGAN WALI HAKIM
Dahulu saya menikah dengan wali yang bukan ayah saya. Waktu itu, ayah saya sedang bekerja di tempat yang jauh, tidak ada yang tahu di mana tempat kerjanya, dan tidak bisa dihubungi. Saya menikah dengan wali hakim. Apakah pernikahan saya sah tanpa wali ayah?
Jawab:
Sah, insya Allah.
SYARAT JATUH TALAK
Apakah hukum talak dan nikah bisa jatuh tanpa persetujuan istri? Misal, suami mengatakan cerai, sedangkan istri mengatakan tidak; atau suami bilang talak, tetapi tidak terdengar oleh istri. Apakah hukum talak bisa jatuh?
Jawab:
Talak tetap jatuh meskipun istri tidak setuju.
JUMLAH TALAK DALAM SEKALI UCAP
Suami menceraikan istrinya dengan talak satu kemudian rujuk. Beberapa tahun berikutnya, ia menceraikannya lagi dengan ucapan, "Jatuhlah talakmu, talak dua." Setelah itu, ditanyakan dia tentang ucapannya, dan ia jawab, "Niat saya dua dengan yang dulu." Berapakah talak yang berlaku dalam ucapannya ini?
Jawab:
Itu talak dua.
TALAK LEWAT SMS
Saya sudah ditinggal pergi suami selama 1,5 tahun sebelum dia menalak saya lewat SMS. Apakah hukumnya dan jatuh talak berapa ?
Jawab:
Apabila dipastikan itu adalah SMS dari suami Anda, talak telah jatuh dan dihitung satu talak. Mengingat masa iddah telah berakhir karena masa iddah hanya tiga kali haid, kalian berdua sudah bukan suami-isteri.
Apabila kami rujuk kembali, bagaimana caranya? Kami sudah 1,5 tahun berpisah dan belum mengurus proses perceraian di pengadilan agama.
Jawab:
Caranya menikah kembali secara resmi dengan akad yang baru.
TALAK SAAT EMOSI
Saya anak dari orang tua yang telah bercerai. Bapak saya menjatuhkan talak tiga kepada ibu saya. Saya tidak tahu apakah niatnya benar ingin bercerai atau tidak. Akan tetapi, ketika sudah tidak emosi, bapak saya berkata kepada ibu saya bahwa dia masih istrinya. Bagaimana hukum talak ini ?
Jawab:
Jika dia sadar saat mengucapkannya dan tahu maknanya, sulit ditakwil bahwa maksudnya bukan talak. Artinya, talak jatuh dengan ucapan itu.
Adapun mengenai status talak itu, apakah talak satu atau tiga, ada perbedaan pendapat. Yang rajih, tetap dianggap talak satu. Lantas dia berniat rujuk dengan menganggapnya tetap sebagai istri.
Berbeda halnya jika sebelumnya sudah ditalak dua kali, berarti yang sekarang adalah benar talak tiga dan telah habis kesempatan untuk rujuk.
STATUS PERCERAIAN
Saya wanita yang berusia 46 tahun dan sudah menikah selama 15 tahun. Saya sudah merasa tidak cocok dengan suami sejak tahun ke-2 pernikahan, tetapi saya bertahan untuk memperbaiki diri dan demi masa depan anak meski perselisihan terus terjadi. Sampai satu tahun terakhir, saya sudah tidak "berhubungan" dengan suami, dan suami memahaminya. Namun, suami belum mengucapkan talak sampai menunggu waktu yang tepat. Apakah kami sudah bisa dikatakan bercerai ?
Jawab:
Talak belum jatuh hingga suami menjatuhkan talak dengan ucapan atau tulisan.
🖨 Sumber:
Majalah Asy Syariah Edisi 119 Vol. X/1438 H/2017 @konsultasi_asysyariah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 TANYA JAWAB SEPUTAR TALAK DAN PERCERAIAN
Dijawab oleh Al Ustadz Muhammad As Sarbini hafizhahullah
◾️◾️◾️◾️◾️
MENIKAH DENGAN WALI HAKIM
Dahulu saya menikah dengan wali yang bukan ayah saya. Waktu itu, ayah saya sedang bekerja di tempat yang jauh, tidak ada yang tahu di mana tempat kerjanya, dan tidak bisa dihubungi. Saya menikah dengan wali hakim. Apakah pernikahan saya sah tanpa wali ayah?
Jawab:
Sah, insya Allah.
SYARAT JATUH TALAK
Apakah hukum talak dan nikah bisa jatuh tanpa persetujuan istri? Misal, suami mengatakan cerai, sedangkan istri mengatakan tidak; atau suami bilang talak, tetapi tidak terdengar oleh istri. Apakah hukum talak bisa jatuh?
Jawab:
Talak tetap jatuh meskipun istri tidak setuju.
JUMLAH TALAK DALAM SEKALI UCAP
Suami menceraikan istrinya dengan talak satu kemudian rujuk. Beberapa tahun berikutnya, ia menceraikannya lagi dengan ucapan, "Jatuhlah talakmu, talak dua." Setelah itu, ditanyakan dia tentang ucapannya, dan ia jawab, "Niat saya dua dengan yang dulu." Berapakah talak yang berlaku dalam ucapannya ini?
Jawab:
Itu talak dua.
TALAK LEWAT SMS
Saya sudah ditinggal pergi suami selama 1,5 tahun sebelum dia menalak saya lewat SMS. Apakah hukumnya dan jatuh talak berapa ?
Jawab:
Apabila dipastikan itu adalah SMS dari suami Anda, talak telah jatuh dan dihitung satu talak. Mengingat masa iddah telah berakhir karena masa iddah hanya tiga kali haid, kalian berdua sudah bukan suami-isteri.
Apabila kami rujuk kembali, bagaimana caranya? Kami sudah 1,5 tahun berpisah dan belum mengurus proses perceraian di pengadilan agama.
Jawab:
Caranya menikah kembali secara resmi dengan akad yang baru.
TALAK SAAT EMOSI
Saya anak dari orang tua yang telah bercerai. Bapak saya menjatuhkan talak tiga kepada ibu saya. Saya tidak tahu apakah niatnya benar ingin bercerai atau tidak. Akan tetapi, ketika sudah tidak emosi, bapak saya berkata kepada ibu saya bahwa dia masih istrinya. Bagaimana hukum talak ini ?
Jawab:
Jika dia sadar saat mengucapkannya dan tahu maknanya, sulit ditakwil bahwa maksudnya bukan talak. Artinya, talak jatuh dengan ucapan itu.
Adapun mengenai status talak itu, apakah talak satu atau tiga, ada perbedaan pendapat. Yang rajih, tetap dianggap talak satu. Lantas dia berniat rujuk dengan menganggapnya tetap sebagai istri.
Berbeda halnya jika sebelumnya sudah ditalak dua kali, berarti yang sekarang adalah benar talak tiga dan telah habis kesempatan untuk rujuk.
STATUS PERCERAIAN
Saya wanita yang berusia 46 tahun dan sudah menikah selama 15 tahun. Saya sudah merasa tidak cocok dengan suami sejak tahun ke-2 pernikahan, tetapi saya bertahan untuk memperbaiki diri dan demi masa depan anak meski perselisihan terus terjadi. Sampai satu tahun terakhir, saya sudah tidak "berhubungan" dengan suami, dan suami memahaminya. Namun, suami belum mengucapkan talak sampai menunggu waktu yang tepat. Apakah kami sudah bisa dikatakan bercerai ?
Jawab:
Talak belum jatuh hingga suami menjatuhkan talak dengan ucapan atau tulisan.
🖨 Sumber:
Majalah Asy Syariah Edisi 119 Vol. X/1438 H/2017 @konsultasi_asysyariah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KEJUJURAN DALAM AQIDAH
Asy-Syaikh Sa'di rahimahullah berkata:
❝ Kejujuran dalam aqidah adalah hendaknya aqidah seorang hamba adalah aqidah yang benar (yakni) aqidah salafiyyah, menerima apa yang ada dari kitab dan Sunnah Rasulullah ﷺ dan para sahabat. ❞
📚 Taisir Al-Lathiif Al-Manaan, 360
قال السعدي :
فالصدق في العقائد: أن تكون عقيدة العبد صادقة سلفية، متلقاة عن كتاب الله وسنة رسوله وما كان عليه الصحابة.
تيسير اللطيف المنان ٣٦٠
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KEJUJURAN DALAM AQIDAH
Asy-Syaikh Sa'di rahimahullah berkata:
❝ Kejujuran dalam aqidah adalah hendaknya aqidah seorang hamba adalah aqidah yang benar (yakni) aqidah salafiyyah, menerima apa yang ada dari kitab dan Sunnah Rasulullah ﷺ dan para sahabat. ❞
📚 Taisir Al-Lathiif Al-Manaan, 360
قال السعدي :
فالصدق في العقائد: أن تكون عقيدة العبد صادقة سلفية، متلقاة عن كتاب الله وسنة رسوله وما كان عليه الصحابة.
تيسير اللطيف المنان ٣٦٠
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 HUKUM BERMAIN BURUNG DARA (MERPATI)
١٥- [عن أبي هريرة:] أن رسولَ اللهِ ﷺ رأى رجلًا يَتْبَعُ حَمامَةً، فقال: شيطانٌ يَتْبَعُ شيطانةً.
الألباني (١٤٢٠ هـ)، صحيح أبي داود ٤٩٤٠ • حسن صحيح
"Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ melihat seseorang mengikuti burung dara. Maka beliau ﷺ bersabda: "Setan mengikuti setan yang lain."
[Shahih Sunan Abu Dawud no 4940. Demikian pula disebutkan oleh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah no 3049 dari 'Utsman bin 'Affan radliyallahu 'anhu]
Berkata asy-Syaukani rahimahullah di dalam Nailul Authar 8/173 mengomentari hadits di atas:
"Di dalam hadits tersebut terdapat dalil akan dibencinya bermain-main dengan burung dara. Dan bahwa hal itu termasuk perkara sia-sia yang tidak diijinkan melakukannya.
Sejumlah ulama telah berpendapat akan dibencinya perkara tersebut. Dan tidaklah jauh kiranya bila diasumsikan dari hadits itu tentang keharamannya (bermain/andokan burung dara). Karena penamaan pelakunya sebagai setan menunjukkan akan hal tersebut (keharamannya).
Dan penamaan burung dara sebagai setan, boleh jadi karena dia adalah sebab seseorang mengikutinya, atau karena burung tersebut juga melakukan perbuatan setan, yang mana manusia menyukai untuk mengejarnya dan bermain-main dengannya karena bagusnya bentuknya dan indahnya suaranya." Selesai perkataan beliau.
📨 Dikutip dari: https://bit.ly/3mSHFV9
Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS) @salafysitubondo | Muraja'ah (korektor): al-Ustadz Kharisman hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 HUKUM BERMAIN BURUNG DARA (MERPATI)
١٥- [عن أبي هريرة:] أن رسولَ اللهِ ﷺ رأى رجلًا يَتْبَعُ حَمامَةً، فقال: شيطانٌ يَتْبَعُ شيطانةً.
الألباني (١٤٢٠ هـ)، صحيح أبي داود ٤٩٤٠ • حسن صحيح
"Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ melihat seseorang mengikuti burung dara. Maka beliau ﷺ bersabda: "Setan mengikuti setan yang lain."
[Shahih Sunan Abu Dawud no 4940. Demikian pula disebutkan oleh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah no 3049 dari 'Utsman bin 'Affan radliyallahu 'anhu]
Berkata asy-Syaukani rahimahullah di dalam Nailul Authar 8/173 mengomentari hadits di atas:
"Di dalam hadits tersebut terdapat dalil akan dibencinya bermain-main dengan burung dara. Dan bahwa hal itu termasuk perkara sia-sia yang tidak diijinkan melakukannya.
Sejumlah ulama telah berpendapat akan dibencinya perkara tersebut. Dan tidaklah jauh kiranya bila diasumsikan dari hadits itu tentang keharamannya (bermain/andokan burung dara). Karena penamaan pelakunya sebagai setan menunjukkan akan hal tersebut (keharamannya).
Dan penamaan burung dara sebagai setan, boleh jadi karena dia adalah sebab seseorang mengikutinya, atau karena burung tersebut juga melakukan perbuatan setan, yang mana manusia menyukai untuk mengejarnya dan bermain-main dengannya karena bagusnya bentuknya dan indahnya suaranya." Selesai perkataan beliau.
📨 Dikutip dari: https://bit.ly/3mSHFV9
Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS) @salafysitubondo | Muraja'ah (korektor): al-Ustadz Kharisman hafizhahullah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
www.tasfiatarbia.org
الإعلام بحكم أكل الحمام ! - منتديات التصفية و التربية السلفية
الإعلام بحكم أكل الحمام ! الــمــــنــــــــتـــــــدى الـــــــــعــــــــام
::
📬 HUKUM SHALAT DUA RAKAAT SETELAH ADZAN PERTAMA HARI JUMAT
Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Saya memperhatikan di tengah shalat jumat di Dua tanah Suci yang mulia, berdirinya sebagian orang yang shalat untuk menunaikan dua rakaat setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan pertama. Aku berharap yang mulia menjelaskan yang benar dalam perbuatan ini?
J a w a b a n :
Aku tidak mengetahui dalil syariat yang menunjukkan sunnahnya dua rakaat tersebut. Karena adzan pertama itu adalah perkara yang diadakan oleh Utsman bin Affan radhiyallahu anhu pada masa kekhilafahannya. Tatkala manusia mulai banyak jumlahnya di Madinah. Beliau menginginkan hal itu untuk mengingatkan mereka kalau hari ini adalah hari jum'at. Setelah itu para sahabat mengikuti hal itu.
Diantara mereka adalah Ali radhiyallahu anhu sehingga hal itu menjadi suatu sunnah, berdasarkan sabda Nabi ﷺ :
عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ فَتَمَسَّكُوابِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
"Wajib atas kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khalifah yang lurus lagi di atas petunjuk. Pegang kuat hal itu dan gigitlah dengan gigi geraham." (HR. Ahmad)
Dan sebagian ulama berpendapat disyariatkannya dua rakaat setelah adzan ini berdasarkan keumuman sabda Nabi ﷺ :
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ ، بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ ، ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ : لِمَنْ شَاءَ
"Diantara setiap dua adzan itu ada shalat sunnah, diantara setiap dua adzan itu ada shalat sunnah. Dan yg ketiganya beliau mengatakan : "Bagi siapa yg menghendaki." (HR. Bukhari)
Dan yg nampak benar menurutku, bahwasanya adzan tersebut tidak masuk dalam keumuman hadits. Karena yang dimaksud oleh Nabi ﷺ dengan dua adzan adalah adzan dan iqamat dalam selain shalat jum'at. Adapun pada hari jum'at, maka yang disyariatkan bagi jamaah adalah mempersiapkan diri mendengarkan khutbah setelah adzan.
Hanya Allah lah tempat meminta taufiq.
📝 Majmu' Fatawa 12/390
حكم صلاة ركعتين بعد الأذان الأول
🔻س: ألاحظ أثناء صلاة الجمعة في الحرمين الشريفين قيام بعض المصلين لأداء ركعتين بعد فراغ المؤذن من النداء للأذان الأول، أرجو من سماحة الوالد بيان الحق في هذا الفعل؟.
🔸ج: لا أعلم في الأدلة الشرعية ما يدل على استحباب هاتين الركعتين؛ لأن الأذان المذكور إنما أحدثه عثمان بن عفان رضي الله عنه في خلافته لما كثر الناس في المدينة، أراد بذلك تنبيههم على أن اليوم يوم الجمعة، وتبعه الصحابة في ذلك
، ومنهم علي رضي الله عنه واستقر بذلك كونه سنة؛ لقول النبي ﷺ: ((عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين فتمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ)) روا الإمام أحمد، وقد ذهب بعض أهل العلم إلى شرعية الركعتين بعد هذا الأذان. لعموم قول النبي ﷺ: ((بين كل أذانين صلاة بين كل أذانين صلاة ثم قال في الثالثة لمن شاء)) أخرجه البخاري،
والأظهر عندي أن الأذان المذكور لا يدخل في ذلك؛ لأن مراد النبي صلى الله عليه وسلم بالأذانين: الأذان والإقامة فيما عدا يوم الجمعة، أما يوم الجمعة فإن المشروع للجماعة أن يستعدوا لسماع الخطبة بعد الأذان. والله ولي التوفيق
📕📓.(مجموع12/390) للشيخ ابن باز رحمه الله.
https://t.me/benpaz1| Grup Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 HUKUM SHALAT DUA RAKAAT SETELAH ADZAN PERTAMA HARI JUMAT
Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Saya memperhatikan di tengah shalat jumat di Dua tanah Suci yang mulia, berdirinya sebagian orang yang shalat untuk menunaikan dua rakaat setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan pertama. Aku berharap yang mulia menjelaskan yang benar dalam perbuatan ini?
J a w a b a n :
Aku tidak mengetahui dalil syariat yang menunjukkan sunnahnya dua rakaat tersebut. Karena adzan pertama itu adalah perkara yang diadakan oleh Utsman bin Affan radhiyallahu anhu pada masa kekhilafahannya. Tatkala manusia mulai banyak jumlahnya di Madinah. Beliau menginginkan hal itu untuk mengingatkan mereka kalau hari ini adalah hari jum'at. Setelah itu para sahabat mengikuti hal itu.
Diantara mereka adalah Ali radhiyallahu anhu sehingga hal itu menjadi suatu sunnah, berdasarkan sabda Nabi ﷺ :
عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ فَتَمَسَّكُوابِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
"Wajib atas kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khalifah yang lurus lagi di atas petunjuk. Pegang kuat hal itu dan gigitlah dengan gigi geraham." (HR. Ahmad)
Dan sebagian ulama berpendapat disyariatkannya dua rakaat setelah adzan ini berdasarkan keumuman sabda Nabi ﷺ :
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ ، بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ ، ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ : لِمَنْ شَاءَ
"Diantara setiap dua adzan itu ada shalat sunnah, diantara setiap dua adzan itu ada shalat sunnah. Dan yg ketiganya beliau mengatakan : "Bagi siapa yg menghendaki." (HR. Bukhari)
Dan yg nampak benar menurutku, bahwasanya adzan tersebut tidak masuk dalam keumuman hadits. Karena yang dimaksud oleh Nabi ﷺ dengan dua adzan adalah adzan dan iqamat dalam selain shalat jum'at. Adapun pada hari jum'at, maka yang disyariatkan bagi jamaah adalah mempersiapkan diri mendengarkan khutbah setelah adzan.
Hanya Allah lah tempat meminta taufiq.
📝 Majmu' Fatawa 12/390
حكم صلاة ركعتين بعد الأذان الأول
🔻س: ألاحظ أثناء صلاة الجمعة في الحرمين الشريفين قيام بعض المصلين لأداء ركعتين بعد فراغ المؤذن من النداء للأذان الأول، أرجو من سماحة الوالد بيان الحق في هذا الفعل؟.
🔸ج: لا أعلم في الأدلة الشرعية ما يدل على استحباب هاتين الركعتين؛ لأن الأذان المذكور إنما أحدثه عثمان بن عفان رضي الله عنه في خلافته لما كثر الناس في المدينة، أراد بذلك تنبيههم على أن اليوم يوم الجمعة، وتبعه الصحابة في ذلك
، ومنهم علي رضي الله عنه واستقر بذلك كونه سنة؛ لقول النبي ﷺ: ((عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين فتمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ)) روا الإمام أحمد، وقد ذهب بعض أهل العلم إلى شرعية الركعتين بعد هذا الأذان. لعموم قول النبي ﷺ: ((بين كل أذانين صلاة بين كل أذانين صلاة ثم قال في الثالثة لمن شاء)) أخرجه البخاري،
والأظهر عندي أن الأذان المذكور لا يدخل في ذلك؛ لأن مراد النبي صلى الله عليه وسلم بالأذانين: الأذان والإقامة فيما عدا يوم الجمعة، أما يوم الجمعة فإن المشروع للجماعة أن يستعدوا لسماع الخطبة بعد الأذان. والله ولي التوفيق
📕📓.(مجموع12/390) للشيخ ابن باز رحمه الله.
https://t.me/benpaz1| Grup Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 PENJAGA DAN PELINDUNG ISLAM
🎙Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmiy -rahimahullah- berkata:
"Dan sungguh penjagaan Islam adalah dengan melindunginya :
[✺] Dari setiap penyusup (yang merongrong Islam dari dalam)
[✺] ️Dan menjelaskan hukum-hukum Islam yang benar; dengan mempelajari, mengamalkan, mengajarkan, menyebarkan di muhadharah-muhadharah, kajian-kajian, majelis-majelis pelajaran, tulisan-tulisan.
[✺] Dan membersihkannya dari aneka macam bid'ah dan yang lainnya(dari kebatilan).
Dan Allah 'Azza wa Jalla benar-benar telah mempersiapkan kebaikan yang banyak melalui tangan-tangan Salafiyyin di sini dan di sana (dimanapun mereka), walhamdulillah, yang menjadikan hina dan rendah tipu daya ahlul bid'ah dan orang-orang yang berhubungan dengan mereka."
📖 Ad-Duraarun Najmiyyah, An-Najmiy, hal. 143 - 144 | Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidany rahimahullah
#semangat, sabar, dan tegar menyebarkan kebenaran.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 PENJAGA DAN PELINDUNG ISLAM
🎙Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmiy -rahimahullah- berkata:
"Dan sungguh penjagaan Islam adalah dengan melindunginya :
[✺] Dari setiap penyusup (yang merongrong Islam dari dalam)
[✺] ️Dan menjelaskan hukum-hukum Islam yang benar; dengan mempelajari, mengamalkan, mengajarkan, menyebarkan di muhadharah-muhadharah, kajian-kajian, majelis-majelis pelajaran, tulisan-tulisan.
[✺] Dan membersihkannya dari aneka macam bid'ah dan yang lainnya(dari kebatilan).
Dan Allah 'Azza wa Jalla benar-benar telah mempersiapkan kebaikan yang banyak melalui tangan-tangan Salafiyyin di sini dan di sana (dimanapun mereka), walhamdulillah, yang menjadikan hina dan rendah tipu daya ahlul bid'ah dan orang-orang yang berhubungan dengan mereka."
📖 Ad-Duraarun Najmiyyah, An-Najmiy, hal. 143 - 144 | Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya Al-Maidany rahimahullah
#semangat, sabar, dan tegar menyebarkan kebenaran.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG AYAT TERAKHIR DALAM SURAH AL-KAFIRUN
Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah, salah seorang ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, ayat terakhir Surah al-Kafirun bukan sebagaimana dipahami sebagian orang sesat dan bodoh yang menyebutkan ayat tersebut bukan pengingkaran terhadap keyakinan musyrikin.
Ayat itu tidak menunjukkan sikap saling meridhai antara kita dan orang-orang kafir, ridha dengan keyakinan kaum musyrikin. Tidak pula menunjukkan sikap persamaan antara kita dan kaum kafir.
Ayat itu justru memberi penegasan sikap bara'ah (benci dan memusuhi) terhadap agama (keyakinan) kaum musyrikin.
Sikap tegas, tidak mencari muka di hadapan mereka. Tidak memuji agama (keyakinan) kaum musyrikin. Tidak pula saling menolong dalam urusan keyakinan. Ini terkait urusan agama. Urusan keyakinan.
Adapun urusan keduniaan, dalam urusan yang mubah, seperti jual beli, tentu boleh.
لَّا یَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِینَ لَمۡ یُقَـٰتِلُوكُمۡ فِی ٱلدِّینِ وَلَمۡ یُخۡرِجُوكُم مِّن دِیَـٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِینَ
"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8) (Tafsir Juz 'Amma, hlm. 654-655)
Dengan alasan agar hubungan baik (ishlah: toleransi beragama) terjalin antara pemeluk Islam dan pemeluk agama paganis, kaum musyrikin Quraisy menawarkan kesepakatan untuk saling menghormati dalam peribadahan. Namun, semua itu ditepis. Sebab, seorang muslim tidak boleh membenarkan keyakinan yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesyirikan harus tetap diperangi.
Adapun berbuat baik dalam perkara-perkara kemanusiaan dan dibolehkan syariat, seorang muslim boleh menunaikannya. Misalnya, seorang muslim mengantar tetangganya non-Islam yang sakit untuk berobat ke rumah sakit.
📗Sumber: Majalah @AsySyariah edisi 123 ISLAM AGAMA TOLERAN
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG AYAT TERAKHIR DALAM SURAH AL-KAFIRUN
Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah, salah seorang ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, ayat terakhir Surah al-Kafirun bukan sebagaimana dipahami sebagian orang sesat dan bodoh yang menyebutkan ayat tersebut bukan pengingkaran terhadap keyakinan musyrikin.
Ayat itu tidak menunjukkan sikap saling meridhai antara kita dan orang-orang kafir, ridha dengan keyakinan kaum musyrikin. Tidak pula menunjukkan sikap persamaan antara kita dan kaum kafir.
Ayat itu justru memberi penegasan sikap bara'ah (benci dan memusuhi) terhadap agama (keyakinan) kaum musyrikin.
Sikap tegas, tidak mencari muka di hadapan mereka. Tidak memuji agama (keyakinan) kaum musyrikin. Tidak pula saling menolong dalam urusan keyakinan. Ini terkait urusan agama. Urusan keyakinan.
Adapun urusan keduniaan, dalam urusan yang mubah, seperti jual beli, tentu boleh.
لَّا یَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِینَ لَمۡ یُقَـٰتِلُوكُمۡ فِی ٱلدِّینِ وَلَمۡ یُخۡرِجُوكُم مِّن دِیَـٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِینَ
"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8) (Tafsir Juz 'Amma, hlm. 654-655)
Dengan alasan agar hubungan baik (ishlah: toleransi beragama) terjalin antara pemeluk Islam dan pemeluk agama paganis, kaum musyrikin Quraisy menawarkan kesepakatan untuk saling menghormati dalam peribadahan. Namun, semua itu ditepis. Sebab, seorang muslim tidak boleh membenarkan keyakinan yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesyirikan harus tetap diperangi.
Adapun berbuat baik dalam perkara-perkara kemanusiaan dan dibolehkan syariat, seorang muslim boleh menunaikannya. Misalnya, seorang muslim mengantar tetangganya non-Islam yang sakit untuk berobat ke rumah sakit.
📗Sumber: Majalah @AsySyariah edisi 123 ISLAM AGAMA TOLERAN
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 HUKUM BERWUDHU SETELAH MANDI JANABAH
Seorang yang telah selesai dari mandi janabah tidak wajib baginya berwudhu, baik ia melakukan mandi janabah dengan cara yang sederhana atau cara yang sempurna.
Karena ia telah suci dari hadats besar, maupun dari hadats kecil. Berdalil dengan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ لاَ يَتَوَضَّأُ بَعْدَ الْغُسْلِ
“Dahulu Rasulullah ﷺ tidak berwudhu setelah selesai mandi (janabah).” (HR. At-Tirmidzi no. 107. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Al-Misykah no. 445)
Berkata Ibnu Abdil Barr rahimahullah: “Ulama sepakat, seseorang yang telah selesai melakukan mandi janabah, tidak perlu mengulangi wudhu.”
(Lihat Al-Istidzkar, 1/303)
Hal ini jika tidak batal wudhunya sewaktu ia mandi. Jika batal, maka wajib mengulangi wudhunya. Wallahu a’lam.
Sumber : Buletin Islam AL ILMU Edisi: 14/IV/VIII/1431
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 HUKUM BERWUDHU SETELAH MANDI JANABAH
Seorang yang telah selesai dari mandi janabah tidak wajib baginya berwudhu, baik ia melakukan mandi janabah dengan cara yang sederhana atau cara yang sempurna.
Karena ia telah suci dari hadats besar, maupun dari hadats kecil. Berdalil dengan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ لاَ يَتَوَضَّأُ بَعْدَ الْغُسْلِ
“Dahulu Rasulullah ﷺ tidak berwudhu setelah selesai mandi (janabah).” (HR. At-Tirmidzi no. 107. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Al-Misykah no. 445)
Berkata Ibnu Abdil Barr rahimahullah: “Ulama sepakat, seseorang yang telah selesai melakukan mandi janabah, tidak perlu mengulangi wudhu.”
(Lihat Al-Istidzkar, 1/303)
Hal ini jika tidak batal wudhunya sewaktu ia mandi. Jika batal, maka wajib mengulangi wudhunya. Wallahu a’lam.
Sumber : Buletin Islam AL ILMU Edisi: 14/IV/VIII/1431
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 KISAH TAUBATNYA AL-FUDHAIL BIN IYADH
Ada dua peristiwa yang terjadi dalam satu malam, yang benar-benar memberikan kesan mendalam di hati al-Fudhail bin Iyadh, peristiwa yang menjadi awal hijrahnya beliau dari masa lalu yang buruk.
▫️ Al-Fadhl bin Musa mengisahkan,
كَانَ الفُضَيْلُ بنُ عِيَاضٍ شَاطِراً يَقْطَعُ الطَّرِيْقَ بَيْنَ أَبِيْوَرْدَ وَسَرْخَسَ، وَكَانَ سَبَبُ تَوْبَتِهِ أَنَّهُ عَشِقَ جَارِيَةً، فَبَيْنَا هُوَ يَرْتَقِي الجُدْرَانَ إِلَيْهَا، إِذْ سَمِعَ تَالِياً يَتْلُو: {أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُم ... } [الحَدِيْدُ: ١٦] . فَلَمَّا سَمِعَهَا، قَالَ: بَلَى يَا رَبِّ، قَدْ آنَ. فَرَجَعَ، فَآوَاهُ اللَّيْلُ إِلَى خَرِبَةٍ، فَإِذَا فِيْهَا سَابِلَةٌ، فَقَالَ بَعْضُهُم: نَرحَلُ. وَقَالَ بَعْضُهُم: حَتَّى نُصْبِحَ (١) ، فَإِنَّ فُضَيْلاً عَلَى الطَّرِيْقِ يَقْطَعُ عَلَيْنَا. قَالَ: فَفَكَّرْتُ، وَقُلْتُ: أَنَا أَسْعَى بِاللَّيْلِ فِي المَعَاصِي، وَقَوْمٌ مِنَ المُسْلِمِيْنَ هَا هُنَا يَخَافُونِي، وَمَا أَرَى اللهَ سَاقَنِي إِلَيْهِم إِلاَّ لأَرْتَدِعَ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ قَدْ تُبْتُ إِلَيْكَ، وَجَعَلْتُ تَوْبَتِي مُجَاوَرَةَ البَيْتِ الحَرَامِ.
"Al-Fudhail bin Iyadh tadinya seorang perampok yang biasa menghadang orang yang lewat di daerah antara Abiverdi dan Sarakhs. Awal mula taubatnya beliau ialah ketika al-Fudhail jatuh cinta dengan seorang gadis. [Di suatu malam], beliau memanjat tembok untuk menemui wanita tersebut, dan di saat itu al-Fudhail mendengar seseorang membaca ayat,
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." [QS. Al-Hadid: 16]
Begitu mendengar ayat ini, beliau bergumam,
"Sungguh, telah tiba waktunya wahai Rabbku.”
Al-Fudhail pun pergi, lalu dia beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak. Tiba-tiba datang sekelompok rombongan yang sedang lewat. Sebagian anggota rombongan itu berkata, 'Kita jalan terus..' Sementara yang lain berkata, 'Kita istirahat dulu sampai pagi, karena si Fudhail berada di arah jalan kita ini, dia bisa menghadang dan merampok kita.'
Mendengar perbincangan mereka ini, Fudhail merenung, 'Aku sedang melakukan kemaksiatan di malam hari, sementara kaum muslimin di sini juga ketakutan karena aku.
Menurutku, tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan). Ya Allah, sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku dengan tinggal di Baitul Haram [Makkah]'.” (Siyar A’lam an-Nubala', VIII/423)
✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi [Mutiara Hikmah Salafus Shalih || Taubat] @nasehatetam
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 KISAH TAUBATNYA AL-FUDHAIL BIN IYADH
Ada dua peristiwa yang terjadi dalam satu malam, yang benar-benar memberikan kesan mendalam di hati al-Fudhail bin Iyadh, peristiwa yang menjadi awal hijrahnya beliau dari masa lalu yang buruk.
▫️ Al-Fadhl bin Musa mengisahkan,
كَانَ الفُضَيْلُ بنُ عِيَاضٍ شَاطِراً يَقْطَعُ الطَّرِيْقَ بَيْنَ أَبِيْوَرْدَ وَسَرْخَسَ، وَكَانَ سَبَبُ تَوْبَتِهِ أَنَّهُ عَشِقَ جَارِيَةً، فَبَيْنَا هُوَ يَرْتَقِي الجُدْرَانَ إِلَيْهَا، إِذْ سَمِعَ تَالِياً يَتْلُو: {أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُم ... } [الحَدِيْدُ: ١٦] . فَلَمَّا سَمِعَهَا، قَالَ: بَلَى يَا رَبِّ، قَدْ آنَ. فَرَجَعَ، فَآوَاهُ اللَّيْلُ إِلَى خَرِبَةٍ، فَإِذَا فِيْهَا سَابِلَةٌ، فَقَالَ بَعْضُهُم: نَرحَلُ. وَقَالَ بَعْضُهُم: حَتَّى نُصْبِحَ (١) ، فَإِنَّ فُضَيْلاً عَلَى الطَّرِيْقِ يَقْطَعُ عَلَيْنَا. قَالَ: فَفَكَّرْتُ، وَقُلْتُ: أَنَا أَسْعَى بِاللَّيْلِ فِي المَعَاصِي، وَقَوْمٌ مِنَ المُسْلِمِيْنَ هَا هُنَا يَخَافُونِي، وَمَا أَرَى اللهَ سَاقَنِي إِلَيْهِم إِلاَّ لأَرْتَدِعَ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ قَدْ تُبْتُ إِلَيْكَ، وَجَعَلْتُ تَوْبَتِي مُجَاوَرَةَ البَيْتِ الحَرَامِ.
"Al-Fudhail bin Iyadh tadinya seorang perampok yang biasa menghadang orang yang lewat di daerah antara Abiverdi dan Sarakhs. Awal mula taubatnya beliau ialah ketika al-Fudhail jatuh cinta dengan seorang gadis. [Di suatu malam], beliau memanjat tembok untuk menemui wanita tersebut, dan di saat itu al-Fudhail mendengar seseorang membaca ayat,
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." [QS. Al-Hadid: 16]
Begitu mendengar ayat ini, beliau bergumam,
"Sungguh, telah tiba waktunya wahai Rabbku.”
Al-Fudhail pun pergi, lalu dia beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak. Tiba-tiba datang sekelompok rombongan yang sedang lewat. Sebagian anggota rombongan itu berkata, 'Kita jalan terus..' Sementara yang lain berkata, 'Kita istirahat dulu sampai pagi, karena si Fudhail berada di arah jalan kita ini, dia bisa menghadang dan merampok kita.'
Mendengar perbincangan mereka ini, Fudhail merenung, 'Aku sedang melakukan kemaksiatan di malam hari, sementara kaum muslimin di sini juga ketakutan karena aku.
Menurutku, tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan). Ya Allah, sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku dengan tinggal di Baitul Haram [Makkah]'.” (Siyar A’lam an-Nubala', VIII/423)
✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi [Mutiara Hikmah Salafus Shalih || Taubat] @nasehatetam
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 MENKES: ANGGAP SEMUA ORANG POSITIF, IKHLAS JALANKAN PROTOKOL
Kondisi perkembangan Covid-19 yang terus mengkhawatirkan, membuat kita semua harus semakin waspada. Pemerintah juga tak henti-hentinya mengingatkan warga masyarakat agar selalu waspada, jangan abai dan lalai.
Di antaranya seperti yang disampaikan oleh Kemenkes dalam kesempatan kunjungan kerja ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Pinang, Kamis (24/09/2020)
Dalam kesempatan tersebut Menkes mengingatkan agar semua orang dianggap positif COVID-19, tapi bukan sakit. Hal tersebut bertujuan supaya setiap orang menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker. Hendaknya semua orang ikhlas dalam menjalankan protokol 3M.
“Harus menganggap semua orang positif, bukan sakit, kita pakai masker karena masa pandemi. Harus ikhlas pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak,” tutur Menkes Terawan.
Kemenkes juga mengingatkan semua masyarakat hendaknya selalu sabar.
“Pengalaman kalian pasti luar biasa, saya minta untuk semua sabar, berdoa, tawakal, dan tetap berbahagia,” tambahnya, sebagaimana di http://sehatnegeriku.kemkes.go.id
Terpisah, dalam acara talkshow di di Kantor Graha BNPB, Rabu (23/09/2020), disampaikan pesan:
“Kalau sudah seperti ini, sebetulnya cara yang paling baik untuk kita semua adalah memperlakuan semua orang sebagai OTG. Karena kita tidak tahu riwayat seseorang kecuali kalau dia tinggal satu rumah dengan kita. Kalau tidak satu rumah dengan kita, maka kita tidak tahu dia kemana saja. Kalau saya ketemu dengan si A saya menganggap si A itu OTG, maka saya akan menjaga protokol kesehatan. Kalau Si A menganggap saya OTG maka dia akan menjaga protokol kesehatan. OTG itu orang tanpa gejala, bahwa dia punya virus.
Kalau dikatakan, “WAH PARANOID NIH, SEMUA ORANG DIANGGAP PUNYA VIRUS!”
Maka itu adalah cara yang paling baik. Supaya kita selalu ingat bahwa protokol kesehatan saat ini, sampai saat ini, adalah cara yang paling baik, paling tepat, dan paling benar untuk mencegah kita dari terkena Covid-19.
Selebihnya tidak ada cara lain. Bahwa vaksin masih di depan, bahwa obat belum ditemukan. Berarti sekarang pegangan kita hanya protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun. Tidak menyentuh wajah kita sebelum kita yakin yang namanya tangan kita ini bersih.”
Dalam keterangannya di Kantor Presiden, Kamis (24/9) Jubir Satgas Covid-19 Nasional Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa masyarakat masih lengah, mengabaikan protokol kesehatan. Masyarakat seolah tidak memiliki empati dengan banyaknya korban yang menjadi positif Covid-19.
Masyarakat saat ini katanya masih banyak yang memandang negatif terhadap pasien positif Covid-19. Masyarakat juga diminta tidak terpengaruh atas berita tidak bertanggungjawab yang menyebut pandemi Covid-19 adalah konspirasi.
Sumber:
https://www.tanggapcovid19.com/menkes-anggap-semua-orang-positif-ikhlas-jalankan-protokol/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MENKES: ANGGAP SEMUA ORANG POSITIF, IKHLAS JALANKAN PROTOKOL
Kondisi perkembangan Covid-19 yang terus mengkhawatirkan, membuat kita semua harus semakin waspada. Pemerintah juga tak henti-hentinya mengingatkan warga masyarakat agar selalu waspada, jangan abai dan lalai.
Di antaranya seperti yang disampaikan oleh Kemenkes dalam kesempatan kunjungan kerja ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Pinang, Kamis (24/09/2020)
Dalam kesempatan tersebut Menkes mengingatkan agar semua orang dianggap positif COVID-19, tapi bukan sakit. Hal tersebut bertujuan supaya setiap orang menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker. Hendaknya semua orang ikhlas dalam menjalankan protokol 3M.
“Harus menganggap semua orang positif, bukan sakit, kita pakai masker karena masa pandemi. Harus ikhlas pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak,” tutur Menkes Terawan.
Kemenkes juga mengingatkan semua masyarakat hendaknya selalu sabar.
“Pengalaman kalian pasti luar biasa, saya minta untuk semua sabar, berdoa, tawakal, dan tetap berbahagia,” tambahnya, sebagaimana di http://sehatnegeriku.kemkes.go.id
Terpisah, dalam acara talkshow di di Kantor Graha BNPB, Rabu (23/09/2020), disampaikan pesan:
“Kalau sudah seperti ini, sebetulnya cara yang paling baik untuk kita semua adalah memperlakuan semua orang sebagai OTG. Karena kita tidak tahu riwayat seseorang kecuali kalau dia tinggal satu rumah dengan kita. Kalau tidak satu rumah dengan kita, maka kita tidak tahu dia kemana saja. Kalau saya ketemu dengan si A saya menganggap si A itu OTG, maka saya akan menjaga protokol kesehatan. Kalau Si A menganggap saya OTG maka dia akan menjaga protokol kesehatan. OTG itu orang tanpa gejala, bahwa dia punya virus.
Kalau dikatakan, “WAH PARANOID NIH, SEMUA ORANG DIANGGAP PUNYA VIRUS!”
Maka itu adalah cara yang paling baik. Supaya kita selalu ingat bahwa protokol kesehatan saat ini, sampai saat ini, adalah cara yang paling baik, paling tepat, dan paling benar untuk mencegah kita dari terkena Covid-19.
Selebihnya tidak ada cara lain. Bahwa vaksin masih di depan, bahwa obat belum ditemukan. Berarti sekarang pegangan kita hanya protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun. Tidak menyentuh wajah kita sebelum kita yakin yang namanya tangan kita ini bersih.”
Dalam keterangannya di Kantor Presiden, Kamis (24/9) Jubir Satgas Covid-19 Nasional Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa masyarakat masih lengah, mengabaikan protokol kesehatan. Masyarakat seolah tidak memiliki empati dengan banyaknya korban yang menjadi positif Covid-19.
Masyarakat saat ini katanya masih banyak yang memandang negatif terhadap pasien positif Covid-19. Masyarakat juga diminta tidak terpengaruh atas berita tidak bertanggungjawab yang menyebut pandemi Covid-19 adalah konspirasi.
Sumber:
https://www.tanggapcovid19.com/menkes-anggap-semua-orang-positif-ikhlas-jalankan-protokol/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 GHIBAH YANG DIBOLEHKAN (Menurut Imam Nawawi rahimahullah)
📑 Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:
.. Ketahuilah sesungguhnya ghibah itu dibolehkan untuk tujuan yang benar sesuai syariat, yang tidak mungkin diraih kecuali dengan ghibah, hal itu ada dalam enam perkara:
❶ Yang pertama orang yang terzalimi.
Maka bagi orang yang terzalimi boleh untuk melaporkan kepada penguasa atau hakim dan selainnya dari pihak yang berwenang, atau orang yang mampu menengahi dari orang yg menzaliminya. Lalu ia berkata: Si fulan telah menzalimi saya.
❷Yang kedua: Dalam rangka meminta tolong untuk menghilangkan kemungkaran, mengembalikan orang yang berbuat maksiat ke jalan yang benar.
Lalu ia berkata kepada orang yang diharapkan bisa menghilangkan kemungkaran tersebut: "Fulan telah berbuat (maksiat) demikian, maka hendaknya engkau mencegahnya." Atau kalimat yang semisal itu. Maksud/tujuannya adalah mencari sarana untuk menghilangkan kemungkaran tersebut. Maka jika ia tidak bermaksud seperti itu, maka hukumnya haram.
❸Yang ketiga : Meminta fatwa.
Lalu ia mengatakan kepada mufti: Ayahku, saudaraku, suamiku atau fulan telah menzalimiku demikian, apakah hal itu boleh baginya? Dan saya tidak memiliki jalan untuk terlepas dari orang ini dan mengambil hak saya serta mencegah kezalimannya (kecuali dengan itu)? Dan yang semisal itu. Maka itu boleh kalau ada hajat.
Akan tetapi yang afdhal dan lebih hati-hati hendaknya ia mengatakan: Apa pendapat anda, tentang seorang atau seorang suami yang keadaannya demikian? Maka jika sudah tercapai tujuannya tanpa menyebut nama individunya (itu lebih baik). Walaupun jika menyebut namanya itu boleh juga, sebagaimana kami akan sebutkan dalam hadits Hindun radhiallahu'anha in sya Allah.
❹Yang keempat: Memperingatkan kaum muslimin dari kejelekan dan menasihati mereka.
Yang demikian ini dari beberapa segi:
◻️Diantaranya: Jarh (kritikan) terhadap orang yang dikritik dari para rawi dan saksi. Yang demikian itu boleh dengan ijmak kaum muslimin, bahkan wajib untuk tujuan ini.
◻️Diantaranya juga: Ketika meminta pendapat (saran) ketika hendak menikah dengan seorang, atau kerja sama dengannya, menitipkan sesuatu, bermuamalah dan selain itu, atau berdialog dengannya. Wajib bagi orang yang dimintai saran untuk tidak menyembunyikan keadaan orang tersebut. Bahkan dia mesti menyebutkan kejelekkan-kejelekkan yang ada padanya dengan niat menasihati.
◻️Dan diantaranya : Jika melihat seorang pelajar yang bolak-balik menemui ahli bidah, atau orang fasiq yang ia mengambil ilmu darinya, dan dikawatirkan pelajar tadi akan mengalami mudharat dengan itu. Maka wajib menasihatinya dan menjelaskan keadaannya (ahli bidah). Dengan syarat untuk tujuan menasihatinya.
Dan ini diantara perkara yang salah dalam hal ini : Terkadang yang mengkritik itu terbawa sifat hasad (dalam menjarh), syaitan membuat pengkaburan dalam hal itu, digambarkan seolah-olah itu adalah nasihat. Maka berlaku cermatlah dalam mengkritik.
◻️ Diantaranya: Orang yang mempunyai amanah tanggung jawab, tapi tidak melaksanakannya sebagaimana mestinya: Baik karena memang ia tidak pantas untuk itu, ataupun karena ia adalah seorang fasiq atau teledor dan semisalnya.
Maka wajib untuk menyebutkan (kekurangan orang itu) kepada pihak yang memiliki kewenangan umum untuk menyingkirkannya dan menggantikannya dengan orang yang pantas. Atau mengabarkan hal itu agar ia ditindak sesuai keadaannya, tidak tertipu dengannya, dan berupaya untuk mendorongnya agar istiqamah atau membimbingnya.
📬 GHIBAH YANG DIBOLEHKAN (Menurut Imam Nawawi rahimahullah)
📑 Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:
.. Ketahuilah sesungguhnya ghibah itu dibolehkan untuk tujuan yang benar sesuai syariat, yang tidak mungkin diraih kecuali dengan ghibah, hal itu ada dalam enam perkara:
❶ Yang pertama orang yang terzalimi.
Maka bagi orang yang terzalimi boleh untuk melaporkan kepada penguasa atau hakim dan selainnya dari pihak yang berwenang, atau orang yang mampu menengahi dari orang yg menzaliminya. Lalu ia berkata: Si fulan telah menzalimi saya.
❷Yang kedua: Dalam rangka meminta tolong untuk menghilangkan kemungkaran, mengembalikan orang yang berbuat maksiat ke jalan yang benar.
Lalu ia berkata kepada orang yang diharapkan bisa menghilangkan kemungkaran tersebut: "Fulan telah berbuat (maksiat) demikian, maka hendaknya engkau mencegahnya." Atau kalimat yang semisal itu. Maksud/tujuannya adalah mencari sarana untuk menghilangkan kemungkaran tersebut. Maka jika ia tidak bermaksud seperti itu, maka hukumnya haram.
❸Yang ketiga : Meminta fatwa.
Lalu ia mengatakan kepada mufti: Ayahku, saudaraku, suamiku atau fulan telah menzalimiku demikian, apakah hal itu boleh baginya? Dan saya tidak memiliki jalan untuk terlepas dari orang ini dan mengambil hak saya serta mencegah kezalimannya (kecuali dengan itu)? Dan yang semisal itu. Maka itu boleh kalau ada hajat.
Akan tetapi yang afdhal dan lebih hati-hati hendaknya ia mengatakan: Apa pendapat anda, tentang seorang atau seorang suami yang keadaannya demikian? Maka jika sudah tercapai tujuannya tanpa menyebut nama individunya (itu lebih baik). Walaupun jika menyebut namanya itu boleh juga, sebagaimana kami akan sebutkan dalam hadits Hindun radhiallahu'anha in sya Allah.
❹Yang keempat: Memperingatkan kaum muslimin dari kejelekan dan menasihati mereka.
Yang demikian ini dari beberapa segi:
◻️Diantaranya: Jarh (kritikan) terhadap orang yang dikritik dari para rawi dan saksi. Yang demikian itu boleh dengan ijmak kaum muslimin, bahkan wajib untuk tujuan ini.
◻️Diantaranya juga: Ketika meminta pendapat (saran) ketika hendak menikah dengan seorang, atau kerja sama dengannya, menitipkan sesuatu, bermuamalah dan selain itu, atau berdialog dengannya. Wajib bagi orang yang dimintai saran untuk tidak menyembunyikan keadaan orang tersebut. Bahkan dia mesti menyebutkan kejelekkan-kejelekkan yang ada padanya dengan niat menasihati.
◻️Dan diantaranya : Jika melihat seorang pelajar yang bolak-balik menemui ahli bidah, atau orang fasiq yang ia mengambil ilmu darinya, dan dikawatirkan pelajar tadi akan mengalami mudharat dengan itu. Maka wajib menasihatinya dan menjelaskan keadaannya (ahli bidah). Dengan syarat untuk tujuan menasihatinya.
Dan ini diantara perkara yang salah dalam hal ini : Terkadang yang mengkritik itu terbawa sifat hasad (dalam menjarh), syaitan membuat pengkaburan dalam hal itu, digambarkan seolah-olah itu adalah nasihat. Maka berlaku cermatlah dalam mengkritik.
◻️ Diantaranya: Orang yang mempunyai amanah tanggung jawab, tapi tidak melaksanakannya sebagaimana mestinya: Baik karena memang ia tidak pantas untuk itu, ataupun karena ia adalah seorang fasiq atau teledor dan semisalnya.
Maka wajib untuk menyebutkan (kekurangan orang itu) kepada pihak yang memiliki kewenangan umum untuk menyingkirkannya dan menggantikannya dengan orang yang pantas. Atau mengabarkan hal itu agar ia ditindak sesuai keadaannya, tidak tertipu dengannya, dan berupaya untuk mendorongnya agar istiqamah atau membimbingnya.
❺ Yang kelima: Ketika seorang itu terang-terangan menampakkan perbuatan fasiqnya, atau kebidahannya.
Semisal terang-terangan menampakkan minum khamer, merampok manusia, minta pajak dan pungutan uang secara zalim, melakukan perkara-perkara yang batil.
Maka boleh disebutkan perkara yang dia tampakkan, dan diharamkan menyebutkan aib-aib selainnya, kecuali disebutkan kejelekannya karena suatu sebab lain yang telah kami sebutkan.
❻ Yang keenam: Dalam rangka mengenalkan.
Maka jika seorang insan dikenal dengan gelar si Buta, si Pincang, si Tuli, si Picek, si Juling dan selain mereka, boleh saja mengenalkan mereka dengan hal itu.
Dan diharamkan menyebutkannya dengan maksud menghina/merendahkamnya. Seandainya memungkinkan menyebutkannya dengan selain itu, tentu lebih utama.
➖➖➖➖➖➖
Maka ini adalah enam sebab yang disebutkan para ulama dan kebanyakannya adalah perkara yang telah disepakati.
.. Al-allamah Al-Faqih Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:
"Bab ini telah disebutkan oleh imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" perkara -perkara yang diperbolehkan ghibah di sana, beliau menyebutkan ada enam perkara.
Dan perkataan beliau itu tidak perlu dikritisi, karena semuanya adalah perkataan yang bagus dan benar yang memiliki dalil-dalil. Dan beliau akan menyebutkannya insya Allah dalam bab ini. Beliau menyebutkan dalil -dalil dan kita akan membicarakan hal itu pada waktunya in sya Allah.
Maka kita memohon kepada Allah semoga Dia mengampuni An-Nawawi rahimahullah dan mengumpulkan kita dan kalian dengan beliau di surga An-Na'im.
📂 Syarh Riyadhus Shalihin karya Al-Utsaimin 6/134-136.
📚 Sumber : Channel Al Baarakah Ma'a Akabirikum @ForumSalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Semisal terang-terangan menampakkan minum khamer, merampok manusia, minta pajak dan pungutan uang secara zalim, melakukan perkara-perkara yang batil.
Maka boleh disebutkan perkara yang dia tampakkan, dan diharamkan menyebutkan aib-aib selainnya, kecuali disebutkan kejelekannya karena suatu sebab lain yang telah kami sebutkan.
❻ Yang keenam: Dalam rangka mengenalkan.
Maka jika seorang insan dikenal dengan gelar si Buta, si Pincang, si Tuli, si Picek, si Juling dan selain mereka, boleh saja mengenalkan mereka dengan hal itu.
Dan diharamkan menyebutkannya dengan maksud menghina/merendahkamnya. Seandainya memungkinkan menyebutkannya dengan selain itu, tentu lebih utama.
➖➖➖➖➖➖
Maka ini adalah enam sebab yang disebutkan para ulama dan kebanyakannya adalah perkara yang telah disepakati.
.. Al-allamah Al-Faqih Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:
"Bab ini telah disebutkan oleh imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" perkara -perkara yang diperbolehkan ghibah di sana, beliau menyebutkan ada enam perkara.
Dan perkataan beliau itu tidak perlu dikritisi, karena semuanya adalah perkataan yang bagus dan benar yang memiliki dalil-dalil. Dan beliau akan menyebutkannya insya Allah dalam bab ini. Beliau menyebutkan dalil -dalil dan kita akan membicarakan hal itu pada waktunya in sya Allah.
Maka kita memohon kepada Allah semoga Dia mengampuni An-Nawawi rahimahullah dan mengumpulkan kita dan kalian dengan beliau di surga An-Na'im.
📂 Syarh Riyadhus Shalihin karya Al-Utsaimin 6/134-136.
📚 Sumber : Channel Al Baarakah Ma'a Akabirikum @ForumSalafy
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 HAKEKAT ANAK YANG BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUANYA
Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin rahimahullahu:
《 إذا تأمّلنا في أحوال النّاس اليومَ؛ وجدنا كثيراً مِنهم لا يَبرَّ بوالديه، بل هو عاقٌّ، تجدهُ يُحسنُ إلى أصحابه، ولا يملُّ الجلوس معهم،
لكن لو يجلس إلى أبيه أو أمِّه ساعةً من نهار؛ لوجدته متململاً، كأنّما هو على الجمر؛
فهذا ليس ببارٍّ، بل البَارُّ مَن يَنشرحُ صدْرهُ لأُمِّه وأبيه، ويخدمهما على أهداب عينيه، ويحرص غايةَ الحرص على رضاهما بكلِّ ما يستطيع 》.
"Apabila kita memperhatikan pada keadaan manusia saat ini, maka kita mendapati kebanyakan dari mereka tidak berbakti kepada kedua orangtuanya.
Namun mereka berbuat durhaka.
Engkau mendapati mereka berbuat baik kepada teman-temannya, tidak merasa bosan tatkala duduk berkumpul bersama mereka.
Akan tetapi, tatkala ia duduk bersama ayah dan ibunya sebentar saja di waktu siang, niscaya engkau akan mendapatinya merasa bosan, seolah ia dalam kegelisahan..
Maka ini bukanlan anak yang berbakti.
Akan tetapi anak yang berbakti yang sesungguhnya adalah anak yang merasa lapang jiwanya tatkala bersama ayah dan ibunya.
Ia berkhidmat, melayani keduanya, dengan penuh kesopanan di depan keduanya..
Dan bersemangat dengan penuh kesemangatan untuk mendapatkan ridho keduanya, sesuai dengan kemampuannya."
📚Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyyah (3/121). @ForumSalafyPurbalingga
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 HAKEKAT ANAK YANG BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUANYA
Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin rahimahullahu:
《 إذا تأمّلنا في أحوال النّاس اليومَ؛ وجدنا كثيراً مِنهم لا يَبرَّ بوالديه، بل هو عاقٌّ، تجدهُ يُحسنُ إلى أصحابه، ولا يملُّ الجلوس معهم،
لكن لو يجلس إلى أبيه أو أمِّه ساعةً من نهار؛ لوجدته متململاً، كأنّما هو على الجمر؛
فهذا ليس ببارٍّ، بل البَارُّ مَن يَنشرحُ صدْرهُ لأُمِّه وأبيه، ويخدمهما على أهداب عينيه، ويحرص غايةَ الحرص على رضاهما بكلِّ ما يستطيع 》.
"Apabila kita memperhatikan pada keadaan manusia saat ini, maka kita mendapati kebanyakan dari mereka tidak berbakti kepada kedua orangtuanya.
Namun mereka berbuat durhaka.
Engkau mendapati mereka berbuat baik kepada teman-temannya, tidak merasa bosan tatkala duduk berkumpul bersama mereka.
Akan tetapi, tatkala ia duduk bersama ayah dan ibunya sebentar saja di waktu siang, niscaya engkau akan mendapatinya merasa bosan, seolah ia dalam kegelisahan..
Maka ini bukanlan anak yang berbakti.
Akan tetapi anak yang berbakti yang sesungguhnya adalah anak yang merasa lapang jiwanya tatkala bersama ayah dan ibunya.
Ia berkhidmat, melayani keduanya, dengan penuh kesopanan di depan keduanya..
Dan bersemangat dengan penuh kesemangatan untuk mendapatkan ridho keduanya, sesuai dengan kemampuannya."
📚Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyyah (3/121). @ForumSalafyPurbalingga
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📬 NABI ISA BERLEPAS DIRI TERHADAP PERIBADATAN NASRANI
Isa bin Maryam 'alaihissalam, demi Allah, beliau bukanlah Nasrani.
Beliau tidak mengajari umatnya untuk menyembah dirinya. Beliau tidak pula mengajari manusia untuk menyembah ibunya, Maryam.
Yang beliau dakwahkan adalah Islam, memerintahkan manusia untuk beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Nabi Isa 'alaihissalam berlepas diri dari ucapan dan keyakinan kaum Nasrani.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (١١٦) مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنتَ أَنتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (١١٧)
"Dan (ingatlah) ketika Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, 'Hai 'Isa putra Maryam! Adakah kamu mengatakan kepada manusia 'Jadikanlah aku dan ibuku dua orang ilah (sesembahan) selain Allah?
Isa menjawab, 'Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya.
Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), 'Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabb kalian', dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka.
Maka setelah Engkau angkat aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu’.”
(Al-Maidah: 116—117)
FAKTANYA, NABI ISA SEORANG MUSLIM YANG TAWADHU
Nabi Isa ‘alaihissalam, yang kini masih hidup di langit, di akhir zaman beliau akan turun ke muka bumi menegakkan syariat Islam beserta hukum-hukum yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ, bahkan dengan tawadhu’ beliau shalat di belakang Imam Mahdi.
… فَبَيْنَمَا إِمَامُهُمْ قَدْ تَقَدَّمَ يُصَلِّي بِهِمُ الصُّبْحَ إِذْ نَزَلَ عَلَيْهِمْ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ الصُّبْحَ فَرَجَعَ ذَلِكَ الْإِمَامُ يَنْكُصُ يَمْشِي الْقَهْقَرِي لِيَتَقَدَّمَ عِيْسَى يُصَلِّي بِالنَّاسِ فَيَضَعُ عِيْسَى يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ: تَقَدَّمْ فَصَلِّ، فَإِنَّهَا لَكَ أُقِيمَتْ. فَيُصَلِّي بِهِمْ إِمَامُهُم
“…Tatkala imam mereka (al-Mahdi) maju untuk mengimami shalat subuh, tiba-tiba turun kepada mereka ‘Isa bin Maryam 'alaihissalam. Bergegas, mundurlah Imam Mahdi ke belakang agar Nabi ‘Isa 'alaihissalam mengimami manusia.
Nabi ‘Isa pun meletakkan tangan beliau diantara pundak al-Mahdi seraya berkata, 'Maju dan shalatlah, karena untukmu shalat ini ditegakkan.'
Akhirnya Imam Mahdi maju mengimami shalat.”
🔗 Sumber: https://asysyariah.com/menyelami-samudra-keindahan-islam/?amp
_____
Takhrij tambahan:
(Petikan dari HR. Ibnu Khuzaimah dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir no. 7875) @asysyariah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 NABI ISA BERLEPAS DIRI TERHADAP PERIBADATAN NASRANI
Isa bin Maryam 'alaihissalam, demi Allah, beliau bukanlah Nasrani.
Beliau tidak mengajari umatnya untuk menyembah dirinya. Beliau tidak pula mengajari manusia untuk menyembah ibunya, Maryam.
Yang beliau dakwahkan adalah Islam, memerintahkan manusia untuk beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Nabi Isa 'alaihissalam berlepas diri dari ucapan dan keyakinan kaum Nasrani.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (١١٦) مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنتَ أَنتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (١١٧)
"Dan (ingatlah) ketika Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, 'Hai 'Isa putra Maryam! Adakah kamu mengatakan kepada manusia 'Jadikanlah aku dan ibuku dua orang ilah (sesembahan) selain Allah?
Isa menjawab, 'Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya.
Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), 'Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabb kalian', dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka.
Maka setelah Engkau angkat aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu’.”
(Al-Maidah: 116—117)
FAKTANYA, NABI ISA SEORANG MUSLIM YANG TAWADHU
Nabi Isa ‘alaihissalam, yang kini masih hidup di langit, di akhir zaman beliau akan turun ke muka bumi menegakkan syariat Islam beserta hukum-hukum yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ, bahkan dengan tawadhu’ beliau shalat di belakang Imam Mahdi.
… فَبَيْنَمَا إِمَامُهُمْ قَدْ تَقَدَّمَ يُصَلِّي بِهِمُ الصُّبْحَ إِذْ نَزَلَ عَلَيْهِمْ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ الصُّبْحَ فَرَجَعَ ذَلِكَ الْإِمَامُ يَنْكُصُ يَمْشِي الْقَهْقَرِي لِيَتَقَدَّمَ عِيْسَى يُصَلِّي بِالنَّاسِ فَيَضَعُ عِيْسَى يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ: تَقَدَّمْ فَصَلِّ، فَإِنَّهَا لَكَ أُقِيمَتْ. فَيُصَلِّي بِهِمْ إِمَامُهُم
“…Tatkala imam mereka (al-Mahdi) maju untuk mengimami shalat subuh, tiba-tiba turun kepada mereka ‘Isa bin Maryam 'alaihissalam. Bergegas, mundurlah Imam Mahdi ke belakang agar Nabi ‘Isa 'alaihissalam mengimami manusia.
Nabi ‘Isa pun meletakkan tangan beliau diantara pundak al-Mahdi seraya berkata, 'Maju dan shalatlah, karena untukmu shalat ini ditegakkan.'
Akhirnya Imam Mahdi maju mengimami shalat.”
🔗 Sumber: https://asysyariah.com/menyelami-samudra-keindahan-islam/?amp
_____
Takhrij tambahan:
(Petikan dari HR. Ibnu Khuzaimah dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir no. 7875) @asysyariah
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
AsySyariah.com
Menyelami Samudra Keindahan Islam
Islam adalah Agama Seluruh Nabi dan Rasul Islam adalah agama yang memiliki fadhilah (keutamaan) yang tidak terhingga. Siapa pun yang menyelaminya, dia akan mendapatkan betapa luas dan dalamnya keindahan itu. Di antara keutamaannya, Islam adalah agama seluruh…
::
📬 HUKUM TELANJANG SAAT JIMA'
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah
P e r t a n y a a n :
"Apakah telanjang disaat berjima' diperbolehkan atau makruh (dibenci) ? Dan apakah disana ada adab-adab yang mesti diikuti saat jima' ?
J a w a b a n :
"Yang disunnahkan saat jima hendaknya seseorang sebelum jima' ia berdo'a :
بِسْمِ اللَّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
"Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Adapun telanjang saat jima, telah dimakruhkan oleh sebagian ulama, mereka berkata :"Sesungguhnya yang semestinya itu hendaklah ia menyetubuhinya dan masing-masing dari keduanya mengenakan pakaian."
Namun sekalipun begitu, apabila keduanya telanjang maka itu TIDAK MASALAH. Karena Allah berfirman :
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۞ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِين
"Dan orang yang memelihara kemaluannya,kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela." [QS. Al-Mu'minun: Ayat 5-6]
Jika tidak menutup kemaluan saja tidak tercela, maka selain daripada itu terlebih lagi."
📚 Sumber : Silsilah Fatawa Nurun Alad Darb, kaset ke 38 | Link Audio : http://goo.gl/9tcKXH | http://bit.ly/alistifadah
---------------
ما يسن عند الجماع وحكم التعري
من فتاوى الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى
السؤال: الأخير عن معاشرة النساء، يقول: هل التعرية في الجماع جائزة أم مكروهة؟ وهل هناك آداب يجب اتباعها في الجماع؟
الجواب: الشيخ: السنة في الجماع أن يقول الإنسان عند الجماع: بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا. وأما التعري عند الجماع فقد كرهه بعض أهل العلم وقال: إن الذي ينبغي أن يجامعها وكل منهما عليه لباس، ولكن مع ذلك لو تعريا فلا حرج؛ لأن الله يقول: ﴿وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۞ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ﴾. فإذا كان لا ملامة في عدم ستر الفرج فما سواه من باب أولى.
المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [38].فتاوى المرأة
البر والصلة والآداب والأخلاق > سنن وآداب
رابط المقطع الصوتي
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 HUKUM TELANJANG SAAT JIMA'
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah
P e r t a n y a a n :
"Apakah telanjang disaat berjima' diperbolehkan atau makruh (dibenci) ? Dan apakah disana ada adab-adab yang mesti diikuti saat jima' ?
J a w a b a n :
"Yang disunnahkan saat jima hendaknya seseorang sebelum jima' ia berdo'a :
بِسْمِ اللَّهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
"Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Adapun telanjang saat jima, telah dimakruhkan oleh sebagian ulama, mereka berkata :"Sesungguhnya yang semestinya itu hendaklah ia menyetubuhinya dan masing-masing dari keduanya mengenakan pakaian."
Namun sekalipun begitu, apabila keduanya telanjang maka itu TIDAK MASALAH. Karena Allah berfirman :
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۞ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِين
"Dan orang yang memelihara kemaluannya,kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela." [QS. Al-Mu'minun: Ayat 5-6]
Jika tidak menutup kemaluan saja tidak tercela, maka selain daripada itu terlebih lagi."
📚 Sumber : Silsilah Fatawa Nurun Alad Darb, kaset ke 38 | Link Audio : http://goo.gl/9tcKXH | http://bit.ly/alistifadah
---------------
ما يسن عند الجماع وحكم التعري
من فتاوى الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى
السؤال: الأخير عن معاشرة النساء، يقول: هل التعرية في الجماع جائزة أم مكروهة؟ وهل هناك آداب يجب اتباعها في الجماع؟
الجواب: الشيخ: السنة في الجماع أن يقول الإنسان عند الجماع: بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا. وأما التعري عند الجماع فقد كرهه بعض أهل العلم وقال: إن الذي ينبغي أن يجامعها وكل منهما عليه لباس، ولكن مع ذلك لو تعريا فلا حرج؛ لأن الله يقول: ﴿وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۞ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ﴾. فإذا كان لا ملامة في عدم ستر الفرج فما سواه من باب أولى.
المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [38].فتاوى المرأة
البر والصلة والآداب والأخلاق > سنن وآداب
رابط المقطع الصوتي
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 APAKAH SEORANG ISTERI JUGA IKUT MEMBACA DOA BERJIMAK?
Rasulullah ﷺ bersabda :
Apabila salah seorang kalian hendak mendatangi isterinya, dia membaca doa :
بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
(Bismillah, Allahumma jannibnasy syaithaana wajannibisy syaithaana maa razaqtanaa).
Artinya : "(Bismillah) Ya Allah jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang Engkau akan karuniakan kepada kami." Maka sesungguhnya apabila keduanya ditakdirkan memiliki anak melalui jimak itu, niscaya syaitan tidak akan memudharatkannya selamanya." [Muttafaq alaih].
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan :
"Apakah seorang wanita juga membaca doa ketika berjimak?
Sebagian ulama mengatakan, sesungguhnya seorang wanita itu juga membacanya. Dan yang benar sesungguhnya isteri tidak ikut membacanya. Karena beliau ﷺ bersabda :
لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ
"Kalau seandainya salah seorang kalian hendak mendatangi isterinya." [Muttafaq alaih].
📑 Syarh Al-Mumti' 12/414 | @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 APAKAH SEORANG ISTERI JUGA IKUT MEMBACA DOA BERJIMAK?
Rasulullah ﷺ bersabda :
Apabila salah seorang kalian hendak mendatangi isterinya, dia membaca doa :
بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
(Bismillah, Allahumma jannibnasy syaithaana wajannibisy syaithaana maa razaqtanaa).
Artinya : "(Bismillah) Ya Allah jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang Engkau akan karuniakan kepada kami." Maka sesungguhnya apabila keduanya ditakdirkan memiliki anak melalui jimak itu, niscaya syaitan tidak akan memudharatkannya selamanya." [Muttafaq alaih].
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan :
"Apakah seorang wanita juga membaca doa ketika berjimak?
Sebagian ulama mengatakan, sesungguhnya seorang wanita itu juga membacanya. Dan yang benar sesungguhnya isteri tidak ikut membacanya. Karena beliau ﷺ bersabda :
لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ
"Kalau seandainya salah seorang kalian hendak mendatangi isterinya." [Muttafaq alaih].
📑 Syarh Al-Mumti' 12/414 | @ahlussunnahposo
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com