::
🚇 TUTUPLAH AIB SAUDARAMU : TENTANG BERGUNJING MEMBICARAKAN AIB, CACAT, ATAU CELA YANG ADA PADA ORANG LAIN
Saudariku muslimah…
Bagi kebanyakan kaum wanita, ibu-ibu ataupun remaja putri, bergunjing membicarakan aib, cacat, atau cela yang ada pada orang lain bukanlah perkara yang besar. Bahkan di mata mereka terbilang remeh, ringan dan begitu gampang meluncur dari lisan.
Seolah-olah obrolan tidak asyik bila tidak membicarakan kekurangan orang lain. “Si Fulanah begini dan begitu…”. “Si ‘Alanah orangnya suka ini dan itu…”.
Ketika asyik membicarakan kekurangan orang lain seakan lupa dengan diri sendiri. Seolah diri sendiri sempurna tiada cacat dan cela. Ibarat kata pepatah,
“Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak.”
Perbuatan seperti ini selain tidak pantas/tidak baik menurut perasaan dan akal sehat kita, ternyata syariat yang mulia pun mengharamkannya bahkan menekankan untuk melakukan yang sebaliknya yaitu menutup dan merahasiakan aib orang lain.
Ketahuilah wahai saudariku, siapa yang suka menceritakan kekurangan dan kesalahan orang lain, maka dirinya pun tidak aman untuk diceritakan oleh orang lain. Seorang ulama salaf berkata,
“Aku mendapati orang-orang yang tidak memiliki cacat/cela, lalu mereka membicarakan aib manusia maka manusia pun menceritakan aib-aib mereka. Aku dapati pula orang-orang yang memiliki aib namun mereka menahan diri dari membicarakan aib manusia yang lain, maka manusia pun melupakan aib mereka.” *1
Tahukah engkau bahwa manusia itu terbagi dua:
⬜️ PERTAMA: Seseorang yang tertutup keadaannya, tidak pernah sedikitpun diketahui berbuat maksiat.
Bila orang seperti ini tergelincir dalam kesalahan maka tidak boleh menyingkap dan menceritakannya, karena hal itu termasuk ghibah yang diharamkan. Perbuatan demikian juga berarti menyebarkan kejelekan di kalangan orang-orang yang beriman. Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
“Sesungguhnya orang-orang yang menyenangi tersebarnya perbuatan keji *2 di kalangan orang-orang beriman, mereka memperoleh azab yang pedih di dunia dan di akhirat….” (An-Nur: 19)
⬜️ KEDUA: Seorang yang terkenal suka berbuat maksiat dengan terang-terangan, tanpa malu-malu, tidak peduli dengan pandangan dan ucapan orang lain.
Maka membicarakan orang seperti ini bukanlah ghibah. Bahkan harus diterangkan keadaannya kepada manusia hingga mereka berhati-hati dari kejelekannya.
Karena bila orang seperti ini ditutup-tutupi kejelekannya, dia akan semakin bernafsu untuk berbuat kerusakan, melakukan keharaman dan membuat orang lain berani untuk mengikuti perbuatannya *3.
Saudariku muslimah…
Engkau mungkin pernah mendengar hadits Rasulullah ﷺ yang berbunyi (artinya):
“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699)
Catatan Kaki:
1 Jami’ul Ulum Wal Hikam (2/291).
2 Baik seseorang yang disebarkan kejelekannya itu benar-benar terjatuh dalam perbuatan tersebut ataupun sekedar tuduhan yang tidak benar.
3 Jami’ul Ulum Wal Hikam (2/293), Syarhul Arba’in Ibnu Daqiqil Ied (hal. 120), Qawa’id wa Fawa`id minal Arba’in An-Nawawiyyah, (hal. 312).
Sumber: https://asysyariah.com/tutuplah-aib-saudaramu/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TUTUPLAH AIB SAUDARAMU : TENTANG BERGUNJING MEMBICARAKAN AIB, CACAT, ATAU CELA YANG ADA PADA ORANG LAIN
Saudariku muslimah…
Bagi kebanyakan kaum wanita, ibu-ibu ataupun remaja putri, bergunjing membicarakan aib, cacat, atau cela yang ada pada orang lain bukanlah perkara yang besar. Bahkan di mata mereka terbilang remeh, ringan dan begitu gampang meluncur dari lisan.
Seolah-olah obrolan tidak asyik bila tidak membicarakan kekurangan orang lain. “Si Fulanah begini dan begitu…”. “Si ‘Alanah orangnya suka ini dan itu…”.
Ketika asyik membicarakan kekurangan orang lain seakan lupa dengan diri sendiri. Seolah diri sendiri sempurna tiada cacat dan cela. Ibarat kata pepatah,
“Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak.”
Perbuatan seperti ini selain tidak pantas/tidak baik menurut perasaan dan akal sehat kita, ternyata syariat yang mulia pun mengharamkannya bahkan menekankan untuk melakukan yang sebaliknya yaitu menutup dan merahasiakan aib orang lain.
Ketahuilah wahai saudariku, siapa yang suka menceritakan kekurangan dan kesalahan orang lain, maka dirinya pun tidak aman untuk diceritakan oleh orang lain. Seorang ulama salaf berkata,
“Aku mendapati orang-orang yang tidak memiliki cacat/cela, lalu mereka membicarakan aib manusia maka manusia pun menceritakan aib-aib mereka. Aku dapati pula orang-orang yang memiliki aib namun mereka menahan diri dari membicarakan aib manusia yang lain, maka manusia pun melupakan aib mereka.” *1
Tahukah engkau bahwa manusia itu terbagi dua:
⬜️ PERTAMA: Seseorang yang tertutup keadaannya, tidak pernah sedikitpun diketahui berbuat maksiat.
Bila orang seperti ini tergelincir dalam kesalahan maka tidak boleh menyingkap dan menceritakannya, karena hal itu termasuk ghibah yang diharamkan. Perbuatan demikian juga berarti menyebarkan kejelekan di kalangan orang-orang yang beriman. Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
“Sesungguhnya orang-orang yang menyenangi tersebarnya perbuatan keji *2 di kalangan orang-orang beriman, mereka memperoleh azab yang pedih di dunia dan di akhirat….” (An-Nur: 19)
⬜️ KEDUA: Seorang yang terkenal suka berbuat maksiat dengan terang-terangan, tanpa malu-malu, tidak peduli dengan pandangan dan ucapan orang lain.
Maka membicarakan orang seperti ini bukanlah ghibah. Bahkan harus diterangkan keadaannya kepada manusia hingga mereka berhati-hati dari kejelekannya.
Karena bila orang seperti ini ditutup-tutupi kejelekannya, dia akan semakin bernafsu untuk berbuat kerusakan, melakukan keharaman dan membuat orang lain berani untuk mengikuti perbuatannya *3.
Saudariku muslimah…
Engkau mungkin pernah mendengar hadits Rasulullah ﷺ yang berbunyi (artinya):
“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699)
Catatan Kaki:
1 Jami’ul Ulum Wal Hikam (2/291).
2 Baik seseorang yang disebarkan kejelekannya itu benar-benar terjatuh dalam perbuatan tersebut ataupun sekedar tuduhan yang tidak benar.
3 Jami’ul Ulum Wal Hikam (2/293), Syarhul Arba’in Ibnu Daqiqil Ied (hal. 120), Qawa’id wa Fawa`id minal Arba’in An-Nawawiyyah, (hal. 312).
Sumber: https://asysyariah.com/tutuplah-aib-saudaramu/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
AsySyariah.com
Tutuplah Aib Saudaramu
(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq bintu Husein Al-Atsariyyah) Saudariku muslimah… Bagi kebanyakan kaum wanita, ibu-ibu ataupun remaja putri, bergunjing membicarakan aib, cacat, atau cela yang ada pada orang lain bukanlah perkara yang besar. Bahkan di…
::
🚇 TA'ANNI : SIKAP HIKMAH TERHADAP KESALAHAN SEORANG SALAFY
Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata,
"Hendaklah kalian semangat untuk menjaga ukhuwwah, dan jika terjadi sedikit saja kerenggangan diantara kalian maka hendaknya kalian melupakan apa yang telah lalu dan hendaklah sekarang kalian membuka lembaran-lembaran baru yang putih bersih.
Dan saya katakan kepada ikhwah: Orang yang memiliki kekurangan tidak kita jatuhkan atau kita binasakan. Siapa yang salah diantara (kita) tidak boleh kita habisi, Baarakallahu fiikum..
◻️ Kita berusaha memperbaikinya dengan kelembutan dan hikmah,
◻️ Kita menasehatinya dengan penuh kecintaan dan kasih sayang dan seterusnya sampai dia bertaubat.
Dan jika pada dirinya masih ada kelemahan maka kita tidak terburu-buru menyikapinya. Kalau tidak demikian maka -demi Allah- tidak akan tersisa seorang pun (semua binasa dan tidak ada yang selamat -pent), tidak akan tersisa seorang pun."
📚 Al-Hatsts Alal Mawaddah wal I'tilaf
Majmu'ah al-Multaqas Salafy bid Dakhilah | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TA'ANNI : SIKAP HIKMAH TERHADAP KESALAHAN SEORANG SALAFY
Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata,
"Hendaklah kalian semangat untuk menjaga ukhuwwah, dan jika terjadi sedikit saja kerenggangan diantara kalian maka hendaknya kalian melupakan apa yang telah lalu dan hendaklah sekarang kalian membuka lembaran-lembaran baru yang putih bersih.
Dan saya katakan kepada ikhwah: Orang yang memiliki kekurangan tidak kita jatuhkan atau kita binasakan. Siapa yang salah diantara (kita) tidak boleh kita habisi, Baarakallahu fiikum..
◻️ Kita berusaha memperbaikinya dengan kelembutan dan hikmah,
◻️ Kita menasehatinya dengan penuh kecintaan dan kasih sayang dan seterusnya sampai dia bertaubat.
Dan jika pada dirinya masih ada kelemahan maka kita tidak terburu-buru menyikapinya. Kalau tidak demikian maka -demi Allah- tidak akan tersisa seorang pun (semua binasa dan tidak ada yang selamat -pent), tidak akan tersisa seorang pun."
📚 Al-Hatsts Alal Mawaddah wal I'tilaf
Majmu'ah al-Multaqas Salafy bid Dakhilah | @forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
🍂🌸🍂🌸🍂🌸
🚇 DOA MEMOHON PENYEJUK MATA
َ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa."
(QS. al Furqan: 74)
Diantara perangai hamba ar-Rahman adalah memohon diberi istri dan keturunan, yang menjadi penentram jiwa dengan ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, karena tidak mungkin hati seseorang yang shaleh, akan tenang dan bahagia melihat keluarganya di atas kedurhakaan dan dosa.
Ini doa yang kebaikannya akan kembali kepada diri orang yang memanjatkannya dan kepada keluarga serta masyarakatnya seluruhnya .
Diantara doa hamba yang shaleh pula adalah memohon agar dijadikan pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Ini martabat yang tinggi di hadapan Allah Subhanahu wa ta'ala, derajat shiddiqun.
Mereka, hamba-hamba yang shaleh itu, berdoa agar mereka menjadi teladan, perilaku mereka menjadi cermin, dan tutur kata mereka menentramkan hati.
Alangkah baiknya apabila kita memperbanyak memanjatkan doa ini.
»QONITAH edisi 25/vol.03/1437H-2015 M @fawaidsolo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 DOA MEMOHON PENYEJUK MATA
َ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa."
(QS. al Furqan: 74)
Diantara perangai hamba ar-Rahman adalah memohon diberi istri dan keturunan, yang menjadi penentram jiwa dengan ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, karena tidak mungkin hati seseorang yang shaleh, akan tenang dan bahagia melihat keluarganya di atas kedurhakaan dan dosa.
Ini doa yang kebaikannya akan kembali kepada diri orang yang memanjatkannya dan kepada keluarga serta masyarakatnya seluruhnya .
Diantara doa hamba yang shaleh pula adalah memohon agar dijadikan pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Ini martabat yang tinggi di hadapan Allah Subhanahu wa ta'ala, derajat shiddiqun.
Mereka, hamba-hamba yang shaleh itu, berdoa agar mereka menjadi teladan, perilaku mereka menjadi cermin, dan tutur kata mereka menentramkan hati.
Alangkah baiknya apabila kita memperbanyak memanjatkan doa ini.
»QONITAH edisi 25/vol.03/1437H-2015 M @fawaidsolo
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
.:
Ⓜ HADITS DHO'IF: "ALLAHUMMA BAARIK LANA FII ROJAB WA SYA'BANA, WABALLIGHNA ROMADHONA.."
🎙Oleh: Al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc حَفِظَهُ اللهُ
🅾 Tausiyah Umum : "HADIST LEMAH DAN PALSU SEPUTAR BULAN RAMADHAN" | Selasa, 17 Sya’ban 1440 H / 23 April 2019 di Masjid Aisyah binti Abi Bakr Ashshiddiq, Brobot - Purbalingga
📨 (1,2 MB) - Durasi [04:34]
_______
(*) Lafadz haditsnya:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" (Hadits ini didhoifkan oleh Syaikh Al Albani, lihat Dho'iful Jami' no. 4395)
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
Ⓜ HADITS DHO'IF: "ALLAHUMMA BAARIK LANA FII ROJAB WA SYA'BANA, WABALLIGHNA ROMADHONA.."
🎙Oleh: Al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc حَفِظَهُ اللهُ
🅾 Tausiyah Umum : "HADIST LEMAH DAN PALSU SEPUTAR BULAN RAMADHAN" | Selasa, 17 Sya’ban 1440 H / 23 April 2019 di Masjid Aisyah binti Abi Bakr Ashshiddiq, Brobot - Purbalingga
📨 (1,2 MB) - Durasi [04:34]
_______
(*) Lafadz haditsnya:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan" (Hadits ini didhoifkan oleh Syaikh Al Albani, lihat Dho'iful Jami' no. 4395)
•••
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
::
🚇 RATUSAN JUTA BELALANG SERBU CHINA
Pertanyaan:
Diberitakan melalui berbagai media bahwa ratusan juta belalang bahkan miliaran belalang melakukan perpindahan besar besaran menuju China seiring dengan masih mewabahnya virus Corona di negeri itu. Kedatangan ratusan juta belalang ini dikhawatirkan menjadi sebab krisis pangan. Dalam menanggapi Fenomena ini, para ilmuwan menganggapnya sebagai hal biasa terjadi di alam. Dalam menilai berita ini bagaimana? Jazakallohukhoiron
Jawaban Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc hafizhahullah:
◾️ Yang pertama perlu kita ingatkan kepada kaum muslimin adalah terkait dengan berita-berita yang demikian cepat beredar. Kewajiban kita adalah berhati hati dalam menerima dan menyebarkannya apalagi memberikan komentar dan tanggapan.
◾️Yang kedua, seandainya berita migrasi besar besaran berjuta-juta belalang ke China memang benar, sebagai muslim kita wajib meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah atas perintah Alloh Subhanahu wata’ala. Tidak ada satupun kejadian di alam semesta yang lepas dari kekuasaan Alloh.
Pergerakan jutaan belalang itu bukan sekedar fenomena alam biasa.
Pergerakan itu tidak lepas dari Qodho’ dan Qodar Alloh Subhanahu wata’ala.
Sejenak kita mengingat apa yang pernah terjadi di zaman Fir’aun, Alloh adzab mereka dengan berbagai macam adzab karena kekufuran mereka kepada Alloh dan permusuhan mereka kepada Musa.
Diantara adzab Alloh, Dia mengirimkan belalang belalang kepada Fir’aun dan pengikutnya. Alloh berfirman:
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُّفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُّجْرِمِينَ (133)
"Maka Kami kirimkan kepada mereka (Fir’aun dan pengikutnya) topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa." (Al A’raf : 133).
Maka yakinlah bahwa angin, Air, Belalang, Kutu, katak, virus dan yang lain adalah makhluk makhluk Alloh yang tunduk dengan perintah Alloh.
Mereka adalah tentara Alloh yang siap melaksanakan segala yang Alloh perintahkan.
Semoga Alloh senantiasa memberikan kepada kita keberkahan dalam hidup kita. Amin.
Sumber:
https://problematikaumat.com/ratusan-juta-belalang-serbu-china/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 RATUSAN JUTA BELALANG SERBU CHINA
Pertanyaan:
Diberitakan melalui berbagai media bahwa ratusan juta belalang bahkan miliaran belalang melakukan perpindahan besar besaran menuju China seiring dengan masih mewabahnya virus Corona di negeri itu. Kedatangan ratusan juta belalang ini dikhawatirkan menjadi sebab krisis pangan. Dalam menanggapi Fenomena ini, para ilmuwan menganggapnya sebagai hal biasa terjadi di alam. Dalam menilai berita ini bagaimana? Jazakallohukhoiron
Jawaban Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc hafizhahullah:
◾️ Yang pertama perlu kita ingatkan kepada kaum muslimin adalah terkait dengan berita-berita yang demikian cepat beredar. Kewajiban kita adalah berhati hati dalam menerima dan menyebarkannya apalagi memberikan komentar dan tanggapan.
◾️Yang kedua, seandainya berita migrasi besar besaran berjuta-juta belalang ke China memang benar, sebagai muslim kita wajib meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah atas perintah Alloh Subhanahu wata’ala. Tidak ada satupun kejadian di alam semesta yang lepas dari kekuasaan Alloh.
Pergerakan jutaan belalang itu bukan sekedar fenomena alam biasa.
Pergerakan itu tidak lepas dari Qodho’ dan Qodar Alloh Subhanahu wata’ala.
Sejenak kita mengingat apa yang pernah terjadi di zaman Fir’aun, Alloh adzab mereka dengan berbagai macam adzab karena kekufuran mereka kepada Alloh dan permusuhan mereka kepada Musa.
Diantara adzab Alloh, Dia mengirimkan belalang belalang kepada Fir’aun dan pengikutnya. Alloh berfirman:
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُّفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُّجْرِمِينَ (133)
"Maka Kami kirimkan kepada mereka (Fir’aun dan pengikutnya) topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa." (Al A’raf : 133).
Maka yakinlah bahwa angin, Air, Belalang, Kutu, katak, virus dan yang lain adalah makhluk makhluk Alloh yang tunduk dengan perintah Alloh.
Mereka adalah tentara Alloh yang siap melaksanakan segala yang Alloh perintahkan.
Semoga Alloh senantiasa memberikan kepada kita keberkahan dalam hidup kita. Amin.
Sumber:
https://problematikaumat.com/ratusan-juta-belalang-serbu-china/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Problematika Umat
Ratusan Juta Belalang Serbu China - Problematika Umat
Ratusan Juta Belalang Serbu China Pertanyaan: Diberitakan melalui berbagai media bahwa ratusan juta belalang melakukan perpindahan besar besaran menuju China seiring dengan masih mewabahnya virus Corona di negeri itu. Kedatangan ratusan juta belalang ini…
::
🚇 HILANGNYA SIKAP AMANAH & SEMAKIN SULIT UNTUK DITEMUKAN..
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Mukhtar bin Rifa'i hafizhahullah
◙ Durasi 0:04:44
◙ Ukuran file 1,1 MB
◙ Link: http://bit.ly/2wvwVqk
أَوَّلُ مَا تَفْقِدُونَ مِنْ دِينِكُمُ الْأَمَانَةُ
“.... yang pertama akan hilang dari agama kalian adalah sifat amanah.." (hadits)
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HILANGNYA SIKAP AMANAH & SEMAKIN SULIT UNTUK DITEMUKAN..
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Mukhtar bin Rifa'i hafizhahullah
◙ Durasi 0:04:44
◙ Ukuran file 1,1 MB
◙ Link: http://bit.ly/2wvwVqk
أَوَّلُ مَا تَفْقِدُونَ مِنْ دِينِكُمُ الْأَمَانَةُ
“.... yang pertama akan hilang dari agama kalian adalah sifat amanah.." (hadits)
••••
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
::
🚇 DIANTARA CONTOH REDAKSI DO'A UNTUK KEBAIKAN PEMERINTAH MUSLIM
◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالمُسْلِمِينَ
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami, Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami. Ya Allah beri taufiq mereka kepada apa yang padanya terdapat kebaikan Islam dan muslimin."
◾️اللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى القِيَامِ بِمُهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ العَالَمِينَ،
"Ya Allah tolonglah mereka untuk melaksanakan tugas-tugas mereka sebagaimana yang Engkau perintahkan wahai Rabbul Alamin."
◾️اللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوءِ وَالمُفْسِدِينَ،
وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ والنَّاصِحِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
"Ya Allah jauhkanlah dari mereka teman-teman yang jelek dan para perusak. Dekatkanlah kepada orang-orang baik dan pemberi nasehat, wahai Rabbul Alamin."
◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kaum muslimin di semua tempat."
◾️اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا أَمْنَنَا وَاسْتِقْرَارَنَا فِي دِيَارِنَا، اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُنَا
"Ya Allah jagalah keamanan dan ketenangan kami di negeri kami. Ya Allah janganlah Engaku jadikan berkuasa kepada kami orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami, gara-gara dosa-dosa kami."
◾️اللَّهُمَّ قِنَا مِنْ شَرِّ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
"Ya Allah lindungilah kami dari kejelekan berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tidak tampak."
📤Sumber:
Channel Telegram @ManhajulAnbiya
____
Tambahan Keterangan (dari kami):
◾️Do'a diatas adalah semata-mata contoh. Adapun doa sifatnya umum. Artinya lafalnya boleh dengan kalimat apapun.
◾️Sehingga jangan sampai disangka ini adalah kalimat yang paling afdhal untuk dijadikan doa ketika mendoakan pemerintah.
◾️Kecuali jika ingin mencontoh dari Al-Qur'an dan hadits, bisa sama persis atau ditambahi/ dikurangi selama tidak merusak makna kalimatnya.
Baarokallaahu fiikum
@ForumBerbagiFaidah
🚇 DIANTARA CONTOH REDAKSI DO'A UNTUK KEBAIKAN PEMERINTAH MUSLIM
◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالمُسْلِمِينَ
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami, Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami. Ya Allah beri taufiq mereka kepada apa yang padanya terdapat kebaikan Islam dan muslimin."
◾️اللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى القِيَامِ بِمُهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ العَالَمِينَ،
"Ya Allah tolonglah mereka untuk melaksanakan tugas-tugas mereka sebagaimana yang Engkau perintahkan wahai Rabbul Alamin."
◾️اللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوءِ وَالمُفْسِدِينَ،
وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ والنَّاصِحِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
"Ya Allah jauhkanlah dari mereka teman-teman yang jelek dan para perusak. Dekatkanlah kepada orang-orang baik dan pemberi nasehat, wahai Rabbul Alamin."
◾️اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ
"Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kaum muslimin di semua tempat."
◾️اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا أَمْنَنَا وَاسْتِقْرَارَنَا فِي دِيَارِنَا، اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُنَا
"Ya Allah jagalah keamanan dan ketenangan kami di negeri kami. Ya Allah janganlah Engaku jadikan berkuasa kepada kami orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami, gara-gara dosa-dosa kami."
◾️اللَّهُمَّ قِنَا مِنْ شَرِّ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
"Ya Allah lindungilah kami dari kejelekan berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tidak tampak."
📤Sumber:
Channel Telegram @ManhajulAnbiya
____
Tambahan Keterangan (dari kami):
◾️Do'a diatas adalah semata-mata contoh. Adapun doa sifatnya umum. Artinya lafalnya boleh dengan kalimat apapun.
◾️Sehingga jangan sampai disangka ini adalah kalimat yang paling afdhal untuk dijadikan doa ketika mendoakan pemerintah.
◾️Kecuali jika ingin mencontoh dari Al-Qur'an dan hadits, bisa sama persis atau ditambahi/ dikurangi selama tidak merusak makna kalimatnya.
Baarokallaahu fiikum
@ForumBerbagiFaidah
::
🚇 "NAWAITU SHOUMA GHODIN..." : APA HUKUM MELAFALKAN NIAT PUASA?
[ Pertanyaan ]
"Wahai Syaikh yang mulia, Ummu Mush'ab (nama penanya) bertanya, "Tentang melafalkan niat pada puasa wajib atau salat sunnah, bolehkah itu?"
[ Jawaban ]
Melafalkan niat pada seluruh ibadah adalah bid'ah. Seseorang tidak mengatakan saat wudhu, "Ya Allah, saya berniat wudhu." atau ketika shalat, "Saya niat shalat." Atau ketika bersedekah, "Saya niat bersedekah." Atau ketika hendak puasa, "Saya niat berpuasa." Atau ketika berhaji, "Saya niat berhaji."
Melafalkan niat pada seluruh ibadah tidak ada dasarnya dari Nabi ﷺ
Kenapa Anda melafalkan niat? Bukankah niat itu tempatnya di kalbu? Bukankah Allah 'azza wa jalla berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ
"Dan telah Kami ciptakan manusia, dan Kami tahu apa yang dibisikkan jiwanya." [Q.S Qaaf ayat 16]
Ya, tentu. Kita meyakini hal ini. Allah lebih tahu niat kita. Bagaimana engkau memberi tahu Rabbmu bahwa engkau berniat sesuatu?!
قد يقول: أقول هذا لإظهار الإخلاص لله فنقول: الإخلاص محله القلب أيضاً،وما كان محله القلب. نعم.
❓ Kadang ada yang mengatakan, "Aku melafalkan niat untuk memperlihatkan ikhlas kepada Allah."
Kita jawab, "Ikhlas tempatnya juga di dalam kalbu." (sehingga tidak perlu dilafalkan, pent.)
[Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin]
🔊 Dengarkan dari sumbernya: http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_349_10.mp3
| @tashfiyah
🚇 MELAFADZKAN NIAT MENUNJUKKAN KURANGNYA AKAL DAN AGAMA
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu :
"Melafadzkan niat menunjukkan kurangnya akal dan agama.
◾️Menurut agama dikarenakan hal tersebut merupakan kebid'ahan,
◾️Adapun menurut akal dikarenakan hal tersebut seperti seorang yang ingin memakan makanan kemudian berkata :
نويت بوضع يدي في هذا الإناء أنّي أريد أن آخذ منه لقمة فأضعها في فمي فأمضغها ثمَّ أبلعها لأشبع
"Aku berniat meletakkan tanganku ke dalam bejana (yang berisi makanan-pent) ini ingin mengambil darinya sesuap makanan kemudian meletakkannya ke mulutku, lalu aku mengunyahnya dan aku telan sampai kenyang.."
Maka ini merupakan kebodohan dan kedunguan.
📚 Majmu' Fatawa (22/120) | @Ittiba_uRasulillah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 "NAWAITU SHOUMA GHODIN..." : APA HUKUM MELAFALKAN NIAT PUASA?
[ Pertanyaan ]
"Wahai Syaikh yang mulia, Ummu Mush'ab (nama penanya) bertanya, "Tentang melafalkan niat pada puasa wajib atau salat sunnah, bolehkah itu?"
[ Jawaban ]
Melafalkan niat pada seluruh ibadah adalah bid'ah. Seseorang tidak mengatakan saat wudhu, "Ya Allah, saya berniat wudhu." atau ketika shalat, "Saya niat shalat." Atau ketika bersedekah, "Saya niat bersedekah." Atau ketika hendak puasa, "Saya niat berpuasa." Atau ketika berhaji, "Saya niat berhaji."
Melafalkan niat pada seluruh ibadah tidak ada dasarnya dari Nabi ﷺ
Kenapa Anda melafalkan niat? Bukankah niat itu tempatnya di kalbu? Bukankah Allah 'azza wa jalla berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ
"Dan telah Kami ciptakan manusia, dan Kami tahu apa yang dibisikkan jiwanya." [Q.S Qaaf ayat 16]
Ya, tentu. Kita meyakini hal ini. Allah lebih tahu niat kita. Bagaimana engkau memberi tahu Rabbmu bahwa engkau berniat sesuatu?!
قد يقول: أقول هذا لإظهار الإخلاص لله فنقول: الإخلاص محله القلب أيضاً،وما كان محله القلب. نعم.
❓ Kadang ada yang mengatakan, "Aku melafalkan niat untuk memperlihatkan ikhlas kepada Allah."
Kita jawab, "Ikhlas tempatnya juga di dalam kalbu." (sehingga tidak perlu dilafalkan, pent.)
[Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin]
🔊 Dengarkan dari sumbernya: http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_349_10.mp3
| @tashfiyah
🚇 MELAFADZKAN NIAT MENUNJUKKAN KURANGNYA AKAL DAN AGAMA
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu :
"Melafadzkan niat menunjukkan kurangnya akal dan agama.
◾️Menurut agama dikarenakan hal tersebut merupakan kebid'ahan,
◾️Adapun menurut akal dikarenakan hal tersebut seperti seorang yang ingin memakan makanan kemudian berkata :
نويت بوضع يدي في هذا الإناء أنّي أريد أن آخذ منه لقمة فأضعها في فمي فأمضغها ثمَّ أبلعها لأشبع
"Aku berniat meletakkan tanganku ke dalam bejana (yang berisi makanan-pent) ini ingin mengambil darinya sesuap makanan kemudian meletakkannya ke mulutku, lalu aku mengunyahnya dan aku telan sampai kenyang.."
Maka ini merupakan kebodohan dan kedunguan.
📚 Majmu' Fatawa (22/120) | @Ittiba_uRasulillah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 KETIKA SEDANG ADA PANDEMI CORONA, APAKAH KITA SHOLAT TARAWIH DI MASJID ATAU DI RUMAH MASING-MASING?
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad Alu asy-Syaikh hafizhahullah (*)
Riyadh, 24 Sya’ban 1441 H, 17 April 2020 M
Pertanyaan pertama:
Apakah disyariatkan shalat tarawih di rumah?
Yang Mulia Syaikh menjawab,
“Terkait permasalahan shalat tarawih di rumah masing-masing pada bulan Ramadhan tahun ini karena tidak memungkinkan pelaksanaannya di masjid-masjid disebabkan tindakan-tindakan preventif yang ditempuh oleh lembaga-lembaga khusus penanggulangan virus corona baru.
فإن الناس يصلونها في بيوتهم تحصيلاً لفضيلة قيام ليالي رمضان المباركة، ولثبوت صلاة النبي صلى الله عليه وسلم قيام رمضان في بيته، ولا يخفى أن صلاة التراويح سنة وليست واجبة.
Masyarakat hendaklah melaksanakan shalat tarawih di rumah masing-masing agar mendapatkan keutamaan menegakkan malam-malam Ramadhan yang berbarakah.
Sebab, telah disebutkan dalam hadits sahih bahwa Nabi Shalallahu alaihi wasallam shalat malam pada bulan Ramadhan di rumah beliau.
Demikian pula merupakan hal yang sudah diketahui bersama bahwa shalat tarawih hukumnya sunnah dan tidak wajib.”
Jumat 24/8/1441 H bertepatan 17/04/2020 M
(*) Beliau adalah Yang Mulia Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi yang merupakan Ketua Komisi Ulama Senior dan Ketua Umum Direktorat Jenderal Penelitian Ilmiah dan Fatwa.
Sumber: spa.gov.sa/2075735 | @Forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 KETIKA SEDANG ADA PANDEMI CORONA, APAKAH KITA SHOLAT TARAWIH DI MASJID ATAU DI RUMAH MASING-MASING?
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad Alu asy-Syaikh hafizhahullah (*)
Riyadh, 24 Sya’ban 1441 H, 17 April 2020 M
Pertanyaan pertama:
Apakah disyariatkan shalat tarawih di rumah?
Yang Mulia Syaikh menjawab,
“Terkait permasalahan shalat tarawih di rumah masing-masing pada bulan Ramadhan tahun ini karena tidak memungkinkan pelaksanaannya di masjid-masjid disebabkan tindakan-tindakan preventif yang ditempuh oleh lembaga-lembaga khusus penanggulangan virus corona baru.
فإن الناس يصلونها في بيوتهم تحصيلاً لفضيلة قيام ليالي رمضان المباركة، ولثبوت صلاة النبي صلى الله عليه وسلم قيام رمضان في بيته، ولا يخفى أن صلاة التراويح سنة وليست واجبة.
Masyarakat hendaklah melaksanakan shalat tarawih di rumah masing-masing agar mendapatkan keutamaan menegakkan malam-malam Ramadhan yang berbarakah.
Sebab, telah disebutkan dalam hadits sahih bahwa Nabi Shalallahu alaihi wasallam shalat malam pada bulan Ramadhan di rumah beliau.
Demikian pula merupakan hal yang sudah diketahui bersama bahwa shalat tarawih hukumnya sunnah dan tidak wajib.”
Jumat 24/8/1441 H bertepatan 17/04/2020 M
(*) Beliau adalah Yang Mulia Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi yang merupakan Ketua Komisi Ulama Senior dan Ketua Umum Direktorat Jenderal Penelitian Ilmiah dan Fatwa.
Sumber: spa.gov.sa/2075735 | @Forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
🚇 PEMBATAL-PEMBATAL PUASA YANG PALING BANYAK DITANYAKAN TENTANG (HUKUM) NYA
1. SUPPOSITORIA (OBAT BERBENTUK PELURU YANG DIMASUKKAN KE DALAM ANUS ATAU YANG SEMISALNYA).
Tidak membatalkan puasa. [Menurut pendapat asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.]
2. TETES MATA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh].
3. CELAK
Tidak membatalkan puasa
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin].
4. TETES TELINGA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh]
5. TETES HIDUNG
Jika sampai masuk ke lambung maka membatalkan puasa. [asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
📝 Adapun asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat tetes hidung TIDAK BOLEH bagi orang yang berpuasa. Dan barangsiapa yang mendapati rasanya di tenggorokannya, maka wajib baginya untuk mengqodho' (yakni batal puasanya).
6. SPRAYER (SEMPROT) ASMA.
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz, aay-Syaikh Ibnu Utsaimin dan al-Lajnah ad-Daimah rahimahumulloh].
7. SUNTIKAN NUTRISI
Membatalkan puasa. 👉🏽Adapun suntikan otot, pembuluh darah atau kulit maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
8. SUNTIK PENICILLIN
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
9. SUNTIKAN INSULIN BAGI PENDERITA DIABETES
Tidak membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah].
10. SUNTIK BIUS (ANAESTESI) PADA GIGI, MENAMBAL DAN MEMBERSIHKANNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahulloh].
11. MENGHIRUP BUKHUR (ASAP GAHARU) DENGAN SENGAJA DALAM KEADAAN TAHU
Membatalkan puasa.
🔻Adapun sekedar mencium aroma bukhur tanpa sengaja menghirupnya, maka TIDAK membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
12. MEMAKAI MINYAK WANGI DAN MENGHIRUPNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
13. PELEMBAB BIBIR
Tidak membatalkan puasa,
👉 Dengan syarat tidak ada yg tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
14. MAKE-UP
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
15. MUNTAH DENGAN SENGAJA
Membatalkan puasa.
🔻Adapun jika tidak sengaja maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
16. EPISTAKSIS (MIMISAN), CABUT GERAHAM DISERTAI KELUARNYA DARAH
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
17. DIAMBIL DARAH UNTUK DIPERIKSA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
18. IHTILAM (MIMPI BASAH)
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
19. BERENANG DAN MENYELAM
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
20. OBAT KUMUR (SEMISAL LISTERINE)
Tidak membatalkan puasa.
🔻Dengan syarat tidak ada yang tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
21. SIWAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
22. PASTA GIGI (GOSOK GIGI)
Tidak membatalkan puasa selama tidak sampai Ke lambung.
🔻(Akan tetapi) yang lebih baik utama tidak menggunakannya, karena memiliki pengaruh (rasa) yang kuat.
23. MENELAN DAHAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
🔻adapun asy Syaikh ibnu Baz rahimahulloh berpendapat dahak/riak (النخامة) tidak boleh ditelan dan wajib dibuang (tambahan dari pent).
24. MENCICIPI MAKANAN
Tidak membatalkan puasa,
👉🏽 akan tetapi tidak boleh menelannya, dan tidak melakukannya kecuali memang dibutuhkan.
25. KOYO NIKOTIN
Membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah]
••••
✍🏽 Alih Bahasa : Al-Ustadz Syafi'i al Idrus Hafizhahullah
Dari : "Tanbiihaat Syahri Ramadhon" | Faidah dari Majmu'ah Manaabir al-Kitab was Sunnah dengan sedikit perubahan | Forum Ahlussunnah Ngawi
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🚇 PEMBATAL-PEMBATAL PUASA YANG PALING BANYAK DITANYAKAN TENTANG (HUKUM) NYA
1. SUPPOSITORIA (OBAT BERBENTUK PELURU YANG DIMASUKKAN KE DALAM ANUS ATAU YANG SEMISALNYA).
Tidak membatalkan puasa. [Menurut pendapat asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.]
2. TETES MATA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh].
3. CELAK
Tidak membatalkan puasa
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin].
4. TETES TELINGA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh]
5. TETES HIDUNG
Jika sampai masuk ke lambung maka membatalkan puasa. [asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
📝 Adapun asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat tetes hidung TIDAK BOLEH bagi orang yang berpuasa. Dan barangsiapa yang mendapati rasanya di tenggorokannya, maka wajib baginya untuk mengqodho' (yakni batal puasanya).
6. SPRAYER (SEMPROT) ASMA.
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz, aay-Syaikh Ibnu Utsaimin dan al-Lajnah ad-Daimah rahimahumulloh].
7. SUNTIKAN NUTRISI
Membatalkan puasa. 👉🏽Adapun suntikan otot, pembuluh darah atau kulit maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
8. SUNTIK PENICILLIN
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
9. SUNTIKAN INSULIN BAGI PENDERITA DIABETES
Tidak membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah].
10. SUNTIK BIUS (ANAESTESI) PADA GIGI, MENAMBAL DAN MEMBERSIHKANNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahulloh].
11. MENGHIRUP BUKHUR (ASAP GAHARU) DENGAN SENGAJA DALAM KEADAAN TAHU
Membatalkan puasa.
🔻Adapun sekedar mencium aroma bukhur tanpa sengaja menghirupnya, maka TIDAK membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
12. MEMAKAI MINYAK WANGI DAN MENGHIRUPNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
13. PELEMBAB BIBIR
Tidak membatalkan puasa,
👉 Dengan syarat tidak ada yg tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
14. MAKE-UP
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
15. MUNTAH DENGAN SENGAJA
Membatalkan puasa.
🔻Adapun jika tidak sengaja maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
16. EPISTAKSIS (MIMISAN), CABUT GERAHAM DISERTAI KELUARNYA DARAH
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
17. DIAMBIL DARAH UNTUK DIPERIKSA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
18. IHTILAM (MIMPI BASAH)
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
19. BERENANG DAN MENYELAM
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
20. OBAT KUMUR (SEMISAL LISTERINE)
Tidak membatalkan puasa.
🔻Dengan syarat tidak ada yang tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
21. SIWAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
22. PASTA GIGI (GOSOK GIGI)
Tidak membatalkan puasa selama tidak sampai Ke lambung.
🔻(Akan tetapi) yang lebih baik utama tidak menggunakannya, karena memiliki pengaruh (rasa) yang kuat.
23. MENELAN DAHAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
🔻adapun asy Syaikh ibnu Baz rahimahulloh berpendapat dahak/riak (النخامة) tidak boleh ditelan dan wajib dibuang (tambahan dari pent).
24. MENCICIPI MAKANAN
Tidak membatalkan puasa,
👉🏽 akan tetapi tidak boleh menelannya, dan tidak melakukannya kecuali memang dibutuhkan.
25. KOYO NIKOTIN
Membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah]
••••
✍🏽 Alih Bahasa : Al-Ustadz Syafi'i al Idrus Hafizhahullah
Dari : "Tanbiihaat Syahri Ramadhon" | Faidah dari Majmu'ah Manaabir al-Kitab was Sunnah dengan sedikit perubahan | Forum Ahlussunnah Ngawi
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 BAGAIMANA TATACARA SHOLAT 'IED KETIKA TERJADI WABAH PANDEMI CORONA? KAPAN BATAS TERAKHIR TAKBIRAN & PEMBAYARAN ZAKAT FITRAHNYA?
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad Alu asy-Syaikh hafizhahullah (*)
Riyadh, 24 Sya’ban 1441 H, 17 April 2020 M
Pertanyaan kedua:
Apakah disyariatkan shalat id di rumah masing-masing?
Beliau menjawab,
“Apabila keadaan saat ini berlanjut sehingga shalat id tidak mungkin dilakukan di lapangan-lapangan dan masjid-masjid yang khusus untuk melaksanakannya, shalat id hendaklah dilaksanakan di rumah masing-masing tanpa disertai khutbah setelahnya.
Telah terbit fatwa dari Lembaga Tetap Urusan Fatwa yang di dalamnya menyebutkan,
( ومن فاتته صلاة العيد وأحب قضاءها استُحب له ذلك فيصليها على صفتها من دون خطبة بعدها )
‘Barang siapa yang tertinggal dari shalat id dan dia ingin mengqadhanya, disunnahkan baginya untuk melaksanakannya SESUAI TATA CARA SHALAT ID TANPA DISERTAI KHUTBAH SETELAHNYA.’
Mengqadha shalat id bagi makmum yang tertinggal dari shalatnya imam, hukumnya sunnah.
Maka dari itu, melaksanakan shalat id (di rumah) bagi orang-orang yang tidak ditegakkan shalat id di negerinya tentu lebih disyariatkan.
Hal itu merupakan penegakan terhadap syiar Islam sesuai dengan kadar kemampuan.
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ
“Bertakwalah kalian kepada Allah (semaksimal mungkin) sesuai kesanggupan kalian.”
Nabi Shalallahu alaihi wasallam juga bersabda,
إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Apabila aku memerintahkan kalian untuk melaksanakan sesuatu, lakukanlah (semaksimal mungkin) sesuai kemampuan kalian.”
Pertanyaan ketiga:
Sudah diketahui bersama bahwa batas waktu pembayaran zakat fitrah adalah bersamaan dengan selesainya pelaksanaan shalat id. Padahal bisa jadi, shalat id tidak diselenggarakan di kota-kota kecuali di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
🔳 Pertanyaannya, kapankah batas waktu terakhir pembayaran zakat fitrah bagi kota-kota lain selain Makkah dan Madinah?
🔳 Kapankah batas waktu terakhir disyariatkannya takbir (takbiran, Jw) yang dimulai sejak malam terakhir bulan Ramadhan jika shalat id tidak diselenggarakan?
Beliau menjawab,
“Batas waktu terakhir pembayaran zakat fitrah, takbir malam id dan pagi hari id di daerah yang tidak menyelenggarakan shalat id adalah beberapa saat setelah terbitnya matahari yang cukup untuk penyelenggaraan shalat id di daerah tersebut.
Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan menganjurkan semua pihak untuk memanfaatkan hari-hari Ramadhan yang berbarakah ini dengan memperbanyak doa, istigfar, dan memohon kepada Allah 'azza wa jalla agar menjaga Pelayan Dua Tanah Suci (Raja Salman) serta putera mahkota,
◻️ Memberikan kesehatan kepada keduanya,
◻️ Membimbing ucapan dan perbuatannya, serta
◻️ Membalas keduanya dengan balasan terbaik
Atas segala yang mereka curahkan berupa kerja keras dan sumbangsih kemanusiaan untuk Kerajaan Arab Saudi, warga negaranya, para ekspatriat yang bermukim di dalamnya, seluruh kaum muslimin di setiap tempat dan masyarakat internasional.
Serta hendaklah banyak berdoa agar Allah mengasihi hamba-Nya, kaum muslimin dan masyarakat dunia seluruhnya, dengan mengangkat wabah pandemi ini dari negeri kita secara khusus dan dari seluruh dunia.”
Jumat 24/8/1441 H bertepatan 17/04/2020 M
(*) Beliau adalah Yang Mulia Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi yang merupakan Ketua Komisi Ulama Senior dan Ketua Umum Direktorat Jenderal Penelitian Ilmiah dan Fatwa.
Sumber: spa.gov.sa/2075735 | @Forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 BAGAIMANA TATACARA SHOLAT 'IED KETIKA TERJADI WABAH PANDEMI CORONA? KAPAN BATAS TERAKHIR TAKBIRAN & PEMBAYARAN ZAKAT FITRAHNYA?
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad Alu asy-Syaikh hafizhahullah (*)
Riyadh, 24 Sya’ban 1441 H, 17 April 2020 M
Pertanyaan kedua:
Apakah disyariatkan shalat id di rumah masing-masing?
Beliau menjawab,
“Apabila keadaan saat ini berlanjut sehingga shalat id tidak mungkin dilakukan di lapangan-lapangan dan masjid-masjid yang khusus untuk melaksanakannya, shalat id hendaklah dilaksanakan di rumah masing-masing tanpa disertai khutbah setelahnya.
Telah terbit fatwa dari Lembaga Tetap Urusan Fatwa yang di dalamnya menyebutkan,
( ومن فاتته صلاة العيد وأحب قضاءها استُحب له ذلك فيصليها على صفتها من دون خطبة بعدها )
‘Barang siapa yang tertinggal dari shalat id dan dia ingin mengqadhanya, disunnahkan baginya untuk melaksanakannya SESUAI TATA CARA SHALAT ID TANPA DISERTAI KHUTBAH SETELAHNYA.’
Mengqadha shalat id bagi makmum yang tertinggal dari shalatnya imam, hukumnya sunnah.
Maka dari itu, melaksanakan shalat id (di rumah) bagi orang-orang yang tidak ditegakkan shalat id di negerinya tentu lebih disyariatkan.
Hal itu merupakan penegakan terhadap syiar Islam sesuai dengan kadar kemampuan.
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ
“Bertakwalah kalian kepada Allah (semaksimal mungkin) sesuai kesanggupan kalian.”
Nabi Shalallahu alaihi wasallam juga bersabda,
إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Apabila aku memerintahkan kalian untuk melaksanakan sesuatu, lakukanlah (semaksimal mungkin) sesuai kemampuan kalian.”
Pertanyaan ketiga:
Sudah diketahui bersama bahwa batas waktu pembayaran zakat fitrah adalah bersamaan dengan selesainya pelaksanaan shalat id. Padahal bisa jadi, shalat id tidak diselenggarakan di kota-kota kecuali di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
🔳 Pertanyaannya, kapankah batas waktu terakhir pembayaran zakat fitrah bagi kota-kota lain selain Makkah dan Madinah?
🔳 Kapankah batas waktu terakhir disyariatkannya takbir (takbiran, Jw) yang dimulai sejak malam terakhir bulan Ramadhan jika shalat id tidak diselenggarakan?
Beliau menjawab,
“Batas waktu terakhir pembayaran zakat fitrah, takbir malam id dan pagi hari id di daerah yang tidak menyelenggarakan shalat id adalah beberapa saat setelah terbitnya matahari yang cukup untuk penyelenggaraan shalat id di daerah tersebut.
Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan menganjurkan semua pihak untuk memanfaatkan hari-hari Ramadhan yang berbarakah ini dengan memperbanyak doa, istigfar, dan memohon kepada Allah 'azza wa jalla agar menjaga Pelayan Dua Tanah Suci (Raja Salman) serta putera mahkota,
◻️ Memberikan kesehatan kepada keduanya,
◻️ Membimbing ucapan dan perbuatannya, serta
◻️ Membalas keduanya dengan balasan terbaik
Atas segala yang mereka curahkan berupa kerja keras dan sumbangsih kemanusiaan untuk Kerajaan Arab Saudi, warga negaranya, para ekspatriat yang bermukim di dalamnya, seluruh kaum muslimin di setiap tempat dan masyarakat internasional.
Serta hendaklah banyak berdoa agar Allah mengasihi hamba-Nya, kaum muslimin dan masyarakat dunia seluruhnya, dengan mengangkat wabah pandemi ini dari negeri kita secara khusus dan dari seluruh dunia.”
Jumat 24/8/1441 H bertepatan 17/04/2020 M
(*) Beliau adalah Yang Mulia Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi yang merupakan Ketua Komisi Ulama Senior dan Ketua Umum Direktorat Jenderal Penelitian Ilmiah dan Fatwa.
Sumber: spa.gov.sa/2075735 | @Forumsalafy
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net |
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Forwarded from منتدى نشر الفـــــــوائد
::
🚇 ADAB BERBUKA PUASA: APAKAH WAJIB DENGAN KURMA? DO'A BUKA PUASA MANAKAH YANG SHOHIH?
📆 Kajian FIQIH PUASA LENGKAP di Masjid al-Muamalah Blok L BTP Makassar | Sabtu & Ahad, 14-15 Sya’ban 1437 / 21-22 Mei 2016
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Sarbini hafizhahullah
◙ Durasi 13:57
◙ Ukuran file 2,50 MB
◙ Link http://bit.ly/1ZhO1uS
)* Juga dijelaskan Apakah memberi makanan ringan/es buah untuk orang yang buka puasa teranggap juga dapat pahala seperti orang yang puasa..?
••••
💾 Channel Telegram: @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️
🚇 ADAB BERBUKA PUASA: APAKAH WAJIB DENGAN KURMA? DO'A BUKA PUASA MANAKAH YANG SHOHIH?
📆 Kajian FIQIH PUASA LENGKAP di Masjid al-Muamalah Blok L BTP Makassar | Sabtu & Ahad, 14-15 Sya’ban 1437 / 21-22 Mei 2016
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Sarbini hafizhahullah
◙ Durasi 13:57
◙ Ukuran file 2,50 MB
◙ Link http://bit.ly/1ZhO1uS
)* Juga dijelaskan Apakah memberi makanan ringan/es buah untuk orang yang buka puasa teranggap juga dapat pahala seperti orang yang puasa..?
••••
💾 Channel Telegram: @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🏀 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
▫️▫️▫️▫️
salafymakassar.net
AUDIO: FIKIH PUASA LENGKAP
REKAMAN KAJIAN ILMIYAH MAKASSAR – SULAWESI SELATAN: Bersama : Al-Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad as Sarbini حفظه الله Masjid al-Muamalah Blok L BTP Makassar Tema: FIKIH PUASA LENGKAP …