::
🚇 BAROMETER MENGIKUTI KEBENARAN BUKANLAH HAWA NAFSU
Umar bin Abdul Aziz -rahimahullah- berkata :
لا تكن ممن يتبع الحق إذا وافق هواه و يخالفه إذا خالف هواه فإذا أنت لا تثاب على ما اتبعته من الحق و تعاقب على ما خالفته ".
📚 :مجموع الفتاوى شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله(480/10).
"Janganlah menjadi seperti orang yang hanya mengikuti kebenaran jika mencocoki hawa nafsunya saja dan menyelisihinya jika tidak mencocoki hawa nafsunya.
Jika demikian maka kamu tidak akan diberi pahala atas kebenaran yang kamu ikuti dan mendapatdi hukuman atas apa yang kamu selisihi tersebut."
📚 Majmu'ul Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- (10/480) @salafy_cirebon |
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/8337
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BAROMETER MENGIKUTI KEBENARAN BUKANLAH HAWA NAFSU
Umar bin Abdul Aziz -rahimahullah- berkata :
لا تكن ممن يتبع الحق إذا وافق هواه و يخالفه إذا خالف هواه فإذا أنت لا تثاب على ما اتبعته من الحق و تعاقب على ما خالفته ".
📚 :مجموع الفتاوى شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله(480/10).
"Janganlah menjadi seperti orang yang hanya mengikuti kebenaran jika mencocoki hawa nafsunya saja dan menyelisihinya jika tidak mencocoki hawa nafsunya.
Jika demikian maka kamu tidak akan diberi pahala atas kebenaran yang kamu ikuti dan mendapatdi hukuman atas apa yang kamu selisihi tersebut."
📚 Majmu'ul Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- (10/480) @salafy_cirebon |
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/8337
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
Forum Berbagi Faidah [ FBF ]
Barometer Kebenaran Bukanlah Hawa Nafsu
::
🚇 SABARLAH JIWA, HIDUP DI DUNIA INI HANYA SEBENTAR!
Berkata al-'Allamah as-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah :
( وما هي إلا ساعة ثم تنقضي هذه المكاره اصبر عليها ،اصبر على كبح نفسك عن شهواتها ، اصبر على الواجبات التي أمرك الله بها ، اصبر على البلايا التي تصيبك من نفسك ، أو من الله عز وجل ، أو من الناس ، اصبر حتى تنال دار الراحة ،نسأل الله أن يكتب لنا ولكم هذه الدار
الصبر والثبات )
📙 شرح الكافية الشافية 4/46
"Tidaklah kehidupan ini melainkan beberapa saat saja, kemudian akan lenyaplah hal-hal yang tidak disukai, maka dari itu bersabarlah dalam menghadapinya."
Bersabarlah atas terkekangnya jiwamu dari berbagai syahwat yang ada.
Bersabarlah terhadap berbagai kewajiban yang telah diperintahkan oleh ALLAH kepadamu.
Bersabarlah terhadap berbagai musibah yang menimpamu, apakah musibah itu karena perbuatan dirimu sendiri, atau musibah itu datangnya dari ALLAH, atau dari manusia yang lain.
Bersabarlah sampai engkau mendapatkan negeri yang penuh dengan ketenangan (surga).
Kami memohon kepada ALLAH agar menganugerahkan kesabaran dan keteguhan kepada kita dalam kehidupan ini."
📜 Sumber :
Syarh al-Kafiyah as-Syafiyah 4/46
@KajianIslamTemanggung
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SABARLAH JIWA, HIDUP DI DUNIA INI HANYA SEBENTAR!
Berkata al-'Allamah as-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah :
( وما هي إلا ساعة ثم تنقضي هذه المكاره اصبر عليها ،اصبر على كبح نفسك عن شهواتها ، اصبر على الواجبات التي أمرك الله بها ، اصبر على البلايا التي تصيبك من نفسك ، أو من الله عز وجل ، أو من الناس ، اصبر حتى تنال دار الراحة ،نسأل الله أن يكتب لنا ولكم هذه الدار
الصبر والثبات )
📙 شرح الكافية الشافية 4/46
"Tidaklah kehidupan ini melainkan beberapa saat saja, kemudian akan lenyaplah hal-hal yang tidak disukai, maka dari itu bersabarlah dalam menghadapinya."
Bersabarlah atas terkekangnya jiwamu dari berbagai syahwat yang ada.
Bersabarlah terhadap berbagai kewajiban yang telah diperintahkan oleh ALLAH kepadamu.
Bersabarlah terhadap berbagai musibah yang menimpamu, apakah musibah itu karena perbuatan dirimu sendiri, atau musibah itu datangnya dari ALLAH, atau dari manusia yang lain.
Bersabarlah sampai engkau mendapatkan negeri yang penuh dengan ketenangan (surga).
Kami memohon kepada ALLAH agar menganugerahkan kesabaran dan keteguhan kepada kita dalam kehidupan ini."
📜 Sumber :
Syarh al-Kafiyah as-Syafiyah 4/46
@KajianIslamTemanggung
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 MENYIKAPI NIKMAT DUNIA SEBAGAI UJIAN
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdulmu’thi, Lc hafizhahullah)
Adalah suatu anggapan yang keliru bila cobaan hanya terbatas pada yang tidak mengenakkan saja.
Sebut misalnya kefakiran dan penyakit. Pandangan yang sempit tentang cobaan tersebut merupakan akibat dari ketidaktahuan seorang tentang kehidupan dunia.
Padahal Allah Ta'ala di banyak ayat Al-Qur’an telah menegaskan, demikian pula Rasulullah ﷺ di sekian haditsnya, bahwa nikmat dan kesenangan duniawi merupakan ujian bagi hamba sebagaimana kesengsaraan hidup juga dijadikan cobaan. Allah Ta'ala berfirman:
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya’: 35)
◻️ Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata menafsirkan ayat ini:
“(Kami uji kalian) dengan kesusahan dan kesenangan, dengan sehat dan sakit, dengan kekayaan dan kefakiran, serta dengan yang halal dan yang haram. Semuanya adalah ujian.”
◻️Ibnu Yazid rahimahullah mengatakan:
“Kami uji kalian dengan sesuatu yang disenangi dan yang dibenci oleh kalian, agar Kami melihat bagaimana kesabaran dan syukur kalian.”
◻️ Al-Kalbi rahimahullah berkata:
“(Maksud Kami uji) dengan kejelekan adalah yang berupa kefakiran dan musibah. Sedangkan diuji dengan kebaikan adalah yang berupa harta dan anak.”
Dalam ayat lain, Allah Ta'ala juga berfirman:
فَأَمَّا ٱلْإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكْرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَكْرَمَنِ وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَهَٰنَنِ كَلَّا ۖ
“Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: ‘Rabbku telah memuliakanku.’ Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: ‘Rabbku menghinakanku.’ Sekali-kali tidak (demikian).” (Al-Fajr: 15-17)
Perhatikanlah ayat-ayat ini, bagaimana Allah Ta'ala menguji hamba-Nya dengan memberikan kemuliaan, nikmat, dan keluasan rezeki, sebagaimana pula Allah Ta'ala mengujinya dengan menyempitkan rezeki.
Dalam ayat ini Allah Ta'ala mengingkari orang yang menyangka bahwa diluaskannya rezeki seorang hamba merupakan bukti pemuliaan Allah Ta'ala kepadanya dan bahwa disempitkannya rezeki adalah bentuk dihinakannya hamba.
Allah Ta'ala mengingkari dengan mengatakan كَلَّا (Sekali-kali tidak), yakni bahwa perkara yang sebenarnya tidak seperti yang diucapkan oleh (sebagian) orang. Bahkan Aku (Allah Ta'ala) terkadang menguji dengan nikmat-Ku, sebagaimana terkadang Aku memberi nikmat dengan cobaan-Ku.
Selengkapnya: https://asysyariah.com/menyikapi-nikmat-dunia-sebagai-ujian/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MENYIKAPI NIKMAT DUNIA SEBAGAI UJIAN
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdulmu’thi, Lc hafizhahullah)
Adalah suatu anggapan yang keliru bila cobaan hanya terbatas pada yang tidak mengenakkan saja.
Sebut misalnya kefakiran dan penyakit. Pandangan yang sempit tentang cobaan tersebut merupakan akibat dari ketidaktahuan seorang tentang kehidupan dunia.
Padahal Allah Ta'ala di banyak ayat Al-Qur’an telah menegaskan, demikian pula Rasulullah ﷺ di sekian haditsnya, bahwa nikmat dan kesenangan duniawi merupakan ujian bagi hamba sebagaimana kesengsaraan hidup juga dijadikan cobaan. Allah Ta'ala berfirman:
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya’: 35)
◻️ Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata menafsirkan ayat ini:
“(Kami uji kalian) dengan kesusahan dan kesenangan, dengan sehat dan sakit, dengan kekayaan dan kefakiran, serta dengan yang halal dan yang haram. Semuanya adalah ujian.”
◻️Ibnu Yazid rahimahullah mengatakan:
“Kami uji kalian dengan sesuatu yang disenangi dan yang dibenci oleh kalian, agar Kami melihat bagaimana kesabaran dan syukur kalian.”
◻️ Al-Kalbi rahimahullah berkata:
“(Maksud Kami uji) dengan kejelekan adalah yang berupa kefakiran dan musibah. Sedangkan diuji dengan kebaikan adalah yang berupa harta dan anak.”
Dalam ayat lain, Allah Ta'ala juga berfirman:
فَأَمَّا ٱلْإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكْرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَكْرَمَنِ وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَهَٰنَنِ كَلَّا ۖ
“Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: ‘Rabbku telah memuliakanku.’ Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: ‘Rabbku menghinakanku.’ Sekali-kali tidak (demikian).” (Al-Fajr: 15-17)
Perhatikanlah ayat-ayat ini, bagaimana Allah Ta'ala menguji hamba-Nya dengan memberikan kemuliaan, nikmat, dan keluasan rezeki, sebagaimana pula Allah Ta'ala mengujinya dengan menyempitkan rezeki.
Dalam ayat ini Allah Ta'ala mengingkari orang yang menyangka bahwa diluaskannya rezeki seorang hamba merupakan bukti pemuliaan Allah Ta'ala kepadanya dan bahwa disempitkannya rezeki adalah bentuk dihinakannya hamba.
Allah Ta'ala mengingkari dengan mengatakan كَلَّا (Sekali-kali tidak), yakni bahwa perkara yang sebenarnya tidak seperti yang diucapkan oleh (sebagian) orang. Bahkan Aku (Allah Ta'ala) terkadang menguji dengan nikmat-Ku, sebagaimana terkadang Aku memberi nikmat dengan cobaan-Ku.
Selengkapnya: https://asysyariah.com/menyikapi-nikmat-dunia-sebagai-ujian/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
AsySyariah.com
Menyikapi Nikmat Dunia Sebagai Ujian
Suatu anggapan yang keliru apabila cobaan hanya terbatas pada hal yang tidak mengenakkan saja. Sebut misalnya kefakiran dan penyakit. Pandangan yang sempit tentang cobaan tersebut merupakan akibat dari ketidaktahuan seorang tentang kehidupan dunia. Allah…
::
🚇 JANGAN TERTIPU DENGAN KEHIDUPAN DUNIA!
Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullaah :
احذر يا أخي لا تغرنك الحياة الدنيا ولا يغرنك بالله الغرور
•أنت إن وسع الله عليك الرزق وشكرته فهو خير لك. وإن ضيق عليك الرزق فصبرت فهو خير لك.
•أما أن تجعل الدنيا أكبر همك ومبلغ علمك فهو خسارة في الدنيا والآخرة.
✒️ شرح رياض الصالحين/ ج6/ ص688.
"Wahai saudaraku waspadalah engkau jangan sampai kehidupan dunia itu memperdayakanmu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu membuatmu terpedaya dari mengingat Allah.
◻️Jika Allah memberimu keluasan dalam rezeki lalu engkau bersyukur atasnya, maka hal itu lebih baik bagimu.
◻️Namun seandainya Allah mempersempit rezekimu lalu engkau bersabar, maka itu lebih baik bagimu.
Adapun ketika engkau menjadikan dunia sebagai cita-cita terbesarmu dan puncak pengetahuanmu, maka yang demikian itu adalah kerugian di dunia dan di akhirat."
✒️ Sumber : Syarah Riyadhus Sholihin 6/688 | @KajianIslamTemanggung
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 JANGAN TERTIPU DENGAN KEHIDUPAN DUNIA!
Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullaah :
احذر يا أخي لا تغرنك الحياة الدنيا ولا يغرنك بالله الغرور
•أنت إن وسع الله عليك الرزق وشكرته فهو خير لك. وإن ضيق عليك الرزق فصبرت فهو خير لك.
•أما أن تجعل الدنيا أكبر همك ومبلغ علمك فهو خسارة في الدنيا والآخرة.
✒️ شرح رياض الصالحين/ ج6/ ص688.
"Wahai saudaraku waspadalah engkau jangan sampai kehidupan dunia itu memperdayakanmu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu membuatmu terpedaya dari mengingat Allah.
◻️Jika Allah memberimu keluasan dalam rezeki lalu engkau bersyukur atasnya, maka hal itu lebih baik bagimu.
◻️Namun seandainya Allah mempersempit rezekimu lalu engkau bersabar, maka itu lebih baik bagimu.
Adapun ketika engkau menjadikan dunia sebagai cita-cita terbesarmu dan puncak pengetahuanmu, maka yang demikian itu adalah kerugian di dunia dan di akhirat."
✒️ Sumber : Syarah Riyadhus Sholihin 6/688 | @KajianIslamTemanggung
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 PERJALANAN HIDUP DI DUNIA INl
اَرَضِيْتُمْ بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
"Apakah kalian lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat tidak lain hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah: 38)
lmam Abdurrahman As Sa'di rahimahullah mengatakan dalam Tafsirnya,
('Apakah kalian lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat?') Maknanya bahwa, tidaklah keadaan kalian kecuali seperti keadaan orang yang lebih senang kepada dunia dan mengusahakannya serta tidak peduli kepada akhirat. Maka seakan-akan ia tidak beriman kepada akhirat.
('Padahal kenikmatan hidup di dunia ini'), yang membuat kalian condong kepadanya, dan kalian lebih mengutamakannya dari pada akhirat, ('Jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat tidak lain hanyalah sedikit'.) Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian akal yang dengannya kalian bisa menimbang urusan-urusan, dan (dengannya kalian bisa mengetahui) yang mana yang lebih berhak untuk diutamakan?
Bukankah dunia itu -dari awalnya sampai akhirnya- tidak ada nilainya dibandingkan dengan akhirat? Berapa panjang umur manusia? Pendek sekali umurnya di dunia. Lalu mengapa ia menjadikan dunia sebagai cita-cita hidupnya yang paling tinggi, yang tidak ada cita-cita lain selain itu?
Lalu ia menjadikan usahanya, kerja kerasnya, pikirannya dan keinginannya tidak lebih dari kehidupan dunia yang pendek yang penuh dengan kotoran, yang penuh dengan bahaya?
Dengan pandangan yang mana kalian memandang untuk mengutamakan dunia dari pada negeri akhirat yang menghimpun segala kenikmatan, di dalamnya ada apa saja yang diinginkan oleh jiwat dan dinikmati oleh mata, kalian kekal di dalamnya?
Demi Allah, tidak akan mengutamakan dunia dari pada akhirat siapa saja yang di dalam hatinya ada keimanan, tidak pula siapa yang sehat pikirannya, tidak pula siapa yang dianggap memiliki akal.“
📚 Taisirul Karimir Rahman Fii Tafsiril Kalaamil Mannaan - lmam Abdurrahmah As Sa'di rahimahullah | @forumIlmiyahkaranganyar
الفقير إلى مغفرة ربه أبو يحيى
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PERJALANAN HIDUP DI DUNIA INl
اَرَضِيْتُمْ بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
"Apakah kalian lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat tidak lain hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah: 38)
lmam Abdurrahman As Sa'di rahimahullah mengatakan dalam Tafsirnya,
('Apakah kalian lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat?') Maknanya bahwa, tidaklah keadaan kalian kecuali seperti keadaan orang yang lebih senang kepada dunia dan mengusahakannya serta tidak peduli kepada akhirat. Maka seakan-akan ia tidak beriman kepada akhirat.
('Padahal kenikmatan hidup di dunia ini'), yang membuat kalian condong kepadanya, dan kalian lebih mengutamakannya dari pada akhirat, ('Jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat tidak lain hanyalah sedikit'.) Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian akal yang dengannya kalian bisa menimbang urusan-urusan, dan (dengannya kalian bisa mengetahui) yang mana yang lebih berhak untuk diutamakan?
Bukankah dunia itu -dari awalnya sampai akhirnya- tidak ada nilainya dibandingkan dengan akhirat? Berapa panjang umur manusia? Pendek sekali umurnya di dunia. Lalu mengapa ia menjadikan dunia sebagai cita-cita hidupnya yang paling tinggi, yang tidak ada cita-cita lain selain itu?
Lalu ia menjadikan usahanya, kerja kerasnya, pikirannya dan keinginannya tidak lebih dari kehidupan dunia yang pendek yang penuh dengan kotoran, yang penuh dengan bahaya?
Dengan pandangan yang mana kalian memandang untuk mengutamakan dunia dari pada negeri akhirat yang menghimpun segala kenikmatan, di dalamnya ada apa saja yang diinginkan oleh jiwat dan dinikmati oleh mata, kalian kekal di dalamnya?
Demi Allah, tidak akan mengutamakan dunia dari pada akhirat siapa saja yang di dalam hatinya ada keimanan, tidak pula siapa yang sehat pikirannya, tidak pula siapa yang dianggap memiliki akal.“
📚 Taisirul Karimir Rahman Fii Tafsiril Kalaamil Mannaan - lmam Abdurrahmah As Sa'di rahimahullah | @forumIlmiyahkaranganyar
الفقير إلى مغفرة ربه أبو يحيى
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 HAKEKAT DUNIA ADALAH RENDAH DAN HINA
✍🏼 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
وأما الدنيا فأمرها حقير، وكبيرها صغير، وغاية أمرها يعود إلى الرياسة والمال، وغاية ذي الرياسة أن يكون كفرعون الذي أغرقه الله في اليمّ انتقامًا منه، وغاية ذي المال أن يكون كقارون الذي خسف الله به الأرض فهو يتجلجل فيها إلى يوم القيامة لَمَّا آذى نبي الله موسى.
"Adapun dunia ini maka urusannya hina, yang dianggap besar darinya sebenarnya adalah kecil, puncak urusannya bermuara kepada kepemimpinan dan harta:
◻️Puncak orang yang memiliki kekuasaan dia akan menjadi seperti Fir'aun yang ditenggelamkan oleh Allah di laut sebagai hukuman dari-Nya,
◻️Sedangkan puncak orang yang memiliki harta dia akan menjadi seperti Qarun yang Allah benamkan ke dalam perut bumi sehingga dia di dalamnya terus menerus bergerak ke bawah hingga hari kiamat ketika dia menyakiti nabi utusan Allah, Musa."
📚 Ar-Risalah al-Qibrushiyyah, hlm. 23 | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HAKEKAT DUNIA ADALAH RENDAH DAN HINA
✍🏼 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
وأما الدنيا فأمرها حقير، وكبيرها صغير، وغاية أمرها يعود إلى الرياسة والمال، وغاية ذي الرياسة أن يكون كفرعون الذي أغرقه الله في اليمّ انتقامًا منه، وغاية ذي المال أن يكون كقارون الذي خسف الله به الأرض فهو يتجلجل فيها إلى يوم القيامة لَمَّا آذى نبي الله موسى.
"Adapun dunia ini maka urusannya hina, yang dianggap besar darinya sebenarnya adalah kecil, puncak urusannya bermuara kepada kepemimpinan dan harta:
◻️Puncak orang yang memiliki kekuasaan dia akan menjadi seperti Fir'aun yang ditenggelamkan oleh Allah di laut sebagai hukuman dari-Nya,
◻️Sedangkan puncak orang yang memiliki harta dia akan menjadi seperti Qarun yang Allah benamkan ke dalam perut bumi sehingga dia di dalamnya terus menerus bergerak ke bawah hingga hari kiamat ketika dia menyakiti nabi utusan Allah, Musa."
📚 Ar-Risalah al-Qibrushiyyah, hlm. 23 | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 DUNIA: RENUNGAN TENTANG REZEKI DAN KEMATIAN
🖋 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
Fokuslah untuk memikirkan apa yang diperintahkan kepadamu. Jangan sibuk memikirkan apa yang sudah dijamin bagimu. Sesungguhnya rezeki dan ajal adalah dua kepastian yang beriringan. Selama ajal belum tiba, rezeki akan terus ada.
Apabila Allah dengan hikmah-Nya menutup satu jalan rezeki untukmu, Allah akan buka jalan lain yang lebih bermanfaat dengan rahmat-Nya.
Renungkanlah keadaan janin. Makanannya datang dari satu jalan, yaitu tali pusar. Ketika dia sudah lahir, hilanglah jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka dua jalan rezeki lain yang lebih baik dan lezat untuknya, yaitu ASI yang mengenyangkan.
Apabila selesai masa persusuannya, hilanglah dua jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka empat jalan rezeki yang lebih sempurna, yaitu dua makanan dan dua minuman.
Dua makanan itu adalah hewan dan tumbuhan. Adapun dua minuman itu adalah air dan susu, serta minuman lezat dan bermanfaat lain yang tergolong di dalamnya.
Apabila dia meninggal, selesailah empat jalan rezekinya. Akan tetapi, jika dia termasuk orang yang berbahagia di akhirat, Allah subhanahu wa ta'ala akan buka delapan jalan rezeki untuknya, yaitu delapan pintu surga yang bisa dia masuki dari mana pun.
Demikianlah, tidaklah Allah subhanahu wa ta'ala halangi seorang mukmin untuk mendapatkan suatu kenikmatan dunia, melainkan untuk memberi sesuatu yang lebih mulia dan bermanfaat untuknya.
Hal ini tidak Allah berikan kepada selain orang mukmin.
فَإِنَّهُ يمنعهُ الْحَظ الْأَدْنَى الخسيس، وَلَا يرضى لَهُ بِه،ِ ليعطيَه الْحَظ الْأَعْلَى النفيس.
Allah menghalangi dan tidak ridha hamba-Nya mendapat sesuatu yang rendah dan hina, dalam rangka untuk memberinya sesuatu yang lebih tinggi dan berharga.
Seorang hamba, karena kebodohannya akan maslahat dirinya; kemuliaan, hikmah dan kelembutan-Nya; dia tidak tahu perbandingan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya dengan sesuatu yang disimpan untuknya.
Bahkan, dia lebih senang dengan kenikmatan yang bersifat segera meskipun rendah. Dia tidak berhasrat terhadap kenikmatan yang bersifat ditunda meskipun lebih tinggi nilainya.
Kalau seorang hamba mau jujur kepada Rabb-Nya--betapa jauh akan hal itu--, niscaya dia akan mengetahui bahwa karunia Allah kepadanya dengan menghalanginya mendapat kelezatan dunia, lebih besar dari karunia-Nya dengan dunia yang diberikan kepadanya.
◻️Tidaklah Allah menghalangi suatu pemberian kepada hamba melainkan untuk memberikan yang lebih baik baginya.
◻️Tidaklah Allah memberi ujian untuknya melainkan untuk menyelamatkan dan membersihkan dirinya.
◻️Tidaklah Allah mematikannya melainkan untuk memberi kehidupan yang lebih baik untuknya.
◻️Tidaklah Allah mengantarkan dia ke negeri akhirat melainkan agar dia bersiap-siap untuk mendatanginya dan menempuh jalan ke sana.
جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
"Allah jadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa pun yang hendak mengingat dan bersyukur kepada-Nya." (Al-Furqan: 62)
وَأبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُوراً
"Tidaklah orang-orang zalim mau memilih selain kekafiran." (Al-Isra': 99)
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
📚 Al-Fawaid, hlm. 79--80 | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 DUNIA: RENUNGAN TENTANG REZEKI DAN KEMATIAN
🖋 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
Fokuslah untuk memikirkan apa yang diperintahkan kepadamu. Jangan sibuk memikirkan apa yang sudah dijamin bagimu. Sesungguhnya rezeki dan ajal adalah dua kepastian yang beriringan. Selama ajal belum tiba, rezeki akan terus ada.
Apabila Allah dengan hikmah-Nya menutup satu jalan rezeki untukmu, Allah akan buka jalan lain yang lebih bermanfaat dengan rahmat-Nya.
Renungkanlah keadaan janin. Makanannya datang dari satu jalan, yaitu tali pusar. Ketika dia sudah lahir, hilanglah jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka dua jalan rezeki lain yang lebih baik dan lezat untuknya, yaitu ASI yang mengenyangkan.
Apabila selesai masa persusuannya, hilanglah dua jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka empat jalan rezeki yang lebih sempurna, yaitu dua makanan dan dua minuman.
Dua makanan itu adalah hewan dan tumbuhan. Adapun dua minuman itu adalah air dan susu, serta minuman lezat dan bermanfaat lain yang tergolong di dalamnya.
Apabila dia meninggal, selesailah empat jalan rezekinya. Akan tetapi, jika dia termasuk orang yang berbahagia di akhirat, Allah subhanahu wa ta'ala akan buka delapan jalan rezeki untuknya, yaitu delapan pintu surga yang bisa dia masuki dari mana pun.
Demikianlah, tidaklah Allah subhanahu wa ta'ala halangi seorang mukmin untuk mendapatkan suatu kenikmatan dunia, melainkan untuk memberi sesuatu yang lebih mulia dan bermanfaat untuknya.
Hal ini tidak Allah berikan kepada selain orang mukmin.
فَإِنَّهُ يمنعهُ الْحَظ الْأَدْنَى الخسيس، وَلَا يرضى لَهُ بِه،ِ ليعطيَه الْحَظ الْأَعْلَى النفيس.
Allah menghalangi dan tidak ridha hamba-Nya mendapat sesuatu yang rendah dan hina, dalam rangka untuk memberinya sesuatu yang lebih tinggi dan berharga.
Seorang hamba, karena kebodohannya akan maslahat dirinya; kemuliaan, hikmah dan kelembutan-Nya; dia tidak tahu perbandingan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya dengan sesuatu yang disimpan untuknya.
Bahkan, dia lebih senang dengan kenikmatan yang bersifat segera meskipun rendah. Dia tidak berhasrat terhadap kenikmatan yang bersifat ditunda meskipun lebih tinggi nilainya.
Kalau seorang hamba mau jujur kepada Rabb-Nya--betapa jauh akan hal itu--, niscaya dia akan mengetahui bahwa karunia Allah kepadanya dengan menghalanginya mendapat kelezatan dunia, lebih besar dari karunia-Nya dengan dunia yang diberikan kepadanya.
◻️Tidaklah Allah menghalangi suatu pemberian kepada hamba melainkan untuk memberikan yang lebih baik baginya.
◻️Tidaklah Allah memberi ujian untuknya melainkan untuk menyelamatkan dan membersihkan dirinya.
◻️Tidaklah Allah mematikannya melainkan untuk memberi kehidupan yang lebih baik untuknya.
◻️Tidaklah Allah mengantarkan dia ke negeri akhirat melainkan agar dia bersiap-siap untuk mendatanginya dan menempuh jalan ke sana.
جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
"Allah jadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa pun yang hendak mengingat dan bersyukur kepada-Nya." (Al-Furqan: 62)
وَأبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُوراً
"Tidaklah orang-orang zalim mau memilih selain kekafiran." (Al-Isra': 99)
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
📚 Al-Fawaid, hlm. 79--80 | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 BERSYUKUR DI BAWAH RINTIK KESABARAN
Betapa sedihnya kita manakala tergolong hamba yang kurang bersyukur dan minim kesabaran?! Sampai kapankah kita rela mendekam di balik jeruji kenistaan?!
Padahal syukur dan sabar ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Bahkan, keduanya merupakan bagian inti dari keimanan.
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Iman terdiri dari dua bagian. Pertama sabar, dan yang kedua syukur." (Uddatush Shabirin, hlm. 93)
Betapa indahnya sebuah ungkapan, "Bersyukur di bawah rintik kesabaran."
Saudaraku...
Memang, seringkali manusia tak menyadari manakala dirinya berada dalam kenikmatan. Yang selalu bersemayam dalam jiwanya adalah kekurangan dan kesempitan.
Di sisi yang lain adalah panjangnya angan-angan. Terlebih bila selalu menatap gemerlapnya dunia dan keadaan orang yang lebih berkecukupan. Jiwanya seakan meronta, "Sampai kapan aku hidup dalam penderitaan?"
Itulah manusia, tak banyak dari mereka yang pandai bersyukur kepada Allah Dzat Yang Mahakaya lagi Maharahman. Allah berfirman,
وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
"Dan sedikit sekali di antara para hamba-Ku yang pandai bersyukur." (Saba': 34)
Padahal dengan bersyukur itulah kenikmatan yang tercurah akan semakin ditambah oleh Ar-Rahman. Kenikmatan di atas kenikmatan. Allah berfirman,
لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sungguh jika kalian bersyukur niscaya Aku akan tambahkan (nikmat-Ku) kepada kalian. Namun jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), sungguh azab-Ku amat dahsyat." (Ibrahim: 7)
Semoga untaian kata ini tersemat sebagai nasehat yang menyejukkan. Menjadi pengingat dalam kelalaian dan pelita dalam kegelapan. Sekaligus sebagai pendongkrak bagi kualitas syukur dan sabar kita di hari-hari penuh ujian.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
"Ya Allah bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah yang terbaik kepada-Mu."
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
📝 20 Ramadhan 1441 H / 13 Mei 2020 M | Muhibbukum fillah Ruwaifi' bin Sulaimi
Sumber: https://www.tanggapcovid19.com/bersyukur-di-bawah-rintik-kesabaran/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BERSYUKUR DI BAWAH RINTIK KESABARAN
Betapa sedihnya kita manakala tergolong hamba yang kurang bersyukur dan minim kesabaran?! Sampai kapankah kita rela mendekam di balik jeruji kenistaan?!
Padahal syukur dan sabar ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Bahkan, keduanya merupakan bagian inti dari keimanan.
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Iman terdiri dari dua bagian. Pertama sabar, dan yang kedua syukur." (Uddatush Shabirin, hlm. 93)
Betapa indahnya sebuah ungkapan, "Bersyukur di bawah rintik kesabaran."
Saudaraku...
Memang, seringkali manusia tak menyadari manakala dirinya berada dalam kenikmatan. Yang selalu bersemayam dalam jiwanya adalah kekurangan dan kesempitan.
Di sisi yang lain adalah panjangnya angan-angan. Terlebih bila selalu menatap gemerlapnya dunia dan keadaan orang yang lebih berkecukupan. Jiwanya seakan meronta, "Sampai kapan aku hidup dalam penderitaan?"
Itulah manusia, tak banyak dari mereka yang pandai bersyukur kepada Allah Dzat Yang Mahakaya lagi Maharahman. Allah berfirman,
وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
"Dan sedikit sekali di antara para hamba-Ku yang pandai bersyukur." (Saba': 34)
Padahal dengan bersyukur itulah kenikmatan yang tercurah akan semakin ditambah oleh Ar-Rahman. Kenikmatan di atas kenikmatan. Allah berfirman,
لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sungguh jika kalian bersyukur niscaya Aku akan tambahkan (nikmat-Ku) kepada kalian. Namun jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), sungguh azab-Ku amat dahsyat." (Ibrahim: 7)
Semoga untaian kata ini tersemat sebagai nasehat yang menyejukkan. Menjadi pengingat dalam kelalaian dan pelita dalam kegelapan. Sekaligus sebagai pendongkrak bagi kualitas syukur dan sabar kita di hari-hari penuh ujian.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
"Ya Allah bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah yang terbaik kepada-Mu."
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
📝 20 Ramadhan 1441 H / 13 Mei 2020 M | Muhibbukum fillah Ruwaifi' bin Sulaimi
Sumber: https://www.tanggapcovid19.com/bersyukur-di-bawah-rintik-kesabaran/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 DUNIA ADALAH PERSINGGAHAN DAN AKHIRAT ADALAH KAMPUNG HALAMAN
✍🏻 Malik bin Dinar rahimahullah berkata,
إن الله جعل الدنيا دار مفر والآخرة دار مقر، فخذوا لمقركم من مفركم، وأخرجوا الدنيا من قلوبكم قبل أن تخرج منها أبدانكم
“Sesungguhnya, Allah menjadikan dunia sebagai tempat persinggahan dan akhirat sebagai kampung halaman.
Oleh karena itu, persiapkanlah bekal di tempat persinggahan untuk menuju kampung halaman.
Keluarkanlah dunia dari hati kalian sebelum badan kalian keluar dari dunia.
ولا تهتكوا أستاركم عند من يعلم أسراركم، ففي الدنيا حييتم ولغيرها خلقتم
Jangan kalian buka tabir aib kalian di hadapan Dzat yang mengetahui segala rahasia kalian.
Di dunia kalian diberi kehidupan, untuk tempat lain (akhirat) kalian diciptakan.
إنما مثل الدنيا كالسم أكله من لا يعرفه، واجتنبه من عرفه، ومثل الدنيا مثل الحية مسها لين، وفي جوفها السم القاتل يحذرها ذو العقول، ويهوي إليها الصبيان بأيديهم
Dunia ibarat racun, dimakan oleh orang yang tidak mengetahui (hakikatnya), dijauhi oleh orang yang mengetahui (hakikatnya).
Dunia juga ibarat ular, licin ketika disentuh, namun di mulutnya ada racun yang membunuh.
Diwaspadai orang yang berakal, namun disenangi oleh anak-anak kecil.”
📚 (Shifatu Shafwah, 3/200) | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 DUNIA ADALAH PERSINGGAHAN DAN AKHIRAT ADALAH KAMPUNG HALAMAN
✍🏻 Malik bin Dinar rahimahullah berkata,
إن الله جعل الدنيا دار مفر والآخرة دار مقر، فخذوا لمقركم من مفركم، وأخرجوا الدنيا من قلوبكم قبل أن تخرج منها أبدانكم
“Sesungguhnya, Allah menjadikan dunia sebagai tempat persinggahan dan akhirat sebagai kampung halaman.
Oleh karena itu, persiapkanlah bekal di tempat persinggahan untuk menuju kampung halaman.
Keluarkanlah dunia dari hati kalian sebelum badan kalian keluar dari dunia.
ولا تهتكوا أستاركم عند من يعلم أسراركم، ففي الدنيا حييتم ولغيرها خلقتم
Jangan kalian buka tabir aib kalian di hadapan Dzat yang mengetahui segala rahasia kalian.
Di dunia kalian diberi kehidupan, untuk tempat lain (akhirat) kalian diciptakan.
إنما مثل الدنيا كالسم أكله من لا يعرفه، واجتنبه من عرفه، ومثل الدنيا مثل الحية مسها لين، وفي جوفها السم القاتل يحذرها ذو العقول، ويهوي إليها الصبيان بأيديهم
Dunia ibarat racun, dimakan oleh orang yang tidak mengetahui (hakikatnya), dijauhi oleh orang yang mengetahui (hakikatnya).
Dunia juga ibarat ular, licin ketika disentuh, namun di mulutnya ada racun yang membunuh.
Diwaspadai orang yang berakal, namun disenangi oleh anak-anak kecil.”
📚 (Shifatu Shafwah, 3/200) | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 SENANG TAMPIL DAN SUKA PUJIAN: NASEHAT UNTUK PARA PENUNTUT ILMU
✍🏻 Al-Imam adz-Dzahaby rahimahullah berkata:
ينبغي للعالم أن يتكلم بنية وحسن قصد، فإن أعجبه كلامه فليصمت، فإن أعجبه الصمت فلينطق، ولا يفتر من محاسبة نفسه، فإنها تحب الظهور والثناء.
"Sepantasnya bagi seorang ulama untuk berbicara dengan niat dan tujuan yang baik:
◻️ Jika ucapannya membuat dirinya sendiri terkagum maka hendaknya dia berhenti bicara, dan
◻️ Jika diamnya membuat dirinya kagum maka hendaknya dia berbicara.
Dan jangan pernah bosan melakukan instropeksi diri, karena tabiat jiwa adalah senang tampil dan suka pujian."
📚 Siyar A'lamin Nubala'
Sumber: https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/758808415464398848 |@ForumSalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SENANG TAMPIL DAN SUKA PUJIAN: NASEHAT UNTUK PARA PENUNTUT ILMU
✍🏻 Al-Imam adz-Dzahaby rahimahullah berkata:
ينبغي للعالم أن يتكلم بنية وحسن قصد، فإن أعجبه كلامه فليصمت، فإن أعجبه الصمت فلينطق، ولا يفتر من محاسبة نفسه، فإنها تحب الظهور والثناء.
"Sepantasnya bagi seorang ulama untuk berbicara dengan niat dan tujuan yang baik:
◻️ Jika ucapannya membuat dirinya sendiri terkagum maka hendaknya dia berhenti bicara, dan
◻️ Jika diamnya membuat dirinya kagum maka hendaknya dia berbicara.
Dan jangan pernah bosan melakukan instropeksi diri, karena tabiat jiwa adalah senang tampil dan suka pujian."
📚 Siyar A'lamin Nubala'
Sumber: https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/758808415464398848 |@ForumSalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Twitter
عرفات بن حسن المحمدي
ينبغي للعالم أن يتكلم بنية وحسن قصد فإن أعجبه كلامه فليصمت فإن أعجبه الصمت فلينطق ولايفتر من محاسبة نفسه فإنها تحب الظهور والثناء السير٤٩٤/٤