::
🚇 AGAMA ITU BUKAN PERASAAN
قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :-
《 لو كانَ الدين بالعَاطفَة ، لكَانَ جَميع أهل البِدع على حَقٍّ 》.
[ اللقاء الشهري - رقم : (٣٣]
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :
"Seandainya agama itu menggunakan perasaan, maka sungguh seluruh pelaku bid'ah di atas kebenaran."
📚Al-Liqo`u As-Shahri nomor 33
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 AGAMA ITU BUKAN PERASAAN
قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :-
《 لو كانَ الدين بالعَاطفَة ، لكَانَ جَميع أهل البِدع على حَقٍّ 》.
[ اللقاء الشهري - رقم : (٣٣]
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :
"Seandainya agama itu menggunakan perasaan, maka sungguh seluruh pelaku bid'ah di atas kebenaran."
📚Al-Liqo`u As-Shahri nomor 33
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JIKA MENGINGINKAN KEMENANGAN HAKIKI
📝 عليك بهذه اﻷمور الثلاثة؟
الشيخ د. صالح الفوزان:
إذا كنت تريد الفلاح فعليك بهذه الأمور الثلاثة :
1 - تمسك بكتاب الله .
2 - واتبع الهدى .
3 - وتجنب البدع .
[شرح المنظومة الحائية ص 56].
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah taala berkata:
"Jika engkau menginginkan kemenangan, wajib bagimu ada 3 hal ini :
√ Berpegang teguh kepada Kitabullah
√ Mengikuti petunjuk
√ Meninggalkan perbuatan Bid'ah
📚 Syarh Al-Manzhumah Al-Haiyah halaman 56
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JIKA MENGINGINKAN KEMENANGAN HAKIKI
📝 عليك بهذه اﻷمور الثلاثة؟
الشيخ د. صالح الفوزان:
إذا كنت تريد الفلاح فعليك بهذه الأمور الثلاثة :
1 - تمسك بكتاب الله .
2 - واتبع الهدى .
3 - وتجنب البدع .
[شرح المنظومة الحائية ص 56].
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah taala berkata:
"Jika engkau menginginkan kemenangan, wajib bagimu ada 3 hal ini :
√ Berpegang teguh kepada Kitabullah
√ Mengikuti petunjuk
√ Meninggalkan perbuatan Bid'ah
📚 Syarh Al-Manzhumah Al-Haiyah halaman 56
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TABAYYUN & TATSABBUT: WAJIB BAGIMU UNTUK MEMASTIKAN KEBENARAN SUATU BERITA DALAM UCAPAN DAN NUKILANMU
✍🏻 Al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
يجب على الإنسان أن يتثبت فيما يقول ويتثبت فيمن ينقل إليه الخـبر ، هل هو ثقة ، أو غير ثقة
"Wajib bagi setiap orang untuk memastikan suatu berita yang akan dia ucapkan. Wajib baginya untuk tatsabbut (memastikan) dari siapa dia menukilkan berita. Apakah berita itu datang dari orang yang tsiqah (terpercaya) atau bukan orang yang tsiqah.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatanmu itu." (QS al-Hujurat 6)
ولاسيما إذا كثرت الأهواء وصار الـناس يتخبّطـون ويكثرون من الـقيل والـقال بلا تثبت ولا بيّنة ، فإنه يكون الـتثبت أشد وجوبـًا ، حتى لا يقع الإنسان في المهلـكة
Terlebih lagi jika hawa nafsu semakin berkecamuk, dan manusia sibuk dengan 'katanya dan katanya' tanpa ada tatsabbut dan tabayyun.
Oleh karena itu, pada saat-saat tersebut, tatsabbut semakin wajib hukumnya, supaya manusia tidak terjerumus dalam kebinasaan."
📚 (Syarh Riyadhus Shalihin, 6/187) @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TABAYYUN & TATSABBUT: WAJIB BAGIMU UNTUK MEMASTIKAN KEBENARAN SUATU BERITA DALAM UCAPAN DAN NUKILANMU
✍🏻 Al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
يجب على الإنسان أن يتثبت فيما يقول ويتثبت فيمن ينقل إليه الخـبر ، هل هو ثقة ، أو غير ثقة
"Wajib bagi setiap orang untuk memastikan suatu berita yang akan dia ucapkan. Wajib baginya untuk tatsabbut (memastikan) dari siapa dia menukilkan berita. Apakah berita itu datang dari orang yang tsiqah (terpercaya) atau bukan orang yang tsiqah.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatanmu itu." (QS al-Hujurat 6)
ولاسيما إذا كثرت الأهواء وصار الـناس يتخبّطـون ويكثرون من الـقيل والـقال بلا تثبت ولا بيّنة ، فإنه يكون الـتثبت أشد وجوبـًا ، حتى لا يقع الإنسان في المهلـكة
Terlebih lagi jika hawa nafsu semakin berkecamuk, dan manusia sibuk dengan 'katanya dan katanya' tanpa ada tatsabbut dan tabayyun.
Oleh karena itu, pada saat-saat tersebut, tatsabbut semakin wajib hukumnya, supaya manusia tidak terjerumus dalam kebinasaan."
📚 (Syarh Riyadhus Shalihin, 6/187) @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 KEGUGURAN SETELAH KURET: DARAH NIFAS ATAU DARAH ISTIHADHAH?
✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
P e r t a n y a a n:
Bismillah. Semoga kita semua selalu dalam rahmat dan ridho Allah. Ustadz ana ada titipan pertanyaan mengenai maaf darah yang keluar setelah keguguran kandungan yang sudah selesai menjalani perawatan medis kuret, apakah berlaku masa nifas apa tidak dan apakah boleh sholat ketika telah membersihkan darahnya?
J a w a b a n :
Apabila wanita yang keguguran mengeluarkan janin yang sudah berbentuk manusia dan diketahui jenis kelaminnya, maka darah setelahnya dikategorikan darah nifas.
Tidak boleh baginya shalat dan berhubungan dengan suaminya sampai terhenti darah tersebut lantas bersesuci.
Jika yang keluar hanya darah atau gumpalan yang belum berbentuk manusia, maka darah setelahnya adalah darah istihadhah, wajib baginya shalat dan boleh bersenggama dengan suaminya.
Demikian keterangan para Masyayikh, seperti As-Syekh Ibnu Utsaimin dan As-Syekh Ibnu Baz rahimahumallah.
@qowwamussunnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEGUGURAN SETELAH KURET: DARAH NIFAS ATAU DARAH ISTIHADHAH?
✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
P e r t a n y a a n:
Bismillah. Semoga kita semua selalu dalam rahmat dan ridho Allah. Ustadz ana ada titipan pertanyaan mengenai maaf darah yang keluar setelah keguguran kandungan yang sudah selesai menjalani perawatan medis kuret, apakah berlaku masa nifas apa tidak dan apakah boleh sholat ketika telah membersihkan darahnya?
J a w a b a n :
Apabila wanita yang keguguran mengeluarkan janin yang sudah berbentuk manusia dan diketahui jenis kelaminnya, maka darah setelahnya dikategorikan darah nifas.
Tidak boleh baginya shalat dan berhubungan dengan suaminya sampai terhenti darah tersebut lantas bersesuci.
Jika yang keluar hanya darah atau gumpalan yang belum berbentuk manusia, maka darah setelahnya adalah darah istihadhah, wajib baginya shalat dan boleh bersenggama dengan suaminya.
Demikian keterangan para Masyayikh, seperti As-Syekh Ibnu Utsaimin dan As-Syekh Ibnu Baz rahimahumallah.
@qowwamussunnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JANGAN TERSINGGUNG JIKA DIKATAKAN KEPADAMU "ALLAHU YAHDIIK!''
Al Imam Ibnu Baaz rahimahullah ta'ala mengatakan:
"Janganlah engkau merasa sempit hati bila dikatakan kepadamu: ALLAHU YAHDIIK (SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH PADAMU)"!
Karena engkau sangat butuh kepada hidayah, kendatipun engkau adalah orang yang paling bertaqwa dikalangan manusia, ataupun engkau adalah yang paling alim diantara manusia.
❝ Engkau membutuhkan hidayah sampai engkau mati.
📚Al Fatawa Li Ibni Baaz 7/163
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
# لاتتضايق إذا : قيل لك: الله يهديك أنت بحاجة إلى الهداية لو كنت أتقى الناس ولو كنت أعلم الناس بحاجة إلى الهداية حتى تموت.
📚 الفتاوى لابن باز: [١٦٣/٧]
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JANGAN TERSINGGUNG JIKA DIKATAKAN KEPADAMU "ALLAHU YAHDIIK!''
Al Imam Ibnu Baaz rahimahullah ta'ala mengatakan:
"Janganlah engkau merasa sempit hati bila dikatakan kepadamu: ALLAHU YAHDIIK (SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH PADAMU)"!
Karena engkau sangat butuh kepada hidayah, kendatipun engkau adalah orang yang paling bertaqwa dikalangan manusia, ataupun engkau adalah yang paling alim diantara manusia.
❝ Engkau membutuhkan hidayah sampai engkau mati.
📚Al Fatawa Li Ibni Baaz 7/163
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
# لاتتضايق إذا : قيل لك: الله يهديك أنت بحاجة إلى الهداية لو كنت أتقى الناس ولو كنت أعلم الناس بحاجة إلى الهداية حتى تموت.
📚 الفتاوى لابن باز: [١٦٣/٧]
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 KEDEPANKAN PRASANGKA BAIK PADA SAUDARAMU AHLUSSUNNAH YANG SECARA DZHAHIR BERSIKAP ADIL
Said bin al-Musayyib –salah seorang Tabi’i- rahimahullah menyatakan:
كَتَبَ إِلَيَّ بَعْضُ إِخْوَانِي مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَنْ ضَعْ أَمْرَ أَخِيكَ عَلَى أَحْسَنِهِ مَا لَمْ يَأْتِكَ مَا يَغْلِبُكَ، وَلَا تَظُنَّنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ شَرًّا وَأَنْتَ تَجِدُ لَهُ فِي الْخَيْرِ مَحْمَلًا
Sebagian saudara saya yang termasuk Sahabat Rasulullah ﷺ menulis surat kepada saya: Letakkanlah perkara saudaramu pada (dugaan) yang terbaik. Selama tidak sampai (berita) kepadamu hal yang mengalahkanmu. Jangan sekali-kali menyangka suatu kalimat yang keluar dari saudaramu sebagai suatu keburukan, selama engkau masih menemukan kemungkinan (bahwa kalimat itu) adalah kebaikan (riwayat al-Baihaqiy dalam Syuabul Iman)
Abu Qilabah – seorang Tabi’i – rahimahullah menyatakan:
إِذَا بَلَغَكَ عَنْ أَخِيْكَ شَيْءٌ تَكْرَهُهُ فَالْتَمِسْ لَهُ الْعُذْرَ جُهْدَكَ؛ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ لَهُ عُذْراً فَقُلْ فِي نَفْسِكَ: لَعَلَّ لِأَخِي عُذْراً لَا أَعْلَمُهُ
Jika sampai berita kepadamu tentang saudaramu sesuatu yang tidak engkau sukai, carilah udzur untuknya semampumu. Jika engkau tidak menemukan udzur baginya, ucapkan dalam dirimu: Bisa jadi saudaraku memiliki udzur yang tidak aku ketahui (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’)
Bakr bin Abdillah al-Muzaniy rahimahullah menyatakan:
إِيَّاكَ مِنَ الْكَلَامِ مَا إِنْ أَصَبْتَ فِيْهِ لَمْ تُؤْجَرْ، وَإِنْ أَخْطَأْتَ فِيْهِ أَثِمْتَ، وَهُوَ سُوْءُ الظَّنِّ بِأَخِيْكَ
Hindarilah ucapan yang jika engkau benar, engkau tidak mendapat pahala. Jika engkau salah dalam hal itu, engkau berdosa. Yaitu berburuk sangka terhadap saudaramu (Tahdzibut Tahdzib)
💡Penjelasan:
Terlebih di masa pandemi, saat kita terhalang untuk berkunjung satu sama lain. Tidak jarang tersebar berita tidak baik tentang saudara kita seorang Ahlus Sunnah yang kita kenal baik sebelumnya.
Jangan terburu-buru membenarkan berita buruk itu sampai kita tabayyun dan memastikan kebenaran berita tersebut.
Sebelum jelas, kedepankanlah prasangka baik. Jangan menukil berita yang belum jelas kebenarannya. Kalaupun berita itu benar, janganlah disebarkan jika tidak akan memberikan manfaat, justru kemudaratan.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEDEPANKAN PRASANGKA BAIK PADA SAUDARAMU AHLUSSUNNAH YANG SECARA DZHAHIR BERSIKAP ADIL
Said bin al-Musayyib –salah seorang Tabi’i- rahimahullah menyatakan:
كَتَبَ إِلَيَّ بَعْضُ إِخْوَانِي مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَنْ ضَعْ أَمْرَ أَخِيكَ عَلَى أَحْسَنِهِ مَا لَمْ يَأْتِكَ مَا يَغْلِبُكَ، وَلَا تَظُنَّنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ شَرًّا وَأَنْتَ تَجِدُ لَهُ فِي الْخَيْرِ مَحْمَلًا
Sebagian saudara saya yang termasuk Sahabat Rasulullah ﷺ menulis surat kepada saya: Letakkanlah perkara saudaramu pada (dugaan) yang terbaik. Selama tidak sampai (berita) kepadamu hal yang mengalahkanmu. Jangan sekali-kali menyangka suatu kalimat yang keluar dari saudaramu sebagai suatu keburukan, selama engkau masih menemukan kemungkinan (bahwa kalimat itu) adalah kebaikan (riwayat al-Baihaqiy dalam Syuabul Iman)
Abu Qilabah – seorang Tabi’i – rahimahullah menyatakan:
إِذَا بَلَغَكَ عَنْ أَخِيْكَ شَيْءٌ تَكْرَهُهُ فَالْتَمِسْ لَهُ الْعُذْرَ جُهْدَكَ؛ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ لَهُ عُذْراً فَقُلْ فِي نَفْسِكَ: لَعَلَّ لِأَخِي عُذْراً لَا أَعْلَمُهُ
Jika sampai berita kepadamu tentang saudaramu sesuatu yang tidak engkau sukai, carilah udzur untuknya semampumu. Jika engkau tidak menemukan udzur baginya, ucapkan dalam dirimu: Bisa jadi saudaraku memiliki udzur yang tidak aku ketahui (riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’)
Bakr bin Abdillah al-Muzaniy rahimahullah menyatakan:
إِيَّاكَ مِنَ الْكَلَامِ مَا إِنْ أَصَبْتَ فِيْهِ لَمْ تُؤْجَرْ، وَإِنْ أَخْطَأْتَ فِيْهِ أَثِمْتَ، وَهُوَ سُوْءُ الظَّنِّ بِأَخِيْكَ
Hindarilah ucapan yang jika engkau benar, engkau tidak mendapat pahala. Jika engkau salah dalam hal itu, engkau berdosa. Yaitu berburuk sangka terhadap saudaramu (Tahdzibut Tahdzib)
💡Penjelasan:
Terlebih di masa pandemi, saat kita terhalang untuk berkunjung satu sama lain. Tidak jarang tersebar berita tidak baik tentang saudara kita seorang Ahlus Sunnah yang kita kenal baik sebelumnya.
Jangan terburu-buru membenarkan berita buruk itu sampai kita tabayyun dan memastikan kebenaran berita tersebut.
Sebelum jelas, kedepankanlah prasangka baik. Jangan menukil berita yang belum jelas kebenarannya. Kalaupun berita itu benar, janganlah disebarkan jika tidak akan memberikan manfaat, justru kemudaratan.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TIDAK BOLEH MENGHARAP KEGUGURAN SETELAH DIKARUNIAI KEHAMILAN
Asy-Syaikh ‘Abdullah al-Bukhari hafizhahullah berkata,
ولا يجوز للأم أن تضعف نفسها وأن تمتنع من الغذاء المفيد للطفل رغبة في إضعافه وإماتته وهذا والعياذ بالله تعد وإضاعة للحق وإساءة.
"Tidak boleh bagi seorang ibu untuk membuat dirinya lemah, mencegah masuknya asupan nutrisi untuk anak yang ada di tubuhnya, dengan harapan agar anak itu menjadi lemah dan meninggal di dalam rahimnya. Perbuatan yang seperti ini, wal-‘iyyadzu billah, melampaui batas, menelantarkan hak, dan tindak kejahatan."
📖 Sumber: Huquq al-Aulad, hlm. 33 | Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TIDAK BOLEH MENGHARAP KEGUGURAN SETELAH DIKARUNIAI KEHAMILAN
Asy-Syaikh ‘Abdullah al-Bukhari hafizhahullah berkata,
ولا يجوز للأم أن تضعف نفسها وأن تمتنع من الغذاء المفيد للطفل رغبة في إضعافه وإماتته وهذا والعياذ بالله تعد وإضاعة للحق وإساءة.
"Tidak boleh bagi seorang ibu untuk membuat dirinya lemah, mencegah masuknya asupan nutrisi untuk anak yang ada di tubuhnya, dengan harapan agar anak itu menjadi lemah dan meninggal di dalam rahimnya. Perbuatan yang seperti ini, wal-‘iyyadzu billah, melampaui batas, menelantarkan hak, dan tindak kejahatan."
📖 Sumber: Huquq al-Aulad, hlm. 33 | Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JANGAN TERBURU MEMVONIS KECUALI SETELAH MELALUI KESABARAN DALAM MENYAMPAIKAN NASIHAT
Dalam proses penyampaian nasihat, tidak jarang dibutuhkan dialog dengan pihak yang kita nasihati. Adakalanya sebelum majelis itu dilaksanakan, kita sudah mendengar berita miring dari pihak lain tentang saudara kita tersebut. Apabila saudara kita itu adalah seorang Ahlus Sunnah yang secara dzhahir adil, semestinya kita mengedepankan prasangka baik.
Berikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan dan menguraikan pembelaan terhadap berita miring yang banyak tersebar. Jangan terburu-buru untuk memvonis bahwa dia tidak mau menerima nasihat. Bersabarlah mencermati dan memperhatikan hujah yang disampaikannya.
Apabila kita hanya fokus untuk menyudutkan dia dan tidak mau bersabar mencermati hujah yang dia sampaikan, dikhawatirkan kita termasuk muthoffif yang tercela dalam alQuran. Hanya mengedepankan ego untuk membela hujah kita sendiri namun tidak mau mendengar hujah yang disampaikan saudara kita itu, padahal yang disampaikannya adalah kebenaran dan penuh bukti.
Allah Ta’ala berfirman:
وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ
"Celaka bagi orang yang curang" (Q.S al-Muthoffifin ayat 1)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy rahimahullah menyatakan: "Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwasanya seseorang selain mengambil dari orang lain sesuatu untuknya, ia juga wajib memberikan segala hak orang lain berupa harta maupun muamalah.
Bahkan masuk dalam keumuman ayat ini (penyampaian) hujah-hujah dan ucapan. Biasanya dua orang yang berdiskusi (berdebat) masing-masing bersikeras untuk menyampaikan hujahnya sendiri.
Wajib baginya untuk menjelaskan hujah-hujah kepada rekan debatnya sesuatu yang tidak diketahui. Ia juga harus memperhatikan dalil-dalil dari rekan debatnya sebagaimana ia memperhatikan dalil-dalil yang ia sampaikan.
Dalam posisi ini, diketahuilah sikap adil seseorang dibandingkan sikap fanatik, ngawur tidaknya dia, tawadhu’ atau tinggi hatinya dia, berakalkah dia ataukah dungu. Kita meminta kepada Allah taufiq dalam segenap kebaikan". (Taisir Kariimir Rahmaan fi Tafsiiri Kalaamil Mannan (1/915))
Ini adalah kondisi bentuk diskusi antar sesama Ahlus Sunnah atau terhadap seseorang yang masih terbuka peluang menerima nasihat.
Jangan terburu-buru kita memvonis bahwa orang itu tidak mau menerima nasihat dan membangkang, padahal sebenarnya hujah yang ia sampaikan sudah demikian kuat, namun kita belum memahaminya.
Bisa jadi karena kita tidak sabar mencermati uraian keterhubungan data dan fakta yang ia sampaikan. Jangan gegabah segera memvonis dia tidak mau menerima nasihat. Justru bisa jadi klarifikasi yang disampaikannya telah benar dan tuduhan miring terhadap dia tidak terbukti.
Apabila kepada seorang yang sudah jelas-jelas memiliki sekian banyak penyimpangan saja para Ulama begitu bersabar menasihatinya hingga bertahun-tahun.
Lalu bagaimana jika itu adalah suatu yang kita anggap sebagai kesalahan saudara kita Ahlus Sunnah, namun bukanlah kesalahan akidah maupun penyimpangan manhaj. Apalagi jika belum terbukti benar bahwa itu sebagai suatu kesalahan?
Bukanlah yang dinilai banyaknya poin yang dituduhkan. Namun yang terpenting adalah apakah poin-poin itu terbukti benar dan relevan sebagai bahan untuk menyalahkannya.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq, pertolongan, dan ampunan kepada segenap kaum muslimin.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JANGAN TERBURU MEMVONIS KECUALI SETELAH MELALUI KESABARAN DALAM MENYAMPAIKAN NASIHAT
Dalam proses penyampaian nasihat, tidak jarang dibutuhkan dialog dengan pihak yang kita nasihati. Adakalanya sebelum majelis itu dilaksanakan, kita sudah mendengar berita miring dari pihak lain tentang saudara kita tersebut. Apabila saudara kita itu adalah seorang Ahlus Sunnah yang secara dzhahir adil, semestinya kita mengedepankan prasangka baik.
Berikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan dan menguraikan pembelaan terhadap berita miring yang banyak tersebar. Jangan terburu-buru untuk memvonis bahwa dia tidak mau menerima nasihat. Bersabarlah mencermati dan memperhatikan hujah yang disampaikannya.
Apabila kita hanya fokus untuk menyudutkan dia dan tidak mau bersabar mencermati hujah yang dia sampaikan, dikhawatirkan kita termasuk muthoffif yang tercela dalam alQuran. Hanya mengedepankan ego untuk membela hujah kita sendiri namun tidak mau mendengar hujah yang disampaikan saudara kita itu, padahal yang disampaikannya adalah kebenaran dan penuh bukti.
Allah Ta’ala berfirman:
وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ
"Celaka bagi orang yang curang" (Q.S al-Muthoffifin ayat 1)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy rahimahullah menyatakan: "Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwasanya seseorang selain mengambil dari orang lain sesuatu untuknya, ia juga wajib memberikan segala hak orang lain berupa harta maupun muamalah.
Bahkan masuk dalam keumuman ayat ini (penyampaian) hujah-hujah dan ucapan. Biasanya dua orang yang berdiskusi (berdebat) masing-masing bersikeras untuk menyampaikan hujahnya sendiri.
Wajib baginya untuk menjelaskan hujah-hujah kepada rekan debatnya sesuatu yang tidak diketahui. Ia juga harus memperhatikan dalil-dalil dari rekan debatnya sebagaimana ia memperhatikan dalil-dalil yang ia sampaikan.
Dalam posisi ini, diketahuilah sikap adil seseorang dibandingkan sikap fanatik, ngawur tidaknya dia, tawadhu’ atau tinggi hatinya dia, berakalkah dia ataukah dungu. Kita meminta kepada Allah taufiq dalam segenap kebaikan". (Taisir Kariimir Rahmaan fi Tafsiiri Kalaamil Mannan (1/915))
Ini adalah kondisi bentuk diskusi antar sesama Ahlus Sunnah atau terhadap seseorang yang masih terbuka peluang menerima nasihat.
Jangan terburu-buru kita memvonis bahwa orang itu tidak mau menerima nasihat dan membangkang, padahal sebenarnya hujah yang ia sampaikan sudah demikian kuat, namun kita belum memahaminya.
Bisa jadi karena kita tidak sabar mencermati uraian keterhubungan data dan fakta yang ia sampaikan. Jangan gegabah segera memvonis dia tidak mau menerima nasihat. Justru bisa jadi klarifikasi yang disampaikannya telah benar dan tuduhan miring terhadap dia tidak terbukti.
Apabila kepada seorang yang sudah jelas-jelas memiliki sekian banyak penyimpangan saja para Ulama begitu bersabar menasihatinya hingga bertahun-tahun.
Lalu bagaimana jika itu adalah suatu yang kita anggap sebagai kesalahan saudara kita Ahlus Sunnah, namun bukanlah kesalahan akidah maupun penyimpangan manhaj. Apalagi jika belum terbukti benar bahwa itu sebagai suatu kesalahan?
Bukanlah yang dinilai banyaknya poin yang dituduhkan. Namun yang terpenting adalah apakah poin-poin itu terbukti benar dan relevan sebagai bahan untuk menyalahkannya.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq, pertolongan, dan ampunan kepada segenap kaum muslimin.
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 KEGUGURAN/ABORTUS UMUR BERAPA YANG DIHUKUMI NIFAS?
Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah Pertanyaan ke satu no 8230
P e r t a n y a a n :
Jika seorang wanita mengalami keguguran pada bulan pertama atau kedua atau ketiga atau keempat, Apakah hal itu teranggap sebagian nifas, Ataukah dia masih bisa shalat di dalamnya?
J a w a b a n :
Segala puji bagi Allah semoga shalawat dan salam terlimpah kepada rasulNya, keluarganya dan sahabatnya amma ba'du :
◻️ Apabila seorang wanita keguguran pada bulan keempat, selama janinnya sudah berbentuk rupa manusia, maka darahnya adalah darah nifas.
◻️ Adapun kalau kegugurannya itu di bulan yang ketiga maka darahnya itu bukan darah nifas, dan dia wajib untuk berpuasa dan shalat, serta boleh digauli suaminya. Jika janinnya dalam keadaan belum nampak ada bentuk manusia.
Allah semata tempat meminta taufiq. Semoga Shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.
📑 Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 5/426 @ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEGUGURAN/ABORTUS UMUR BERAPA YANG DIHUKUMI NIFAS?
Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah Pertanyaan ke satu no 8230
P e r t a n y a a n :
Jika seorang wanita mengalami keguguran pada bulan pertama atau kedua atau ketiga atau keempat, Apakah hal itu teranggap sebagian nifas, Ataukah dia masih bisa shalat di dalamnya?
J a w a b a n :
Segala puji bagi Allah semoga shalawat dan salam terlimpah kepada rasulNya, keluarganya dan sahabatnya amma ba'du :
◻️ Apabila seorang wanita keguguran pada bulan keempat, selama janinnya sudah berbentuk rupa manusia, maka darahnya adalah darah nifas.
◻️ Adapun kalau kegugurannya itu di bulan yang ketiga maka darahnya itu bukan darah nifas, dan dia wajib untuk berpuasa dan shalat, serta boleh digauli suaminya. Jika janinnya dalam keadaan belum nampak ada bentuk manusia.
Allah semata tempat meminta taufiq. Semoga Shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.
📑 Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 5/426 @ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 BERHARAP ADA PENJARA DARI BESI YANG MEMISAHKAN
قال الفضيل بن عياض رحمه الله تعالى:
" أحب أن يكون بيني وبين صاحب بدعة حصن من حديد. آكل عند يهودي ونصراني أَحبُّ إليَّ من صاحب بدعة.
[أخرجه اللالكائي 2/638].
Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata :
"Aku mencintai bila antara aku dan ahlu bid'ah itu ada penjara yang terbuat dari besi, Aku makan di sisi orang yahudi dan orang nasrani itu penuh aku cintai daripada disisi Ahlu bid'ah. "
Riwayat Al-Lalikaai 2/638
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BERHARAP ADA PENJARA DARI BESI YANG MEMISAHKAN
قال الفضيل بن عياض رحمه الله تعالى:
" أحب أن يكون بيني وبين صاحب بدعة حصن من حديد. آكل عند يهودي ونصراني أَحبُّ إليَّ من صاحب بدعة.
[أخرجه اللالكائي 2/638].
Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata :
"Aku mencintai bila antara aku dan ahlu bid'ah itu ada penjara yang terbuat dari besi, Aku makan di sisi orang yahudi dan orang nasrani itu penuh aku cintai daripada disisi Ahlu bid'ah. "
Riwayat Al-Lalikaai 2/638
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JANGAN TERBURU-BURU DALAM MENYEBARKAN BERITA
Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullahu berkata, "Jika ada berita yang sampai kepadamu tentang seseorang bahwasanya dia telah melakukan kesalahan atau telah melakukan amalan yang keliru, maka janganlah terburu-buru (menyebarkannya).
Kadang bisa jadi berita yang sampai kepadamu itu adalah tidak benar.
Jika engkau langsung menyebarkan berita yang tidak benar tersebut, maka engkau telah menyebarkan kedustaan.
Oleh karenanya ada hadits yang berbunyi: "Cukuplah seseorang itu dikatakan berdusta ketika dia sampaikan semua yang dia dengar. (HR. Muslim)."
📚(Syarhul Kabair-Syaikh Shalih Fauzan, hal. 88, cet. Ar Risalatul Alamiyah 2012).
💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JANGAN TERBURU-BURU DALAM MENYEBARKAN BERITA
Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullahu berkata, "Jika ada berita yang sampai kepadamu tentang seseorang bahwasanya dia telah melakukan kesalahan atau telah melakukan amalan yang keliru, maka janganlah terburu-buru (menyebarkannya).
Kadang bisa jadi berita yang sampai kepadamu itu adalah tidak benar.
Jika engkau langsung menyebarkan berita yang tidak benar tersebut, maka engkau telah menyebarkan kedustaan.
Oleh karenanya ada hadits yang berbunyi: "Cukuplah seseorang itu dikatakan berdusta ketika dia sampaikan semua yang dia dengar. (HR. Muslim)."
📚(Syarhul Kabair-Syaikh Shalih Fauzan, hal. 88, cet. Ar Risalatul Alamiyah 2012).
💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
📨 TATSABBUT (CROSS CHECK) TERHADAP BERITA DAN HUKUM YANG DITETAPKAN
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah
Ini adalah perkara yang paling penting yang harus ada, perkara yang paling penting yang harus ada dalam adab ini (adab penuntut Ilmu) adalah Tatsabbut. Tatsabbut dalam hal berita yang dinukilkan dan tatsabbut dalam hal hukum yang engkau tetapkan.
Jika ada penukilan kabar-kabar, maka engkau harus melakukan tatsabbut, apakah kabar-kabar itu benar dari sumbernya atau tidak.
Kemudian apabila benar maka engkau jangan langsung menghukuminya. Engkau tatsabbut terlebih dahulu.
Tatsabbut dalam hal menghukumi. Bisa jadi hal tersebut dibangun diatas dalil yang engkau tidak mengetahuinya kemudian engkau menghukuminya bahwa itu adalah kesalahan namun ternyata hal itu bukan kesalahan. Akan tetapi cara mengobati ( jalan keluar) dalam keadaan tersebut adalah engkau menghubungi orang yang disebutkan dalam kabar tersebut .
Engkau katakan "telah dinukilkan kabar tentangmu bahwasanya engkau demikian dan demikian. Apakah ini benar ?"
Kemudian engkaupun mulai berdiskusi dengannya. Bisa jadi pengingkaranmu kepadanya ketika pertama kali engkau mendengarnya dikarenakan engkau tidak tahu apa sebab hal tersebut. Kemudian ketika diketahui apa sebabnya maka lenyaplah perasaan heranmu (terhadap kabar tersebut).
Oleh karena itu hal pertama yang harus dilakukan adalah tatsabbut, engkau menghubungi orang yang kabar tersebut dinisbatkan kepadanya, engkau bertanya kepadanya apakah kabar tersebut benar atau tidak, kemudian engkaupun berdiskusi dengannya. Bisa jadi dia benar maka engkau rujuk kepadanya atau bisa jadi engkau yang benar maka dia rujuk kepadamu.
Sumber:
manhajulhaqcom
🔊Audio: https://t.me/manhajulhaqcom/2816
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📨 TATSABBUT (CROSS CHECK) TERHADAP BERITA DAN HUKUM YANG DITETAPKAN
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah
Ini adalah perkara yang paling penting yang harus ada, perkara yang paling penting yang harus ada dalam adab ini (adab penuntut Ilmu) adalah Tatsabbut. Tatsabbut dalam hal berita yang dinukilkan dan tatsabbut dalam hal hukum yang engkau tetapkan.
Jika ada penukilan kabar-kabar, maka engkau harus melakukan tatsabbut, apakah kabar-kabar itu benar dari sumbernya atau tidak.
Kemudian apabila benar maka engkau jangan langsung menghukuminya. Engkau tatsabbut terlebih dahulu.
Tatsabbut dalam hal menghukumi. Bisa jadi hal tersebut dibangun diatas dalil yang engkau tidak mengetahuinya kemudian engkau menghukuminya bahwa itu adalah kesalahan namun ternyata hal itu bukan kesalahan. Akan tetapi cara mengobati ( jalan keluar) dalam keadaan tersebut adalah engkau menghubungi orang yang disebutkan dalam kabar tersebut .
Engkau katakan "telah dinukilkan kabar tentangmu bahwasanya engkau demikian dan demikian. Apakah ini benar ?"
Kemudian engkaupun mulai berdiskusi dengannya. Bisa jadi pengingkaranmu kepadanya ketika pertama kali engkau mendengarnya dikarenakan engkau tidak tahu apa sebab hal tersebut. Kemudian ketika diketahui apa sebabnya maka lenyaplah perasaan heranmu (terhadap kabar tersebut).
Oleh karena itu hal pertama yang harus dilakukan adalah tatsabbut, engkau menghubungi orang yang kabar tersebut dinisbatkan kepadanya, engkau bertanya kepadanya apakah kabar tersebut benar atau tidak, kemudian engkaupun berdiskusi dengannya. Bisa jadi dia benar maka engkau rujuk kepadanya atau bisa jadi engkau yang benar maka dia rujuk kepadamu.
Sumber:
manhajulhaqcom
🔊Audio: https://t.me/manhajulhaqcom/2816
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك👇
💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
◽️◽️◽️◽️◽️◽️