::
🚇 TAK USAH KESEPIAN, ANDA TIDAK SENDIRI
✍ Berkata Al-Imam Ibnul Qayyim رحمه الله;
كما قال بعض السلف، "عليك بطريق الحق و لا تستوحش لقلة السالكين و إياك و طريق الباطل و لا تغتر بكثرة الهالكين" كلما استوحشت فى تفردك فانظر إلى الرفيق السابق و احرص على اللحاق بهم و غض الطرف عمن سواهم فإنهم لن يغنوا عمك من الله شيئا و إذا صاحوا بم طريق سيرك فلا تلتفت إليهم فإنك متى تلتفت إليهم أخذوك و عاقوك"
Sebagaimana ucapan sebagian salaf,
"عليك بطريق الحق و لا تستوحش لقلة السالكين و إياك و طريق الباطل و لا تغتر بكثرة الهالكين"
"Wajib bagimu untuk mengikuti jalan kebenaran dan jangan merasa kesepian disebabkan sedikitnya orang-orang yang berjalan (padanya), dan hati-hatilah kamu dari jalan kebathilan dan jangan tertipu dengan banyaknya yang binasa (karena berjalan di atas kebathilan)."
Maka kapan saja kamu merasa kesepian dalam kesendirianmu, maka lihatlah kepada teman yang telah mendahului (Ar-Rasul dan para Shahabatnya), kemudian semangatlah untuk menemui mereka, dan tundukkanlah pandangan (acuhkan) dari yang selain mereka, karena sesungguhnya mereka (yang berjalan selain di atas jalan kebenaran) tidak berguna bagimu di hadapan Allah sedikitpun.
Dan apabila mereka meneriakimu pada jalan yang anda tempuh maka janganlah kamu menoleh kepada mereka, karena sesungguhnya jika kamu menoleh kepada mereka niscaya mereka akan mengambilmu dan mencelakakanmu".
📚 [Madarijus Salikin, Hal. 22]
--------------------------
Jangan menganggap kau seorang diri,
Jangan kira kau berdiri sendiri,
Tak usah kesepian serasa tak ada yang menemani,
Rasulullah Ibrohim teranggap satu ummat walau sendiri..
Yakinlah di luar sana akan ada kawan yang menanti,
Meski tak kau kenal atau pun yang sudah mendahului,
Mereka yang melangkah di atas jalan yang kau telusuri..
Janganlah bersedih, Dan kuatkanlah hati,
Tegakkan dan suarakanlah Al-Haq walau kau sendiri,
Abaikanlah celaan orang yang membenci,
Tak gentar di hadapan gertakan orang yang memusuhi,
Memegang bara memang panas maka janganlah berkecil hati..
Hadapilah semuanya dengan sabar, hikmah dan kekuatan hati,
Tak usah kecewa, jangan putus asa bila dakwahmu ditolak saat ini,
Rasulullah Muhammad ﷺ saat dakwah ke Thoif pun tersakiti,
Bahkan dia bercerita ada seorang Nabi tanpa ada yang mendampingi..
Namun lihatlah niat dakwahmu kembali,
Sudahkah kau meng-ikhlaskan niat selama ini,
Masihkah tercampuri hawa-nafsu yang sebabkan kau lupa diri,
Kemudian mintalah kepada Alloh petunjuk yang menyinari..
✒Oleh: Syabab Anwarussunnah| @RAUDHATULANWAR
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TAK USAH KESEPIAN, ANDA TIDAK SENDIRI
✍ Berkata Al-Imam Ibnul Qayyim رحمه الله;
كما قال بعض السلف، "عليك بطريق الحق و لا تستوحش لقلة السالكين و إياك و طريق الباطل و لا تغتر بكثرة الهالكين" كلما استوحشت فى تفردك فانظر إلى الرفيق السابق و احرص على اللحاق بهم و غض الطرف عمن سواهم فإنهم لن يغنوا عمك من الله شيئا و إذا صاحوا بم طريق سيرك فلا تلتفت إليهم فإنك متى تلتفت إليهم أخذوك و عاقوك"
Sebagaimana ucapan sebagian salaf,
"عليك بطريق الحق و لا تستوحش لقلة السالكين و إياك و طريق الباطل و لا تغتر بكثرة الهالكين"
"Wajib bagimu untuk mengikuti jalan kebenaran dan jangan merasa kesepian disebabkan sedikitnya orang-orang yang berjalan (padanya), dan hati-hatilah kamu dari jalan kebathilan dan jangan tertipu dengan banyaknya yang binasa (karena berjalan di atas kebathilan)."
Maka kapan saja kamu merasa kesepian dalam kesendirianmu, maka lihatlah kepada teman yang telah mendahului (Ar-Rasul dan para Shahabatnya), kemudian semangatlah untuk menemui mereka, dan tundukkanlah pandangan (acuhkan) dari yang selain mereka, karena sesungguhnya mereka (yang berjalan selain di atas jalan kebenaran) tidak berguna bagimu di hadapan Allah sedikitpun.
Dan apabila mereka meneriakimu pada jalan yang anda tempuh maka janganlah kamu menoleh kepada mereka, karena sesungguhnya jika kamu menoleh kepada mereka niscaya mereka akan mengambilmu dan mencelakakanmu".
📚 [Madarijus Salikin, Hal. 22]
--------------------------
Jangan menganggap kau seorang diri,
Jangan kira kau berdiri sendiri,
Tak usah kesepian serasa tak ada yang menemani,
Rasulullah Ibrohim teranggap satu ummat walau sendiri..
Yakinlah di luar sana akan ada kawan yang menanti,
Meski tak kau kenal atau pun yang sudah mendahului,
Mereka yang melangkah di atas jalan yang kau telusuri..
Janganlah bersedih, Dan kuatkanlah hati,
Tegakkan dan suarakanlah Al-Haq walau kau sendiri,
Abaikanlah celaan orang yang membenci,
Tak gentar di hadapan gertakan orang yang memusuhi,
Memegang bara memang panas maka janganlah berkecil hati..
Hadapilah semuanya dengan sabar, hikmah dan kekuatan hati,
Tak usah kecewa, jangan putus asa bila dakwahmu ditolak saat ini,
Rasulullah Muhammad ﷺ saat dakwah ke Thoif pun tersakiti,
Bahkan dia bercerita ada seorang Nabi tanpa ada yang mendampingi..
Namun lihatlah niat dakwahmu kembali,
Sudahkah kau meng-ikhlaskan niat selama ini,
Masihkah tercampuri hawa-nafsu yang sebabkan kau lupa diri,
Kemudian mintalah kepada Alloh petunjuk yang menyinari..
✒Oleh: Syabab Anwarussunnah| @RAUDHATULANWAR
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 HUKUM MENYEBARKAN SMS AJAKAN UNTUK BERISTIGHFAR DAN BERTAUBAT PADA AKHIR TAHUN HIJRIYAH SERTA MENGUCAPKAN "SELAMAT TAHUN BARU"
Dijawab Oleh Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah
P e r t a n y a a n:
Hari-hari ini banyak disebarkan melalui media-media ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan selamat dengan datangnya Tahun Baru?
J a w a b a n:
كل هذا بدعة، ما فيه عام جديد، هذا اصطلاحي ما هو بعام جديد، كل يوم يمكن تكمل عام من عمر كل يوم، كل شهر ، كل أسبوع حسب مولدك، ما يتقيد بشهر المحرم
"Semua itu BID'AH. Sebenarnya tidak ada Tahun Baru, itu sekedar istilah. Tidak ada tahun baru. Setiap hari mungkin saja engkau menyempurnakan tahun dari umurmu, setiap hari, setiap bulan, dan setiap pekan, sesuai dengan waktu kelahiranmu, tidak terikat dengan bulan Muharram.
Namun itu (penyebutan tahun baru) hanyalah istilah. Dulu Khalifah 'Umar - radhiyallahu 'anhu - bermusyawarah dengan para shahabat, karena berdatangan kepada beliau surat-surat dinas dari para gubernur dan pegawai beliau tanpa ada tanggalnya, sehingga tidak diketahui kapan surat tersebut ditulis. Maka beliaupun bermusyawarah dengan para shahabat.
Padahal ketika itu kalender miladi/masehi sudah ada. Namun beliau dan para shahabat TIDAK mau ikut-ikutan Yahudi dan Nashara.
Maka pendapat mereka sepakat untuk membuat penanggalan berdasarkan hijrah Rasulullah -ﷺ - karena hijrah merupakan peristiwa terbesar dalam Islam. Maka dijadikanlah peristiwa tersebut sebagai awal kalender hijriyyah, karena suatu mashlahah dan kebutuhan.
فلا يخص العام الهجري بتهنئة ولا يخص بدعاء لأن هذا ما ورد. فهو بدعة
Sehingga tidak ada pengkhususan tahun hijriyah dengan ucapan selamat, tidak pula dikhususkan dengan do'a tertentu. Karena itu tidak ada dasarnya. Jadi itu BID'AH.
Sumber:
https://www.alfawzan.af.org.sa/en/node/16396 | @ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HUKUM MENYEBARKAN SMS AJAKAN UNTUK BERISTIGHFAR DAN BERTAUBAT PADA AKHIR TAHUN HIJRIYAH SERTA MENGUCAPKAN "SELAMAT TAHUN BARU"
Dijawab Oleh Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah
P e r t a n y a a n:
Hari-hari ini banyak disebarkan melalui media-media ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan selamat dengan datangnya Tahun Baru?
J a w a b a n:
كل هذا بدعة، ما فيه عام جديد، هذا اصطلاحي ما هو بعام جديد، كل يوم يمكن تكمل عام من عمر كل يوم، كل شهر ، كل أسبوع حسب مولدك، ما يتقيد بشهر المحرم
"Semua itu BID'AH. Sebenarnya tidak ada Tahun Baru, itu sekedar istilah. Tidak ada tahun baru. Setiap hari mungkin saja engkau menyempurnakan tahun dari umurmu, setiap hari, setiap bulan, dan setiap pekan, sesuai dengan waktu kelahiranmu, tidak terikat dengan bulan Muharram.
Namun itu (penyebutan tahun baru) hanyalah istilah. Dulu Khalifah 'Umar - radhiyallahu 'anhu - bermusyawarah dengan para shahabat, karena berdatangan kepada beliau surat-surat dinas dari para gubernur dan pegawai beliau tanpa ada tanggalnya, sehingga tidak diketahui kapan surat tersebut ditulis. Maka beliaupun bermusyawarah dengan para shahabat.
Padahal ketika itu kalender miladi/masehi sudah ada. Namun beliau dan para shahabat TIDAK mau ikut-ikutan Yahudi dan Nashara.
Maka pendapat mereka sepakat untuk membuat penanggalan berdasarkan hijrah Rasulullah -ﷺ - karena hijrah merupakan peristiwa terbesar dalam Islam. Maka dijadikanlah peristiwa tersebut sebagai awal kalender hijriyyah, karena suatu mashlahah dan kebutuhan.
فلا يخص العام الهجري بتهنئة ولا يخص بدعاء لأن هذا ما ورد. فهو بدعة
Sehingga tidak ada pengkhususan tahun hijriyah dengan ucapan selamat, tidak pula dikhususkan dengan do'a tertentu. Karena itu tidak ada dasarnya. Jadi itu BID'AH.
Sumber:
https://www.alfawzan.af.org.sa/en/node/16396 | @ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
www.alfawzan.af.org.sa
حكم التهنئة بالعام الهجري الجديد | الموقع الخاص للشيخ الدكتور صالح الفوزان
الجواب:ـ كل هذا بدعة، ما فيه عام جديد، هذا اصطلاحي ما هو بعام جديد، كل يوم يمكن تكمل عام من عمر كل يوم، كل شهر ، كل أسبوع حسب مولدك، ما يتقيد بشهر المحرم، إنما هذا: أمر اصطلاحي ، عمر ـ رضي الله عنه ـ استشار الصحابة لأنه يأتيه مكاتيب من عماله ما وأرخت ولا…
::
🚇 PENTINGNYA SELEKTIF DALAM BERTEMAN
Al-Imam Muhammad bin Abdurrahman al-Mubarakfury rahimahullah berkata:
الصحبة مؤثرة في إصلاح الحال وإفساده
"Pertemanan memberikan pengaruh dalam memperbaiki keadaan dan merusaknya."
📚 Tuhfatul Ahwadzy, jilid 7 hlm.42 |@ForumSalafy
PENGARUH SEORANG TEMAN DALAM KEHIDUPAN SESEORANG
Asy-Syaikh Dr. Muhammad Aman al-Jamy rahimahullah berkata:
هذه نقطة مهمة ينبغي أن ينتبه لها العاقل: الإنسان مهما يكون عالما وعاقلا ولبيبا، البطانة تؤثر فيه لأنه يثق في البطانة، يجعل فيهم الثقة فتؤثر.
"Ini merupakan hal yang sangat penting yang sepantasnya orang yang berakal memperhatikannya dengan baik: seseorang betapapun dia adalah seorang yang berilmu, berakal, dan cerdas, teman-teman dekatnya tetap akan memberikan pengaruh terhadap dirinya, karena seseorang itu memiliki kepercayaan terhadap teman-teman dekat dan menaruh kepercayaan terhadap mereka, sehingga mereka jelas memberikan pengaruh."
📚 Syarh Qurratu ’Uyunil Muwahhidin, kaset no. 1 |@ForumSalafy
ARAHAN DAN WEJANGAN DALAM PERTEMANAN
Dari Abdulloh bin Thowus -semoga Alloh ta'ala merahmati beliau- Ayahku mewasiatkan kepadaku :
يابني صاحب العقلاء تنسب إليهم وإن لم تكن منهم , ولا تصاحب الجهال فتنسب إليهم وإن لم تكن منهم.
📚 الحلية تهذيبه ٣١/٢ .
"Wahai anakku Bertemanlah dengan Orang-orang yang berakal (dewasa), niscaya engkau termasuk darinya, meskipun engkau bukan bagian dari mereka.
Dan janganlah kamu berteman dengan orang-orang jahil, niscaya engkau termasuk darinya, meskipun engkau bukan bagian dari mereka."
📚 (Al-Hilyah Tahdzibuhu 2/31) | WA Riyadhul Jannah @hikmahsalafiyyah
SIKAP TERHADAP ORANG YANG TIDAK MENCINTAI ILMU
Al-Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata :
" من لا يحب العلم لا خير فيه، ولا يكن بينك وبينه معرفة ولا صداقة."
📚 [توالي التأنيس لابن حجر167]
"Barang siapa yang tidak mencintai ilmu, maka tidak ada padanya kebaikan. Jangan ada antara kamu dan dia keakraban serta pertemanan."
📚 [Tawaali At-Ta'nis ( 167 ) karya Ibnu Hajar] @ManhajulAnbiya
TIDAK PANTAS BAGI AHLUS SUNNAH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata :
[ ولا ينبغي لأحد من أهل السنة والجماعة أن يخالط أحدا من أهل الأهواء حتى يصاحبه ويكون خاصته مخافة أن يستزله أو يستزل غيره بصحبة هذا ] .
📚 مجموع الفتاوى : 16 / 475
"Tidak pantas bagi seorang Ahlus Sunnah wal Jama'ah untuk bergaul dengan seorang Ahlul Ahwa (Ahlul Bid'ah), sehingga menjadikannya sebagai kawan dan (bahkan) menjadi teman spesialnya; karena khawatir dengan sebab pertemanan ini akan menggelincirkan dirinya atau menggelincirkan orang lain."
📚 Majmu'ul Fatawa : 16/475 | @hikmahsalafiyyah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PENTINGNYA SELEKTIF DALAM BERTEMAN
Al-Imam Muhammad bin Abdurrahman al-Mubarakfury rahimahullah berkata:
الصحبة مؤثرة في إصلاح الحال وإفساده
"Pertemanan memberikan pengaruh dalam memperbaiki keadaan dan merusaknya."
📚 Tuhfatul Ahwadzy, jilid 7 hlm.42 |@ForumSalafy
PENGARUH SEORANG TEMAN DALAM KEHIDUPAN SESEORANG
Asy-Syaikh Dr. Muhammad Aman al-Jamy rahimahullah berkata:
هذه نقطة مهمة ينبغي أن ينتبه لها العاقل: الإنسان مهما يكون عالما وعاقلا ولبيبا، البطانة تؤثر فيه لأنه يثق في البطانة، يجعل فيهم الثقة فتؤثر.
"Ini merupakan hal yang sangat penting yang sepantasnya orang yang berakal memperhatikannya dengan baik: seseorang betapapun dia adalah seorang yang berilmu, berakal, dan cerdas, teman-teman dekatnya tetap akan memberikan pengaruh terhadap dirinya, karena seseorang itu memiliki kepercayaan terhadap teman-teman dekat dan menaruh kepercayaan terhadap mereka, sehingga mereka jelas memberikan pengaruh."
📚 Syarh Qurratu ’Uyunil Muwahhidin, kaset no. 1 |@ForumSalafy
ARAHAN DAN WEJANGAN DALAM PERTEMANAN
Dari Abdulloh bin Thowus -semoga Alloh ta'ala merahmati beliau- Ayahku mewasiatkan kepadaku :
يابني صاحب العقلاء تنسب إليهم وإن لم تكن منهم , ولا تصاحب الجهال فتنسب إليهم وإن لم تكن منهم.
📚 الحلية تهذيبه ٣١/٢ .
"Wahai anakku Bertemanlah dengan Orang-orang yang berakal (dewasa), niscaya engkau termasuk darinya, meskipun engkau bukan bagian dari mereka.
Dan janganlah kamu berteman dengan orang-orang jahil, niscaya engkau termasuk darinya, meskipun engkau bukan bagian dari mereka."
📚 (Al-Hilyah Tahdzibuhu 2/31) | WA Riyadhul Jannah @hikmahsalafiyyah
SIKAP TERHADAP ORANG YANG TIDAK MENCINTAI ILMU
Al-Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata :
" من لا يحب العلم لا خير فيه، ولا يكن بينك وبينه معرفة ولا صداقة."
📚 [توالي التأنيس لابن حجر167]
"Barang siapa yang tidak mencintai ilmu, maka tidak ada padanya kebaikan. Jangan ada antara kamu dan dia keakraban serta pertemanan."
📚 [Tawaali At-Ta'nis ( 167 ) karya Ibnu Hajar] @ManhajulAnbiya
TIDAK PANTAS BAGI AHLUS SUNNAH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata :
[ ولا ينبغي لأحد من أهل السنة والجماعة أن يخالط أحدا من أهل الأهواء حتى يصاحبه ويكون خاصته مخافة أن يستزله أو يستزل غيره بصحبة هذا ] .
📚 مجموع الفتاوى : 16 / 475
"Tidak pantas bagi seorang Ahlus Sunnah wal Jama'ah untuk bergaul dengan seorang Ahlul Ahwa (Ahlul Bid'ah), sehingga menjadikannya sebagai kawan dan (bahkan) menjadi teman spesialnya; karena khawatir dengan sebab pertemanan ini akan menggelincirkan dirinya atau menggelincirkan orang lain."
📚 Majmu'ul Fatawa : 16/475 | @hikmahsalafiyyah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 ORANG BERIMAN MERASA GEMBIRA DENGAN KEBERADAAN UBAN
Dari Abdullah bin Amr, Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
لا تَنتِفوا الشَّيبَ؛ فإنَّه نورُ المسلمِ، ما مِن مسلمٍ يَشيبُ شَيبةً في الإسلامِ إلَّا كُتِبَ له بها حسنةٌ، ورُفِعَ بها درجةٌ، أو حُطَّ عنه بها خطيئةٌ
"Jangalah kalian mencabut uban, karena sesungguhnya ia adalah cahaya bagi seorang muslim. Barang siapa tumbuh padanya sehelai uban di dalam Islam maka dengan tiap satu helai uban itu Allah akan;
◽️ Tuliskan untuknya satu kebaikan,
◽️ Hapuskan darinya satu kesalahan,
◽️ dan Mengangkatnya satu derajat."
-SHAHIH LI GHAIRIH- (Tahqiq al-Musnad, 6672) HR. Ahmad (6672) dan Abu Dawud (4202)
Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah mengatakan,
هذا فضل كبير.. فلا ينبغي للمؤمن أن يتعرض للشيب ، بل ينبغي له أن يفرح بذلك، ويسرّ بذلك، فما زال يُعطيه الله جل وعلا به حسنة، كل شعرة، ويمحو به السيئة ، ويرفع به الدرجة، هذا خير وفضل كبير
"Ini keutamaan yang besar. Sehingga tidak pantas bagi seorang mu'min untuk memusuhi ubannya. Bahkan hendaknya dia gembira dan senang dengan keberadaan uban.
Allah terus-menerus memberikan kepada orang yang beruban;
◽️ Satu kebaikan dari setiap helai ubannya
◽️ dan Dihapuskan satu dosa serta
◽️ Dinaikkan satu derajat.
Ini merupakan kebaikan dan keutamaan yang besar."
(Syarah Muntaqal Akhbar, hlm. 182)
Maka bayangkan bagaimana bila 10 helai, dan bagaimana lagi jika ratusan helai. Alangkah besarnya keutamaan Allah..
✍ -- Ma'had Ibnul Mubarak @ Kota Tepian [ Samarinda ] -- Hari Ahadi, (07:43) 16 al-Muharram 1441 / 16 September 2019 @nasehatetam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 ORANG BERIMAN MERASA GEMBIRA DENGAN KEBERADAAN UBAN
Dari Abdullah bin Amr, Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
لا تَنتِفوا الشَّيبَ؛ فإنَّه نورُ المسلمِ، ما مِن مسلمٍ يَشيبُ شَيبةً في الإسلامِ إلَّا كُتِبَ له بها حسنةٌ، ورُفِعَ بها درجةٌ، أو حُطَّ عنه بها خطيئةٌ
"Jangalah kalian mencabut uban, karena sesungguhnya ia adalah cahaya bagi seorang muslim. Barang siapa tumbuh padanya sehelai uban di dalam Islam maka dengan tiap satu helai uban itu Allah akan;
◽️ Tuliskan untuknya satu kebaikan,
◽️ Hapuskan darinya satu kesalahan,
◽️ dan Mengangkatnya satu derajat."
-SHAHIH LI GHAIRIH- (Tahqiq al-Musnad, 6672) HR. Ahmad (6672) dan Abu Dawud (4202)
Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah mengatakan,
هذا فضل كبير.. فلا ينبغي للمؤمن أن يتعرض للشيب ، بل ينبغي له أن يفرح بذلك، ويسرّ بذلك، فما زال يُعطيه الله جل وعلا به حسنة، كل شعرة، ويمحو به السيئة ، ويرفع به الدرجة، هذا خير وفضل كبير
"Ini keutamaan yang besar. Sehingga tidak pantas bagi seorang mu'min untuk memusuhi ubannya. Bahkan hendaknya dia gembira dan senang dengan keberadaan uban.
Allah terus-menerus memberikan kepada orang yang beruban;
◽️ Satu kebaikan dari setiap helai ubannya
◽️ dan Dihapuskan satu dosa serta
◽️ Dinaikkan satu derajat.
Ini merupakan kebaikan dan keutamaan yang besar."
(Syarah Muntaqal Akhbar, hlm. 182)
Maka bayangkan bagaimana bila 10 helai, dan bagaimana lagi jika ratusan helai. Alangkah besarnya keutamaan Allah..
✍ -- Ma'had Ibnul Mubarak @ Kota Tepian [ Samarinda ] -- Hari Ahadi, (07:43) 16 al-Muharram 1441 / 16 September 2019 @nasehatetam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 UMUR MANUSIA ITU TERBATAS
Syaikh Shaleh al-Fauzan hafizhahullah berkata,
عمر الإنسان أيام معدودة فما دمت معافا في بدنك وفي أمن واستقرار فسارع إلى الاشتغال بالطاعات.
"Umur manusia hanyalah hari-hari yang bisa dihitung. Selama engkau dalam kondisi terjaga kesehatan fisikmu, berada dalam keadaan aman dan nyaman, maka bersegeralah untuk menyibukkan diri dengan berbagai amal ketaatan."
📚 Syarh Kitab al-Kabair 565 | @satgastanggapcovid19jember
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 UMUR MANUSIA ITU TERBATAS
Syaikh Shaleh al-Fauzan hafizhahullah berkata,
عمر الإنسان أيام معدودة فما دمت معافا في بدنك وفي أمن واستقرار فسارع إلى الاشتغال بالطاعات.
"Umur manusia hanyalah hari-hari yang bisa dihitung. Selama engkau dalam kondisi terjaga kesehatan fisikmu, berada dalam keadaan aman dan nyaman, maka bersegeralah untuk menyibukkan diri dengan berbagai amal ketaatan."
📚 Syarh Kitab al-Kabair 565 | @satgastanggapcovid19jember
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 MANA YANG LEBIH UTAMA ANTARA MEMBIARKAN UBAN APA ADANYA ATAU MEWARNAI/MENYEMIRNYA ?
Di jawab oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Apabila rambut jenggot sudah memutih dan telah datang riwayat bahwa Rosululloh ﷺ menganjurkan untuk merubah warnanya dengan henna' (atau inai yaitu sejenis tumbuhan untuk mewarnai kuku atau rambut -pen) atau selain darinya. Maka pertanyaanku adalah manakah yang lebih utama antara merubah warnanya (uban) atau membiarkannya seperti apa adanya?
J a w a b a n :
Yang lebih utama adalah merubahnya (mewarnainya), karena Nabi ﷺ memerintahkan yang demikian itu.
Beliau ﷺ bersabda:
«غيِّروا هذا الشيب وجنبوه السواد»
"Rubahlah (warnailah) uban ini, akan tetapi jahuilah warna hitam."
Simak audionya:
http://binothaimeen.net/upload/ftawamp3/od_019_17.mp3 | @faedahislamiyahslogohimo
JIKA UBAN SUDAH MULAI TERLIHAT, INILAH YANG BOLEH KITA LAKUKAN
Sebagian merasa; dengan banyaknya uban, dirinya terlihat lebih tua. Berikut ini bimbingan Islam dalam memperlakukan uban:
1️⃣ Membiarkannya; yakni tidak mencabutnya.
Bersabar dengan kondisinya itu. Kemudian berharap kebaikan dari sisi Allah Ta’ala. Rasulullah ﷺ pernah bersabda,
«لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ فَإِنَّهُ نُورُ الْمُسْلِمِ مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً وَكَفَّرَ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً»
”Janganlah kalian mencabut uban-uban tersebut, karena ia adalah cahaya seorang muslim. Siapa saja yang beruban dalam keadaan beragama Islam, Allah Ta’ala dengan sebab itu akan tetapkan satu kebaikan untuknya, akan dihapuskan satu dosa darinya, serta mengangkat satu derajatnya; dengan sebab itu.”
📚 [ HR. Ahmad no.6962, Abu Dawud no.4202, dan Al-Baihaqi dalam "Al-Kubro" no.14829, dan "Syu’abil Iman" no.5969, 5970; Dari shahabat Abdullah bin ‘Amr -rodhiyallahu ‘anhuma- ]
Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam kitab "Al-Misykah" no.4458, "Ash-Shohihah" no.1243.
2️⃣ Menyemirnya dengan warna selain hitam karena menyemir rambut dengan warna hitam dilarang dalam agama Islam.
Dari shahabat Jabir bin Abdillah -rodhiyallahu ‘anhu- beliau mengabarkan: ”Didatangkan Abu Quhafah (yakni ayah Abu Bakr Ash-Shiddiq) -rodhiyallahu ‘anhuma- pada hari Fathu Mekkah dalam keadaan (rambut) kepala dan janggutnya mirip seperti “Tsaghom” berwarna putih ( Tsaghom adalah nama pohon yang bunga dan buahnya berwarna putih, pen.);
Rasulullah ﷺ mengatakan:
«غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ، وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ»
”Rubahlah (warna uban-uban) ini dengan suatu (warna), namun jauhilah warna hitam.”
📚 [ HR. Muslim no.2102-(79) ]
Al-Imam An-Nawawi rohimahullah menjelaskan:
“Dalam madzhab kami; dianjurkan untuk mewarnai uban dengan warna kuningan, atau warna kemerah-merahan, serta diharamkannya mewarnai uban dengan warna hitam, berdasarkan pendapat yang paling benar.” [ Syarah Shohih Muslim (14/80) ]
Wallahul Muwaffiq (AH) | @yookngaji
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MANA YANG LEBIH UTAMA ANTARA MEMBIARKAN UBAN APA ADANYA ATAU MEWARNAI/MENYEMIRNYA ?
Di jawab oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Apabila rambut jenggot sudah memutih dan telah datang riwayat bahwa Rosululloh ﷺ menganjurkan untuk merubah warnanya dengan henna' (atau inai yaitu sejenis tumbuhan untuk mewarnai kuku atau rambut -pen) atau selain darinya. Maka pertanyaanku adalah manakah yang lebih utama antara merubah warnanya (uban) atau membiarkannya seperti apa adanya?
J a w a b a n :
Yang lebih utama adalah merubahnya (mewarnainya), karena Nabi ﷺ memerintahkan yang demikian itu.
Beliau ﷺ bersabda:
«غيِّروا هذا الشيب وجنبوه السواد»
"Rubahlah (warnailah) uban ini, akan tetapi jahuilah warna hitam."
Simak audionya:
http://binothaimeen.net/upload/ftawamp3/od_019_17.mp3 | @faedahislamiyahslogohimo
JIKA UBAN SUDAH MULAI TERLIHAT, INILAH YANG BOLEH KITA LAKUKAN
Sebagian merasa; dengan banyaknya uban, dirinya terlihat lebih tua. Berikut ini bimbingan Islam dalam memperlakukan uban:
1️⃣ Membiarkannya; yakni tidak mencabutnya.
Bersabar dengan kondisinya itu. Kemudian berharap kebaikan dari sisi Allah Ta’ala. Rasulullah ﷺ pernah bersabda,
«لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ فَإِنَّهُ نُورُ الْمُسْلِمِ مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً وَكَفَّرَ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً»
”Janganlah kalian mencabut uban-uban tersebut, karena ia adalah cahaya seorang muslim. Siapa saja yang beruban dalam keadaan beragama Islam, Allah Ta’ala dengan sebab itu akan tetapkan satu kebaikan untuknya, akan dihapuskan satu dosa darinya, serta mengangkat satu derajatnya; dengan sebab itu.”
📚 [ HR. Ahmad no.6962, Abu Dawud no.4202, dan Al-Baihaqi dalam "Al-Kubro" no.14829, dan "Syu’abil Iman" no.5969, 5970; Dari shahabat Abdullah bin ‘Amr -rodhiyallahu ‘anhuma- ]
Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam kitab "Al-Misykah" no.4458, "Ash-Shohihah" no.1243.
2️⃣ Menyemirnya dengan warna selain hitam karena menyemir rambut dengan warna hitam dilarang dalam agama Islam.
Dari shahabat Jabir bin Abdillah -rodhiyallahu ‘anhu- beliau mengabarkan: ”Didatangkan Abu Quhafah (yakni ayah Abu Bakr Ash-Shiddiq) -rodhiyallahu ‘anhuma- pada hari Fathu Mekkah dalam keadaan (rambut) kepala dan janggutnya mirip seperti “Tsaghom” berwarna putih ( Tsaghom adalah nama pohon yang bunga dan buahnya berwarna putih, pen.);
Rasulullah ﷺ mengatakan:
«غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ، وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ»
”Rubahlah (warna uban-uban) ini dengan suatu (warna), namun jauhilah warna hitam.”
📚 [ HR. Muslim no.2102-(79) ]
Al-Imam An-Nawawi rohimahullah menjelaskan:
“Dalam madzhab kami; dianjurkan untuk mewarnai uban dengan warna kuningan, atau warna kemerah-merahan, serta diharamkannya mewarnai uban dengan warna hitam, berdasarkan pendapat yang paling benar.” [ Syarah Shohih Muslim (14/80) ]
Wallahul Muwaffiq (AH) | @yookngaji
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 HUKUM MENYEMIR UBAN DI USIA MUDA
Al 'Allamah Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahulloh berkata:
"Seandainya rambut seseorang memutih sebelum waktunya, sebagaimana didapati pada sebagian pemuda dimana rambutnya memutih dalam keadaan dia berumur dua puluh tahun atau kurang, Apakah boleh baginya menyemirnya dengan warna hitam, karena ini bukan uban biasa?
Ataukah kita katakan hadits (yang menjelaskan larangan menyemir dengan hitam) itu umum sehingga mencakup orang yang beruban sebagaimana biasanya dan orang yang beruban sebelum waktu biasanya?
Kita katakan :
"Tidak diragukan, yang lebih hati-hati adalah bahwa hal ini (menyemir dengan warna hitam) tetap terlarang hinggapun bagi orang yang memutih rambutnya sebelum waktunya karena haditsnya umum".
📚 Ta'liq atas Shohih Muslim Jilid 10 hal: 384
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
#فائدة_مهمة
◾️ قال العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله: لو ابيض شعر الإنسان قبل أوانه، كما يوجد في بعض الشباب حيث يبيض شعره وهو ابن عشرين سنة فأقل، فهل له أن يصبغه بالسواد؛ لأن هذا ليس شیبا عادة، أو نقول: الحديث عام، فيشمل من شاب على العادة ومن شاب قبل العادة؟
نقول: الاحتياط بلاشك أنه ممنوع حتى فيمن ابيض شعره قبل أوانه؛ لأن الحديث عام.
📚 التعليق على صحيح مسلم المجلد العاشر ص : 384
@salafy_sorongraya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HUKUM MENYEMIR UBAN DI USIA MUDA
Al 'Allamah Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahulloh berkata:
"Seandainya rambut seseorang memutih sebelum waktunya, sebagaimana didapati pada sebagian pemuda dimana rambutnya memutih dalam keadaan dia berumur dua puluh tahun atau kurang, Apakah boleh baginya menyemirnya dengan warna hitam, karena ini bukan uban biasa?
Ataukah kita katakan hadits (yang menjelaskan larangan menyemir dengan hitam) itu umum sehingga mencakup orang yang beruban sebagaimana biasanya dan orang yang beruban sebelum waktu biasanya?
Kita katakan :
"Tidak diragukan, yang lebih hati-hati adalah bahwa hal ini (menyemir dengan warna hitam) tetap terlarang hinggapun bagi orang yang memutih rambutnya sebelum waktunya karena haditsnya umum".
📚 Ta'liq atas Shohih Muslim Jilid 10 hal: 384
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
#فائدة_مهمة
◾️ قال العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله: لو ابيض شعر الإنسان قبل أوانه، كما يوجد في بعض الشباب حيث يبيض شعره وهو ابن عشرين سنة فأقل، فهل له أن يصبغه بالسواد؛ لأن هذا ليس شیبا عادة، أو نقول: الحديث عام، فيشمل من شاب على العادة ومن شاب قبل العادة؟
نقول: الاحتياط بلاشك أنه ممنوع حتى فيمن ابيض شعره قبل أوانه؛ لأن الحديث عام.
📚 التعليق على صحيح مسلم المجلد العاشر ص : 384
@salafy_sorongraya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 KEUTAMAAN UBAN DAN LARANGAN MENCABUTNYA
Termasuk tanda-tanda orang yang telah menginjak usia lanjut adalah uban yang menghiasi kepalanya, kekuatan fisik yang mengendur, pandangan dan penglihatan yang mulai berkurang ketajamannya.
Seorang muslim yang telah mencapai kondisi seperti ini tentunya telah melewati masa-masa yang panjang dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Berbagai manis dan getirnya kehidupan telah dilakoninya. Dia pun merasa ajal telah dekat sehingga pendekatan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala semakin bertambah.
Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya adalah sebaik-baik orang, sebagaimana sabda Nabi ﷺ,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik orang ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. at-Tirmidzi dan beliau menilainya hasan)
Orang yang beruban rambutnya karena menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dia memiliki keutamaan. Nabi ﷺ bersabda,
مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa beruban dengan suatu uban di dalam Islam, uban itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasai, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no. 6307)
Maksudnya, uban tersebut akan menjadi cahaya sehingga pemiliknya menjadikannya sebagai penunjuk jalan. Cahaya itu akan berjalan di hadapannya pada kegelapan padang mahsyar, sampai Allah subhanahu wa ta’ala memasukkannya ke dalam surga.
❗️Meski bukan rekayasa hamba, apabila uban muncul karena suatu sebab, seperti jihad atau takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, ia ditempatkan sebagai usaha (amalan) hamba. Oleh karena itu, dimakruhkan—bahkan tidak keliru apabila dikatakan diharamkan—mencabut uban yang ada di jenggot atau semisalnya. (lihat Faidhul Qadir karya al-Munawi, 6/202).
Tentang larangan mencabut uban, telah diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,
لَا تَنْتَفُوا الشَّيْبَ فَإِنَّهُ نُورُ الْمُسْلِمِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Janganlah kalian mencabut uban karena ia merupakan cahaya seorang muslim pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, dll. An-Nawawi rahimahullah dalam Riyadush Shalihin menilainya hasan).
Ditulis Oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdulmu’thi, Lc. hafizhahullah
Sumber: https://asysyariah.com/yang-tua-dihormati-yang-kecil-disayangi/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEUTAMAAN UBAN DAN LARANGAN MENCABUTNYA
Termasuk tanda-tanda orang yang telah menginjak usia lanjut adalah uban yang menghiasi kepalanya, kekuatan fisik yang mengendur, pandangan dan penglihatan yang mulai berkurang ketajamannya.
Seorang muslim yang telah mencapai kondisi seperti ini tentunya telah melewati masa-masa yang panjang dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Berbagai manis dan getirnya kehidupan telah dilakoninya. Dia pun merasa ajal telah dekat sehingga pendekatan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala semakin bertambah.
Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya adalah sebaik-baik orang, sebagaimana sabda Nabi ﷺ,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik orang ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. at-Tirmidzi dan beliau menilainya hasan)
Orang yang beruban rambutnya karena menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dia memiliki keutamaan. Nabi ﷺ bersabda,
مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa beruban dengan suatu uban di dalam Islam, uban itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasai, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no. 6307)
Maksudnya, uban tersebut akan menjadi cahaya sehingga pemiliknya menjadikannya sebagai penunjuk jalan. Cahaya itu akan berjalan di hadapannya pada kegelapan padang mahsyar, sampai Allah subhanahu wa ta’ala memasukkannya ke dalam surga.
❗️Meski bukan rekayasa hamba, apabila uban muncul karena suatu sebab, seperti jihad atau takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, ia ditempatkan sebagai usaha (amalan) hamba. Oleh karena itu, dimakruhkan—bahkan tidak keliru apabila dikatakan diharamkan—mencabut uban yang ada di jenggot atau semisalnya. (lihat Faidhul Qadir karya al-Munawi, 6/202).
Tentang larangan mencabut uban, telah diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,
لَا تَنْتَفُوا الشَّيْبَ فَإِنَّهُ نُورُ الْمُسْلِمِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Janganlah kalian mencabut uban karena ia merupakan cahaya seorang muslim pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, dll. An-Nawawi rahimahullah dalam Riyadush Shalihin menilainya hasan).
Ditulis Oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdulmu’thi, Lc. hafizhahullah
Sumber: https://asysyariah.com/yang-tua-dihormati-yang-kecil-disayangi/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Majalah Islam Asy-Syariah
Yang Tua Dihormati, Yang Kecil Disayangi
Tiada tatanan kehidupan yang lebih indah dari yang dibawa oleh syariat Islam. Konsep menuju kehidupan yang tenteram dan damai, baik sebagai individu maupun kelompok, telah dipaparkan dengan gamblangnya dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah…
::
🚇 PERJALANAN SETELAH MATI : KEMATIAN, AGAR BANYAK DIINGAT
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ". يَعْنِي الْمَوْتَ.
"Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kenikmatan, yakni kematian". (HR lmam Tirmidzi no. 2307 dan lmam Nasa'i no. 1824 (Hasan shahih - Syaikh Albani rahimahullah)).
Dari lbnu 'Umar radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya siapa orang mukmin yang paling utama, maka beliau menjawab,
أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
"Yang paling mulia ahlaqnya".
Lalu beliau ditanya siapa orang mukmin yang paling cerdas, maka beliau menjawab,
أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ ".
“Yang paling banyak mengingat mati dan yang baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas". {HR lmam lbnu Majah no. 4259 (Hasan - Syaikh Albani)).
lmam Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, "Al Daqaq mengatakan,
من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثةٍ: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، والنشاط في العبادة. ومن نسيه عوقب بثلاثة أشياء: تسويف التوبة وعدم الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة.
"Barangsiapa banyak mengingat kematian maka ia akan dimuliakan dengan tiga perkara :
1. Bersegera bertaubat.
2. Hati yang qona’ah (merasa cukup).
3. Semangat dalam beribadah kepada Allah.
Dan barangsiapa yang melupakan kematian maka ia akan dihukum dengan tiga perkara;
1. Menunda-nunda taubat.
2. Tidak ridha dengan pemberian Allah.
3. Malas dalam beribadah.
📚 At Tadzkirah juz 1 hal 27
AJAL TAK KAN LUPUT, MAUT PASTI MENJEMPUT
Allah Ta'ala berfirman,
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta mundur sesaat pun tidak pula meminta maju". (QS. Al-A'raf : 34)
lmam Abdurrahman As Sa'di rahimahullah berkata,
"Allah mengeluarkan Bani Adam ke muka bumi dan menempatkannya disana serta menetapkan bagi mereka ajal yang ditentukan, tidak satu umat pun yang bisa maju waktunya yang telah ditentukan dan tidak pula mundur, baik itu komunitas masyarakat maupun individu."
Allah Ta'la berfirman,
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
"Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, ia pasti menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa saja yang telah kalian kerjakan* ." (QS. Al-Jumu'ah: 8)
Imam Abdurrahman As Sa'di rahimahullah mengatakan,
"Demikianlah, meskipun mereka tidak mengangankan (mengharapkan) kematian dengan sebab amal-amal yang mereka kerjakan, dan mereka lari darinya sejauh-jauhnya, maka itu semua tidak akan menyelamatkan mereka (dari kematian). Bahkan, pasti akan menemui mereka kematian yang telah Allah tetapkan dan Allah tulis atas hamba-hambaNya.
Kemudian setelah kematian dan sempurnanya ajal semua mahluk akan dikembalikan pada hari kiamat kepada Dzat Yang mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada mereka apa saja yang telah mereka kerjakan, baik yang berupa kebaikan ataupun kejelekan, sedikit ataupun banyak."
📚 Taisirul Karimir Rahmaan Fii Tafsiril Kalaamin Mannaan - lmam Abdurrahman As Sa'di.
Semoga Allah beri taufiq kita semua untuk bisa menyiapkan bekal terbaik untuk hidup kita setelah mati. Aamiin
✍🏾 FIK الفقير إلى عفو ربه أبو يحيى
@forumIlmiahkaranganyar
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PERJALANAN SETELAH MATI : KEMATIAN, AGAR BANYAK DIINGAT
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ". يَعْنِي الْمَوْتَ.
"Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kenikmatan, yakni kematian". (HR lmam Tirmidzi no. 2307 dan lmam Nasa'i no. 1824 (Hasan shahih - Syaikh Albani rahimahullah)).
Dari lbnu 'Umar radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya siapa orang mukmin yang paling utama, maka beliau menjawab,
أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
"Yang paling mulia ahlaqnya".
Lalu beliau ditanya siapa orang mukmin yang paling cerdas, maka beliau menjawab,
أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ ".
“Yang paling banyak mengingat mati dan yang baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas". {HR lmam lbnu Majah no. 4259 (Hasan - Syaikh Albani)).
lmam Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, "Al Daqaq mengatakan,
من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثةٍ: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، والنشاط في العبادة. ومن نسيه عوقب بثلاثة أشياء: تسويف التوبة وعدم الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة.
"Barangsiapa banyak mengingat kematian maka ia akan dimuliakan dengan tiga perkara :
1. Bersegera bertaubat.
2. Hati yang qona’ah (merasa cukup).
3. Semangat dalam beribadah kepada Allah.
Dan barangsiapa yang melupakan kematian maka ia akan dihukum dengan tiga perkara;
1. Menunda-nunda taubat.
2. Tidak ridha dengan pemberian Allah.
3. Malas dalam beribadah.
📚 At Tadzkirah juz 1 hal 27
AJAL TAK KAN LUPUT, MAUT PASTI MENJEMPUT
Allah Ta'ala berfirman,
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta mundur sesaat pun tidak pula meminta maju". (QS. Al-A'raf : 34)
lmam Abdurrahman As Sa'di rahimahullah berkata,
"Allah mengeluarkan Bani Adam ke muka bumi dan menempatkannya disana serta menetapkan bagi mereka ajal yang ditentukan, tidak satu umat pun yang bisa maju waktunya yang telah ditentukan dan tidak pula mundur, baik itu komunitas masyarakat maupun individu."
Allah Ta'la berfirman,
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
"Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, ia pasti menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa saja yang telah kalian kerjakan* ." (QS. Al-Jumu'ah: 8)
Imam Abdurrahman As Sa'di rahimahullah mengatakan,
"Demikianlah, meskipun mereka tidak mengangankan (mengharapkan) kematian dengan sebab amal-amal yang mereka kerjakan, dan mereka lari darinya sejauh-jauhnya, maka itu semua tidak akan menyelamatkan mereka (dari kematian). Bahkan, pasti akan menemui mereka kematian yang telah Allah tetapkan dan Allah tulis atas hamba-hambaNya.
Kemudian setelah kematian dan sempurnanya ajal semua mahluk akan dikembalikan pada hari kiamat kepada Dzat Yang mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada mereka apa saja yang telah mereka kerjakan, baik yang berupa kebaikan ataupun kejelekan, sedikit ataupun banyak."
📚 Taisirul Karimir Rahmaan Fii Tafsiril Kalaamin Mannaan - lmam Abdurrahman As Sa'di.
Semoga Allah beri taufiq kita semua untuk bisa menyiapkan bekal terbaik untuk hidup kita setelah mati. Aamiin
✍🏾 FIK الفقير إلى عفو ربه أبو يحيى
@forumIlmiahkaranganyar
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 ANCAMAN BAGI ORANG YANG MENGECAT UBAN DENGAN WARNA HITAM
Rasulullah ﷺ bersabda :
يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ ، كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ ، لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
"Akan ada suatu kaum di akhir zaman yang mana mereka mengecat rambut-rambut mereka dengan warna hitam ini, seperti dada-dada burung merpati. Mereka tidak mendapatkan harumnya surga. (Yakni dengan orang-orang terdahulu masuk surga)". (HR Abu Dawud dan Nasa'i dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhuma.)
Syaikh Al-Albani berkata dalam kitab Misykah : Hadits Shahih.
📝 Sumber : Quthuf min Asy-Syamaail Al-Muhammadiyah hal 117.
HUKUM MENGECAT JENGGOT DAN RAMBUT DENGAN WARNA HITAM
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Apakah mengecat rambut dan jenggot dengan warna hitam itu boleh?
J a w a b a n :
Mengecat jenggot dan rambut dengan warna hitam, saya katakan : Ini semua haram, karena Nabi ﷺ bersabda :
«غيِّرُوا هَذا الشَّيبَ وَجَنِّبُوهُ السَّوَادُ»
"Rubahlah warna uban ini dan jauhi warna hitam."
Dan diriwayatkan juga sebuah hadits dalam kitab Sunan, tentang ancaman bagi orang yg mengecat rambut putihnya dengan warna hitam.
Penanya : Sekalipun untuk tujuan berhias?
Syaikh : Kebanyakannya orang yang mengecat warna hitam itu tujuannya untuk berhias, agar wajahnya terus seperti anak muda, kalau bukan begitu, terus apa faedahnya? sesungguhnya itu hanya akan merugikan waktu, harta dan pekerjaan.
📝 Sumber : Silsilah Liqaa'aat Al-Bab Al-Maftuh. Liqaa Al-Bab Al-Maftuh 1
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
حكم صبغ اللحية أو الرأس بالسواد
السؤال: هل صبغ اللحية أو الرأس بالسواد جائز؟
الجواب : صبغ اللحية أو الرأس بالسواد، أنا أقول: هذا كله حرام؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «غيِّروا هذا الشيب وجنبوه السواد». وورد أيضاً في السنن حديث فيه الوعيد على من صبغ الشعر الأبيض بالسواد.
السائل: حتى ولو كان قصده التجمل؟
الشيخ: الغالب أن الذي يصبغ بالسواد قصده التجمُّل، وأن يبقَى وجهُه كوجه الشاب، وإلا فما فائدته؟! لأنه سوف يخسر الوقت، والمال، والعمل.
📕المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح
📕 لقاء الباب المفتوح [1]
@ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 ANCAMAN BAGI ORANG YANG MENGECAT UBAN DENGAN WARNA HITAM
Rasulullah ﷺ bersabda :
يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ ، كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ ، لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
"Akan ada suatu kaum di akhir zaman yang mana mereka mengecat rambut-rambut mereka dengan warna hitam ini, seperti dada-dada burung merpati. Mereka tidak mendapatkan harumnya surga. (Yakni dengan orang-orang terdahulu masuk surga)". (HR Abu Dawud dan Nasa'i dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhuma.)
Syaikh Al-Albani berkata dalam kitab Misykah : Hadits Shahih.
📝 Sumber : Quthuf min Asy-Syamaail Al-Muhammadiyah hal 117.
HUKUM MENGECAT JENGGOT DAN RAMBUT DENGAN WARNA HITAM
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Apakah mengecat rambut dan jenggot dengan warna hitam itu boleh?
J a w a b a n :
Mengecat jenggot dan rambut dengan warna hitam, saya katakan : Ini semua haram, karena Nabi ﷺ bersabda :
«غيِّرُوا هَذا الشَّيبَ وَجَنِّبُوهُ السَّوَادُ»
"Rubahlah warna uban ini dan jauhi warna hitam."
Dan diriwayatkan juga sebuah hadits dalam kitab Sunan, tentang ancaman bagi orang yg mengecat rambut putihnya dengan warna hitam.
Penanya : Sekalipun untuk tujuan berhias?
Syaikh : Kebanyakannya orang yang mengecat warna hitam itu tujuannya untuk berhias, agar wajahnya terus seperti anak muda, kalau bukan begitu, terus apa faedahnya? sesungguhnya itu hanya akan merugikan waktu, harta dan pekerjaan.
📝 Sumber : Silsilah Liqaa'aat Al-Bab Al-Maftuh. Liqaa Al-Bab Al-Maftuh 1
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
حكم صبغ اللحية أو الرأس بالسواد
السؤال: هل صبغ اللحية أو الرأس بالسواد جائز؟
الجواب : صبغ اللحية أو الرأس بالسواد، أنا أقول: هذا كله حرام؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «غيِّروا هذا الشيب وجنبوه السواد». وورد أيضاً في السنن حديث فيه الوعيد على من صبغ الشعر الأبيض بالسواد.
السائل: حتى ولو كان قصده التجمل؟
الشيخ: الغالب أن الذي يصبغ بالسواد قصده التجمُّل، وأن يبقَى وجهُه كوجه الشاب، وإلا فما فائدته؟! لأنه سوف يخسر الوقت، والمال، والعمل.
📕المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح
📕 لقاء الباب المفتوح [1]
@ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com