منتدى نشر الفـــــــوائد
7.57K subscribers
4.3K photos
257 videos
279 files
5.61K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
🚇 LIDAH TAK BERTULANG : BAHAYA LISAN YANG TAK TERJAGA


Banyak orang merasa bangga dengan kemampuan lisannya (lidah) yang begitu fasih berbicara. Bahkan tak sedikit orang yang belajar khusus agar memiliki kemampuan bicara yang bagus.

Lisan memang karunia Allah subhanahu wa ta’ala yang demikian besar. Ia harus selalu disyukuri dengan sebenar-benarnya. Caranya adalah dengan menggunakan lisan untuk berbicara yang baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semau sendiri.

Orang yang banyak bicara bila tidak diimbangi dengan ilmu agama yang baik, akan banyak terjerumus ke dalam kesalahan. Karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita lebih banyak diam. Atau kalaupun harus berbicara maka dengan pembicaraan yang baik. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا ٧٠

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (al-Ahzab: 70)

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. al-Imam al-Bukhari hadits no. 6089 dan al-Imam Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Lisan (lidah) memang tak bertulang. Sekali kita gerakkan, sulit untuk kembali pada posisi semula.

Demikian berbahayanya lisan, hingga Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya.

◻️Dua orang yang berteman penuh keakraban bisa dipisahkan dengan lisan.

◻️Seorang bapak dan anak yang saling menyayangi dan menghormati pun bisa dipisahkan karena lisan.

◻️Suami-istri yang saling mencintai dan saling menyayangi bisa dipisahkan dengan cepat karena lisan.

◻️Bahkan darah seorang muslim dan mukmin yang suci serta bertauhid dapat tertumpah karena lisan. Sungguh betapa besar bahaya lisan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ تَعَالَى لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 6092)


📨 Dikutip dari web Majalah Asy-Syari'ah edisi 003 | Ditulis oleh al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah an-Nawawi hafizhahullah

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 PIKIRKANLAH DULU SEBELUM ANDA BERBICARA


Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيْهَا يَزِلُّ بِهَا إِلَى النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh dari jarak antara timur dan barat.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 6091 dan Muslim no. 6988 dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Hadits ini teramat jelas menerangkan bahwa sepantasnya bagi seseorang untuk tidak berbicara kecuali dengan pembicaraan yang baik, yaitu pembicaraan yang telah jelas maslahatnya. Ketika dia meragukan maslahatnya, janganlah dia berbicara.” (al-Adzkar hlm. 280, Riyadhus Shalihin no. 1011)

Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan,

“Apabila dia ingin berbicara hendaklah dipikirkan terlebih dahulu. Bila jelas maslahatnya maka berbicaralah. Jika ragu, janganlah dia berbicara hingga tampak maslahatnya.” (al-Adzkar hlm. 284)

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, al-Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan,

“Ketahuilah, setiap orang yang telah mendapatkan beban syariat, seharusnya menjaga lisannya dari segala pembicaraan, kecuali yang telah jelas maslahatnya. Bila berbicara dan diam sama maslahatnya, maka sunnahnya adalah menahan lisan untuk tidak berbicara. Karena pembicaraan yang mubah bisa menyeret pada pembicaraan yang haram atau dibenci. Hal seperti ini banyak terjadi. Keselamatan itu tidak bisa dibandingkan dengan apa pun.”


📨 Dikutip dari web Majalah Asy-Syari'ah edisi 003 | Ditulis oleh al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah an-Nawawi hafizhahullah

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 KEISTIMEWAAN TAWAKKAL

🔊 Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,
‏ٰ
‏فلو حقّق الإنسانُ التوكلَ على الله بقلبه ‏لساق الله إليه رزقه مع أدنى سبب ،‏كما يسوق إلى الطير أرزاقها.

"Seandainya manusia benar-benar mewujudkan tawakkal kepada Allah dengan kalbunya, pasti Allah akan menyampaikan rezekinya sekalipun dengan sebab yang paling ringan sebagaimana Allah menyampaikan burung kepada rezekinya."

📚 Jamiul Ulum Wal Hikam 1271 | @KajianIslamTemanggung


TAWAKKAL KEPADA ALLAH ADALAH SENJATA TERBAIK MENGHADAPI KEJAHATAN ORANG LAIN

🔸 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata :

إن المؤمن المتوكل على الله إذا كاده الخَلْق، فإنَّ الله يكيد له وينتصر له بغير حول منه ولا قوَّة.

"Sesungguhnya seorang mu'min yang bertawakkal kepada Allah, jika hamba-hamba Allah melancarkan makar terhadapnya, maka sesungguhnya Allah akan membuatkan balasan makar untuknya dan membelanya, tanpa perlu hamba tersebut mengeluarkan daya dan kekuatan dari dirinya sendiri."

📚 I'lamul Muwaqqi'in, jilid 3 hlm. 220 | @forumsalafy


SEMUA ORANG TELAH DITENTUKAN REZEKINYA, TINGGAL BERUSAHA DAN TAWAKKAL

✍🏻 Hatim al-Asham rahimahullah berkata:

لي أربعة نسوة وتسعة أولاد، ما طمع شيطان أن يوسوس إلي في أرزاقهم.

"Saya memiliki 4 istri dan 9 anak, namun tidak ada seorang setan pun yang tertarik untuk melemparkan was-was kepada saya tentang rezeki mereka."

📚 Siyar A'lamin Nubala', jilid 2 hlm. 960 | @ForumSalafy

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 MACAM-MACAM TAWAKAL

Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah


[ Pertanyaan ]

Bismillah, Afwan ustadz ana mau bertanya, kepasrahan diri seseorang kepada mahluk apakah termasuk dalam hal hal yang dapat membatalkan syahadat?


[ Jawaban ]

Kepasrahan yang di dalam bahasa Arabnya tawakal, ada beberapa jenis:

◻️PERTAMA: Tawakal kepada Allah Ta'ala, ini merupakan bukti kesempurnaan dan kejujuran iman seseorang.

Tidak akan sempurna iman melainkan dengannya. Penyandaran diri kepada Allah dengan keyakinan bahwa Allahlah yang memenuhi dan mencukupinya didalam mengait manfaat dan menolak madharot.

◻️KEDUA: Tawakal sir, yaitu: bersandar kepada mayit, baik berupa nabi, wali atau thaghut didalam mengait manfaat dan menolak madharot.

Ini adalah syirik akbar yang bisa mengeluarkan pelakunya dari agama dan iman akan hilang secara total dari hatinya.

◻️KETIGA: Tawakal (pasrah) kepada orang lain dalam pengaturan orang tersebut disertai rasa segan yang sangat besar karena kedudukannya dan ia merasa rendah diri.

Contohnya pasrahnya bawahan terhadap atasan atau bosnya di dalam mendapatkan rezeki. Maka ini merupakan syirik asghar, karena keterkaitan dan penyandaran hati bawahan yang sangat kuat terhadap atasannya.

Perbuatan ini bisa mengurangi kesempurnaan tauhid seseorang. Berbeda jika bawahan menganggap atas hanya sebatas sebab saja, yang memberi rezeki hanyalah Allah, maka hal ini tidak mengapa.

◻️KEEMPAT: Tawakal atau pasrah kepada orang lain dalam hal yang dia mampu dalam perkara mubah, orang tersebut statusnya sebagai wakil.

Maka ini perkara yang diperbolehkan berlandaskan kitab, sunnah dan ijma'. Seperti pasrahnya nabi Yaqub kepada anak-anaknya untuk mencari Yusuf.

Empat macam tawakal yang disebutkan oleh Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ini bisa dijadikan patokan dalam hal tawakal dan kepasrahan hati.

@qowwamussunnah

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️