منتدى نشر الفـــــــوائد
7.57K subscribers
4.3K photos
257 videos
279 files
5.61K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
Janji Allah Pasti Benar..
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
::
🚇 BAGAIMANA MENJAWAB TITIPAN SALAM?

🔊Asy-Syaikh Abdul Muhsin al Abbad hafizhahullah ditanya :

Di negeri kami ada sebuah kebiasaan, apabila dikatakan pada seseorang : "Si fulan memberi salam kepadamu."Kemudian seorang yang diberi salam tadi menjawab : "الله يسلمك ويسلمه"


📨 Beliau menjawab :

Ini tidak sesuai dengan sunnah, akan tetapi yang seharusnya ia ucapkan :
"عَلَيْكَ وَعَلَيْهِ السَّلاَمْ"

Walaupun (secara makna) "الله يسلمك ويسلمه" adalah do'a keselamatan baginya.

Namun "عَلَيْكَ وَعَلَيْهِ السَّلاَمْ" ini yang sesuai dengan sunnah. Dan seseorang mengamalkan dengan sesuatu yang datang penyebutan dalam sunnah, ini yang lebih utama.

📕 Syarh Sunan Abi Dawud (46/593). | @ForumSalafyPurbalingga

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 UCAPAN "MARHABAN" SETELAH MENJAWAB SALAM (SUNNAH YANG TERLUPAKAN)


Yakni mengucapkan setelah menjawab salam kalimat: "Marhaban", semoga Allah memberkahi kalian dan menambahkan barakah kepada kalian. Ucapan Marhaban setelah menjawab salam itu sunnah yang jelas.

Sesungguhnya Nabi ﷺ berkata kepda Putri beliau Fathimah radhiyallahu anha:

ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑِﺎﺑْﻨَﺘِﻲ

"Marhaban putriku". (HR. Bukhari 3623 dan Muslim2450)

● Nabi ﷺ berkata kepada Ummu Hani:

ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑﺄﻡِّ ﻫَﺎﻧِﺊٍ‏

"Marhaban Ummu Hani". (HR. Bukhari 357 dan Muslim 336)

● Beliau ﷺ juga berkata kepada utusan Abdul Qais:

ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑﺎﻟﻘَﻮْﻡِ‏

"Marhaban wahai kaum." (HR. Bukhary 53 dan Muslim 17)

ﻭﻟﻤَّﺎ ﻋُﺮِﺝ ﺑﺎﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻟﻠﺴَّﻤﺎﺀِ ﺣﻴَّﺎﻩ ﻛﻞُّ ﺍﻟﻨﺒﻴِّﻴﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﺮَّ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑـ ‏ﻣَﺮْﺣَﺒاً

Tatkala beliau dinaikkan (mi'raj) ke langit setiap para nabi yang beliau lewati memberikan penghormatan kepada beliau dengan Marhaban. (HR. Bukhari 349 dan Muslim 163)


MAKNA UCAPAN MARHABAN

Imam Al-Hafizh Hujjatul Adab dan Lisan Al-Arab Al-Ashma'i rahimahullah waghafaralah berkata; Makna ucapan "Marhaban":

ﻟﻘﻴﺖ ﺭﺣﺒﺎ ﻭﺳﻌﺔ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻔﺮﺍﺀ: ﻧﺼﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ ﻭﻓﻴﻪ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﺑﺎﻟﺮﺣﺐ ﻭﺍﻟﺴﻌﺔ ﻭﻗﻴﻞ ﻫﻮ ﻣﻔﻌﻮﻝ ﺑﻪ ﺃﻱ ﻟﻘﻴﺖ ﺳﻌﺔ ﻻ ﺿﻴﻘًﺎ

Aku menjumpainya dengan penuh kelapangan dan keluasan. Dikatakan maknanya adalah maf'ul bih yakni Aku menjumpainya dengan lapang tiada kesempitan.

[Fathul Bari Karya Al-Hafizh Ibnu Hajar 10/562, Lihat Tahddzib Al-Lughah Karya Azhari 5/19] @haallaa1| @forumsalafy

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Tidak Perlu Dikenal Manusia
::
🚇 HUKUM MENUNDUKKAN / MEMBUNGKUKKAN BADAN KETIKA BERTEMU/MENGUCAPKAN SALAM


Menundukan badan ketika bertemu atau ketika mengucapkan salam sebagai bentuk penghormatan hukumnya tidak diperbolehkan, baik kepada sesama muslim atau kepada non muslim, kepada orang yang lebih tua atau lebih tinggi derajatnya (penguasa, ulama, guru, dan yang lainya).


DALIL LARANGAN

الرَّجُلُ مِنَّا يَلْقَى أخَاُهُ أوْ صَديقَهُ أينْحني لَهُ؟ قَال النبيﷺ "لاَ"

"Seseorang di antara kami bertemu dengan saudaranya atau temannya apakah ia (boleh) menundukkan badan untuknya? Nabi ﷺ menjawab,

"Tidak!."

[HR. at-Tirmidzi dan ibnu Majah, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi]


PENJELASAN ULAMA

(1). Komite Tetap Untuk Riset Ilmiyah dan fatwa yang diketuai oleh Abdul 'Aziz bin Baz
(اللجنة الدائمة للبحوث العلمية و الإفتاء)

"Tidak boleh menundukkan badan sebagai penghormatan kepada muslim atau kafir, tidak dengan sebagian atas badan atau dengan kepala saja. Karena menundukkan badan adalah penghormatan ibadah, sedangkan ibadah tidak ditujukan kecuali untuk Allah saja."

📚Sumber:
[Fatawa Lajnah Da'imah, fatwa no. 5313]


(2). Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

"Sebagian orang ketika bertemu dengan seseorang yang lebih tinggi kedudukan dan derajatnya merundukkan badan dan kepalanya sebagai bentuk penghormatan bagaimana pendapat anda?

Beliau menjawab,

"Pendapat kami dalam hal tersebut tidak boleh, karena Nabi ﷺ melarang hal itu, tidak halal bagi seseorang merundukkan punggungnya kecuali kepada Allah Rabbul 'alamin.

Adapun makhluk, jangan kamu tundukkan punggungmu kepadanya (makhluk/manusia), lebih buruk dari itu adalah sujud kepada makhluk dalam rangka pengagungan dan merendahkan diri (itu) termasuk syirik yang mengeluarkan dari agama-kita memohon kepada Allah keselamatan-. Adapun merundukkan badan, sesungguhnya hal itu haram, tetapi tidak sampai kepada syirik."

📚Sumber:
[Liqa al-Bab al-Maftuh, 104 pertanyaan no. 4]


(3). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah [Lihat penjelasannya dalam Majmu al-Fatawa, Jilid 11, hlm. 554]

📝 Oleh : Al-Ustadz Abul Abbas Shalih bin Zainal Abidin حفظه الله | @Riyadhus_Salafiyyin

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Jika Tidak Memiliki Adab..
::
🚇 MENJAWAB SALAM DENGAN REDAKSI LEBIH PENDEK

🎙️ As-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah


P e r t a n y a a n :

Jika seseorang menjawab salam dengan redaksi yang lebih pendek seperti ketika seseorang mengucapkan salam, "Assalamualaikum warahmatullah"
maka dia menjawab dengan mengucapkan "wa'alaikum salam" saja, apakah dia berdosa ?


J a w a b a n :

ظاهر الآية أنه يأثم، لأنه لم يردها، ولم يرد بأحسن منها.

"Yang nampak pada ayat (QS. An-Nisa : 86)* adalah dia telah berdosa, karena dia belum menjawab salam tersebut (dengan jawaban yang sama) dan tidak pula dia menjawab salam dengan jawaban yang lebih baik darinya."

📚 At-Ta'liq 'ala Shahih Muslim jilid 1 hal 217 | @KajianIslamTemanggung

_____________
(*) Catatan dari kami :

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ

"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)." (Q.S. An-Nisa ayat 86)


CARA MENJAWAB SALAM KETIKA TIDAK SANGGUP LAGI DENGAN UCAPAN

Berkata Al-Marrudzi rahimahullah,

إنّ أبا عبد الله لمّا اشتد به المرض، كانَ ربّما أذِنَ للنّاس، فيدخلون عليه أفواجاً أفواجاً، يُسَلِّمونَ عليه، فيرد عليهم بيده .

"Tatkala sakit Imam Ahmad kian parah, terkadang beliau masih mengizinkan orang-orang untuk menemui beliau. Mereka masuk berkelompok-kelompok dan mengucapkan salam. Imam Ahmad menjawab salam mereka dengan isyarat tangan." (Syarah Manzhumah Al-Adab, hlm. 209)

-- Sungai Mahakam || Kalimantan Timur -- Hari Ahadi, (18:22) 09 Syawal 1440 / 13 Juni 2019 | @nasehatetam

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Ahlussunnah Tidak Taqlid..
::
🚇 CARA MENJAWAB SALAM TATKALA KITA SEDANG SHALAT

🔊Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibn Baaz rahimahullah


P e r t a n y a a n :

Diriwayatkan dari Nabi ﷺ, kalau Beliau dulu menjawab salam dengan isyarat ketika beliau sedang shalat. Apakah hadits ini mansukh dengan hadits atau ayat?

J a w a b a n :

لا ما هو منسوخ، المصلي يرد السلام بالإشارة إذا سلم عليك ترد عليه بالإشارة هكذا بيدك كأنك تصافح أو برأسك لا بأس، النبي كان يرد عليهم بالإشارة يقول هكذا بيده عليه الصلاة والسلام، بطنه إلى الأرض وظهرها إلى السماء كأنه يصافح، إشارة إلى رد السلام.

"Tidak, itu tidak mansukh. Seorang yang sedang shalat menjawab salam dengan isyarat jika ada seorang yang mengucapkan salam kepadamu, engkau menjawabnya dengan isyarat demikian dengan tanganmu.

Seolah-olah engkau hendak menjabat tangannya, atau isyarat dengan kepalamu, tidak mengapa.
Nabi ﷺ dulu menjawab salam mereka dengan isyarat melakukan demikian dengan tangannya.

Telapak tanganya menghadap ke bawah dan punggungnya ke atas, seolah-olah hendak berjabat tangan. Isyarat untuk menjawab salam (dalam shalat)".


Penanya :

Katanya, Beliau ﷺ dulu pernah membuka pintu tatkala beliau sedang shalat, apakah ini benar?

Jawab syaikh :

نَعَمْ، نَعَمْ لِلْحَاجَةِ قَلٍيْلاً لَا بَأس.

"Ya, itu benar jika ada hajat sedikit, maka tidak mengapa".

Sumber: https://bit.ly/2Vlr7sR @ahlussunnahposo

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Fenomena Hajr (Boikot) di Zaman ini..
::
🚇 BOLEHKAH MENJAWAB SALAM ORANG KAFIR?

🎙Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata,

قال بعض العلماء: إننا إذا علمنا أن غير المسلم سلم على المسلم بلفظٍ صريح، فقال: السلام عليك، فإنه لا حرج أن يقول عليك السلام؛ لأن النبي ﷺ بين العلة في كوننا نقول في الرد: وعليكم بأنهم كانوا يقولون: السام عليكم

"Sebagian ulama mengatakan: jika kita mengetahui bahwa non muslim mengucapkan salam kepada seorang muslim dengan lafadh yang jelas, dengan mengucapkan: Assalamu 'alaik (اَلسَّلاَمُ عَلَيْك), maka tidak mengapa ia menjawab 'alaikas salam (عَلَيْكَ السَّلاَم).

Karena Nabi ﷺ telah menjelaskan sebab kita mengucapkan pada saat menjawab salam dengan wa'alaikum (ْوَعَلَيْكُم); dikarenakan mereka (non muslim) dulu mengucapkan: (اَلسَّامُ عَلَيْكُم) as-samu 'alaikum (kematian atas kalian).

📨 Fatawa Nurun 'Ala ad Darb 261 | @ukhwh



APAKAH DIPERBOLEHKAN MENGUCAPKAN ْوَعَلَيْكُمُ السَّلاَم KETIKA MENJAWAB SALAM NON MUSLIM?

Pendapat asy-Syaikh al-Muhadits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullohu ta'ala:

فأجبت بالجواز بشرط أن يكون سلامه فصيحا بيّنا لا يلوي فيه لسانه كما كان اليهود يفعلونه مع النبي ﷺ وأصحابه بقولهم : السام عليكم، فأمر النبي بإجابتهم (و عليكم) فقط. ومما لاريب فيه أن أحدهم إذا سلم قائلا بصراحه السلام عليكم فرددنا عليه باقتضاء وعليك أنه ليس من العدل في شيئ _بله_ البر لأننا في الحالة نسوي بينه و بين من قد يقول منهم : السام عليكم وهذا ظلم ظاهر والله اعلم.

توجيه الساري للشيخ الألباني رحمه الله: (٢٢٧)

"Aku menjawab hal ini boleh dengan syarat salam yang diucapkannya: fasih, jelas, dan tidak memelintir lisannya.

Sebagaimana perbuatan orang-orang Yahudi mengucapkan salam kepada Rosululloh ﷺ dan para sahabatnya. Mereka mengucapkan ْاَلسَّامُ عَلَيْكُم (semoga kematian menimpamu) maka Nabi ﷺ memerintahkan untuk menjawab salam mereka dengan ucapan ْوَعَلَيْكُم saja (semoga juga menimpamu).

Maka tidak ada lagi keraguan dalam perkara ini apabila salah seorang di antara mereka mengucapkan salam dengan jelas ْاَلسَّلاَمُ عَلَيْكُم kemudian kita membalas salam seperlunya َوَعَلَيْك.

Sungguh perkara ini sama sekali tidak adil bahkan tidak termasuk kebaikan apabila kita dalam suatu keadaan menyamakan antara mereka (yang mengucapkan salam dengan jelas dan fasih) dengan mereka yang mengucapkan ُاَلسَّام عَلَيْكُم. Hal ini merupakan kezaliman yang jelas. Wallohu a'lam."

📚 Taujihu as-Saariy: 227 | @forumIlmiahkaranganyar

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Menggapai Ridha Manusia, Sebuah Harapan Hampa..
::
🚇 MANUSIA PALING BAKHIL (PELIT)

Dari ‘Abdullah bin Mughoffal radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

”أسْرَقُ الناسِ الذي يَسْرِقُ صلاتَه“. قيلَ: يا رسولَ الله! وكيفَ يسرِقُ صلاتَهُ؟ قال: ”لا يُتِمُّ ركوعَها ولا سُجودَها، وأبْخَلُ الناسِ مَنْ بَخِلَ بالسَّلامِ“.

“Seburuk-buruk pencuri adalah seseorang yang mencuri dari shalatnya. (Para sahabat bertanya) : “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang bisa mencuri dari shalatnya?” Beliau menjawab : “Ia tidak menyempurnakan ruku’nya dan tidak menyempurnakan sujudnya, dan manusia yang paling bakhil adalah orang yang bakhil mengucapkan salam.”

📚 Shahih at-Targhib wat Tarhib lisy Syaikh al-Albani, 2715. |@salafymajalengka


SEBARKAN SALAM

Abdullah bin ‘Amr ibnil ‘Ash, salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ memberitakan, “Ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ, ‘Perangai Islam yang manakah yang paling baik?’ Beliau ﷺ menjawab:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Engkau memberi makan (kepada orang yang membutuhkan, pent.) serta mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.” (HR. Al-Bukhari no. 6236 dan Muslim no. 159)

Pada kesempatan lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا, وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا, أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian bisa saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan terhadap satu amalan yang bila kalian mengerjakannya kalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 192)

Dalam dua hadits di atas terdapat hasungan yang besar untuk menyebarkan salam kepada kaum muslimin seluruhnya, yang dikenal ataupun yang tidak.

◻️ Dan salam merupakan syiar kaum muslimin yang membedakan mereka dengan nonmuslim.

◻️ Salam merupakan sebab awal tumbuhnya kedekatan hati dan kunci yang mengundang rasa cinta.

Dengan menyebarkannya berarti menumbuhkan kedekatan hati di antara kaum muslimin, selain untuk menampakkan syiar mereka yang berbeda dengan orang-orang selain mereka. (Al-Minhaj 2/224, 225, Syarhu Riyadhish Shalihin, Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, 3/6)

Baca Selengkapnya di:
https://www.google.com/amp/s/asysyariah.com/sebarkan-salam/%3famp

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Yang Ingin (Pahala) Amalannya Tidak Terputus..
::
🚇 HUKUM MENITIPKAN SALAM ( TITIP SALAM )


Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

“Bila ada seseorang menukilkan salam dari orang lain untukmu, maka engkau menjawabnya dengan ucapan, ‘Alaihis salam.’ Namun apakah wajib bagimu menyampaikan pesan bila ada yang berkata, ‘Sampaikan salamku kepada si Fulan,’ ataukah tidak wajib?

Ulama memberikan perincian terhadap permasalahan ini:

◻️ Jika engkau diharuskan menyampaikannya maka wajib engkau sampaikan salam tersebut, karena Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya.” (An-Nisa`: 58)

Berarti engkau sekarang memikul kewajiban tersebut.

◻️ Adapun bila orang itu berpesan kepadamu, ‘Sampaikan salamku kepada si Fulan,’ lalu ia diam tanpa ada ucapannya yang mengharuskanmu menyampaikan salamnya tersebut; Atau ketika dipesani demikian engkau berkata, ‘Iya, kalau aku ingat,’ atau ucapan yang semisal ini, maka tidak wajib bagimu menyampaikannya terkecuali bila engkau ingat.

Namun yang paling bagus, janganlah seseorang membebani orang lain dengan titipan salam ini, karena terkadang menyusahkan orang yang diamanahi. Hendaknya ia berkata, ‘Sampaikan salamku kepada orang yang menanyakanku.’ Ini ungkapan yang bagus.

Adapun bila seseorang dibebankan maka tidaklah bermanfaat, karena terkadang ia malu darimu hingga mengatakan, ‘Iya, aku akan menyampaikannya,’ kemudian dia lupa atau berlalu waktu yang panjang atau semisalnya (hingga salam itu tidak tersampaikan).”
(Syarh Riyadhish Shalihin, Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, 3/19)

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Sumber: https://www.google.com/amp/s/asysyariah.com/sebarkan-salam/%3famp

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 BOLEHKAH LAKI-LAKI MENGUCAPKAN SALAM KEPADA WANITA AJNABIYYAH (BUKAN MAHRAMNYA) DAN SEBALIKNYA?


◻️ Asy--Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah memberikan keterangan,

“Mengucapkan salam kepada wanita yang merupakan mahram adalah perkara sunnah. Sama saja baik itu istri, saudara perempuan, bibi, ataupun keponakan perempuan.

Adapun wanita ajnabiyyah, tidak boleh mengucapkan salam kepadanya kecuali bila wanita tersebut sudah tua dan aman dari fitnah. Bila tidak aman maka tidak boleh mengucapkan salam kepadanya.

Namun bila seseorang mendatangi rumahnya dan mendapatkan di rumahnya ada wanita yang dikenali lalu ia mengucapkan salam maka tidak apa-apa asalkan aman dari fitnah.

Demikian pula, wanita boleh mengucapkan salam kepada laki-laki ajnabi dengan syarat aman dari fitnah.” (Syarh Riyadhis Shalihin, 3/29)


◻️ Ketika ditanyakan kepada Asy-Syaikh Abdullah bin Humaid rahimahullah tentang hukum mengucapkan salam kepada wanita ajnabiyyah:

Beliau rahimahullah menyatakan tidak apa-apa mengucapkannya dari kejauhan, tanpa berjabat tangan. Dan si wanita menjawabnya, karena suara wanita bukanlah aurat.

Kecuali bila si lelaki menikmati suaranya (senang mendengar suara tersebut, merasa lezat karenanya dan menikmatinya), maka dalam keadaan seperti ini hukumnya haram. Karena si lelaki berarti terfitnah dengan wanita ajnabiyyah tersebut.” (Dari siaran radio acara Nurun ‘alad Darb, sebagaimana dinukil dalam Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, 2/965, 966)

Sumber: https://www.google.com/amp/s/asysyariah.com/sebarkan-salam/%3famp

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Akibat Bicara yang Tidak Bermanfaat..
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM