::
🚇 MENJAWAB SALAM DENGAN REDAKSI LEBIH PENDEK
🎙️ As-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Jika seseorang menjawab salam dengan redaksi yang lebih pendek seperti ketika seseorang mengucapkan salam, "Assalamualaikum warahmatullah"
maka dia menjawab dengan mengucapkan "wa'alaikum salam" saja, apakah dia berdosa ?
J a w a b a n :
ظاهر الآية أنه يأثم، لأنه لم يردها، ولم يرد بأحسن منها.
"Yang nampak pada ayat (QS. An-Nisa : 86)* adalah dia telah berdosa, karena dia belum menjawab salam tersebut (dengan jawaban yang sama) dan tidak pula dia menjawab salam dengan jawaban yang lebih baik darinya."
📚 At-Ta'liq 'ala Shahih Muslim jilid 1 hal 217 | @KajianIslamTemanggung
_____________
(*) Catatan dari kami :
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ
"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)." (Q.S. An-Nisa ayat 86)
CARA MENJAWAB SALAM KETIKA TIDAK SANGGUP LAGI DENGAN UCAPAN
Berkata Al-Marrudzi rahimahullah,
إنّ أبا عبد الله لمّا اشتد به المرض، كانَ ربّما أذِنَ للنّاس، فيدخلون عليه أفواجاً أفواجاً، يُسَلِّمونَ عليه، فيرد عليهم بيده .
"Tatkala sakit Imam Ahmad kian parah, terkadang beliau masih mengizinkan orang-orang untuk menemui beliau. Mereka masuk berkelompok-kelompok dan mengucapkan salam. Imam Ahmad menjawab salam mereka dengan isyarat tangan." (Syarah Manzhumah Al-Adab, hlm. 209)
✍ -- Sungai Mahakam || Kalimantan Timur -- Hari Ahadi, (18:22) 09 Syawal 1440 / 13 Juni 2019 | @nasehatetam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MENJAWAB SALAM DENGAN REDAKSI LEBIH PENDEK
🎙️ As-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Jika seseorang menjawab salam dengan redaksi yang lebih pendek seperti ketika seseorang mengucapkan salam, "Assalamualaikum warahmatullah"
maka dia menjawab dengan mengucapkan "wa'alaikum salam" saja, apakah dia berdosa ?
J a w a b a n :
ظاهر الآية أنه يأثم، لأنه لم يردها، ولم يرد بأحسن منها.
"Yang nampak pada ayat (QS. An-Nisa : 86)* adalah dia telah berdosa, karena dia belum menjawab salam tersebut (dengan jawaban yang sama) dan tidak pula dia menjawab salam dengan jawaban yang lebih baik darinya."
📚 At-Ta'liq 'ala Shahih Muslim jilid 1 hal 217 | @KajianIslamTemanggung
_____________
(*) Catatan dari kami :
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ
"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)." (Q.S. An-Nisa ayat 86)
CARA MENJAWAB SALAM KETIKA TIDAK SANGGUP LAGI DENGAN UCAPAN
Berkata Al-Marrudzi rahimahullah,
إنّ أبا عبد الله لمّا اشتد به المرض، كانَ ربّما أذِنَ للنّاس، فيدخلون عليه أفواجاً أفواجاً، يُسَلِّمونَ عليه، فيرد عليهم بيده .
"Tatkala sakit Imam Ahmad kian parah, terkadang beliau masih mengizinkan orang-orang untuk menemui beliau. Mereka masuk berkelompok-kelompok dan mengucapkan salam. Imam Ahmad menjawab salam mereka dengan isyarat tangan." (Syarah Manzhumah Al-Adab, hlm. 209)
✍ -- Sungai Mahakam || Kalimantan Timur -- Hari Ahadi, (18:22) 09 Syawal 1440 / 13 Juni 2019 | @nasehatetam
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 CARA MENJAWAB SALAM TATKALA KITA SEDANG SHALAT
🔊Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibn Baaz rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Diriwayatkan dari Nabi ﷺ, kalau Beliau dulu menjawab salam dengan isyarat ketika beliau sedang shalat. Apakah hadits ini mansukh dengan hadits atau ayat?
J a w a b a n :
لا ما هو منسوخ، المصلي يرد السلام بالإشارة إذا سلم عليك ترد عليه بالإشارة هكذا بيدك كأنك تصافح أو برأسك لا بأس، النبي كان يرد عليهم بالإشارة يقول هكذا بيده عليه الصلاة والسلام، بطنه إلى الأرض وظهرها إلى السماء كأنه يصافح، إشارة إلى رد السلام.
"Tidak, itu tidak mansukh. Seorang yang sedang shalat menjawab salam dengan isyarat jika ada seorang yang mengucapkan salam kepadamu, engkau menjawabnya dengan isyarat demikian dengan tanganmu.
Seolah-olah engkau hendak menjabat tangannya, atau isyarat dengan kepalamu, tidak mengapa.
Nabi ﷺ dulu menjawab salam mereka dengan isyarat melakukan demikian dengan tangannya.
Telapak tanganya menghadap ke bawah dan punggungnya ke atas, seolah-olah hendak berjabat tangan. Isyarat untuk menjawab salam (dalam shalat)".
Penanya :
Katanya, Beliau ﷺ dulu pernah membuka pintu tatkala beliau sedang shalat, apakah ini benar?
Jawab syaikh :
نَعَمْ، نَعَمْ لِلْحَاجَةِ قَلٍيْلاً لَا بَأس.
"Ya, itu benar jika ada hajat sedikit, maka tidak mengapa".
Sumber: https://bit.ly/2Vlr7sR @ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 CARA MENJAWAB SALAM TATKALA KITA SEDANG SHALAT
🔊Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibn Baaz rahimahullah
P e r t a n y a a n :
Diriwayatkan dari Nabi ﷺ, kalau Beliau dulu menjawab salam dengan isyarat ketika beliau sedang shalat. Apakah hadits ini mansukh dengan hadits atau ayat?
J a w a b a n :
لا ما هو منسوخ، المصلي يرد السلام بالإشارة إذا سلم عليك ترد عليه بالإشارة هكذا بيدك كأنك تصافح أو برأسك لا بأس، النبي كان يرد عليهم بالإشارة يقول هكذا بيده عليه الصلاة والسلام، بطنه إلى الأرض وظهرها إلى السماء كأنه يصافح، إشارة إلى رد السلام.
"Tidak, itu tidak mansukh. Seorang yang sedang shalat menjawab salam dengan isyarat jika ada seorang yang mengucapkan salam kepadamu, engkau menjawabnya dengan isyarat demikian dengan tanganmu.
Seolah-olah engkau hendak menjabat tangannya, atau isyarat dengan kepalamu, tidak mengapa.
Nabi ﷺ dulu menjawab salam mereka dengan isyarat melakukan demikian dengan tangannya.
Telapak tanganya menghadap ke bawah dan punggungnya ke atas, seolah-olah hendak berjabat tangan. Isyarat untuk menjawab salam (dalam shalat)".
Penanya :
Katanya, Beliau ﷺ dulu pernah membuka pintu tatkala beliau sedang shalat, apakah ini benar?
Jawab syaikh :
نَعَمْ، نَعَمْ لِلْحَاجَةِ قَلٍيْلاً لَا بَأس.
"Ya, itu benar jika ada hajat sedikit, maka tidak mengapa".
Sumber: https://bit.ly/2Vlr7sR @ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
binbaz.org.sa
كيفية رد السلام في الصلاة
الجواب:
لا ما هو منسوخ، المصلي يرد السلام بالإشارة إذا سلم عليك ترد عليه بالإشارة هكذا بيدك
لا ما هو منسوخ، المصلي يرد السلام بالإشارة إذا سلم عليك ترد عليه بالإشارة هكذا بيدك
::
🚇 BOLEHKAH MENJAWAB SALAM ORANG KAFIR?
🎙Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata,
قال بعض العلماء: إننا إذا علمنا أن غير المسلم سلم على المسلم بلفظٍ صريح، فقال: السلام عليك، فإنه لا حرج أن يقول عليك السلام؛ لأن النبي ﷺ بين العلة في كوننا نقول في الرد: وعليكم بأنهم كانوا يقولون: السام عليكم
"Sebagian ulama mengatakan: jika kita mengetahui bahwa non muslim mengucapkan salam kepada seorang muslim dengan lafadh yang jelas, dengan mengucapkan: Assalamu 'alaik (اَلسَّلاَمُ عَلَيْك), maka tidak mengapa ia menjawab 'alaikas salam (عَلَيْكَ السَّلاَم).
Karena Nabi ﷺ telah menjelaskan sebab kita mengucapkan pada saat menjawab salam dengan wa'alaikum (ْوَعَلَيْكُم); dikarenakan mereka (non muslim) dulu mengucapkan: (اَلسَّامُ عَلَيْكُم) as-samu 'alaikum (kematian atas kalian).
📨 Fatawa Nurun 'Ala ad Darb 261 | @ukhwh
APAKAH DIPERBOLEHKAN MENGUCAPKAN ْوَعَلَيْكُمُ السَّلاَم KETIKA MENJAWAB SALAM NON MUSLIM?
Pendapat asy-Syaikh al-Muhadits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullohu ta'ala:
فأجبت بالجواز بشرط أن يكون سلامه فصيحا بيّنا لا يلوي فيه لسانه كما كان اليهود يفعلونه مع النبي ﷺ وأصحابه بقولهم : السام عليكم، فأمر النبي بإجابتهم (و عليكم) فقط. ومما لاريب فيه أن أحدهم إذا سلم قائلا بصراحه السلام عليكم فرددنا عليه باقتضاء وعليك أنه ليس من العدل في شيئ _بله_ البر لأننا في الحالة نسوي بينه و بين من قد يقول منهم : السام عليكم وهذا ظلم ظاهر والله اعلم.
توجيه الساري للشيخ الألباني رحمه الله: (٢٢٧)
"Aku menjawab hal ini boleh dengan syarat salam yang diucapkannya: fasih, jelas, dan tidak memelintir lisannya.
Sebagaimana perbuatan orang-orang Yahudi mengucapkan salam kepada Rosululloh ﷺ dan para sahabatnya. Mereka mengucapkan ْاَلسَّامُ عَلَيْكُم (semoga kematian menimpamu) maka Nabi ﷺ memerintahkan untuk menjawab salam mereka dengan ucapan ْوَعَلَيْكُم saja (semoga juga menimpamu).
Maka tidak ada lagi keraguan dalam perkara ini apabila salah seorang di antara mereka mengucapkan salam dengan jelas ْاَلسَّلاَمُ عَلَيْكُم kemudian kita membalas salam seperlunya َوَعَلَيْك.
Sungguh perkara ini sama sekali tidak adil bahkan tidak termasuk kebaikan apabila kita dalam suatu keadaan menyamakan antara mereka (yang mengucapkan salam dengan jelas dan fasih) dengan mereka yang mengucapkan ُاَلسَّام عَلَيْكُم. Hal ini merupakan kezaliman yang jelas. Wallohu a'lam."
📚 Taujihu as-Saariy: 227 | @forumIlmiahkaranganyar
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BOLEHKAH MENJAWAB SALAM ORANG KAFIR?
🎙Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata,
قال بعض العلماء: إننا إذا علمنا أن غير المسلم سلم على المسلم بلفظٍ صريح، فقال: السلام عليك، فإنه لا حرج أن يقول عليك السلام؛ لأن النبي ﷺ بين العلة في كوننا نقول في الرد: وعليكم بأنهم كانوا يقولون: السام عليكم
"Sebagian ulama mengatakan: jika kita mengetahui bahwa non muslim mengucapkan salam kepada seorang muslim dengan lafadh yang jelas, dengan mengucapkan: Assalamu 'alaik (اَلسَّلاَمُ عَلَيْك), maka tidak mengapa ia menjawab 'alaikas salam (عَلَيْكَ السَّلاَم).
Karena Nabi ﷺ telah menjelaskan sebab kita mengucapkan pada saat menjawab salam dengan wa'alaikum (ْوَعَلَيْكُم); dikarenakan mereka (non muslim) dulu mengucapkan: (اَلسَّامُ عَلَيْكُم) as-samu 'alaikum (kematian atas kalian).
📨 Fatawa Nurun 'Ala ad Darb 261 | @ukhwh
APAKAH DIPERBOLEHKAN MENGUCAPKAN ْوَعَلَيْكُمُ السَّلاَم KETIKA MENJAWAB SALAM NON MUSLIM?
Pendapat asy-Syaikh al-Muhadits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullohu ta'ala:
فأجبت بالجواز بشرط أن يكون سلامه فصيحا بيّنا لا يلوي فيه لسانه كما كان اليهود يفعلونه مع النبي ﷺ وأصحابه بقولهم : السام عليكم، فأمر النبي بإجابتهم (و عليكم) فقط. ومما لاريب فيه أن أحدهم إذا سلم قائلا بصراحه السلام عليكم فرددنا عليه باقتضاء وعليك أنه ليس من العدل في شيئ _بله_ البر لأننا في الحالة نسوي بينه و بين من قد يقول منهم : السام عليكم وهذا ظلم ظاهر والله اعلم.
توجيه الساري للشيخ الألباني رحمه الله: (٢٢٧)
"Aku menjawab hal ini boleh dengan syarat salam yang diucapkannya: fasih, jelas, dan tidak memelintir lisannya.
Sebagaimana perbuatan orang-orang Yahudi mengucapkan salam kepada Rosululloh ﷺ dan para sahabatnya. Mereka mengucapkan ْاَلسَّامُ عَلَيْكُم (semoga kematian menimpamu) maka Nabi ﷺ memerintahkan untuk menjawab salam mereka dengan ucapan ْوَعَلَيْكُم saja (semoga juga menimpamu).
Maka tidak ada lagi keraguan dalam perkara ini apabila salah seorang di antara mereka mengucapkan salam dengan jelas ْاَلسَّلاَمُ عَلَيْكُم kemudian kita membalas salam seperlunya َوَعَلَيْك.
Sungguh perkara ini sama sekali tidak adil bahkan tidak termasuk kebaikan apabila kita dalam suatu keadaan menyamakan antara mereka (yang mengucapkan salam dengan jelas dan fasih) dengan mereka yang mengucapkan ُاَلسَّام عَلَيْكُم. Hal ini merupakan kezaliman yang jelas. Wallohu a'lam."
📚 Taujihu as-Saariy: 227 | @forumIlmiahkaranganyar
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 MANUSIA PALING BAKHIL (PELIT)
Dari ‘Abdullah bin Mughoffal radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
”أسْرَقُ الناسِ الذي يَسْرِقُ صلاتَه“. قيلَ: يا رسولَ الله! وكيفَ يسرِقُ صلاتَهُ؟ قال: ”لا يُتِمُّ ركوعَها ولا سُجودَها، وأبْخَلُ الناسِ مَنْ بَخِلَ بالسَّلامِ“.
“Seburuk-buruk pencuri adalah seseorang yang mencuri dari shalatnya. (Para sahabat bertanya) : “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang bisa mencuri dari shalatnya?” Beliau menjawab : “Ia tidak menyempurnakan ruku’nya dan tidak menyempurnakan sujudnya, dan manusia yang paling bakhil adalah orang yang bakhil mengucapkan salam.”
📚 Shahih at-Targhib wat Tarhib lisy Syaikh al-Albani, 2715. |@salafymajalengka
SEBARKAN SALAM
Abdullah bin ‘Amr ibnil ‘Ash, salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ memberitakan, “Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ, ‘Perangai Islam yang manakah yang paling baik?’ Beliau ﷺ menjawab:
تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Engkau memberi makan (kepada orang yang membutuhkan, pent.) serta mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.” (HR. Al-Bukhari no. 6236 dan Muslim no. 159)
Pada kesempatan lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا, وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا, أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian bisa saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan terhadap satu amalan yang bila kalian mengerjakannya kalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 192)
Dalam dua hadits di atas terdapat hasungan yang besar untuk menyebarkan salam kepada kaum muslimin seluruhnya, yang dikenal ataupun yang tidak.
◻️ Dan salam merupakan syiar kaum muslimin yang membedakan mereka dengan nonmuslim.
◻️ Salam merupakan sebab awal tumbuhnya kedekatan hati dan kunci yang mengundang rasa cinta.
Dengan menyebarkannya berarti menumbuhkan kedekatan hati di antara kaum muslimin, selain untuk menampakkan syiar mereka yang berbeda dengan orang-orang selain mereka. (Al-Minhaj 2/224, 225, Syarhu Riyadhish Shalihin, Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, 3/6)
Baca Selengkapnya di:
https://www.google.com/amp/s/asysyariah.com/sebarkan-salam/%3famp
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MANUSIA PALING BAKHIL (PELIT)
Dari ‘Abdullah bin Mughoffal radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
”أسْرَقُ الناسِ الذي يَسْرِقُ صلاتَه“. قيلَ: يا رسولَ الله! وكيفَ يسرِقُ صلاتَهُ؟ قال: ”لا يُتِمُّ ركوعَها ولا سُجودَها، وأبْخَلُ الناسِ مَنْ بَخِلَ بالسَّلامِ“.
“Seburuk-buruk pencuri adalah seseorang yang mencuri dari shalatnya. (Para sahabat bertanya) : “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang bisa mencuri dari shalatnya?” Beliau menjawab : “Ia tidak menyempurnakan ruku’nya dan tidak menyempurnakan sujudnya, dan manusia yang paling bakhil adalah orang yang bakhil mengucapkan salam.”
📚 Shahih at-Targhib wat Tarhib lisy Syaikh al-Albani, 2715. |@salafymajalengka
SEBARKAN SALAM
Abdullah bin ‘Amr ibnil ‘Ash, salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ memberitakan, “Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ, ‘Perangai Islam yang manakah yang paling baik?’ Beliau ﷺ menjawab:
تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Engkau memberi makan (kepada orang yang membutuhkan, pent.) serta mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.” (HR. Al-Bukhari no. 6236 dan Muslim no. 159)
Pada kesempatan lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا, وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا, أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian bisa saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan terhadap satu amalan yang bila kalian mengerjakannya kalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 192)
Dalam dua hadits di atas terdapat hasungan yang besar untuk menyebarkan salam kepada kaum muslimin seluruhnya, yang dikenal ataupun yang tidak.
◻️ Dan salam merupakan syiar kaum muslimin yang membedakan mereka dengan nonmuslim.
◻️ Salam merupakan sebab awal tumbuhnya kedekatan hati dan kunci yang mengundang rasa cinta.
Dengan menyebarkannya berarti menumbuhkan kedekatan hati di antara kaum muslimin, selain untuk menampakkan syiar mereka yang berbeda dengan orang-orang selain mereka. (Al-Minhaj 2/224, 225, Syarhu Riyadhish Shalihin, Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, 3/6)
Baca Selengkapnya di:
https://www.google.com/amp/s/asysyariah.com/sebarkan-salam/%3famp
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
AsySyariah.com
Sebarkan Salam
(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah) Abdullah bin ‘Amr ibnil ‘Ash c, salah seorang sahabat Rasulullah n memberitakan, “Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah n, ‘Perangai Islam yang manakah yang paling baik?’ Beliau n menjawab: تُطْعِمُ…
::
🚇 HUKUM MENITIPKAN SALAM ( TITIP SALAM )
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
“Bila ada seseorang menukilkan salam dari orang lain untukmu, maka engkau menjawabnya dengan ucapan, ‘Alaihis salam.’ Namun apakah wajib bagimu menyampaikan pesan bila ada yang berkata, ‘Sampaikan salamku kepada si Fulan,’ ataukah tidak wajib?
Ulama memberikan perincian terhadap permasalahan ini:
◻️ Jika engkau diharuskan menyampaikannya maka wajib engkau sampaikan salam tersebut, karena Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya.” (An-Nisa`: 58)
Berarti engkau sekarang memikul kewajiban tersebut.
◻️ Adapun bila orang itu berpesan kepadamu, ‘Sampaikan salamku kepada si Fulan,’ lalu ia diam tanpa ada ucapannya yang mengharuskanmu menyampaikan salamnya tersebut; Atau ketika dipesani demikian engkau berkata, ‘Iya, kalau aku ingat,’ atau ucapan yang semisal ini, maka tidak wajib bagimu menyampaikannya terkecuali bila engkau ingat.
Namun yang paling bagus, janganlah seseorang membebani orang lain dengan titipan salam ini, karena terkadang menyusahkan orang yang diamanahi. Hendaknya ia berkata, ‘Sampaikan salamku kepada orang yang menanyakanku.’ Ini ungkapan yang bagus.
Adapun bila seseorang dibebankan maka tidaklah bermanfaat, karena terkadang ia malu darimu hingga mengatakan, ‘Iya, aku akan menyampaikannya,’ kemudian dia lupa atau berlalu waktu yang panjang atau semisalnya (hingga salam itu tidak tersampaikan).”
(Syarh Riyadhish Shalihin, Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, 3/19)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Sumber: https://www.google.com/amp/s/asysyariah.com/sebarkan-salam/%3famp
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HUKUM MENITIPKAN SALAM ( TITIP SALAM )
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
“Bila ada seseorang menukilkan salam dari orang lain untukmu, maka engkau menjawabnya dengan ucapan, ‘Alaihis salam.’ Namun apakah wajib bagimu menyampaikan pesan bila ada yang berkata, ‘Sampaikan salamku kepada si Fulan,’ ataukah tidak wajib?
Ulama memberikan perincian terhadap permasalahan ini:
◻️ Jika engkau diharuskan menyampaikannya maka wajib engkau sampaikan salam tersebut, karena Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya.” (An-Nisa`: 58)
Berarti engkau sekarang memikul kewajiban tersebut.
◻️ Adapun bila orang itu berpesan kepadamu, ‘Sampaikan salamku kepada si Fulan,’ lalu ia diam tanpa ada ucapannya yang mengharuskanmu menyampaikan salamnya tersebut; Atau ketika dipesani demikian engkau berkata, ‘Iya, kalau aku ingat,’ atau ucapan yang semisal ini, maka tidak wajib bagimu menyampaikannya terkecuali bila engkau ingat.
Namun yang paling bagus, janganlah seseorang membebani orang lain dengan titipan salam ini, karena terkadang menyusahkan orang yang diamanahi. Hendaknya ia berkata, ‘Sampaikan salamku kepada orang yang menanyakanku.’ Ini ungkapan yang bagus.
Adapun bila seseorang dibebankan maka tidaklah bermanfaat, karena terkadang ia malu darimu hingga mengatakan, ‘Iya, aku akan menyampaikannya,’ kemudian dia lupa atau berlalu waktu yang panjang atau semisalnya (hingga salam itu tidak tersampaikan).”
(Syarh Riyadhish Shalihin, Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, 3/19)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Sumber: https://www.google.com/amp/s/asysyariah.com/sebarkan-salam/%3famp
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
AsySyariah.com
Sebarkan Salam
(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah) Abdullah bin ‘Amr ibnil ‘Ash c, salah seorang sahabat Rasulullah n memberitakan, “Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah n, ‘Perangai Islam yang manakah yang paling baik?’ Beliau n menjawab: تُطْعِمُ…
::
🚇 BOLEHKAH LAKI-LAKI MENGUCAPKAN SALAM KEPADA WANITA AJNABIYYAH (BUKAN MAHRAMNYA) DAN SEBALIKNYA?
◻️ Asy--Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah memberikan keterangan,
“Mengucapkan salam kepada wanita yang merupakan mahram adalah perkara sunnah. Sama saja baik itu istri, saudara perempuan, bibi, ataupun keponakan perempuan.
Adapun wanita ajnabiyyah, tidak boleh mengucapkan salam kepadanya kecuali bila wanita tersebut sudah tua dan aman dari fitnah. Bila tidak aman maka tidak boleh mengucapkan salam kepadanya.
Namun bila seseorang mendatangi rumahnya dan mendapatkan di rumahnya ada wanita yang dikenali lalu ia mengucapkan salam maka tidak apa-apa asalkan aman dari fitnah.
Demikian pula, wanita boleh mengucapkan salam kepada laki-laki ajnabi dengan syarat aman dari fitnah.” (Syarh Riyadhis Shalihin, 3/29)
◻️ Ketika ditanyakan kepada Asy-Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullah tentang hukum mengucapkan salam kepada wanita ajnabiyyah:
Beliau rahimahullah menyatakan tidak apa-apa mengucapkannya dari kejauhan, tanpa berjabat tangan. Dan si wanita menjawabnya, karena suara wanita bukanlah aurat.
Kecuali bila si lelaki menikmati suaranya (senang mendengar suara tersebut, merasa lezat karenanya dan menikmatinya), maka dalam keadaan seperti ini hukumnya haram. Karena si lelaki berarti terfitnah dengan wanita ajnabiyyah tersebut.” (Dari siaran radio acara Nurun ‘alad Darb, sebagaimana dinukil dalam Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, 2/965, 966)
Sumber: https://www.google.com/amp/s/asysyariah.com/sebarkan-salam/%3famp
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BOLEHKAH LAKI-LAKI MENGUCAPKAN SALAM KEPADA WANITA AJNABIYYAH (BUKAN MAHRAMNYA) DAN SEBALIKNYA?
◻️ Asy--Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah memberikan keterangan,
“Mengucapkan salam kepada wanita yang merupakan mahram adalah perkara sunnah. Sama saja baik itu istri, saudara perempuan, bibi, ataupun keponakan perempuan.
Adapun wanita ajnabiyyah, tidak boleh mengucapkan salam kepadanya kecuali bila wanita tersebut sudah tua dan aman dari fitnah. Bila tidak aman maka tidak boleh mengucapkan salam kepadanya.
Namun bila seseorang mendatangi rumahnya dan mendapatkan di rumahnya ada wanita yang dikenali lalu ia mengucapkan salam maka tidak apa-apa asalkan aman dari fitnah.
Demikian pula, wanita boleh mengucapkan salam kepada laki-laki ajnabi dengan syarat aman dari fitnah.” (Syarh Riyadhis Shalihin, 3/29)
◻️ Ketika ditanyakan kepada Asy-Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullah tentang hukum mengucapkan salam kepada wanita ajnabiyyah:
Beliau rahimahullah menyatakan tidak apa-apa mengucapkannya dari kejauhan, tanpa berjabat tangan. Dan si wanita menjawabnya, karena suara wanita bukanlah aurat.
Kecuali bila si lelaki menikmati suaranya (senang mendengar suara tersebut, merasa lezat karenanya dan menikmatinya), maka dalam keadaan seperti ini hukumnya haram. Karena si lelaki berarti terfitnah dengan wanita ajnabiyyah tersebut.” (Dari siaran radio acara Nurun ‘alad Darb, sebagaimana dinukil dalam Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, 2/965, 966)
Sumber: https://www.google.com/amp/s/asysyariah.com/sebarkan-salam/%3famp
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
AsySyariah.com
Sebarkan Salam
(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah) Abdullah bin ‘Amr ibnil ‘Ash c, salah seorang sahabat Rasulullah n memberitakan, “Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah n, ‘Perangai Islam yang manakah yang paling baik?’ Beliau n menjawab: تُطْعِمُ…
::
🚇 PERSAHABATAN YANG BERUBAH MENJADI MUSUH DI ALAM AKHIRAT
Allah Ta'ala berfirman :
قال الله تعالى: ﴿ الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ ﴾ [الزخرف: 67].
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (Q.S. Az-Zukhruf 67)
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan : Firman Allah: الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
كل صداقةٍ وصحابةٍ لغير الله فإنها تنقلب يوم القيامة عداوةً إلا ما كان لله عز وجل؛ فإنه دائم بدوامه
Setiap persahabatan dan pertemanan karena selain Allah maka itu akan berubah pada hari kiamat menjadi permusuhan. Kecuali kalau (pertemananya) karena Allah Ta'ala, maka hal itu akan langgeng abadi.
Demikian juga apa yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim alaihissalam :
﴿ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ ﴾ [العنكبوت: 25]
"Sesungguhnya berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kalian dalam kehidupan dunia ini. Kemudian pada hari kiamat sebagian kalian mengingkari sebagian (yang lainnya) dan sebagian kalian melaknat sebagian (yang lain); dan tempat kembalinya kaian adalah neraka, dan sekali-kali tak ada bagi kalian para penolongpun." (Q.S. Al-'Ankabut 25)
📝 Tafsir Ibnu Katsir 12/324 | @ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 PERSAHABATAN YANG BERUBAH MENJADI MUSUH DI ALAM AKHIRAT
Allah Ta'ala berfirman :
قال الله تعالى: ﴿ الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ ﴾ [الزخرف: 67].
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (Q.S. Az-Zukhruf 67)
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan : Firman Allah: الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
كل صداقةٍ وصحابةٍ لغير الله فإنها تنقلب يوم القيامة عداوةً إلا ما كان لله عز وجل؛ فإنه دائم بدوامه
Setiap persahabatan dan pertemanan karena selain Allah maka itu akan berubah pada hari kiamat menjadi permusuhan. Kecuali kalau (pertemananya) karena Allah Ta'ala, maka hal itu akan langgeng abadi.
Demikian juga apa yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim alaihissalam :
﴿ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ ﴾ [العنكبوت: 25]
"Sesungguhnya berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kalian dalam kehidupan dunia ini. Kemudian pada hari kiamat sebagian kalian mengingkari sebagian (yang lainnya) dan sebagian kalian melaknat sebagian (yang lain); dan tempat kembalinya kaian adalah neraka, dan sekali-kali tak ada bagi kalian para penolongpun." (Q.S. Al-'Ankabut 25)
📝 Tafsir Ibnu Katsir 12/324 | @ahlussunnahposo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 AGAR KECINTAAN DAN PERSATUAN SENANTIASA LANGGENG
Asy-Syaikh ‘Abdullah Alu Bassam rahimahullah berkata,
فيه الأمر باكتساب الأشياء التي تجلب المحبة والمودة والألفة من رد السلام وتشميت العاطس وإجابة الدعوة وعيادة المريض ونحو ذلك من الحقوق التي سنها الإسلام بين المسلمين لتمكن المودة والألفة بينهم وتوحد كلمتهم.
"Di dalam hadis Nabi ﷺ (kita) diperintahkan untuk melakukan amalan-amalan yang dapat menumbuhkan kecintaan, kasih sayang, dan persatuan seperti:
◽️Menebarkan salam,
◽️Menjawab bersin,
◽️Memenuhi undangan,
◽️Menjenguk orang sakit,
dan yang lainnya dari amalan-amalan yang dianjurkan Islam terhadap kaum muslimin untuk menguatkan kecintaan dan persatuan di antara mereka serta menyatukan kalimat mereka."
📖 Sumber:
Taudhih al-Ahkam, hlm. 602.
Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 AGAR KECINTAAN DAN PERSATUAN SENANTIASA LANGGENG
Asy-Syaikh ‘Abdullah Alu Bassam rahimahullah berkata,
فيه الأمر باكتساب الأشياء التي تجلب المحبة والمودة والألفة من رد السلام وتشميت العاطس وإجابة الدعوة وعيادة المريض ونحو ذلك من الحقوق التي سنها الإسلام بين المسلمين لتمكن المودة والألفة بينهم وتوحد كلمتهم.
"Di dalam hadis Nabi ﷺ (kita) diperintahkan untuk melakukan amalan-amalan yang dapat menumbuhkan kecintaan, kasih sayang, dan persatuan seperti:
◽️Menebarkan salam,
◽️Menjawab bersin,
◽️Memenuhi undangan,
◽️Menjenguk orang sakit,
dan yang lainnya dari amalan-amalan yang dianjurkan Islam terhadap kaum muslimin untuk menguatkan kecintaan dan persatuan di antara mereka serta menyatukan kalimat mereka."
📖 Sumber:
Taudhih al-Ahkam, hlm. 602.
Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له @alfudhail
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 KEDENGKIAN, SEDIKIT ORANG YANG SELAMAT DARINYA
✍🏻 Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:
من أمراض القلوب التي يبتلى بها كثير من الخاصة والعامة مرض الحسد، فلا ترى بعضهم يحب ذكر أخيه بشيء صالح إلا وينهال عليه بمعول التنقص والهدم.
"Diantara penyakit-penyakit hati yang banyak menimpa orang-orang pilihan dan orang-orang awam adalah penyakit hasad.
Jadi engkau tidak melihat sebagian mereka merasa senang saudaranya disebut dengan kebaikan kecuali dia menyerangnya dengan cangkul yang merusak dan menghancurkan."
🌍 https://twitter.com/m_g_alomari/status/814423765257977856
MENYIKAPI KEUTAMAAN YANG ALLAH BERIKAN KEPADA SAUDARAMU
✍🏻 Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:
إذا رأيت أخاك قد فتح الله له القلوب؛ وجعل الله له أثرا في الناس، فلا تقابل ذلك بالتنقص منه والتزهيد من عمله، بل كن عونا له بالدعاء وناصحا له.
"Jika engkau melihat saudaramu telah Allah bukakan hati hamba-hamba-Nya untuk menerimanya dan Allah memberikan kepadanya pengaruh yang baik di tengah-tengah manusia, maka jangan engkau hadapi hal itu dengan mencelanya dan merendahkan usahanya.
Bahkan hendaknya engkau menjadi penolong baginya dengan doa dan menjadi orang yang suka menasehatinya demi kebaikannya."
🌍 https://twitter.com/m_g_alomari/status/814423476324941825
Sumber: @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KEDENGKIAN, SEDIKIT ORANG YANG SELAMAT DARINYA
✍🏻 Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:
من أمراض القلوب التي يبتلى بها كثير من الخاصة والعامة مرض الحسد، فلا ترى بعضهم يحب ذكر أخيه بشيء صالح إلا وينهال عليه بمعول التنقص والهدم.
"Diantara penyakit-penyakit hati yang banyak menimpa orang-orang pilihan dan orang-orang awam adalah penyakit hasad.
Jadi engkau tidak melihat sebagian mereka merasa senang saudaranya disebut dengan kebaikan kecuali dia menyerangnya dengan cangkul yang merusak dan menghancurkan."
🌍 https://twitter.com/m_g_alomari/status/814423765257977856
MENYIKAPI KEUTAMAAN YANG ALLAH BERIKAN KEPADA SAUDARAMU
✍🏻 Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah berkata:
إذا رأيت أخاك قد فتح الله له القلوب؛ وجعل الله له أثرا في الناس، فلا تقابل ذلك بالتنقص منه والتزهيد من عمله، بل كن عونا له بالدعاء وناصحا له.
"Jika engkau melihat saudaramu telah Allah bukakan hati hamba-hamba-Nya untuk menerimanya dan Allah memberikan kepadanya pengaruh yang baik di tengah-tengah manusia, maka jangan engkau hadapi hal itu dengan mencelanya dan merendahkan usahanya.
Bahkan hendaknya engkau menjadi penolong baginya dengan doa dan menjadi orang yang suka menasehatinya demi kebaikannya."
🌍 https://twitter.com/m_g_alomari/status/814423476324941825
Sumber: @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Twitter
د.محمد بن غالب العُمري
من أمراض القلوب التي يبتلى بها كثير من الخاصة والعامة مرض الحسد. فلا ترى بعضهم يحب ذكر أخيه بشيء صالح. إلا وينهال عليه بمعول التنقص والهدم.