::
🚇 KEUTAMAAN BERAMAL PADA HARI TASYRIQ
🔊 Ibnu Jamrah rahimahullah mengatakan,
أيام التشريق
قال ابن أبي جمرة رحمه الله:
" وسِرُّ كون العبادة فيها أفضل من غيرها، أنَّ العبادة في أوقات الغفل فاضلة على غيرها، وأيام التشريق أيام غفلة في الغالب، فصار للعابد فيها مزيد فضل على العابد في غيرها، كمن قام في جوف الليل وأكثر الناس نيام ".
"Rahasia ibadah pada hari-hari tasyriq lebih utama dari yang lain adalah karena ibadah pada saat keumuman manusia sedang lalai lebih utama daripada waktu yang lain.
Sementara pada hari-hari tasyriq, keumuman manusia sedang berada dalam keadaan lalai.
Sehingga seseorang yang beribadah di waktu tersebut lebih utama dari waktu yang lain.
Seperti seseorang yang menegakkan shalat di pertengahan malam dalam keadaan manusia yang lain sedang tertidur."
📚 Fathul Bari karya Ibnu Hajar 2/459 | @salafytemanggung
#rahasia #keutamaan #pahala #hari #tasyriq #tasyrik
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEUTAMAAN BERAMAL PADA HARI TASYRIQ
🔊 Ibnu Jamrah rahimahullah mengatakan,
أيام التشريق
قال ابن أبي جمرة رحمه الله:
" وسِرُّ كون العبادة فيها أفضل من غيرها، أنَّ العبادة في أوقات الغفل فاضلة على غيرها، وأيام التشريق أيام غفلة في الغالب، فصار للعابد فيها مزيد فضل على العابد في غيرها، كمن قام في جوف الليل وأكثر الناس نيام ".
"Rahasia ibadah pada hari-hari tasyriq lebih utama dari yang lain adalah karena ibadah pada saat keumuman manusia sedang lalai lebih utama daripada waktu yang lain.
Sementara pada hari-hari tasyriq, keumuman manusia sedang berada dalam keadaan lalai.
Sehingga seseorang yang beribadah di waktu tersebut lebih utama dari waktu yang lain.
Seperti seseorang yang menegakkan shalat di pertengahan malam dalam keadaan manusia yang lain sedang tertidur."
📚 Fathul Bari karya Ibnu Hajar 2/459 | @salafytemanggung
#rahasia #keutamaan #pahala #hari #tasyriq #tasyrik
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JANGAN BOIKOT SAUDARAMU SEMANHAJ KARENA KESALAHAN YANG SEPELE
🎙 Asy-Syaikh Al-Allamah Rabi' Ibnu Hadi Al-Madkhali hafizhahullah
"Persatuan, kasih sayang, kecintaan, kelembutan hendaklah diberikan terhadap seorang salafi (orang yang senantiasa berupaya mengikuti manhaj salaf)
Apabila padanya terdapat kesalahan, berikanlah nasihat kepadanya dengan cara yang hikmah.
Dikarenakan telah terjadi suatu peristiwa, apabila seseorang melakukan kesalahan yang kecil mereka memboikotnya..
Perbuatan ini tidak pernah dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu 'anhum dan tidak pula dilakukan oleh Al-Imam Ahmad dan yang bersamanya.
Hanya saja metode yang seperti ini adalah metode haddadiyyah dan yang sejalan dengan mereka, haddadiyyah terdidik untuk memecah belah Salafiyyin, dan menghantam Manhaj Salaf."
Sumber: Kitabullubab Min majmu' nashaih assyaikh Rabi' lisysyabab hal 143 @kibarolama
ـُــــــــــــــــــــــــ
قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله تعالى :
فالتألف و المودة والمحبة والرفق واللين مع السلفي ، وإذا كان عنده خطأ ينصحه بحكمة ، لأنه وصل الأمر إلى أن الإنسان إذا أخطأ خطأً صغيراً هجروه وهذا ماكان يفعله الصحابة رضي الله عنهم ولا عند أحمد وأصحابه،
إنما هذه طريقة الحدادية ومن دار في فلكها ، والحدادية أنشئت لتمزيق السلفيين وضرب المنهج السلفي .
كتاب اللباب من مجموع نصائح الشيخ ربيع للشباب /ص 143/
Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفر الرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JANGAN BOIKOT SAUDARAMU SEMANHAJ KARENA KESALAHAN YANG SEPELE
🎙 Asy-Syaikh Al-Allamah Rabi' Ibnu Hadi Al-Madkhali hafizhahullah
"Persatuan, kasih sayang, kecintaan, kelembutan hendaklah diberikan terhadap seorang salafi (orang yang senantiasa berupaya mengikuti manhaj salaf)
Apabila padanya terdapat kesalahan, berikanlah nasihat kepadanya dengan cara yang hikmah.
Dikarenakan telah terjadi suatu peristiwa, apabila seseorang melakukan kesalahan yang kecil mereka memboikotnya..
Perbuatan ini tidak pernah dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu 'anhum dan tidak pula dilakukan oleh Al-Imam Ahmad dan yang bersamanya.
Hanya saja metode yang seperti ini adalah metode haddadiyyah dan yang sejalan dengan mereka, haddadiyyah terdidik untuk memecah belah Salafiyyin, dan menghantam Manhaj Salaf."
Sumber: Kitabullubab Min majmu' nashaih assyaikh Rabi' lisysyabab hal 143 @kibarolama
ـُــــــــــــــــــــــــ
قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله تعالى :
فالتألف و المودة والمحبة والرفق واللين مع السلفي ، وإذا كان عنده خطأ ينصحه بحكمة ، لأنه وصل الأمر إلى أن الإنسان إذا أخطأ خطأً صغيراً هجروه وهذا ماكان يفعله الصحابة رضي الله عنهم ولا عند أحمد وأصحابه،
إنما هذه طريقة الحدادية ومن دار في فلكها ، والحدادية أنشئت لتمزيق السلفيين وضرب المنهج السلفي .
كتاب اللباب من مجموع نصائح الشيخ ربيع للشباب /ص 143/
Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفر الرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 RENUNGAN HARIAN : BAHAGIA ATAU SENGSARA, BESAR DAN KECILNYA, BERGANTUNG PADA USAHA DAN KESABARANMU
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Semua kemaslahatan, kebaikan, kenikmatan, dan kesempurnaan tidak akan diraih kecuali dengan mengambil suatu bagian dari kesulitan dan tidak akan sampai kepadanya kecuali melalui jembatan kepayahan.
Para alim cendekia dari setiap umat telah sepakat bahwa kenikmatan tidak bisa diraih dengan kenikmatan pula, dan bahwa setiap orang yang mengutamakan kesenangan maka akan terluput darinya kesenangan lain.
Sungguh seberapa besar seseorang menunggangi mara bahaya dan memikul kepayahan maka sesuai itu pula kesenangan dan kenikmatan yang akan didapat..
Sehingga tidak ada kebahagiaan bagi yang tak merasakan kesedihan, tiada kelezatan bagi yang tak punya kesabaran, tak ada kenikmatan bagi yang tak merasakan kesengsaraan, dan tak ada kenyamanan bagi yang tak merasakan keletihan.
Bahkan apabila seorang hamba mau berlelah-lelah sebentar saja maka ia dapat bersantai dalam waktu yang lama, jika mau memikul beratnya kesabaran sesaat saja maka ia akan dituntun menuju kehidupan yang abadi.
Semua kenikmatan yang dimiliki para pemilik kenikmatan hakiki adalah buah dari kesabaran sesaat. Allah lah tempat meminta pertolongan, tiada kekuatan melainkan dengan bantuan-Nya.
Semakin mulia sebuah jiwa dan semakin tinggi sebuah cita-cita, maka keletihan badan semakin banyak, serta bagiannya untuk bersantai semakin sedikit."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
( المصالح والخيرات واللذات والكمالات كلها لا تنال إلا بحظ من المشقة، ولا يعبر إليها إلا على جسر من التعب.
وقد أجمع عقلاء كل أمة على أن النعيم لا يدرك بالنعيم ، وإن من آثر الراحة فاتته الراحة ، وإن بحسب ركوب الأهوال واحتمال المشاق تكون الفرحة واللذة ، فلا فرحة لمن لا هم له ، ولا لذة لمن لا صبر له ، ولا نعيم لمن لا شقاء له ، ولا راحة لمن لا تعب له ، بل إذا تعب العبد قليلًا استراح طويلاً ، وإذا تحمل مشقة الصبر ساعة قاده لحياة الأبد.
وكل ما فيه أهل النعيم المقيم فهو صبر ساعة ، والله المستعان ، ولا قوة إلا بالله ، وكلما كانت النفوس أشرف ، والهمة أعلى كان تعب البدن أوفر، وحظه من الراحة أقل).
📚 Miftah Daris-Sa'adah 2/15
@satgastanggapcovid19jember
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 RENUNGAN HARIAN : BAHAGIA ATAU SENGSARA, BESAR DAN KECILNYA, BERGANTUNG PADA USAHA DAN KESABARANMU
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Semua kemaslahatan, kebaikan, kenikmatan, dan kesempurnaan tidak akan diraih kecuali dengan mengambil suatu bagian dari kesulitan dan tidak akan sampai kepadanya kecuali melalui jembatan kepayahan.
Para alim cendekia dari setiap umat telah sepakat bahwa kenikmatan tidak bisa diraih dengan kenikmatan pula, dan bahwa setiap orang yang mengutamakan kesenangan maka akan terluput darinya kesenangan lain.
Sungguh seberapa besar seseorang menunggangi mara bahaya dan memikul kepayahan maka sesuai itu pula kesenangan dan kenikmatan yang akan didapat..
Sehingga tidak ada kebahagiaan bagi yang tak merasakan kesedihan, tiada kelezatan bagi yang tak punya kesabaran, tak ada kenikmatan bagi yang tak merasakan kesengsaraan, dan tak ada kenyamanan bagi yang tak merasakan keletihan.
Bahkan apabila seorang hamba mau berlelah-lelah sebentar saja maka ia dapat bersantai dalam waktu yang lama, jika mau memikul beratnya kesabaran sesaat saja maka ia akan dituntun menuju kehidupan yang abadi.
Semua kenikmatan yang dimiliki para pemilik kenikmatan hakiki adalah buah dari kesabaran sesaat. Allah lah tempat meminta pertolongan, tiada kekuatan melainkan dengan bantuan-Nya.
Semakin mulia sebuah jiwa dan semakin tinggi sebuah cita-cita, maka keletihan badan semakin banyak, serta bagiannya untuk bersantai semakin sedikit."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
( المصالح والخيرات واللذات والكمالات كلها لا تنال إلا بحظ من المشقة، ولا يعبر إليها إلا على جسر من التعب.
وقد أجمع عقلاء كل أمة على أن النعيم لا يدرك بالنعيم ، وإن من آثر الراحة فاتته الراحة ، وإن بحسب ركوب الأهوال واحتمال المشاق تكون الفرحة واللذة ، فلا فرحة لمن لا هم له ، ولا لذة لمن لا صبر له ، ولا نعيم لمن لا شقاء له ، ولا راحة لمن لا تعب له ، بل إذا تعب العبد قليلًا استراح طويلاً ، وإذا تحمل مشقة الصبر ساعة قاده لحياة الأبد.
وكل ما فيه أهل النعيم المقيم فهو صبر ساعة ، والله المستعان ، ولا قوة إلا بالله ، وكلما كانت النفوس أشرف ، والهمة أعلى كان تعب البدن أوفر، وحظه من الراحة أقل).
📚 Miftah Daris-Sa'adah 2/15
@satgastanggapcovid19jember
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 LAWAN HAWA NAFSU DAN BERSABARLAH DI ATAS KEBENARAN
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengatakan,
"Selisihilah hawa nafsumu, karena hawa nafsu membutakan dan menulikan. Allah Ta’ala berfirman,
بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ
"Tetapi orang-orang yang zalim mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan." (Ar-Rum: 29)
Allah Ta’ala juga berfirman,
ُ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ
"Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu hingga hawa nafsumu menyesatkanmu dari jalan Allah." (Shad:26)
Jadi wajib bagimu untuk menyelisihi hawa nafsu dan mengikuti kebenaran apabila engkau menginginkan keselamatan untuk dirimu.
Perhatikanlah kesudahan (berbagai perkara). Bila sesuatu itu lezat (nikmat) di masa ini, namun akibatnya jelek, tinggalkanlah.
Namun bila sebaliknya, (jika) sesuatu itu berat menyulitkan di masa sekarang ini, namun akibatnya terpuji, hendaknya engkau melakukannya/berpegang dengannya. Bersabarlah menghadapi kesulitan tersebut. Ini adalah kenyataannya. Oleh karena itu mereka (penyair Arab) mengatakan:
من طل العلا من غير كد فقد أضاع العمر في طلب المحال
"Barangsiapa mencari kemuliaan tanpa mau bekerja keras, sungguh ia telah menyia-nyiakan umurnya mencari sesuatu yang mustahil." (1)
Yang lainnya juga mengatakan,
ولا تحسبن المجد أمرا أنت آكله لن تبلغ المجد حتى تعلق الصبر
"Jangan pernah engkau menyangka bahwa kemuliaan itu adalah kurma yang bisa engkau makan. Engkau tidak akan meraih kemulian hingga engkau bergantung pada kesabaran."
📚 Syarh Manzhumatil Adab asy-Syar'iyyah karya al-Imam Muhammad bin Abdilqawi al-Mardawi (38/38) @majalahqonitah
______________
(1) sebagian mengatakan ini adalah syair al-Imam asy-Syafi'i rahimahullah dan dikatakan milik Abuth Thayyib al-Mutanabbi. Wallahu a'lam.
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 LAWAN HAWA NAFSU DAN BERSABARLAH DI ATAS KEBENARAN
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengatakan,
"Selisihilah hawa nafsumu, karena hawa nafsu membutakan dan menulikan. Allah Ta’ala berfirman,
بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ
"Tetapi orang-orang yang zalim mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan." (Ar-Rum: 29)
Allah Ta’ala juga berfirman,
ُ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ
"Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu hingga hawa nafsumu menyesatkanmu dari jalan Allah." (Shad:26)
Jadi wajib bagimu untuk menyelisihi hawa nafsu dan mengikuti kebenaran apabila engkau menginginkan keselamatan untuk dirimu.
Perhatikanlah kesudahan (berbagai perkara). Bila sesuatu itu lezat (nikmat) di masa ini, namun akibatnya jelek, tinggalkanlah.
Namun bila sebaliknya, (jika) sesuatu itu berat menyulitkan di masa sekarang ini, namun akibatnya terpuji, hendaknya engkau melakukannya/berpegang dengannya. Bersabarlah menghadapi kesulitan tersebut. Ini adalah kenyataannya. Oleh karena itu mereka (penyair Arab) mengatakan:
من طل العلا من غير كد فقد أضاع العمر في طلب المحال
"Barangsiapa mencari kemuliaan tanpa mau bekerja keras, sungguh ia telah menyia-nyiakan umurnya mencari sesuatu yang mustahil." (1)
Yang lainnya juga mengatakan,
ولا تحسبن المجد أمرا أنت آكله لن تبلغ المجد حتى تعلق الصبر
"Jangan pernah engkau menyangka bahwa kemuliaan itu adalah kurma yang bisa engkau makan. Engkau tidak akan meraih kemulian hingga engkau bergantung pada kesabaran."
📚 Syarh Manzhumatil Adab asy-Syar'iyyah karya al-Imam Muhammad bin Abdilqawi al-Mardawi (38/38) @majalahqonitah
______________
(1) sebagian mengatakan ini adalah syair al-Imam asy-Syafi'i rahimahullah dan dikatakan milik Abuth Thayyib al-Mutanabbi. Wallahu a'lam.
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 MENJADI MANUSIA SEJATI
Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata:
"Manusia sejati adalah orang yang mengkhawatirkan kematian hatinya, bukan kematian badannya.
Sebab, mayoritas manusia lebih mengkhawatirkan kematian badannya, dan tidak peduli terhadap kematian hati..
Mereka tidak mengenal kecuali kehidupan dunia. Dan ini termasuk tanda kematian hati dan jiwa.
Kehidupan dunia ini hanyalah seperti: Bayang-bayang semu yang akan segera sirna, atau seperti pohon yang begitu cepat mengering, atau mimpi yang dibayangkan seperti kenyataan, begitu bangun ia sadar bahwa itu hanyalah khayalan."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
الرجل هو الذي يخاف موت قلبه لا موت بدنه إذ أكثر هؤلاء الخلق يخافون موت أبدانهم ولا يبالون بموت قلوبهم
ولا يعرفون من الحياة إلا الحياة الطبيعية وذلك من موت القلب والروح
فإن هذه الحياة الطبيعية شبيهة بالظل الزائل والنبات السريع الجفاف والمنام الذي يخيل كأنه حقيقة فإذا استيقظ عرف أنه كان خيالا
📚 Madarijus-Salikin 3/264 @satgastanggapcovid19jember
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MENJADI MANUSIA SEJATI
Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata:
"Manusia sejati adalah orang yang mengkhawatirkan kematian hatinya, bukan kematian badannya.
Sebab, mayoritas manusia lebih mengkhawatirkan kematian badannya, dan tidak peduli terhadap kematian hati..
Mereka tidak mengenal kecuali kehidupan dunia. Dan ini termasuk tanda kematian hati dan jiwa.
Kehidupan dunia ini hanyalah seperti: Bayang-bayang semu yang akan segera sirna, atau seperti pohon yang begitu cepat mengering, atau mimpi yang dibayangkan seperti kenyataan, begitu bangun ia sadar bahwa itu hanyalah khayalan."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
الرجل هو الذي يخاف موت قلبه لا موت بدنه إذ أكثر هؤلاء الخلق يخافون موت أبدانهم ولا يبالون بموت قلوبهم
ولا يعرفون من الحياة إلا الحياة الطبيعية وذلك من موت القلب والروح
فإن هذه الحياة الطبيعية شبيهة بالظل الزائل والنبات السريع الجفاف والمنام الذي يخيل كأنه حقيقة فإذا استيقظ عرف أنه كان خيالا
📚 Madarijus-Salikin 3/264 @satgastanggapcovid19jember
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 JANGAN PERNAH MERASA AMAN DARI FITNAH
Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullahu:
"لا يأمن الإنسان من الفتنة والشرور ويقول: أنا أفهم أنا عارف، أنا متعلم، أو يقول: أنا عبَّاد وصالح. لا يأمن الفتنة وقد انحرف علماء وعباد وصالحون فالمسلم دائما يسال الله الثبات على الحق والصبر عليه ولا يزكي نفسه".
"Janganlah seorang insan merasa aman dari fitnah dan kejelekan, kemudian ia mengatakan:
"Saya paham, saya mengetahui, saya seorang sudah pernah belajar..."
Atau ia mengatakan: "Saya seorang ahli ibadah, orang yang shaleh.."
Tidak ada seorang yang aman dari fitnah.Terkadang seorang ulama menyimpang, begitu pula ahli ibadah, dan orang-orang shaleh.
Maka seorang muslim hendaknya senantiasa memohon kepada Allah kekokohan di atas al haq dan bersabar di atasnya, dan tidak pernah mentazkiyyah dirinya sendiri."
📚Wujubul Amri bil Ma'ruf hal. 34 @ForumSalafyPurbalingga
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JANGAN PERNAH MERASA AMAN DARI FITNAH
Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullahu:
"لا يأمن الإنسان من الفتنة والشرور ويقول: أنا أفهم أنا عارف، أنا متعلم، أو يقول: أنا عبَّاد وصالح. لا يأمن الفتنة وقد انحرف علماء وعباد وصالحون فالمسلم دائما يسال الله الثبات على الحق والصبر عليه ولا يزكي نفسه".
"Janganlah seorang insan merasa aman dari fitnah dan kejelekan, kemudian ia mengatakan:
"Saya paham, saya mengetahui, saya seorang sudah pernah belajar..."
Atau ia mengatakan: "Saya seorang ahli ibadah, orang yang shaleh.."
Tidak ada seorang yang aman dari fitnah.Terkadang seorang ulama menyimpang, begitu pula ahli ibadah, dan orang-orang shaleh.
Maka seorang muslim hendaknya senantiasa memohon kepada Allah kekokohan di atas al haq dan bersabar di atasnya, dan tidak pernah mentazkiyyah dirinya sendiri."
📚Wujubul Amri bil Ma'ruf hal. 34 @ForumSalafyPurbalingga
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TINGGALKANLAH KARENA ALLAH !
Al-'Allamah Ibnu As-Si'dy rahimahullah berkata,
فمن ترك شيئًا لله تهواه نفسه عوضه الله خيرا منه في الدنيا والآخرة،فمن ترك معاصي الله ونفسه تشتهيها،عوضه الله إيماناً في قلبه وسعه، وانشراحا، وبركة في رزقه، وصحة في بدنه مع ما له من ثواب الله الذي لا يقدر على وصفه، والله المستعان.
"Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah padahal hawa nafsunya menginginkannya, niscaya Allah akan gantikan dengan yang lebih baik darinya di dunia dan akhirat.
Barangsiapa meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan terhadap Allah padahal hawa nafsunya menginginkannya:
◻️ Niscaya Allah akan gantikan dengan keimanan, kelapangan dan ketenangan pada hatinya,
◻️ Keberkahan pada rejekinya,
◻️ Kesehatan pada badannya,
◻️ Bersama pahala dari Allah yang tidak mampu digambarkan.
Hanya Allahlah tempat meminta pertolongan".
📚 Al Qowa'id Al Fiqhiyyah Hal 146 | @salafy_cirebon
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TINGGALKANLAH KARENA ALLAH !
Al-'Allamah Ibnu As-Si'dy rahimahullah berkata,
فمن ترك شيئًا لله تهواه نفسه عوضه الله خيرا منه في الدنيا والآخرة،فمن ترك معاصي الله ونفسه تشتهيها،عوضه الله إيماناً في قلبه وسعه، وانشراحا، وبركة في رزقه، وصحة في بدنه مع ما له من ثواب الله الذي لا يقدر على وصفه، والله المستعان.
"Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah padahal hawa nafsunya menginginkannya, niscaya Allah akan gantikan dengan yang lebih baik darinya di dunia dan akhirat.
Barangsiapa meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan terhadap Allah padahal hawa nafsunya menginginkannya:
◻️ Niscaya Allah akan gantikan dengan keimanan, kelapangan dan ketenangan pada hatinya,
◻️ Keberkahan pada rejekinya,
◻️ Kesehatan pada badannya,
◻️ Bersama pahala dari Allah yang tidak mampu digambarkan.
Hanya Allahlah tempat meminta pertolongan".
📚 Al Qowa'id Al Fiqhiyyah Hal 146 | @salafy_cirebon
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 RENUNGAN HARIAN : JANGAN GUNAKAN KESEMPATAN YANG ALLAH BERIKAN UNTUK KESIA-SIAAN..!
Kesempatan yang Allah berikan, jangan kamu lewatkan dengan kesia-siaan. Sebab, kesempatan dan waktu itu tidak ada pengulangan. Dengarkan untaian nasehat berikut sebagai bahan perenungan dan cambuk pelecut untuk semangat dalam ketaatan.
المُبادرة المُبادرة بِالعَمل، والعَجَل العَجَل قبلَ هُجومِ الأجَل، قبلَ أن يَندمَ المُفَرِّطُ عَلى ما فَعل، قَبل أن يَسألَ الرَّجعةَ لِيَعملَ صالحًا فلا يُجابُ إلى ما سَأل، قَبل أن يَحولَ المَوتُ بينَ المُؤمِّلِ وبُلوغِ الأمل، قَبل أن يَصيرَ المَرءُ مُرتَهِنًا في حُفرَتهِ بِما قَدَّم مِن عَمَل.
"Bersegeralah untuk beramal! Bersegeralah untuk beramal! Cepatlah, cepatlah!
Sebelum ajal menjemput, sebelum orang yang lalai menyesali perbuatannya, sebelum ia meminta dikembalikan ke dunia untuk beramal shaleh tapi tidak dikabulkan..
Sebelum kematian menghalangi para pengkhayal dari khayalannya, sebelum seseorang menempati kuburnya lalu tergadai dengan amalannya".
ليسَ لِلمَيتِ في قبرِهِ فِطرٌ ولا أضْحى ولا عَشر!
نَاءٍ عَن الأهَلِ على قُربهِ، كَذاكَ مَن مَسكَنهُ القَبر!
"Di kuburnya, seorang mayit tidak lagi memiliki hari Idul Fitri, Idul Adha maupun 10 hari mulia..
Ia jauh dari keluarganya padahal mereka dekat, terasa jauh pula dengan tetangga penghuni kubur yang lain."
يا مَن طَلعَ فَجرُ شَيبهِ بَعد بِلوغِ الأربَعينَ!
يا مَن مَضَى عَليهِ بَعد ذَلكَ لَيالي عَشرِ سِنين حَتَّى بَلغَ الخَمسين!
يا مَن هُو في مُعتركِ المَنايا ما بينَ السِّتينَ والسَّبعِين!
ما تَنتَظِر بَعد هَذا الخَبرِ إلَّا أن يَأتيكَ اليَقين؟
"Wahai yang mendapati fajar tuanya dalam keadaan usianya di atas 40 tahun.
Wahai yang melalui malam-malam puluhan tahun hingga usia 50 tahun.
Wahai yang terbuai angan-angan saat berusia enam puluh atau tujuh puluh tahun.
Apa yang kamu tunggu hingga datang kematian?"
يا مَن ذُنوبَهُ بِعددِ الشَّفعِ والوَترِ!
أما تَستحي مِنَ الكِرامِ الكاتِبين؟
أم أنتَ مِمَّن يُكَذِّبُ بِيومِ الدَّين؟
"Wahai yang dosanya sebanyak bilangan genap dan ganjil,
Tidakkah kamu malu kepada malaikat pencatat?
Ataukah kamu termasuk yang mendustakan hari Kiamat?"
يا مَن ظُلمَةُ قَلبهِ كَاللَّيلِ إذا يَسري أمَا آن لِقَلبكَ أن يَستَنيرَ أو يَلينَ؟
"Wahai yang hatinya gelap seperti gelapnya malam saat ia berjalan, tidakkah tiba waktu untuk hatimu bercahaya atau menjadi lembut?"
📝 Oleh Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathaiful-Ma'arif 274 | @satgastanggapcovid19jember
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 RENUNGAN HARIAN : JANGAN GUNAKAN KESEMPATAN YANG ALLAH BERIKAN UNTUK KESIA-SIAAN..!
Kesempatan yang Allah berikan, jangan kamu lewatkan dengan kesia-siaan. Sebab, kesempatan dan waktu itu tidak ada pengulangan. Dengarkan untaian nasehat berikut sebagai bahan perenungan dan cambuk pelecut untuk semangat dalam ketaatan.
المُبادرة المُبادرة بِالعَمل، والعَجَل العَجَل قبلَ هُجومِ الأجَل، قبلَ أن يَندمَ المُفَرِّطُ عَلى ما فَعل، قَبل أن يَسألَ الرَّجعةَ لِيَعملَ صالحًا فلا يُجابُ إلى ما سَأل، قَبل أن يَحولَ المَوتُ بينَ المُؤمِّلِ وبُلوغِ الأمل، قَبل أن يَصيرَ المَرءُ مُرتَهِنًا في حُفرَتهِ بِما قَدَّم مِن عَمَل.
"Bersegeralah untuk beramal! Bersegeralah untuk beramal! Cepatlah, cepatlah!
Sebelum ajal menjemput, sebelum orang yang lalai menyesali perbuatannya, sebelum ia meminta dikembalikan ke dunia untuk beramal shaleh tapi tidak dikabulkan..
Sebelum kematian menghalangi para pengkhayal dari khayalannya, sebelum seseorang menempati kuburnya lalu tergadai dengan amalannya".
ليسَ لِلمَيتِ في قبرِهِ فِطرٌ ولا أضْحى ولا عَشر!
نَاءٍ عَن الأهَلِ على قُربهِ، كَذاكَ مَن مَسكَنهُ القَبر!
"Di kuburnya, seorang mayit tidak lagi memiliki hari Idul Fitri, Idul Adha maupun 10 hari mulia..
Ia jauh dari keluarganya padahal mereka dekat, terasa jauh pula dengan tetangga penghuni kubur yang lain."
يا مَن طَلعَ فَجرُ شَيبهِ بَعد بِلوغِ الأربَعينَ!
يا مَن مَضَى عَليهِ بَعد ذَلكَ لَيالي عَشرِ سِنين حَتَّى بَلغَ الخَمسين!
يا مَن هُو في مُعتركِ المَنايا ما بينَ السِّتينَ والسَّبعِين!
ما تَنتَظِر بَعد هَذا الخَبرِ إلَّا أن يَأتيكَ اليَقين؟
"Wahai yang mendapati fajar tuanya dalam keadaan usianya di atas 40 tahun.
Wahai yang melalui malam-malam puluhan tahun hingga usia 50 tahun.
Wahai yang terbuai angan-angan saat berusia enam puluh atau tujuh puluh tahun.
Apa yang kamu tunggu hingga datang kematian?"
يا مَن ذُنوبَهُ بِعددِ الشَّفعِ والوَترِ!
أما تَستحي مِنَ الكِرامِ الكاتِبين؟
أم أنتَ مِمَّن يُكَذِّبُ بِيومِ الدَّين؟
"Wahai yang dosanya sebanyak bilangan genap dan ganjil,
Tidakkah kamu malu kepada malaikat pencatat?
Ataukah kamu termasuk yang mendustakan hari Kiamat?"
يا مَن ظُلمَةُ قَلبهِ كَاللَّيلِ إذا يَسري أمَا آن لِقَلبكَ أن يَستَنيرَ أو يَلينَ؟
"Wahai yang hatinya gelap seperti gelapnya malam saat ia berjalan, tidakkah tiba waktu untuk hatimu bercahaya atau menjadi lembut?"
📝 Oleh Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathaiful-Ma'arif 274 | @satgastanggapcovid19jember
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 SHOLAT JAMA'AH TANPA IZIN IMAM ROWATIB
P e r t a n y a a n :
Sebuah masjid ada imam rowatib (tetap)nya. Pada sebagian kesempatan ada seseorang yang sholat mengimami jamaah tanpa seizin imam rowatib tersebut. Apakah sholatnya sah?
Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله menjawab:
"Jika imam rowatib terlambat dari jadwal kebiasaannya, lalu salah seorang makmum maju mengimami jamaah, maka ini tidak mengapa, sholatnya sah dan sholat mereka juga sah.
Karena ketika Rosulﷺ pernah terlambat, maka Abdurrohman bin Auf maju mengimami jamaah. Dan Nabi ﷺ tidak mengingkarinya. Bahkan beliau membiarkannya dan beliau ikut sholat bersama mereka rokaat yang tertinggal (akhir) dari sholat itu.
Telah pasti (shahih) bahwa dalam perang Tabuk beliau terlambat dari sholat Fajar (Shubuh) karena buang hajat. Ketika tiba waktu sholat dan Nabi ﷺ terlambat, dikumandangkan iqomah maka Abdurrohman bin Auf Az Zuhry رضي الله عنه -salah seorang sahabat yang diberitakan akan masuk surga- mengimami jamaah.
Lalu datanglah Nabi ﷺ sedangkan Abdurrohman sudah mengimami satu rokaat, maka ia hendak mundur. Tetapi Nabi ﷺ mengisyaratkan agar terus melanjutkan sholatnya. Lalu Nabi ﷺ langsung mengikuti satu rokaatnya yang akhir. Ketika Abdurrohman bin Auf salam dari sholatnya, maka Nabi ﷺ berdiri bersama Mughiroh bin Syu'bah melanjutkan satu rokaat beliau yang kurang.
Itu menunjukkan bahwa jika imam terlambat, maka jamaah tidak boleh menelantarkan sholat. Tetapi mereka memajukan salah seorang yang baik yang mereka tunjuk untuk mengimami mereka agar jamaah tidak menelantarkan sholat. Itu yang benar.
Adapun jika sebagian orang buru-buru dan mengumandangkan iqomah sebelum tiba waktu sholat (yang biasa dilaksanakan bersama imam), maka ini salah. Tidak boleh bagi seorang pun untuk maju mendahului imam rowatib sebelum tiba waktu kebiasaannya tanpa seizin dia".
P e r t a n y a a n :
Kalau jamaah suatu masjid menunjuk seseorang untuk maju mengimami mereka tanpa seizin imam rowatib, dan ia pun tidak berhalangan, ia juga sholat bersama mereka, apakah sholat tersebut sah ataukah tidak?
Syaikh Utsaimin رحمه الله menjawab:
"Dalam perkara ini di kalangan para ulama ada dua pendapat:
1⃣ Pendapat pertama; sholatnya sah, tetapi berdosa.
2⃣ Pendapat kedua; Mereka berdosa dan sholat mereka tidak sah, maka mereka wajib mengulanginya.
Adapun yang rojih (kuat) adalah pendapat pertama. Karena haramnya sholat tanpa izin imam atau tanpa udzurnya imam itu nampak jelas dari hadits dan illahnya (sebabnya).
Adapun sahnya sholat, maka hukum asalnya adalah sah sampai tegak dalil yang menunjukkan rusaknya sholat tersebut.
Haramnya mengimami jamaah di masjid yang ada imam rowatibnya tanpa seizin dia atau tanpa udzurnya ini tidak mengharuskan sholatnya menjadi tidak sah. Karena keharaman ini kembali kepada makna yang di luar sholat, yaitu melanggar haknya imam dan melancangi haknya. Maka tidak semestinya sholat menjadi batal karenanya".
📚 Syarhul Mumthi' (4/154) | @forumIlmiahkaranganyar
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SHOLAT JAMA'AH TANPA IZIN IMAM ROWATIB
P e r t a n y a a n :
Sebuah masjid ada imam rowatib (tetap)nya. Pada sebagian kesempatan ada seseorang yang sholat mengimami jamaah tanpa seizin imam rowatib tersebut. Apakah sholatnya sah?
Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله menjawab:
"Jika imam rowatib terlambat dari jadwal kebiasaannya, lalu salah seorang makmum maju mengimami jamaah, maka ini tidak mengapa, sholatnya sah dan sholat mereka juga sah.
Karena ketika Rosulﷺ pernah terlambat, maka Abdurrohman bin Auf maju mengimami jamaah. Dan Nabi ﷺ tidak mengingkarinya. Bahkan beliau membiarkannya dan beliau ikut sholat bersama mereka rokaat yang tertinggal (akhir) dari sholat itu.
Telah pasti (shahih) bahwa dalam perang Tabuk beliau terlambat dari sholat Fajar (Shubuh) karena buang hajat. Ketika tiba waktu sholat dan Nabi ﷺ terlambat, dikumandangkan iqomah maka Abdurrohman bin Auf Az Zuhry رضي الله عنه -salah seorang sahabat yang diberitakan akan masuk surga- mengimami jamaah.
Lalu datanglah Nabi ﷺ sedangkan Abdurrohman sudah mengimami satu rokaat, maka ia hendak mundur. Tetapi Nabi ﷺ mengisyaratkan agar terus melanjutkan sholatnya. Lalu Nabi ﷺ langsung mengikuti satu rokaatnya yang akhir. Ketika Abdurrohman bin Auf salam dari sholatnya, maka Nabi ﷺ berdiri bersama Mughiroh bin Syu'bah melanjutkan satu rokaat beliau yang kurang.
Itu menunjukkan bahwa jika imam terlambat, maka jamaah tidak boleh menelantarkan sholat. Tetapi mereka memajukan salah seorang yang baik yang mereka tunjuk untuk mengimami mereka agar jamaah tidak menelantarkan sholat. Itu yang benar.
Adapun jika sebagian orang buru-buru dan mengumandangkan iqomah sebelum tiba waktu sholat (yang biasa dilaksanakan bersama imam), maka ini salah. Tidak boleh bagi seorang pun untuk maju mendahului imam rowatib sebelum tiba waktu kebiasaannya tanpa seizin dia".
P e r t a n y a a n :
Kalau jamaah suatu masjid menunjuk seseorang untuk maju mengimami mereka tanpa seizin imam rowatib, dan ia pun tidak berhalangan, ia juga sholat bersama mereka, apakah sholat tersebut sah ataukah tidak?
Syaikh Utsaimin رحمه الله menjawab:
"Dalam perkara ini di kalangan para ulama ada dua pendapat:
1⃣ Pendapat pertama; sholatnya sah, tetapi berdosa.
2⃣ Pendapat kedua; Mereka berdosa dan sholat mereka tidak sah, maka mereka wajib mengulanginya.
Adapun yang rojih (kuat) adalah pendapat pertama. Karena haramnya sholat tanpa izin imam atau tanpa udzurnya imam itu nampak jelas dari hadits dan illahnya (sebabnya).
Adapun sahnya sholat, maka hukum asalnya adalah sah sampai tegak dalil yang menunjukkan rusaknya sholat tersebut.
Haramnya mengimami jamaah di masjid yang ada imam rowatibnya tanpa seizin dia atau tanpa udzurnya ini tidak mengharuskan sholatnya menjadi tidak sah. Karena keharaman ini kembali kepada makna yang di luar sholat, yaitu melanggar haknya imam dan melancangi haknya. Maka tidak semestinya sholat menjadi batal karenanya".
📚 Syarhul Mumthi' (4/154) | @forumIlmiahkaranganyar
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 NAFKAH YANG HALAL MEMBERIKAN PENGARUH TERHADAP KESHALEHAN ANAK
Asy-Syaikh al-‘Allamah ‘Abdullah bin ‘Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah berkata,
فتجب عليه النفقة الحلال وأن ينفق من طيب ماله لينتفع بصلاح ابنه بإذن الله تعالى.
"Wajib bagi seseorang untuk memberikan nafkah yang halal dan berinfak dari hartanya yang baik agar dia bisa mengambil manfaat keshalehan anaknya, dengan izin Allah ta‘ala."
📖 Sumber: Huquq al-Aulad, hlm. 52
Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له | @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 NAFKAH YANG HALAL MEMBERIKAN PENGARUH TERHADAP KESHALEHAN ANAK
Asy-Syaikh al-‘Allamah ‘Abdullah bin ‘Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah berkata,
فتجب عليه النفقة الحلال وأن ينفق من طيب ماله لينتفع بصلاح ابنه بإذن الله تعالى.
"Wajib bagi seseorang untuk memberikan nafkah yang halal dan berinfak dari hartanya yang baik agar dia bisa mengambil manfaat keshalehan anaknya, dengan izin Allah ta‘ala."
📖 Sumber: Huquq al-Aulad, hlm. 52
Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له | @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 TERUNTUK YANG SUKA MENCARI 'AIB/ KEKURANGAN ORANG LAIN DAN SUKA MENYEBARKANNYA
Orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain untuk dikupas dan dibicarakan di hadapan manusia, Allah Ta'ala akan membalasnya dengan membongkar aibnya walaupun ia berada di dalam rumahnya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu anhu, dari Rasulullah ﷺ :
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ اْلإِيْمَانُ قَلْبَهُ، لاَ تَغْتاَبوُا الـْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تَتَّبِـعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَوْرَاتِهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ
“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kalian mengghibah kaum muslimin dan jangan mencari-cari/mengintai Aib mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aib kaum muslimin, Allah akan mencari-cari aibnya. Dan siapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” (HR. Ahmad 4/420, 421,424 dan Abu Dawud no. 4880. Kata Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Abi Dawud: “Hasan shahih).
Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu anhu menyampaikan hadits yang sama, ia berkata,
“Suatu hari Rasulullah ﷺ naik ke atas mimbar, lalu menyeru dengan suara yang tinggi:
يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ اْلإِيْمَانُ إِلَى قَلْبِهِ، لاَ تُؤْذُو الْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تُعَيِّرُوهُمْ، وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ، يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ
“Wahai sekalian orang yang mengaku berislam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari-cari aib mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aib saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari-cari aibnya. Dan siapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2032, dihasankan Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam Ash-Shahihul Musnad Mimma Laisa fish Shahihain, hadits no. 725, 1/581)
Dari hadits di atas tergambar pada kita betapa besarnya kehormatan seorang muslim.
Sampai-sampai ketika suatu hari Abdullah bin ‘Umar memandang ke Ka’bah, ia berkata:
مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالْمُؤْمِنُ أَعْظَمَ حُرْمَةً عِنْدَ اللهِ مِنْكِ
“Alangkah agungnya engkau dan besarnya kehormatanmu. Namun seorang mukmin lebih besar lagi kehormatannya di sisi Allah darimu.”
Karena itu saudaraku… Tutuplah cela yang ada pada dirimu dengan menutup cela yang ada pada saudaramu yang memang pantas ditutup.
Dengan engkau menutup cela saudaramu, Allah akan menutup celamu di dunia dan kelak di akhirat.
Siapa yang Allah tutup celanya di dunianya, di hari akhir nanti Allah pun akan menutup celanya sebagaimana Nabi ﷺ bersabda:
لاَ يَسْتُرُ اللهُ عَلَى عَبْدٍ فِي الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya.” (HR. Muslim no. 6537)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
@faidahassunnahmanado
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TERUNTUK YANG SUKA MENCARI 'AIB/ KEKURANGAN ORANG LAIN DAN SUKA MENYEBARKANNYA
Orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain untuk dikupas dan dibicarakan di hadapan manusia, Allah Ta'ala akan membalasnya dengan membongkar aibnya walaupun ia berada di dalam rumahnya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu anhu, dari Rasulullah ﷺ :
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ اْلإِيْمَانُ قَلْبَهُ، لاَ تَغْتاَبوُا الـْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تَتَّبِـعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَوْرَاتِهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ
“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kalian mengghibah kaum muslimin dan jangan mencari-cari/mengintai Aib mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aib kaum muslimin, Allah akan mencari-cari aibnya. Dan siapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” (HR. Ahmad 4/420, 421,424 dan Abu Dawud no. 4880. Kata Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Abi Dawud: “Hasan shahih).
Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu anhu menyampaikan hadits yang sama, ia berkata,
“Suatu hari Rasulullah ﷺ naik ke atas mimbar, lalu menyeru dengan suara yang tinggi:
يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ اْلإِيْمَانُ إِلَى قَلْبِهِ، لاَ تُؤْذُو الْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تُعَيِّرُوهُمْ، وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ، يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ
“Wahai sekalian orang yang mengaku berislam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari-cari aib mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aib saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari-cari aibnya. Dan siapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2032, dihasankan Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam Ash-Shahihul Musnad Mimma Laisa fish Shahihain, hadits no. 725, 1/581)
Dari hadits di atas tergambar pada kita betapa besarnya kehormatan seorang muslim.
Sampai-sampai ketika suatu hari Abdullah bin ‘Umar memandang ke Ka’bah, ia berkata:
مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالْمُؤْمِنُ أَعْظَمَ حُرْمَةً عِنْدَ اللهِ مِنْكِ
“Alangkah agungnya engkau dan besarnya kehormatanmu. Namun seorang mukmin lebih besar lagi kehormatannya di sisi Allah darimu.”
Karena itu saudaraku… Tutuplah cela yang ada pada dirimu dengan menutup cela yang ada pada saudaramu yang memang pantas ditutup.
Dengan engkau menutup cela saudaramu, Allah akan menutup celamu di dunia dan kelak di akhirat.
Siapa yang Allah tutup celanya di dunianya, di hari akhir nanti Allah pun akan menutup celanya sebagaimana Nabi ﷺ bersabda:
لاَ يَسْتُرُ اللهُ عَلَى عَبْدٍ فِي الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya.” (HR. Muslim no. 6537)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
@faidahassunnahmanado
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com